Anda di halaman 1dari 8

STEP 1 1. Diskrit : Terpisah satu dengan yang lain. Soliter : Hanya satu lesi.

Continous : Berkelanjutan, bergabung menjadi satu. Ukuran milier : Sebesar kepala jarum pentul (1-3 mm)

2.

STEP 7 1. SEBUTKAN JELASKAN ADNEKSA-ADNEKSA KULIT ? kuku : adalah bagian terminal dan lapisan tanduk yang menebal

matriks kuku :pemebentuk jar kuku yg baru Dinding kuku : lipatan2 kulit yng menutupi bag pinggir dan atas Dasar kuku : bag kulit yang ditutupi kuku Alur kuku : celah antar dinding dan dasar kuku Lempeng kuku :bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku Lanula : bagian lempeng kuku yang berwarna putih dekat akar kuku berbentuk bulan sabit Eponikium : dinidng kuku bagian prox kulit arinya menutupi bag lempeng kuku Hiponikium : dasar kuku ,kulit ari dibawah kuku yg bebas Pertumbuhan kuku rata rata 1mm/minggu - rambut : terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan dan kaki dan bag. Dorsal dari falang distal jari tangan kaki penis labia minor dan bibir bag rambut ; kutikula : atas lap keratin korteks : terdiri atas serabut polipeptida yg memanjang dan saling berdekatan medula : tdr atas 3-4 lapisan sel kubus yg berisi lap kerato hialin badan lemak dan rongga - kelenjar kel.sudorifera : *apokrin : -secret nya kental -duktus besar -tdpt di lipatan2 *ekrin : -secret cair -duktus kecil -tdpt hampir di seluruh tubuh

kel.sebasea : - terletak di seluruh kulit kecuali telapak tangan dan kaki,bibir 2. Macam-macam kelainan adneksa kulit? -kelenjar sudorifera : = miliaria ada 3 : *profunda *Kristalina *Rubra -kelenjar sebasea : *acne rosasea *acne vulgaris -rambut : *alopesia areata *alopesia androgenik *efluviumtelogen *trikotilomania -kuku : * hipokratik fingers *Shell nail syndrom *Spoon nail *Anonikia *Onikogrifosis *Onikoatrofi *Onikolisis *Pakionikia *Hapalonikia *Onikoreksis *Pterenium umuis *Hang nail *Black nail *Kuku tengguri *Perubhan warna kuku

3.

Mengapa bisa muncul papul dan vesicle saat cuaca panas dan banyak berkeringat ?

- karena penumpukan keratin dan keringat tidak bisa keluar dan bakteri bisa menyumbat dan terjadila papul dan vesicle - iritasi karna baju yang ketat,tebal 4. Mengapa bersebaran bintil didaerah tertentu saja ? Bayi : pergantian sel kulitnya masih lambat jadi tersumbat kel.keringatnya

Dewasa : didaerah yang biasanya banyak yang mengeluarkan keringat dan akhirnya tertutup Diagnosis skenario ? Miliaria : kelainan kulit akibat retensi keringat, ditandai dengan adanya vesikel milier. Sumber : Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK UI Miliaria adalah suatu keadaan tertutupnya pori-pori keringat sehingga menimbulkan retensi keringat di dalam kulit. Sumber : Ilmu Penyakit Kulit Hipokrates Etiologi dari diagnosis tsb ? 1. Kelenjar keringat yang belum berkembang sempurna . Bayi baru lahir belum memiliki kelenjar keringat yang berkembang sempurna sehingga mudah pecah bila berkeringat dan menyebabkan miliria. 2. Perubahan iklim. Miliria sering terjadi pada orang berpindah dari iklim dingin ke iklim tropis. 3. Aktivitas Aktivitas yang menyebabkan keluarnya keringat dapat menjadi faktor pencetus. 4. Obat-obatan Bethanecol, obat yang menyebabkan timbulnya keringat dan Isotretionis obat yang menyebabkan folikular diferensiasi dilaporkan dapat menyebabkan Miliaria. 5. Bakteri Staphylococcus diyakini berhubungan dengan timbulnya Miliaria. Sumber : http://dokmud.wordpress.com/2010/03/17/miliaria-rubra/ Klasifikasi dari diagnosis skenario tsb ? Gejala klinis ? Predileksi ? Miliaria kristalina

5.

6.

7.

Pada penyakit ini terlihat vesikel berukuran 1-2 mm terutama pada badan setelah banyak berkeringat, misalnya karena hawa panas. Vesikel bergerembol tanpa tanda radang pada bagian badan yang tertutup pakaian. Umumnya tidak memberi keluhan dan sembuh dengan sisik yang halus. Pada gambaran histopatologik terlihat gelembung intra/subkorneal. Miliaria rubra

Penyakit ini lebih berat dari pada miliaria kristaliana, terdapat pada badan dan tempattempat tekanan atau gesekan pakaian. Terlihat papul merah atau papul vesikular ekstravesikular yang sangat gatal dan pedih. Miliaria jenis ini terdapat pada orang yang tidak biasa pada daerah tropik. Patogenesisnya belum diketahui pasti, terdapat 2 pendapat. Pendapat pertama mengatakan primer, banyak keringat dan perubahan kualitatif, penyebabnya adanya penyumbatan keratin pada muara kelenjar keringat dan perforasi sekunder pada bendungan keringat di epidermis. Pendapat kedua mengatakan bahwa primer kadar garam yang tinggi pada kulit menyebabkan spongiosis dan sekunder terjadi pada muara kelenjar keringat (LOEWENIHOE 1961). Staphylococcus diduga juga mempunyai peranan. Pada gambaran histopatologik gelembung terjadi pada stratum spinosum sehingga menyebabkan peradangan pada kulit dan perifer kulit di epidermis. Miliaria profunda

Bentuk ini agak jarang kecuali di daerah tropis. Kelainan ini biasa timbul setelah miliaria rubra, ditandai dengan papul putih, keras berukuran 1-3 mm. Terutama terdapat di badan dan ekstremitas. Karena letak retensi keringat lebih dalam maka secara klinis labih banyak berupa papul dari pada vesikel. Tidak gatal dan tidak terdapat eritema. Pada gambaran histologik tampak saluran kelenjar keringat yang pecah pada dermis bagian atas dengan atau tanpa infiltrasi sel radang. Sumber : Ilmu Penyakit Kulit Hipokrates

8.

Epidemiologi dr diagnosis skenario ? Miliaria rubra banyak terjadi di daerah panas kelembaban yang tinggi, tetapi dapat juga terjadi di daerah lain. Sekitar 30% orang yang tinggal di daearah tersebut bisa mengalami miliaria. Sebetulnya semua bayi dapat mengalami miliaria pada kondisi yang ada. Anak-anak lebih banyak mengalami miliaria di bandingkan orang dewasa. Ini rupanya menggambarkan bahwa bertambahnya kekuatan struktur saluran keringat sesuai bertambahnya umur . tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Sumber : Ilmu Penyakit Kulit Hipokrates Lebih sering bayi (kristalina,rubra),dewasa (profunda) mengapa ? beri alasan !! Patogenesis dan patofisiologi dr diagnosis skenario ? PATOFISIOLOGI Rangsangan utama bagi pengembangan Miliaria adalah kondisi kelembaban panas yang tinggi dan menyebabkan berkeringat berlebihan. Terjadi occlusion kulit karena pakaian, perban, obat transdermal patch, atau lembaran plastik (dalam pengaturan percobaan) selanjutnya dapat berkontribusi untuk pengumpulan keringat pada permukaan kulit dan lapisan overhydration dari corneum. Orang yang rentan, termasuk bayi, yang relatif belum matang eccrine kelenjar, overhydration dari stratum corneum dianggap cukup untuk menyebabkan penyumbatan sementara dari acrosyringium. Jika kondisi lembab panas bertahan, individu terus memproduksi keringat berlebihan, tetapi tidak dapat mengeluarkan keringat ke permukaan kulit karena penyumbatan duktus. Sumbatan ini menyebabkan kebocoran keringat ke permukaan kulit, baik di dalam dermis atau epidermis, dengan relatif anhidrosis. - Ketika titik kebocoran di lapisan corneum atau hanya di bawahnya, seperti dalam Miliaria crystallina, sedikit adanya peradangan, dan lesi tidak menunjukkan gejala. - Sebaliknya, di Miliaria rubra, kebocoran keringat ke lapisan subcorneal menghasilkan spongiotic vesikula dan sel inflamasi kronis periductal menyusup pada papiler dermis dan epidermis bawah. - Dalam Miliaria profunda, terbentuknya dari keringat ke dermis papiler menghasilkan substansial, masuk kedalam periductal limfositik spongiosis dari saluran intraepidermis. Residen bakteri kulit, seperti Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus, diperkirakan memainkan peran dalam patogenesis Miliaria. Pasien dengan Miliaria telah 3 kali lebih banyak bakteri per satuan luas kulit sebagai subyek kontrol sehat. Agen antimikroba efektif dalam menekan Miliaria akibat eksperimental. Acid-Schiff berkalapositif bahan tahan diastase telah ditemukan di plug intraductal yang konsisten dengan substansi polisakarida ekstraselular stafilokokal (EPS). Dalam pengaturan percobaan, hanya S epidermidis galur yang menghasilkan EPS dapat menimbulkan Miliaria. Sumber : Ilmu Penyakit Kulit Hipokrates Patogenesisnya belum diketahui dengan pasti, tapi ada 2 pendapat 1. Miliaria terjadi karena ada sumbatan keratin pada saluran keringat, Pada permulaan musim hujan, udara mulai lembab, udara lembab ini mempengaruhi keratin di sekeliling

9.

lubang kereingat yang mula-mula kering menjadi lembab dan membengkak, sehingga lubang keringat tertutup. Bahan kimia juga dapat menyebabkan menjadi basah dan menutupi lubang keringat, sumbatan terjadi di dalam epidermis dan saluran keringat yang pecah ada didalam epidermis, vesikula terjadi didalam epidermis, ditandai dengan eritem dan rasa gatal. Tanda ini adalah akibat dari vasodilatasi dan rangsangan reseptor gatal oleh enzim yang keluar dari sel epidermis karena keringat yang masuk ke dalam epidermis. 2. Miliaria terjadi karena kadar garam pada kulit menyebabkan spongiosis dan hal ini terjadi pada muara kelenjar keringat. Flora normal pada kulit seperti staphylococcus epidermidis dan staphylococcus aureus diduga mempunyai peranan pada patogenesis dari Miliaria, pasien Miliaria memiliki jumlah bakteri tiga kali lebih banyak dari pada jumlah bakteri per unit area pada kulit normal yang sehat. Pada stadium lanjut dari Miliaria terjadi hiperkeratosis dan parakeratosis. Sumbatan hiperkeratosis dapat menghalangi kelenjar keringat, hal ini diyakini merupakan perubahan lanjut dan bukannya faktor pencetus dari lubang keringat. Sumber : http://dokmud.wordpress.com/2010/03/17/miliaria-rubra/ 10. 11. Faktor yang mempengaruhi ? Udara Suhu Bahan pakaian Kebersihan Model pakaian Kosmetik Diagnosis banding ? Diagnosis miliaria kristalina dapat ditegakkan dengan cara memecah vesikula dengan jarum kecil; akan keluar cairan jernih. Miliaria rubra dapat dikelirukan dengan penyakit lain, misalnya reaksi irtitasi primer, eritema neonatorum, dan folikulitis. Dengan kaca pembesar akan tampak vesikula yang khas; puncak lesi yang eritematus adalah folikel rambut. Miliaria profunda. Ada persoslan dalam menegakkan diagnosis klinis miliaria profunda, karena papula putih atau warna cerah dapat dikelirukan dengan papular mucinosis dan amiloidosis. Sumber : Ilmu Penyakit Kulit Hipokrates 1. Prurigo Gambaran klinis seringkali mirip Miliaria, lesinya berupa papula-papula. Miliaria tidak berwarna, berbentuk kubah, lebih mudah diraba dari pada dilihat dan disertai rasa gatal. 2. Gigitan serangga Biasanya jelas karena gigitan serangga, gejala lokal meliputi rasa terbakar dan sakit setelah sengatan diikuti oedem setempat, urtikaria eritem yang jelas dan pruritus. 3. Folikulitis

