Anda di halaman 1dari 107

KURIKULUM , PEDOMAN DAN MODEL PEMBELAJARAN PAUD AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL

ANDRYANI AKIB

BUKU 1
KURIKULUM PAUD AISYIYAH (KELOMPOK BERMAIN DAN TK AISYIYAH DAN TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL)

DASAR PEMIKIRAN
Aisyiyah sebagai komponen perempuan dalam persyarikatan Muhammadiyah yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 27 Rajab 1335 H bertepatan dengan tanggal 19 Mei 1917 Miladiyah, telah menyelenggarakan pendidikan anak usia dini pada tahun 1919 dengan nama Bustanul Athfal.

Lanjutan
Dalam Al-Quran Surat Luqman (31) ayat 13-19, Allah telah mengajarkan kepada manusia bagaimana memberikan pelayanan, pendidikan yang tepat untuk anak. Hal yang paling utama ditanamkan dalam jiwa`anak-anak adalah tentang keyakinan akan ke-Esaan Allah (tauhid) dan realisasinya dalam ibadah mahdhoh dan ghoir mahdhoh. Tanpa melupakan penerapan akhlakul karimah yang diimplementasikan dalam aplikasi nilainilai Al-Islam, KeAisyiyahan/KeMuhammadiyahan yang harus dimulai sedini mungkin.

Lanjutan
Firman Allah SWT (QS.Al-Araf:172) yang artinya : Dan Ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfrman) : Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab : Betul (Engkau Tuhan Kami), kami menjadi saksi. Bahwa ayat ini merupakan peringatan bagi kita (para guru) pembelajaran tentang keimanan sejak dalam kandungan.

Lanjutan
Di dalam QS. Al-Imran ayat 85 yang artinya : Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Sementara itu Nabi Muhammad SAW bersabda : Setiap anak terlahir fitrah, orangtuanya lah yang menjadikan mereka Majusi, Nasrani, ataupun Yahudi (HR Muslim). Ayat maupun hadist di atas menekankan kepada kita agar memperkuat pembinaan nilainilai Keimanan dan KeIslaman sebagaimana disebutkan di atas

Lanjutan
Di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Lanjutan
Sementara itu PP NO 17 tahun 2010, pasal 61 menjelaskan bahwa : Pendidikan anak usia dini bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlakul karimah, berkepribadian luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab dan mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis, dan sosial peserta didik pada masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan. Hal ini memperkuat landasan pijak baik bagi pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama memberikan layanan yang prima bagi anak usia dini termasuk didalamnya Organisasi Aisyiyah.

Lanjutan
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan masyarakat dan perubahan paradigma pendidikan membawa pengaruh pada pendidikan termasuk pendidikan anak usia dini, sehingga kurikulum PAUD Aisyiyah pun perlu disempurnakan untuk menyikapi berbagai perubahan tersebut. Dengan dikeluarkannya PP No.17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, maka Pimpinan Pusat Aisyiyah Majelis Dikdasmen perlu menjabarkan dalam bentuk pedoman kurikulum PAUD Aisyiyah. Dengan disusunnya Kurikulum PAUD Aisyiyah ini diharapkan dapat membantu berbagai pihak baik pendidik maupun tenaga kependidikan PAUD Aisyiyah dalam menyusun program, perencanaan pembelajaran di PAUD Aisyiyah sehingga pembelajaran lebih terarah, efektif dan efsien dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Pimpinan Pusat Aisyiyah Majelis Dikdasmen.

DASAR HUKUM
Undang-undang Dasar 1945; Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional; Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak; Undang-undang Nomor 4 Tahun 1947 tentang Kesejahteraan Anak; Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan; Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 07 Tahun 2005 Tentang rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009; Keputusan Kementerian Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional; Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009; Hasil Pleno PP Aisyiyah Majelis Pendidikan Dasar dan menengah Tentang Peningkatan Mutu PAUD Aisyiyah; Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

VISI,MISI DAN TUJUAN PAUD AISYIYAH


Visi PAUD Aisyiyah adalah terciptanya sistem pendidikan anak usia dini yang kondusif, demokratis, Islami dan diridhoi Allah SWT.

Lanjutan
Misi PAUD Aisyiyah adalah : Membekali perkembangan anak dengan keimanan sehingga mereka menjadi anak beriman dan bertaqwa. Mengembangkan potensi anak sedini mungkin. Menciptakan suasana kondusif dan demokratis dalam perkembangan dan pertumbuhan anak selanjutnya

Lanjutan
Tujuan PAUD Aisyiyah adalah : Menanamkan benih-benih keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sedini mungkin dalam kepribadian anak yang terwujud dalam perkembangan kehidupan jasmaniah dan rohaniah sesuai dengan tingkat perkembangannya. Mendidik anak berakhlak mulia, cakap, percaya diri dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. Membantu mengembangkan seluruh potensi dan kematangan fisik, intelektual, emosional, moral dan agama secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang kondusif, demokratis dan kompetitif.

TUJUAN KURIKULUM PAUD AISYIYAH


Sebagai acuan atau pedoman bagi penyelenggara, pengelola, pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Aisyiyah (KB dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal) dalam menyusun pengembangan dan implementasi kurikulum menjadi perangkat pembelajaran yang bermutu sesuai dengan kebutuhan peserta didik, keberadaan dan kemampuan pendidik, keadaan sekolah/lembaga, dan kondisi daerah.

