Anda di halaman 1dari 38

I. PENDAHULUAN A.

Latar belakang Perbanyakan secara vegetatif adalah cara perkembangbiakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian tanaman seperti batang, cabang, ranting, pucuk daun,umbi dan akar, untuk menghasilkan tanaman yang baru, yang sama dengan induknya. Perbanyakan tanaman merupakan serangkaian kegiatan yang diperlukan untuk menyediakan materi tanaman baik untuk kegiatan penelitian maupun program penanaman secara luas. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara vegetatif. Dengan penerapan teknik pembiakan vegetatif akan diperoleh bibit yang memiliki struktur genetik yang sama dengan induknya (Naiem, !!!", sehingga penggunaan materi genetik yang unggul sebagai bahan untuk perbanyakan merupakan kunci untuk menghasilkan anakan yang berkualitas. Prinsipnya adalah merangsang tunas adventif yang ada di bagian-bagian tersebut agar berkembang men#adi tanaman sempurna yang memiliki akar, batang, dan daun sekaligus. Perbanyakan vegetatif dapat dilakukan dengan cara mencangkok, setek, rundukan, dan kultur #aringan. Keunggulan perbanyakan ini adalah menghasilkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan pohon induknya. $elain itu, tanaman yang berasal dari perbanyakan secara vegetatif lebih cepat berbunga dan berbuah. $ementara itu, kelemahannya adalah membutuhkan pohon induk dalam #umlah besar sehingga membutuhkan banyak biaya. Kelemahan lain, tidak dapat menghasilkan bibit secara massal #ika cara perbayakan yang digunakan cangkokan atau rundukan. Perbanyakan vegetatif dibagi men#adi % & . Perbanyakan vegetatif alami, %. Perbanyakan vegetatif buatan, ada % macam, yaitu & a. Perbanyakan vegetatif buatan dengan perbaikan sifat, yaitu okulasi,grafting, kultur #aringan. b. Perbanyakan vegetatif tanpa perbaikan sifat, yaitu cangkok dan stek (daun, batang, akar".

. Perbanyakan 'egetatif (lami a" Keuntungan Perbanyakan vegetatif alami & " dapat dipraktekkan pada tanaman yang tidak menghasilkan bi#i. %" sifat pohon induk diturunkan ke generasi berikutnya. )" masa #uvenil relatif pendek . *" mempercepat persediaan bibit. b" Kelemahan Perbanyakan vegetatif alami& " infeksi sistemik oleh virus dapat men#alar ke semua tanaman %" bahan tanam akan menghabiskan tempat, tidak seperti bi#i )" periode penyimpanan bahan tanam pendek *" mekanisme perbanyakan pada beberapa tanaman tidak praktis c" +aktor yang mempengaruhi Perbanyakan vegetatif alami& " +aktor ,ntern & (a". dormansi bahan tanam (b". -P. %" +aktor /kstern& (a". (b". $uhu Kelembaban

%. Perbanyakan vegetatif 0uatan a" Keuntungan: . berbuah cepat dan banyak %. sifatnya sama dengan induknya ). cepat menghasilkan individu baru b" kekurangan& . mudah terserang hama penyakit %. perakaranya lemah ). tinggi tumbuhan pendek c" +aktor yang mempengaruhi Perbanyakan 'egetatif 0uatan " +aktor ,ntern & (a". Dormansi bahan tanam (dapat dipecahkan dengan pemberian kelembaban tinggi" (b". -P. (dapat memacu pertumbuhan akar dan tunas"
2

%" +aktor /kstern& (a". suhu (bahan tanam tidak tahan dengan suhu tinggi" (b".kelembaban (pada a1al masa tanam dibutuhkan kelembaban yang tinggi" (c". cahaya (pada a1al pertumbuhan tunas dan akar dibutuhkan cahaya yang tidak banyak, maka perlu diberi naungan" (d".#amur dan bakteri (biasanya sangat peka terhadap keadaan yang lembab, bahan tanam yang terlukai sangat ra1an terhadap serangan #amur dan bakteri sehingga menyebabkan kebusukan" B. tujuan 2ntuk mengetahui berbagai macam teknik perbanyakan vegetatif.

II. ACARA 1 PERBANYAKAN TANAMAN DEN AN !TEK ".1 Da#ar te$r% $tek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang, akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan men#adi tanaman baru. $ebagai alternarif perbanyakan vegetatif buatan, stek lebih ekonomis, lebih mudah, tidak memerlukan keterampilan khusus dan cepat dibandingkan dengan cara perbanyakan vegetatif buatan lainnya. 3ara perbanyakan dengan metode stek akan kurang menguntungkan #ika bertemu dengan kondisi tanaman yang sukar berakar, akar yang baru terbentuk tidak tahan stress lingkungan dan adanya sifat plagiotrop tanaman yang masih bertahan. Keberhasilan perbanyakan dengan cara stek ditandai oleh ter#adinya regenerasi akar dan pucuk pada bahan stek sehingga men#adi tanaman baru yang true to name dan true to type. 4egenerasi akar dan pucuk dipengaruhi oleh factor intern yaitu tanaman itu sendiri dan faktor ekstern atau lingkungan. $alah satu faktor intern yang mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk adalah fitohormon yang berfungsi sebagai 5at pengatur tumbuh. 0oulline dan 6ent ( !))" menemukan substansi yang disebut rhi5ocaline pada kotiledon, daun dan tunas yang menstimulasi perakaran pada stek. 7enurut 8artmann et al ( !!9", 5at pengatur tumbuh yang paling berperan pada pengakaran stek adalah (uksin. (uksin yang biasa dikenal yaitu indole-)-acetic acid (,((", indolebutyric acid (,0(" dan nepthaleneacetic acid (N((". ,0( dan N(( bersifat lebih efektif dibandingkan ,(( yang meruapakan auksin alami, sedangkan 5at pengatur tumbuh yang paling berperan dalam pembentukan tunas adalah sitokinin yang terdiri atas 5eatin, 5eatin riboside, kinetin, isopentenyl adenin (-iP", thidia5urron (.0-", dan ben5yladenine (0( atau 0(P". $elain auksin, absisic acid ((0(" #uga berperan penting dalam pengakaran stek. +aktor intern yang paling penting dalam mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk pada stek adalah faktor genetik. :enis tanaman yang berbeda mempunyai
4

