Anda di halaman 1dari 2

Tema: Perilaku Konsumen Mata Kuliah: Teori Organisasi Umum 2

1. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasianproduk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untukmembuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan unutuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. 2. Komunikasi dalam Perilaku Konsumen Pada dasarnya, komunikasi dapat menginformasikan dan membuat konsumen potensial menyadari atas keberadaan produkyang ditawarkan. Komunikasi dapat berusaha membujuk konsumen potensial agar berhasrat untuk kedalam hubungan pertukaran. Pada tingkatan yang lebih tinggi, peran komunikasi tidak hanya mendukung transaksi dengan menginformasikan, membujuk dan membedakan produk, tetapi juga menawarkan sarana pertukaran itu sendiri. Jenis Jenis Komunikasi: a. Komunikasi Pemasaran Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua unsur pokoknya yaitu komunikasi dan pemasaran, komunikasi adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi dengan individu. Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentransfer nilai-nilai pertukaran antaran mereka dengan pelanggannya. Sedangkan komunikasi pemasaran mempresentasikan gabungan semua unsur daalam bauran pemasaran merek yang memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya.

b. Komunikasi Persuasif Manusia dan komunikasi merupakan satukesatuan. Komunikasi melekat padda diri manusia, sehingga kita tidak bisa tanpa komunikasi. Keberadaan komunikasi, karena begitu melekatnya pada diri manusia sering tidak disadari. Manusia cenderung beranggapan bahwa dirinya mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi. Akibatnya masalah-masalah yang muncul berkaitan dengan komunikasi, seringkali diselesaikan sendiri. Dalam mempelajari komunikasi persuasif, memahami aspek filosofis komunikasi persuasif, sangat di tekankan. Hal ini mengingatkan bahwa komunikasi persuasif, sebagaimana halnya ilmu-ilmu yang lain, memiliki tiga aspek filosofis keilmuan, yaitu aspek antologi, aspek epistemologi, dan aspek aksiologi. Sumber: http://seputar-mahasiswa.blogspot.com/2013/01/komunikasi-dan-perilakukonsumen.html?m=1 http://id.m.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen