Anda di halaman 1dari 19

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM : ALAT BANTU GERAK BAGI PENYANDANG TUNANETRA BERUPA TONGKAT YANG BERBASISKAN SISTEM MEKATRONIKA (TONGKAT PINTAR)

BIDANG KEGIATAN: PKM-GT

Diusulkan oleh: AGUM ALHAKIM ALHAMIDI IKHWAN KARSTEN JOSUA S VICKY FRAYUDHA (1110912027) (2011) (KETUA) (0910913126) (2009) (ANGGOTA 1) (1110912024) (2011) (ANGGOTA 2) (1110912026) (2011) (ANGGOTA 3)

UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2014

HALAMAfi PI'NGSSAHAN USULAN PK:-VI.GT


i lr f--J.-t duuul ?^*:^+^AcStatraltl
/ aLl

AT A'T r r

ir-[

DA\I'T-II \ I U

/IEDAIl Il\ VLlv

ul

DA/1I lul

PENYANDANG TLINANETRA BERUPA TONGKAT YANG


gh,RAtsSISKAN

MEKATRONIKA
PTNTAR\

SIS'I'EM (TONGKAT

2. 3.

Bidang Kegiatan Ketua Pelaksana Kegiatan/ Penulis Utama a. Nama Lengkap

({) PKM-cr
Agum Alhakim
1110912027

b. NIM c. Jurusan d. Universitas


e. Alamat Rumah dan No. Telp
f. Alamat Email Anggota Pelaksana KegiatanlPenulis
I)osen Pendamping

Teknik Mesin
Universitas Andalas Gang Sampik Binuang Kecamatan Pauh / 085760937223 agum. zoomsboy@gmail.com
3 Orang

4. 5.

a. Nama Lengkap Dan Gelar b. NIDN c. Alamat dan No. Telp/HP

Dendi Adi SaputraM, ST, MT


1001 I 128702

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang25 I 63,

Telp (075 1 )-72586

ax

25

66

Menyutujui

Padang, 27 ifi.{zret20l4 Ketua Pelaksana Kegiatan

Agum Alhakim

NIM. 1110912027
Wakil Rektor

III

Dosen Pendamping

NrP. 19620506 198811

001

NIP. 1987r2n 20'2

n I 004

DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan............................................................................................................ i Daftar Isi.............................................................................................................................. ii Ringkasan............................................................................................................................. iii PENDAHULUAN Latar Belakang................................................................................................................ 1 Tujuan............................................................................................................................. 1 Manfaat........................................................................................................................... 2 GAGASAN Kondisi kekinian............................................................................................................. 3 Solusi Yang Pernah Ditawarkan..................................................................................... 4
Gagasan Yang Diajukan................................................................................................................ 4 Pihak-Pihak Yang Dipertimbangkan............................................................................................. 6 Langkah - Langkah Strategis........................................................................................................ 7

KESIMPULAN.................................................................................................................... 8 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................... LAMPIRAN........................................................................................................................

ii

RINGKASAN Indera penglihatan adalah salah satu sumber informasi vital bagi manusia. Tidak berlebihan apabila dikemukakan bahwa sebagian besar informasi yang diperoleh oleh manusia berasal dari indera penglihatan, sedangkan selebihnya berasal dari panca indera yang lain. Dengan demikian, dapat dipahami bila seseorang mengalami gangguan pada indera penglihatan, maka kemampuan aktifitasnya akan jadi sangat terbatas, karena informasi yang diperoleh akan jauh berkurang dibandingkan mereka yang berpenglihatan normal. Pada umumnya, penyandang tuna netra menggunakan alat bantu jalan berupa tongkat atau anjing terlatih untuk membantu pergerakan dan meningkatkan keamanan dan kemandirian pada saat berjalan, tapi itu belum cukup untuk menuntun penyandang cacat ke tempat yang diinginkannya di karenakan pertumbuhan bangunan yang terus berkembang,oleh karena itu penulis merancang alat bantu gerak bagi penyandang tunanetra yang berbasiskan sistem mekatronika yang mana alat tersebut dapat mempermudah penyandang tunanetra dalam beraktifitas sehari-hari sehingga dapat meningkatan keproduktifan mereka dan mengurangi ketergantungan terhadap orang lain. Dimana prinsip kerja dari alat tersebut adalah sensorsensor akan memancarkan sinar ultrasonik, dan apabila sinar tersebut membentur atau mengenai sesuatu yang berada diradius nya, maka tongkat akan memberikan informasi ke penyandang cacat berupa getaran.