kemampuan regenerasi akar dan pucuk yang berbeda pula. 2ntuk menun#ang keberhasilan perbanyakan tanaman dengan cara stek, tanaman sumber seharusnya mempunyai sifat-sifat unggul serta tidak terserang hama dan;atau penyakit. $elain itu, manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan status fisiologi tanaman sumber #uga penting dilakukan agar tingkat keberhasilan stek tinggi. Kondisi lingkungan dan status fisiologi yang penting bagi tanaman sumber diantaranya adalah& a. Status air. $tek lebih baik diambil pada pagi hari dimana bahan stek dalam kondisi turgid. b. Temperatur. .anaman stek lebih baik ditumbuhkan pada suhu %<3 hingga %9<3. c. Cahaya. Durasi dan intensitas cahaya yang dibutuhkan tamnaman sumber tergantung pada #enis tanaman, sehingga tanaman sumber seharusnya ditumbuhkan pada kondisi cahaya yang tepat. d. Kandungan karbohidrat. 2ntuk meningkatkan kandungan karbohidrat bahan stek yang masih ada pada tanaman sumber bisa dilakukan pengeratan untuk menghalangi translokasi karbohidrat. Pengeratan #uga berfungsi menghalangi translokasi hormon dan substansi lain yang mungkin penting untuk pengakaran, sehingga ter#adi akumulasi 5at-5at tersebut pada bahan stek. Karbohidrat digunakan dalam pengakaran untuk membangun kompleks makromolekul, elemen struktural dan sebagai sumber energi. 6alaupun kandungan karbohidrat bahan stek tinggi, tetapi #ika rasio 3;N rendah maka inisiasi akar #uga akan terhambat karena unsur N berkorelasi negatif dengan pengakaran stek (8artmann et al, !!9". +aktor lingkungan tumbuh stek yang cocok sangat berpengaruh pada ter#adinya regenerasi akar dan pucuk. =ingkungan tumbuh atau media pengakaran seharusnya kondusif untuk regenerasi
5

akar yaitu cukup lembab, evapotranspirasi rendah, drainase dan aerasi baik, suhu tidak terlalu dingin atau panas, tidak terkena cahaya penuh (%>>- >> 6;m%" dan bebas dari hama atau penyakit. "." Ba&an 'an alat %.%. %.%. . %. 7acam 0ahan $etek 7acam .anaman .anaman teh-tehan (bahan setek pucuk" .anaman 0igonia, /uphorbia, (denium (bahan setek batang basah" ). *. ?. .anaman Puring (bahan setek batang keras" .anaman 0igonia (bahan setek daun" Kentang, ba1ang merah, empon-empon, (bahan setek umbi"

3. (lat dan 0ahan . %. ). *. ?. @. 9. Pisau (cutter" 0ak plastik pesemaian Plastik transparan .anaman -P. & 4otoon + dan urine sapi 7edia tanam & Pasir Apupuk kandangAtanah (ir

".( Tekn%k )elak#anaan . $iapkan aneka macam bahan setek, setiap mahasis1a menyediakan ) potongan untuk setiap macam bahan setek (pan#ang stek batang sekitar > cm atau kurang..melihat persediaan bahan". 2ntuk bahan setek yang bergetah, atuskan dulu getahnya sampai tuntas. =akukan peker#aan

pertama untuk bahan bergetah ini, lalu diamkan agar sambil menger#akan peker#aan lain bahan ini sudah hilang getahnya. %. Perlakukan setiap potongan setek dengan % macam -P. yaitu Rotoon-F dan urine sapi. 2ntuk 4otoon B +, buat pasta kemudian oleskan tipis B tipis pada pangkal potongan bahan setek. 2ntuk urine sapi, encerkan urine dengan air sehingga men#adi larutan dengan konsentrasi > C, kemudian pangkal setek dicelup ? menit dalam larutan urine (untuk tiap macam -P. diberikan pada % potongan setek" ). $iapkan media, masukkan ke dalam bak plastik sampai volume setengahnya *. $iram media dengan air sampai basah tetapi tidak menggenang ?. 0uat lubang dengan tugal untuk menanam bahan setek @. .anam setek yang sudah diperlakukan dengan -P., masukkan dalam lubang lalu tekan media di sekitar setek dengan pelan tetapi mantap, sehingga kedudukan setek kuat 9. .utuplah bak plastik dengan lembaran plastik transparan, #angan lupa beri label pada bak pesemaian tersebut. D. =akukan pemeliharaan dan pengamatan terhadap peker#aan saudara, periksa kelembaban media, periksa kondisi setek apabila terlihat kering, layu atau busuk segera diganti yang baru. ".* Penga+atan Pengamatan pada semua macam setek dilakukan terhadap parameter -parameter sebagai berikut & . $aat munculnya tunas ( hitung #umlah hari dari saat tanam sampai saat keluarnya tunas " %. Pan#ang tunas, diukur dari permukaan tanah sampai u#ung tunas tertinggi ). :umlah tunas yang muncul.

