Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA DASAR I BEBERAPA REAKSI KIMIA

OLEH : PUTU YULIANTARI 1108105040 KELOMPOK 20

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2011

I.

Tujuan Praktikum Mengamati peristiwa kimia.

II.

Dasar Teori Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan

antarubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebihproduk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan

pemutusan ikatan kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum reaksi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel-partikel elementer seperti pada reaksi nuklir.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi saat perubahan kimia yaitu : Habisnya zat yang bereaksi Zat yang beraksi lennyap Timbulnya gelembung gas Terjadi perubahan warna Timbul endapan Terjadi perubahan suhu Tercium adanya bau yang baru. Beragamnya reaksi-reaksi kimia dan pendekatan-pendekatan yang dilakukan dalam mempelajarinya mengakibatkan banyaknya cara untuk mengklasifikasikan reaksi-reaksi tersebut, yang sering kali tumpang tindih. Di bawah ini adalah contoh-contoh klasifikasi reaksi kimia yang biasanya digunakan.

Isomerisasi, yang mana senyawa kimia menjalani penataan ulang struktur tanpa perubahan pada kompoasisi atomnya

Kombinasi langsung atau sintesis, yang mana dua atau lebih unsur atau senyawa kimia bersatu membentuk produk kompleks: N2 + 3 H2 2 NH3

Dekomposisi kimiawi atau analisis, yang mana suatu senyawa diurai menjadi senyawa yang lebih kecil:

2 H2O 2 H2 + O2

Penggantian tunggal atau substitusi, dikarakterisasikan oleh suatu unsur digantikan oleh unsur lain yang lebih reaktif: 2 Na(s) + 2 HCl(aq) 2 NaCl(aq) + H2(g)

Metatesis atau Reaksi penggantian ganda, yang mana dua senyawa saling berganti ion atau ikatan untuk membentuk senyawa yang berbeda: NaCl(aq) + AgNO3(aq) NaNO3(aq) + AgCl(s)

Reaksi asam basa, secara luas merupakan reaksi antara asam dengan basa. Ia memiliki berbagai definisi tergantung pada konsep asam basa yang digunakan. Beberapa definisi yang paling umum adalah: Definisi Arrhenius: asam berdisosiasi dalam air melepaskan ion H3O+; basa berdisosiasi dalam air melepaskan ion OH-. Definisi Brnsted-Lowry: Asam adalah pendonor proton (H+) donors; basa adalah penerima (akseptor) proton. Melingkupi definisi Arrhenius.

Definisi Lewis: Asam adalah akseptor pasangan elektron; basa adalah pendonor pasangan elektron. Definisi ini melingkupi definisi Brnsted-Lowry.

Reaksi redoks, yang mana terjadi perubahan pada bilangan oksidasi atom senyawa yang bereaksi. Reaksi ini dapat diinterpretasikan sebagai transfer elektron. Contoh reaksi redoks adalah: 2 S2O32(aq) + I2(aq) S4O62(aq) + 2 I(aq) Yang mana I2 direduksi menjadi I- dan S2O32- (anion tiosulfat) dioksidasi menjadi S4O62-.

Pembakaran, adalah sejenis reaksi redoks yang mana bahan-bahan yang dapat terbakar bergabung dengan unsur-unsur oksidator, biasanya oksigen, untuk menghasilkan panas dan membentuk produk yang teroksidasi. Istilah pembakaran biasanya digunakan untuk merujuk hanya pada oksidasi skala besar pada keseluruhan molekul. Oksidasi terkontrol hanya pada satu gugus fungsi tunggal tidak termasuk dalam proses pembakaran. C10H8+ 12 O2 10 CO2 + 4 H2O CH2S + 6 F2 CF4 + 2 HF + SF6

Disproporsionasi, dengan satu reaktan membentuk dua jenis produk yang berbeda hanya pada keadaan oksidasinya. 2 Sn2+ Sn + Sn4+

Reaksi organik, melingkupi berbagai jenis reaksi yang melibatkan senyawasenyawa yang memiliki karbon sebagai unsur utamanya.

