Anda di halaman 1dari 13

MERAWAT DAN MENGOPRASIKAN PERALATAN LABORATORIUM KULTUR JARINGAN

Perbanyakan tanaman dengan sistem kultur jaringan dilaksanakan dalam suatu laboratorium yang aseptik dengan peralatan seperti dalam peralatan laboratorium mikrobiologi. Kelengkapan fasilitas laboratorium dibagi dalam beberapa bagian yang fungsinya satu dengan yang lain berbeda-beda dan persyaratannya pun berbeda-beda pula. Laboratorium kultur jaringan harus selalu mengutamakan dan memperhatikan tingkat sterilitas sehingga terbebas dari kontaminasi dan mikroba yang tidak dikehendaki. Banyak sekali permasalahan yang dapat diteliti untuk menghasilkan bibit secara in vitro, yaitu mulai dari peralatan (cara mengoperasikan dan cara mera at!, cara budidayanya, eksplan yang digunakan sampai dengan "at yang digunakan. #ari sekian banyak permasalahn yang harus diteliti dan diperhatikan adalah bagaimana cara mengoperasikan dan mera at peralatan. $! %imbangan &nalitik a! Pengertian %imbangan analitik adalah alat untuk menimbang bermacam-macam bahan dengan ketelitian sampai beberapa angka dibelakang koma (minimal ',$!. b! Prinsip Kerja ( %imbangan ini digunakan untuk menimbang berbagai macam bahan dengan ketelitian diba ah $ gram. ( Penunjukan angka berat bahan dengan menggunakan arus listrik sebagai sumber energi. ( )ebelum dioperasikan alat timbang analitis harus ditera terlebih dahulu agar pengukuran berat bahan dapat terjamin. c! *ara Kerja ( )iapkan timbangan analitik dalam kondisi seimbang+ ater pass ( Bersihkan ruang dalam timbangan analitik dengan menggunakan tissue atau kuas. ( %ancapkan stop kontak dan nyalakan alat timbang dengan menekan tombol pada posisi , on-. ( )iapkan alat timbang analitik sartorius dan mentera ketepatan penunjuk angka netral (nol!. ( )iapkan macam bahan + nutrisi yang akan ditimbang ( %empatkan kertas pada tempat timbang dan catat berat a al. ( %uangkanlah bahan pada kertas dengan menggunakan sendok sehingga menunjukan berat yang dikehendaki sesuai kebutuhan. ( &ngkatlah kertas dari timbangan kemudian simpan pada tempat yang aman. ( .lang langkah-langkah tersebut dengan pengerjaan yang sama untuk bahan nutrisi yang lainya . ( Bersihkan timbangan sehingga siap untuk dipakai. &gar alat timbang analitis dapat difungsikan setiap saat, pemeliharaan dan pera atan alat harus dilakukan. /! &utoclave a! Pengertian &utoclave adalah alat untuk sterilisasi peralatan dan bahan-bahan dengan melibatkan uap panas dan tekanan udara tertentu sehingga alat dan bahan menjadi steril. b! Prinsip Kerja