*. Pan#ang akar terpan#ang, diukur di akhir praktikum dengan cara dibongkar dari media kemudian diukur dengan penggaris ?. =akukan pemotretan terhadap masing B masing bahan setek, ikuti pertumbuhannya. Eambar ini nantinya digunakan sebagai lampiran atau sebagai gambar dalam naskah untuk membahas dalam laporan akhir.

"., Ha#%l )enga+atan 'an )e+ba&a#an (. hasil pengamatan -aktu )enga+atan % nov dan %9 des %> %. pengukuran akar %! #an %> ) % nov dan %9 des %> %. Pengkuran akar %! #an %> ) % nov dan %9 des %> %. Pengukran akar %! #an %> ) Tekn%k )erban.akan Na+a tana+an Puring $tek batang /uphorbia bugenvil $tek pucuk Puring adenium $tek daun 0igonia .dk ada .dk ada % B ) cm .dk ada .dk tumbuh tunas .dk tumbuh tunas % B % cm .dk ada .dk ada B % cm .dk ada .dk tumbuh akar .dk tumbuh akar * cm .dk ada .dk ada % .dk ada .dk ada Panjang tuna# % B ) cm Panjang akar B % cm /u+la& tuna# %

sansivera % nov dan %9 des %> %. Pngukran akar %! #an %> )

.dk ada

$tek umbi

Kunyit

0. pembahasan Perbanyakan vegetatif adalah perbanyakan tanaman yang menggunakan bagian-bagian vegetatif tanaman seperti akar, batang dan
8

daun. 0eberapa cara perbanyakan vegetatif yang dipergunakan dalam acara , praktikum kali ini adalah stek batang,stek daun stek umbi dan stek pucuk. Dalam pelaksanaan praktikum ini tidak ada kendala, tetapi pada 1aktu persemaian itu berlangsung kendala yang di hadapi adalah tergenangnya air di atas plastik penutup yang menyebabkan tanaman banyak yang rusak dan tidk ter#adi pertumbuhan tunas. ".0 Ke#%+)ulan Dari data yang di hasilkan dapat di simpulkan bah1asanya & . .eknik perbanyakan vegetatif dengan stek ini cukup mudah untuk dilakukan. %. Kendala yang di hadapi pada 1aktu praktikum ini dilaksanakan tidak ada, yang men#adi kendala adalah pada 1aktu sampel sedang mengalami pertumbuhan, air tergenang di atas permukaan penutup yang menyebabkan tanaman banyak mengalami kerusakan. ). $ebagian tanaman tumbuh dengan baik terutama pada stek umbi. *. Pada teknik stek daun tidak ada yang menimbulkan tunas dan akar, tanaman rusak. ?. Fang paling terbaik adalah tenik stek umbi menggunakan kunyit.

III. ACARA " PENCAN K1KAN (.1. Da#ar te$r% 7encangkok merupakan salah satu cara pembiakan vegetatif buatan yang bertu#uan untuk mendapatkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya dan cepat menghasilkan. Pencangkokan dilakukan dengan
9

menyayat dan mengupas kulit sekeliling batang, lebar sayatan tergantung pada #enis tanaman yang dicangkok. Penyayatan dilakukan sedemikian rupa sehingga lapisan kambiumnya dapat dihilangkan (dengan cara dikikis". $etelah luka yang dibuat cukup kering, 4ootone-+ diberikan sebagai perlakuan agar bahan cangkokan cepat berakar. 7edia tumbuh yang digunakan terdiri dari tanah dan kompos dan dibalut dengan sabut kelapa atau plastik. 0ila batang diatas sayatan telah menghasilkan sistem perakaran yang bagus, batang dapat segera dipotong dan ditanam di lapang. 7enurut 4ochiman dan 8ar#adi ( !9)", hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pencangkokan tanaman adalah & ( " 1aktu mencangkok, sebaiknya pada musim hu#an karena tidak perlu melakukan penyiraman berulang-ulang, (%" 7emilih batang cangkok, pohon induk yang digunakan adalah yang umurnya tidak terlalu tua atau terlalu muda, kuat, sehat dan subur serta banyak dan baik buahnya, ()" Pemeliharaan cangkokan, pemeliharaan sudah dianggap cukup bila media cangkokan cukup lembab sepan#ang 1aktu. $uatu percobaan dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan -at Pengatur .umbuh (4ootone-+" dan media terhadap cangkokan. (.". Ba&an 'an alat (. 7acam .anaman .anaman yang akan dicangkok adalah tanaman B tanaman buah yang ada di kebun percobaan, terdiri dari #ambu, kakao, melin#o, murbei, manggaG dan tanaman hias seperti puring aneka macam, 1alisongo, tanaman Hdaun seledriI. 0. (lat Dan 0ahan . Pisau (cutter" %. Plastik transparan ). .anaman *. -P. & 4otoon +

