Anda di halaman 1dari 36

SALURAN TERTUTUP

DISIAPKAN OLEH : PRIYO N P


Saluran tertutup berpenampang lingkaran untuk mengalirkan
fluida (air/gas) dengan tampang aliran penuh.
pada saluran terbuka : adanya permukaan yang bebas yang
(hampir selalu) berupa udara.
Zat cair riil didefinisikan sebagi zat yang mempunyai kekentalan
(karena adanya sifat kohesi antara partikel zat cair).
kekentalan zat cair perbedaan kecepatan partikel dalam
medan aliran. Partikel zat cair yang berdampingan dengan
dinding batas akan diam (kecepatan nol) sedang yang terletak
pada suatu jarak tertentu dari dinding akan bergerak.
liran !iskos adalah aliran zat cair yang mempunyai kekentalan
(!iskositas).
SALURAN
TERTUTUP
SALURAN
TERBUKA
"abel nilai !iskositas kinematik air pada berbagai suhu
liran !iskos dapat dibedakan menjadi # (dua) macam :
1. laminar : pabila pengaruh kekentalan (!iskositas)
adalah cukup dominan sehingga partikel$partikel zat
cair bergerak secara teratur menurut lintasan lurus
(kekentalan besar dan kecepatan aliran kecil).
2. Turbulen : berkurangnya pengaruh kekentalan atau
bertambahnya kecepatan ( laminar turbulen).
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
Hukum Ne!"n !en!an# keken!alan $a! %air
tegangan geser antara # (dua) partikel zat cair yang
berdampingan adalah sebanding dengan perbedaan
kecepatan dari kedua partikel (gradien kecepatan)
dy
dv
t =
apabila # (dua) elemen zat cair yang berdampingan dan
bergerak dengan kecepatan berbeda' elemen yang lebih
cepat akan diperlambat dan yang lebih lambat akan
dipercepat.
dy
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
(enurut )eynolds' ada tiga
faktor yang mempengaruhi
keadaan aliran yaitu kekentalan
zat cair * (mu)' rapat masa zat
cair + (rho) dan diameter pipa %
(,-.# $ ,/,#)
0S10)&
)23&04%S
cair + (rho)' dan diameter pipa %.
u
VD
D
= =
.
Re
)e 5 #666 gangguan aliran dapat diredam oleh kekentalan zat cair' dan aliran
pada kondisi tersebut adalah laminer.
)e 7 .666 liran akan turbulen
#6665)e5.666 aliran transisi. ()e 8#666 dan )e 8 .666 disebut dengan batas
kritik ba9ah dan atas)
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
:erugian yang terdapat di dalam aliran fluida
:erugian tekanan (Pressure %rop) atau
:erugian head ( ;ead 4oss)
<aktor yang mempengaruhi kerugian di dalam aliran fluida:
:ecepatan aliran :ecepatan aliran
4uas penampang saluran
<aktor friksi
=iskositas
%ensitas fluida
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
Per&amaan 'a!ema!i& Keru#ian Tekanan Di Dalam
Saluran Ter!u!u(
|
|
.
|

