Anda di halaman 1dari 16

2014

ISOLATO R LISTRIK
Tugas Mata Kuliah Material Listrik Magnet
Oleh kelompok 2 Ikhwanuddin !itra "ara #r Sinura$a &uraini 'itri )ailani Ra$ )ulniati )urha,i,ah 'ransiskus "aruwu Riki ./endi .lsa .ka 0utri Sri Anugerah "ati 10080101 10080101% 10080101( 10080101* 10080101+ 100801018 10080101100801020 10080102 10080102*

1.0ART.M.& 'ISIKA 'AK2LTAS MAT.MATIKA 1A& ILM2 0.&3.TA42A& ALAM 2&I5.RSITAS S2MAT.RA 2TARA

PENGERTIAN UMUM Isolator listrik adalah bahan yang tidak bisa atau sulit melakukan perpindahan muatan listrik. Dalam bahan isolator valensi elektronnya terikat kuat pada atom-atomnya. Isolator dalam kristal padat, celah energi terlarang antara pita terisi paling atas (pita valensi) dengan pita kosong palng rendah (pita konduksi) yang lebar, sehingga hanya sebagian kecil saja dari electron-elektron yang terangsang oleh panas (pada temperature kamar) yang dapat melompat dari pita valensi ke pita konduksi. Sehingga bahan ini merupakan penghantar (baik elektrik maupun panas) yang buruk. Bahan-bahan ini dipergunakan dalam alat-alat elektronika sebagai isolator, atau penghambat mengalirnya arus listrik. Isolator berguna pula sebagai penopang beban atau pemisah antara konduktor tanpa membuat adanya arus mengalir ke luar atau atara konduktor. Istilah ini juga dipergunakan untuk menamai alat yang digunakan untuk menyangga kabel transmisi listrik pada tiang listrik. Beberapa bahan, seperti kaca, kertas, atau e!lon merupakan bahan isolator yang sangat bagus. Beberapa bahan sintetis masih "cukup bagus" dipergunakan sebagai isolator kabel. #ontohnya plastik atau karet. Bahan-bahan ini dipilih sebagai isolator kabel karena lebih mudah dibentuk $ diproses sementara masih bisa menyumbat aliran listrik pada voltase menengah (ratusan, mungkin ribuan volt). KARAKTERISTIK BAHAN ISOLATOR %arakteristik bahan isolator meliputi& 1. Sifat Elektris Bahan penyekat mempunyai tahanan listrik yang besar. 'enyekat listrik bertujuan untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik antara kedua penghantar yang berbeda potensial atau untuk mencegah loncatan listrik ketanah. %ebocoran arus listrik harus dibatasi sekecilkecilnya (tidak melampui batas yang telah ditentukan oleh peraturan yang berlaku). (dapun si!at listrik yang perlu diperhatikan dalam bahan isolasi adalah& a. )esistivitas Sesuai dengan !ungsinya, bahan isolasi yang baik adalah bahan isolasi yang resistivitasnya besar tak terhingga. api pada kenyataannya bahan yang demikian itu belum dapat diperoleh. Sampai saat ini semua bahan isolasi masih mengalirkan listrik *alaupun kecil yang la+im disebut dengan arus bocor. ,al ini menunjukkan bah*a resistansi bahan isolasi bukan tidak terbatas besarnya.

Besarnya resistansi bahan isolasi sesuai dengan hokum -hm adalah& ) . /$I Dengan ) adalah resistansi dalam satuan -hm, / adalah tegangan yang dipakai dalam satuan volt dan I adalah arus yang bocor dalam satuan ampere. Beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan resistivitas adalah& Setiap resistivitas akan berkurang besarnya jika suhu dinaikkan. Banyak bahan yang mempunyai resistivitas yang besar pada suhu kamar, namun turun drastis pada suhu 011o#. 2ntuk bahan isolasi yang higroskopis, di daerah yang lembab, resistivitas akan menurun secara mencolok )esistivitas akan naik jika tegangan yang diberikan naik

b. 'ermitivitas Setiap bahan isolasi mempunyai permitivitas. ,al ini bagi bahan-bahan yang digunakan sebagai elektrik kapasitor. %apasitansi suatu kapasitor tergantung beberapa !aktor yaitu& luas permukaan, jarak antar plat kapasitor serta konstanta dielektriknya. Besarnya kapasitansi dihutung dengan persamaan&