Lanjutan
Sebagai acuan atau pedoman dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan , keterampilan dan sikap penyelenggara, pengelola, pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Aisyiyah Bustanul Athfal dalam menyusun perangkat rencana dan pengaturan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini.

KERANGKA DASAR
Berdasarkan PP No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, program pembelajaran TK dan bentuk lain yang sederajat dilaksanakan dalam konteks bermain yang dikelompokkan menjadi : Bermain dalam rangka pembelajaran agama dan akhlak mulia Bermain dalam rangka pembelajaran sosial dan kepribadian Bermain dalam rangka pembelajaran orientasi dan pengenalan pengetahuan dan tekhnologi. Bermain dalam rangka pembelajaran estetika, dan Bermain dalam rangka pembelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Lanjutan
1. Prinsip pelaksanaan kurikulum Pelaksanaan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Aisyiyah Bustanul Athfal hendaknya menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut : a. Bersifat komprehensif Kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan

Lanjutan
b. Dikembangkan atas dasar perkembangan secara bertahap. Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Program menyediakan berbagai sarana dan bahan untuk anak dengan berbagai kemampuan. c. Melibatkan orang tua Ketrelibatan orang tua sebagai pendidik utama bagi anak. Oleh karena itu peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan. d. Melayani kebutuhan individu anak. Kurikulum dapat mewadahi kemampuan, kebutuhan,minat setiap anak.

Lanjutan
e. Merefeksikan kebutuhan dan nilai masyarakat Kurikulum harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sebagai anggota dari keluarga dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat. f. Mengembangkan standar kompetensi anak Kurikulum yang dikembangkan harus dapat mengembangkan kompetensi anak. Standar Kompetensi sebagai acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak.

Lanjutan
g. Mewadahi layanan anak berkebutuhan khusus Kurikulum yang dikembangkan hendaknyamemperhatikan semua anak termasuk anak-anak yang berkebutuhan khususus. h. Menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakat Kurikulum hendaknya dapat menunjukkan bagaimana membangun sinergi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. i. Memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak Kurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak saat anak berada di sekolah.

Lanjutan
j. Menjabarkan prosedur pengelolaan Lembaga Kurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedur, manajemen /pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas. k. Manajemen Sumber Daya Manusia Kurikulum hendaknya dapat menggambarkan proses manajemen pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di lembaga. l. Penyediaan Sarana dan Prasarana. Kurikulum dapat menggambarkan penyediaan sarana dan prasarana yang dimiliki lembaga

LANJUTAN
2.MATERI DAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN Materi setiap kelompok program pembelajaran KB dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal disajikan dalam tabel berikut:

No

Kelompok Program Pembelajaran Al Islam dan Akhlak Mulia

Cakupan

Program pembelajaran agama dan akhlak mulia pada KB dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual peserta didik melalui contoh pengamalan dari pendidik agar menjadi kebiasaan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar sekolah sehingga menjadi bagian dari budaya sekolah.

Lanjutan
No Kelompok Program Pembelajaran Sosial dan Kepribadian Cakupan 2. Program pembelajaran sosial dan kepribadian pada KB dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal dimaksudkan untuk pembentukan kesadaran dan wawasan pespeningkatan kualitas diri sebagai manusia sehingga memiliki rasa percaya diri. serta didik atas hak dan kewajibannya sebagai warga masyarakat dan dalam interaksi sosial serta pemahaman terhadap diri dan

3.

Pengetahuan dan

Teknologi

Program pembelajaran orientasi dan pengenalan pengetahuan dan teknologi pada KB Aisyiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal dimaksudkan untuk memper-siapkan peserta didik secara akademik memasuki pendidikan selanjutnya dengan menekankan pada penyiapan kemampuan berkomunikasi dan berlogika melalui berbicara, mendengarkan, pramembaca, pramenulis dan pra-berhitung yang harus dilaksanakan secara hatihati, tidak memaksa, dan menyenangkan sehingga anak menyukai kegiatan pembelajaran.

Lanjutan
4.Estetika Program pembelajaran estetika pada KB Aisyiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan diri dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni yang terwujud dalam tingkah laku keseharian.

5.Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Program pembelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada KB Aisyiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fsik dan menanamkan sportivitas serta kesadaran hidup sehat dan bersih.

LANJUTAN
3. PROSES PEMBELAJARAN Program yang diterapkan di PAUD Aisyiyah (KB dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal) mengacu pada Permendiknas No. 58 Tahun 2009 Tentang Standar PAUD integrasi Pendidikan AlIslam & Ke-Aisyiyahan/Ke-Muhammadiyahan serta pendidikan budaya/karakter bangsa yang sesuai dengan perkembangan anak. Proses pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Sentra, model pembelajaran area dan model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman yang berisi berbagai variasi kegiatan Bermain Seraya Belajar.

LANJUTAN
4. PENDEKATAN,MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN a. Pendekatan Pembelajaran di PAUD Aisyiyah dilakukan secara aktif, dialogis, kritis melalui pendekatan tematik dan terintegrasi Al Islam, KeAisyiyahan/ KeMuhammadiyahan serta mengacu pada karakteristik program pembelajaran KB dan TK. b. Model Model pembelajaran adalah pola yang digunakan pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam rangka membantu anak mencapai hasil belajar tertentu. Komponen model pembelajaran terdiri dari: identitas, kompetensi yang akan dicapai, langkah-langkah, alat atau sumber belajar, dan evaluasi.

