Anda di halaman 1dari 19

1.

Saringan Pasir Lambat Konvensional

Secara umum, proses pengolahan air bersih dengan saringan pasir lambat konvensional terdiri atas unit proses yakni bangunan penyadap, bak penampung, saringan pasir lambat dan bak penampung air bersih . Unit pengolahan air dengan saringan pasir lambat merupakan suatu paket. Air baku yang digunakan yakni air sungai atau air danau yang tingkat kekeruhannya tidak terlalu tinggi. Jika tingkat kekeruhan air bakunya cukup tinggi misalnya pada waktu musim hujan, maka agar supaya beban saringan pasir lambat tidak telalu besar, maka perlu dilengkapi dengan peralatan pengolahan pendahuluan misalnya bak pengendapan awal dengan atau tanpa koagulasi bahan dengan bahan kimia. Umumnya disain konstruksi dirancang setelah didapat hasil dari survai lapangan baik mengenai kuantitas maupun kualitas. Dalam gambar desain telah ditetapkan proses pengolahan yang dibutuhkan serta tata letak tiap unit yang beroperasi. Kapasitas pengolahan dapat dirancang dengan berbagai macam ukuran sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. iasanya saringan pasir lambat hanya terdiri dari sebuah bak yang terbuat dari beton, !erosemen, bata semen atau bak !iber glass untuk menampung air dan media penyaring pasir. ak ini dilengkapi dengan sistem saluran bawah, inlet, outlet dan peralatan kontrol. Untuk sistem saringan pasir lambat konvensional terdapat dua tipe saringan yakni " Saringan pasir lambat dengan kontrol pada inlet #$ambar %&. Saringan pasir lambat dengan kontrol pada outlet. #$ambar '&.

Kedua sistem saringan pasir lambat tersebut mengunakan sistem penyaringan dari atas ke bawah #down (low&. Kapasitas pengolahan dapat dirancang dengan berbagai macam ukuran sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. iasanya saringan pasir lambat hanya terdiri dari sebuah bak yang terbuat dari beton, !erosemen, bata semen atau bak !iber glass untuk menampung air dan media penyaring pasir. ak ini dilengkapi dengan sistem saluran bawah, inlet, outlet dan peralatan kontrol.

Gambar. Komponen Dasar Saringan Pasir Lambat Sistem Kontrol Inlet

Keterangan " A. Kran untuk inlet air baku dan pengaturan laju penyaringan . Kran untuk penggelontoran air supernatant ). *ndikator laju air D. +eir inlet ,. Kran untuk pencucian balik unggun pasir dengan air bersih (. Kran untuk pengeluaran-pengurasan air olahan yang masih kotor $. Kran distribusi .. Kran penguras bak air bersih .al/hal yang perlu diperhatikan pada sistem saringan pasir lambat antara lain yakni " Bagian Inlet Struktur inlet dibuat sedemikian rupa sehingga air masuk ke dalam saringan tidak merusak atau mengaduk permukaan media pasir bagian atas. Struktur inlet ini biasanya berbentuk segi empat dan dapat ber!ungsi juga untuk mengeringkan air yang berada di atas media penyaring #pasir&. Lapisan Air di Atas media Penyaring (supernatant) 0inggi lapisan air yang berada di atas media penyaring #supernatant& dibuat sedemikian rupa agar dapat menghasilkan tekanan #head& sehingga dapat mendorong air mengalir melalui unggun pasir. Di samping itu juga ber!ungsi agar dapat memberikan waktu tinggal air yang akan diolah di dalam unggun pasir sesuai dengan kriteria disain.

Gambar 2 Komponen Dasa Saringan Pasir Lambat Sistem Kontrol Outlet. Keterangan " A. Kran untuk inlet air baku . Kran untuk penggelontoran air supernatant ). Kran untuk pencucian balik unggun pasir dengan air bersih D. Kran untuk pengeluaran-pengurasan air olahan yang masih kotor ,. Kran pengatur laju penyaringan (. *ndikator laju alir $. +eir inlet kran distribusi

.. Kran distribusi *. Kran penguras bak air bersih

2.

