Anda di halaman 1dari 10

Kasus Suaka Peru-Columbia dan Kasus Suaka Australia-Indonesia

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Teori Hukum

Disusun oleh Nama NRP Program Kekhususan : Oga Yogananda : 11 1! 1" #$

: %ukum Internasional Publik &an'ut

Dosen

: Dr( Idris) S(%() *A(

+AK,&-AS %,K,* ,NI./RSI-AS PAD0A0ARAN 1AND,N2

! 1#

As3lum Dalam hukum internasional, suaka adalah dimana seorang pengungsi atau pelarian politik mencari perlindungan baik di wilayah suatu negara maupun didalam lingkungan gedung perwakilan diplomatik dari suatu negara. jika pwelindungan diberikan, pencari suaka ini dapat kebal dari proses hukum dari negara dimana dia berasal (Suryokusumo, Sumaryo. 1995:1 !". #enerima suaka menurut $%&'( (United Nations High Commissioner Refugee " adalah )refers to a person who request refugee status in another state normal! on the grounds that the! ha"e a well#founded fear of perse$ution in their $ountr! of origin or %e$ause their life and li%ert! is threatened %! wars $onfli$t and "iolen$e *. Dalam berbagai kasus, pencari suaka juga dapat disebut sebagai pengungsi, hanya saja ia terikat dengan prinsip+prinsip suaka. Peru4ian-Columbian As3lum Case ,asus ini bermula ketika ,edutaan -esar ,olumbia memberikan suaka diplomatic kepada .. /ictor (aul &aya de la 0orre pada ! 1anuari 1929. &aya de la 0orre adalah seorang ketua partai the 3merican #eople4s (e5olutionary 3lliance (3#(3" yang berasal dari #eru. #artai ini merupakan partai yang tertuduh atas sebuah pemberontakan militer yang terjadi pada tanggal ! 6kteber 1927. .eskipun pemberontakan dapat teratasi, #residen #eru tetap ingin menghukum dalang dari pemberontakan ini. ,emudian, &aya de la 0orre, yang dianggap sebagai pelanggar politik di #eru, pergi ke ,olumbia untuk meningggalkan #eru dan mencari suaka diplomatik.

#ermasalahannya terletak dimana #emerintah #eru menolak suaka diplomatic yang diberikan oleh ,olumbia kepada &aya de la 0orre dikarenakan menurut mereka &aya de la 0orre bukanlah penjahat politik melainkan penjahat kriminal dan tidak berhak mendapatkan keuntungan dari suaka perlindungan. Dikarenakan tidak dapat membuat suatu kesepakatan bersama, kedua %egara menyampaikan permasalahan ini kepada pengadilan internasional (8nternational 'ourt o9 1ustice, 8'1", tuntutan ini diajukan oleh ,olumbia dan dituntut balas oleh #eru. ,olumbia menyatakan bahwa, berdasarkan #erjanjian -oli5arian pada tahun 1911 mengenai :;tradisi, ,on5ensi &a5ana 19<7 mengenai suaka, ,on5ensi .onte5ideo 19!! mengenai suaka politik, dan berdasarkan hukum internasional 3merika, ia menyatakan bahwa ia telah memenuhi syarat untuk memberikan suaka. Dilihat dari pembelaan pertama ,olumbia yaitu perjanjian -oli5arian 1911mengenai perjanjian e;tradisi+ yang membatasi dirinya pada satu artikel untuk mengakui adanya suaka bersesuaian dengan prinsip hukum internasional. Didalam kasus e;tradisi, pengungsi berada di dalam wilayah %egara lain, apabila suaka diberikan kepadanya maka keputusan apa pun tidak dapat merubahnya meski dari kedaulatan %egara dimana pelanggaran dilakukan. 3kan tetapi, dalam kasus suaka diplomatic, pengungsi berada di dalam %egara dimana pelanggaran terjadi, maka keputusan untuk memberikan suaka dipegang oleh %egara dimana pelanggaran terjadi dan pengambilan keputusan diputuskan oleh badan hukum %egara tersebut. .engenai kon5ensi &a5ana yang dijadikan ,olumbia sebagai dasar hukum perbuatannya, itu tidak mengakui adanya penilaian sepihak baik itu secara ekspisit maupun implicit. Selain itu, pasal dalam ,on5ensi &a5ana menyatakan bahwa untuk memberikan suaka