Dengan 3 adalah permitivitas bahan dielektrik dengan satuan 4$m, h adalah jarak antar plat kapasitro dalam satuan meter dan S adalah luas permukaan plat kapasitor dalam satuan m5. c. Sudut kerugian Dielektrik 'ada saat bahan isolasi diberi tegangan bolak balik, maka terdapat energi yang diserap oleh bahan tersebut. (kibatnya terdapat !aktor kapasiti!. Besarnya kerugian yang diserap oleh bahan isolasi adalah berbading lurus dengan tegangan, !rekuensi dan kapasitansi, serta sudut kerugian dielektrik yang ditunjukkan dalam persamaan berikut&

d. Si!at Dielektrik %ekuatan Dielektrik

Suatu dielektrik tidak mempunyai elektron-elektron bebas, melainkan elektronelektron yang terikat pada inti atom unsur yang membentuk dielektrik tersebut. 'ada gambar berikut, ditunjukkan suatu bahan dielektrik yang ditempatkan diantara dua elektroda piring sejajar. Bila tegangan diberi tegangan searah /, maka timbul medan elektrik (6) didalam dielektrik. 7edan elektrik ini memberi gaya kepada elektron-elektron agar terlepas dari ikatannya dan menjadi elektron bebas. Dengan kata lain, medan elektrik merupakan suatu beban yang menekan dielektrik agar berubah si!at menjadi konduktor. 8ihat gambar sebagai berikut ini&

)ugi Dielektrik )ugi-rugi dielektrik terjadi jika ada perubahan arah medan elektrik yang berulang-ulang. -leh karena itu, rugi-rugi dielektrik hanya terjadi pada medan elektrik bolak-balik, yaitu medan yang ditimbulkan makin tinggi, maka !rekuensi gesekan antar molekul akan meningkat, akibatnya rugi-rugi dielektrik semakin besar. etapi, jika !rekuensi sangat tinggi, maka perubahan posisi dipol sangat sedikit, karena molekul harus segera kembali ke semula. Dalam hal ini, dipol tidak sempat berubah posisi 091 o sehingga peluang terjadinya gesekan antar molekul berkurang. (kibatnya, rugi-rugi dielektrik akan berkurang pada !rekuensi yang sangat tinggi. Besarnya rugi-rugi dielektrik sebanding dengan besarnya !rekuensi, dan tan :. ,ubungan !aktor disipasi dengan !rekuensi ditunjukkan dari gambar berikut&

%ekuatan %erak Isolasi Bila suatu sistem isolasi diberikan tekanan dielektrik, maka arus akan mengalir pada permukaannya. Besar arus permukaan ini ditentukan tahanan permukaan sistem isolasi. (rus ini sering juga disebut dengan arus bocor arus yang menyelusuri sirip isolator. 7udah dipahami, bah*a besar arus tersebut dipengaruhi oleh kondisi sekitarnya, yaitu suhu, tekanan, kelembapan dan polusi. Secara teknis, sistem isolasi harus mampu memikul arus bocor tersebut tanpa menimbulkan pemburukan pada permukaan sistem isolasi atau setidaknya pemburukan karena arus bocor tersebut dapat dibatasi. (rus bocor menimbulkan panas, dan hasil sampingannya adalah timbulnya penguraian pada bahan kimia yang membentuk permukaan sistem isolasi. 6!ek yang sangat nyata dari penguaraian ini adalah timbulnya kerak (jejak arus). %erak dapat membentuk suatu lajur kondukti! yang selanjutnya akan menimbulkan tekanan elektrik yang berlebihan pada sistem isolasi. 'anas yang ditimbulkan arus bocor dapat juga menimbulkan erosi tanpa didahului oleh adanya kerak kondukti!. erjadinya kerak tidak terbatas hanya pada permukaan isolasi pasangan luar, tetapi dapat juga terjadi pada isolasi peralatan pasangan dalam yang terpasang pada tempat kotor dan lembab, juga pada isolasi yang terpasang dibahagian dalam peralatan itu sendiri. Semua kejadian itu dipengaruhi si!at material, bentuk dan kehalusan permukaan elektroda, juga oleh pengaruh luar. 7ekanisme terjadinya