Lanjutan
Model pembelajaran yang dilaksanakan di PAUD Aisyiyah ada 3 model pembelajaran yaitu model pembelajaran sentra, model pembelajaran area dan model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman.. 1).Model pembelajaran sentra adalah pendekatan pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya dilakukan di dalam lingkaran (circle times) dan sentra bermain. Lingkaran adalah saat dimana guru duduk bersama anak dengan posisi melingkar untuk memberikan pijakan kepada anak yang dilakukan sebelum dan sesudah bermain. Sentra bermain adalah zona atau area bermain anak yang dilengkapi dengan seperangkat alat bermain yang berfungsi sebagai piakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak didik dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang.

Lanjutan
2).Model pembelajaran area adalah model yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan menekankan pada belajar anak. Pada model pembelajaran ini tugas pendidik bersifat sebagai motivator dan fasilitator dalam membantu peserta didik mengambil keputusan melalui kegiatan yang diminati pada saat itu.

Lanjutan
Model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman merupakan pola pembelajaran dimana anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan yang berbeda-beda.

Lanjutan
c.Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah cara yang dilakukan pendidik dalam membimbing peserta didik agar mencapai kompetensi yang ditetapkan. Metode pembelajaran yang bisa digunakan di PAUD Aisyiyah sebagai berikut: 1. Metode Bercerita Metode bercerita adalah cara bertutur kata dan penyampaian cerita atau memberikan penjelasan kepada anak secara lisan.

Lanjutan
(1) bercakap-cakap bebas. (2) bercakap-cakap menurut tema. (3) bercakap-cakap berdasarkan gambar seri. Dalam bercakap-cakap bebas kegiatan tidak terikat pada tema,tetapi padakemampuan yang diajarkan , bercakap cakap menurut menurut tema dilakukan berdasarkan tema tertentu .bercakap cakap berdasarkan gambvar seri menggunakan gambar seri sebagai bahan pembicaraan .

Lanjutan
3. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab dilaksanakan dengan cara mengajukan pertanyaan tertentu kepada anak. Metode ini digunakan untuk: (1) mengetahui pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki anak, (2) memberi kesempatan anak untuk bertanya, dan (3) mendorong keberanian anak untuk mengemukakan pendapat.

Lanjutan
4. Metode Karyawisata Metode karyawisata dilakukan dengan mengajak anak mengunjungi objek-objek yang sesuai dengan tema. 5.Metode Demonstrasi demonstrasi dilakukan dengan cara mempertunjukkan atau memperagakan suatu cara atau suatu keterampilan. Tujuannya agar anak memahami dan dapat melakukannya dengan benar, misalnya, mengupas buah, memotong rumput, menanam bunga, mencampur warna, meniup balon kemudian melepaskannya, menggosok gigi, mencuci tangan, dan lain-lain.

Lanjutan
6). Metode Sosiodrama atau Bermain Peran Metode sosiodrama adalah cara memberikan pengalaman kepada anak melalui bermain peran, yakni anak diminta memainkan peran tertentu dalam suatu permainan peran. Misalnya, bermain jual beli sayur-mayur, bermain menolong anak yang jatuh, bermain menyayangi keluarga, dan lain-lain.

lanjutan
7).Metode Eksperimen metode proyek adalah cara memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam mengadakan percobaan terhadap sesuatu dan mengamati akibatnya .misalnya , menanam tanaman yang mudah tumbuh (dengan bijicabe ,tomat, kacang hijau; dengan batang singkong; dengan daun cocor bebek), dan lain-lain.

Lanjutan
8. Metode Proyek Metode proyek adalah metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas belajar secara bertahap, dimana dari tahapan awal sampai tahapan akhir yang merupakan satu kesatuan rangkaian kegiatan. Metode ini menggunakan alam sekitar dan kegiatan sehari-hari yang sederhana untuk dilakukan oleh anak. 9. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas adalah metode yang digunakan untuk memberi kesempatan kepada anak melaksanakan tugas yang disiapkan oleh pendidik.

LANJUTAN
5.EVALUASI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR a. Evaluasi Pendidik diwajibkan melaksanakan evaluasi pada program kegiatan yang dilaksanakan. Antara lain melalui penilaian hasil belajar. Berikut dijelaskan tentang penilaian di PAUD Aisyiyah. b. Tujuan Penilaian Penilaian di KB dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal dilaksanakan berdasarkan gambaran/deskripsi pertumbuhab dan perkembangan ,

Lanjutan
serta unjuk kerja peserta didik yang diperoleh dengan menggunakan berbagai teknik penilaian. Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, penggunaan berbagai teknik penilaian ini terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran itu sendiri, sehingga pendidik tidak harus menggunakan instrumen khusus. Untuk anak-anak yang menunjukkan perkembangan dan perilaku yang khas, dan memerlukan penanganan secara khusus diperlukan instrumen yang khusus pula seperti disajikan dalam lampiran pedoman.

Lanjutan
Tujuan penilaian adalah untuk mengetahui dan menindaklanjuti pertumbuhan dan perkembangan yang dicapai anak selama mengikuti pendidikan di PAUD Aisyiyah

Lanjutan
c. Fungsi Penilaian Fungsi penilaian adalah sebagai berikut: 1).Memberikan umpan balik kepada pendidik untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran, termasuk dalam penyusunan program kegiatan. 2).Memberikan bahan pertimbangan bagi pendidik untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap anak agar fisik maupun psikisnya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 3).Memberikan bahan pertimbangan bagi pendidik untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

Lanjutan
4).Memberikan informasi kepada orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak sebagai bentuk pertanggungjawaban lembaga PAUD. 5).Memberikan informasi bagi orang tua untuk melaksanakan pendidikan keluarga yang sesuai dan terpadu dengan proses pembelajaran di PAUD. 6).Memberikan bahan masukan bagi berbagai pihak dalam rangka pembinaan selanjutnya terhadap anak.