Pengolahan Air Limbah Dengan Proses Aerasi Kontak

Proses ini merupakan pengembangan dari proses lumpur aktif dan proses biofilter. Pengolahan air limbah dengan proses aerasi kontak ini terdiri dari dua bagian yakni pengolahan primer dan pengolahan sekunder. Pengolahan Primer Pada pengolahan primer ini, air limbah dialirkan melalui saringan kasar (bar screen) untuk menyaring sampah yang berukuran besar seperti sampah daun, kertas, plastik dll. Setelah melalui screen air limbah dialirkan ke bak pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran lainnya. Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungasi sebagai bak pengontrol aliran. Pengolahan sekunder Proses pengolahan sekunder ini terdiri dari bak kontaktor anaerob (anoxic) dan bak kontaktor aerob. Air limpasan dari bak pengendap awal dipompa dan dialirkan ke bak penenang, kemudian dari bak penenang air limbah mengalir ke bak kontaktor anaerob dengan arah aliran dari bawah ke atas ( p !low). "i dalam bak kontaktor anaerob tersebut diisi dengan media dari bahan plastik atau kerikil#batu split. $umlah bak kontaktor anaerob ini bisa dibuat lebih dari satu sesuai dengan kualitas dan jumlah air baku yang akan diolah. Air limpasan dari bak kontaktor anaerob dialirkan ke bak aerasi. "i dalam bak aerasi ini diisi dengan media dari bahan pasltik (polyethylene), batu apung atau bahan serat, sambil diaerasi atau dihembus dengan udara sehingga mikro organisme yang ada akan menguraikan %at organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media. "engan demikian air limbah akan kontak dengan mikro&orgainisme yang tersuspensi dalam air maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian %at organik. Proses ini sering di namakan Aerasi 'ontak ((ontact Aeration). "ari bak aerasi, air dialirkan ke bak pengendap akhir. "i dalam bak ini lumpur aktif yang mengandung massa mikro& organisme diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet bak aerasi dengan pompa sirkulasi lumpur. Sedangkan air limpasan (o)er flow) dialirkan ke bak khlorinasi. "i dalam bak kontaktor khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh micro&organisme patogen. Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran umum. "engan kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan %at organik (*+", (+"), cara ini dapat menurunkan konsentrasi nutrient (nitrogen) yang ada dalam air limbah. "engan proses ini air limbah rumah sakit dengan konsentrasi *+" ,-. &/.. mg#lt dapat di turunkan kadar *+" nya menjadi ,. &/. mg#lt. Skema proses pengolahan air limbah rumah sakit dengan sistem aerasi kontak dapat dilihat pada gambar 000.-. Surplus lumpur dari bak pengendap awal maupun akhir ditampung ke dalam bak pengering lumpur, sedangkan air resapannya ditampung kembali di bak penampung air limbah.

1ambar 000.- 2 "iagram proses pengolahan air limbah dengan proses aerasi kontak. Keunggulan Proses Aerasi Kontak Pengelolaannya sangat mudah. *iaya operasinya rendah. "ibandingkan dengan proses lumpur aktif, 3umpur yang dihasilkan relatif sedikit.

"apat menghilangkan nitrogen dan phospor yang dapat menyebabkan euthropikasi. Suplai udara untuk aerasi relatif kecil. "apat digunakan untuk air limbah dengan beban *+" yang cukup besar

3.

Pengolahan Air Limbah Dengan Proses Bio ilter !"p #lo$!