kerak sama dengan mekanisme le*at denyar isolasi terpolusi. Bergabungnya beberapa kerak dapat memicu le*at danuar sempurna. e. %onduktivitas 'anas dan )esisitvitas 'anas 'anas yang didesipasikan oleh bahan pengantar atau rangkaian magnetik pada medan listrik melalui bahan isolasi diteruskan ke udara di sekelilingnya. 2ntuk mengetahui resistansi panas dapat digunakan rumus yang mirip dengan hokum -hm sebagai berikut&

Dengan variable sebagai berikut& ' adalah panas yang mele*ati bahan isolasi persatuan detik dalam satuan *att$s t adalah beda suhu antara bagian yang panas dengan bagian yang dingin dalam satuan o#. )p adalah resistansi panas dalam satuan derajat per *att atau ohm meter. 2ntuk menghitung besarnya resistansi panas ()p) digunakan rumus&

Dengan variable sebagai berikut& ;p adalah resistivitas panas dalam satuan ohm meter h adalah jarak antara bagian yang panas dan bagian yang dingin dari isolator dalam satuan meter S adalah luas penampang dalam satuan m5

Sehingga konduktivitas panas dinyatakan dalam persamaan&

Bahan-bahan tersebut di udara mempunyai ;p yang tinggi dan ;p tersebut akan turun bila bahan diimpregnasi atau bila bahan menjadi lembab. 2. Sifat Mekanis 7engingat luasnya pemakaiannya pemakaian bahan penyekat, maka dipertimbangkan kekuatan struktur bahannya. Dengan demikian, dapat dibatasi hal-hal penyebab

kerusakan dikarenakan kesalahan pemakaiannya. 7isal diperlukan bahan yang tahan tarikan, maka kita harus menggunakan bahan dari kain daripada kertas. Bahan kain lebih kuat terhadap tarikan daripada bahan kertas. (dapun si!at-si!at mekanis dari bahan isolasi adalah sebagai berikut& a. %ekuatan tarik %ekuatan maksimum dari suatu bahan yang mampu menahan tegangan dari beban dengan berat (<) tiap satuan luas penampang (mm=) b. 'emuluran 'resentase (>) perubahan panjang sebuah keping uji sesaat sebelum putus terhadap panjang sebelumnya c. 'enuaan ((geing) Standar pengukuran untuk menentukan perubahan si!at 7ekanis ( %uat tarik dan 'emuluran) terhadap temperatur dengan *aktu yang dipercepat. 'eristi*a aging terjadi karena adanya reaksi autooksidasi oleh panas, cahaya matahari, mekanikal stress, unsur-unsur pengotor dll yang bereaksi dengan bahan plastik membentuk gugus radikal yang akan memutus sebagian rantai molekul sehingga dengan sendirinya si!at mekanis menjadi menurun. d. 'enambahan ?at (diti! 4iller, Stabili+er, 'igment additive akan merubah baik itu si!at 6lectris maupun 7ekanis. @ 'enambahan 'igment, menurunkan /olume )esistivity @ 'enambahan (ntioksidant, menaikan Dissipation !actor @ 'enambahan (ntioksidant, memperlambat *aktu #rosslinking @ 'enambahan !iller, menurunkan si!at mekanis, menaikkan density, menurunkan /olume )esistivity e. 'enyusutan 'eristi*a perubahan volume suatu material pada saat proses dari kondisi panas menjadi dingin. !. %ekerasan (,ardness) Standar pengukuran untuk menyatakan kekerasan dan atau kelembekan suatu bahan. ,ardness untuk plastik bisanya dinyatakan dengan Shore ( atau Shore D (Shore D

digunakan untuk plastik yang lebih keras yang tidak bisa dinyatakan dengan Shore ().