Tembaga adalah

suatu unsur

kimia dalam tabel

periodik yang

memiliki

lambang Cu dan nomor atom 29. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum. Logam Cu berbentuk plat dan wujud logam Cu adalah padat serta jenis unsurnya logam .Warna logam Cu adalah kemerahan ,sedangkan warna dari ion Cu 2+ adalah biru dan ion Cu + tidak berwarna .Logam Cu adalah unsur transisi dari periode keempat yang paling baik menghantarkan listrik ,pada unsur transisi Cu adalah unsur yang kurang reaktif sedangkan yang lainnya sangat reaktif.karena semua transisi (kecuali Cu)bersifat reduktor.hal ini meenyebabkan unsur transisi dapat bereaksi dengan unsur ion logam seperti halogen ,oksigen dan belerang.Adapun kegunaan dari logam CU adalah untuk kabel listrik dan berbagai hiasan rumah tangga serta sebagai campuran uang logam,perunggu dan kuningan .Adapun dampak negatif dari penggunaan Cu yaitu mudah terbakar dalam bentuk serbuk halus.

Dalam percobaan ini tembaga akan beraksi dengan unsur-unsur dan senyawa lainnya hingga didapatkan tembaga itu kembali. Berikut persamaan-persamaan reaksi tembaga tersebut :

a. Tembaga (Cu) akan direaksikan dengan asam nitrat (HNO3), dalam reaksi ini Cu akan habis bereaksi dan larutan akan berwarna biru dan menghasilkan gas NO. 3Cu + 8 HNO3 3Cu(NO3)2 + 2NO + 4H2O b. Hasil reaksi dari Cu dengan HNO3 yaitu Cu(NO3)2 akan bereaksi dengan NaOH. Cu(NO3)2 + 2KOH 2KNO3 + Cu(OH)2 c. Hasil reaksinya yaitu Cu(OH)2 akan dipanaskan dengan penambahan 50ml air

suling. Dalam pemanasan ini, larutan akan berubah warna pertama akan menjadi

hijau hingga warna berubah menjadi hitam, warna hitam akan mengendap kebawah, dan cairan akan berwarna bening, endapan yang berwarna hitam adalah CuO. Cu(OH)2 CuO + H2O d. Hasil pembakaran akan mendapatkan CuO, CuO akan beraksi dengan H2SO4 , menghasilkan perubahan warna kembali. CuO + H2SO4 CuSO4 + H2O e. Hasil reaksinya yaitu CuSO4 akan direaksikan dengan logam Zn, yang mendapatkan gumpalan-gumpalan Cu yang berwarna merah bata dalam cairan yang mengandung CuSO4 . CuSO4 + Zn Cu + ZnSO4 f. Untuk mendapatkan Cu kembai, maka akan dikekantasi dengan 50ml air suling 2 kali, lalu panaskan hingga di dapatkan massa Cu yang sebenarnya.

III.

Alat dan Bahan a. Alat : Gelas kimia / Gelas Beker Kaca Arloji Alat Pemanas ( Steambath ) Gelas Ukur Pipet tetes Pengaduk (spatula) Botol Semprot Cawan Penguap Timbangan

b. Bahan : Tembaga (Cu) 0,22 gram Larutan HNO3 4 Molar Larutan KOH 1 Molar

Air Suling Larutan H2SO4 Zn 0,21 gram

IV.

Cara Kerja a. Langkah I Reaksi antara logam Cu dengan Larutan Asam Nitrat (HNO3) Logam Cu 0,22 gram dimasukan kedalam gelas kimia. HNO3 4 Molar diukur dalam gelas ukur sebanyak 15 ml. Logam Cu dalam Gelas Kimia dicampurkan dengan 15ml HNO3, lalu tutup dengan kaca arloji. Amati dan catat reaksi yang terjadi, biarkan logam Cu habis bereaksi, kemudian hasil reaksi disimpan untuk pengerjaan berikutnya.

b. Langkah II Penambahan Larutan KOH

Larutan KOH 1 Molar diukur kedalam gelas ukur sebanyak 80 ml. Larutan KOH yang telah diukur dimasukan kedalam hasil reaksi sebelumnya yaitu larutan Cu(NO3)2. Amatilah Reaksi yang terjadi dan catat. kemudian disimpan untuk pengerjaan berikutnya. hasil reaksi ini

c. Langkah III Pemanasan Air suling diukur dengan gelas ukur sebanyak 50 ml. Air suling yang telah diukur dimasukan kedalam gelas kimia yang berisi larutan Cu(OH)2 . Larutan tersebut dipanaskan hingga mendidih sambil di aduk sesekali, sampai terjadi perubahan yang terjadi. Lalu larutan tersebut diangkat dan dicampurkan atau disemprot dengan air suling, biarkan larutan tersebut dingin kira-kira selama 5 menit. Cairan bening dalam larutan tersebut dibuang dengan cara dekantasi, usahakan endapannya tidak ikut terbuang. Larutan tersebut dicampurkan atau di semprot dengan air suling sebanyak 100ml, kemudian disimpan untuk pengerjaan berikutnya.