( &utoclave digunakan untuk mensterilkan alat+ media dengan uap panas dan tekanan tertentu yang dapat membunuh mikroorganisme. ( .ap panas yang dihasilkan oleh alat ini bersumber dari uap panas yang dihasilkan oleh api (kompor atau elemen pemanas listrik! yang memanaskan air yang terdapat didalam autoclave. ( &utovlave dapat dioperasionalkan pada suhu $$0-$0''*.)terilisasi akan efektif bila dilakukan pada lamanya aktu, tekanan dan suhu yang sesuai untuk objek yang sedang disterilisasi. 1isalnya media nutrisi dengan volume /0-0' ml cukup disterilisasi dengan autoclave dengan suhu $/$'* selama $0-2' menit pada tekanan $,0 Kg+cm. ( &gar autoclave dapat difungsikan setiap saat maka pemeliharaan dan pera atan autovlave harus selalu diperhatikan. c! *ara Kerja ( Buka tutup autoclave dan letakkan disampingnya ( )etelah panci (tempat menyimpan barang+alat yang akan disterilisasi! dikeluarkan, tuangkan air a3uades pada autocleve sampai batas tertentu (dilarang menggunakan air kran karena banyak mengandung kalsium yang lama kelamaan akan menyebabkan pengendapan putih!. ( 1asukkan kembali panci autoclave ( )ambungkan kabel po er dengan aliran listrik ( %ekan tombol ke posisi ,on- (nyala! ( Putar tombol pengatur suhu ( %empatkan media atau alat-alat lain yang akan disterilisasi dalam panci autoclave ( %utup autoclave dan kencangkan semua sekrup dengan memutar searah jarum jam ( Biarkan katup yang berada diatas tutup autoclave terbuka, tunggulah sampai ada tetesan air yang keluar melalui katup tersebut, lalu tutup katupnya ( Biarkan suhu dan tekanan dalam autoclave meningkat sampai $/$'* dan tekanan $,0 Kg+cm/ ( Pertahankan suhu+tekanan yang sudah dicapai tersebut selama /0-2' menit dengan memutar tombol pengatur suhu pada posisi matikan dan hidupkan. ( )etelah $0-2' menit, tekan tombol ,po er- pada posisi ,off( .ntuk mengeluarkan alat+bahan yang telah disterilisasi, biarkan tekanan dalam autoclave sampai ' (nol! lalu tutup dibuka dengan memutar sekrup berla anan arah dengan jarum jam. d! *ara Pera atan ( &pabila autovlave telah selesai dipergunakan, air a3uades yang ada didalam harus dibersihkan. ( )impan autoclave pada tempat yang kering dan bersih.

2! Laminar &ir 4lo *abinet a! Pengertian Laminar &ir 4lo *abinet adalah meja kerja steril untuk melakukan kegiatan inokulasi+ penanaman. b! Prinsip Kerja ( Lamianar &ir 4lo *abinet digunakan sebagai meja kerja steril untuk kegiatan inokulasi+ penanaman. ( Laminar &ir 4lo *abinet mengutamakan adanya hembusan udara steril yang digerakkan oleh blo er yang disaring oleh 56P& 4ilter. ( )ebelum dioperasikan Laminar &ir 4lo *abinet harus dinyalakan minimal 2' menit dan harus dilakukan penyemprotan dengan alcohol agar alat dan ruang kerja tersebut terjamin kesterilannya. ( Pada saat melaksanakan pekerjaan, harus dinyalakan blo ernya yang berfungsi sebagai

penghembus udara steril dan lampu %L sebagai penerang. ( &gar Laminar &ir 4lo *abinet dapat difungsikan setiap saat, ( pemeliharaan dan pera atan alat harus selalu dilakukan. c! *ara Kerja ( Bersihkan meja kerja dengan menggunakan tissue ( )emprot meja kerja dengan menggunakan alkohol tanpa mengenai bagian filter 56P& ( %utup kaca Laminar &ir 4lo *abinet, kemudian nyalakan lampu .7 selama 2' menit. ( )etelah minimum 2' menit, matikan lampu .7 dan buka kaca laminar air flo cabinet serta nyalakan lampu %L dan blo er. ( )iapkan pisau scalpel dan pinset pada meja kerja steril ( )emprotkan alat tersebut dengan menggunakan alkohol ( Bakarlah alat tersebut dengan menggunakan nyala api lampu spirtus ( Lakukan kegiatan inokulasi dengan hati-hati dan cermat sesuai dengan petunjuk kerja. ( Bersihkan kembali Laminar air flo cabinet sehingga dalam kondis siap pakai ( 1atikan blo er dan lampu %L, tutup kembali pintu kaca meja steril. d! *ara Pera atan &pabila Laminar &ir 4lo *abinet selesai dipergunakan, untuk langkah pera atannya yaitu 8 ( 1embersihkan semua sisa potongan eksplan dengan tissue ( Bakarlah (pisau scalpel, pinset! dengan menyemprotkan terlebih dahulu dengan alkohol 90: dan tempatkan kembali dalam keadaan siap pakai. ( 1atikan blo er dengan memijit tombol ,off( )emprotkan ruang kerja dengan alkohol ( %utup kembali pintu Laminar &ir 4lo *abinet ( 1atikan lampu %L ( ;yalakan kembali lampu .7.