\
|
= A
2
2
V
d
l
f P
;ubungan antara head dan tekanan :
%imana :
AP 8 kerugian tekanan
d 8 diameter pipa
= 8 kecepatan aliran
f faktor friksi
h g P . . =
:erugian head (head loss) :
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
= A
g
V
d
l
f h
2
2
f 8 faktor friksi
l 8 panjang pipa
g 8 grafitasi
h 8 head
>atatan: harga f untuk pipa$pipa tertentu dapat dicari dengan menggunakan
diagram (oody dengan terlebih dahulu menghitung bilangan )eynolds
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
Hukum Bern"ulli
"entang kekekalan energi
H hf
g
v p
H = + + =
1
2
1
1
2
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
Ke)ilan#an Ener#i (rimer
%isebut juga major loss
%isebabkan oleh gesekan : "erjadi akibat adanya kekentalan
zat cair dan turbulensi karena adanya kekasaran dinding batas
pipa dan akan menimbulkan gaya gesek yang akan
menyebabkan kehilangan energi disepanjang pipa dengan
diameter konstan pada aliran seragam.
g
V
D
L
f h
f
2
2
=
;f 8 kehilangan energi mayor (m)
< 8koefiesien gesek
4 8 panjang pipa (m)
% 8 diameter pipa (m)
= 8 kecepatan aliran (m/det)
g 8 percepatan gra!itasi (m/det
#
)
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
Tin##i Keka&aran Pi(a
*ENIS PIPA +baru, NILAI k +mm,
:aca 6'66,?
1esi dilapisi aspal 6'6@ A 6'#.
1esi tuang 6',- A 6'/6
Plester semen 6 #B A , #6 Plester semen 6'#B A ,'#6
1eton 6'C6 A C'66
1aja 6'6C A 6'6/
1aja keling 6'/6 A /'66
Pasangan batu @
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
Dia#ram '"u-.
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
Ke)ilan#an Ener#i &ekun-er
%isebut juga minor loss
%isebabkan oleh :
a. Perubahan diameter penampang (kecil besar D besar
kecil)
b. 1elokan/tikungan
c. %iafragma
d. ir masuk dari reser!oir ke pipa
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
'INOR LOSS KARENA PE'BESARAN PENA'PAN/
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
'INOR LOSS PENYE'PITAN PENA'PAN/
Percobaan$percobaan yang telah dilakukan menunjukan
bah9a luas tampang pada !ena kontrakta sekitar 6.@ #
D20D1 1 122 123 124 125 121
:c 6'? 6'.? 6'C- 6'#- 6',. 6'6
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
)esistance >oefficients for 2Epansion and >onstractions
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
'INOR LOSS KARENA PE'BELOKAN +&u-u! 61
"
,
g
V
k h
b B
2
2
=
R0D 1 2 3 4 11 14 21
Kb 1278 1216 1219 1222 1272 1275 1232
K"e:i&ien Ke)ilan#an Ener#i Kb Sebagai Fungsi dari d dan R/D
*ari;*ari Ben#k"kan 'inimum un!uk Pi(a
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
Pipa 1erbelok (Elbow) dan Siku
" b l : fi i Kb b i f i
g
V
k h
b B
2
2
=
g
V
k h
b B
. 180
. .
2
o =
d t lb (
o
)
< 21
"
31
"
41
"
51
"
61
"
:b 6'6? 6',. 6'C@ 6'B. 6'/-
"abel :oefisien Kb sebagai fungsi
sudut belokan
F 8 sudut elbo9 (
o
)
V 8 kecepatan air (m/det)
g 8 perecapatan gra!itasi bumi
(m/det
#
)
h
b
8 kehilangan energi karena elbo9
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
ngka ;ambatan Pipa 4icin dan Pipa :asar
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
liran di dalam suatu saluran selalu disertai
dengan friksi
liran yang terlalu cepat akan menimbulkan
pressure drop yang tinggi sedangkan aliran yang
terlalu lambat pressure drop$nya akan rendah
akan tetapi tidak efisien
:ecepatan aliran perlu dibatasi dengan
memperhatikan :
G 1esarnya daya yang dibutuhkan
G (asalah erosi pada dinding pipa
G (asalah pembentukan deposit/endapan
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
/ARIS TENA/A +E/L, = /ARIS TEKANAN +H/L,
Prinsip 1ernoulli :
Haris tekanan (diukur dari garis referensi) 8
Haris tenaga (diukur dari garis referensi) 8
z
g
v p
H + + =
2
2

; 8 tinggi energi total


p/ 8 tinggi energi tekan
=
#
/#g 8 tinggi energi kecepatan
z 8 tinggi ele!asi
z
p
HGL + =

v p
EGL + +
2
Iika tinggi energi kecepatan sangat kecil dibandingkan tinggi energi tekan
garis tenaga diabaikan garis tenaga8garis tekanan.
Haris tekanan menunjukkan tekanan zat cair sepanjang pipa.
"inggi tekanan maks digunakan untuk memilih ketebalan pipa D
kekuatan sambungan.
pabila garis tekanan berimpit dengan as pipa 8 tekanan atm
pabila garis tekanan di ba9ah pipa 8 tekanan negatif.
z
g
p
EGL + + =
2
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
z
z,
P#/
P,/
=#
#
/#g
=,
#
/#g
Haris tekanan (;H4)
Haris tenaga (2H4)
A
B
z
z,
z#
z1
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
H T)"m&"n
1 2 7 3 8 4 9
5
6
2
4 3
2
D
i
a
:
r
a
#
m
a

