Anda di halaman 1dari 59

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Magang adalah bagian dari kegiatan akademik program S1 dan D3 lingkungan Fakultas Ekonomi UHAMKA yang mewajibkan mahasiswa untuk melaksanakan praktek kerja pada instansi pemerintah, perusahaan dan istitusi ekonomi lainya sesuai konsentrasi studi yang dipilih, setelah mereka memenuhi persyaratan akademik dan administrasi tertentu. Kegiatan magang ini diharapkan dapat menunjang mahasiswa untuk menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi suatu jenis kegiatan atau pekerjaan di suatu instansi atau lembaga yang berkaitan dengan bidang minat studi dan juga sebagai gambaran penelitian . bertujuan agar menciptakan lulusan mahasiswa yang profesional dalam bidangnya. Pelaksanaan magang ini merupakan acuan dalam mengetahui keterkaitan dan kesepadanan antara pengetahun diperkuliahan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. Kerja praktik dilaksanakan dengan cara magang kerja di suatu lembaga atau instansi terkait yang bergerak di bidang sesuai konsentrasi studi yang dipilih.

PT KRAKATAU STEEL (Persero) Tbk. sebagai salah satu instansi atau lembaga yang bergerak dalam bidang industri Baja yang berada di kantor pusat Jakarta. PT KRAKATAU STEEL dipandang sebagai tempat kerja praktik relevan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi UHAMKA karena perusahaan ini merupakan

perusahaan baja di indonesia yang memiliki benefit tinggi dalam bidangnya. Hal ini tidak terlepas dari pengelolaan suatu manajemen yang efektif baik dari segi manajemen operasi, manajemen keuangan, manajemen strategi, manajemen pemasaran dan manajemen sumber daya manusia saling melengkapi sehingga menghasilkan tim work yang kuat dalam setiap pekerjaan yang dilaksanakan. Salah satu manajemen tersebut memiliki hubungan dengan mata kuliah manajemen keuangan di Fakultas Ekonomi UHAMKA.

1.2 Tujuan dan Manfaat Magang Tujuan dilaksanakan praktek magang adalah sebagai berikut : 1) Memperluas wawasan, pengetahuan, dan keterampilan bagi mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia kerja. 2) Menjalin hubungan kerjasama dengan instansi atau lembaga yang bersangkutan dalam bidang penelitian maupun ketenaga kerjaan. 3) Mahasiswa memiliki pengalaman dalam bekerja sehingga dapat

memudahkan dalam bekerja. 4) Mahasiswa memiliki gambaran tentang kondisi dunia kerja

Manfaat dilaksanakan praktek Magang adalah sebagai berikut :

1) Mahasiswa a) Mahasiswa mendapatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan dalam dunia kerja. b) Mahasiswa mendapat pengalaman yang mengenai dunia kerja.

c) Mahasiswa memiliki hubungan dengan instansi atau lembaga sebagai acuan peluang ketenaga kerjaan.. d) Mendapat gambaran tentang kondisi dunia kerja dilapangan.

2) Akademik a) Menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan instansi atau lembaga yang bersangkutan dalam bidang penelitian maupun ketenaga kerjaan. b) Pengembangan mutu pendidikan seiring dengan perkembangan ilmu khususnya di bidang Manajemen Keuangan.

3) PT. KRAKATAU STEEL (Persero) Tbk a) Menjalin hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi, sehingga tercipta suatu hubungan sinergis yang bermanfaat untuk bersama. b) Membantu meringankan pekerjan para staff di PT KRAKATAU STEEL (Persero) c) Sebagai sarana tukar-menukar informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan kegiatan pelayanan instansi bagi dunia pendidikan.

1.3 Target Magang Adapun target praktek kerja lapangan (magang) ini adalah sebagai berikut: a. Mampu memahami bagaimana pelaksanaan kredit dan penagihan di PT.KRAKATAU STEEL (Persero) Tbk b. Mampu menjalin hubungan baik dengan instansi atau lembaga mengenai ketenaga kerjaan.

c. Mendapatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan dalam dunia kerja. d. Mendapatkan pengalaman yang mengenai dunia kerja. e. Mendapat gambaran tentang kondisi dunia kerja dilapangan.

1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Magang dilaksanakan di PT.KRAKATAU STEEL (PERSERO) Jln. Gatot Subroto Kav.54 Waktu pelaksanaan di PT.KRAKATAU STEEL mulai tanggal 23 September sampai dengan tanggal 27 November 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Beberapa Pengertian Pokok


2.1.1.1 Pengertian Manajemen Menurut James A.F Stoner (2006) Manajemen adalah suatu proses perencanaaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan menurut Griffin (2004:7) manajemen dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian aktivitas (termasuk perencanaan dan pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber-sumber daya organisasi (manusia, financial, fisik, dan informasi) dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

2.1.1.2 Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Agus Sartono (2010:6) manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana, baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efektif. Menurut Nendi Juhandi (2007:1) Manajemen Keuangan adalah

manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan atau dapat juga diartikan sebagai Manajemen Dana. Fungsi-fungsi pokok manajemen keuangan yaitu :

1. Menggunakan Dana (Allocation of Funds) Fungsi menggunakan dana diantaranya yang menyangkut keputusan investasi (capital budgeting decision). Keputusan ini berkaitan dengan masalah bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentukbentuk investasi yang akan mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang. 2. Memperoleh Dana (Raising of Funds) Fungsi ini menyangkut keputusan pendanaan atau sering disebut sebagai kebijakan struktur modal. Pada keputusan ini manajer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan usahanya. 3. Membagi Laba Rugi (Dividen Policy) Dividen merupakan bagian keuntungan yang dibayarkan oleh perusahaan kepada para pemegang saham. Oleh karena itu, dividen ini merupakan bagian dari penghasilan yang diharapkan oleh pemegang saham. Keputusan dividen ini merupakan keputusan manajemen keuangan untuk menentukan : (1) besarnya prosentasi laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk cash dividend; (2) stabilitas dividen yang dibagikan; (3) dividen saham (stock dividend); (4) pemecahan saham (stock split); (5) penarikan kembali saham yang beredar, yang semuanya ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran para pemegang saham.

Dengan adanya fungsi-fungsi tersebut maka arus dana yang terjadi dalam suatu kegiatan operasi perusahaan harus selalu dipantau. Tugas pokok dari manajemen keuangan adalah merencanakan bagaimana cara memperoleh dana dan menggunakan dana tersebut untuk memaksimalkan nilai perusahaan serta keputusan tentang kebijakan dividen. Dengan demikian, secara garis besar manajemen keuangan (financial management) adalah bagaimana mengatur sebuah pendanaan agar dapat berimplementasi keuntungan dalam waktu mendatang dengan mengutamakan proses dalam setiap tahapannya. Dan memaksimalkan kemakmuran para pemilik perusahaan atau para pemegang saham adalah tujuan utamanya.

2.1.2

Laporan Keuangan

2.1.2.1 Pengertian Laporan Keuangan Menurut Brigham dan Houstan (2006:44) laporan keuangan adalah beberapa lembar kertas dengan angka-angka yang tertulis di atasnya, tetapi penting juga untuk memikirkan aset-aset nyata yang mendasari angka-angka tersebut. Jika dapat memahami bagaimana dan mengapa akuntansi ada, bagaimana laporan akuntansi digunakan , maka akan dapat dibayangkan dengan lebih baik apa yang sedang terjadi, dan mengapa informasi akuntansi memiliki arti yang begitu penting. Dermawan Sjahrial (2006:27) dalam bukunya Pengantar Manajemen Keuangan, tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu

perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Pada umumnya laporan keuangan itu terdiri dari Neraca dan Perhitungan Rugi Laba serta Laporan Perubahan Modal, di mana Neraca menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan. Pedoman dalam menyusun pos-pos dalam neraca adalah pada sebelah aktiva ditulis pos yang lebih likuid berada disebelah atas, semakin kebawah makin tidak likuid. Sedangkan sebelah pasiva, pos yang jangka waktu pengembaliannya lebih cepat berada disebelah atas, makin kebawah makin lama jangka waktu

pengembaliannya. Lebih rinci menggambarkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, sedangkan Perhitungan (laporan) Rugi Laba memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan, menyediakan informasi yang menyangkut kinerja perusahaan serta biaya yang terjadi selama periode tertentu, dan Laporan Perubahan Modal menunjukkan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan modal

perusahaan atau laporan arus kas, menyediakan informasi menyangkut perubahan posisi keuangan perusahaan. Tetapi dalam prakteknya sering diikutsertakan kelompok lain yang sifatnya membantu untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut, misalnya laporan perubahan modal kerja, laporan sebab-sebab perubahan laba kotor, laporan biaya produksi serta daftar-daftar lainnya. Atau lebih jelasnya unsur-unsur dalam laporan keuangan :