kepada pengungsi hanya diperbolehkan apabila %egara asal meminta pemindahan pengungsi tersebut dari wilayahnya ke pengungsian. #ada kenyataannya, #eru tidak meminta hal tersebut sehingga tidak ada alasan untuk diberikannya suaka. Sedangkan yang ketiga, yaitu ,on5ensi .onte5ideo tidak dirati9ikasi oleh #eru, oleh sebab itu kon5ensi ini tidak dapat digunakan sebagai landasan hukum untuk menyerang #eru. Dan melihat dari hukum internasional 3merika, ,olumbia tidak dapat membuktikan keeksistensiannya baik itu secara regional maupun local, sebagai badan yang 9ormal dan konstan berdasarkan penillaian sepihak sebagai %egara yang berhak sebagai pelindung dan berkewajiban atas wilayah negaranya. Dalam tuntutan balasan oleh #eru, ia menyatakan bahwa .. /ictor (aul &aya de la 0orre melakukan kejahatan criminal biasa oleh sebab itu berdasarkan ,on5ensi &a5ana, ia tidak berhak menerima suaka. =alu tuntutan keduanya adalah dikarenakan urgensi maka dibawah ,on5ensi &a5ana suaka tidak dapat diberikan. ,on5ensi &a5ana pada dasarnya tidak memberikan pembolehan pemberian suaka kepada orang yang sengaja melawan hukum di %egaranya. Suaka hanya dapat menginter5ensi melawan tindakan pengadilan apabila terdapat aksi yang sewenang+wenang yang ada di dalam peraturan hukum. &al ini tidak terdapat di #eru dimana tidak ditemukannya penghapusan jaminan hukum. Selain itu, ,on5ensi &a5ana tidak bisa menetapkan seseorang untuk menghindari pengadilan nasionalnya. Seperti yang terdapat dalam hukum kebiasaan tertua di 3merika yaitu tidak adanya inter5ensi. Dalam keputusannya, pengadilan, dengan hasil empat belas suara berbanding dua, ,olumbia tidak boleh secara sepihak memutuskan dan mengikat #eru sebagai pelanggar, dengan lima belas suara berbanding satu menyatakan bahwa #eru tidak terikat untuk mengirimkan perlindungan sebagai suaka. Di lain pihak, pengadilan menolak, dengan lima belas suara

berbanding satu, bahwa .. /ictor (aul &aya de la 0orre merupakan penjahat criminal biasa, karena pemberontakan militer tidak termasuk kejahatan criminal biasa. 0erakhir, dengan sepuluh berbanding satu suara, tanpa mengkritik sikap yang dilakukan oleh duta besar ,olumbia di =ima, menganggap persyaratan yang sesuai untuk adanya suaka berdasarkan perjanjian yang rele5an tidak terpenuhi pada saat ia menerima .. /ictor (aul &aya de la 0orre. 1ustru, berdasarkan kon5ensi &a5ana, suaka tidak boleh menjadi hambatan untuk berlangsungnya proses hukum oleh badan legal di dalam suatu %egara. ,eputusan ini diambil pada tanggal <> %o5ember 195>. ,asus antara #eru dan ,olumbia tidak berkahir sampai disitu dan bertambah dengan ikutnya ,uba dalam permasalahan ini. #ada tanggal 1! Desember 195> mengirimkan berkas mengenai ketidakharusan ,olumbia untuk menyerahkan .. /ictor (aul &aya de la 0orre kepada #eru. #emerintah #eru menyatakan bahwa hal ini merupakan inter5ensi pihak ketiga dan tidak boleh dimasukkan di dalam persidangan. 3kan tetapi, dikarenakan pertanyaan yang dibahas dalam hal ini berbeda dengan apa yang sebelumnya dibahas maka pengadilan menyatakan bahwa hal ini bukanlah inter5ensi karena tidak mengganggu jalannya persidangan sebelumnya. 6leh sebab itu, pengadilan memutuskan bahwa: 1. &! a unanimous "ote that it is not part of the $ourt's judi$ial fun$tions to make a $hoi$e among the different wa!s in whi$h the as!lum ma! %e %rought to an end( <. &! thirteen "otes against one that Colum%ia is under no o%ligation to surrender Ha!a de la Torre to the )eru"ian authorities( !. &! unanimous "ote that the as!lum ought to ha"e $ease after the deli"er! of the judgement of No"em%er *+th ,-.+ and must %e %rought to an end/

