Anda di halaman 1dari 20

Makalah IAD

PENYAKIT SEBAGAI EFEK DARI KETIDAKSEIMBANGAN ALAM DAN PERILAKU MANUSIA Oleh: Kelompok Ganjil

Anggota:

Anggie Safitri H. (1307101070001) Raidha Putri Ananda (1307101070001) Ocy Cyntia Permata (1307101070001) Yasir Simatupang (1307101070001) Maya Sari (1307101070001) Syah Fitri Sari Nasution (1307101070001) Annisa Editia (1307101070001) Agus Trioga (1307101070001) Arina (1307101070001) Popy Mauliza (1307101070001) Nuzri Yasri Yani (1307101070001) Putri Nazira Ulfa (1307101070001) Asyarafna Imana Putri (1307101070001) Muhammad Jufri Azinar (1307101070001) Trisna Fitri (1307101070001)

Sulastri Oktarin (1307101070001) Dara Afaza (1307101070001) Rizki Zulianti (1307101070001) Intan Novita (1307101070001) Misra Hanum (1307101070001) Arihta Putri (1307101070001) Nur Rahmania (1307101070001) Nadia Vidirachmilla (1307101070001) Florencia Lisadi (1307101070001) Nikita Putra M (1307101070001) Cut Nyak Savira (1307101070001) Cut Iryanti Sabila (1307101070001) Devika Permata Dewi (1307101070001) Wahyuni Ananda (1307101070001)

Tahun Ajaran 2013/2014

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 LATAR BELAKANG ........................................................................................ . 1 RUMUSAN PERMASALAHAN ....................................................................... 1 TUJUAN ............................................................................................................. 1

BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 BENTUK KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP .......................................... 2

2.2

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT.... 4 PENYAKIT YANG DIAKIBATKAN OLEH KERUSAKAN ALAM 6

2.3

BAB 3 PENUTUP 3.1 3.2 KESIMPULAN ................................................................................................... 16 SARAN ............................................................................................................... 16

KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai . Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Banda Aceh, 23 Oktober 2013

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG

Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kerusakan lingkungan hidup di dunia ini terjadi akibat peristiwa alam dan faktor manusia. Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan alam.

1.2 Permasalahan: 1 . Apa saja macam-macam bentuk kerusakan dan ketidakseimbangan alam akibat ulah manusia? 2. Apa faktor-faktor penyebab penyakit? 3. Apa saja penyakit yang diakibatkan oleh kerusakan alam? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui berbagai penyakit yang disebabkan oleh kerusakan alam. 2. Memenuhi tugas makalah Ilmu Kealaman Dasar.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1

BENTUK KERUSAKAN ALAM

Beberapa bentuk kerusakan alam karena faktor manusia, antara lain:

a. Terjadinya global warming Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Sejak akhir abad 18 suhu rata-rata global bumi telah meningkat sekitar 0,4 0,8C. Pemanasan global yang terus menerus dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan. Tanaman dan binatang yang hidup di dalam laut menjadi terganggu. Binatang dan tumbuhan di daratan terdorong untuk berpindah ke habitat yang baru. Pola cuaca menjadi berubah menyebabkan tibulnya banjir besar, kekeringan, angin kencang, dan badai yang besar. Mencairnya es di kutub mengakibatkan peningkatan tinggi permukaan air laut. Penyakit-penyakit menyerang manusia secara meluas dan terjadi penurunan hasil panen di beberapa wilayah.

b. Terjadinya iklim mikro Perubahan iklim mikro dan berkurangnya daerah perserapan air di perkotaan akibat pembangunan gedung- gedung serta berkurangnya daerah hujan di perkotaan.

c. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri. Pencemaran terjadi apabila lingkungan hidup manusia terdapat suatu polutan dalam jumlah besar yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Polutan adalah zat yang menyebabkan pencemaran. Sifat polutan ada dua antara lain sebagai berikut:

1) Merusak sementara Dalam kondisi rendah, polutan dapat merusak lingkungan hidup tetapi hanya bersifat sementara. Apabila polutan telah bereaksi terhadap lingkungan maka tralisir polutan. 2) Merusak dalam waktu lama Dalam permasalahan pencemaran lingkungan, terdapat tiga komponen pokok yaitu lingkungan yang terkena adalah lingkungan hidup manusia, yang terkena akibat negative adalah manusia, dan terdapat bahan berbahaya sebagai akibat activitas manusia. Macam pencemaran menurut tempat terjadinya dibedakan menjadi tiga yaitu: Pencemaran air Pencemaran air di suatu perairan dapat terjadi akibat bahan limbah yang berasal dari bahan buangan domestic, industri, dan perairan. Ciri air tercemar adalah: kandungan kimianya, warna, bau, kandungan oli, benda padat yang ada di dalamnya. Pencemaran udara Pada umumnya pencemaran udara di sebabkan oleh buangan emisi atau bahan pencemar proses produksi, seperti buangan pabrik, asap kendaraan dan asap rumah tangga, dan kebisingan kendaraaan. Akibat dari pencemaran udara antara lain: hujan asam terjadi karena pencampuran senyawa nitrat, sulfat, dan oksida dengan air hujan, rusaknya lapisan ozon dan effec rumah kaca. Pencemaran tanah Pencemaran ini di sebabkan oleh polutan. Seperti : kenaikan beban limbah, terutamasampah padat, seperti kaleng plastic, kaca.

d. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan e. dalam menjaga tanah daerah aliran sungai dampak dan dampak pengerusakan rusaknya hutan. hutan.

Terjadinya

longsor,

sebagai

langsung

dari

Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain: a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan). b. Perburuan liar. c. Merusak hutan bakau. d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
6

e. Pembuangan sampah di sembarang tempat. f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS). g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

2.2

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT

1. Lingkungan Biologi

Lingkungan biologis tersebut sangat berpengaruh dan memegang peranan yang penting dalam interaksi antara manusia sebagai pejamu dengan unsur penyebab, baik sebagai unsur lingkungan yang menguntungkan manusia (sebagai sumber kehidupan) maupun yang mengancam kehidupan / kesehatan manusia. Dalam hubungannya dengan penyakit, maka sektor lingkungan biologi dapat dibagi dalam beberapa hal, seperti : 1. Agent penyakit yang infeksius 2. Reservoir ( manusia dan binatang ) 3. Vektor pembawa penyakit ( lalat, nyamuk, dll ) 4. Tumbuhan dan binatang 2. Lingkungan Fisik

Keadaan fisik sekitar manusia yang berpengaruh terhadap manusia baik secara langsung, maupun terhadap lingkungan biologis dan lingkungan sosial manusia. Lingkungan fisik (termasuk unsur kimiawi serta radiasi) meliputi : Udara keadaan cuaca, geografis, dan golongan Air, baik sebagai sumber kehidupan maupun sebagai bentuk pemencaran pada air, dan Unsur kimiawi lainnya pencemaran udara, tanah dan air, radiasi dan lain sebagainya. Lingkungan fisik ini ada yang termasuk secara alamiah tetapi banyak pula yang timbul akibat manusia sendiri.

3. Lingkungan Sosial, Ekonomi, Budaya dan Penyakit

Semua bentuk kehidupan sosial budaya, ekonomi, dan budaya. Serta instusi/peraturan yang berlaku bagi setiap individu yang membentuk masyarakat tersebut. Lingkungan sosial ini meliputi : Sistem hukum, administrasi dan lingkungan sosial politik, serta sistem ekonomi yang berlaku. Bentuk budaya yang berlaku setempat sistem pelayanan kesehatan serta kebiasaan hidup sehat masyarakat setempat kepadatan penduduk meliputi kepadatan rumah tangga, serta berbagai sistem kehidupan sosial lainnya.

