Anda di halaman 1dari 1

Gunung Kelud erupsi, Bos BUMN kerudungi Candi Borobudur

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud mencapai kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Debu tebal menghiasi jalan dan perumahan warga. Tidak hanya itu, kawasan wisata Candi Borobudur juga diselimuti debu tebal. Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko, Laily Prihaningtyas mengambil langkah taktis terkait bencana ini. Selain memutuskan menutup kawasan wisata Candi Borobudur, pihaknya juga harus menutupi semua candicandi yang ada di kawasan tersebut,seperti candi mendut dan candi pawon. Pihaknya belum memastikan sampai kapan peninggalan zaman prasejarah ini ditutupi kain. Setelah kondisi memungkinkan untuk membuka selimut candi, pihaknya juga masih mempunyai pekerjaan rumah yaitu membersihkan candi dari bekas abu vulkanik. Sebelumnya, Kepala BKB Marsis Sutopo merekomendasikan PT TWCBPRB untuk menutup sementara waktu aktivitas pariwisata naik Candi Borobudur, sebagai dampak letusan Gunung Kelud. Marsis mengaku sudah menginstruksikan kepada jajarannya di BKB, untuk siaga bencana terkait dampak letusan Gunung Kelud yang sampai di Candi Borobudur. "Saya sudah instruksikan ke teman-teman untuk siaga bencana," katanya. Penutupan aktivitas wisata naik Candi Borobudur perlu dilakukan sementara waktu, demi kepentingan pelestarian bangunan peninggalan abad ke-8 masa Dinasti Syailendara itu. Hujan abu, mengguyur Candi Borobudur dengan kawasannya pada Jumat sekitar pukul 03.00 WIB. Diaa mengatakan perlunya menutup sementara waktu aktivitas wisata naik ke Candi Borobudur sambil menunggu perkembangan keadaan terkait dengan letusan Gunung Kelud tersebut.