4) pH meter
a! Pengertian p5 meter adalah alat untuk mengukur derajat keasaman suatu larutan. b! Prinsip Kerja ( &lat ini berfungsi untuk mengukur p5, suhu larutan dan daya hantar listrik ( .ntuk masing-masing fungsi dilengkapi dengan tongkat penyidik yang pada masing-masing ujungnya terdapat sensor ( Pada layar monitor terlihat langsung angka penunjuk sesuai dengan fungsinya yang dioperasikan ( 1empunyai sumber energi dari baterai kering dengan tegangan 9 volt ( Khusus untuk tongkat penyidik+ pembaca keadaan p5 larutan, pada ujungnya terdapat sensor yang terbuat dari kaca didalamnya terdapat larutan maka bila tongkat tidak digunakan harus selalu dijaga kebersihannya dari segala kotoran dan kemudian direndam dalam a3uades. ( &gar diperoleh ketepatan pembaca alat ini harus dikaliberasi dengan larutan buffer (buffer < dan buffer =! c! *ara Kerja ( )iapkan alat ukur p5 meter ( %empatkan tongkat sensor penyidik p5 pada botol yang telah berisi a3uades ( )iapkan media nutrisi dalam tempat yang telah disediakan ( ;yalakan alat p5 dengan menekan tombol ,on( *elupkan stik kedalam larutan nutrisi ( >ika angka menunjukkan p5 asam ?@ = maka tetesi dengan larutan 5*l sampai menunjukkan angka p5 yang diharapkan. ( Lap tongkat p5 dengan tissue, lakukan pencucian ulang dengan a3uades sampai bersih.

( 1atikan alat ukur p5 dengan cara memijit tombol ,off-. )impan. d! *ara Pera atan ( &pabila alat ukur p5 meter selesai digunakan, maka untuk langkah-langkah pera atannya adalah A ( 1enggulung kabel yang menyambung pada tongkat p5 ( %empatkan tongkat sensor p5 pada botol yang berisi a3uades ( )impan pada adah yang telah disediakan dalam keadaan alat posisi ,off( )impan ditempat yang kering dan bersih

0! 5ot Plate 1agnetik )tirer a! Pengertian 5ot plate 1agnetic )tirer adalah alat untuk mencampur+ meramu dan memasak media kultur. b! Prinsip Kerja ( 5ot plate magnetic stirrer digunakan untuk memasak+ meramu segala macam bahan nutrisi dengan melibatkan pengaduk dan pemanas. ( Pengadukan dan pemanas yang dihasilkan oleh alat ini bersumber pada energi listrik. ( Besarnya kecepatan pengaduk dan pemanasan dapat diatur berdasarkan keperluan. c! *ara Kerja ( )iapkan hot plate magnitik stirrer ( )iapkan bahan nutrisi yang akan dicampur+ diramu sesuai dengan kebutuhan ( 1asukkan nutrisi kedalam 6rlenmeyer ( Letakkan 6rlenmeyer dan kapsul pengaduk di atas hot plate magnetic stirrer ( ;yalakan dengan menekan tombol ,on( Putar tombol untuk mengatur kecepatan putaran kapsul pengaduk pada 6rlenmeyer ( Biarkan ramuan tersebut bercampur sampai homogen dan mendidih ( Putar panel pengatur kecepatan putar kearah kiri sehingga kapsul magnetic berhenti ( 1atikan alat dengan menekan tombol ,off-8 ( &ngkat 6rlenmeyer dengan menggunakan lap ( Bersihkan alat, sehingga dalam keadaan siap pakai. ( )impan ditempat yang aman dan bersih. d! *ara Per atan ( &pabila selesai digunakan harus dibersihkan dengan menggunaklan lap kering. ( )impan pada tempat yang aman dan bersih

B! #iseting )et a! Pengertian #iseting dan burner set adalah alat yang dipergunakan untuk kegiatan inisiasi dan inokulasi pada kegiatan kultur jaringan. b! Prinsip Kerja ( #iseting dan Burner set digunakan untuk pemotongan, pengambilan dan penanaman kembali bagian tanaman, eksplan dan inokulasi pada kegiatan kultur jaringan. ( )ebelum dioperasikan harus disterilkan dengan menyemprotkan alkohol kemudian dibakar atau dibungkus dengan kertas kemudian sterilkan dengan menggunakan autoclave. c! *ara Kerja ( )iapkan diseting dan burner set ( Buka dan keluarkan semua alat diseting (scalpel, pinset dan gunting! dari bungkus kertas