. Sifat Ter!is 'anas yang ditimbulkan dari dalam oleh arus listrik atau oleh arus gaya magnet, berpengaruh terhadap kekuatan bahan penyekat. Deemikian panas yang berasal dari luar (alam sekitar). Dalam hal ini, kalau panas yang ditimbulkan cukup tinggi, maka penyekat yang digunakan harus tepat. (danya panas juga harus dipertimbangkan, agar tidak merusak bahan penyekat yang digunakan. Suhu sangat mempengaruhi si!at bahan isolasi, maka pada umumnya jika temperature naik maka si!at isolasi jadi tidak baik. Selain si!at isolasinya menurun, maka si!at mekaniknya juga terganggu sehingga dapat merusak struktur bahan, baik sementara maupun permanen. (dapun pengaruh lain dari panas terhadap bahan isolasi adalah& a. Aika terlalu lama berada dalam suatu suhu tinggi, mengakibatkan proses penuaan bahan menjadi lebih cepat. b. %etahanan panas bahan yang menyatakan ketahanan bahan terhadapa suhu tertentu dalam *aktu tertentu pula (relati! pendek) ". Sifat Ki!ia 'anas yang tinggi yang diterima oleh bahan penyekat dapat mengakibatkan perubahan susunan kimia bahan. Demikian juga pengaruh adanya kelembaban udara, basah yang ada di sekitar bahan penyekat. Aika kelembaban tidak dapat dihindari, haruslah dipilih bahan penyekat yang tahan terhadap air. Demikian juga adanya +at-+at lain dapat merusak struktur kimia bahan. %etahanan kimia dari bahan sangat penting sebab beberapa bahan isolasi sagat peka terhadap pengaruh bahan-bahan kimia, seperti gas, air, asam, basa, dan alkali. 'ada tegangan tinggi dapat menimbulkan o+on yang dapat mempengaruhi ketahanan isolasinya. #ontoh& %aret. (dapun si!at kimia lainnya adalah sebagai berikut& !. ,idroskopisiti. %emampuan atau kapasitas bahan untuk menarik uap air dari udara, makin sedikit kapasitas uap air yang dapat diserap maka akan semakin baik isolasi tersebut. 2ntuk itu selama penyimpanan atau pemakaian bahan isolasi agar tidak terjadi penyerapan

uap air oleh bahan isolasi, maka hendaknya bahan penyerap uap air yaitusenya*a '5-B atau #a#l5. Bahan dielektrik yang molekulnya berisi kelompok hidroksil (-,), higroskopisitasnya relati! besar. Sedangkan bahan dielektrik seperti & para!in, polietilin dan politetra !luoro etilen adalah bahan -bahan nonhigroskopis. g. 'enyerapan air, yaitu kemampuan atau kapasitas suatu bahan penyerap air bila bahan tersebut dimasukkan ke dalam air. h. Si!at larut dari bahan. Si!at ini adalah diperlukan ketika menentukan macam bahan pelarut untuk suatu bahan, misalnya & vernis, plastik, dan sebagainya. Auga ketika menguji bahan isolasi ataskemampuannya tetap tahan di dalam cairan selama diimpregnasi dan selama pemakaiannya (bahan isolasi tra!o minyak). %emampuan larut bahan padat dapatdievaluasi berdasarkan banyaknya bagian permukaan bahan yang dapat larut setiapsatuan *aktu jika diberi bahan pelarut. %emampuan larut suatu bahan akan lebih besar jika suhunya dinaikkan. 2mumnya bahan pelarut komposisi kimianya sama dengan bahan yang dilarutkan. i. )esistansi %imia Bahan isolasi mempunyai kemampuan yang berbeda ketahanannya terhadapkorosi yang disebabkan oleh & gas, air, asam, basa dan garam. ,al ini perlu diperhatikan untuk pemakaian bahan isolasi yang digunakan di daerah yang kosentrasi kimianya akti!,suhu di atas normal. %arena kecepatan korosi dipengaruhi pula oleh kenaikkan suhu.Bahan isolasi yang digunakan pada instalasi tegangan tinggi harus mampu menahanterjadinya o+on. (rtinya,bahan tersebut harus mempunyai resistansi o+on yang tinggi. %arena o+on dapat menyebabkan isolasi berubah regas. j. 'ermeabilitas 2ap %emampuan bahan isolasi untuk dile*ati uap disebuat permeabilitas uap bahan. 4aktor ini perlu diperhatikan bagibahan yang digunakan untuk & isolasi kabel,rumah kapasitor.Banyak uap 7 dalam satuan mikro-gram, selama t jam, melalui permukaan S meter persegi,dengan beda tekanan pada kedua sisi bahan p dalam satuan mm-,g, dinyatakan dalam persamaan&