iii

1. PENDAHULUAN a. Latar Belakang Indera penglihatan adalah salah satu sumber informasi vital bagi manusia. Tidak berlebihan apabila dikemukakan bahwa sebagian besar informasi yang diperoleh oleh manusia berasal dari indera penglihatan, sedangkan selebihnya berasal dari panca indera yang lain. Dengan demikian, dapat dipahami bila seseorang mengalami gangguan pada indera penglihatan, maka kemampuan aktifitasnya akan jadi sangat terbatas, karena informasi yang diperoleh akan jauh berkurang dibandingkan mereka yang

berpenglihatan normal. Pada umumnya, penyandang tuna netra menggunakan alat bantu jalan berupa tongkat atau anjing terlatih untuk membantu pergerakan dan meningkatkan keamanan dan kemandirian pada saat berjalan. Dengan mempunyai informasi yang cukup terhadap jalur perjalanan yang akan dilewati, penyandang tuna netra dapat lebih nyaman untuk bernavigasi pada lingkungan yang dikenal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibuatlah suatu sistem yang dapat menggantikan dan menyempurnakan peran alat bantu jalan yang selama ini telah ada. Salah satu cara penyempurnaan alat bantu yang selama ini adalah penerapan teknologi untuk memudahkan mobilitas penyandang tuna netra. Pada proposal ini kami mengusulkan gagasan penerapan teknologi mekatronika yang diaplikasikan pada tongkat pintar. Fitur yang ditawarkan pada alat bantu ini adalah pemberian sinyal lokasi yang cepat, praktis dan kemudahan dalam pemakaiannya. b. Tujuan Ada pun tujuan dari pembuatan gagasan ini adalah untuk merancang alat bantu gerak bagi penyandang tunanetra yang berbasiskan sistem mekatronika yang mana alat tersebut dapat mempermudah penyandang tunanetra dalam beraktifitas sehari-hari sehingga dapat meningkatan keproduktifan mereka dan mengurangi ketergantungan terhadap orang lain.

c. Manfaat Secara umum manfaat yang diperoleh dari gagasan ini adalah : 1. Memperkaya jenis alat bantu gerak bagi penyandang tunanetra. 2. Memberikan pengembangan teknologi alat bantu gerak bagi penyandang tunanetra.

2. GAGASAN

a. Kondisi Kekinian Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya tunanetra dibagi menjadi dua yaitu buta total (total blind) dan yang masih mempunyai sisa penglihatan (Low Vision). Pada zaman sekarang ini, anggapan tunanetra itu sama dengan sakit. Anggapan seperti itu menjadi penghalang bagi penyandang tunanetra karena membuatnya dianggap lemah, tidak berdaya dan perlu dikasihani. Selain faktor-faktor internal ada pula faktor internal yang membuat tunanetra rentan terhadap perlakuan diskriminatif. Diantaranya, adalah kepribadian para tunanetra yang cenderung eksklusif, tidak mampu bersosialisasi dengan baik, dan kurang percaya diri. Perlakuan diskriminatif terhadap tunanetra seperti seseorang tunanetra ditolak dalam upayanya untuk memperoleh suatu pendidikan, dianggap tidak cakap hukum, dan bodoh. Tantangan terberat dari tunanetra adalah memperoleh pekerjaan. Di Indonesia sendiri pihak-pihak yang mempekerjakan tunanetra masih sangat sedikit. Kaum tunanetra dianggap tidak berkompeten, tidak mampu mengemban tanggung jawab bahkan dianggap hanya akan menyusahkan dengan kekurangan yang dimilikinya. Selain itu profesi seperti dokter, polisi, tentara, arsitek, designer, supir dan berbagai pekerjaan lainnya yang menuntut ketajaman penglihatan sudah tentu tidak dapat dikerjakan oleh tunanetra. Beberapa profesi yang masih mungkin dilakukan tunanetra pun juga tak banyak diraih karena harus bersaing dengan kaum non-tunanetra. Secara umum tunanetra memiliki perasaan yang sensitif akibat kekurangan yang dimilikinya. Perasaan tidak mampu dan rendah diri yang berlebihan kerap kali menjadi halangan bagi penderita tunanetra untuk bersosialisasi atau melakukan kegiatan sehari-hari. Hal ini dapat dimaklumi karena didalam interaksinya, tunanetra tidak dapat menggunakan penglihatan untuk mendeteksi apa yang terjadi di sekelilingnya.