Dibawah ini diberikan beberapa contoh hubungan komponen lingkungan, sumber dan penyakit yang ditimbulkan : LINGKUNGAN PENYAKIT/ GANGGUAN Fisik / kimia Alami,senjata Kanker Bahan radioaktif nuklir,teknologi Gangguan genetik Sinar matahari buatan manusia. Kulit terbakar Kebisingan Tuli vibrasi Vibrasi lokal, vibrasi seluruh tubuh Biologi : Kotoran manusia Penyakit infeksi ( tifus, Virus, bakteri, yang sakit disentri,dll) cacing, jamur Kotoran manusia Cacing : c.gelang, genangan air c.tambang, c.kremi dan panu SOSEKBUD Angka kelahiran Penyakit menular Kelebihan meningkat, penduduk dan pengangguran kemiskinan meningkat, sanitasi jelek 2.3 PENYAKIT YANG DIAKIBATKAN OLEH KERUSAKAN ALAM Global Warming Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan hidup saja, tetapi juga berdampak pada kesehatan manusia. Badan kesehatan dunia (WHO) mengatakan bahwa dengan adanya perubahan iklim berbagai jenis penyakit dengan sangat cepat menular, diantaranya adalah: SUMBER

1. Demam Berdarah

Perubahan iklim menyebabkan terjadinya pergeseran musim panas dan musim dingin dimana musim panas terjadi dengan waktu yang sangat panjang dan musim hujan terjadi dengan waktu yang singkat tetapi dengan intensitas tinggi. Dengan adanya musim panas yang berkepanjangan, maka nyamuk Aedes Aegypt dengan cepat akan berkembang biak karena nyamuk tersebut sangat cocok hidup pada daerah dengan temperatur yang panas. Pada umumnya, daerah dengan suhu panas hanya terjadi pada daerah perkotaan, namun dengan adanya perubahan iklim, maka daerah pegunungan juga menjadi panas sehingga akhir-akhir ini banyak ditemukan kasus demam berdarah di daerah pedesaan.

2. Malnutrisi

Pergeseran musim yang mengakibatkan musim panas yang berkepanjangan mengakibatkan terjadinya kekeringan yang berkepanjangan juga. Musim kering menyebabkan banyak petani yang gagal panen dan bahkan tidak dapat bercocok tanam. Hal ini menyebabkan terjadi kasus kelaparan yang berimbas pada kekurangan gizi yang dikenal dengan gizi buruk. Efek lain adalah kurangnya persediaan air bersih, hal ini menyebabkan kasus diare meningkat.

3. Gangguan saluran pernapasan

Global warming dan perubahan iklim diakibatkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Gas rumah kaca berasal dari aktivitas manusia seperti gas CO2 yang berasal dari transportasi dan kebakaran, methan dll. Keberadaan gas-gas tersebut sangat berakibat pada kesehatan atau gangguan pernapasan manusia seperti kardiovaskuler.

4. Gangguan mental/depresi

Perubahan iklim biasanya juga menimbulkan bencana banjir, badai dan kekeringan. Hal ini akan menimbulkan rasa gelisah bagi masyarakat sehingga jiga tidak ditangani akan menyebabkan timbulnya depresi yang akan berakibat pada gangguan mental.

Pencemaran

1. Pencemaran Udara

Polutan udara menimbulkan masalah kesehatan pada tubuh manusia, dan paling sering dihubungkan dengan pabrik, industri, bencana alam, buangan kendaraan bermotor, asap rokok, bahan bakar bersumber dari dapur, dll.

Efek polusi udara dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: efek jangka pendek atau akut dan efek jangka panjang atau kronik.

Gangguan kesehatan dan gejala yang dapat timbul karena pencemaran udara meliputi: a. b.

Bersifat Karsinogenik

Acrylonitrite, dapat menimbulkan kanker paru. Secara kronik dapat menimbulkan dermatitis, Arsenic, dapat menimbulkan kanker paru, disamping itu dampak secara kronik bervariasi, seperti dermatitis, mucosa memberance, dll.

c.