k. )esistansi )adiasi

'emakaian

bahan

isolasi

sering

dipengaruhi

bermacam-macam

energy

radiasi.'engaruh ini dapat mengubah si!at bahan isolasi. )adiasi sinar matahari mempengaruhi umur bahan isolasi, khusunya jika bahan tersebut bersinggungan langsung dengan oksigen.Sinar ultraviolet dapat merusak beberapa bahan organik yaitu menurunnya kekuatan mekanik,elastisitas dan retak Cretak. Sinar D, sinar Csinar dari reactor nuklir, misalnya & sinar E, F dan G partikel C pertikel radio isotop, mempunyai pengaruh sangat besar pada bahan isolasi. Bahan polimer organik akan menjadi lebih keras dan akan menjadi lebih tahan terhadap panas jika terkena sinar C sinar tersebut, misalnya& politetra!louroetilen. %emampuan suatu bahan isolasi untuk menahan pengaruh radiasi tanpa mengalami kerusakan disebut resistansi radiasi. #. Sifat lainn$a (dapun hal yang perlu di perhatikan dari si!at-si!at bahan isolasi selain disebutkan diatas adalah& a. itik leleh. b. 'engaruh daya tembus dari kelembaban c. Daerah basah d. Daerah kering e. Daerah hujan yang tinggi !. (ngin g. )ayap, jamur, serangga, dll BENTUK ISOLATOR Bentuk isolator menyerupai dengan bentuk benda pada umumnya, yaitu& padat, cair, dan gas sesuai dengan kebutuhannya. a. Isolator %ent&k 'a(at Beberapa macam isolator bentuk padat sesuai dengan asalnya, diantaranya& a. Bahan tambang, seperti& batua pualam, asbes, mika, mekanit, mika!olium, mikalek, dan sebagainya. b. Bahan berserat, seperti& benang, kain, (tekstil), kertas, prespan, kayu, dll. c. Helas dan keramik d. 'lastik e. %aret, bakelit, ebonit, dan sebagainya,

!. Bahan -bahan lain yang dipadatkan. %. Isolator %ent&k )air Isolator dalam bentuk cair ini yang paling banyak digunakan adalah minyak trans!ormator dan macam-macam minyak hasil bumi. ). Isolator %ent&k *as Isolator dalam bentuk gas ini dapat dikelompokkan ke dalam & udara dan gas-gas lain, seperti & <itrogen, ,idrogen dan #arbondioksida (#-5), Has S4I, dan lain-lain. PEMBAGIAN KELAS BAHAN ISOLATOR Berdasarkan suhu maksimum yang dii+inkannya, maka bahan isolator listrik dapat dibagi menjadi & Kelas J ( 6 B 4 , # Maksi!&! Te!'erat&r + ,- . K1 0B1 051 0L1 0BB 091 091 ke atas