10

?. 7edia tanam & Pasir Apupuk kandangAtanah @. (ir (.(. Tekn%k )elak#anaan . Pilih cabang tanaman yang akan dicangkok, kriteria cabang adalah tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Diameter cabang kurang lebih antara cm B ) cm, #angan terlalu besar. =etak cabang #angan terlalu tinggi untuk memudahkan penger#aan. %. Kupaslah kulit cabang dengan cara dikerat dulu sekeliling cabang sedalam kira-kira sampai terasa bagian kayunya. Kerat lagi di atas atau ba1ah keratan pertama ber#arak sekitar ?-9 cm. (ngkat kulit pada keratan tersebut lalu bersihkan bagian berlendir yang licin sampai kering. ). 2sapkanlah selapis tipis -P. 4otoon-+ pasta pada bagian kulit yang luka yang ada pada sisi atas (arah ta#uk tanaman", sisi ba1ah tidak diberi -P.. *. 0iarkan beberapa saat, sementara itu siapkan media berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang, serta plastik untuk membungkus cangkokan. ?. .utuplah bagian cabang yang telah terkelupas dengan media lembab secukupnya dan dipadatkan, kemudian tutup dengan plastik. @. ,katlah u#ung plastik penutup media tadi erat B erat dan rapat menempel pada cabang. $elan#utnya lakukan pengamatan dan media disiram bila cuaca kering. (.*. Penga+atan =akukanlah pengamatan terhadap keberhasilan pencangkokan, dengan ciri-ciri sebagai berikut & . 7uncul akar baru ber1arna keputih putihan, kadang-kadang sudah menembus plastik pembungkus %. Daun pada percabangan tetap segar ber1arna hi#au ). =akukan pemotretan terhadap cangkok yang telah #adi tersebut
11

. Pemotongan cangkok 3angkokan yang sudah #adi sebaiknya dipotong dari induknya dan ditanam dalam pot atau langsung ditanam di lahan. (.,. Ha#%l )enga+atan 'an )e+ba&a#an (. 8asil pengamatan Dari hasil yang di dapat dari praktikum pencangkokan ini cukup memuaskan, karna pencakokan tumbuh akar dan tumbuh dengan baik. Pertumbuhan untuk sempel yang di gunakan cukup baik daun masih terlihat hi#au segar. Eambar hasil.

0. Pembahasan Dalam praktikum kali ini pencangkokan yang di lakukan ada kendala yang di hadapi yaitu pada saat melakukan penger#aan batang sampel berada posisi yang merepotkan. Pada daun di setelah % minggu mulai menguning dan berangsur gugur dan pada minggu ke-) daun gugur semua dan mulai terlihat tunas baru. (kar hasil pencangkokan tumbuh pada minggu ke-* terlihat dari munculnya akar dari plastik. (kar

12

lebih lama tumbuh karna 1aktu pemberian tanah sebelumnya sudah dibasahi terlebih dahulu, #adi tanah yang ada dalam plastic mengeras semua saat hari panas dan menghambat munculnya akar dan akar yang tumbuh terlihat sedikit dan besar-besar. 8al ini ter#adi pula pada perlakuaan 4ooton-+ ketika tanah dilekatkan batang yang telah diolesi ikut tersapu oleh tanah. Pada control akar lebih sedikit di banding yang ada pada perlakuan 4ooton-+. Pada saat pemangkasan daun layu sebelum penanaman, saat plastic dibuka struktur tanah masih mengeras karna tanah yang bersifat lempung. Penanaman dilakukan dan menun#ukan kehidupan dengan di tandai tunas yang tadinya layu kemudian tumbuh men#adi ranting-ranting dan berbuah.

Ke#%+)ulan Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat di simpulkan bah1a teknik pencangkokan ini cukup mudah dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, dan terdapat perbedaan pada kedua perlakuan 4ooton-+ dan control. 8asil pencangkokan tumbuh dengan baik, dan mampu berbuah.

I2. ACARA ( PENYAMBUN AN DAN 1KULA!I *.1. Da#ar te$r% 7enyambung adalah menempelkan atau menyambung bagian tanaman ke bagian lainnya sehingga tercapainya persenya1aan yang membentuk
13

tanaman baru. $eperti halnya pembiakan vegetatif lainnya, menyambung tidak mengubah susunan genetis tanaman baru dan sama dengan tanaman induk. 7enyambung ditu#ukan untuk memperoleh tanaman yang cepat berbuah, memperbaiki bagian tanaman yang rusak dan untuk memperbaiki sifat batang atas (:umin, !!*". $edang yang dimaksud dengan sambung pucuk ialah penyatuan pucuk (bagian atas tanaman" sebagai calon batang atas dengan batang ba1ah tanaman lain yang semarga. $ehingga terbentuk tanaman baru yang compatatie (mampu" saling menyesuaikan diri secara kompleks. $yarat yang harus dipenuhi oleh batang ba1ah antara lain ialah & akarnya dalam, sehingga tahan kekeringan, tahan penyakit akar, tumbuhnya cepat dan bisa bersatu dengan batang atasnya. $edangkan tanaman yang akan di#adikan batang atas harus berasal dari tanaman yang sudah terbukti bersifat unggul (6i#aya, !D?" Erafting atau ent merupakan istilah asing yang sering kita dengar itu, pengertiannya ialah menggabungkan batang ba1ah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa, sehingga tercapai persenya1aan dan kombinasi ini akan terus tumbuh membentuk tanaman baru (6udianto, !! ". Erafting dapat dibedakan men#adi empat macam, yaitu (:umin, !!*"& . (pproach graft (penyambungan dekat" adalah menyambung dua tanaman yang masing-masing tanaman masih berhubungan dengan akarnya. 0agian yang digabungkan antara kedua tanaman itu adalah bagian atas sa#a. $etelah cukup berumur barulah salah satu batang ba1ah dipotong atau sama sekali dibiarkan terus sampai 1aktu tertentu. %. ,n arching adalah penyambungan (penyusukan" yang masing-masing batang atas dan ba1ah tetap berhubungan dengan akarnya. 8al ini untuk memperoleh yang daya isap haranya tinggi. ). Detached seron graft adalah batang atas lepas dari akarnya, diperoleh dari tanaman lain untuk disambung pada tanaman lainnya yang men#adi batang ba1ah. *. 0ridge grafting adalah penyambungan yang terbentuk seperti #embatan guna mengganti kulit yang rusak.
14