Chromium dapat menimbulkan kanker paru, disamping itu dapat menyebabkan irritasi akut dapat menimbulkan dermatitis.

d.

Nickel, dapat menimbulkan kanker paru, disamping itu dapat menimbulkan gangguan pernapasan, astma, dan dermatitis.

e. f. g.

Polynuclear aromatic Hydrocarbons, dapat menimbulkan kanker paru. Asbestos, dapat menimbulkan kanker paru. Disamping itu dapat menimbulkan mesothelioma Radon, dapat menimbulkan kanker paru. Disamping itu dapat pula menimbulkan gangguan syarat,

10

h. i.

Benzene dapat menyebabkan leukemia. saluran pernafasan, anemia, dll Vynyl Chloride dapat menimbulkan kanker liver atau organ lain.

Bersifat Toksik dan Menimbulkan Gangguan Kesehatan

a.

Keracunan Sulfur dioksida (SO2), seperti Pharingitis, bronchitis, ashma, dan gangguan nafas. Gejala yang ditimbulkannya dapat bersifat akut, yaitu: Sesak nafas, iritasi mata. Keracunan Karbon monoksida (CO), dapat berupa gangguan pada proses oksigenisasi dalam tubuh. Gejala yang ditimbulkan dapat bersifat akut: Sakit kepala, mual, sesak nafas/nafas tidak teratur, suhu badan turun, shock, dan oedema paru. Pengaruh CO terhadap tubuh terutama disebabkan karena reaksi antara CO dengan haemoglobin ( Hb) di dalam darah. Haemoglobin di dalam darah secara normal berfungsi dalam sistem transport untuk membawa oksigen dalam bentuk oksihaemoglobin ( O2Hb ) dan paru-paru ke sel sel tubuh, dan membawa CO2 dalam bentuk CO2Hb dari sel-sel tubuh ke paru-paru. Dengan adanya CO2 haemoglobin dapat membentuk COHb. Jika reaksi demikian yang terjadi maka kemampuan darah untuk mentransport oksigen menjadi berkurang. Konsentrasi COHb dalam darah < 1,0% tidak ada pengaruh, 1-2% penampilan agak tidak normal, 2-5% berpengaruh terhadap sistem saraf sentral, reaksi pancaindra tidak normal, pandangan kabur; >5% perubahan fungsi jantung 10 80%: Kepala pusing, mual, nberkunangkunang, pingsan;

b.

c.

Keracunan Nitrogen oksida (NO2), dapat berupa gangguan iritasi selaput lendir pernafasan, sampai kematian. Gejala yang ditimbulkan dapat bersifat akut Oedema paru, sakit kepala, tenggorokan kering, batuk, nafas pendek, suhu badan naik, dan nyeri dada kanan. Gejala yang bersifat kronik antara lain dengan iritasi ringan, rasa terbakar dan nyeri pada tenggorokkan dan dada, batuk, nafas pendek.

d.

Keracunan Ozon (O3), dapat menimbulkan, gangguan keseimbangan otot mata, alat pengecap, konsentrasi/berfikir. Gejala yang timbul dapat berupa akut dan kronis . Gejala akut antara lain :mulut kering, nyeri dada, lemah kaki dan tangan, susah tidur, dan batuk, sedangkan gejala kronik merupakan penyakit paru-paru.

e.

Keracunan Partikel Debu, dapat menimbulkan gangguan kesehatan, berupa Peradangan pada saluran pernafasan, gangguan penglihatan dan iritasi kulit. Gejala akut antara lain sesak nafas, gatal-gatal kulit.
11

f.

Keracunan Timbel (Pb), dapat merupakan gangguan pada sistim syaraf pusat pada anak, termasuk penurunan tingkat kecerdasan dan hiperaktifitas, kerusakan ginjal. Gejala yang bersifat akut: Hilang nafsu makan, konstipasi, lelah, sakit kepala, anemia, kelumpuhan anggota badan, kejang, gangguan penglihatan.

g.