d. Langkah IV Penambahan larutan H2SO4 Larutan yang telah disimpan tersebut didekantasi sekali lagi. Endapan tersebut dicampurkan dengan H2SO4 sebanyak 3ml, kemudian aduk dan catat perubahan yang terjadi.

e. Langkah V Penambahan logan Zn Logam Zn dimasukan kedalam larutan CuSO4. Sesekali goyang-goyangkan gelas kimia tersebut, tutup dengan kaca arloji. Kemudian amati dan catat yang terjadi. Simpan hasil campuran CuSO4 dengan Zn tersebut untuk pengerjaan selanjutnya.

f. Langkah VI Mendapatkan Cu kembali Hasil sebelumnya didekantasi kembali cairan bening tersebut, hati-hati jangan sampai endapan Cu ikut terbuang. Cuci dengan air suling sebanyak 50ml, biarkan padatanya mengendap dan didekantasi kembali. Cawan ditimbang dengan timbangan dan catatlah massa cawan tersebut. Endapan Cu tersebut dituangkan diatas cawan. Panaskan air dalam gelas kimia diatas steambath kemudian cawan yang berisi Cu di taruh diatas gelas kimia yang berisi air tersebut. Catat dan amati hingga cairan dalam logam Cu benar-benar habis. Setelah tidak ada cairan, cawan diangkat dan ditimbang kembali massa cawan beserta isinya. Hati-hati agar tidak banyak air untuk memindahkan sisa padatan yang melekat pada alat yang digunakan. Hitunglah massa Cu yang sebernya dengan cara. Berat cawan kedua dikurangi berat cawan pertama.

V.

Data Pengamatan

a. Langkah 1 Reaksi antara logam Cu dengan Larutan HNO3

No 1

Keterangan Bentuk

Logam Cu Persegi pipih

HNO3 (4 Molar)

Panjang Larutan

2 3 4

Wujud Warna Massa/Volume

Padat Coklat 0,22 gram

Cair Bening 15 ml

Hasil Reaksi 3Cu + 8 HNO3 3Cu(NO3)2 + 2NO + 4H2O Logam Cu habis bereaksi Timbul gelembung Warna berubah menjadi biru Tercium bau

b. Langkah II Penambahan KOH

No 1 2 3

Keterangan Massa/Volume Wujud Warna -

Cu(NO3)2

KOH(1 Molar) 80 ml cair Bening

Cair biru

Hasil Reaksi : Cu(NO3)2 + 2KOH 2KNO3 + Cu(OH)2 1. Warna berubah menjadi biru tua

c. Langkah III Pemanasan

No 1 2 3

Keterangan Massa/Volume Wujud Warna -

Cu(OH)2

Air suling 50 ml cair Bening

Cair Biru tua

Hasil reaksi setelah pemasanan : Cu(OH)2 CuO + H2O 1. Saat dipanaskan warna berubah menjadi hitam 2. Timbul gelembung 3. Terdapat endapan CuO

d. Langkah IV Penambahan larutan H2SO4

No 1 2 3

Keterangan Massa/Volume Wujud Warna 3 ml Cair

H2SO4 -

CuO

Endapan hitam

Bening

Hasil Reaksi : CuO + H2SO4 CuSO4 + H2O 1. Warna berubah menjadi biru

e. Langkah V Penambahan logam Zn

No 1 2 3

Keterangan Massa/Volume Wujud Warna Cair Biru

CuSO4

Zn 0,21 gram Sebuk Hitam

Hasil Reaksi : CuSO4 + Zn Cu + ZnSO4 1. Cairan berubah warna menjadi biru kemudian bening 2. Timbul Gumpalan / endapan berwarna merah bata 3. Suhu Terasa meningkat

f. Langkah VI Mendapatkan Cu kembali

Hasil Penimbangan

Benda yang ditimbang Kaca arloji Kaca arloji + isi Massa Cu

Massa 28,1 gram 28,4 gram 28,4 28,1 = 0,3 gram

VI.

Pembahasan a. Langkah I logam Cu dengan massa 0,22 gr direaksikan dengan larutan HNO3 4 M. Persamaan reaksinya : 3Cu + 8 HNO3 3Cu(NO3)2 + 2NO + 4H2O perhitungannya : Diketahui : Ar Cu = 63,5 Massa Cu = 0,22 gr Ditanya : Volume HNO3 yang digunakan ?

