Anda di halaman 1dari 12

ULAT GRAYAK

(SPODOPTERA LITURA) PADA TANAMAN KEDELAI

TUJUAN.. 1. Bagaimana siklus hidup ulat grayak (Spodoptera litura) ? 2. Bagaimana gejala serangan yang disebabkan ulat grayak (Spodoptera litura) ? 3. Bagaimana cara pengendalian ulat grayak (Spodoptera litura) ?

MANFAAT. 1. Mengetahui siklus hidup ulat grayak (Spodoptera litura). 2. Mengetahui kerusakan yang disebabkan ulat grayak (Spodoptera litura). 3. Mengetahui cara pengendalian ulat grayak (Spodoptera litura).

KLASIFIKASI ........
Kerajaan Phylum Kelas Bangsa Suku Marga Jenis

: Animalia : Arthropoda : Insekta : Lepidoptera : Noctuidae : Spodoptera : Spodoptera litura (F.)

Lepidoptera
Merupakan ordo serangga dengan jumlah anggota terbesar. Tipe mulut penyedot (siphoning) dan menggulung di bawah kepala ketika tidak digunakan. Kelompok serangga ini dikenal dengan ciri sayap bersisik (lepido) yang letaknya saling tumpang tindih. Sisik ini yang memberikan kekakuan dan warna pada sayap.

SIKLUS HIDUP

Telur : Berbentuk hampir bulat dengan bagian dasar melekat pada


daun (kadang kadang tersusun dua lapis), berwarna coklat kekuningan, diletakkan berkelompok masing-masing 25-500 butir. Telur diletakkan pada bagian daun atau bagian tanaman lainnya, keemasan. Diameter telur 0,3 mm sedangkan lama stadia telur berkisaran antara 3-4 hari.

Larva : Larva S. litura yang baru keluar memiliki panjang tubuh 2


mm. Ciri khas larva S. litura adalah terdapat 2 buah bintik hitam berbentuk bulan sabit pada tiap ruas abdomen terutama ruas ke-4 dan ke-10 yang dibatasi oleh garis-garis lateral dan dorsal berwarna kuning yang membujur sepanjang badan. Lama stadium larva 18-33 hari. Sebelum telur menetas, larva yang baru keluar dari telur tidak segera meninggalkan kelompoknya tetapi tetap berkelompok. Pada stadium larva terdiri dari enam instar dan berlangsung selama 13-17 hari dengan rerata 14 hari.

Pupa: Menjelang masa prepupa, larva membentuk jalinan


benang untuk melindungi diri dari pada masa pupa. Masa prepupa merupakan stadium larva berhenti makan dan tidak aktif bergerak yang dicirikan dengan pemendekan tubuh larva. Panjang prepupa 1,4-1,9 cm dengan rerata 1,68 cm dan lebarnya 3,5-4 mm dengan rerata 3,7 mm. Masa prepupa berkisar antara 1-2 hari. Pupa S.litura berwarna merah gelap dengan panjang 15-20 mm dan bentuknya meruncing ke ujung dan tumpul pada bagian kepala. Pupa terbentuk di dalam rongga-rongga tanah di dekat permukaan tanah. Masa pupa di dalam tanah berlangsung 12-16 hari.

Imago : Imago (ngengat) muncul pada sore hari dan malam


hari. Pada pagi hari, serangga jantan biasanya terbang di atas tanaman, sedangkan serangga betina diam pada tanaman sambil melepaskan feromon. Perkembangan dari telur sampai imago berlangsung selama 35 hari.

METAMORFOSIS SEMPURNA/HOLOMETABOLA

ULAT GRAYAK

Gejala serangan: Ulat muda menyerang daun hingga tertinggal epidermis atas dan tulang-tulang daun saja. Ulat tua merusak pertulangan daun hingga tampak lobang-lobang bekas gigitan ulat pada daun.Ulat grayak mulai menyerang tanaman kedelai sejak stadium vegetatif awal.

Pengendalian ulat grayak (Spodoptera litura) dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
Gilir tanaman kedelai dengan tanamna yang tidak disukai oleh ulat grayak, misalnya Biarkan tanah selama 1 bulan untuk memutus siklus hidupnya. Tanam serentak dengan selisih waktu tanam kurang dari 10 hari dihamparan yang luas Pantaulah lahan secara rutin dan kumpulkan telur serta ulat muda yang biasanya Gunakan feromonoid seks. Caranya botol plastik ukuran 1 liter dilubangi sebanyak 8

1. 2. 3. 4. 5.

tanaman selain kacang panjang, jagung, ubi jalar, bayam, dan bawang merah.

sehingga masa vegetatifnya bersamaan.

mengelompok lalu musnahkan.

lubang sebagai pintu masuk ngengat lalu diisi preparat feromonoid seks. Letakan botol ini setinggi 30 50 cm dari permukaan ujung tanaman secara menyebar diareal petakan sebanyak 6 buah perangkap/ha.

6.

Menggunakan musuh alami ulat grayak, yaitu SINPV (sepodoptera litura nuclear

polyhidrosis virus) untuk mengembalikan ulat grayak instar I III. SINPV ini

mampu

menurunkan populasi ulat sebesar 91% dan tingkat kerusakan daun sebesar 22%, serta menyelamatkan kehilangan hasil 14% lebih tinggi dibandingkan menggunakan insektisida. Cara penggunaannya, bagian bawah daun disemprot dengan dosis 75g/ha pada sore atau petang hari saat ulat grayak akan melakukan serangan. Aplikasinya 2 kali seminggu.

7. Musuh alami ulat grayak terdiri atas 8 jenis predator dan 1 jenis parasit. Musuh alami yang berstatus penting adalah predator Euborellia, Paederus dan Solenopsis, masing-masing dengan daya predasi terhadap ulat instar I-III sebesar 22, 14 dan 6 ekor/hari, dan parasit lebah Snellenius dengan daya parasitasi terhadap ulat instar I-III sebesar 41%.

8. -

Basmi tanaman dengan insektisida bila serangan mencapai ambang kendali, yaitu : Pada fase vegetatif : 10 ekor instar 3/10 rumpun tanaman Fase pembungaan dan pembentukan polong : 13 ekor instar 3/10 rumpun tanaman,

Fase pengisiaan polong : 26 ekor instar 3/10 rumpun tanaman

Penyemprotan dilakukan saat ulat aktif melakukan penyerangan yaitu dimalam hari

Barakallahufiikum....Semoga bermanfaat