Proses pengolahan air limbah dengan biofilter 4up flow4 ini terdiri dari bak pengendap, ditambah dengan beberapa bak biofilter yang diisi dengan media kerikil atau batu pecah, plastik atau media lain. Penguraian %at&%at organik yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri anaerobik atau facultatif aerobik *ak pengendap terdiri atas , ruangan, yang pertama berfungsi sebagai bak pengendap pertama, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung lumpur sedangkan ruang kedua berfungsi sebagai pengendap kedua dan penampung lumpur yang tidak terendapkan di bak pertama, dan air luapan dari bak pengendap dialirkan ke media filter dengan arah aliran dari bawah ke atas. Setelah beberapa hari operasi, pada permukaan media filter akan tumbuh lapisan film mikro&organisme. 5ikro& organisme inilah yang akan menguraikan %at organik yang belum sempat terurai pada bak pengendap. Air luapan dari biofilter kemudian dibubuhi dengan khlorine atau kaporit untuk membunuh mikroorganisme patogen, kemudian dibuang langsung ke sungai atau saluran umum. Skema proses pengolahan air limbah dengan biofilter 4 p !low4 dapat dilihat seperti terlihat dalam 1ambar 000.6. *iofilter 4 p !low4 ini mempunyai , fungsi yang menguntungkan dalam proses pengolahan air buangan yakni antara lain 2 Adanya air buangan yang melalui media kerikil yang terdapat pada biofilter lama kelamaan mengakibatkan timbulnya lapisan lendir yang menyelimuti kerikil atau yang disebut juga biologi%al ilm. Air limbah yang masih mengandung %at organik yang belum teruraikan pada bak pengendap bila melalui lapisan lendir ini akan mengalami proses penguraian secara biologis. 7fisiensi biofilter tergantung dari luas kontak antara air limbah dengan mikro&organisme yang menempel pada permukaan media filter tersebut. 5akin luas bidang kontaknya maka efisiensi penurunan konsentrasi %at organiknya (*+") makin besar. Selain menghilangkan atau mengurangi konsentrasi *+" cara ini dapat juga mengurangi konsentrasi padatan tersuspensi atau suspended solids (SS) dan konsentrasi total nitrogen dan posphor. *iofilter juga berfungsi sebagai media penyaring air limbah yang melalui media ini. Sebagai akibatnya, air limbah yang mengandung suspended solids dan bakteri 7.coli setelah melalui filter ini akan berkurang konsentrasinya. 7fesiensi penyaringan akan sangat besar karena dengan adanya bio ilter up lo$ yakni penyaringan dengan sistem aliran dari bawah ke atas akan mengurangi kecepatan partikel yang terdapat pada air buangan dan partikel yang tidak terbawa aliran ke atas akan mengendapkan di dasar bak filter. Sistem biofilter p !low ini sangat sederhana, operasinya mudah dan tanpa memakai bahan kimia serta tanpa membutuhkan energi. Poses ini cocok digunakan untuk mengolah air limbah dengan kapasitas yang tidak terlalu besar.

1ambar 000.6. 2 "iagram proses pengolahan air limbah dengan sisten biofilter 4 p !low4.

Kriteria Peren%anaan Kriteria Peren%anaan Bak Pengendap *ak pengendap harus memenuhi persyaratan tertentu antara lain2 *ahan bangunan harus kuat terhadap tekanan atau gaya berat yang mungkin timbul dan harus tahan terhadap asam serta harus kedap air. $umlah ruangan disarankan minimal , (dua) buah. ). "asar bak dapat dibuat hori%ontal atau dengan kemiringan tertentu untuk memudahkan pengurasan lumpur. Pengurasan lumpur minimal dilakukan setiap , & / tahun. 8aktu tinggal (residence time) 9s#d / hari. *entuk :angki empat persegi panjang dengan perbandingan panjang dan lebar , s#d / 2 9. 3ebar *ak minimal .,;- meter dan panjang bak minimal 9,- meter. 'edalaman air efektif 9&, meter, tinggi ruang bebas air .,,&.,< meter dan tinggi ruang ntuk penyimpanan lumpur 9#/ dari kedalaman air efektif (laju produksi lumpur sekitar .,./ & .,.< 5 /#orang #tahun

Kriteria Peren%anaan Bio ilter !"p #lo$! ntuk merencanakan biofilter 4 p !low4 harus memenuhi beberapa persyaratan, yakni 2 *ak biofilter terdiri dari 9 (satu) ruangan atau lebih. 5edia filter terdiri dari kerikil atau batu pecah atau bahan plastik dengan ukuran diameter rata&rata ,. &,- mm , dan ratio )olume rongga .,<-. :inggi filter (lapisan kerikil) .,= &9,, meter. *eban hidrolik filter maksimum /,< 5/#m,#hari. 8aktu tinggal dalam filter 6 &= jam (didasarkan pada )olume rongga filter).

4.