1) Neraca : Terdiri dari : a) Aktiva : (1). Aktiva lancar (2). Aktiva tetap (3). Aktiva lain-lain b) Passiva : (1). Hutang lancar/ Hutang jangka pendek (2). Hutang jangka panjang (3). Modal sendiri/Ekuitas 2) Perhitungan Rugi/Laba: Terdiri dari : a) Penghasilan b) Beban/Biaya 3) Laporan Arus Kas: Terdiri dari : a) Arus kas dan aktivitas operasi b) Arus kas dari aktivitas investasi c) Arus kas dari aktivitas pendanaan Dalam Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia (Ikatan Akuntansi Indonesia, Jakarta 1974) dikatakan bahwa laporan keuangan ialah neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampirannya antara lain laporan sumber dan penggunaan dana-dana.

Untuk perusahaan besar yang banyak pemegang sahamnya, maka di samping laporan keuangan termaksud di atas sebaiknya ditambah keteranganketerangan tentang : 1. Kondisi dan faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhi; 2. Usaha-usaha yang lalu, sekarang maupun yang akan datang; 3. Luasnya produksi; 4. Kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan; 5. Penelitian dan pengembangan; 6. Marketing dan advertising; 7. Rencana-rencana dalam belanja modal dan pembelanjaan di masa-masa yang akan datang; 8. Kebijaksanaan mengenai deviden dan sebagainya.

2.2 Kajian Pustaka 2.2.1 Kebijakan Piutang dan Kredit 2.2.1.1 Piutang dan Kredit A. Piutang Menurut Soemarso (2004:338) Piutang yaitu : Piutang merupakan kebiasaan bagi perusahaan untuk memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan. Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan biasanya dalam bentuk memperbolehkan para pelanggan tersebut membayar kemudian atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan.

10

Menurut Wibowo dan Abu Bakar Arif (2005:151) : Piutang adalah klaim terhadap sejumlah uang yang diharapkan akan diperoleh pada masa yang akan datang.

Jenis-Jenis Piutang Dalam transaksi penjualan biasanya terlebih dahulu ada kesepakatan mengenai cara pembayaran yaitu dapat dilakukan baik dengan cara tunai atau kredit. Apabila pembayaran dilakukan secara tunai maka perusahaan akan langsung menerima kas. Namun jika pembayaran dilakukan secara kredit maka perusahaan akan menerima piutang. Pengklasifikasian piutang dilakukan untuk memudahkan pencatatan transaksi yang mempengaruhinya. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) (2007 : 451) mengemukakan bahwa menurut sumber terjadinya, piutang digolongkan ke dalam dua kategori yaitu: piutang usaha dan piutang lain-lain. Piutang usaha timbul karena penjualan produk atau jasa dalam rangka kegiatan normal usaha, sementara piutang yang timbul di luar kegiatan normal usaha digolongkan sebagai piutang lain-lain. Berikut adalah pengelompokan piutang secara umum: a. Piutang Dagang (Trade Receivable) Piutang dagang merupakan jumlah tagihan perusahaan kepada pelanggan yang berasal dari penjualan barang dan jasa yang merupakan kegiatan usaha normal perusahaan. Piutang dagang merupakan tipe piutang yang paling lazim ditemukan

11

dan umumnya mempunyai jumlah yang paling besar. Piutang ini dapat dibagi menjadi piutang usaha dan wesel tagih. 1. Piutang Usaha (Account Receivable) Piutang usaha yang berasal dari penjualan kredit jangka pendek dapat ditagih dalam waktu 30 sampai 60 hari. Biasanya piutang usaha tidak melibatkan bunga, meskipun pembayaran bunga atau biaya jasa dapat ditambahkan apabila pembayarannya tidak dilakukan dalam periode tertentu. 2. Wesel Tagih (Notes Receivable) Wesel tagih adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu dimasa depan. Wesel tagih dapat berasal dari penjualan, pembayaran atau transaksi lainnya. Wesel tagih dapat bersifat jangka pendek ataupun jangka panjang. Wesel tagih dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu : Wesel tagih berbunga (Interest Bearing Notes) Wesel tagih berbunga ditulis sebagai perjanjian untuk membayar pokok atau jumlah nominal dan ditambah dengan bunga yang terhutang pada tingkat khusus. Wesel tagih tanpa bunga (Non-Interest Bearing Notes) Pada wesel tagih tanpa bunga tidak dicantumkan persen bunga, tetapi jumlah nominalnya meliputi beban bunga.

12

b. Piutang Lain-lain (Non Dagang) Piutang lain-lain merupakan tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pihak lain akibat dari transaksi yang secara tidak langsung berhubungan dengan kegiatan normal usaha perusahaan. Piutang lain-lain meliputi piutang pegawai, piutang dari perusahaan afiliasi, piutang dividen, piutang bunga, dan lain-lain.

Menurut Niswonger (2005 : 392) Jenis-Jenis Piutang dibedakan atas tiga jenis, yaitu: 1. Piutang Usaha, merupakan jenis piutang yang diperkirakan dapat ditagih antara 30 60 hari. 2. Piutang Wesel / Wesel Tagih, merupakan jenis piutang yang periode kreditnya lebih dari 60 hari. 3. Piutang Lain-lain, merupakan jenis piutang yang jika dapat ditagih dalam waktu 1 tahun diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Namun jika piutang tersebut tidak dapat ditagih dalam waktu 1 tahun diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar.

B. Kredit Menurut Rivai dan Veithzal (2007:4) dalam bukunya yang berjudul Credit Mangement Handbook kredit adalah penyerahan barang, jasa atau uang dari satu pihak (kreditur atau pemberi pinjaman) atas dasar kepercayaan kepada pihak lain

13

(nasabah atau pengutang/borrower) dengan janji membayar dari penerima kredit kepada pemberi kredit pada tanggal yang telah disepakati kedua belah pihak.

Menurut UU no. 7 tahun 1992 dalam bab 1, pasal 1 ayat 12 tentang perbankan, bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjammeminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan.

Maka dapat disimpulkan bahwa kredit diberikan atas dasar kepercayaan kedua belah pihak, dimana pihak kreditur percaya bahwa debiturnya akan segera melunasi utangnya, dan pihak debitur percaya bahwa pihak kreditur akan menagih piutangnya pada saat jatuh tempo. Selain itu, kredit mengandung unsur prestasi, dimana pihak peminjam atau debitur memberikan prestasi kepada kreditur sebagai imbalan atas kredit yang telah diberikannya. a. Prinsip prinsip Kredit Untuk mendapatkan kredit harus melalui prosedur yang telah ditentukan oleh bank / lembaga keuangan. Agar kegiatan pelaksanaan perkreditan dapat berjalan dengan sehat dan layak disebut dengan 6 C yaitu : a. Character ( Kepribadian ) adalah tabiat serta kemauan dari pemohon untuk memenuhi kewajiban yang telah dijanjikan. Yang diteliti adalah sifat-sifat, kebiasaan, kepribadian, gaya hidup dan keluarga.