Kondisi siap sambung, baik secara teknis maupun fisiologis banyak dibentikan oleh kevigoran dan umur batang ba1ah. 0atang ba1ah yang vigor akan lebih cepat mencapai kondisi siap sambung karena memiliki kemampuan pertumbuhnan yang lebih besar (3opeland, !9@". 2mur batang ba1ah berkaitan erat dengan kandungan cadangan makanan. Dengan bertambahnya umur maka semakin banyak cadangan makanan yang tertimbun dalam #aringan batang yang kandungan cadangan makanan dan hormon tumbuhnya berimbang (:a1al et al., !!?". Jkulasi sering #uga disebut dengan menempel, ocultatie (0elanda" atau budding (,nggris". 0anyak #enis pohon buah-buahan yang dapat diokulasi, ada yang mudah dilakukan dan ada yang susah dilakukan. :enis tanaman seperti #eruk, apokat, rambutan, durian, #ambu bi#i dan mangga sangat mudah untuk diokulasi dan berhasil dengan baik. $edang buah seperti sa1o, nangka, duku, dan pala #ika diokulasi pertumbuhan tunasnya sangat sulit. :enis tanaman buah-buahan yang sampai saat ini belum bisa diokulasikan adalah manggis (6udianto, !! ". 7emindahkan sebuah mata tunas ke pangkal ba1ah tanaman lain yang se#enis (famili" untuk memperoleh tanaman yang mempunyai sifat gabungan antara kedua tanaman itu disebut okulasi. (sal mata tunas yang ditempelkan mempunyai sifat ta#uk yang baik dan batang ba1ah mempunyai perakaran yang kuat maka kedua sifat baik itu tergabung pada satu tanaman :umin ( !!*". Kelebihan dari hasil okulasi adalah tanamannya lebih baik dari induknya. 0isa dikatakan demikian karena okulasi dilakukan pada tanaman yang mempunyai perakaran yang baik dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit dipadukan dengan tanaman yang mempunyai rasa buah yang le5at, tetapi mempunyai perakaran yang kurang baik. .anaman yang mempunyai perakaran baik digunakan sebagai batang pokok yang digunakan sebagai batang pokok yang akan ditempeli dan #uga batang ba1ah. $edang tanaman yang mempunyai buah le5at diambil matanya untuk ditempelkan pada batang pokok dan #uga dikenal sebagai batang atas

15

(6udianto, !! ".

7enurut $ugito ( !! " untuk mendapatkan

hasil okulasi yang baik, beberapa hal perlu diperhatikan, yaitu & . antara batang atas dan batang ba1ah mempunyai sifat kompobilitas yang tinggi di antaranya mempunyai kesamaan dalam hal& umur batang, diameter batang dan lingkungan tumbuh tanaman induk. $uhu udara tempat persemaian diusahakan stabil dan berkisar antara %>-%) %. kelembaban udara di#aga cukup tinggi untuk mempercepat pembentukan kalus ). bahan stek dan lingkungan persemaian bebas dari hama dan penyakit (bial perlu disterilkan" *. diperlukan naungan untuk menghindari intensitas radiasi matahari yang terlalu tinggi serta untuk men#aga kelembaban udara di ba1ah naungan. *.". Ba&an 'an alat (. 7acam .anaman .anaman yang dipakai dalam praktek penyambungan ini adalah tanaman buah seperti nangka, kelengkeng, #ambu, srikaya, durian, dan tanaman hias ketepeng mini, puring 0. (lat Dan 0ahan . Pisau (cutter" %. Plastik transparan ). .anaman batang ba1ah dalam polibeg *. /ntres dan mata tunas (calon batang atas" *.(. Tekn%k )elak#anaan . $ambung pucuk a. $iapkan tanaman batang ba1ah dalam pot

16

b. =akukan pemotongan pucuk batang ba1ah setinggi %> cm dari tanah c. 0uatlah celah sedalam ) B * cm pada bekas potongan batang ba1ah d. $iapkan batang atas berupa pucuk ranting tanaman yang sudah diketahui kualitas produksinya, sepan#ang kurang lebih %> cm e. 0auat irisan meruncing dan pipih seperti mata kampak pada pucuk tersebut f. 7asukkan pucuk runcing pipih tersebut ke dalam celah batang ba1ah kemudian diikat dengan plastik transparan yang lentur. g. =etakkan tanaman sambungan tersebut pada lokasi yang teduh selama kurang lebih sebulan h. (mati sambungan tersebut, pada minggu kedua buka ikatan untuk dilihat apakah sudah ter#adi pertautan. 0ila tautan sudah rapat dan tanaman tetap hidup;hi#au, maka biarkan sambungan tsb terbuka, berarti sambungan sudah #adi.0ila pertautan belum rapat, maka tutup kembali ikatan pada sambungan tersebut. %. $ambung mata tunas (okulasi" a. $iapkan tanaman batang ba1ah dalam polibeg yang telah berdiameter sekitar cm

b. 0uat sayatan pada kulit batang benbentuk huruf ., lalu dilepaskan lekatannya dengan batang pelan tapi kulit masih menempel c. $iapkan satu mata tunas yang diambil dari calon batang atas, buat irisan persegi seluas kira B kira sama dengan luas sayatan pada batang ba1ah