2
>
H
#-6 cm C66 cm C66 cm
C66 cm
7. Per&. Bern"ulli
2. Per&. '"men!um 1. Per&. K"n&!inui!a&
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
EL
?
1
2
02#
?
2
2
02#
?
k
2
02#
):
1
):
2
2 1
H/L
H
(
2
0 @
(
1
0 @
L
1
L
2
)eser!oir
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
PIPA DEN/AN TURBIN
;s
4
;
%
Haris
tekanan
(;H4)
Haris tenaga
(2H4)
hf
=c
didalam P4" : tenaga air digunakan untuk memutar turbin.
gar mendapatkan kecepatan besar untuk memutar turbin ujung pipa dibuat curat.
1iasanya kehilangan energi sekunder diabaikan 2H4 berimpit dgn ;H4.
(ayor losses (hf ) dikarenakan gesekan ; 8 ;s A hf
5 2
2
8
D g
fLQ
h
f
t
=
( ) 4
2
D
Q
A
Q
V
t
= =
5 2
2
8
D g
fLQ
Hs H
t
=
g
V
D
L
f h
f
2
2
=
DAYA
% 8 J.;. (kgf.m/s)
%alam horse po9er (hp) :
% 8 (J.;.) / B?
pabila efisiensi 8 q :
% 8 (J.; . .q) / B?
PIPA DEN/AN PO'PA
hf
#
;
s
;
p
#
/
P
2
DAYA
% 8 J ; (kgf m/s)
%aya pompa yang dibutuhkan untuk menaikkan air dari reser!oir
ba9ah ke reser!oir atas : ; 8 ;s K Ehf.
;s 8 selisih muka air antara kedua reser!oir.
Ehf 8 total kehilangan energi (primer D sekunder). Iika sekunder
sangat kecilL maka bisa diabaikan
hf
,
p
,
/
P
1
% 8 J.;. (kgf.m/s)
%alam horse po9er (hp) :
% 8 (J.;.) / B?
pabila efisiensi 8 q :
% 8 (J.;. ) / (B?q) hp
>0&"0; I)M&H& P0(P
,'-@
6'?6
6'?@
6',?
6',?
6'-6
Ala! Ukur T)"m&"n
.N
CN
.N
/ambar Aliran Balik K"lam Baa)
P"m(a
0'B6
CN
.N
ke K"lam A!a&
(enghitung daya pompa :
"inggi 2nergi yang dipelrukan :
q

l P
H Q
P
. .
=

+ = Hf H H
st P
>0&"0; 2H4/;H4 pada I)M&H&
P0(P
5 6 11
hf
?
hf
@
hf
/
?
2
02#
?
2
02#
;
P
8 ;
st
K Ohf K =
#
/#g
(..".
DISAHAR
/E
hf
B
hf
-
b
E/L
P
1
2
7 3
8
4
9
?
?
hf
,
hf
#
hf
.
hf
C
=
#
/#g
?
2
02#
?
2
02#
a
SUATION
(..).
H
&!
H/L
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
PIPA HUBUN/AN SERI
H
L1
L2
L7
D1
D2
D7
)
:1
)
:2
)
:7
H1
H2
A
B
L7
Persamaan kontinuitas J 8 J, 8 J# 8 JC
Pers. 1ernoulli dari titik 1 :
"inggi tekanan ;, D ;# serta =, D =# 8 6 (karena tampang aliran sangat besar)'
shg pers. (enjadi :
tau :
3 2 1
2
2
2
1
2 2
hf hf hf
g
v p
z
g
v p
z + + + + + = + +