14

b. Capacity ( Kemampuan ) adalah kesanggupan pemohon untuk melunasi kewajiban dari kegiatan usaha yang dilakukan atau kegiatan yang ditinjau dengan kredit dari bank. Dalam penilaian kredit capacity digunakan untuk menilai sampai dimana hasil usaha yang diperbolehkan akan mampu untuk melunasinya pada waktunya sesuai dengan perjanjian kredit yang telah disepakati. c. Capital ( Modal ) adalah modal yang dimiliki calon debitur pada saat mereka mengajukan permohonan kredit pada bank. d. Collateral ( Jaminan ) adalah barang-barang yang diserahkan pada bank oleh peminjam atau debitur sebagai jaminan atas kredit yang diberikan. Barang jaminan diperlukan agar kredit tidak mengandung resiko. e. Condition of Economic ( Kondisi Ekonomi ) adalah situasi dan kodisi, sosial, ekonomi, budaya dan lainnya yang mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat maupun satu kurun waktu tertentu yang kemungkinannya akan dapat mempengaruhi kelancaran usaha dari perusahaan yang memperoleh kredit. f. Constrain ( Batasan Atau Hambatan ) dalam penilaian debitur dipengaruhi oleh hambatan yang tidak memungkinkan seseorang melakukan usaha di suatu tempat.

15

b. Macam macam Kredit Kredit dapat dibedakan berdasarkan beberapa faktor yaitu : 1. Sifat pengguna kredit Kredit Konsumtif adalah kredit yang digunakan untuk keperluan konsumsi atau uang akan habis terpakai untuk memenuhi kebutuhan. Kredit Produktif adalah kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha, baik usaha-usaha produksi, perdagangan maupun investasi.

2. Keperluan kredit a. Kredit produksi ekploitasi kredit diperlukan perusahaan untuk meningkatkan produksi baik peningkatan kuantitatif yaitu jumlah hasil produksi baik peningkatan kuantitatif yaitu jumlah hasil produksi maupun peningkatan kualitatif yaitu peningkatan kuantitas atau mutu hasil produksi. b. Kredit Perdagangan digunakan untuk keperluan perdagangan pada umumnya yang berarti peningkatan utility of place suatu barang. Barang-barang yang diperdagangkan ini juga diperlukan bagi industri. c. Kredit investasi kredit yang diberikan kepada para pengusaha untuk investasi, berarti untuk penambahan modal dan kredit bukan untuk keperluan perbaikan ataupun penambahan barang modal atau fasilitasfasilitas yang erat hubungannya dengan itu. Misalnya untuk membangun pabrik. Membeli atau mengganti mesin-mesin dan sebagainya.

16

c. Jangka waktu Kredit Perbedaan jangka waktu kredit menurut peraturan Bank Indonesia adalah sebagai berikut : Kredit jangka pendek yaitu kredit yang berjangka waktu selama-lamanya satu tahun. Kredit jangka menengah, yaitu kredit yang berjangka waktunya antara satu sampai tiga tahun. Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang jangka waktunya lebih dari tiga bulan.

d. Tujuan dan Fungsi Kredit Tujuan pokok yang berkaitan dari kredit adalah sebagai berikut : Profitability ini bertujuan untuk memperoleh hasil dari kredit berupa keuntungan yang diteguk dari pemungutan bunga. Safety adalah keamanan dari pretasi atau fasilitas yang diberikan harus benar-benar terjamin sehingga profitability dapat benar-benar tercapai tanpa hambatan yang berarti. Fungsi kredit adalah menyalurkan dana-dana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Fungsi kredit dalam kehidupan perekonomian adalah sebagai berikut : a. Dapat meningkatkan daya guna dari modal b. Dapat meningkatkan daya guna suatu barang c. Sebagai alat stabilitas ekonomi d. Sebagai jembatan untuk meningkatkan pendapatan nasional.

17

2.2.1.2 Penjualan Kredit Penjualan merupakan salah satu kegiatan dalam pemasaran, dengan kata lain sasaran utama dari pemasaran adalah untuk memperoleh peningkatan penjualan dari waktu ke waktu dalam periode tertentu. Definisi penjualan menurut beberapa ahli sebagai berikut : Menurut Swastha (2001:9) bahwa : Penjualan adalah ilmu dan seni dipengaruhi pribadi yang dilakukan oleh pihak penjual untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang dan jasa yang ditawarkan. Jadi, dengan adanya penjualan maka akan tercipta suatu proses perputaran jasa antara pembeli dan penjual itu sendiri. Winardi (2000:13) mengatakan bahwa : Penjualan adalah proses dimana sang penjual memastikan, mengaktivasi dan memuaskan kebutuhan atau keinginan sang pembeli agar dicapai manfaat baik bagi sang penjual maupun bagi sang pembeli yang berkelanjutan dan menguntungkan. Penjualan secara kredit merupakan salah satu kebijaksanaan penjualan yang dilakukan perusahaan selain penjualan secara tunai. Hal ini dilakukan perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan volume penjualan. Dari beberapa definisi tentang penjualan secara kredit yang telah dikemukakan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa penjualan secara kredit bukanlah wujud jual belinya, tetapi cara pembayaran harga barang yang yaitu melalui cicilan dengan jumlah dan waktu pembayaran tertentu. Dengan menjual barang secara kredit berarti perusahaan memberikan kelonggaran kepada konsumen dalam hal melakukan pembayaran, sehingga mereka dapat melakukan pembelian yang lebih besar sesuai dengan kebutuhan

18

mereka. Penjualan yang dilakukan secara kredit tentunya mempunyai syaratsyarat, apakah orang membayar setengah dari barang yang dibelinya atau dengan memberikan jangka waktu pelunasan dengan memberikan potongan tunai atau potongan perdagangan. Potongan tunai adalah potongan harga yang diberikan apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. Dari sudut penjual, potongan ini disebut potongan penjualan (sales discount) sedangkan dari segi pembeli disebut potongan pembelian (purrchese discount). Potongan tunai misalnya dinyatakan dengan 2/10 net 30, berarti potongan penjualan diberikan sebesar 2% bila piutang dilunasi dalam tempo 10 hari terhitung sejak tanggal faktur dan piutang itu sendiri harus dilunasi dalam tempo 30 hari (waktu jatuh tempo 30 hari). Potongan perdagangan adalah potongan yang diberikan karena perbedaan cara penjualan atau perbedaan langganan yang dilayani. Misalnya suatu perusahaan dapat memberikan potongan sebesar 25% apabila penjualan dilakukan secara tunai dan potongan 15% apabila penjualan dilakukan secara kredit.

2.2.1.3 Pendapatan Suatu perusahaan yang telah menghasilkan output dari setiap kegiatan produksinya, maka output tersebut akan dijual kepada konsumen. Dengan demikian perusahaan tersebut akan memperoleh penerimaan (pendapatan) dari setiap output yang dijual. Pendapatan pada prinsipnya mempunyai sifat menambah atau menaikkan nilai kekayaan pemilik perusahaan. Definisi pendapatan dari beberapa ahli sebagai berikut :

19

Menurut Samuelson dan Nordhous (2001:158) bahwa : Pendapatan adalah jumlah keseluruhan uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu (biasanya setahun). Menurut Albert disadur Winardi (2000:72) bahwa : Pendapatan adalah nilai benda-benda yang dapat dikonsumsi selama periode tertentu sedangkan ia tetap memiliki jumlah kekayaan yang sama pada periode akhir seperti halnya dimiliki pada periode semula. Berdasarkan pendapat tersebut maka, pendapatan dapat diperoleh melalui hasil penjualan barang atau jasa dan dapat pula diperoleh dari aktivitas lain yang sifatnya menambah atau mengurangi kekayaan pemilik perusahaan. Sedangkan menurut Simangungson (2000:16) bahwa : Pendapatan adalah bertambahnya aktiva perusahaan atau uang tunai, piutang, kekayaan lain yang berasal dari penjualan barang atau pelayanan jasa yang mengakibatkan modal bertambah. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, Anonim (1999:17)

mengemukakan bahwa : Pendapatan adalah peningkatan jumlah aktiva atau penurunan kewajiban suatu badan usaha yang timbul dari penyerahan barang dagangan atau jasa atau aktivitas usaha lainnya didalam suatu periode. Tidak termasuk dalam pengertian pendapatan adalah peningkatan aktivitas perusahaan yang timbul dari pembelian harta, investasi oleh pemilik, pinjaman periode yang lalu. Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan maka dapat disimpulkan bahwa pendapatan dapat diartikan sebagai semua barang, jasa dan uang yang

20

diperoleh atau diterima oleh suatu perusahaan dari penjualan baik barang maupun jasa dari suatu periode tertentu.