( )emprot dengan alkohol dan bakar dengan menggunakan korek api. ( %empat alat tersebut dalam keadaan siap pakai ( )iapkan burner set pada bagian kiri atas bidang kerja steril ( Cunakan diseting dan buirner set untuk kegiatan penanaman+ inokulasi ( Burner set sebagai media pencegah kontak langsung udara luar terhadap udara dalam botol kultur dengan cara mendekatkan mulut botol kultur pada nyala api setiap kali akan membuka dan sebelum menutup botol kultur. ( Pisau scalpel sebagai alat potong bagian eksplan yang tidak diperlukan dan juga sebagai pemotong eksplan sesuai keperluan ( Pinset digunakan untuk mengambil dan menempatkan eksplan ke dan dari botol kultur ( Cunting sebagai alat pemotong bagian eksplan yang tidak diperlukan. ( )etelah selesai beri etiket pada botol jenis tanaman, varitas dan tanggal penanaman dan bersihkan alat sehingga siap pakai kembali. d! *ara Pera atan ( 1embersihkan peralatan diseting dan burner set menggunakan kertas tissue sampai bersih. ( )emprot dengan alkohol kemudian bakar dengan nyala api. ( )impan diseting dan burner set pada tempat yang kering dan bersih pada keadaan siap pakai kembali.

NEW
Kompetensi : mahasiswa mengenal dan mengetahui fungsi dari tiap-tiap alat Berikut daftar alat-alat mikrobiologi yang perlu dikenal: Alat-alat elektrik Mikroskop cahaya Mikroskop stereo Autoklaf elektrik Incubator Hot plate & stirrer Colony counter Biological Safety Cabinet (BSC) Mikropipet Alat-alat gelas dan keramik Cawan Petri Pipet ukur Pipet tetes Tabung reaksi Labu Erlenmeyer Glass beads Mortar & pestle Beaker glass Bunsen burner Gelas ukur Batang L / Drugalsky Tabung durham Alat-alat non gelas Jarum inokulum / ose Pinset Rubber bulb pH meter universal Mikroskop Cahaya (Brightfield Microscope) Salah satu alat untuk melihat sel mikroorganisme adalah mikroskop cahaya. Dengan mikroskop kita dapat mengamati sel bakteri yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada umumnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0,1 mm. berikut merupakan uraian tentang cara penggunaan bagian-bagiandan spesifikasi mikroskop cahaya merk Olympus CH20 yang dimiliki Laboratorium Mikrobiologi.

Bagian-bagian Mikroskop: $D Eyepiece / oculars (lensa okuler) Untuk memperbesar bayangan yang dibentuk lensa objektif $D Revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) Untuk memutar objektif sehingga mengubah perbesaran $D Observation tube (tabung pengamatan / tabung okuler) /D Stage (meja benda) Spesimen diletakkan di sini $D Condenser (condenser) Untuk mengumpulkan cahaya supaya tertuju ke lensa objektif $D Objective lense (lensa objektif) Memperbesar spesimen $D Brightness adjustment knob (pengatur kekuatan lampu) Untuk memperbesar dan memperkecil cahaya lampu $D Main switch (tombol on-off) /D Diopter adjustmet ring (cincin pengatur diopter) Untuk menyamakan focus antara mata kanan dan kiri $D Interpupillar distance adjustment knob (pengatur jarak interpupillar) /D Specimen holder (penjepit spesimen) 2D Illuminator (sumber cahaya) <D Vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) Untuk menaikkan atau menurunkan object glass $D Horizontal feed knob (sekrup pengatur horizontal) Untuk menggeser ke kanan / kiri objek glas $D Coarse focus knob (sekrup fokus kasar) Menaik turunkan meja benda (untuk mencari fokus) secara kasar dan cepat $D Fine focus knob (sekrup fokus halus) Menaik turunkan meja benda secara halus dan lambat $D Observation tube securing knob (sekrup pengencang tabung okuler)