17

d. 7asukkan kulit batang yang disertai satu mata tunas ke dalam sayatan batang ba1ah, lalu ikat dengan tali plastik transparan dan lentur e. =etakkan sambungan okulasi di tempat teduh f. Periksa setelah % B ) minggu apakah mata tunas hidup, ditandai masih hi#au, tidak busuk atau kering. =akukan penyiraman media bila perlu g. $etelah bulan periksa lagi apakah sudah ter#adi pertautan kulit

batang atas dan ba1ah. 0ila sudah, maka tali bisa dilepas, tunas% yang muncul pada batang ba1ah dihilangkan. 7ata tunas akan tumbuh men#adi tunas daun, dan artinya penyambungan berhasil. *.*. Penga+atan a. $ambung . %. ). *. 7uncul tunas pertama (hari setelah tanam". :umlah tunas yang tumbuh. .inggi masing-masing tunas. (pakah ter#adi persenya1aan antara batang ba1ah dengan batang atas. b. Jkulasi . (pakah ter#adi persenya1aan antara mata dengan batang. %. 6aktu muncul tunas. ). .inggi tunas. *.,. Ha#%l )enga+atan 'an )e+ba&a#an (. hasil pengamatan . $ambung 2ntuk hasil pengamatan pada acara sambung yang menggunakan tanaman ketepeng ini, muncul tunas cukup baik dan tumbuh dengan sempurna. Pada praktek sambung ini seberapa banya muncul tunas kurang diketahui, tetapi tunas yang tumbuh

18

bercabang %. 2ntuk tinggi tunasnya kurang lebih sekitar ?cm dan ter#adi persenya1aan yang cukup baik. Eambar hasil.

%. Jkulasi 8asil praktikum okulasi ini kurang memuaskan, karna okulasi tidakberhasil, tunas tidak muncul dan membusuk. Eambar hasil pengamatan.

0. Pembahasan Dari hasil praktikum yang sudah dilakukan sudah seperti prosedur yang ada.
19

Pada sambung pucuk langkah a1al yaitu menentukan

entres

dengan ukuran diameter yang sama besar atau sedikit lebih kecil dibanding diameter batang ba1ah, untuk mendapatkan bidang lekat yang sama baiknya. Posisikan entres pada salah satu sisi, sisi kiri atau sisi kanan sa#a, bukan tepat di tengah batang ba1ah. Dengan menempelkan entres yang lebih kecil di satu sisi sa#a, maka penyatuan kambium entres dengan kambium batang ba1ah pada sisi yang ditempelkan akan berlangsung semakin baik sehingga mampu meningkatkan persentase keberhasilan penyambungan. Dan hasil menun#ukan bah1a terdapat bintil putih dan diidentifikasi merupakan #amur sehingga sambungan men#adi gagal. 8al ini dikarenakan karna keterlambatan pembukaan plastic yang menutup sambungan dan intensitas cahaya matahari yang mempengaruhi respirasi. 4espirasi dalam plastic tersebut menyebabkan berlebihnya air dalam plastic sehingga keadaannya men#adi lembab dan memacu timbulnya #amur didalamnya. Pada okulasi yang praktikan lakukan yaitu okulasi huruf . disebut demikian karena irisan dari batang pokok berbentuk huruf . atau huruf . terbalik. Kemudian praktikan mengambil mata dengan cara menyayat atau bentuk segiempat. $etelah kayu dilepaskan dari kulit mata, maka mata ini segera disisipkan ke ba1ah kulit batang pokok yang telah diiris tadi kemudian dililitkan plastic agar air dan sumber penyakit yang menyebabkan kegagalan tidak masuk. Dari hasil menun#ukan okulasi menempel dengan baik namun kalus tidak dapat muncul dan mata okulasi kering, karna kurangnya keahlian dalam penger#aannya. Dalam perbanyakan vegetatif secara okulasi ternyata lebih sulit untuk melakukannya di bandingkan dengan teknik yang lainnya. 8al ini bias ter#adi karena inkompatibilitas pada batang atas dan batang ba1ah dari varietas sama. Kemudian pengelupasan kulit kayu yang bias menyebabkan kerusakan kambium pada batang atas dan batang ba1ah. 2ntuk itu keahlian dan kecepatan menyambung merupakan
20

pencegahan paling baik terhadap kegagalan karna infeksi penyakit dan kerusakan pada kambium. *.0. Ke#%+)ulan Dari data diatas dapat di simpulkan bah1a teknik sambung lebih mudah di bandingkan dengan okulasi yang membutuhkan ketelitian dan keahlian penger#aannya. Pada sambung pucuk ter#adi kontaminasi #amur yang menyebabkan sambungan yang a1alnya masih segar kemudian mati karna keterlambatan pembukaan plastic. Pada okulasi ter#adi kesalahan dan kurangya skill dalam penger#aan sehingga hasil yang didapat gagal, karna inkompatibilitas batang ba1ah dan atas serta kerusakan cambium pada kulit kayu.

