Anda di halaman 1dari 30

A.

A.R. Prima Adi (08700069) Riva Nita H ( 08700115 ) Rifrindra A.R ( 08700094 )

Angina

Ludwig

merupakan

infeksi

dan

peradangan serius jaringan ikat (selulitis) pada area di bawah lidah dan dagu
Penyakit

ini termasuk dalam grup penyakit

infeksi odontogen, di mana infeksi bakteri berasal dari rongga mulut seperti gigi, lidah, gusi, tenggorokan, dan leher

Infeksi

ruang submandibular ini menyebar


bagian superior dan posterior,

hingga

mengakibatkan peninggian dasar mulut dan lidah. Os hyoid membatasi penyebaran ke inferior, sedangkan pembengkakkan dapat

menyebar
neck

hingga

bagian

anterior

leher,

menyebabkan distorsi dan gambaran bull

Dilaporkan

sekitar 90% kasus angina Ludwig


primer, postekstraksi gigi

disebabkan oleh odontogen baik melalui infeksi dental maupun oral hygiene yang kurang

Ada

juga penyebab lain yang sedikit dilaporkan antara lain


sialadenitis kelenjar submandibula, fraktur mandibula terbuka, infeksi sekunder akibat keganasan mulut, abses peritonsilar, infeksi kista ductus thyroglossus, epiglotitis, injeksi obat intravena melalui leher, trauma oleh karena bronkoskopi, intubasi endotrakeal, laserasi oral, luka tembus di lidah, infeksi saluran pernafasan atas, trauma pada dasar mulut

Organisme

yang paling banyak ditemukan


Streptococcus viridians dan

pada penderita angina Ludwig melalui isolasi adalah Staphylococcus aureus.

Infeksi gigi seperti nekrosis pulpa karena karies


profunda periodontal yang tidak terawat dan jalan deep bagi pocket, merupakan

bakteri untuk mencapai jaringan periapikal.


Karena jumlah bakteri yang banyak, maka infeksi akan menyebar ke tulang spongiosa sampai

tulang kortikal. Jika tulang ini tipis, maka infeksi


akan menembus dan masuk ke jaringan lunak. Penyebaran infeksi ini tergantung dari daya

tahan jaringan tubuh

Gejala

klinis umum angina Ludwig meliputi: malaise, lemah, lesu, malnutrisi, stridor atau kesulitan bernapas.

Gejala

klinis ekstra oral meliputi

eritema, pembengkakan, perabaan yang keras seperti papan (board-like) peninggian suhu pada leher dan jaringan ruang

submandibula-sublingual yang terinfeksi;

disfonia

Gejala klinis intra oral meliputi


pembengkakkan, nyeri peninggian lidah; nyeri menelan (disfagia);

hipersalivasi (drooling);
kesulitan dalam artikulasi bicara (disarthria)

Pemeriksaan fisik dapat memperlihatkan adanya

demam dan takikardi dengan karakteristik dasar mulut yang tegang dan keras.

Karies pada gigi molar bawah dapat dijumpai. indurasi dan pembengkakkan ruang

submandibular yang dapat disertai dengan


lidah yang terdorong ke atas

Trismus

Tanda-tanda

adanya hambatan pada jalan

napas yang perlu mendapat penanganan segera


pasien tidak mampu menelan air liurnya sendiri, dispneu,

takipneu,
stridor inspirasi sianosis

Anamnesa

Gejala awal biasanya berupa nyeri pada area gigi yang terinfeksi. Dagu terasa tegang dan nyeri saat menggerakkan lidah. Penderita mungkin akan mengalami kesulitan membuka mulut, berbicara, dan menelan, yang mengakibatkan keluarnya air liur terus-menerus serta kesulitan bernapas. Penderita juga dilaporkan mengalami kesulitan makan dan minum. Dapat dijumpai demam dan rasa menggigil

Dasar mulut akan terlihat merah dan membengkak. Saat infeksi menyebar ke belakang mulut, peradangan pada dasar mulut akan menyebabkan lidah terdorong ke atas-belakang sehingga menyumbat jalan napas. Jika laring ikut membengkak, saat bernapas akan terdengar suara tinggi (stridor). Biasanya penderita akan mengalami dehidrasi akibat kurangnya cairan yang diminum maupun makanan yang dimakan. Demam tinggi mungkin ditemui, yang menindikasikan adanya infeksi sistemik.

Laboratorium:

Pemeriksaan darah: tampak leukositosis yang mengindikasikan adanya infeksi akut.

Pemeriksaan

kultur

dan

sensitivitas:

untuk

menentukan bakteri yang menginfeksi (aerob

dan/atau anaerob) serta menentukan pemilihan


antibiotik dalam terapi.

Radiografi
USG CT-scan MRI

foto polos leher

Penatalaksaan

angina Ludwig memerlukan

tiga fokus utama, yaitu:


1. 2.

menjaga patensi jalan napas. terapi antibiotik secara progesif, dibutuhkan untuk mengobati dan membatasi penyebaran

infeksi.
3.

dekompresi ruang submandibular, sublingual, dan submental.

Menjaga

patensi jalan nafas bisa dilakukan

dengan:

Trakeostomi Intubasi fiber-optic Endotracheal Tube

krikotiroidotomi

dexamethasone

IV selama 48 jam, di samping

terapi antibiotik dan operasi dekompresi, dilaporkan dapat membantu proses intubasi dalam kondisi yang lebih terkontrol
Diawali

dengan dosis 10mg, lalu diikuti

dengan pemberian dosis 4 mg tiap 6 jam selama 48 jam

antibiotik

IV

segera

diberikan.

Awalnya

pemberian Penicillin G dosis tinggi (2-4 juta unit IV terbagi setiap 4 jam)

dilakukan

pula

eksplorasi

dengan

tujuan

dekompresi dan evaluasi pus. Jika terbentuk

nanah, dilakukan insisi dan drainase. Insisi


dilakukan di garis tengah secara horisontal setinggi os hyoid (3-4 jari di bawah mandibula)

Jika

gigi yang terinfeksi merupakan fokal


diekstraksi untuk mencegah

infeksi dari penyakit ini, maka gigi tersebut harus kekambuhan. Pasien di rawat inap sampai infeksi reda.

Infeksi angina Ludwig dapat menyebar secara


langsung melalui celah buccopharingeal ini ke ruang pharingeal lateral, di mana selulitis akan

dengan
infeksi bahkan

cepat
dapat

menjadi
menyebar

berbahaya
secara

serta
ke

menimbulkan obstruksi jalan napas yang berat

mudah dan

jaringan leher, ruang fascia retropharingeal, hingga mediastinum ruang subphrenik

trombosis

sinus kavernosus, aspirasi dari sekret yang terinfeksi, pembentukan abses subphrenik sepsis, mediastinitis, efusi perikardial/pleura, empiema, infeksi dari carotid sheath yang mengakibatkan ruptur a. carotis, thrombophlebitis supuratif dari v. jugularis interna.

Pencegahan

dapat

dilakukan

dengan

pemeriksaan gigi ke dokter secara rutin dan teratur.


Penanganan

infeksi gigi dan mulut yang tepat kondisi yang akan

dapat

mencegah

meningkatkan terjadinya angina Ludwig

Prognosis

angina Ludwig tergantung pada


proteksi jalan napas untuk

kecepatan

mencegah asfiksia, eradikasi infeksi dengan antibiotik, serta pengurangan radang