Lanjutan
d. Prinsip-prinsip Penilaian 1).Sistematis Penilaian harus dilakukan secara sistematis, artinya kegiatan penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram, sesuai dengan rencana yang telah disusun, kebutuhan nyata yang ada di lapangan, dan atau karakteristik penggunaan instrumen yang akan digunakan. 2).Menyeluruh Penilaian mencakup semua aspek perkembangan anak yang meliputi : nilai-nilai agama dan moral, motorik, kognitif, bahasa, serta sosial emosional. Di samping aspek yang dinilai, sesuai sifat dan tingkat kedalamannya, kegiatan penilaian juga dapat menggali data dari berbagai sumber yang relevan dengan aspek yang dinilai

Lanjutan
3). Berkesinambungan. Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. 4)Objektif Proses dan hasil-hasil penilaian dilakukan sesuai dengan kondisi anak yang sebenarnya dan semata-mata untuk kepentingan pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karenanya hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak tidak menjadi bagian dari pertimbangan dalam penilaian. 5).Mendidik . Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, mengembangkan dan membina anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal. 6).Kebermaknaan. Hasil penilaian harus mempunyai arti dan bermanfaat bagi anak didik, orang tua, pendidik dan pihak lain yang relevan.

Lanjutan
e. Teknik Penilaian Penilaian dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui pengamatan dan pencatatan anekdot. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan sikap anak yang dilakukan dengan mengamati tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari secara terus menerus, sedangkan pencatatan anekdot

Lanjutan
merupakan sekumpulan catatan tentang sikap dan perilaku anak dalam situasi tertentu. Pembagian alat penilaian yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak, antara lain : 1).Portofolio yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yang dapat menggambarkan sejauh mana keterampilan anak berkembang. 2).Unjuk kerja (performance) merupakan penilaian yang menuntut anak untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktek menyanyi, olah tubuh/motorik kasar, memperagakan sesuatu.

3).Penugasan (project) merupakan tugas yang harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu yang relatif lama dalam pengerjaannya, misalnya melakukan percobaan menanam bii. 4).Hasil Karya (product) merupakan hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan.

Lanjutan
f. Prosedur Penilaian 1) Pendidik melaksanakan penilaian dengan mengacu pada potensi perkembangan, capaian perkembangan, serta indikator yang hendak dicapai dalam satu satuan kegiatan yang direncanakan dalam tahapan waktu tertentu dengan memperhatikan prinsip penilaian yang telah ditentukan.

Lanjutan
2). Penilaian dilakukan secara integratif dengan kegiatan pembelajaran. Artinya pendidik tidak secara khusus melaksanakan penilaian, tetapi menyatu dengan aktivitas pembelajaran dan kegiatan bermain yang sedang berlangsung. Dalam pelaksanaan penilaian sehari-hari, pendidik mengacu pada indikator standar tingkat yang pencapaian perkembangan yang merupakan penjabaran dari capaian perkembambangan dan potensi perkembangan anak, yang akan dicapai seperti yang telah diprogramkan dalam rencana kegiatan harian (RKH).

Lanjutan
3).Cara pencatatan hasil penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut: a).Catatan hasil penilaian harian perkembangan anak dicantumkan pada kolom penilaian di rencana kegiatan harian (RKH). b).Anak yang belum berkembang (BB) perkembangan sesuai dengan indikator seperti diharapkan dalam RKH atau dalam melaksanakan tugas selalu dibantu pendidik, maka pada kolom penilaian dituliskan nama anak dan diberi tanda satu bintang ( * )

Lanjutan
c).Anak yang sudah mulai berkembang (MB) sesuai dengan indikator seperti yang diharapkan dalam RKH mendapatkan tanda dua bintang ( ** ) d). Anak yang sudah berkembang sesuai harapan (BSH) pada indikator dalam RKH mendapatkan tanda tiga bintang ( ***) E). Anak yang berkembang sangat baik (BSB) melebihi indikator seperti yang diharapkan dalam RKH mendapatkan tanda empat bintang ( ****)

Lanjutan
Catatan: Penggunaan tanda bintang merupakan simbol untuk menunjukkan tingkat pencapaian perkembangan anak dan hanya menjadi catatan pendidik ( bukan untuk laporan kepada orang tua ). 4).Hasil catatan penilaian yang ada dalam rencana kegiatan harian (RKH) dirangkum dan dipindahkan ke dalam rekap mingguan pencapaian penilaian perkembangan anak berupa ceklist (v) dan deskripsi singkat.

Lanjutan
5).Rekaman hasil penilaian perkembangan anak, baik yang dirangkum pada rekap mingguan dan bulanan,menjadi referensi untuk menyusun laporan perkembangan anak dalam satu semester, yang dibuat secara cheklist (v) dan deskriptif.