21

2. ACARA * PENYAMBUN AN DEN AN CARA !U!UAN ,.1. Da#ar te$r% Penyusuan ialah penyambungan antara batang ba1ah dan batang atas masih menyatu dengan akar atau perakaran. Penyusuan tidak dapat dilakukan dengan #umlah yang banyak, namun tingkat keberhasilannya cukup tinggi. Dan teknik ini cukup rumit dan sulit. Kerugiannya penyusuan hanya dapat dilakukan dalam #umlah terbatas, tidak sebanyak sambungan atau menempel dan akibat dari penyusuan bisa merusak ta#uk pohon induk. Jleh karena itu penyusuan hanya dian#urkan terutama untuk perbanyakan tanaman yang sulit dengan cara sambungan dan okulasi, misalnya alpukat (Persea americana", belimbing (Averrhoa carambola", durian (Durio ibethinus". .u#uan perbanyakan dengan cara penyusuan diantaranya adalah untuk mendapatkan tanaman baru yang memiliki sifat-sifat baik dari keduan #enis tanaman yang telah di sambungkan. 0atang ba1ah yang akan di sambung biasanya di letakkan diatas para-para dekat cabang tanaman induk yang akan disusukan ( biasanya di sebut susuan duduk ". Dapat pula menempatkan batang ba1ah digantungkan didekat cabang induk yang akan disusukan ( biasa disebut susuan gantung ". Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusuan 1alau keberhasilannya tinggi, tetapi kurang praktis dalam penger#aannya, sehingga bibi tyang dihasilkan per satuan 1aktu men#adi sedikit. $ebagai contoh seorang peker#a yang sudah terampil mengokulasi durian,dalam sehari (D #am ker#a" bisa mengokulasi )?>-*>> tanaman, sedangkan untuk penyusuan hanya bisa menger#akan 9?- >> susuan sehari. Jleh karena itu perbanyakan
22

dengan cara penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buah-buahan seperti pada perbanyakan tanaman #enis nangka kandel yang keberhasilannya kurang dari %>C bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi. Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman buah-buahan, maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buah-buahan secara masal,1alaupun dengan menggunakan cara konvensional. ,.". Ba&an 'an alat (. 7acam .anaman .anaman yang dipakai dalam praktek penyambungan ini adalah tanaman buah seperti nangka, kelengkeng, #ambu, srikaya, durian. (lat Dan 0ahan . Pisau (cutter" %. Plastik transparan ). .anaman batang ba1ah dalam polibeg *. /ntres dan mata tunas (calon batang atas" ,.(. Tekn%k )elak#anaan . $iapkan tanaman batang ba1ah dalam pot %. =akukan pemotongan pucuk batang ba1ah setinggi %> cm dari tanah ). 0uatlah celah sedalam ) B * cm pada bekas potongan batang ba1ah *. Pilih pucuk ranting pada tanaman induk yang sudah diketahui kualitas produksinya. ?. 0uat irisan meruncing dan pipih seperti mata kampak pada ranting tersebut, setengah diameternya sa#a @. 7asukkan pucuk runcing pipih tersebut ke dalam celah batang ba1ah kemudian diikat dengan plastik transparan yang lentur. 9. Kurang lebih bulan, periksa apakah ter#adi pertautan, ditandai pucuk ranting tetap hidup hi#au, buka ikatan pelan-pelan
23

D. 0ila pertautan sudah kuat, potonglah pangkal ranting dekat pertautan, maka selan#utnya pucuk ini akan tumbuh men#adi batang utama dan menghasilkan buah dengan kualitas sama dengan induknya. !. .urunkanlah polibeg dari ikatan dengan pohon induk, kemudian dipelihara di tempat pembibitan.

,.*. Penga+atan Pengamatan yang dilakukan adalah . 7uncul tunas pertama (hari setelah tanam". %. :umlah tunas yang tumbuh. ). .inggi masing-masing tunas. *. (pakah ter#adi persenya1aan antara batang ba1ah dengan batang atas. ,.,. Ha#%l Penga+atan 'an Pe+ba&a#an (. 8asil Pengamatan dari hasil pengamatan yang telah di lakukan teknik penyambungan dengan cara penyusuan ini cukup memuaskan. .anaman klengkeng yang di gunakan tumbuh dengan sempurna, bahkan sudah memiliki buah. .unas yang dimiliki tidak ada tetapi sampel tumbuh subur. Eambar hasil.

B. Pe+ba&a#an

24

Pada praktikum kali ini peyambungan dengan cara penyusuan kendala yang di temui di antaranya pemilihan batang induk yang berada di atas dan peletakan batang ba1ah yang membutuhkan keahlian individu dalam penger#aannya dan #uga pada saat pembuatan pola susuan pada batang induk yang keras dengan butuh kehati-hatian dalam penger#aannya. $ambung susu merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman yang dikategorikan relatif mudah. Dengan penger#aan yang benar, maka memiliki tingkat keberhasilan diatas D> C bahkan lebih. Namun teknik ini akan merusak indukan tanaman yang ada dan hasil bibit baru yang didapatkan lebih sedikit bila dibandingkan dengan teknik yang lain. :ika pengambilan batang atas dari indukan yang sudah produktif dan pernah berbuah bias cepat (dengan #angka 1aktu ,? - % bulan sudah dapat di potong dari pohon induknya" berdasarkan refrensi yang didapat. $etelah pemotongan batang atas ter#adi kelayuan pada daun dan batang kemudian berlan#ut mengeringnya batang atas. 8al ini karna kurangnya 1aktu pelekatan atau penyatuan bahan tanam (ntara kedua tanaman. Ke#adian serupa bisa ter#adi karena batang atas dan batang ba1ah yang bergeser karna angin yang menerpa, sehingga penyatuan bergeser antara kedua lapisan kulit. Karena pada saat pengamatan metode ini kurang efektif selain bergatung pada 1aktu penger#aan yang menandakan umur perlakuan tersebut siap di pangkas dan ke#elian dalam mengidentifikasi fisiologis tanaman itu sendiri, selain dengan membuka plastic pada susuan yang belum cukup 1aktunya. ,.0. Ke#%+)ulan Dari praktikum dapat di simpulkan bah1asanya teknik sambung susuan tingkat keberhasilan hingga mencapai D>C, dan kenyataanya tanaman mengering. 8al ini dikarenakan tanaman yang belum cukup 1aktu penyatuan antara kedua bahan tanam yang menyebabkan kegagalan. +actor lain yang dapat disebabakan yaitu pengaruh angin dan penalian batang ba1ah yang kurang kuat sehingga bahan goyang.