Hubungan antara Penjualan Secara Kredit dengan Peningkatan Pendapatan Penjualan secara kredit adalah penjualan yang pembayarannya adalah dengan cara angsuran atau cicilan dalam satu periode tertentu yang telah disetujui. Penjualan secara kredit yang dilakukan perusahaan dimaksudkan untuk memberikan kelonggaran kepada pihak pembeli untuk melakukan pembayaran dimasa yang akan datang. Penjualan secara kredit juga dimaksudkan agar pembeli dapat melakukan pembelian yang lebih besar sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun penjualan secara kredit mempunyai syarat-syarat, yaitu pembeli membayar setengah dari barang yang dibelinya adanya jaminan yang diberikan pembeli kepada penjual serta jangka waktu pelunasan yang telah ditentukan. Pada hakekatnya dengan melakukan penjualan secara kredit akan menarik konsumen untuk melakukan pembelian yang lebih besar, yang akhirnya akan meningkatkan volume penjualan sehingga pendapatan dan laba yang diperoleh meningkat pula.

2.2.2

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Kredit

2.2.2.1 Standar Kredit (Credit Standard) Menurut Arief Sugiono (2009:35) memberikan definisi sebagai berikut : Standar kredit ditetapkan oleh perusahaan merupakan tolak ukur didalam menetapkan tingkat risiko yang secara optimal dapat ditanggung oleh perusahaan atas kredit macet yang mungkin timbul sebagai akibat dari pemberian kredit yang

21

dilakukannya Standar kredit merupakan besarnya risiko yang terkandung dalam perusahaan kredit yang dapat diterima, jika perusahaan hanya menjual secara kredit hanya pada pelanggan yang terutang saja, maka perusahaan akan menderita kerugian yang sedikit disebabkan oleh utang yang tak dapat ditagih (bad debts). Sebaliknya perusahaan mungkin akan kehilangan penjualan dan laba yang tidak jadi diterimanya dari penjualan yang hilang ini mungkin lebih besar dari biaya yang dihindarinya. Menurut Mandala, Manurung dan Rahardja Prathama (2004:198) Kriteria penilaian kredit yang digunakan untuk menilai kelayakan pelanggan adalah 5C yaitu : 1) Character Paerusahan melakukan penilaian terhadap karakter calon debitur. Ini merupakan ukuran kemauan debitur untuk memenuhi kebutuhannya. 2) Capacity Perusahaan melakukan penilaian subyektif atas kemampuan calon debitur dalam menggunakan usahanya. Kemampuan ini diukur dengan catatan prestasi bisnis perusahaan calon debitur dimasa lampau, yang didukung dengan pengamatan dilapangan. 3) Capital Perusahaan melakukan penyelidikan terhadap pemodalan yang dimiliki calon debitur yang tidak hanya dilihat dari besar kecilnya modal tersebut tetapi bagaimana modal tersebut didistribusikan dan kecukupan modal yang tersedia.

22

4) Collateral Jaminan sangat dibutuhkan untuk menghindari atau menguragi resiko kerugian bila tejadi hal-hal buruk dari usaha yang dikelola oleh calon debitur. Penilaian jaminan biasanya hanya di nilai dari sisi financial tetapi juga dari kualitas aset ynag dimiliki calon debitur.

5) Condition Kreditur perlu memperhatikan kelangsungan apakah hidupnya calon debitur dapat kondisi

mempertahankan

ditengah-tengah

perekonomian yang fluktuatif untuk memastikan bahwa calon debitur dapat melunasi kewajibannya.

2.2.2.2 Syarat Kredit (Credit Term) Syarat kredit menurut Mardiyanto (2009:130) mencakup dua hal : 1) Periode Kredit (kapan penagihan dimulai serta berapa lama batas waktu penagihan. 2) Diskon yang diberikan kepada pelanggan yang menbayar pada periode diskon. Dalam syarat kredit ditentukan oleh jangka waktu kredit yang diberikan kepada pelanggan dan besar cash discount yang diberikan seandainya konsumen tersebut membayar lebih cepat atau sebelum suatu tenggang waktu tertentu berakhir. Sebagai contoh 2/10 n/40, persyaratan ini menunjukan bahwa

23

perusahaan akan memberikan diskon sebesar 2% apabila utang akan dibayar dalam tempo 10 hari dengan maksimal jangka waktu pembayaran selama 40 hari. Dalam menetapkan persyaratan kredit, perusahaan harus mempertimbangkan tambahan keuntungan yang akan diperoleh dengan biaya modal yang harus dikorbankan sebagai akibat dari bertambah besarnya dana yang tertanam dalam piutang dagang.

2.2.2.3 Kebijakan Penagihan (Collection Policy) Brealey, Myers, & Marcus yang diterjemahkan oleh Sabran, Bob. (2008:170) mendefinisikan kebijakan penagihan sebagai berikut : Kebijakan penagihan adalah prosedur untuk menagih dan mengawasi piutang. Kebijakan mengenai penagihan yaitu sampai sejauh mana tindakan atau kelonggaran yang diberikan perusahaan atas piutang yang tidak dibayarkan pada waktunya. Kebijakan penagihan merujuk pada prosedur-prosedur yang digunakan untuk menagih piutang. Keseimbangan biaya dan manfaat harus selalu diperhitungkan dalam menetapkam kebijakan penagihan yang akan dijalankan. Brealey, Myers, & Marcus yang diterjemahkan oleh Sabran, Bob. (2008:170) manajemen kredit melibatkan lima langkah, yaitu : 1) Menetapkan syarat penjualan dimana akan berencana menjual barang. 2) Memutuskan bukti apa yang diperlukan untuk menunjukan bahwa pelanggan beutang uang. 3) Menentukan pelangan mana yang tampaknya akan membayar tagihan mereka.ini disebut analisis kredit.

24

4) Memutuskan kebijakan kredit. 5) Menagih uang pada saat jatuh tempo. Ini disebut kebijakan penagihan. Dengan menurunkan standar pemberian kredit, mungkin akan meningkatkan permintaan, yang juga akan meningkatkan penjualan dan laba. Namun terdapat biaya dengan adanya penambahan piutang serta meningkatnya risiko piutang tidak tertagih.

2.2.2.4 Metode Pembayaran Dalam Perdagangan Internasional 2.2.2.4.1 Advance Payment Alasan penggunaan Advance Payment Pertimbangan importer untuk melaksanakan transaksi sebagai berikut : Penjual barang mempunyai bargaining posisition yang kuat dibandingkan dengan pembeli, hal yang dapat disebabkan oleh : o Penjual adalah sumber satu-satunya barang tersebut. o Permintaan atas barang tersebut melampaui penawaranya. o Penjual menguasai jaringan distribusi dan perdagangan barang tersebut. Importir sangat memerlukan barang yang akan di impor tersebut. Dalam situasi krisis dimana kepercayaan suatu Negara oleh Negara lainnya merosot (country risk Negara pembeli dalam kondisi buruk). Penjual adalah bagian dari perusahaan pembeli.

25

Kelemahan Advance Payment o Pembayaran sudah dilaksanakan, namun barang tidak dikirim o Kualitas yang dikirim penjual tidak sesuai dengan yang diperjanjikan o Syarat-syarat pengiriman, pengangkutan dan packing tidak sesuai o Pengiriman barang tidak sesuai dengan jadwal Advance Payment METODE PEMBAYARAN DETAIL ALOKASI RISIKO

1. Cash in Advance / Advance (uang muka) Payment

o Sellers market (bargaining 100% buyers risk position ada penjual) o Risiko barang tidak diterima

tepat waktu / tertunda barang spesifikasi tidak sesuai yang

dikehendaki oleh Buyer syarat-syarat pengiriman pengangkutan packing tidak sesuai dan

26

Full payment Importir berkewajiban mengirimkan dana sebesar harga barang termasuk biaya-biaya yang diperlukan sesuai dengan kondisi delivery barang (Internasional Commercial Terms) yang telah disepakati sales contract

Partial Payment Importir berkewajiban mengirimkan dana sebagian saja sesuai dengan yang diperjanjikan dalam sales contract.

