Anda di halaman 1dari 5

Kontrol Setelah sementasi, pasien meneruskan perawatan dengan berurutan setelah perawatan untuk memonitor kesehatan gigi pasien

dengan kebiasaan kontrol plak yang adekuat, mengidentifikasi permasalah awal dan menjelaskan apa saja koreksi perawatan yang mungkin dibutuhkan sebelum kerusakan irreversibel terjadi. Penilaian kunjungan ulang, khususnya penting untuk pasien dengan restorasi yang luas dan harus di koreksi oleh dokter gigi. Tanggung jawab untuk perhatian timbal balik tidak harus dijelaskan lengkap secara personal. Kunjungan setelah penyemenan Untuk memungkinkan dokter gigi memonitoring fungsi dan kenyamanan protesa dan memeriksa control logam yang tepat telah dimiliki oleh pasien, sebuah pengangkatan merupakan penjadwalan secara umum sampai seminggu atau sepuluh hari setelah sementasi dari sebuah GTJ. Dokter gigi harus mengecek secara hati-hati bahwa sulkus gingiva tetep bersih dari sisa semen yang kemungkinan diabaikan sebelumnya dan semua aspek dari keadaan yang oklusi tetap memuaskan. Semen radiolusen harus dihindarkan karena mendeteksi kelebihan alat perekat secara radiografi merupakan ketidakmungkinan jika bahan-bahan tersebut radiolusien. Oleh karena itu bahan perekat harus dipilih seradiopak mungkin. Dalam prakteknya alat perekat yang tersedia menjadi sebuah radiopasiti yang berjarak luas. Kehadiran dari segi pemulasan pada permukaan yang bersentuhan dari restorasi cetakan di pengangkatan sementasi harus menimbulkan sebuah resesment yang hati-hati serta onklusi yang benar. Jika beberapa perubahan kecil pada posisi gigi terjadi, beberapa penyesuan onklusi diperlukan. Jika tidak pasien dijadwal ulang untuk beberapa minggu dalam menentukan koreksi tindak lanjut. Kunjungan berkala Pasien dengan cetakan restorasi harus diingatkan kembali selama 6 bulan. Pengingatan kembali dengan frekuensi kecil boleh memastikan kesalahan dari caries yang kambuhan atau

perkembangan dari penyakit yang periodik. Pasien yang disediakan dengan prostesa yang baik secara ekstensif akan membutuhkan pengangkatan kembali secara frekuensi lebih, secara teratur ketika penyakit secara periodek meningkat pada saat ini. Pengangkatan bisa di koordinasi oleh dokter gigi yang restorasi Atau periodontis. Untuk memastikan pengobatan yang berlangsung penetapajn secara meningkat akan mengasumsikan tangung jawab utama dalam mengkoordinasi pengangkatan kembali secara imperaktif Sejarah dan pemeriksaan umum Sejarah perawatan pasien harus ditinjau dan ditingkatkan paling tidak setiap tahun.

Perhatian khusus harus diberikan untuk jaringan lunak karena tanda-tanda dari kanker mulut bisa terdeteksi di pemeriksaan kembali. Kesehatan mulut, diet dan air ludah Pasien cendrung menjadi agak kurang rajin pada usaha kontrol plaknya ketika tahapan aktif dari pengobatan mereka selesai. Dokter gigi harus melihat secara hati-hati pada tanda-tanda pada buruk pada kesehatan mulut dan menilai keefektifan umum dari control plak di setiap pemeriksaan dengan sebuah index yang objektif. Defesiensi harus di identifikasi sejak dini dan terapi yang baik harus di inisiasi. Dokter gigi harus bertanya tentang perubahan pola makan, secara khusus peningkatan konsumsi gula atau metode diet. Kelebihan berat badan yang berkurang atau bertambah harus juga di tanyakan misalnya seorang pasien yang berhenti merokok akhir-akhir ini boleh memulai memakan permen dalam jumlah banyak, dengan sebuah peningkatan hasil pada kerusakan tertentu. Air ludah memiliki peran penting pada gigi. Pasien dengan serestamia bisa memperparah luka secara cepat dan meluas. Diagnosa penyebab timbulnya air ludah sangat penting dan sering menimbulkan efek tertentu. Karies gigi Karies gigi merupakan hal yang umum karena kegagalan sebuah cetakan restorasi. Pendeteksian bisa sangat sulit, secara khusus dimana pemenuhan secara lengkap digunakan. Pada masing - masing pengangkatan, gigi harus dikeringkan secara menyeluruh dan diperiksa secara visual. Pemeriksaan harus digunakan sangat hati-hati ketika memprediksi penutupan luka sejak awal karena sebuah pengujian yang sangat berat ditangani bisa merusak matrik yang