Lanjutan
g. Pelaporan Hasil Penilaian Pelaporan hasil penilaian merupakan kegiatan merumuskan dan mengkomunikasikan hasil penilaian pendidik tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, kepada orang tua dan pihak-pihak yang relevan. Frekuensi pelaporan hasil penilaian, pengukuran, dan asesmen terhadap anak secara terprogram dilakukan satu semester satu kali. Sekalipun demikian, dalam kondisi khusus, pelaporan dapat pula dilakukan dalam waktuwaktu tertentu. Bahkan untuk permasalahan

Lanjutan
yang membutuhkan penanganan segera, pelaporan atau konsultasi dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan pendidik dengan orang tua atau pihak-pihak lain yang relevan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. 1). Bentuk Pelaporan Berdasarkan hasil rangkuman pertumbuhan dan perkembangan peserta didik setiap penggalan waktu tertentu, penilaian dilaporkan

Lanjutan
dalam bentuk uraian (deskripsi) singkat dari masing-masing aspek perkembangan, yaitu: a).Perkembangan nilai- Al-Islam , pembentukan Akhlakul Karimah dan Sosial Emosional kemandirian b).Pendidikian ke Aisyiyahan dan KeMuhammadiyahan c).Perkembangan Bahasa d).Perkembangan Kognitif e). Perkembangan Fisik /Motorik Uraian (deskripsi) dirumuskan dan dibuat secara obyektif sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah bagi orang tua/wali dengan bentuk Laporan Perkembangan Anak.

Lanjutan
2. Pola Penulisan Laporan Berdasarkan hasil penilaian pendidik tentang perkembangan anak selama satu semester maka pola pelaporan yang dituangkan ke dalam buku laporan perkembangan peserta didik mengikuti kriteria sebagai berikut:

Lanjutan
a).Uraian perkembangan secara umum. b).Uraian perkembangan kemampuan anak yang masuk dalam klasifikasi belum berkembang (BB), mulai berkembang (MB), berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) pada semua aspek perkembangan. 3). Teknik Melaporkan Hasil Penilaian Laporan Perkembangan Anak dilaporkan oleh kepala/pendidik PAUD secara lisan dan tertulis. Cara yang ditempuh dapat dilaksanakan dengan bertatap muka serta dimungkinkan adanya hubungan dan informasi timbal balik antara pihak lembaga PAUD dan orang tua/wali.

Lanjutan
peserta didik yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka bimbingan selanjutnya. Sangat tidak relevan, data dan informasi tentang peserta didik, terutama yang berkenaan dengan permasalahan yang dihadapinya, dikomunikasikan pada pihakpihak yang tidak relevan. Agar penyampaian laporan berhasil dengan baik, beberapa langkah berikut perlu dilakukan, yaitu: a).Sampaikan pemberitahuan agenda pertemuan dengan orang tua, setidaknya 1 minggu sebelum kegiatan berlangsung.

Lanjutan
b).Siapkan tempat atau ruang pertemuan yang memungkinkan orang tua bebas bercerita. Jika persoalannya bersifat pribadi, maka siapkan ruang khusus,agar orang tua tidak ragu dalam menyampaikan permasalahannya. c).Gunakan sikap badan dan eskpresi wajah (posture dan gesture) secara tepat. d).Peliharalah kontak mata pada saat penyampaian laporan dan konsultasi dengan orang tua.

Lanjutan
e).Jika memungkinkan, hindarkan aktiftas mencatat ketika kegiatan atau konsultasi berlangsung. Buatlah rangkuman catatan segera setelah kegiatan konsultasi selesai dilakukan f).Pada akhir pertemuan, sampaikanlah apresiasi pada orang tua, bahwa pertemuan ini sangat produktif bagi perkembangan peserta didik

LANJUTAN
6. SUMBER BELAJAR Alat/sumber belajar di PAUD dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok, yakni: alat/sumber belajar di dalam ruangan/kelas dan alat/sumber belajar di luar ruangan/kelas. a. Alat/Sumber Belajar di Dalam Ruangan/Kelas Alat/sumber belajar di dalam ruangan/kelas diatur sedemikian rupa sesuai dengan situasi, kondisi dan model pembelajaran yang diterapkan di PAUD (KB dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal).

Lanjutan
1). Pembelajaran Kelompok dengan Kegiatan Pengaman Kegiatan pengaman digunakan pada model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman. Kegiatan pengamanadalah kegiatan yang dimaksudkan agar anak-anak yang telah menyelesaikan tugas terlebih dahulu dalam kelompok dan kegiatan pada kelompok lain tidak terdapat tempat duduk yang kosong sehingga anak tersebut tidak mengganggu teman lain. Alat-alat bermain/sumber belajar pada kegiatan pengaman antara lain misalnya balok-balok bangunan, mainan konstruksi, macam-macam kendaraan, kotak menara, alat pertukangan, lego puzzle, permainan pola dan alat bermain/sumber belajar lainnya.

Lanjutan
2. Pembelajaran berdasarkan Minat (Area) Pembelajaran berdasarkan minat menggunakan 10 area, yaitu: area agama, balok, bahasa, drama, matematika, IPA, musik, seni/motorik halus, pasir dan air, membaca dan menulis. Alat/sumber belajar pada pembelajaran berdarkan minat antara lain sebagai berikut

Lanjutan
a).Area Agama Maket tempat ibadah (masjid, gereja, pura, vihara), gambar tata cara shalat, gambar tata cara berwudlu, sajadah, mukena, peci, kain sarung, kerudung, buku iqro, kartu huruh hiaiyah, tasbih, juz ama, alquran, dan sebagainya. b).Area Balok Balok-balok berbagai ukuran dan warna, loggo, loto sejenis, loto berpasangan, kepingan geometri dari triplek berbagai ukuran dan warna, kotak geometri, kendaraan tiruan (laut, udara dan darat), rambu-rambu lalu lintas, kubus berpola, tusuk gigi, kubus berbagai ukuran dan warna, korek api, lidi, tusuk es krim, bola berbagai ukuran dan warna, dus-dus bekas, dan sebagainya

Lanjutan
c).Area Berhitung/Matematika Lambang bilangan, kepingan geometri, kartu angka, kulit kerang, puzzel, konsep bilangan, kubus permainan, pohon hitung, papan jamur, ukuran panjang pendek, ukuran tebal tpis, tutup botol, pensil, manik-manik, gambar buah-buahan, penggaris, meteran, buku tulis, puzzle busa (angka), kalender, gambar bilangan, papan pasak, jam, kartu gambar, kartu berpasangan, lembar kerja, dan sebagainya.