0) Kelas /0 $ang termasuk dalam kelas ini adalah bahan berserat organis (seperti kertas, karton, katun, sutera, dan sebagainya) yang tidak dicelup dalam bahan pernis atau bahan pencelup laiinya. suhu rendah. 5) Kelas A0 $aitu bahan berserat dari kelas J yang telah dicelup dalam pernis atau kompon atau yang terendam dalam cairan dielektrikum (seperti isolator!iber pada trans!ormator yang terendam minyak). Bahan -bahan ini adalah katun, sutera, dan kertas yang telah dicelum, termasuk ka*at email (enamel) yang terlapis damar-oleo dan daman polyamide. L) Kelas E0 $aitu bahan isolator ka*at enamel yang memakai bahan pengikat polyvinyl!ormal, polyurethene dan damar epoMy dan bahan pengikat lain sejenis dengan bahan selulosa, pertinaks dan tekstolit, !ilm triacetate, !ilm dan serat polyethylene terephthalate. ermasuk juga bahan termoplastik yang dapat lunak pada

N) Kelas B0 $aitu bahan bukan organik (seperti & mika, gelas, !iber, asbes) yang dicelup atau direkat menjadi satu dengan pernis atau kompon, dan biasanya tahan panas (dengan dasar minyak pengering, bitumin sirlak, bakelit, dan sebagainya). B) Kelas 10 $aitu bahan bukan organik yang dicelup atau direkat menjadi satu dengan eposide, polyurethane atau pernis lain yang tahan panas tinggi. I) Kelas H0 $aitu semua bahan komposisi bahan dasar mika, asbes dan gelas !iber dicelup dalam silikon dan tidak mengandung sesuatu bahan organis seperti kertas, katun dll. O) Kelas -0 $aitu bahan bukan organik yang tidak dicelup dan tidak terikat dengan +at+at organik, seperti & mika, mikanit, yang tahan panas (menggunakan bahan pengikat bukan organik), mikalek, gelas dan bahan keramik. ,anya satu bahan organis saja yang termasuk kelas # yaitu polytetra!luoroethylene (te!lon). BAHAN2BAHAN ISOLASI Bahan isolasi yang biasa dipergunakan pada isolator saluran udara yang dioperasikan pada tegangan tinggi (di atas 0 k/) adalah bahan porselin, bahan gelas serta bahan polymer (composite). Ba3an Porselin +kera!ik. 'orselin terbuat dari tanah liat china (china clay) yang terdapat di alam dalam bentuk alumunium silikat. Bahan tersebut dicampur kaolin, !elspar dan Puarts. %emudian campuran ini dipanaskan dalam tungku yang suhunya dapat diatur. Bahan porselin dibakar sampai keras, halus mengkilat dan bebas dari lubang-lubang. 2ntuk mendapatkan si!at-si!at listrik dan si!at mekanis yang baik, harus dipilih suhu pemrosesan bahan isolasi yang sesuai, karena jika bahan isolasi diproses pada suhu yang agak rendah, si!at mekanisnya baik, tetapi bahan tetap berlubang-lubang. Sedangkan jika diproses pada suhu yang tinggi, lubang-lubangnya berkurang tetapi bahan menjadi rapuh. Isolator porselin yang baik secara mekanis mempunyai kuat dielektrik kira-kira I1 k/$cm, kuat tekan dan kuat tariknya masing-masing O1.111 kg$cm5 dan B11 kg$cm5. Beberapa kelebihan isolator porselin$keramik antara lain& 0. Sta%il, adanya ikatan ionik yang kuat antaratom yang menyusun keramik, seperti silikon dan oksigen dalam silica dan silicates, membuatnya strukturnya sangat stabil dan biasanya tidak mengalami degradasi karena pengaruh lingkungan. Ini berarti bah*a isolator keramik tidak akan rusak oleh pengaruh 2/, kelembaban, aktivitas elektrik, dsb.