Keracunan Hidrogen sulfida (H2S), dapat menimbulkan Asphixia, merusak sistim syaraf penciuman, ginjal dan hati. Keracunan Amoniak (NH3), dapat, menimbulkan gangguan Kesehatan, berupa iritasi mata, tenggorokan, dan oedema paru. Keracunan Hidro karbon (HC), dapat menimbulkan Kelelahan, leukopenia, anemia, dan efek karsinogenik.

h.

i.

2. Pencemaran Air

Pencemaran air dapat membahayakan kesehatan manusia, bahaya yang ditimbulkan adalah berupa penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh polusi air dibagi menjadi dua macam yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular.

Penyakit Menular Penyakit menular, sesuai namanya penyakit menular dapat menular dari orang satu ke

orang yang lain. Berbagai macam penyakit menular dari polusi air disebabkan oleh beberapa hal, yakni: Virus yang terdapat dalam air yang tercemar, bakteri, protozoa, metazoa, dll. Selain penyebab dari luar seperti yang telah sebutkan tadi penyakit juga akan mudah menyerang tubuh jika kekebalan tubuh kita lemah, untuk itu kita harus berusaha menjaga kesehatan tubuh dan memakan makanan yang seimbang. Secara umum, gangguan yang terjadi akibat pencemaran air dapat dikelompokkan menjadi empat sebagai berikut: 1) Water diseases Merupakan penyakit yang ditularkan langsung melalui air minum, seperti kolera, tifus, dan disentri. 2) Water washed diseases

12

Merupakan penyakit yang berkaitan dengan kekurangan air hygiene perorangan, seperti scabies, infeksi kulit dan selaput lender, trachoma dan lepra. 3) Water based diseases Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit yang sebagian siklus kehidupannya berhubungan dengan schistosomiasis. 4) Water related vectors Adalah penyakit yang ditularkan oleh vector penyakit yang sebagian atau seluruhnya perindukkannya berada di air, seperti malaria, demam berdarah dengue, dan filariasis.

Contoh beberapa penyakit menular yang dapat tersebar melalui air yang tercemar: Jenis Mikroba Virus Virus Hepatitis A Hepatitis A Demam, sakit kepala, sakit perut, kehilangan selera makan, pembengkakan hati sehingga tubuh menjadi kuning Penyakit Gejala

Virus Polio

Poliomyelitis

Tenggorokan sakit, demam, diare, sakit pada tungkai dan punggung, kelumpuhan dan kemunduran fungsi otot

Bakteri Vibrio Cholerae Kolera Diare yang sangat parah, muntah-muntah, kehilangan cairan sangat banyak sehingga menyebabkan kejang dan lemas

Escherichia coli (strain patogen)

Diare

Buang air besar berkali-kali dalam sehari, kotoran encer (mengandung banyak air), terkadang diikuti rasa mulas atau sakit perut

Salmonella typhi

Tifus

Sakit kepala, demam, diare, muntah-muntah, peradangan dan pendarahan usus.

13

Shigella dysentriae

Disentri

Infeksi usus besar, diare, kotoran mengandung lendir dan darah, sakit perut

Protozoa Entamoeba histolytica Disentri amuba (sama seperti disentri oleh bakteri)

Balantidium coli

Balantidiasis

Peradangan usus, diare berdarah

Giardia lamblia

Giardiasis

Diare, sakit perut, terbentuk gas dalam perut, bersendawa, kelelahan

Metazoa (cacing parasit) Ascaris lumbricoides (cacing gelang) Ascariasis Demam, sakit perut yang parah, malabsorbsi, muntah-muntah, kelelahan

Taenia saginata (cacing pita)

Taeniasis

Gangguan pencernaan, rasa mual, kehilangan berat badan, rasa gatal di anus

Schistosoma sp. (cacing pipih)

schistosomiasis Gangguan pada hati dan kantung kemih sehingga terdapat darah dalam urin, diare, tubuh lemas, sakit perut yang terjadi berulang-ulang.