Lanjutan
d).Area IPA Macam-macam tiruan binatang, gambar-gambar perkembangbiakan binatang, gambar-gambar proses pertumbuhan tanaman, bii-biian (jagung, kacang tanah, kacang hiau, beras), kerang, batu/kerikil, pasir, bunga karang, magnit, mikroskop, kaca pembesar, pipet, tabung ukur, timbangan kue, timbangan sebenarnya, gelas ukuran, gelas pencampur warna, nuansa warna, meteran, penggaris, benda-benda kasar-halus ( batu, batu bata, amplas, besi, kayu, kapas, dll.), benda-benda pengenalan berbagai macam rasa (gula, kopi, asam, cuka, garam, sirup, cabe, dll.), berbagai macam bumbu (bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, kemiri, lengkuas, daun salam, jahe, kunyit, jinten, dll.).

Lanjut
e. Area Musik Seruling, kastanyet, marakas, organ kecil, tamburin, kerincingan, tri anggle, gitar kecil, wood block, kulintang, angklung, biola, piano, harmonika, gendang, rebana, dan sebagainya

Lanjutan
f. Area Bahasa Buku-buku cerita, gambar seri, kartu kategori kata, nama-nama hari, boneka tangan, panggung boneka, papan planel, kartu nama-nama hari, kartu nama-nama bulan, majalah anak, koran, macam-macam gambar sesuai tema, dan sebagainya

Lanjutan
g).Area Membaca dan Menulis Buku tulis, pensil warna, pensil 2B, kartu huruf, kartu kata, kartu gambar, dan sebagainya. h). Area Drama Tempat tidur anak dan boneka, lemari kecil, meja-kursi kecil (meja tamu, boneka-boneka, tempat jemuran, tempat gosokan + setrikaan, baju-baju besar, handuk, bekas make-up+minyak wangi+sisir, kompor-komporan, penggorengan+dandang tiruan, piring+sendok+garpu, gelas+cangkir+teko, keranjang belanja, pisau mainan, ulekan (cobek), mangkok-mangkok, tas-tas, sepatu/ sandal+rak sepatu, bermin, mixer, blender, sikat gigi+odol, telepon-teleponan, baju tentara dan polisi, baju dokter-dokteran, dan sebagainya.

Lanjutan
b). Area Pasir/Air Bak pasir/bak air, aquarium kecil, ember kecil, gayung, garpu garuk, botol-botol plastik, tabung air, cangkirplastik, literan air, corong, sekop kecil, saringan pasir, serokan, cetakan-cetakan pasir/cetakan agar cerbagai bentuk, penyiram tanaman, dan sebagainya. c). Area Seni dan Motorik Meja gambar, meja-kursi anak, krayon, pensil berwarna, pensil 2B, kapur tulis, arang, buku gambar, kertas lipat, kertas Koran, lem, gunting, kertas warna, kertas kado, kotak bekas, bahan sisa, dan sebagainya

Lanjutan
3. Pembelajaran pada sentra Pembelajaran berdasarkan sentra meliputi sentra imtaq, sentra bahan alam, sentra balok, sentra main peran makro, sentra main peran mikro, sentra persiapan, sentra seni, sentra music dan olah tubuh dsb. Alat/sumber belajar pada pembelajaran berdasarkan sentra antara lain : a).Sentra imtaq b).Sentra bahan alam c).Sentra persiapan d).Sentra balok e).Sentra main peran makro f).Sentra main peran mikro g).Sentra seni h).Sentra musik dan kreativitas

B.STRUKTUR PROGRAM PEMBELAJARAN


Struktur program pembelajaran di KB Aisyiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal mencakup bidang pengembangan pembentukan perilaku, Aqidah, Akhlakul Karimah, Ibadah, Muamalah, KeAisyiyahan/KeMuhammadiyahan dan pengembangan kemampuan dasar dilaksanakan melalui kegiatan bermain, bertahap, berkesinambungan dan bersifat pembiasaan.

Lanjutan
1.A.Bidang pendidikan al-islam /pembentukan akhlakul karimah dan sosial emosional,kemandirian Pengembangan Al-Islam pada KB Aisyiyah dan Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal merupakan bagian integral dari program pendidikan serta merupakan usaha bimbingan ,pembinaan dan panduan bagi guru dalam mengasuh anak didik untuk memahami ,menjiwai dan mengamalkan ajaran Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt.

Lanjutan
Tujuan Adalah untuk mengembangkan benih benih keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt sedini mungkin dalam kepribadian anak yang terwujud dalam perkembangan kehidupan jasmaniah dan rohaniah sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Lanjutan
Aspek perkembangan sosial , emosional ,dan kemandirian dimaksud sebagai wahana untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya dan orang dewasa dengan baik ,serta dapat menolong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup.