2.2.2.4.2 Open Account Alasan penggunaan Open Account Walau risiko yang akan dihadapi oleh eksportir sangat tinggi, eksportir melakukan cara ini dengan mempertimbangkan sebagai berikut : Pembeli barang mempunyai bargaining position yang kuat dibandingkan dengan penjual, disebabkan oleh : o Pembeli adalah satu-satunya pembeli barang tersebut. o Penawaran barang tersebut melebihi total kebutuhan. o Pembeli menguasai distribusi dan perdagangan barang tersebut. Eksportir melakukan penetrasi pasar agar barangnya dapat segera dikenal konsumen. Pembeli adalah bagian dari perusahaan eksportir.

27

Kelemahan Open Accaount 1. Barang sudah diterima oleh pembeli, namun pembayaran tidak dilaksanakan 2. Pembayaran telah dilaksanakan namun jumlahnya tidak sesuai dengan yang diperjanjikan 3. Penundaan pembayaran

Metode Pembayaran 2. Open Account (pembayaran kemudian)

Detail

Alokasi Risiko

Buyers market (bargaining 100% Sellers risk position ) ada pada pembeli Risiko barang oleh sudah pembeli, diterima namun tidak

pembayaran diolaksanakan pembayaran dilaksanakan jumlahnya tidak

telah namun sesuai

dengan yang diperjanjikan penundaan pembayaran

28

Catatn perbedaan LC & DP : 1) DP hanya untuk collection (bank) tapi tidak ada jaminan dari bank hanya bersifat fasilitator 2) Untuk bank buyer mis BRI nanti bank di bank seller tidak harus punya korespondensi, kecuali LC

2.2.4.2 Documentary Collection Metode pembayaran 3. Documentary Merupakan Collection dokumen-dokumen penanganan oleh bank o Kepemilikan barang tetap pada seller, sampai Detail Alokasi risiko

sesuai instruksi yang diterima dengan maksud : i. mendapatkan pembyaran akseptasi, atau ii. Menyerahkan dokumen berdasarkan pembayaran akseptasi kewajiban dan / ada pihak dan /

dengan dilakukan pembayaran akseptasi wesel o Masih terdapat /

risiko non payment bagi eksportit pihak

tidak di

bank untuk menjamin proses pembayaran

29

bagi eksportir jaminan pembayaran mata importer semataditangan

Documents against payment (d/p) Issuing bank menyerahkan document kepada importer jika importer melakukan pembayaran Documents against acceptance (D/A) Issuing bank menyerahkan dokumen kepada importir apabila telah dilakukan akseptasi atas dokumen tagihan. Setelah akseptasi jatuh tempo, importir harus melakukan pembayaran.

2.2.4.3

Keuntungan LC

Bagi penjual / eksportir : o Merasa aman dibayar dengan LC karena adanya janji pembayaran dari bank penerbit kepadanya, dengan syarat bahwa seluruh dokumen yang diminta dalam LC dapat dipenuhi o Dapat mengupayakan untuk memperoleh pembiayaan dari banknya o Dapat meminta pembeli untuk menerbitkan confirmend LC jika bonafiditas issuing bank kurang diyakini o Dengan menerima irrevocable LC maka dapat dihindarkan adanya pembatalan secara sepihak oleh importir

30

Catatan untuk confirmed LC : biasanya opening bank memberikan konfirmasi bahwa dia comply untuk membayar tagihan tersebut. Bagi pembeli / importir o Dapat menentukan dokumen yang dikehendaki untuk menentukan bagaimana kondisi barang yang benar-benar diinginkan o Dapat menentukan batas waktu terakhir dari pelaksanaan pengiriman barang yang dikehendaki (LSD) o Atas dasar LC yang diterbitkan ia dapat meminta pre-shipment financing kepada banknya Red clause LC (uang muka % sesuai kesepakatan) o Red clause LC => LC yang memuat klausula yang menentukan / memperboleh eksportir menarik sebagian / seluruh nilai LC (amount LC) sebelum barang dikirimkan / dokumen dipresentasikan Letter of credit Metode pembayaran 4. documentary Letter of credit dapat dibuka dengan Berbagi risiko (evenly shared) Sight LC : yang mengandung atas issuing syarat unjuk, bank Detail Alokasi risiko

credit / letter of 2 cara : credit 1)

pembayaran dimana

31

mempunyai kewajiban untuk segera pada saat di-unjuk-kan, membayar dokumen yang

diterimanya sepanjang telah memenuhi syarat LC. 3) 4) Usance LC LC yang mengandung syarat pembayaran dimana issuing berjangka, bank

mempunyai kewajiban untuk mengaksep darft dan akan membayar pada saat jatuh tempo sesuai dengan jangka waktu yang tercantum dalam LC atas dokumen yang telah diterimanya sepanjang syarat LC terpenuhi.

32

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1 Sejarah Perusahaan

Pada tahun 1960, Presiden Soekarno mencanangkan Proyek Besi Baja Trikora untuk meletakkan dasar industri nasional yang tangguh. Sepuluh tahun kemudian tepatnya 31 Agustus 1970, berdirilah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang memanfaatkan kembali peralatan-peralatan dari proyek itu yang berbentuk pabrik kawat baja, pabrik baja tulangan dan pabrik baja profil. ada 1977, Presiden Suharto meresmikan mulai beroperasinya produsen baja terbesar di Indonesia itu.

Perkembangan Krakatau Steel sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri baja berlangsung cukup maju. Dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun, Perseroan sudah menambah berbagai fasilitas produksi seperti Pabrik Besi Spons, Pabrik Billet Baja, Pabrik Batang Kawat, serta fasilitas infrastruktur berupa pusat pembangkit listrik, Pusat Penjernihan Air, pelabuhan khusus Cigading dan sistem telekomunikasi. Dengan perkembangan ini, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menjadi satu-satunya perusahaan baja yang terpadu di Indonesia.

Tidak berhenti di sana, Perseroan terus mengembangkan produksi berbagai jenis baja untuk bermacam keperluan, seperti baja lembaran panas, baja lembaran dingin dan batang kawat. Saat ini, Krakatau Steel memiliki kapasitas produksi

33

baja kasar sebesar 2,45 juta ton per tahun untuk mendukung produksi baja tersebut. Dan dengan sepuluh anak perusahaan Krakatau Steel sanggup mendiversifiasi usahanya pada usaha-usaha penunjang yang menghasilkan berbagai produk baja bernilai tambah tinggi (seperti pipa spiral, pipa ERW, baja tulangan, baja profil), meyediakan industri utilitas (air bersih, tenaga listrik), industri infrastruktur (pelabuhan, kawasan industri), industri jasa teknik (konstruksi, rekayasa), teknologi informasi, serta menyediakan layanan kesehatan (rumah sakit). Produk- produk baja Krakatau Steel ini tak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan baja nasional, tetapi juga dipasarkan secara internasional.

Kemampuan teknis Krakatau Steel yang tinggi sudah diakui menurut standar internasional sejak dahulu kala. Bahkan pada 1973 Perseroan sudah memperoleh Sertifikat ASTM A252 dan AWWA C200, serta pada 1977 memperoleh Sertifiat API 5L untuk produksi pipa spiral. Sertifikat ISO 9001 diperoleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada 1993 dan telah ditingkatkan menjadi ISO 9001:2000 pada 2003. Sementara itu, SGS internasional memberikan Sertifiat ISO 14001 pada 1997 atas komitmen Perseroan pada kesadaran lingkungan dan keselamatan kerja.

Pada 10 November 2010, di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil menjadi perusahaan terbuka dengan melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2011, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. membukukan pendapatan bersih sebesar Rp17,9 triliun dan laba bersih Rp 1,02

34

triliun. Pada tahun 2011, Perseroan dan anak perusahaan dengan aset senilai Rp21,5 triliun memiliki 8.023 orang karyawan.