Jawab

: = = 0,00346 = 0,003 mol

Mol Cu =

Mol HNO3 = = x 0,003 = 0,009 mol V HNO3 = =

x mol yang diketahui

= 0,002 L = 2 ml

Jadi untuk langkah I, volume HNO3 yang ditambahkan sejumlah 2ml kedalam gelas kimia yang berisi logam Cu, ternyata reaksi berlangsung lambat, sehingga ditambahkan lagi HNO3 sebanyak 13ml. Jadi penambahan HNO3 adalah sebanyak 15ml. Penambahan ini bertujuan agar reaksi antara logam Cu dengan larutan HNO3 bisa berlangsung lebih cepat dan semua logam Cu tepat habis bereaksi. Logam Cu yang digunakan yaitu : 1. Wujud = padat 2. Warna = Coklat 3. Bentuk = Pipih

Fakta yang ditunjukan dari percobaan 1 : 1. Timbul gelembung 2. Terjadi Perubahan Warna menjadi biru 3. Timbul bau yang baru 4. Terjadi perubahan suhu yang meningkat 5. gas NO yang bersifat Radikal

Proses yang terjadi terhadap logam Cu : Pada saat ditambahkan HNO3 kedalam Cu, Cu mulai bereaksi hingga timbul gelembung, larutan berubah dari bening menjadi biru, terjadi perubahan suhu dan timbul gas NO, gas NO akan menghilang pada saat Cu habis bereaksi.

b. Langkah II KOH adalah basa kuat. KOH 1M ditambahkan ke dalam larutan Cu(NO3)2. Persamaan reaksinya : Cu(NO3)2 + 2KOH 2KNO3 + Cu(OH)2 Perhitungannya : Diketahui Ditanya Jawab : mol Cu = 0,003 mol : Volume KOH yang ditambahkan ? : Cu(NO3)2 + 2KOH 2KNO3 + Cu(OH)2
K K n an n an an a a u

Mol KOH = =

x mol yang diketahui

x 0,003 = 0,006 mol

Molar KOH = mol x 1 = 0.006 x Volume KOH = 6 ml

Jadi, KOH yang diperlukan adalah 6 ml. Setelah dicampurkan dengan Cu(NO3)2 ternyata reaksi berlangsung lambat. Untuk mempercepat reaksi maka

jumlah larutan NaOH ditambahkan lagi sebanyak 4 mL sehingga total larutan yang ditambahkan adalah 10 mL. Tetapi reaksi juga berlangsung lambat jadi ditambahkan 70m, sehingga total KOH yang dicampurkan adalah 80 ml. Penambahan ini dimaksudkan agar reaksi berlangsung cepat dan Cu(OH)2 cepat terbentuk. Reaksi kimia pada langkah II sudah terjadi, berikut faktanya : 1. Terjadi perubahan warna menjadi biru 2. Zat yang bereaksi habis 3. Cairan lebih pekat warna dan kekentalannya

Kemanakah logam Cu ? Logam Cu dalam Cu(NO3)2 bereaksi dengan KOH Membentuk Cu(OH)2 yang menyebabkan warna larutan menjadi biru pekat, ini meninjukan bahwa Cu habis bereaksi dengan KOH.

c. Langkah III larutan Cu(OH)2 ditambahkan 50 ml air suling, kemudian dipanaskan. Setelah dipanaskan selama beberapa saat timbul gelembung, adanya uap air dan terbentuklah endapan hitam pekat. Persamaan reaksi : Cu(OH)2 CuO + H2O Endapan hitam pekat yang terbentuk merupakan senyawa CuO. Pemanasan yang dilakukan dalam langkah ini betujuan untuk mempercepat reaksi terbentuknya endapan CuO. Dalam pemanasan ini larutan Cu(OH)2 terdisosiasi menjadi endapan CuO dan uap air. Setelah pemanasan selesai dan terbentuk endapan hitam, larutan didinginkan selama beberapa saat untuk selanjutnya didekantasi (pemisahan larutan dari endapan). Dekantasi ini dilakukan sebanyak 2 kali agar diperoleh endapan CuO yang benar-benar murni.

d. Langkah IV Endapan CuO yang sudah didekantasi akan ditambahkan dengan larutan H2SO4. persamaan reaksinya : CuO + H2SO4 CuSO4 + H2O

Diketahui Ditanyakan Jawab :

: Mol CuO = 0,003 mol : Volume H2SO4 ?