5. Me!'&n$ai kek&atan !ekanik $an* %aik, merupakan ciri alami bah*a bahan keramik mempunyai si!at mekanik yang kuat, sehingga pada pemakaian isolator porselin sebagai terminal kabel, bushing, dan arrester surja tidak memerlukan material lain untuk meyokongnya. L. Har*an$a relatif !&ra3, penyusun porselin seperti clay, !eldspar dan Puart+ harganya relati! murah dan persediaannya berlimpah. N. Ta3an la!a, proses pembuatan porselin yang terdiri dari beberapa proses seperti pencetakan dan pembakaran dalam mengurangi kadar air menyebabkan porselin mempunyai si!at a*et. Di samping kelebihan-kelebihan di atas, isolator porselin mempunyai beberapa kekurangan, yaitu& 0. 5. M&(a3 'e)a3, isolator porselin rentan pecah pada saat diba*a maupun saat instalasi. /andalisme merupakan !aktor utama yang yang menyebabkan isolator pecah. Berat, salah satu si!at dari keramik adalah mempunyai massa yang berat. -leh karenanya, pada isolator porselin berukuran besar dan berat biasanya mahal karena biaya yang dikeluarkan untuk pengiriman dan instalasi. L. Berl&%an* aki%at 'e!%&atan k&ran* se!'&rna, berdasarkan pengalaman isolator porselin yang berlubang dapat meyebabkan terjadinya tembus internal (internal dielectric breakdo*n). N. Bent&k *eo!etri ko!'leks, porselin mempunyai relati! mempunyai karakteristik jarak rayap yang kecil, oleh karenanya untuk memperpanjang jarak rayap tidak dilakukan dengan memperbesar diameter atau memperpanjang isolator melainkan mendesain isolator dengan membuat shed-shed. ,al ini membuat bentuknya menjadi kompleks. B. M&(a3 ter'ol&si, permukaan porselin bersi!at hidrophilik, yang berarti bah*a permukaan porselin mudah untuk menangkap air, sehingga pada kondisi lingkungan yang berpolusi mudah untuk terbentuk lapisan kondukti! di permukaannya. ,al ini yang dapat menyebabkan kegagalan isolasi yaitu !lashover. Ba3an Gelas Selain bahan porselin, bahan gelas juga banyak digunakan sebagai isolator pasangan luar (outdoor insulator) atau isolator saluran udara (overhead insulator), karena bahan gelas mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut& 0. %uat dielektriknya tinggi, sekitar 0N1 k/$cm

5. %oe!esien muainya rendah L. 7udah didesain (karena kuat dielektrikanya tinggi) N. %uat tekannya lebih besar daripada porselin B. %arena si!atnya yang tembus pandang, adanya keretakan, ketidakmurnian bahan, adanya gelembung udara dan pecahnya isolator mudah diketahui I. Bahan hampir merata (homogen) Selain keuntungan-keuntungan yang dimilikinya, isolator gelas juga mempunyai kerugian sebagai berikut& 0. 2ap air mudah mengembun pada permukaannya.-leh karena itu debu dan kotoran akan mudah mengumpul pada permukaannya, kejadian ini akan memudahkan mengalirnya arus bocor serta terjadinya !lashover 5. 2ntuk dipergunakan pada sistem tegangan yang tinggi, gelas tidak dapat dicor dalam bentuk yang tidak beraturan, karena pendinginan yang tidak teratur akan menimbulkan tekanan dari dalam. L. 7udah pecah, sama seperti bahan porselin, bahan gelas mempunyai si!at yang mudah pecah pula. /andalisme merupakan penyebab utama pecahnya isolator gelas (misal ditembak). Ba3an Poli!er +-o!'osite. Bahan polimer telah dipakai selama kurang lebih B1 tahun dan mengalami perkembangan pesat dibanding bahan lainnya. 7enurut ). ,ackam, pada tahun 0KN1 telah dipakai bisphenol epoMy resin untuk isolator dalam, cycloaliphatic epoMy untuk isolator luar (0KB1). Selanjutnya terjadi perkembangan pesat dalam pemakaian polimer untuk bahan isolator dan dibuat untuk skala komersial. 6thylene 'ropylene )ubber (6')) dibuat oleh #eraver, 4rancis (0KOB), -hio Brass, 2S( (0KOI), Sedivar, 2S( (0KOO), dan 8app, 2S( (0K91). Silicone )ubber (SI)) dibuat oleh )osenthal, Aerman (0KOI) dan )eliable, 2S( (0K9L), serta penggunaan cycloaliphatic epoMy pada jaringan transmisi di 2nited %ingdom (0KOO). Isolator komposit (composite insulator) telah digunakan di beberapa negara lebih dari tiga dekade sebagai alternati! pengganti isolator porselin dan gelas. Isolator komposit menunjukkan per!ormansi yang bagus pada beberapa kondisi, terutama untuk daerah berpolusi. Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh isolator polimer&