Penyakit Tidak Menular Penyakit menular, dari namanya dapat diambil kesimpulan bahwa penyakit tidak menular

adalah jenis penyakit yang tidak dapat menular dari orang satu ke orang lain. Banyak hal yang menyebabkan penyakit tidak menular menyerang manusia, diantaranya adalah kandungan yang terdapat didalam air yang tercemar. Kandungan air tercemar yang berpotensi menyebabkan penyakit tidak menular kepada manusia diantaranya: 1) Kadnium Kadnium adalah logam berat yang banyak digunakan pada industri pipa PVC, pembuatan karet, dan pabrik kaca.

14

Apbila Kadnium terserap tubuh manusia dapat mengakibatkan ganguan pada pembuluh darah, sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan dapat menyebabkan gagal jantung. Serta mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal dan hati, pelunakan tulang sehingga tulang-tulang punggung terasa nyeri. 2) Kobalt Logam kobalt banyak digunakan dalam industri sebagai bahan campuran untuk pembuatan mesin pesawat, magnt, alat pemotong atau penggiling, serta untuk pewarna kaca, keramik, dan cat. Apabila tubuh manusia menerima Kadnium dalam jumlah banyak dapat menyebabkan gagal jantung dan edema (pembengkakan jaringan akibat akumulasi cairan dalam sel). 3) Merkuri Merkuri banyak digunakan dalam proses industri pembuatan klorin, juga terdapat pada baterai, cat, plastik, termometer, lampu tabung, kosmetik dan hasil pembakaran batu bara. Tubuh manusia menerima merkuri terutama dari konsumsi hewan-hewan air yang telah tercemar merkuri. Efek merkuri, pada wanita hamil dapat menyebabkan janin menjadi cacat mental. Tubuh yang terpapar merkuri dalam jangka waktu lama dapat mengalami kerusaka ginjal, saraf dan jantung. Pada konsentrasi rendah merkuri dapat menimbulkan sakit kepala, depresi, dan perubahan perilaku. 4) Timbal Pencemaran air oleh logam Timbal dapat berasal dari berbagai sumber, seperti : rembesan dari sampah kaleng yang mengandung timbal, cat yang mengandung timbal, bahan bakar bertimbal, pestisida, korosi pipa-pipa yang mengandung timbal. Adapun efek yang ditimbulkan Logam Timbal bagi tubuh manusia seperti: Pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur dan kematian janin. Pada anak-anak dapat menyebabkan cacat mental dan gangguan fisik. Pada orang dewasa meningkatkan resiko terkena hipertensi (tekanan darah tinggi). 5) dan lain sebagainya. Sama halnya dengan penyakit menular yang dijelaskan diatas, penyakit tidak menular tidak akan menyerang tubuh kita jika kita menjaga kesehatan dan kebersiahn serta selalu

15

menjaga agar kekebalan tubuh dalam kondisi terbaik dengan cara istirahat yang cukup dan makan makanan yang seimbang.

3. Pencemaran Tanah

Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan Kematian. Polusi tanah terutama akibat aktivitas manusia, seperti aplikasi pestisida seperti atrazin, yang merupakan obat pembunuh rumput-rumputan yang populer, dan generasi limbah industri yang tidak diinginkan seperti arsenik. Polusi tanah perubahan komposisi tanah dan menciptakan lingkungan tanah patogen, menyebabkan penyebaran penyakit.