Proses Produksi

Proses produksi baja di PT Krakatau Steel Tbk dimulai pada pabrik pembuatan besi yang menggunakan proses reduksi langsung biji besi dengan gas alam. Hasil produksi yang berupa besi spons ini selanjutnya dilebur bersama dengan besi bekas (scrap) pada proses pembuatan baja yaitu pabrik baja slab dan pabrik baja billet. Proses pembuatan baja tersebut menggunakan teknologi dapur busur listrik yang dilanjutkan dengan proses pengecoran kontinu menjadi baja slab dan baja billet.

Baja slab dicanai dalam kondisi panas pada pabrik baja lembaran canai panas menjadi baja lembaran panas berupa coil, strip, maupun pelat. Sebagian baja lembaran panas ini langsung dijual ke konsumen atau diproses lebih lanjut di fasilitas produksi lainnya yaitu pabrik baja lembaran canai dingin. Pabrik ini menghasilkan produk baja lembaran dingin berupa baja lembaran panas yang dipickling, maupun baja lembaran dingin dengan perlakukan anil atau temper. Produk baja lembaran yang dihasilkan bisa berupa coil maupun sheet. Baja billet yang dihasilkan sebagian dijual ke konsumen namun pada umumnya diproses lebih lanjut di pabrik baja batang kawat menjadi batang kawat.

35

Visi PT.Krakatau Steel (Persero) Tbk. Perusahaan Baja terpadu dengan keunggulan kompetitif untuk tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan menjadi perusahaan terkemuka di dunia.

Misi PT.Krakatau Steel (Persero) Tbk. MISI Menyediakan Produk baja bermutu dan jasa terkait bagi kemakmuran bangsa.

Anak perusahaan

1) PT KHI Pipe Industry 2) PT Krakatau Wajatama 3) PT Krakatau Engineering 4) PT Krakatau Bandar Samudra 5) PT Krakatau Information Technology 6) PT Krakatau Industrial Estate Cilegon 7) PT Krakatau Daya Listrik 8) PT Krakatau Tirta Industri 9) PT Krakatau Medika 10) PT Meratus Jaya Iron & Steel 11) PT Krakatau Posco

36

3.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Manager Credit & Collection

0 1 0

Sr. Specialist Credit Analyst

0 1 0

Superintendent Sales Payment & Guarantee Cont

0 1 0

Superintendent Collection HRC & CRC

0 1 0 Specialist Collector Traiding 0 1 (2) 0

Superintendent Collection WR, Exp.& Non Prod

0 1 0

Specialist Credit Analyst

0 1 (2) 0 0 1 (2) 0

Specialist Sales 0 Payment & Guarantee 1 Control Flat 0 Specialist Sales 0 Payment & Guarantee 1 Control Non Flat 0 Officer Sales 0 Payment & Guarantee 2 Control Flat 0 Officer Sales 0 Payment & Guarantee 1 Control Non Flat 0 Supervisor Collector HRC Officer Collector HRC 0 1 0 0 2 0

Supervisor Collector WR & Export Officer Collector Wire Rod Officer Collector Export

0 1 0 0 1 0 0 1 0

Supervisor Collector Non Product Officer Collector Non Product

0 1 0 0 1 0

Specialist Report & System

Supervisor Collector CRC Officer Collector CRC

0 1 0 0 2 0

Job Discription 1) Manager Credit & Collection Mengorganisasikan dan mengendalikan pelaksanaan penagihan piutang perusahaan untuk memastikan kegiatan operasional penagihan dapat berjalan secara efektif dan efesien sesuai ketentuan yang berlaku. Mengorganisasikan dan merencanakan aktivitas analisis kredit dengan mengevaluasi performansi kredit customer untuk

menetapkan rekomendasi pemberian credit bagi customer.

37

Merencanakan target penagihan dan mengendalikan kegiatan pengendalian jaminan dan L/C atas semua transaksi untuk mamudahkan proses penagihan kepada konsumen. Mengorganisasikan aktivitas evaluasi proses pelaporan Credit Rating dan Credit Limit Customer (triwulanan) untuk menetapkan Credit Rating dan Credit Limit Customer. Mengorganisasikan aktivitas evaluasi piutang perusahaan untuk memastikan laporan posisi dan umur piutang perusahaan (bulanan). Mengevaluasi dan merekomandasikan kebijakan akuntansi yang terkait dengan aktivitas penagihan, perpajakan dan credit risk sesuai peraturan yang berlaku. Merencanakan dan mencari alternative/solusi pembiayaan dari perbankan untuk memastikan pemberian kredit kepada konsumen. Mengorganisasikan kegiatan kunjungan dan menghubungi

konsuman secara aktif serta mengunjungi Bank Negosiasi untuk menyelesaikan piutang-piutang yang bermasalah. 2) Superintendent Sales Payment & Guarantee Cont. Mengkoordinasikan kegiatan pengendalian jaminan atas semua transaksi penjualan berjalan secara efektif dan efisien sesuai ketentuan yang berlaku. Menerima, memeriksa, menganalisa dan mengclear semua jenis jaminan pembayaran dari Customer sesuai standar jaminan dan ketentuan yang berlaku.

38

Mengammend Letter of Credit (L/C) yang tidak sesuai dengan teknis kontrak standar L/C PT. Krakatau Steel. Mengkonfirmasikan kepada konsumen untuk segera menajemen L/C. Meneliti dan mereview laporan out standing piutang setiap minggu. Mengkoordinir dan mengawasi kegiatan operasi penagihan ke konsumen di Jakarta berdasarkan laporan out standing piutang. Mengingatkan secara aktif para konsumen yang belum melunasi tagihan sesudah jatuh tempo. Melaporkan kegiatan Pengendalian Jaminan setiap minggu kepada Manager Kredit & Penagihan. Menyelesaikan pembayaran piutang yang melewati jatuh tempo dengan menyelesaikan masalah-masalah yang menghambat

pembayaran. Meneliti dan mereview Laporan amendment dan menindak lanjuti laporan amendment dengan menelpon dan mengunjungi

konsumen/bank opening yang banyak masalah L/C amend. Melaksanakan tugas sesuai SMKS (Sistem Manajemen Krakatau Steel), untuk menghasilkan kualitas kerja dan memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk mengatur dan mengawasi kegiatan dan area yang menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan prosedur peraturan perundangan dan norma-norma K3LH yang berlaku.

39

3) Specialist Sales Payment & Guarantee Control Flat Menerima/mendapatkan kontrak penjualan dari bagian penjualan dan dokumen jaminan dari pelanggan. Memeriksa dan menganalisa jaminan meliputi ; L/C, Standby L/C, deposito, billyet giro, bank garansi dan jaminan lainnya untuk menentukan kesesuaian jaminan dengan ketentuan perusahaan. Melaksanakan clearance jaminan yang sesuai dengan ketentuan perusahaan. Meminta kepada pelanggan/konsumen dan bank atau lembaga keuangan lainnya untuk melakukan perubahan (amendment)

jaminan yang tidak sesuai dengan kentuan perusahaan. Menentukan jumlah dan jenis barang yang bisa dikirim kepada

pelanggan/konsumen berdasarkan nilai jaminan yang di clear. Menyampaikan penolakan jaminan yang tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan kepada bagian penjualan dan konsumen. Menganalisa tunggakan piutang konsumen dan merekomendasikan penangguhan order baru berdasarkan adanya tunggakan piutang kepada Penjualan. Menyiapkan dan mendistribusikan serta mengarsipkan dokumen tanda terima jaminan. Membuat Laporan jaminan yang unclear secara periodik. Menyiapkan data untuk kepentingan laporan performance tracking dan penilaian pelanggan secara periodik.

40

Melaksanakan tugas sesuai SMKS (System Manajemen Krakatau Steel) untuk menghasilkan kualitas kerja dan memenuhi standar yang ditetapkan.