K K n an n an an a a u

Mol H2SO4 =

x mol yang diketahui

= x 0,003 = 0,003 mol

1 mol H2SO4 = 1000 L 0,003 mol H2SO4 = 3 ml Jadi larutan H2SO4 yang harus ditambahkan adalah sebanyak 3 m. Dengan mereaksikan CuO dengan larutan H2SO4 maka terbentuklah CuSO4. Warna hitam pekat dari CuO yang setelah ditambahkan H2SO4 berubah menjadi biru muda. Hal ini dikarenakan CuSO4 yang memiliki ciri berwarna biru muda. Pada langkah IV reaksi kimia telah terjadi, berikut faktanya : 1. Terjadi perubahan warna menjadi biru bening 2. Terjadi perubahan suhu yang meningkat 3. Zat habis bereaksi

Dimanakah logam Cu sekarang? Endapan CuO yang terbentuk dari hasil pemanasan akan bereaksi dengan H2SO4 menjadi CuSO4 sehingga warna larutan menjadi biru bening. Warna larutan punya arti karena warna larutan dapat mengidentifikasikan apakah semua logam Cu telah habis bereaksi dengan SO4 atau belum

e. Langkah V Logam Zn berbentuk serbuk, berwarna hitam. Langkah V, CuSO4 direaksikan dengan serbuk Zn. Persamaan reaksi : CuSO4 + Zn Cu + ZnSO4 Diketahui Ditanyakan Jawab : mol CuSO4 = 0,003 mol : Massa Zn ? : Mol Zn = =
K K n an n an an a a u

x mol yang diketahui

Mol Zn = 0,003 = Massa Zn = 0,19611 gr = 0,21 gr

Jadi serbuk Zn yang digunakan untuk bereaksi adalah 0,21 gram. Karena dalam reaksi tersebut CuSO4 masih belum habis bereaksi (larutan masih berwarna biru) sehingga untuk menyempurnakan reaksi yang terjadi ditambahkanlah serbuk Zn menjadi 0,21 gram. Dengan mereaksikan CuSO4 dengan serbuk Zn maka terbentuklah endapan Cu berwarna hitam kemerahan. Hasil yang diharapkan adalah endapan berwarna merah bata karena Cu memiliki ciri berwarna merah bata.

Pada percobaan VI telah terjadi reaksi kimia , berikut faktanya : 1. Timbul endapan Cu yang berwarna merah bata 2. Timbul gas / gelembung disekitar Cu 3. Zat habis bereaksi

Dimana Cu sekarang ? Cu telah kembali terbentuk dalam bentuk serbuk bewarna merah bata, setelah ditambahkan Zn.

f. Langkah VI Setelah terbentuk endapan Cu dilakukanlah dekantasi sebanyak 2 kali dengan menggunakan air suling. Ini bertujuan untuk memperoleh endapan Cu murni. Selanjutnya untuk memperoleh Cu dalam bentuk kering dilakukanlah pemanasan endapan menggunakan kaca arloji yang dipanaskan dengan steambath. Agar kandungan air dalam endapan Cu hilang. Setelah endapan tersebut kering, kaca arloji yang bersih ditimbang dengan menggunakan timbangan. Kemudian kaca arloji beserta endapan yang telah kering ditimbang kembali. Hasil yang diperoleh :

Massa kaca arloji + endapan Cu Massa kaca arloji

= 28, 4 gram = 28, 1 gram

Massa endapan Cu Massa rendemen = =

= 0, 3 gram x 100 % x 100 %

= 136,36 %

VII.

Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari percobaan reaksi kimia yaitu : a. Suatu perubahan kimia ditandai dengan terbentuknya senyawa baru yang berbeda dengan senyawa pereaksinya b. Reaksi kimia dikatakan berlangsung apabila salah satu hal teramati diantaranya : Reaksi tersebut mengalami perubahan warna Terjadi perubahan suhu atau terbentuk gas

c. Berikut reaksi yang terbentuk dari awal percobaan dari logam Cu direaksikan hingga didapatkan logam Cu itu kembali. Cu awal

3Cu + 8 HNO3 3Cu(NO3)2 + 2NO + 4H2O Cu(NO3)2 + 2KOH 2KNO3 + Cu(OH)2

Cu(OH)2 CuO + H2O CuO + H2SO4 CuSO4 + H2O

CuSO4 + Zn Cu + ZnSO4 Cu akhir

VIII. Daftar Pustaka Tim Laboratorium Kimia Dasar. 2010. Penuntun Praktikum Kimia Dasar I. Jurusan Kimia, F.MIPA, UNUD : Bukit Jimbaran. Ratna dkk. 2009. Konsep mol. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimiasmk/kelas_x/konsep-mol-2/

Wikipedia bahasa indonesia. Reaksi kimia. http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia

Wikipedia bahasa indonesia. Tembaga (Cu). http://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar : stiokiometri, Edisi Ketiga. : Jakarta.