Kanker Pestisida, benzena, kromium dan pembunuh gulma bersifat karsinogen yang telah dibentuk untuk menyebabkan semua jenis kanker. Paparan jangka panjang benzena bertanggung jawab untuk siklus haid tidak teratur pada wanita, leukemia dan anemia. Tingkat tinggi paparan terhadap benzena adalah fatal. Benzene adalah cairan kimia yang ditemukan dalam minyak mentah, bensin dan asap rokok. Hal ini digunakan dalam sintesis kimia dan mengganggu fungsi seluler dengan mengurangi produksi sel darah merah, sel darah putih dan antibodi, sehingga mengorbankan imunitas tubuh. Dalam karya tulis ini saya ingin membahas penyakit kanker yang di sebabkan oleh polusi tanah. Studi anyar Negeri paman Sam menemukan orang yang terpapar pestisida, berisiko dua kali lipat meningkatkan gejala-gejala pre-kanker darah. Studi itu
16

melibatkan 678 pria, berusia 30 hingga 94 tahun di California Utara dan Iowa yang memakai pestisida. Mereka dibandingkan dengan 9 ribu orang dari masyarakat umum di Olmsted County, Minnesota.

Hasilnya, tidak ada kasus MGUS (monoclonal gammopathy of undetermined significance) yang ditemukan pada kelompok yang terpapar pestisida, yang berusia di bawah 50 tahun. Namun diantara mereka yang berusia di atas 50, prevalensinya mencapai 6,8 persen. Itu adalah 1,9 kali lebih tinggi ketimbang jumlah keseluruhan populasi. Kondisi MGUS dicirikan oleh kadar protein dalam plasma yang abnormal. Gangguan ini membutuhkan pengobatan karena bisa berkembang menjadi mieloma multipel (kanker sel plasma di dalam sumsum tulang).kita ambil salah satu contoh penyakit kanker darah yang timbul akibat polusi tanah . Penyakit Kanker Darah

Berbagai jenis kanker darah merupakan pengembangan yang abnormal atas sel- sel dan sumsum tulang dan aliran darah.

a. Gejala Gangguan pada Penyakit Kanker Darah

Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit)

Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang terbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

17

Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

b.

Organ yang Diserang Ketika sudah terkena gejala-gejala kanker tersebut, sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organorgan penting serta syaraf tulang belakang. Sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya.

c.

Dampak Lebih Lanjut dan Gangguan Kesehatan Tersebut Kanker darah atau dikenal juga dengan leukemia merupakan salah satu kanker yang sangat berbahaya. Kanker yang terjadi pada darah atau sumsum tulang akibat perbanyakan sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Sering kali proses perbanyakan sel tersebut terjadi di leukosit, yaitu sel darah putih. Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.

Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.

18

Pada tahun 2000, terdapat sekitar 256,000 anak dan dewasa di seluruh dunia menderita penyakit sejenis leukemia, dan 209,000 orang diantaranya meninggal karena penyakit tersebut, Hampir 90% dari semua penderita yang terdiagnosa adalah dewasa.

BAB III PENUTUP


3.1 KESIMPULAN

Kesimpulan dari makalah penelitian ini adalah penyebab utama kerusakan al adalah ulah manusia itu sendiri. Manusia seringkali tidak mengetahui dampak buruk atas perbuatan yang mereka lakukan, seperti penggundulan hutan yang akan menyebabkan penipisan ozon dan pembuangan limbah sembarangan. Hal ini sangat membahayakan kehidupan manusia karena dari dapat menyebabkan bencana alam dan penyakit berbahaya seperti kanker, tumor, hepatitis, dll.
3.2 SARAN

Manusia sebagai pemimpin di muka bumi seharusnya mengenal alam lebih dalam lagi sehingga bisa menerapkan langkah yang lebih baik dalam menjaga keseimbangan alam untuk keberlangsungan hidup yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

19

Arya Wardhana, Wisnu. Dampak Pencemaran Lingkungan Ed. III- Yogyakarta Manusia, Kesehatan, dan Lingkungan/ Otto Soemarwoto, 1998 Mukono. 2006. Prinsip dasar Kesehatan Lingkungan Edisi Kedua, Surabaya : Airlangga University Press Sunu, Pramudya. 2011. Melindungi Lingkungan ISO 14001, Jakarta : PT Grasindo Wardhana, Arya Wisnu. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan, Yogyakarta : Andi Yogyakarta

20