4) Officer Sales Payment & Guarantee Control Flat mengumpulkan dan mengolah data jaminan meliputi ; L/C, Standby L/C, deposito, billyet giro, bank garansi dan jaminan lainnya untuk menentukan kesesuaian jaminan dengan ketentuan perusahaan. Mengumpulkan dan mengolah data untuk melaksanakan

clearance jaminan yang sesuai dengan ketentuan perusahaan. Mengumpulkan dan mengolah data untuk menyampaikan

penolakan jaminan yang tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan kepada bagian penjualan dan konsumen. Mengumpulkan dan mengolah data untuk menganalisa tunggakan piutang konsumen dan merekomendasikan penangguhan order baru berdasarkan adanya tunggakan piutang kepada Penjualan. Menyiapkan dan mendistribusikan serta mengarsipkan dokumen tanda terima jaminan. Mengumpulkan dan mengolah data untuk direkomendasikan menjadi Laporan jaminan produk flat yang unclear secara periodik.

41

Menyiapkan data untuk kepentingan laporan performance tracking dan penilaian pelanggan secara periodik. Melaksanakan tugas sesuai SMKS (System Manajemen Krakatau Steel) untuk menghasilkan kualitas kerja dan memenuhi standar yang ditetapkan.

5) Specialist Sales Payment & Guarantee Control Non Flat Menerima/mendapatkan kontrak penjualan dari bagian penjualan dan dokumen jaminan dari pelanggan. Memeriksa dan menganalisa jaminan meliputi ; L/C, Standby L/C, deposito, billyet giro, bank garansi dan jaminan lainnya untuk menentukan kesesuaian jaminan dengan ketentuan perusahaan. Melaksanakan clearance jaminan yang sesuai dengan ketentuan perusahaan. Meminta kepada pelanggan/konsumen dan bank atau lembaga keuangan lainnya untuk melakukan perubahan (amendment) jaminan yang tidak sesuai dengan kentuan perusahaan. Menentukan jumlah dan jenis barang yang bisa dikirim kepada pelanggan/konsumen berdasarkan nilai jaminan yang di clear. Menyampaikan penolakan jaminan yang tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan kepada bagian penjualan dan konsumen.

42

Menganalisa tunggakan piutang konsumen dan merekomendasikan penangguhan order baru berdasarkan adanya tunggakan piutang kepada penjualan. Menyiapkan dan mendistribusikan serta mengarsipkan dokumen tanda terima jaminan. Membuat Laporan jaminan yang unclear secara periodik. Menganalisis data untuk kepentingan laporan performance tracking dan penilaian pelanggan secara periodik. Melaksanakan tugas sesuai SMKS (System Manajemen Krakatau Steel) untuk menghasilkan kualitas kerja dan memenuhi standar yang ditetapkan.

6) Officer Sales Payment & Guarantee Control Non Flat Mengumpulkan dan mengolah data jaminan meliputi ; L/C, Standby L/C, deposito, billyet giro, bank garansi dan jaminan

lainnya untuk menentukan kesesuaian jaminan dengan ketentuan perusahaan. Mengumpulkan dan mengolah data untuk melaksanakan

clearance jaminan yang sesuai dengan ketentuan perusahaan. Mengumpulkan dan mengolah data untuk menyampaikan

penolakan jaminan yang tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan kepada bagian penjualan dan konsumen.

43

Mengumpulkan dan mengolah data untuk menganalisa tunggakan piutang konsumen dan merekomendasikan penangguhan order baru berdasarkan adanya tunggakan piutang kepada penjualan. Menyiapkan dan mendistribusikan serta mengarsipkan dokumen tanda terima jaminan. Mengumpulkan dan mengolah data untuk direkomendasikan menjadi Laporan jaminan produk flat yang unclear secara periodik. Menyiapkan data untuk kepentingan laporan performance tracking dan penilaian pelanggan secara periodik Melaksanakan tugas sesuai SMKS (System Manajemen Krakatau Steel) untuk menghasilkan kualitas kerja dan memenuhi standar yang ditetapkan. 7) Superintendent Sales Payment & Guarantee Cont. Mengatur dan mengevaluasi semua jenis jaminan pembayaran yang masuk untuk mengendalikan dan memastikan jaminan atas semua transaksi penjualan sesuai dengan standar jaminan dan ketentuan yang berlaku. Mengevaluasi dan mereview Letter of Credit (L/C) yang tidak sesuai dengan teknis kontrak standar L/C PT. Krakatau Steel untuk menentukan L/C mana saja yang perlu dilakukan perubahan atau di ammendment.

44

Mengevaluasi laporan out standing piutang secara periodik untuk menindak lanjuti dan memastikan transaksi penjualan dengan pelanggan dapat dilakukan. Menyelenggaran dan mengatur kegiatan operasi penagihan di Jakarta berdasarkan laporan out standing piutang untuk melakukan penagihan ke konsumen sesuai dengan kontrak yang berlaku. Mengatur dan mereview kontrak-kontrak penjualan dalam rangka pengendalian jaminan secara periodik untuk memastikan kontrakkontrak penjualan sudah ada jaminannya. Mengevaluasi pembayaran piutang secara periodik untuk

mengetahui piutang yang sudah melewati jatuh tempo dengan cara mengingatkan dan memonitor konsumen supaya menindak lanjuti dan melunasi tagihan sesudah jatuh tempo. Mereview dan menindaklanjuti dokumen kontrak yang sudah habis masa berlakunya dengan memberitahukan kepada konsumen/bank opening untuk di amendment sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mereview dan menindaklanjuti laporan kontrak terbit yang belum ada jaminannya untuk direkomendasikan dan ditindaklanjuti oleh divisi penjualan terkait secara periodik. Melaksanakan tugas sesuai SMKS (Sistem Manajemen Krakatau Steel), untuk menghasilkan kualitas kerja dan memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk mengatur dan mengawasi kegiatan dan

45

area yang menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan prosedur peraturan perundangan dan norma-norma K3LH yang berlaku.

3.3 Bisnis Utama Perusahaan dan Perkembangan Permintaan Konsumen PT.KRAKATAU STEEL adalah perusahaan baja terbesar di Indonesia. BUMN yang berlokasi di cilegon, Banten iniberdiri pada tanggal 31 Agustue 1970. Produk yang dihasilkan adalah lembaraan panas, lembaran dingin, dan baja batang kawat. Hasil produk ini pada umumnya merupakan bahan baku untuk industri lanjutannya.

46

BAB IV HASIL MAGANG DAN PEMBAHASAN

4.1 Kegiatan Harian Selama Magang Tanggal Kegiatan Paraf Mahasiswa 23/9/2013 Menginput data no rekening Paraf Pembimbing

perusahaan, Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 24/9/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 25/9/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 26/9/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 27/9/2013 28/9/2013 IZIN KULIAH Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak

47

29/9/2013

Mensortir Jaminan), pembayaran

TTJ

(Tanda

Terima sistem dan

Memproses pembeli

Mengoprasikan faximile 1/10/2013 Mensortir Jaminan), pembayaran TTJ (Tanda Terima sistem dan

Memproses pembeli

Mengoprasikan faximile 2/10/2013 3/10/2013 IZIN KULIAH Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 4/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 7/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 8/10/2013 Mensortir Jaminan), pembayaran TTJ (Tanda Terima sistem dan

Memproses pembeli

Mengoprasikan faximile 9/10/2013 IZIN KULIAH

48

10/10/2013 Mensortir Jaminan), pembayaran

TTJ

(Tanda

Terima sistem dan

Memproses pembeli

Mengoprasikan faximile 11/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 14/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 15/10/2013 Mensortir Jaminan), pembayaran TTJ (Tanda Terima sistem dan

Memproses pembeli

Mengoprasikan faximile 16/10/2013 IZIN KULIAH 17/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 18/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 21/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan

49

Mengarsipkan kontrak 22/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 23/10/2013 IZIN KULIAH 24/10/2013 Mensortir Jaminan), pembayaran TTJ (Tanda Terima sistem dan

Memproses pembeli

Mengoprasikan faximile 25/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 28/10/2013 IZIN KULIAH 29/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 30/10/2013 Mensortir Jaminan), pembayaran TTJ (Tanda Terima sistem dan