b. Solusi Yang Pernah Ditawarkan


Alat Bantu Jalan Tunanetra Berbasis Mikrokontroler Attiny ini adalah sebagai pendeteksi benda yang menghalangi jalan pengguna, sebagai tanda peringatan berupa buzzer yang mengeluarkan suara beeb pada saat ada benda berjarak kurang dan sama dengan 100 cm di depan pengguna. Berdasarkan percobaan, benda-benda yang dapat memantulkan signal suara dari sensor ultrasonic yaitu semua benda padat atau benda-benda yang terdeteksi oleh sensor, contohnya benda yang terbuat dari kayu, tembok atau batu, termasuk air yang bukan benda padat dapat terdeteksi oleh sensor ultrsonic. Alat ini cukup sederhana yakni terdiri dari battery dan sensor ultrasonic. Dalam penggunaanya alat ini cukup dipasangkan pada sepatu pengguna (penyandang tuna netra) kemudian setel switch pada posisi ON, dan alat siap di pakai.

Gambar 1. Sepatu tunanetra (sumber. http://ft.uny.ac.id)

c. Gagasan Yang Diajukan Kelemahan dari produk yang telah ada tersebut tidak mempertimbangkan keadaan cuaca yang sekarang ini sangat-sangat ekstrim yang susah untuk ditebak. Apabila disaat kondisi hujan maka sepatu tersebut akan basah dan akan menyebabkan sensor bersama mikrokontrolernya rusak. Maka dari itu penulis mengemukakan gagasan yang akan memudahkan penyandang tunanetra lebih aman dan nyaman dalam penggunaannya. Untuk penyandang tunanetra seringkali berkaitan dengan suatu alat yang bernama tongkat, dimana alat tersebut membantu penyadang cacat untuk mengetahui keadaan disekitanya. Tongkat pada umumnya yang digunakan terbuat mulai dari kayu sampai alumanium ringan, itu pun masih kurang

untuk membantu penyandang cacat untuk bergerak atau berjalan lebih luas dan jauh. Berangkat dari permasalahan tersebut penulis mengemukakan gagasan untuk membuat tongkat canggih bagi penyandang tunanetra (tongkat pintar). Tongkat pintar dilengkapi dengan 2 (dua) buah sensor ultrasonik yang akan memberikan sinyal ketika ada sesuatu benda yang ada didepannya. Prinsip ini yang akan di terapkan kedalam perancangan tongkat tunanetra (tongkat pintar).

Gambar.2 Sensor Ultrasonik (sumber:www.google.com//sensor ultrasonik)

Prinsip ini yang akan di terapkan kedalam perancangan tongkat tunanetra (tongkat pintar). Sebagaimana cara kerjanya dengan memancarkan singal ultrasonik : i. Sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik berfrekuensi diatas 20 kHz. Sinyal tersebut dibangkitkan oleh rangkaian pemancar ultrasonik. ii. Sinyal yang dipancarkan tersebut kemudian merambat sebagai sinyal / gelombang bunyi dengan kecepatan bunyi yang berkisar 340 m/s. kemudian sinyal dipantulkan dan akan diterima kembali oleh bagian penerima ultrasonik. iii. Setelah sinyal tersebut sampai dipenerima ultrasonik, kemudian sinyal tersebut akan diproses untuk mengetahui keadaan yang dihadapan sensor tersebut. iv. Selanjutnya setelah mengetahui keadaan yang dihadapannya maka sensor tersebut akan mengirimkan sinyal ke kontoler, setelah sinyal diolah maka akan di teruskan ke aktuator. v. Aktuator akan memberikan pergerakan atau isyarat kepada tunanetra tersebut.

