Anda di halaman 1dari 2

Dari diskusi di atas, dapat dirangkumkan bahwa pengelolaan energi listrik secara efisien dan berkelanjutan dapat kita

lakukan apabila: Memahami sepenuhnya tentang pengertian Pembangunan Berkelanjutan. Memahami sepenuhnya bahwa keamanan energi nasional sangat besar pengaruhnya terhadap ketahanan nasional suatu bangsa. Menyadari sepenuhnya bahwa sumber energi yang berasal dari fosil tergolong sumber energi yang dapat habis, sehingga harus dikelola dengan hati-hati. Mengetahui secara akurat sisa cadangan minyak dan gas bumi kita, serta mengelolalanya secara efisien, dan diutamakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Melakukan diversifikasi sumber-sumber energi bagi produksi energi listrik nasional, dimana rasio dalam total kapasitas daya listrik dari masing-masing jenis sumber energinya harus seimbang. Menyadarkan rakyat bahwa kesejahteraan tidak ada kaitannya dengan modernisasi. Mendorong masyarakat agar berhemat dalam menggunakan energi listrik maupun gas dan BBM. Keamanan energi nasional dapat ditingkatkan melalui diversifikasi sumber-sumber energi, baik yang sifatnya dapat habis maupun yang terbarukan kembali. Karena sumber-sumber energi yang dapat habis tersebut sudah semakin mengecil cadangannya, maka sumber-sumber energi yang terbarukan harus dipacu agar dapat segera menggantikan energi tersebut.

Konservasi Energi Konservasi energi adalah suatu aktivitas rekayasa untuk penghematan energi, tanpa mengorbankan prinsip teknis, keamanan, kenyamanan sehingga diperoleh cost yang paling optimal dan efisien sesuai harapan. Latar belakang diperlukannya konservasi energy 1. Pemborosan energy 2. Terbatasnya energy 3. Indikasi harga energi tinggi Cara penghematan energi (Saving Energy) 1. Audit energi Melakukan pencatatan data pemakaian energi baik sebelum maupun sesudah dilakukan konservasi energi untuk membandingkan efektifitasnya. 2. Perubahan perilaku pemakai energi Dalam mengoperasikan peralatan yang menggunakan energi sesuai kebutuhan atau tidak usah bila tidak perlu. 3. Peralatan hemat energi Menggunakan peralatan yang sudah hemat energi. 4. Penggunaan teknologi hemat energi Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memudahkan mengoperasikan suatu alat. Teknik konservasi energy Ada 3 cara untuk melakukan konservasi energi, yaitu :

1. Teknik tanpa biaya (No Cost) Konservasi dengan cara tidak mengeluarkan biaya, cukup dengan penjadwalan ulang system atau jam operasi alat/ mesin seperti AC, Lighting, Fan, Boiler, dll. 2. Teknik biaya rendah (Low cost) Konservasi dengan cara mengeluarkan sedikit biaya seperti grouping instalasi, lighting, penggantian lampu pijar dengan jenis lampu hemat energy, memasang dimmer, dll. 3. Teknik biaya tinggi (High Cost) Konservasi dengan cara memasang suatu alat yang modern dengan harga yang relative mahal, tetapi akan menghemat biaya dan tenaga dimasa depan seperti komputerisasi, pasang photo cell, timer, motor variable speed, dll.

Dengan laju tingkat produksi pertahun masing-masing untuk minyak dan gas bumi adalah 500 juta barel dan 3 TSCF. Diperkirakan cadangan energi ini akan habis pada 2022 untuk minyak bumi dan 2065 untuk gas bumi. Implikasi dari krisis energi akan berimbas sangat buruk bagi seluruh sektor kehidupan terutama sektor perekonomian dan pembangunan dan jika lambat ditanggulangi akan menjalar menjadi krisis multidimensional yang akhirnya memperpecah persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu masalah besar lainnya yang berkaitan dengan energi minyak dan bahan bakar fosil selain penyusutan yang cepat adalah polusi hasil pembakarannya yang bergerak cepat mencemari udara dan atmosfer. Ditengah prediksi dan kenyataan tersebut, maka masalah energi menjadi krusial untuk disiasati. Untuk itu perlu dilakukan suatu konservasi (penghematan) untuk sumber-sumber energi yang telah ada sekaligus melakukan diversifikasi (penganekaragaman) energi sebagai upaya untuk menemukan dan mengimplemtasikan alternatif sumber energi baru penganti migas. Dalam strategi konservasi energi, prinsip yang diperlukan adalah adanya penggunaan energi secara efesien dan rasional sesuai dengan peruntukkannya. Dalam upaya ini, semua langkah yang dapat diambil untuk menurunkan berbagai kehilangan energi pada semua tingkat pengelolaan dengan tanpa menurunkan nilai daya gunanya harus diupayakan, termasuk didalamnya dengan cara himbauan Gerakan Hemat Energi dan menanamkan budaya hemat energi pada semua lapisan masyarakat. Sedangkan strategi diversifikasi energi dilakukan dengan cara penganekaragaman sumber daya energi, semisal dengan pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan. Dengan energi terbarukan, kita dapat mengganti minyak tanah dengan biokerosin, minyak solar dengan biodiesel, briket batubara dengan briket arang, penyediaan listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan tenaga angin, matahari, biomass, maupun biodiesel. Berdasarkan data DJLPE, total potensi energi terbarukan ini bagi penyediaan listrik Indonesia yaitu sekitar 80 GW (minus energi surya). Mengingat cadangan dan prospek yang sedemikian besar itu, maka perlu ditingkatkan intensitas program Research and Development (R&D) dari lembaga-lembaga yang berkompeten.