Memproses pembeli

Mengoprasikan faximile 31/10/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak

50

1/11/2013 4/11/2013

SAKIT Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 5/11/2013 Mensortir Jaminan), pembayaran TTJ (Tanda Terima sistem dan

Memproses pembeli

Mengoprasikan faximile 6/11/2013 7/11/2013 IZIN KULIAH Mensortir Jaminan), pembayaran TTJ (Tanda Terima sistem dan

Memproses pembeli

Mengoprasikan faximile 8/11/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 11/11/2013 Mensortir Jaminan), pembayaran TTJ (Tanda Terima sistem dan

Memproses pembeli

Mengoprasikan faximile 12/11/2013 Mensortir Jaminan), pembayaran TTJ (Tanda Terima sistem dan

Memproses pembeli

51

Mengoprasikan faximile 13/11/2013 IZIN KULIAH 14/11/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 15/11/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 18/11/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 19/11/2013 Menginput data file dokumen,

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 20/11/2013 21/11/2013 22/11/2013 25/11/2013 Menginput data file dokumen, IZIN UTS

Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 26/11/2013 Mensortir Jaminan), pembayaran TTJ (Tanda Terima sistem dan

Memproses pembeli

52

Mengoprasikan faximile

4.2 Penerapan Teori Untuk Kegiatan Harian Selama Magang

Tanggal 23/9/2013

Kegiatan Magang Menginput data no rekening perusahaan dan Mengarsipkan kontrak

Penerapan Teori Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen

24/9/2013

Menginput

data

file

dokumen

dan

Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen

Mengarsipkan kontrak 25/9/2013 Menginput data file dokumen dan

Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen

Mengarsipkan kontrak 26/9/2013 Menginput data file dokumen dan

Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen

Mengarsipkan kontrak 28/9/2013 Menginput data file dokumen dan

Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen Manajemen dan Manajemen Keuangan

Mengarsipkan kontrak 29/9/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran

pembeli 1/10/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan), Memproses sistem pembayaran pembeli 3/10/2013 Menginput data file dokumen dan Manajemen dan Manajemen Keuangan Manajemen dan Sistem

53

Mengarsipkan kontrak 4/10/2013 Menginput data file dokumen, Memeriksa email L/C dari bank dan Mengarsipkan kontrak 7/10/2013 Menginput data file dokumen dan

Informasi Manajemen Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen

Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen Manajemen dan Manajemen Keuangan

Mengarsipkan kontrak 8/10/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran

pembeli 10/10/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran Manajemen dan Manajemen Keuangan

pembeli 11/10/2013 Menginput data file dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen Manajemen dan Manajemen Keuangan

Mengarsipkan kontrak 14/10/2013 Menginput data file

Mengarsipkan kontrak 15/10/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran

pembeli 17/10/2013 Menginput data file dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen

Mengarsipkan kontrak 18/10/2013 Menginput data file

Mengarsipkan kontrak

54

21/10/2013

Menginput

data

file

dokumen

dan

Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen

Mengarsipkan kontrak 22/10/2013 Menginput data file dokumen dan

Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen Manajemen dan Manajemen Keuangan

Mengarsipkan kontrak 24/10/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran

pembeli 25/10/2013 Menginput data file dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen Manajemen dan Manajemen Keuangan

Mengarsipkan kontrak 29/10/2013 Menginput data file

Mengarsipkan kontrak 30/10/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran

pembeli 31/10/2013 Mengiput data file dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen Manajemen dan Manajemen Keuangan

Mengarsipkan kontrak 4/11/2013 Menginput data file

Mengarsipkan kontrak 5/11/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran

pembeli 7/11/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran Manajemen dan Manajemen Keuangan

55

pembeli 8/11/2013 Menginput data file dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen Manajemen dan Manajemen Keuangan

Mengarsipkan kontrak 11/11/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran

pembeli 12/11/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran Manajemen dan Manajemen Keuangan

pembeli 14/11/2013 Menginput data file dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen dokumen dan Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen Manajemen dan Manajemen Keuangan

Mengarsipkan kontrak 15/11/2013 Menginput data file

Mengarsipkan kontrak 18/11/2013 Menginput data file

Mengarsipkan kontrak 19/11/2013 Menginput data file

Mengarsipkan kontrak 25/11/2013 Menginput data file

Mengarsipkan kontrak 26/11/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) dan Memproses sistem pembayaran

pembeli 27/11/2013 Mensortir TTJ (Tanda Terima Jaminan) Manajemen dan

56

dan

Memproses

sistem

pembayaran

Manajemen Keuangan

pembeli

4.3 Hambatan yang dialami dalam pelaksanaan magang Dalam menjalani suatu pelaksanaan magang telah banyak yang dilakukan serta menemukan berbagai kendala, dari kendala tersebut dapat dijadikan pertimbangan yang nantinya akan dapat membantu meningkatkan efektifitas pekerjaan. Dan juga dapat dijadikan sebagai evaluasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kesalahan. Berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan magang oleh peserta magang adalah sebagai berikut : 1) Mahasiswa tidak banyak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan credit and collection di PT.Krakatau Steel (Persero) Tbk. 2) Pengarsipan findoc yang kurang tersusun rapi sehingga ada beberapa findoc yang tercecer. 3) Kurangnya tempat untuk penyimpanan findoc sehingga menyulitkan dalam peyusunan findoc sesuai kegunaannya. 4) Tak jarang kurangnya komunikasi dalam pengerjaan suatu pelaksanaan kerja dapat menngakibatkan kesalahan. 5) Kurangnya ketelitian dalam pengisian findoc di SAP.

57

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


2.1 Kesimpulan Berdasarkan pengalaman dan proses pembelajaran magang yang telah saya lakukan maka dapat saya tarik sebuah kesimpulan bahwa di PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. seluruh unit yang berada di dalam sebuah perusahaan haruslah saling bersinergi, bekerjasama dan berkomitmen dalam melaksanakan tugas dan kewajiban masing-masing karena semua tugas menjadi satu rangkaian sehingga unit yang satu tergantung pada unit lainnya, agar dapat lebih baik lagi dalam pelayanan dan kedepannya sesuai yang tercermin dalam visi dan misi perusahaan. Di bidang kebijakan piutang dan kredit yang dilakukan oleh divisi Credit and Collection banyak pertimbangan dan analisis yang dilakukan. Dalam pengerjaan analisis kredit yaitu memastikan apakah konsumen mampu membayar pada jangka waktu yang telah ditentukan/sesuai jatuh tempo. Suatu yang dikreditkan merupakan barang yang diperdagangkan yaitu produk-produk baja. Penjualan kredit yang dilakukan PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. menggunakan sistem pembayaran yang bermacam-macam yaitu : 1) LC (Letter Of Credit) 2) Bank Garansi 3) Joint Account 4) Giro

58

Metode pembayaran dalam perdagangan adalah sebagai berikut : o Advance payment (uang muka) o Open Account (pembayaran kemudian) o Documentary Collection o LC (Letter Of Credit)

2.2 Saran 1. Mahasiswa tidak banyak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan credit and collection di PT.Krakatau Steel (Persero) Tbk. 2. Karyawan Divisi Credit dan Collection dalam pengerjaan mengenai pembayaran dan penginputan findoc dalam SAP dibutuhkan ketelitian ekstra serta double cek agar minim kesalahan. 3. Pihak perusahaan sebaiknya dapat lebih kooperatif terhadap mahasiswa magang dengan memberikan kepercayaan untuk memberikan tugas yang sesuai dengan program studi mereka dengan penambahan perangkat komputer agar dapat dengan lebih fleksibel dalam pelaksanaan tugas. 4. Melakukan penyusunan arsip findoc agar tersusun rapi sehingga tidak ada findoc yang tercecer. 5. Menyediakan tempat khusus untuk penyimpanan findoc dan daftar nama atau no data findoc sehingga memudahkan dalam pencarian findoc ketika dibutuhkan. 6. Menciptakan komunikasi yang baik dan rutin dilakukan dalam pengerjaan suatu pelaksanaan kerja agar dapat meminimalisir kesalahan dalam pekerjaan.

59