menutupi porselen dimineralisasi akan mudah pecah. Sebuah matrik penutup yang tetap utuh sangat penting untuk prosedur dalam pengenalan remineralisasi (contoh: control plak yang meningkat, perubahan diet, aplikasi flurida secara topikal). Pengobatan secara konservatif dari karies pada tepi permukaan merupakan permasalahan yang penting. Luka bisa melebar secara cepat, secara khusus jika perubahan mempunyai sebuah kekurangan dari pada kesesuaian tepi yang optimal. Pengkoreksian permasalahan dengan sebuah amalgam kecil, resin gabungan atau perubahan kegagalan emas kadang mungkin terjadi. Perubahan restorasi merupakan pendukung dari amalgam atau resin komposit core. Karies yang luas mungkin dapat menentukan kesulitan. Ketika terdapat keraguan dari seluruh karies dentin harus dihilangkan, menggantikan keselurukan restorasi adalah rekomendasi. Karies akar Karies yang mengenai permukaan akar dapat menjadi masalah yang rumit di dalam penggolongan umur biasanya mencari ketetapan prosthodontic care. I dalam pebelajaran classic Vipeholm dari buku karies akar lebih dari 50% , terdapat penyakit baru dari pasien pada golongan usia 50 tahun. Kasus karies akar meningkat dengan cepat sesuai usia. Dalam penialian karies dari tahap satu hingga tiga National Health dan pengamatan penilaian nutrisi, dampak karies akar 22,5% dari populasi. Permukaan akar tampak karies terdapat hubungan dengan scor plak gigi individu dan menghitung banyaknya streptococcus mutan pada saliva. Usia berhubungan dengan xerostomia atau disebabkan oleh pengobatan atau perawatan radiasi yang merupakan etiologi karies rampan. Faktor yang lain mencakup status ekonomi pasien, diet, kebersihan rongga mulut, dan latar belakang etnik. Hanya sebuah usaha yang hebat pada peranan seorang dokter gigi dan pasien akan membawa memecahkan masalah. Pencegahan difokuskan pada pada konseling diet dan pengobatan flour. Pengobatan sering memerlukan penempatan dari amalgam tulang belakang atau restorasi ionomer kaca bahwa melilitkan secara keliling dari restorasi cetakan tempat sebelumnya. Restorasinya sulit untuk ditempatkan, bagaimanapun, pandangan yang memaksa, mereka merupakan sebuah alternative yang disukai untuk melakukan perawatan ulang secara menyeluruh dengan prostesa secara terperinci. Penyakit kambuhan

Sayangnya, penyakit kambuhan sering terjadi di penempatan dari protesa, khususnya dimana margin cavosurvace ditempatkan di subgingival atau protesa yang overkontur, inflamasi yang lebih luas dengan restorasi yang buruk tapi dengan margin yang sempurna dihubungkan dengan periodontitis. Pada pengangkatan kembali, perhatian khusus diberikan pada pendarahan pada sulkus, kertelibatan furkasi dan deposit kalkulus sebagai tanda penyakit kambuhan. Restorasi yang digariskan secara tidak benar seharusnya ditata kembali. Disfungsi oklusal Pasien diperiksa untuk tanda disfungsi oklusal pada pemeriksaan kembali. Pasien seharusnya ditanya tentang kebiasaan buruk seperti bruxism. Pemeriksaan permukaan oklusal mungkin menampakan permukaan tepi yang tidak normal. Khususnya, caninus harus diperiksa karena penggunaannya pada daerah ini membentuk gangguan kontak yang hebat pada gigi posterior. Mobilitas gigi yang tidak normal di periksa sebagai penyakit nyeri otot sendi. Cetakan diagnosis artikulasi seharusnya dibuat ulang secara berkala. Dan dikomparasikan dengan rekam medis sebelumnya jadi beberapa perubahan oklusal bisa dimonitoring dan di inisiasi pengobatan secara benar. Sebagian kecil dari pasien mungkin tidak merespon dengan baik terhadap perawatan oklusal sebelumnya atau mungkin meninjau aktivitas fungsional beberapa waktu setelah fase perawatan aktif selesai dilakukan. Meskipun pemecahan etiologi lebih baik, sebuah nightguard ada kalanya bisa ditentukan. Meskipun alatnya hanya dipasang malam hari dapat membantu memcahkan masalah neurouskular karena maloklusi. Jika pasien dari awal menunjukan penolakan, dokter gigi harus mempertimbangkan untuk membuat cengkraman pada daerah anterior daripada tidak kooperatif ssat menggunakan alat konvensional. Kesehatan periapikal dan pulpa Pada kunjung uldang, pasien mungkin menjelaskan satu atau lebih keluhan sakit selama sebulan sepenuhnya. Ini dapat diindikasikan sbagai kehilangan vitalitas dari gigi penyangga dan harus di periksa. Tindak korektif yang sesuai dapat dilakukan. Satu keuntungan pada restorasi sebagia dan penuh adalah kesehatan pulpa dapat di tinjau dengan EPT (electric pulp test) meskipun vitalitas dari beberapa gigi dengan mahkota penuh

dapat tetap di periksan dengan tes panas. Oleh karena itu, beberpa kesimpulan harus dikombinasikan dengan kesimpulan data klinis lain dari anamnesa dan pemeriksaan pasien. Radiografi menyediakan informasi berguna tentang kelainan periapikal. Gigi dengan restorasi tetap harus dilihat kembali gambaran radiografinya setiap tahun. Penggunaan standart teknik oleh dokter gigi memungkinkan untuk mempuat perbandiang yang objektif dengan film rdiografi sebelumnya. Meskipun beberapa penelitian menunjukan insidensi tinggi pada kelainan periapikal dengan protesa cekat tapi beberapa penelitian lain menunjukkan insidensi rendah pada komplikasi ini.