Anda di halaman 1dari 6

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KURIKULUM 2013 UNTUK MEMINIMALISASIKAN MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP THERMODINAMIKA

A. PENDAHULUAN Fisika merupakan salah satu pelajaran wajib dan peminatan dalam kurikulum sedang digalakkan oleh pemerintah yaitu kurikulum 2013 yang diaharapkan dapat memperbaiki kurikulum KTSP sebelumnya. Pencapaian nilai fisika selama ini masih tidak sesuai harapan, hal ini bisa dilihat dari nilai UN yang didapat siswa masih di bawah rata-rata. Laporan Mendikbud Mohammad Nuh, pada Kamis (23/5/2013), siswa SMA di Provinsi Aceh dan Papua paling banyak tidak lulus UN. Sebesar 3.11 persen siswa SMA di Aceh tidak lulus UN, dan 2,85 persen siswa SMA di Papua tidak lulus UN. Pada saaat ujian masih banyak siswa yang menebak jawaban dari setiap soal yang diberikan guru, ada juga siswa yang yang sangat yakin sudah menggunakan rumus dan hukum yang benar dalam menjawab padahal

jawabannya itu salah sehingga dapat mengakibatkan kesalahapahaman dalam memahami suatu materi. Masril (2002) menyebutkan bahwa seorang siswa yang sudah yakin menggunakan pengetahuan/prinsip/hukum dengan tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan atau soal namun kenyataannya jawaban mereka tidak benar. Kesalahan seperti ini biasa disebut dengan miskonsepsi. Sarwanto (2012) menyebutkan miskonsepsi adalah konsepsi siswa yang tidak sama atau berbeda dengan yang diterima umum secara ilmiah. Selain itu Suparno (2005:8) mengemukakan bahwa miskonsepsi adalah suatu

konsepsi yang tidak sesuai dengan konsepsi yang diakui oleh para ahli. Jadi, miskonsepsi adalah konsepsi yang tidak sesuai dengan konsepsi ilmuan

berdasarkan buku referensi yang digunakan. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa bisa diakibatkan oleh cara penyampain materi oleh guru yang salah dan juga bisa diakibatkan oleh bahan ajar selama ini digunakan oleh siswa yang salah. Hal ini didapatkan penulis dari

observasi awal yang telah dilakukan pada tanggal 16 Desember 2013 terhadap siswa di SMA Negeri 1 Paya Bakong Aceh Utara didapatkan hasil yang sangat luar biasa yaitu 60% rata-rata siswa masih mengalami miskonsepsi. Hasil dari wawancara dengan guru dan siswa di sekolah tersebut diketahui bahwa miskonsepsi yang terjadi diakibatkan oleh penyampaian informasi oleh guru dan buku yang digunakan siswa masih banyak miskonsep yang didapatkan. Hal ini sesuai penjelasan Suparno (2005) menjelaskan ada lima faktor yang merupakan penyebab miskonsepsi pada siswa, yaitu : 1) siswa, 2) guru, 3) buku teks, 4) konteks, dan 5) metode mengajar. Berdasarkan fakta-fakta di atas perlu upaya yang serius dari seorang pendidik untuk mengurangi setiap miskonsepsi yang ada supaya tidak menjadi suatu yang salah dibawa siswa tersebut ke jenjang pendidikan selanjutnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk mengurangi miskonsepsi adalah dengan memilih metode pembelajaran dan bahan ajar yang tepat dimana siswa dilibatkan langsung didalam pembelajaran tersebut. Pemilihan konsep termodinamika karena konsep tersebut merupakan salah satu konsep yang rendah daya serapnya pada hasil UN 2013. Sehingga dengan mengidentifikasi miskonsepsi secara dini dapat mencegah terjadinya daya serap rendah pada hasil UN 2014 atau UN 2015.

B. TUJUAN Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1. Untuk mengetahui pengaruh pengambangan bahan ajar terhadap

pengurangan miskonsepsi siswa. 2. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran melalui pengembangan bahan ajar terhadap siswa.

