Anda di halaman 1dari 2

Karakter Ajaran Agama Islam merupakan landasan peradaban Islam, terdiri dari dua landasan yakni landasan Filosofi

dan landasan Tasawuf. 1. Landasan Filosofi Menurut Ridwan Lubis terdapat tiga landasan filosofi yang membentuk karakter ajaran Islam yaitu keadilan (al adalah), persamaan (al musawah) dan persaudaraan (al muakhkhoh). Pertama, prinsip keadilan (al-adalah) Adil adalah keseimbangan yang terdapat pada diri seseorang yaitu antara hak dan kewajiban. Orang yang terlalu menonjolkan hak berarti ia akan bersikap egois, otoriter, tidak suka menerima pendapat dari orang lain. Kedua, prinsip persamaan derajat (al musawah) adalah sikap seseorang yang memandang bahwa dirinya adalah sejajar dengan orang lain. Memang ada perbedaan di antara manusia akan tetapi perbedaan itu tidak lebih dari sekedar penanda identitas antara satu dengan yang lain. Ketiga, prinsip persaudaraan (al muakhkoh) adalah merupakan karakter ajaran Islam yang selalu memperbanyak saudara di muka bumi karena kedatangan Islam adalah sebagai rahmat bagi sekalian alam. Dengan prinsip seperti itu, maka lahirlah ilmuwan muslim yang justru berasal dari keturunan bukan arab (mawali) yang menghasilkan karya-karya yang tidak hanya merupakan terjemahan dari kahzanah filsafat Yunani akan tetapi adalah merupakan hasil penggalian sendiri dengan mempertemukan ayat-ayat Quran dengan ayat-ayat kauniyat Ketiga karakter di atas lalu kemudian membentuk landasan peradaban Islam yaitu stabilitas sosial berdasar kesamaan iman serta semangat persaudaraan dengan semua umat manusia; kesejahteraan sosial melalui kemajuan di bidang ekonomi; dan peningkatan wawasan ilmu pengetahuan akibat dari meningkatnya kebutuhan primer masyarakat dari kebutuhan sandang, pangan dan papan menjadi kebutuhan spiritual dan ilmu pengetahuan. Memajukan peradaban menjadi titik simpul bertemunya tida pranata sosial yaitu istana sebagai penggagas kebudayaan; ilmuwan sebagai penggerak kebudayaan dan sikap masyarakat yang terbuka, akomodatif dan berorientasi ke masa depan.

2. Landasan Tasawuf a. Robbaniyyah Allah Swt merupakan Robbul alamin disebut juga dgn Rabbun nas dan banyak lagi sebutan lainnya. Kalau karakteristik Islam itu adl Robbaniyyah itu artinya bahwa Islam merupakan agama yg bersumber dari Allah Swt bukan dari manusia sedangkan Nabi Muhammad Saw tidak membuat agama ini tapi beliau hanya menyampaikannya. b. Insaniyyah Islam merupakan agama yg diturunkan utk manusia krn itu Islam merupakan satusatunya agama yg cocok dgn fitrah manusia. Pada dasarnya tidak ada satupun ajaran Islam yg bertentangan dgn jiwa manusia. c. Syumuliyah Islam merupakan agama yg lengkap tidak hanya mengutamakan satu aspek lalu mengabaikan aspek lainnya. Kelengkapan ajaran Islam itu nampak dari konsep Islam dalam

berbagai bidang kehidupan mulai dari urusan pribadi keluarga masyarakat sampai pada persoalan-persoalan berbangsa dan bernegara. d. Al Waqiiyyah Karakteristik lain dari ajaran Islam adl al waqiiyyah ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yg dapat diamalkan oleh manusia atau dgn kata lain dapat direalisir dalam kehidupan sehari-hari. Islam dapat diamalkan oleh manusia meskipun mereka berbeda latar belakang kaya miskin pria wanita dewasa remaja anak-anak berpendidikan tinggi berpendidikan rendah bangsawan rakyat biasa berbeda suku adat istiadat dan sebagainya. e. Al Wasathiyah Di dunia ini ada agama yg hanya menekankan pada persoalan-persoalan tertentu ada yg lbh mengutamakan masalah materi ketimbang rohani atau sebaliknya. Ada pula yg lbh menekankan aspek logika daripada perasaan dan begitulah seterusnya. Allah Swt menyebutkan bahwa umat Islam adl ummatan wasathan umat yg seimbang dalam beramal baik yg menyangkut pemenuhan terhadap kebutuhan jasmani dan akal pikiran maupun kebutuhan rohani. f. Al Wudhuh Karakteristik penting lainnya dari ajaran Islam adl konsepnya yg jelas . Kejelasan konsep Islam membuat umatnya tidak bingung dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam bahkan pertanyaan umat manusia tentang Islam dapat dijawab dgn jelas apalagi kalau pertanyaan tersebut mengarah pada maksud merusak ajaran Isla itu sendiri. g. Al Jamu Baina Ats Tsabat wa Al Murunnah Di dalam Islam tergabung juga ajaran yg permanen dgn yg fleksibel . Yang dimaksud dgn yg permanen adl hal-hal yg tidak bisa diganggu gugat dia mesti begitu misalnya shalat lima waktu yg mesti dikerjakan tapi dalam melaksanakannya ada ketentuan yg bisa fleksibel misalnya bila seorang muslim sakit dia bisa shalat dgn duduk atau berbaring kalau dalam perjalanan jauh bisa dijama dan diqashar dan bila tidak ada air atau dgn sebab-sebab tertentu berwudhu bisa diganti dgn tayamum. Ini berarti secara prinsip Islam tidak akan pernah mengalami perubahan namun dalam pelaksanaannya bisa saja disesuaikan dgn situasi dan konsidinya ini bukan berarti kebenaran Islam tidak mutlak tapi yg fleksibel adl teknis pelaksanaannya.