LANJUTAN
1.b.Bidang ke-Aisyiyahan /KeMuhammadiyahan Pendidikan KeAisyiyahan /KeMuhammadiyahan di KB /TK Aisyiyah Bustanul Athfal untuk mengenalkan dan meletakkan dasar pengetahuan tentang organisasi Aisyiyah Muhammadiyah . -menggunakan pendekatan integrasi dengan bidang pengembangan pendidikan Al-Islam ,disajikan sebagai satu kesatuan yang bulat dan tidak terpisah .

Lanjutan
- Disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan menggunakan metode yang menarik melalui : cerita ,menyanyi/lagu,gambar atau lambang ,wisata ,kunjungan ,bahasa dan sikap .

2. BIDANG PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR


Merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas sesuai dengan tahap perkembangan anak bidang pengembangan kemampuan dasar tersebut meliputi lingkup perkembangan a. Bahasa Bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar

LANJUTAN
Dilakukan melalui bermain peran sehingga anak didik dapat melakukan interaksi ,menyenagkan dan memotivasi untuk berpartisipasi aktif serta memberi ruang yang cukup bagi kreativitas dan kemandirian sesuai dengan minat ,bakat dan perkembangan fisik serta psikologis anak didik.,

LANJUTAN
2.b.KOGNITIF bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengolah perolehan belajarnya, dapat menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah, membantu anak untuk mengembangkan kemampuan logika matematis dan pengetahuan akan ruang dan waktu, serta mempunyai kemampuan untuk memilah-milah, mengelompokkan, serta mempersiapkan kemampuan berpikir secara teliti.

LANJUTAN
2.c. FISIK MOTORIK Bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat, dan terampil

3.PENGEMBANGAN DIRI
Adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat. Kegiatan -Secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan perserta didik secara individual, kelompok/klasikal. Kegiatan tersebut misalnya : Seni Tari, Seni Lukis/Menggambar, Bahasa Inggris dll

4.PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA


a. Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. b. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

LANJUTAN
c. Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. d. Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. e. Kerja keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas, dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

LANJUTAN
f. Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu yang menghasilkan cara atau hasil baru berdasarkan sesuatu yang telah dimiliki. g. Mandiri: Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. h. Demokratis: Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

LANJUTAN
i. Rasa ingin tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar. j. Semangat kebangsaan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. k. Cinta tanah air: Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fsik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

LANJUTAN
l. Menghargai prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain. m. Bersahabat/ komunikatif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. n. Cinta damai: Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. o. Gemar membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya

LANJUTAN
p. Peduli sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan q. Peduli lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. r. Tanggung Jawab. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

C.TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN


C.1.Tingkat pencapaian perkembangan usia 2-4 tahun Standar tingkat pencapaian perkembangan untuk kb aisyiyah dan tk aisyiyah bustanul athfal digunakan sebagai pedoman penilaian untuk menggambarkan pencapaian perkembangan anak selama berada pada pendidikan kb dan tk. Standar tingkat pencapaian perkembangan ini meliputi standar pencapaian perkembangan minimal kelompok bermain usia 2-<3 tahun dan 3-<4 tahun, taman kanak-kanak usia 4-<5 tahun dan 5-<6 tahun.

LANJUTAN C.2.Tingkat percapaian perkembangan usia 4-6 tahun


1. Tingkat Pencapaian Perkembangan Kelompok Usia 2-4 tahun.
Lingkup Perkembangan 1.1. Al Islam (Aqidah, Akhlak, Ibadah, Muamalah) 1. Mulai meniru gerakan berdoa /sembahyang sesuai dengan agamanya 2. Mulai meniru doa pendek sesuai dengan agamanya 3. Mulai memahami kapan mengucapkan, salam^erimakasih, maaf, dsbnya. Tingkat Pencapaian Perkembangan Usia 3- < 4 tahun Mulai memahai pengertian perilaku yang berlawanan meskipun belum selalu dilakukan seperti pemahaman perilaku baikburuk,benarsalah,sopan-tidak sopan. Mulai memahami arti kasihan dan sayang kepada ciptaan Tuhan Berlari sambil membawa sesuatu yang ringan (bola) Naik turun tangga atau tempat yang lebih tinggi dengan kaki bergantian Meniti diatas papan yang cukup lebar Melompat turun dari ketinggian kurang lebih 20cm(dibawah tinggi lutut anak ) Meniru gerakan senam sederhana seperti menirukan gerakan pohon,kelinci

Usia 2 - < 3tahun 1.

2.

I.

Motorik A..Motorik Kasar

1. Berjalan sambil berjinjit 2. Melompat kedepan dan kebelakang dengan dua kaki 3. Melempar dan menangkap bola 4. Menari mengikuti irama 5. Naik turun tangga atau tempat yang lebih tinggi /rendah dengan berpegangan . k

1.

2.

3. 4.

5.