C. MANFAAT Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memberikan masukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan mengurangi miskonsepsi siswa pada pelajaran fisika di Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Utara khususnya.

D. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Paya Bakong tahun pelajaran 2013/2014. Pemilihan siswa di SMA Negeri 1 Paya Bakong karena sekolah tersebut merupakan sekolah yang paling rendah daya serap nilai fisika di UN dan Aceh Utara merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang rata-rata nilai UN paling rendah. Adapun waktu penelitian dalam penelitian ini mulai dari penyusunan proposal hingga pembuatan laporan penelitian dimulai dari bulan Desember tahun 2013 sampai dengan bulan Maret tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan analisis deskriptif. Kelompok eksperimen I diremediasi dengan mengggunakan bahan ajar

berbentuk modul yang telah disusun sebelulmnya dan kelompok eksperimen II diremediasi dengan menggunakan model pembelajaran multimedia. Bahan ajar yang dikembangkan berupa modul berisi materi fisika yang banyak terjadi miskonsepsi disusun supaya siswa memahami materi tersebut tanpa terjadinya miskonsep. Selain berisi materi didalam modul juga berisi lembaran kerja siswa (LKS) dalam melakukan praktikum secara mandiri, juga tugas proyek yang dapat dikerjakan di rumah. Sebelum diremediasi siswa diidentifikasi miskonsepsinya dengan

menggunakan tes diagnostik berbentuk soal pilihan ganda berbasis CRI, jumlah soalnya 25 soal. Pengelompokan jawaban dan kriteria sesuai dengan pendapat Tayubi (2005) yaitu dalam 3 kategori yaitu tahu konsep (TK), tidak tahu konsep (TTK) dan miskonsepsi (MK). Tabel Analisis Jawaban dari CRI Kriteria Rata-rata CRI Jawaban Siswa Rendah (<2,5) Jawaban Benar Menebak (TTK) Jawaban Salah Tidak tahu Konsep (TTK) Rata-rata CRI Tinggi (>2,5) Tahu konsep (TK) Miskonsepsi (MK)

Data yang dikumpulkan yaitu berupa nilai pretes sebelum perlakuan dan postes setelah perlakuan untuk melihat persentase. Setelah mendapatkan data

tersebut dianalisis dengan menggunakan persentase untuk melihat perbedaaan siswa yang terjadi miskonsepsi dan tidak tahu konsep. Penelitian ini merupakan penelitian mandiri, tetapi melibatkan dinas pendidikan kota dan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaanya.

No 1

Rencana Kegiatan Persiapan Menyusun konsep pelaksanaan Menyepakati jadwal tugas Menyusun instrumen Seminar Konsep Pelaksanaan Pelaksanaan Menyiapkan kelas dan alat Melakukan Identifikasi Miskonsepsi Analisis data indentifikasi Melakukan remediasi terhadap kelas kontrol dan eksperimen Penyusunan Laporan Menyusun konsep laporan Seminar hasil penelitian Perbaikan hasil laporan Penggandaan dan pengiriman hasil

Tabel Jadwal Kegiatan Tahun 2013/2014 Desember Januari Februari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Maret 1 2 3 4

DAFTAR PUSTAKA Collette, Alfred T., dan Koballa. 2010. Science Instruction In the Middle and Secondary Schools. 7th Edition. New York: Macmillan Pub. Co Ian Abrahams, Robin Millar. 2008. Does Practical Work Really Work? A study of the effectiveness of practical work as a teaching and learning method in school science. International Journal of Science Education Vol. 30, No. 14, 17 November 2008, pp. 19451969 Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika: Konstruktivistik & Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Yuyu R. Tayubi, 2005, Identifikasi Miskonsepsi Pada Konsep-Konsep Menggunakan Certainty of Response Index (CRI), Mimbar Pendidikan Universitas Indonesia No. 3/XXIV/2005