Anda di halaman 1dari 2

Aliran Elektroforetik Sifat alamiah ion-ion selalu bergerak menuju kutub yang berlawanan, kation akan bergerak ke katoda

dan anion akkan bergerak ke anoda, akan tetapi molekul netral tidak akan bergerak. Aliran ion-ion menuju ke kutub listrik yang berlawanan ini disebut aliran aliran elektroforetik. Dan aliran elektroforetik inilah yang menjadi dasar pemisahan dalam elektroforetik klasik.

+
Aliran Elektroosmotik

Dalam elektroforesis kapiler, pipa kapiler yang terbuat dari gelas menggantikan media kertas atau lempeng silika gel pada elektroforesis klasik. Disini larutan buffer yang dipakai sebagai pengisi pipa kapiler. Bila permukaan pipa kapiler tersebut kontak dengan larutan dalam air maka permukaan gelas akan dilapisi anion (SiO) yang berasal dari reaksi hidrolisis silika dengan air sehingga permukaan pipa kapiler tersebut bermuatan negatif. Akibatnya kation-kation yang berasal dari buffer menutupi lapisan negatif pipa kapiler dan merupakan lapisan kedua pada permukaan pipa kapiler. Kalau arus listrik searah bertegangan tinggi dialirkan diantara ujung-ujung pipa kapiler maka kation-kation yang melapisi pemukaan pipa kapiler menuju katoda (kutub negatif). Aliran lapisan kation yang cepat ke katoda ini dikenal dengan aliran elektroosmotik. Elektroforensis kapiler diterapkan dengan adanya aliran elektroosmotik dan elektroforesis. Kedua aliran tersebut saling bersaing. Karena cepatnya aliran elektroosmotik maka aliran elektroosmotik lebih dominan dibandingkan dengan aliran elektroforetik. Dengan demikian secwara keseluruhan aliran menuju ke satu arah yaitu ke katoda. Jadi dalam kenyataanya semua molekul baik yang bermuatan netral akan terbawa ke katoda. Tentunya ion positif bergerak menuju ke katoda paling cepat karena aliran elektroforetiknya searah dengan aliran elektroosmotik. Molekul netral menempati urutan tercepat kedua dan ion negatif paling lambat karena aliran elektroforetiknya berlawanan dengan aliran elektroosmotik. Kecepatan ion-ion atau molekul-molekul menuju ke katoda dipengaruhi oleh medan listrik yang dapat diformulasikan sebagai berikut :

V = efE + eoE
V ef eo = kecepatan menuju katoda = mobilitas elektroforetik = mobilitas elektroosmotik

= tegangan listrik

Efisiensi Elektroforesis Kapiler Efisiensi (N) merupakan faktor penentu keberhasilan pemisahan. Oleh karena keluaran elektroforesis kapiler menyerupai kromatogram maka peak elektroforesis merupakan indikator efisiensi, semakin tajam suatu peak semakin efisien pemisahan tersebut. Selain efisiensi pemisahan elektroforesis dapat dihitung dengan cara yang sama dengan HPLC, efisiensi pemisahan elektroforesis dapat dinyatakan dengan formula berikut :

(
ef = mobilitas elektroforetik eo = mobilitas elektroosmotik E = tegangan listrik yang diberikan D = koefisien difusi solut

Efisiensi ditentukan oleh tegangan listrik dan koefisien difusi. Semakin besar tegangan listrik yang diberikan maka semakin efisien pemisahan. Oleh karena itu tegangan listrik yang dialirkan ke dalam sistem elektroforesis sangat besar (10.000 30.000 V). Molekul kecil akan lebih cepat berdifusi atau D besar, sebaliknya molekul besar akan berdifusi lambat atau D kecil. Efisiensi pemisahan (N) dalam elektroforesis kapiler berbanding terbalik dengan koefisien difusi (D). Semakin kecil koefisien difusi maka semakin besar harga N. Artinya pemisahan elektroforesis akan semakin baik untuk molekulmolekul yang besar. Harga N naik tajam dengan kenaikan tegangan listrik hingga mencapai 20 kv dan mencapai puncaknya pada 30 kv. Pemberian tegangan yang terlalu tinggi (>30kv) tidak menyebabkan kenaikan harga N lagi. Hal ini disebabkan sistem tidak dapat lagi menghilangkan panas yang ditimbulkan oleh tegangan tinggi. Ingat bahwa rendahnya efisiensi dalam elektroforesis konvesional diakibatkan oleh panas yang ditimbulkan oleh tegangan listrik yang terlalu tinggi.

Beri Nilai