TEKNOLOGI PENGOL ! N I" LI#$ ! T !%&TE#PE DENG N SISTE# KO#$IN SI $IO'ILTE" N E"O$& E"O$

Salah satu cara untuk mengatasi masalah air limbah industri tahu/tempe tersebut adalah dengan kombinasi proses pengolahan biologis anaerob dan aerob. Secara umum proses pengolahannya dibagi menjadi dua tahap yakni pertama proses penguraian anaerob #Anaerobic digesting&, dan yang ke dua proses pengolahan lanjut dengan sistem bio!ilter anaerob/aerob. Secara garis besar proses pengolahan air limbah industri tahu dan tempe ditunjukkan seperti pada $ambar 1. 4.1. Penguraian naerob 4.1.1 Pengola(an Air limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu/tempe kumpulkan melalui saluran air limbah, kemudian dilairkan ke bak kontrol untuk memisahkan kotoran padat. Selanjutnya, sambil di bubuhi dengan larutan kapur atau larutan 2a3. air limbah dialirkan ke bak pengurai anaerob. Di dalam bak pengurai anaerob tersebut polutan organik yang ada di dalam air limbah akan diuraikan oleh mikroorganisme secara anaerob, menghasilkan gas methan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Dengan proses tahap pertama konsentrasi )3D dalam air limbah dapat diturukkan sampai kira/kira 455 ppm #e!isiensi pengolahan 65 7&. Air olahan tahap awal ini selanjutnya diolah dengan proses pengolahan lanjut dengan sistem bio!ilter aerob.

$ambar 1 " Diagram proses pengolahan air limbah industri tahu/tempe dengan sistem kombinasi bio!ilter 8Anareb/Aerob8.

Keunggulan proses anaerobik dibandingkan proses aerobik adalah sebagai berikut #9ettingan et al, %6:5; Sahm, %6:1; Sterritt dan 9ester, %6::; Swit<enbaum, %6:=& " >roses anaerobik dapat segera menggunakan )3' yang ada sebagai penerima elektron. >roses tersebut tidak membutuhkan oksigen dan pemakaian oksigen dalam proses penguraian limbah akan menambah biaya pengoperasian. >enguraian anaerobik menghasilkan lebih sedikit lumpur #=/'5 kali lebih sedikit dari pada proses aerobik&, energi yang dihasilkan bakteri anaerobik relati! rendah. Sebagian besar energi didapat dari pemecahan substrat yang ditemukan dalam hasil akhir, yaitu ).1. Dibawah kondisi aerobik ?57 dari karbon organik dirubah menjadi biomassa, sedangkan dalam proses anaerobik hanya ?7 dari karbon organik yang dirubah menjadi biomassa. Dengan proses anaerobik satu metrik ton )3D tinggal '5 / %?5 kg biomassa, sedangkan proses aerobik masih tersisa 155 / 455 kg biomassa #Speece, %6:=; Swit<enbaum, %6:=&.

>roses anaerobik menghasilkan gas yang berman!aat, metan. $as metan mengandung sekitar 657 energi dengan nilai kalori 6.555 kkal-m=, dan dapat dibakar ditempat proses penguraian atau untuk menghasilkan listrik. Sedikit energi terbuang menjadi panas #=/?7&. >ruduksi metan menurunkan 3D dalam >enguraian lumpur limbah. ,nergi untuk penguraian limbah kecil. >enguraian anaerobik cocok untuk limbah industri dengan konsentrasi polutan organik yang tinggi. @emungkinkan untuk diterapkan pada proses >enguraian limbah dalam jumlah besar. Sistem anaerobik dapat membiodegradasi senyawa Aenobiotik #seperti chlorinated aliphatic hydrocarbons seperti trichlorethylene, trihalo/methanes& dan senyawa alami recalcitrant seperti li$nin.

eberapa kelemahan >enguraian anaerobik" 9ebih 9ambat dari proses aerobik Sensiti! oleh senyawa toksik Start up membutuhkan waktu lama Konsentrasi substrat primer tinggi

5. Pengola(an ir $ersi( Dengan )ara membuat *Penang+ap ir !u,an*

>enangkap air hujan ini jika dilihat sepintas akan memiliki kesamaan dengan sumur tampung, yaitu sama/sama meman!aatkan air hujan. 2amun penangkap air hujan ini memiliki cara kerja yang berbeda dan lebih panjang daripada sumur tampung. >enangkap air hujan juga digunakan saat musim hujan tiba dimana hujan datang sangat sering sehingga air bersih menjadi kotor. Jika kita lihat kurang lebih benilah cara kerja penangkap air hujan"