Isyarat yang akan diterima oleh tunanetra tersebut berupa getaran. Getaran tersebut dihasilkan dari motor dc, dimana motor tersebut telah diprogram untuk berputar pada saat kondisi tertentu. Semua komponen akan letakan didalam bodi tongkat, yang akan dialiri oleh arus listrik yg bersumber dari batrei yang bisa dicas. Pada tongkat akan di pasang switch tekan, sehingga pengguna dapat mengoperasikan semua perangkat tongkat dengan hanya sekali tekan switch. d. Pihak-Pihak yang Dipertimbangkan

costumer need alat bantu gerak bagi tunanetra yang sistematis sales marketing Kurangnya alat bantu bagi penyandang cacat terutama bagi tunanetra. Industrial design Alat bantu gerak bagi penyandang tunanetra berupa tongkat dengan bentuk desain yang memudahkan pengguna dalam pemakaiannya

Product design Produk berupa portable Manufacturing Distribution

Toko - toko kesehatan Service Disposel Realized product Tongkat pintar

e. Langkah - Langkah Strategis


OBJECTIF TREE DIAGRAM Tongkat portable

Ringan

Kuat

Easy to use

Terbuat dari fiber

Tahan banting Tahan air

Mudah dilipat

Mudah disimpan

Mudah dibawabawa.

3. KESIMPULAN a. Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya tunanetra dibagi menjadi dua yaitu buta total (total blind) dan yang masih mempunyai sisa penglihatan (Low Vision).
b. Alat Bantu Jalan Tunanetra (Tongkat Pintar) menggunakan sensor ultrasonik,

sensor akan memberikan sinyal ketika ada sesuatu benda yang ada didepannya. Dan dari benda akan memberikan pantulannya kepenangkap sensor kemudian singal tersebut akan diteruskan ke motor dc dan akan menimbulkan tanda berupa getaran. c. Manfaat yang didapat apabila produk tersebut terealisasi adalah penyandang tunanetra dapat dengan mudah menjalani aktifitas sehariharinya, dengan mudahnya penyandang tuna netra dalam menjali aktifitas sehari-harinya maka tingkat keproduktifan mereka meningkat sehingga mengurangi jumalah pengangguran di Indonesia dan dengan adanya alat bantu tersebut maka diharapkan penyandang tuna netra dapat menjalani hidup dengan optimis dan lebih percaya diri karena kekurangan mereka telah tergantikan.

DAFTAR PUSTAKA Malvino, A.P.; Prinsip-Prinsip Elektronika, edisi ketiga, jilid 1 dan jilid 2; Penerbit Earlangga,1987

Callister, W.D. Material science & Engineering an Introduction John Willey& Sons, 1991

Dieter, G.E. Mechanicall Metalurgy Mc.Graww Hill Book.co

Dieter, G.E, Metalurgi Mekanik, jilid II, edisi ketiga, Erlangga, Jakarta, 1983.

Kalpakjian, serope, Manufacturing Processes for Engineering Materials, Addison Wesley Publishing Company, Inc., Amerika, 1984.

Mardjono, siswosumarno, DR, Diktat: Teknik Pembentukan Logam, ITB, Bandung, 1985.

Zulfadli, Penentuan , Kisaran Temperatur Rekristalisasi Paduan Alumunium Berdasarkan Perubahan nilai kekerasannya , TA, Unanad, 2000

http://ft.uny.ac.id,25 Maret 2014 pukul 20.00 WIB

Ketua Kelompok

A. Identitas Diri
I
2
J

NamaLengkap
Jenis Kelamin

Agum Alhakim

Laki

- Laki

Program Studi

Teknik Mesin

4
5

NTM
Tempat dan Tanggal Lahir

1tt09na27
Bukittinggi, l3 Agustus 1993
agum.zoomsboy@gmail.com 08s760937223

6
7

Email

Nomor Telepon/F{P

B.

Riwayat Pendidikan
SD SD

SMP

SMA

Nama Institusi

SDN

0l Balai

SDN 04 Kuburajo

MTsN Padang
Panjang

SMAN I Padang
Panjang
TPA

Kandi
Jurusan

Tahun Masuk-Lulus

1999-2401

2001

- 2005

2005 - 2008

2008

- 201 I

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata

ini adalah benar

dan dapat dipertanggungfawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata

dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata

ini saya buat dengan

sebenarnya untuk memenuhi salah

satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT.