D.LAMA PROGRAM PENDIDIKAN


Peserta didik Kelompok Bermain Aisyiyah adalah anak usia 2-4 tahun sedangkan peserta didik Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal adalah usia 4-6 tahun. Lama pendidikan di KB/TK 1 tahun atau 2 tahun sesuai dengan usia anakKB/TK yang memiliki program 1 tahun dapat menyelenggarakan kelompok A atau kelompok B, jika memiliki program 2 tahun maka KB/TK tersebut menyelenggarakan kelompok A dan kelompok B yang lamanya masing-masing 1 tahun

E.WAKTU BELAJAR
Program pendidikan dan pembelajaran di KB Aisyiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal menggunakan waktu belajar 1 tahun dalam bentuk perencanaan tahunan/semester, perencanaan mingguan dan perencanaan harian. Perencanaan program pembelajaran di KB/TK adalah perencanaan mingguan efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 minggu, dengan jam belajar efektif 1x pertemuan sellama 150-180 menit. Enam atau lima hari perminggu, dengan jumlah pertemuan sebanyak 900 menit (30 jam @30 menit)

F.PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran di KB Aisyiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal dilakukan secara aktif, dialogis, kritis melalui pendekatan tematik dan Integrasi Al Islam, KeAisyiyahan/ KeMuhammadiyahan serta mengacu pada karakteristik program pembelajaran KB/TK.

LANJUTAN
.Pendekatan pembelajaran pada Anak Usia Dini hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1.Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak yaitu : a. Anak belajar dengan baik apabila kebutuhan fsiknya terpenuhi serta merasa aman dan tentram secara psikologis. b. Siklus belajar selalu berulang. c. Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan anak-anak lainnya. d. Minat dan keingintahuan anak akan memotivasi belajarnya. e. Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individu.

Lanjutan
Berorientasi pada kebutuhan anak. Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fsik maupun psikis ( intelektual, bahasa, motorik, dan sosial emosional ). Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melelui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan aspek perkembangan dan kemempuan pada masing masing anak

LANJUTAN
Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia dini . Upaya-upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan strategi, metode, materi dan media menarik serta mudah diikuti anak. Melalui bermain anak di ajak untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objekobjek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran beguna bagi anak.

Lanjutan
Pembelajaran di KB Aisyiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal dilakukan secara aktif, dialogis, kritis melalui pendekatan tematik dan Integrasi Al Islam, KeAisyiyahan/ KeMuhammadiyahan serta mengacu pada karakteristik program pembelajaran KB/TK Pendekatan pembelajaran pada Anak Usia Dini hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

LANJUTAN
1. Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak yaitu : a.. Anak belajar dengan baik apabila kebutuhan fsiknya terpenuhi serta merasa aman dan tentram secara psikologis. b. Siklus belajar selalu berulang. c. Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan anak-anak lainnya. d. Minat dan keingintahuan anak akan memotivasi belajarnya. e.. Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individu

Lanjutan
2. Berorientasi pada kebutuhan anak. Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fsik maupun psikis ( intelektual, bahasa, motorik, dan sosial emosional ). Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melelui analisis kebutuhan yang disesuaikan dengan aspek perkembangan dan kemempuan pada masing masing anak.

Lanjutan
3.Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia dini . Upaya-upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan strategi, metode, materi dan media menarik serta mudah diikuti anak. Melalui bermain anak di ajak untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objekobjek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran beguna bagi anak

Lanjutan
4.Menggunakan Pendekatan Tematik. Kegiatan pembelajaran hendaknya dirancang dengan menggunakan pendekatan tematik dan beranjak dari tema yang menarik minat anak. Tema sebagai alat atau sarana atau wadah untuk mengenalkan berbagai konsep pada anak. Tema diberikan dengan tujuan menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh dan memperkaya perbendaharaan kata anak. Jika pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan tema, maka pemilihan tema dalam kegiatan pembelajaran hendaknya di kembangkan dari halhal yang paling dekat denga anak, sederhana serta menarik minat anak. Penggunaan tema dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas.

Lanjutan
5. Kreatif dan Inovatif. Proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif dapat dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasianak untuk berfkir kritis dan menemukan hal-ha baru. Selain itu dalam pengelolaan pembelajaran hendaknya dilakukan secara dinamis, artinya anak tidak hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek dalam proses pembelajaran.

Lanjutan
6. Lingkungan Kondusif. Lingkungan pembelajaran harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan sehingga anak selalu betah dalam lingkungan sekolah baik di dalam maupun di luar ruangan. Lingkungan fsik hendaknya memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Penataan ruangan harus disesuaikan dengan ruang gerak anak dalam bermain sehingga dalam interaksi baik dengan pendidik maupun dengan temannya dapat dilakukan secara demokratis. Selain itu, dalam pembelajaran hendaknya memberdayakan lingkungan sebagai sumber belajar dengan memberi kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan kemampuan interpersonalnya sehingga anak merasa senang walaupun antara mereka berbeda (perbedaan individual ). Lingkungan hendaknya tidak memisahkan anak dari nilai-nilai budayanya yaitu dengan tidak membedakan nilai-nilai yang dipelajari di rumah dan di sekolah ataupun di lingkungan sekitar. Pendidik harus peka terhadap karakteristik budaya masing masing anak.

Lanjutan
7. Mengembangkan Kecakapan Hidup. Proses pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup. Pengembangan konsep kecakapan hidup didasarkan atas pembiasaan yang memiliki tujuan untuk

G.ROMBONGAN BELAJAR
Jumlah maksimal peserta didik TK Aisyiyah Bustanul Athfal setiap rombongan belajar sebanyak 20 anak dengan 1 orang guru atau guru pendamping. Untuk Kelompok Bermain jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar sebanyak 15 peserta didik dengan 1 orang guru dan 1 guru pendamping. Kelompok Bermain untuk usia 2-4 tahun, Kelompok A untuk anak usia 4-5 tahun dan kelompok B untuk anak usia 5-6 tahun.

H.KALENDER PENDIDIKAN
Adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran ,minggu efektif belajar,waktu pembelajaran efektif dan hari libur ,dan kegiatan lainnya .

TERIMAKIASIH