)ara kerja penangkap air hujan yaitu air hujan yang turun akan terperangkap diwadah perangkap air. Kemudian air hujan akan turun mengikuti saluran air dan akan masuk ke tank penyaringan. Didalam tank penyaringan kita bisa mengisinya dengan beberapa barang seperti pasir, kerikil dan lain sebagainya. Dari dalam tank penyaringan air hujan secara otomatis akan terpisah dengan kotoran yang ada dan masuk kedalam tank penampung. Setelah masuk ke tank penampung air akan disedot menggunakan pompa penyedot air dan akan dimasukan kedalam penampung akhir melalui keran air yang telah disediakan. Sama halnya dengan sumur tampung, penangkap air hujan ini sangat berguna dan sangat membantu masyarakat. Dengan adanya penangkap air hujan ini maka masyarakat bisa mendapatkan air bersih walau pun sedang musim penghujan. 2amun lagi/lagi cara ini akan lebih e!ekti! jika dibuat dengan ukuran besar dan dengan dukungan masyarakat banyak supaya air bersih hasil proses ini bisa digunakan oleh warga lain yang kesulitan menemukan air bersih.

-.

TEKNIK&TEKNIK PENGOL ! N I" SIN #EN. DI I" T / " >roses mengolah air asin-payau menjadi air tawar atau sering dikenal dengan istilah desalinasi dapat

dikelompokkan menjadi = #tiga& macam yaitu" 9. Proses destilasi (suling) >roses destilasi meman!aatkan energi panas untuk menguapkan air asin. Uap air tersebut selanjutnya didinginkan menjadi titik/titik air dan hasil ditampung sebagai air bersih yang tawar.

,.

Proses penukar ion >ada tahun %:?', +ay menemukan bahwa menghilangkan ammonia dalam larutan air yang meresap melalui tanah sesungguhnya berupa pertukaran ion dengan kalsium yang terkandung di dalam sejenis silica tertentu dalam tanah. Dewasa ini penukaran ion sudah menjadi proses konversi kimia yang sangat berman!aat. >roses ini digunakan secara luas dan skala besar di industry #2ur Alimah, '55:& 0eknik penukar ion meman!aatkan proses kimiawi untuk memisahkan garam dalam air. >ada proses ini ion garam #2a )l& ditukar dengan ion seperti )a B' dan S31/'. @ateri penukar ion berasal dari bahan alam atau sintetis. @ateri penukar ion alam misalnya <eolit sedangkan yang sintetis resin #resin kation dan resin anion&. >roses pertukaran ion merupakan reaksi kimia yang ionnya terhidrata dan bersi!at mobil bergerak di dalam <at padat, dipertukarkan atas dasar ekuivalen dengan ion yang bermuatan sama yang terdapat di dalam larutan. Cat padat mempunyai struktur seperti jala terbuka dan ion yang bergerak itu menetralisir muatan, atau muatan potensial, gugus yang terpasang di dalam matriks <at padat itu disebut penukar ion.

a&

>ertukaran kation >ertukaran kation berlangsung bila kation yang bergerak dan bermuatan posiri! terikat pada gugus yang bermuatan negative di dalamnya penukar ion saling bertukar dengan kation lain terdapat di dalam larutan.

b&

>ertukaran anion >roses pertukaran ion berlangsung bila anion bergerak, bermuatan negati! yang melekat pada gugus bermuatan positi! di dalam resin, penukar kalor saling bertukar dengan anion di dalam larutan.

/.

Proses filtrasi. >roses ketiga ini lebih dikenal dengan sistem osmose balik 0"everse Osmosis1. Deverse 3smosis adalah salah satu teknologi pengolahan air asin menjadi air tawar yang paling sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum. Keistimewaan dari proses ini adalah mampu nyaring molekul yang lebih besar dari molekul air. Dalam proses !iltrasi atau teknologi membran dikenal elektrodialisis dan reverse osmosis. Dari dua teknologi membran tersebut reverse osmosis yang paling sering dipakai saat ini. >ada tahun %E1:, *lmuwan >erancis Abbe 2ollett, menemukan peristiwa osmosis yang alami. >roses ini terjadi ketika aliran cairan melalui suatu membran semi/permeable ke larutan konsentrat yang kemudian airnya menjadi tawar. 9ebih dari '55 tahun kemudian, peristiwa ini telah dikenali sebagai cara untuk mengolah air asin, air payau, atau air yang berwarna.