25

DA3TAR PU!TAKA (dinugraha, 8. (. %> . Pengaruh umur pohon induk umur tunas dan

#enis media terhadap pertumbuhan stek pucuk sukun. :urnal Pemuliaan .anaman 8utan ? & ) K)%. (driance, E. and +. 4. 0rison. !!?. Propagation of 8olticultural Plants. 7c-8ill 0ook 3ompany, Ne1 Fork. Eovinden-$oulange :. %>>!. 'egetative propagation and tissue culture generation of hibiscus sabdarifa =. (rosella". 6ord :ournal of (griculture $cience ? & @? K@@ .

26

:a1al, 7. %> >. Penggunaan #enis entries, posisi sambungan, dan posisi penyisipan entries pada batang ba1ah terhadap keberhasilan penyambungan dan pemacuan pertumbuhan bibit manggis. :urnal 8ortikultura )?% - )?*.

=eopold, (. 3. and P. /. Kriedemann.

!9?. Plant Ero1th and

Development. 7c-Ero1 8ill 0ook 3o, Ne1 Fork. Prasto1o. %>>@. .ehnik Pembibitan dan Perbanyakan 'egetatif .anaman 0uah. 6orld (groforestry 3enter (,34(+" dan 6inrock ,nternasional, 0ogor. $u1andi. %>>D. . Diakses pada ) 7aret %> % (shari, $. !!?. 8ortikultura (spek 0udidaya. 2niversitas ,ndonesia

Press. :akarta. 8artmann, 8..., and D./. Kester. !!9. Plant Propagation Principles and Practices. @th ed. Prentice 8all. /ngle1ood 3liffs. Ne1 Fork. :aenicke, :. and 0eniest, :. %>>%. 'egetative .ree Propagation in (groforestry. ,34(+.. Nairobi. Kenya. 7angoendid#o#o, 6. %>>). Dasar-Dasar Pemuliaan .anaman. Kanisius. Fogyakarta 4ahar#a, P3. dan 6iryanta, 6. %>>). (neka 3ara 7emperbanyak .anaman. (gro 7edia Pustaka. :akarta. .oogood, (. !!!. Plant Propagation & .he +ully ,llustrated Plant-by-Plant 7anual of Practical .echniLues. DK Publishing ,nc. Ne1 Fork.

LAMPIRAN '4 Ha#%l #tek

27

e4 Ha#%l )en5ak$kan

28

64 Ha#%l #a+bung

29

30

g4 Ha#%l $kula#%

31

32

&4 Ha#%l )en.a+bungan 'engan 5ara )en.u#uan

33

34

35

BLANK1 PEN AMATAN PERTUMBUHAN PADA PERBANYAKAN 2E ETATI3 A5ara 1 : Perban.akan tana+an 'engan #etek (.anggal tanam & D oktober %> % " Tanggal Ma5a+ Ba&an tana+ Ha#%l )enga+atan 8idup. dengan pan#ang tunas kurang lebih % B > euphorbia 0ugenfil $etek pucuk Puring cm. 0usuk dan tidak tumbuh Kering dan tidak menumbuhkan tunas .umbuh tunas kuran lebig %-)cm dan hidup dengan (denium 0igonia $ensivera $etek umbi Kunyit segar 7ati dan membusuk .idak tumbuh tunas .idak tumbuh tunas .umbuh pan#ang tunas ber variasi antara %- %cm )enga+atan % nov dan %9 desember %> % % november %> % % november %> % % nov dan %9 desember %> % % november %> % % nov dan %9 desember %> % % nov dan %9 desember %> % % nov dan %9 desember %> % #etek $etek batang Puring

$etek daun

BLANK1 PEN AMATAN PERTUMBUHAN PADA PERBANYAKAN 2EH ETATI3 A5ara " : Pen5angk$kan 'an )erang#angan )er5abangan (.anggal pelaksanaan &> NJ'/70/4 %> %MMMMMMMMMM.." Tanggal Ma5a+ )er5$baan Ba&an tana+
36

Ha#%l )enga+atan

)enga+atan

Pencangkokan

.anaman buah mangga

0elum tumbuh akar dan daun masih terlihat hi#au .umbuh akar ber1arna putih dan daun masih tetap ber1arna hi#au

% november %> % %9 desember %> %

Perangsangan percabangan BLANK1 PEN AMATAN PERTUMBUHAN PADA PERBANYAKAN 2EH ETATI3 A5ara ( : Pen.a+bungan 'an 1kula#% (.anggal pelaksanaan &%? >K.J0/4 %> %MMMMMMMMMM.." Tanggal Ma5a+ )er5$baan Penyambungan Ba&an tana+ .anaman hias 0atang atas 7ati dan ketepeng mengering Dilakukan pengulangan 0atang tumbuh dan bertuas cabang dua. .inggi tunas kurang lebih Jkulasi .anaman buah nangka % cm. Pada bagian tunas okulasi mengalami pembusukan dan mengering. Ha#%l )enga+atan )enga+atan

BLANK1 PEN AMATAN PERTUMBUHAN PADA PERBANYAKAN 2EH ETATI3 A5ara * : Pen.a+bungan 'engan 5ara #u#uan
37

(.anggal pelaksanaan &%! NJ'/70/4 %> %MMMMMMMMMM.." Tanggal Ma5a+ )er5$baan Penyambunganpenyusuan .anaman buah kelengkeng 8idup dan memiliki buah Ba&an tana+ Ha#%l )enga+atan )enga+atan

38