0. Rin*an, kepadatan material polimer lebih rendah dibandingkan keramik maupun gelas, hal ini menyebabkan isolator polimer ringan, sehingga mudah dalam penanganan maupun instalasi. 5. Bent&k *eo!etri se(er3ana, karena mempunyai karakteristik jarak rayap yang relati! besar menyebabkan desain isolator polimer sederhana. L. Ta3an ter3a(a' 'ol&si, karena bahan polimer mempunyai si!at hidrophobik (menolak air) yang baik. Sehingga air atau kotoran lainnya akan sukar menempel pada permukaannya meskipun dioperasikan pada kondisi lingkungan yang berpolusi maka isolator polimer mempunyai ketahanan tegangan le*at-denyar yang baik. N. 4akt& 'e!%&atan le%i3 sin*kat dibandingkan dengan isolator porselin, namun tidak mengurangi per!ormansinya. B. Ti(ak ter(a'at l&%an* karena 'e!%&atan, karena si!at polimer yang berbeda dengan porselin dalam hal pembuatannya. Sehingga memungkinkan tidak terjadinya tembus internal. Sedangkan kekurangan yang dimilki oleh isolator polimer adalah& 0. Pen&aan5(e*ra(asi pada permukaannya (sur!ace ageing), stress yang disebabkan antara lain karena korona, radiasi 2/ atau +at kimia dapat menyebabkan reaksi kimia pada permukaan polimer. Sehingga dapat merusak permukaan polimer (penuaan) yang dapat menghilangkan si!at hidro!obiknya, 5. Ma3al, bahan penyusun polimer lebih mahal dibandingkan dengan porselin maupun gelas. L. Kek&atan !ekanikn$a ke)il, isolasi polimer biasanya tidak mampu untuk menyokong dirinya sendiri. -leh karenanya dalam instalasi dibutuhkan peralatan lain seperti jacket (oversheath) sebagai penyokongnya. N. Ko!'a%ilitas !aterial, produk polimer menpunyai inter!ace lebih dari satu sumbu bergantung pada !ungsi dan desainnya. (pabila terdapat banyak inter!ace menyebabkan pengaruh penting pada perekatnya. -leh karenya harus diketahui dengan jelas sebelum menggunakan isolator polimer, sebab dapat menimbulkan korosi atau retakan apabila !ormulasinya tidak sesuai.

GAMBAR PRO6UK ISOLATOR

)ing Isolator

#eramic Hlass <o++le

Isolator Ball

%eramik ekstil

6A1TAR PUSTAKA Setia%&($0 R&(i. 2,,7. Material Teknik Listrik. Pener%it UI2Press8 9akarta 3tt'855i(.s)ri%(.)o!5(o)5 21,#"25BAHAN2ISOLASI 3tt'855(&nia2listrik.%lo*s'ot.)o!52,,:5, 5sifat2sifat2listrik2(ielektrik.3t!l 3tt'855re'ositor$.&s&.a).i(5%itstrea!512 "#;7<:5 171<5 5-3a'ter=2,II.'(f