)ara Kerja Deverse 3smosis" Daya penggerak di belakang reverse osmosis memberikan tekanan hidrostatik yang berbeda. 0anpa adanya pengaruh dari tekanan luar, air asin seperti yang terlihat pada gambar akan menerobos membran untuk menetralkan-menawarkan air yang mengandung garam melalui proses osmosis. >erbedaan pada permukaan air dalam kaitan dengan perpindahan ini disebut dengan osmotic pressure head, dan tekanan hidrostatik yang menyebabkan kenaikan pada permukaan air adalah osmotic pressure. Dalam beberapa kasus air laut yang mempunyai kandungan garam tinggi, tekanan osmotis dapat menjadi sebesar %555 psi. ). #ESIN 2 NG DIG%N K N D L # PENGOL ! N I" SIN #EN. DI I" T / " Evaporator

>erusahaan industri berat mengembangkan mesin uap#evaporator& terbesar untuk pabrik unutk mengolah air laut menjadi air tawar. Doosan, perusahaan *ndustri berat dan konstruksi, menyelesaikan proyek pembangunan pabrik itu dan mengadakan upacara untuk meresmikan pengakutan evaporator ke Kuweit dengan kapal pada tanggal 6 @ei. Doosan berhasil memproleh pesanan sebesar =E5 juta dolar melalui kontrak dengan departmen energi di Saniya, Kuweit untuk menyuplai evaporator untuk pabrik pengolah air tawar. ,vaporator itu berukuran " lebarnya %51 @, panjang '? @, tinggi 6.' @ dan beratnya =,4=5 ton. pa+a( evaporator untu+ mengola( air. >engolah air tawar " ,vaporator adalah sistem utama bagi pabrik untuk mengolah air laut menjadi air tawar. 9adang garam memproduksi garam melalui proses penguapan air laut. Sebaliknya, air bersih akan diproduksi, dengan menghilangkan garam dari air laut. ,vapotrator untuk mengolah air laut dirancangan untuk mengumpulkan uap yang terjadi di dalam proses penguapan. Untuk produksi garam, air akan dikumpulkan dan dikeringkan saja di halaman terbuka. 0etapi pengolahan air laut untuk menjadi air tawar adalah proses rumit yang membutuhkan !asilitas raksasa. Pengumpulan air >enguapan dengan multi guna " Air laut akan direbuskan untuk penguapan. Uap itu akan terkumpul maka menjadi air tawar. 0eknologi itu biasanya digunakan untuk pabrik pengolah air laut sekala besar. )ara tekanan peresapan #osmosis& dengan arah balik" )ara untuk mengurangi dan menghapus rasa asin air laut. 0eknologi ini digunakan untuk pabrik pengolah air laut sekala menengah dan kecil.