1adi, kesimpulan dari persidangan ini adalah, ,olumbia tidak berhak memberikan suaka kepada .. /ictor (aul &aya de la 0orre akan tetapi ,olumbia juga tidak berkewajiban untuk menyerahkan .. /ictor (aul &aya de la 0orre kepada #eru. Dalam kasus peru5ian+'olumbian ini, memang pantas jika #eru melakukan protes kepada si pemberi suaka ('olumbia". ,arena dalam hukum internasional?hukum kebiasaan 3merika =atin, pemberian suaka kepada seseorang yang telah melakukan kejahatan itu memang tidak berlaku. ,emudian, seorang pemberi suaka seharusnya meninjau kembali sebelum meutuskan bahwa boleh tidaknya ia memberikan suaka pada orang tersebut. mereka harus mencari alasan dari sipencari suaka kemudian menelitinya. 1angan langsung memberikan sebuah suaka tanpa peninjauan terlebih dahulu, karena bisa saja hal ini seperti dalam kejadian #eru5ian+'olumbian. 'olumbia disini hanya memutuskan dengan berpegang pada prinsip bahwa sudah seharusnya mereka memberikan perlindungan pada si pencari suaka tanpa mencari pembenaran tentang alasannya terlebih dahulu.

Australian-Indonesian As3lum Case ,asus yang diangkat adalah kasus pemberian /isa 0inggal Sementara kepada 2< warga #apua oleh #emerintah 3ustralia pada <! .aret <>> . ,asus ini bermula ketika, pada tanggal 1! 1anuari <>> , sebanyak 2! orang, terdiri atas !> laki+laki, perempuan dan @ anak+anak

berkewarganegaraan 8ndonesia yang berasal dari #apua, bertolak dari .erauke berlayar selama lima hari dan akhirnya mendarat di pantai terpencil 'ape Aork di 3ustralia timur laut. 0ujuan pelayaran tersebut adalah untuk mendapatkan perlindungan atau yang laBim disebut sebagai Suaka dari #emerintah %egara 3ustralia. 3lasan yang diajukan adalah hilangnya rasa aman sebab ketika memadamkan gerakan separatis, militer 8ndonesia melakukan aksi genosida di daerah tempat tinggal mereka (,ompas <>> ". Sebelum diberikan /isa 0inggal Sementara oleh

#emerintah 3ustralia, ke 2! pencari suaka ini sempat tertahan di #ulau 'hristmas sampai akhirnya diberikan /isa 0inggal Sementara oleh Departemen 8migrasi dan .asalah+masalah #enduduk 3sli 3ustralia (D8.3" dan kemudian dipindahkan ke .elbourne. 0idak semua pencari suaka ini diberikan suaka oleh #emerintah 3ustralia, hanya 2< dari 2! orang pencari suaka yang mendapatkan suaka dari #emerintah 3ustralia. .elihat peristiwa ini, pemerintah 8ndonesia tidak terima dan melalui Departemen =uar %egeri 8ndonesia dikeluarkanlah pernyataan pada <! .aret <>> yang berisi penyesalan sikap 3ustralia dalam pemberian suaka kepada 2< pencari suaka 8ndonesia, sebagai berikut (,ementrian =uar %egeri 8ndonesia <>> " : 1. #emerintah 8ndonesia terkejut, kecewa dan sangat menyesalkan keputusan Departemen 8migrasi 3ustralia (D8.3" yang pada tanggal <! .aret <>> telah memberikan 5isa tinggal sementara kepada 2< dari 2! C%8 warga #apua pencari suaka. <. Dalam berbagai kesempatan, #emerintah 8ndonesia pada le5el tertinggi telah memberikan penegasan bahwa tidak satupun dari ke+2! warga #apua tersebut, untuk alasan apapun, merupakan orang+orang yang tengah dikejar oleh aparatD mereka juga bukan orang+orang yang tengah mengalami ancaman atau tuntutan. #emerintah 8ndonesia bahkan telah menjamin keselamatan 2! warga #apua tersebut apabila mereka kembali ke 8ndonesia. ,eputusan D8.3, oleh karena itu, sama sekali tidak memiliki dasar hukum apapun. !. #emerintah 8ndonesia berpendapat bahwa 2! warga #apua tersebut tidak lebih dari sekedar migran ekonomi yang mencari kehidupan baru yang lebih baik. 8ndonesia menyesalkan bahwa klaim tanpa dasar yang diajukan oleh para pencari suaka tersebut

telah diterima sebagai alasan pemberian 5isa tinggal sementara oleh Departemen 8migrasi 3ustralia. 2. Dalam pandangan kami, keputusan pemberian 5isa tinggal sementara kepada 2< warga #apua tersebut merupakan preseden yang kontra+produkti9 yang sama sekali tidak mempertimbangkan perasaan dan sensiti9itas rakyat 8ndonesia terhadap isu ini.