Terlihat pustula folikuler kecil berbentuk kubah, biasanya lesi banyak meskipun lesi tunggal dapat terjadi, masing-masing lesi saling terpisah diantara kulit normal tanpa adanya kecendrungan untuk bergabung, biasanya disertai nyeri, suhu tubuh meningkat. Sumber : http://dokmud.wordpress.com/2010/03/17/miliaria-rubra/ 12. Komplikasi dr diagnosis skenario tsb ? Komplikasi yang tersering dari Miliaria adalah infeksi sekunder dan intoleransi terhadap suhu lingkungan yang panas. Infeksi sekunder dapat terjadi berupa impetigo atau multiple diskret abses yang dikenal sebagai periporitis staphylogenes. Intoleransi terhadap suhu lingkungan yang panas terjadi ditandai dengan tidak keluarnya keringat bila terpapar suhu panas, lemah, fatique, pusing bahkan pingsan. Sumber : http://dokmud.wordpress.com/2010/03/17/miliaria-rubra/ 13. Penatalaksanaan dari skenario ? pencegahan ? HINDARI BIANG KERINGAT 1. Mendorong terjadinya penguapan keringat. Salah satu caranya adalah selalu memakaikan baju-baju yang terbuat dari bahan katun tipis pada anak. Selain itu, upayakan agar sirkulasi udara di dalam rumah cukup baik. 2. Mempunyai pola hidup bersih, dengan cara : - Menjaga selalu kebersihan di rumah, termasuk kebersihan kulit si kecil. Segeralah mengeringkan kulitnya ketika anak berkeringat. - Memandikan anak secara teratur dan dua kali dalam sehari - Gantilah baju si kecil begitu terlihat basah oleh keringat, khususnya setelah ia bermain dan pada waktu menjelang tidur. 3. Bila kulit anak memang cenderung mudah terserang biang keringat, hindari keadaan yang dapat merangsang keringat berlebihan. Lalu, jika anak sensitif terhadap suhu udara yang panas, ibu dapat mengadaptasikan (mengenalkan kondisi tersebut) secara bertahap, sejalan dengan perkembangan fungsi organ tubuhnya, termasuk kelenjar keringatnya pada jaringan kulit. 4. Memberikan obat penurun panas (antipiretik), seperti aspirin atau asetaminofen pada saat anak terserang demam. Dengan turunnya demam si kecil, biasanya secara otomatis keringat yang keluar berkurang. - Selama si kecil terserang demam dan mengeluarkan banyak keringat, jagalah agar bajunya tidak dibiarkan terlalu lama dalam keadaan basah. - Sesering mungkin keringkan tubuhnya dan gantilah bajunya agar penguapan keringat pada kulit dapat berlangsung baik. 5. Hindari mandi dengan air hangat, karena air hangat dapat menyebabkan terjadinya pelarutan minyak permukaan kulit, sehingga kulit kering dan gampang terjadi sumbatan. Meskipun masih bayi, jangan dibiasakan mandi pakai air hangat 6. Taburkan bedak ke sekujur tubuh anak setelah mandi, terutama di daerah-daerah yang sering terkena biang keringat. Bedak bayi bahkan baik digunakan untuk mencegah biang keringat.Bedak sebaiknya diberikan pada saat kulit tidak berkeringat. OBATI BIANG KERINGAT

Biang keringat bukan penyakit berat. Bahkan, banyak orang menggolongkannya sebagai gangguan kulit yang sepele. Hanya saja, sengatan rasa gatal memang menimbulkan gangguan yang menjengkelkan. Berikut ini beberapa cara menghilangkan biang keringat : 1. Dinginkan kulit anak dengan mengoleskan lotion calamin. Namun, sebelumnya pastikan dulu bahwa kulit anak benar-benar dalam keadaan kering, tidak lembap atau berkeringat. 2. Tidak memakaikan mantel terbuat dari bahan wol bila si biang keringat tetap menyerang pada musim hujan. Untuk menghangatkan tubuhnya, lebih baik pilihkan baju-baju dari bahan katun yang dikenakan berlapis-lapis. 3. Mandikan anak dengan air dingin, agar kulit tubuhnya sejuk dan segar. Kenalilah jenis kulit anak. Jika tergolong sensitif, hindari menyabuni bagian yang terkena gangguan, karena sabun bisa menimbulkan iritasi. Namun, kalau kulitnya cukup kuat, pakailah sabun khusus antibiang keringat. 4. Kompres bagian biang keringat dengan larutan soda bikarbonat (1 sendok teh soda bikarbonat dicampur dengan secangkir air bersih) secara teratur. Bila peradangan cukup banyak, gunakan salep atau bedak yang mengandung zinc oksida dan vaselin putih. Atau, sebagai penggantinya, kita dapat menggunakan bedak yang mengandung magnesium stearat. Kedua jenis bedak ini berfungsi mengurangi iritasi dan membantu penyerapan keringat. Kunci pengobatan miliaria adalah menempatkan penderita di dalam lingkungan yang dingin, sehingga keringat bisa berkurang. Sumbatan keratin yang menutupi lubang keringat akan berangsur lepas beberapa hari sampai 2 minggu. AC atau pendingin ruangan atau ruang yang teduh bisa memberi pencegahan pada permulaan miliaria. Obatobatan topikal tidak begitu efektif dan kadang-kadang bisa menambah banyaknya miliaria. Beberapa obat topikal dapat diberikan untuk menghilangkan sumbatan, misalnya dengan lanolin yang anhidrus, salep hidrofilik, talk untuk bayi, tepung kanji, dan losio yang berisi 1% mentol dan gliserin dan 4% asam salisilat dalam alkohol 95%. Antibiotika topikal juga dapat diberikan untuk mencegah, tetapi upayanya tidak efektif. Pemberian vitamin C dosis tinggi dapat diberikan untuk mencegah atau mengurangi timbulnya miliaria. Sumber : Ilmu Penyakit Kulit Hipokrates 14. Prognosis ? Umumnya baik dan sebagian penderita dapat sembuh dalam beberapa minggu setelah pindah ke lingkungan yang lebih sejuk. Sumber : http://dokmud.wordpress.com/2010/03/17/miliaria-rubra/