S+ema Pengola(an ir Laut 0 sin1 #en,a3i ir $ersi( 0Ta4ar1

Keterangan 5 >% " >ompa % #Sumur& >' " >ompa ' #0angki& >= " >ompa (lush S( " Sand (iter )(% " )artridge (ilter ? mikron )(' " )artridge (ilter %5 mikron D-3 " @esin Utama #0ype >0S %5.555 S+& )ara Ker,a Air dari sumur utama yang merupakan air asin di hisap menggunakan pompa % #sumur& melewati Sand (ilter % untuk proses penyaringan pertama kemudian di tampung ke tangki %. Dari tangki % ini air masih berupa air asin disedot menggunakan pompa ' dan melalui Sand (ilter ' untuk proses penyaringan kedua, berikutnya air melewati )artridge (ilter ? mikron sebanyak dua buah dan )artridge (ilter %5 mikron % buah untuk proses penyaringan lebih lanjut, disini air sudah terlihat bersih namun masih terasa asin. Selanjutnya air masuk ke D-3 Unit, disinilah air asin diproses menjadi air tawar, sistemnya menggunakan sistem membran, yaitu pemisahan air asin dan air tawar. >erbandingan antara air tawar dan air asin yang diproses adalah %"?, % liter air bersih " ? liter air asin. Air bersih berupa air tawar yang dihasilkan D-3 di tampung kedalam tangki ', dan air tawar siap untuk dikonsumsi. >ada sistem ini bagian dalam D-3 harus tetap dibersihkan yaitu dengan di (lush. Air yang digunakan harus air bersih #tawar&, dan ini di suply dari tangki ' yang berupa air tawar hasil dari pengolahan D-3 dan melalui )artridge (ilter %5 mikro, sistem pembersihannya menggunakan sistem otomatis, yaitu sekitar %5 detik saat awal pengoperasian D-3 dan 1 jam sekali selama D-3 dioperasikan. Selanjutnya air asin yang sudah dipisahkan dari D-3 kemudian di alirkan ke sumur resapan. Instalasi Pipa 3an lat& lat *nstalasi yang dilakukan dilapangan yaitu alat/alat tersebut diletakkan diatas 9and berukuran # aduh berapa yea>. 3upa gan,& kurang lebih ?A? m #tergantung kebutuhan aja dah&, dan diletakkan didalam boA #Silter $o6& berukuran 'F' m. 3.. iya, pada saat instalasi dilapangan terdapat tambahan tangki kecil dengan kapasitas sekitar '?5 liter yang ber!ungsi sebagai persediaan air bersih untuk melakukan proses (lush yaitu proses pembersihan bagian dalam D-3. >enambahan ini dimaksudkan agar proses (lush bisa berjalan lebih mudah tanpa terpengaruh dari kondisi tangki ' #dua& yang sewaktu/ waktu bisa kosong, karena jika persediaan air untuk melakukan (lush tidak ada maka air yang di suply ke D-3 adalah berupa angin, dan ini dapat menyebabkan D-3 mengalami kerusakan.

7.

@,@ UA0 *2S0A9AS* >,2J,D2*.A2 A*D SKA9A DU@A. 0A2$$A Sumber" +idarto, %664 ahan" %. >asir, Kerikil, *juk, Arang Karbon Akti! '. Kaporit 5,5%7, 0awas 5,%57 dan atu Kapur 5,%57 =. Drum air penampung 1. Drum air penyaringan-pengolahan

8.

>,2$39A.A2 A*D K303D SU@UD ahan" %. >asir '. >ipa >ralon

9. >,2$39A.A2 A*D D,2$A2 >,2GU9*2$A2 0ujuan %. @emisahkan racun bahan kimia #insektisida H limbah industri& '. @emisahkan unsur radioakti! #Da dan >lutonium& =. @emisahkan mineral tidak diperlukan #@ercuri, arsenik dan timah hitam& 1. @embunuh organisme merugikan #bakteri, virus dan parasit& ahan %. 0angki pemanas listrik '. Kumparan kondensor =. >enyaring karbon akti! 1. +adah penampung air )ara Kerja Alat %. Air ledeng dimasukkan dalam tangki pemanas '. >ada titik didih normal %55 ) bakteri dan virus mati =. Air mendidih berubah jadi uap, menyisakan <at padat yang tidak larut, logam atau lainnya dalam tangki 1. Uap menjadi tetesan air suling murni ?. melewati saringan karbon akti! untuk menghilangkan bau, warna dan rasa 4. Ditampung dalam wadah plastik E. 9angsung diminum tanpa direbus

Keterangan" %. a& b& c& d& '. a& b& c& =. a& b& >enutup Kumparan kondensor Kipas angin >enguapan Karbon akti! diletakkan pada ujung penetes 0angki pemanas 9empengan pemanas 0ombol reset Kabel penutup +adah >lastik penampung air suling 0utup berlobang sebesar ujung penetes dipakai pada saat alat bekerja 0utup bulat rapat dipakai sewaktu menyimpan air

19. >,2$39A.A2 A*D K303D D,2$A2 SAD*2$A2 >AS*D #A,DAS* DA2 (*90DAS*& 0ujuan" @enurunkan (e #besi& @n #mangan& A9 #alumunium& ahan" >asir Kerikil Sirtu

11. >,2$39A.A2 A*D $A@ U0 #p. '/?& Ada ' tahap pengolahan" %. Koagulasi, (lokulasi, Absorbsi dan Sedimentasi '. >enyaringan-(iltrasi

muara I tempat berakhirnya aliran sungai di laut, danau, atau sungai lain; sungai yg dekat dng laut