,eputusan itu juga tidak membantu berbagai upaya serius yang saat ini tengah dilakukan oleh #emerintah 8ndonesia untuk menyelesaikan permasalahan+permasalahan di #apua melalui dialog. ,eputusan itu juga seolah membenarkan spekulasi bahwa ada elemen+ elemen di 3ustralia yang membantu gerakan separatisme di #apua dan #emerintah 3ustralia tidak melakukan tindakan apapun terhadap mereka. 5. #emerintah 8ndonesia menengarai adanya penerapan standar ganda oleh #emerintah 3ustralia dalam kasus pemberian 5isa tinggal sementara kepada warga #apua ini. #ada banyak kasus sejenis lainnya akhir+akhir ini, #emerintah 3ustralia secara keras dan kaku telah menolak permintaan para pencari suaka. #raktek seperti itu sangat berbeda dengan perlakuan terhadap 2< warga #apua pencari suaka dimana permohonan mereka dikabulkan secara tergesa+gesa dan gegabah. . ,eputusan Departemen 8migrasi 3ustralia tersebut bertentangan dengan semangat kerjasama bilateral, khususnya dalam hal mencegah migran gelap dimana kedua negara selama ini telah berupaya dengan keras untuk mewujudkannya. ,ebijakan #emerintah 3ustralia ini hanya akan memperlemah komitmen negara+negara pihak dalam kerjasama pencegahan migran gelap.

@. Departemen =uar %egeri (8 telah memanggil Dubes 3ustralia di 1akarta pada hari ,amis siang ini tanggal <! .aret <>> guna menyampaikan protes dan sikap kecewa 8ndonesia. ,erasnya sikap 8ndonesia dalam menanggapi kasus ini ditanggapi oleh 3ustralia dengan pernyataan bahwa )3ustralia menegaskan kembali sikapnya yang akan terus mendukung %egara ,esatuan (epublik 8ndonesia (%,(8" dan menentang separatisme di #apua, sekalipun telah memberikan 5isa sementara kepada 2< pencari suaka #apua.* Seperti dikutip 3ntara dari (euters, .enlu 3ustralia 3le;ander Downer mengemukakan dirinya belum lama ini telah berbicara kepada #residen Susilo -ambang Audhoyono untuk menjelaskan sikap 3ustralia, yang memperlakukan permintaan suaka secara independen dari masalah kebijakan luar negeri. E,ami tentu saja tidak mengubah posisi kami yang mengakui #apua sebagai bagian (epublik 8ndonesia,E ujar Downer kepada 3ustralian -roadcasting 'orps. ($nisosdem <>> " Perbandingan Kasus 1ika ditilik kembali, 9enomena pemberian suaka oleh suatu negara lebih banyak terjadi karena akibat politik dibandingkan sebagai bentuk dari pelaksanaan hukum internasional. Seringkali ditemukan kasus pemberian suaka oleh suatu negara diberikan karena ada kepentingan politik di dalamnya. Dalam kasus #eru dan ,olombia kita dapat melihat bahwa terdapat pertentangan antara sumber hukum internasional yang asalnya dari kon5ensi dengan hukum internasional yang bersumber dari hukum kebiasaan antara negara+negara 3merika =atin. Dalam kasus ini hukum kebiasaan yang menang karena hukum yang seringkali dipakai dalam pemberian suaka di wilayah 3merika =atin adalah hukum kebiasaan. %amun berbeda dalam kasus 8ndonesia dan 3ustralia, dapat terlihat jelas bahwa ada maksud politik dari pemerintah 3ustralia dalam

pemberian suaka tersebut. #ada masa itu, gerakan separatisme yang dilakukan di #apua cukup keras disuarakan oleh (akyat #apua, dengan adanya campur tangan 3ustralia dengan memberikan suaka ini seolah menjadi pihak yang membantu gerakan separatis yang dilakukan oleh Carga #apua, karena itulah #emerintah 8ndonesia melayangkan sikap yang cukup keras kepada #emerintah 3ustralia karena alasan tersebut.