/D Condenser adjustment knob (sekrup pengatur kondenser) Untuk menaik-turunkan kondenser Prosedur Operasi 1. Menyalakan lampu a. tekan tombol on (8) b. atur kekuatan lampu dengan memutar bagian (7) 2. Menempatkan spesimen pada meja benda a. Letakan objek glas diatas meja benda (4) kemudian jepit dengan (11). Jika meja benda belum turun, diturunkan dengan sekrup kasar (15) b.Cari bagian dari objek glas yang terdapat preparat ulas (dicari dan diperkirakan memiliki gambar yang jelas) dengan memutar sekrup vertikal dan horizontal (13) dan (14) 3. Memfokuskan a. Putar Revolving nosepiece (2) pada perbesaran objektif 4x lalu putar sekrup kasar (15) sehingga meja benda bergerak ke atas untuk mencari fokus b.Setelah fokus perbesaran 4 x 10 didapatkan, maka putar (2) pada perbesaran selanjutnya yaitu perbesaran objektif 10x. kemudian putar sekrup halus (16) untuk mendapatkan fokusnya c. Lakukan hal yang sama jika menggunakan perbesaran yang lebih tinggi Berikut adalah tabel yang menunjukan jarak antara spesimen dengan lensa objektif jika okus telah didapatkan

Catatan: Setelah mendapatkkan fokus pada perbesaran tetentu, misal 40x, dan ingin memutar objektif ke perbesaran 100x, maka meja benda tidak perlu diturunkan dan tidak perlu khawatir bahwa lensa objektif akan menggesek cover glass karena terdapat sisa jarak A yang lebih kecil antara cover glassdengan lensa objektif (lihat tabel diatas). 4. Tambahan a. Jika perlu interpupillar distance adjustment knob (10) dapat digeser, hal ini akan mengubah dua bayangan yang akan diterima oleh 2 mata menjadi gambar yang tunggal sehingga sangat membantu dalam mengatasi kelelahan mata b. Jika perlu diopter adjustment knob (9) dapat diatur untuk memperoleh bayangan focus yang seimbang antara mata kanan dan kiri c. Pengaturan condenser (5) akan memperjelas bayangan yang tampak dengan mensetting pada posisi tertinggi (cahaya penuh) Perbesaran total Ukuran specimen yang diamati dapat diperoleh dengan mengalikan perbesaran lensa okuler dengan lensa objektif. Misal = Okuler (10x) x Objektif (40x) = 400x Penggunaan minyak imersi Semakin kecil nilai daya pisah, akan semakin kuat kemampuan lensa untuk memisahkan dua titikyang berdekatan pada preparat sehingga struktur benda terlihat lebih jelas. Daya

pisah dapat diperkuat dengan memperbesarkan indeks bias atau menggunakan cahaya yang memiliki panjang gelombang () pendek. Biasanya dapat digunakan minyak imersi untuk meningkatkan indeks bias pada perbesaran 10 x 100 a. Jika fokus pada perbesaran 10 x 40 telah didapatkan maka putar ke perbesaran objektif 100x b. tetesi minyak imersi 1 2 tetes dari sisi lensa c. Jika telah selesai menggunakan mikroskop, bersihkan lensa objektif 100x dengan kertas lensa yang dibasahi xylol

Mikroskop stereo (Zoom Stereo Microscope) Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkan perbesaran tidak terlalu besar. Di Laboratorium Mikrobiologi, mikroskop stereo biasanya digunakan untuk mengamati secara detail bentuk koloni dan jamur. Berikut merupakan uraian tentang mikroskop stereo yang dimiliki Laboratorium Mikrobiologi yaitu Zoom Stereo Microscope, Olimpus SZ3060. 1. Oculars eyepiece (lensa okuler) 2. Diopter adjustment ring (cincin pengatur diopter) 3. Zoom control knob (sekrup pengatur pembesaran) 4. Focusing knob (sekrup pengatur fokus) 5. Stage plate (pelat tempat specimen diletakkan) 6. Stage clip (penjepit spesimen / preparat) Prosedur operasi $D Letakkan spesimen / preparat di stage plate (5), jepit jika perlu /D Atur perbesaran pada perbesaran terkecil dengan memutar Zoom Control Knob (3) kemudian dicari fokusnya dengan memutar Focusing Knob (4) 2D Jika ingin mendapatkan bayangan yang lebih besar, putar Zoom Control Knob (3) ke perbesaran yang lebih tinggi kemudian dicari fokusnya Mikroskop ini memiliki pilihan perbesaran:

Autoklaf (Autoclave) Diagram autoklaf vertical 1. Tombol pengatur waktu mundur (timer) 2. Katup pengeluaran uap 3. pengukur tekanan 4. kelep pengaman 5. Tombol on-off 6. Termometer 7. Lempeng sumber panas 8. Aquades (dH2O) 9. Sekrup pengaman 10. batas penambahan air Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121oC (250oF). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15 pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121oC. Cara Penggunaan : 1. Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoklaf. Jika air kurang dari batas yang ditentukan, maka dapat ditambah air sampai batas tersebut. Gunakan air hasil destilasi, untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat. 2. Masukkan peralatan dan bahan. Jika mensterilisasi botol beretutup ulir, maka tutup harus dikendorkan.

3. Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak ada uap yang keluar dari bibir autoklaf. Klep pengaman jangan dikencangkan terlebih dahulu. 4. Nyalakan autoklaf, diatur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu 121oC. 5. Tunggu samapai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemen autoklaf dan terdesak keluar dari klep pengaman. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai. Penghitungan waktu 15 dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm. 6. Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dalam kompartemen turun hingga sama dengan tekanan udara di lingkungan (jarum pada preisure gauge menunjuk ke angka nol). Kemudian klep-klep pengaman dibuka dan keluarkan isi autoklaf dengan hatihati. Inkubator (Incubator) Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Kisaran suhu untuk inkubator produksi Heraeus B5042 misalnya adalah 10-70oC.. Hot plate stirrer dan Stirrer bar Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS misalnya mampu menghomogenkan sampai 10 L, dengan kecepatan sangat lambat sampai 1600 rpm dan dapat dipanaskan sampai 425oC. Colony counter Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset. Biological Safety Cabinet Biological Safety Cabinet (BSC) atau dapat juga disebut Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis karena BSC mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasisinar UV beberapa jam sebelum digunakan. Prosedur penggunaan BSC seri 36212, Purifier Biological Safety Cabinet dari LABCONCO yang dimiliki laboratorium mikrobiologi adalah sebagai berikut: 1. Hidupkan lampu UV selama 2 jam, selanjutnya matikan segera sebelum mulai bekerja 2. Pastikan kaca penutup terkunci dan pada posisi terendah

3. Nyalakan lampu neon dan blower 4. Biarkan selama 5 menit 5. Cuci tangan dan lengan dengan sabun gemisidal / alkohol 70 % 6. Usap permukaan interior BSC dengan alkohol 70 % atau desinfektan yang cocok dan biarkan menguap 7. masukkan alat dan bahan yang akan dikerjakan, jangan terlalu penuh (overload) karena memperbesar resiko kontaminan 8. Atur alat dan bahan yang telah dimasukan ke BSC sedemikian rupa sehingga efektif dalam bekerja dan tercipta areal yang benar-benar steril 9. Jangan menggunakan pembakar Bunsen dengan bahan bakar alkohol tapi gunakan yang berbahan bakar gas. 10. Kerja secara aseptis dan jangan sampai pola aliran udara terganggu oleh aktivitas kerja 11. setelah selesai bekerja, biarkan 2-3 menit supaya kontaminan tidak keluar dari BSC 12. Usap permukaan interior BSC dengan alkohol 70 % dan biarkan menguap lalu tangan dibasuh dengan desinfektan 13. Matikan lampu neon dan blower Mikropipet (Micropippete) dan Tip Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 l. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1l sampai 20 l, atau mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 l. dalam penggunaannya, mukropipet memerlukan tip.

Cara Penggunaan : 1. Sebelum digunakan Thumb Knob sebaiknya ditekan berkali-kali untuk memastikan lancarnya mikropipet. 2. Masukkan Tip bersih ke dalam Nozzle / ujung mikropipet. 3. Tekan Thumb Knob sampai hambatan pertama / first stop, jangan ditekan lebih ke dalam lagi. 4. Masukkan tip ke dalam cairan sedalam 3-4 mm. 5. Tahan pipet dalam posisi vertikal kemudian lepaskan tekanan dari Thumb Knob maka cairan akan masuk ke tip.

6. Pindahkan ujung tip ke tempat penampung yang diinginkan. 7. Tekan Thumb Knob sampai hambatan kedua / second stop atau tekan semaksimal mungkin maka semua cairan akan keluar dari ujung tip. 8. Jika ingin melepas tip putar Thumb Knob searah jarum jam dan ditekan maka tip akan terdorong keluar dengan sendirinya, atau menggunakan alat tambahan yang berfungsi mendorong tip keluar.