Padang, 27

Marct?Ol4

Fengusul,

Y,/
Agum Alhakim

Anggota Kelompok

A.
I
2 J

Identitas Diri
Nama Lengkap
Jenis Kelamin

Alharnidi lkhwan
Laki

- Laki

Program Studi

Teknik Mesin 09t0913126


lndrapura ,26Meil99A
alhami diikh w an@y ahoo. com

4
5

NIM
Tempat dan Tanggal Lahir

6
7

Email Nomor Telepon/HP

a85374604075

B.

Riwayat Pendidikan
SD

SMP

SMA SMK1 PADANC

Namalnstitusi

SD 47 kudo-kudo
pessel

SMP I

pancung

soal pessel

Jurusan

Teknik otomotif
1996-2002 20a2-2005
2005-2008

TahunMasuk-Lulus

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata

ini

adalah benar

dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari temyata

dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata

ini

saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah

satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT.

Padang, 27

Maret20l4

Pengusul,

Alhamidi lkhwan

A.
I

Identitas Diri
Nama Lengkap
Jenis Kelamin

Karsten Josua Siagian

2
J

Laki

* Laki

Program Studi

Teknik Mesin
1110912424 Padang, 20 November 1993
karstenj osua@gmai l.com

4
5 6 7

NIM
Tempat dan Tanggal Lahir

Email Nomor Telepon/HP

a82n22r7888

B.

Riwayat Pendidikan
SD SMP

SMA SMAN Don Bosco

Nama Institusi

SD Setia
Padang

SMPN 13 Padang

Jurusan

TPA

Tahun Masuk-Lulus

1999

-2005

2005

- 2008

2008

201 I

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila

ini adalah benar

di kemudian hari ternyata

dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT.

i27

Mar|'/Lz}l{

Karsten Josua Siagian

A. Identitas Diri
I
2
3

Nama Lengkap
Jenis Kelamin Program Studi

Vicky Frayudha
Laki

*Laki

Teknik Mesin
1r10912426 Buo, 09 Agustus 1992 frayudhavicky@gmai l.com
083 180276908

4
5

NIM
Tempat dan Tanggal Lahir

6 7

Email

Nomor Telepon,{HP

B. Riwayatpendidikan
SD SMP

SMA

Namalnstitusi

SDN 47
Pangian

SMPN 2 Lintau Buo

SMAN I Lintau Buo

Jurusan

IPA
1999

TahunMasuk-Lulus

-2005

2005

-2A08

2008

-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata

ini

adalah benar

dan dapat dipertanggungiawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata

dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata

ini

saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah

satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT"

Padang, 27 MaretZA14

Pengusul,

\n

I lltw-

Vicky Frayudha

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

No 1 2 3 4

Nama/NIM Agum Alhakim (110912038) Alhamidi Ikhwan (0910913126) Karsten Josua Siagian (1110912024) Vicky Frayudha (1110912026)

Program Studi Teknik Mesin Teknik Mesin Teknik Mesin Teknik Mesin

Bidang Ilmu Teknik Mesin Teknik Mesin Teknik Mesin Teknik Mesin

Alokasi Uraian Tugas Waktu 10 jam Pendahuluan, Lampiran,Ringkasan 10 jam Kesimpulan 10 jam 10 jam Daftar Isi Gagasan

DEPARTEMEN PEFTDIDIKAI{ NASIONAL UNIVERSITAS AIIDALAS FAI(ULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN
Kampus Unand Limau Manis - Padang 25163 Telp. (0751) 72586

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITIIPELAKSANA


Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama

Agum Alhakim

NIM
Program Studi Fakultas

ltlo9t2a27
TeknikMesin Teknik

judul : ALAT BANTU GERAK BAGI PE}.IYANDANG TLINANETRA BERUPA TONGKAT YANC BERBASISKAN SISTEM MEKATRONIKA (TONGKAT
Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM-GT saya dengan

PINTAR) Yang diusulkan untuk tahun anggaran 2014 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain. Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidak sesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pemyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

Padang, 26 Maret 2014

Mengetahui,
PembantuRektor

Yang menyatakan,

III
lwETERAI TE]wPEI,
146DF

gKemahasiswaan

6gum Atnamm)
NIP. 19620506 19881I I 001

NrM. I1rc912427