3 2 1 2 2 1 1
hf hf hf H z H z + + + + = +
3 2 1
hf hf hf H + + =
g
V
D
L
f
g
V
D
L
f
g
V
D
L
f H
2 2 2
2
3
3
3
3
2
2
2
2
2
2
1
1
1
1
+ + =
( ) 4
2
1
1
D
Q
V
t
=
( ) 4
2
2
2
D
Q
V
t
=
( ) 4
2
3
3
D
Q
V
t
=
|
|
.
|

\
|
+ + =
5
3
3
3
5
2
2
2
5
1
1
1
2
2
8
D
L
f
D
L
f
D
L
f
g
Q
H
t
2
1
2
|

|
=
L L L
gH
Q
t
%21M"
Subsitusi :
5
3
3
3
5
2
2
2
5
1
1
1
4
|
.
|

\
|
+ +
D
L
f
D
L
f
D
L
f
|
|
.
|

\
|
=
5 2
2
8
e
e
e
D
L
f
g
Q
H
t
|
|
.
|

\
|
+ + =
5
3
3
3
5
2
2
2
5
1
1
1
5
D
L
f
D
L
f
D
L
f
f
D
L
e
e
e
Iika pipa seri diganti dengan pipa eki!alen yang mempunyai penampang
seragam :
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
PIPA HUBUN/AN PARALEL
B
A
H
1
2
7
3 2 1
Q Q Q Q + + =
( )
3
2
3 2
2
2 1
2
1
. . .
4
V D V D V D Q + + =
t
V L V L V L
2 2 2
PERSA'AAN KONTINUITAS :
PERSA'AAN ENER/I :
3 2 1 f f f
h h h H = = =
g
V
D
L
f
g
V
D
L
f
g
V
D
L
f H
2 2 2
2
3
3
3
3
2
2
2
2
2
2
1
1
1
1
= = =
2
1
2
1
5
.
2
4
H
L f
D
g Q
e e
e
|
|
.
|

\
|
=
t
2
1
2
1
1 1
5
1
1
.
2
4
H
L f
D
g Q
|
|
.
|

\
|
=
t
2
1
2
1
2 2
5
2
2
.
2
4
H
L f
D
g Q
|
|
.
|

\
|
=
t 2
1
2
1
3 3
5
3
3
.
2
4
H
L f
D
g Q
|
|
.
|

\
|
=
t
2
1
3 3
5
3
2
1
2 2
5
2
2
1
1 1
5
1
2
1
5
(
(

+
(
(

+
(
(

=
(
(

L f
D
L f
D
L f
D
L f
D
e e
e
PAN*AN/ PIPA EKUI?ALEN
PIPA BERAABAN/
A
B
1
2
):
1
):
2
)
T
B ):
7
C
A
C
B
T
A
7
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
ir mengalir menuju titik sambung " (dari ) kemudian menuju >.
ir keluar/masuk dari 1 tergantung dari ele!asi muka air di ' 1' dan >.
Sehingga ada # kemungkinan (tergantung ele!asi garis tekanan di " P!sN
ele!asi muka air kolam 1)
(,) J, 8 J# K JC ( jika ele!asi garis tekanan di " 7 ele!asi muka air 1)
(#) J, K J# 8 JC ( jika sebaliknya)
Prosedur Perhitungan :
sumsikan ele!asi garis tekanan "
;itung J
,
' J
#
dan J
C
utk keadaan tsb.
Iika kontinuitas terpenuhi : maka asumsi benar.
Iika aliran yang menuju " Q yang keluar "' maka harus dibuat
asumsi baru :
(,) %engan menaikkan garis tekanan " apabila J
in
7 J
out
(#) %engan menurunkan garis tekanan " jika J
in
5 J
out
.
Rlangi prosedur sampai persamaan kontinuitas terpenuhi
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
A
B
A
1
7
2
):
1
):
2
)
T
B ):
7
C
A
C
B
T
%isiapkan oleh : Priyo &ugroho P.
g D
V L
f h h z
f T A
2 .
.
1
2
1 1
1 1
= =
P2)S(& IM: :0&%MSM S2P2)"M H(1) :
g D
V L
f h h z
f T B
2 .
.
2
2
2 2
2 2
= =
g D
V L
f h h
f T
2 .
.
3
2
3 3
3 3
= =
P2)S(& :0&"M&RM"S
J
,
KJ
#
8J
C