Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PENDAHULUAN M A S T O I D I T I S

disusun oleh : DANI ROESITARINI ELISABETH IKP REG. VI

06110210

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


SURYA MITRA HSADA KEDIRI 2009

DEFINISI

Mastoiditis adalah segala proses peradangan pada sel- sel mastoid yang terletak pada tulang temporal. Biasanya timbul pada anak-anak atau orang dewasa yang sebelumnya telah menderita infeksi akut pada telinga tengah. Gejala-gejala awal yang timbul adalah gejala-gejala peradangan pada telinga tengah, seperti demam, nyeri pada telinga, hilangnya sensasi pendengaran, bahkan kadang timbul suara berdenging pada satu sisi telinga (dapat juga pada sisi telinga yang lainnya)

Etiologi :
Kuman penyebab : S. Pneumonie S. Aureus H.Influenza

Patofisiologi :
Mastoiditis adalah hasil dari infeksi yang lama pada telinga tengah, bakteri yang didapat pada mastoiditis biasanya sama dengan bakteri yang didapat pada infeksi telinga tengah. Bakteri gram negative dan streptococcus aureus adalah beberapa bakteri yang paling sering didapatkan pada infeksi ini. Seperti telah disebutkan diatas, bahwa keadaan-keadaan yang menyebabkan penurunan dari system imunologi dari seseorang juga dapat menjadi faktor predisposisi mastoiditis. Pada beberapa penelitian terakhir, hampir sebagian dari anakanak yang menderita mastoiditis, tidak memiliki penyakit infeksi telinga tengah sebelumnya. Bakteri yang berperan pada penderita anak-anak ini adalah S. Pnemonieae.

Gejala
Gejala demam biasanya hilang dan timbul, hal ini disebabkan infeksi telinga tengah sebelumnya dan pemberian antibiotik pada awal-awal perjalanan penyakit. Jika demam tetap dirasakan setelah pemberian antibiotik maka kecurigaan pada infeksi mastoid lebih besar.

TANDA
Dari pemeriksaan fisik didapatkan: Kemerahan pada kompleks mastoid Keluarnya cairan baik bening maupun berupa lendir (warna bergantung dari bakteri) Matinya jaringan keras (tulang, tulang rawan) Adanya abses (kumpulan jaringan mati dan nanah) Proses peradangan yang tetap melebar ke bagian dan organ lainnya. Riwayat infeksi pada telinga tengah sebelumnnya.

Terapi :
Operasi

: Mastoidektomi simpel. Antibiotik : ampisillin/amoksillin i.v atau oral 4 x 500 1000 mg di berikan selama 7 10 hari. Untuk yang alergi terhadap ampisillin / amoksillin dapat di berikan Eritromisin dengan dosis 3 4 x 500 mg, selama 7 10 hari. Analgesik / Antipiretik : Parasetamol / Asetosal / Metampiror bila diperlukan.

ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
Keluhan yang spesifik : Adanya nyeri dan rasa penuh di belakang telinga Otorea terus menerus selama lebih dari 6 minggu Febris / Subfebris Pendengaran berkurang

Pemeriksaan : Daun telinga terdorong kedepan lateral bawah, sulkus retroaurikuler menghilang (infiltrat/Abses Retroaurikula). Nyeri tekanan pada planum mastoid. Pada otoskopi tampak :
Dinding

belakang atas MAE menurun (Sagging) Perforasi membran timpani Reservoir sigh Sekret mukopurulen

Pemeriksaan tambahan :
Pada

X foto mastoid Schuller tampak kerusakan sel sel mastoid (Rongga Empiema) Limphadonitis retroauricularis Athoroma yang mengalami infokasi

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nyeri sehubungan dengan proses peradangan Gangguan sensori / presepsi sehubungan dengan kerusakan pada telinga tengah Intoleransi aktifitas sehubungan dengan nyeri Ansietas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan Isolasi sosial sehubungan dengan penurunan pendengaran Resiko tinggi trauma sehubungan dengan gangguan presepsi pendengaran Kurangnya pengetahuan mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan

INTERVENSI KEPERAWATAN SECARA UMUM

Memberikan rasa nyaman Mengurangi rasa nyeri


Beri aspirin/analgesik sesuai instruki Kompres dingin di sekitar area telinga Atur posisi Beri sedatif sesuai indikasi

Mencegah penyebaran infeksi


Ganti balutan tiap hari sesuai keadaan Observasi tanda tanda infeksi lokal Ajarkan klien tentang pengobatan Amati penyebaran infeksi pada otak : Tanda vital, menggigil, kaku kuduk.

Monitor gangguan sesori Catat status pendengaran Ingatkan klien bahwa vertigo dan nausea dapat terjadi setelah radikal mastoidectomi karena gangguan telinga dalam. Berikan tindakan pengamanan. Perhatikan droping wajah unilateral atau mati rasa karena perlukaan (injuri) saraf wajah.

HE

Ajarkan klien mengganti balutan dan menggunakan antibiotik secara kontinu sesuai aturan Beritahu komplikasi yang mungkin terjadi dan bagaimana melaporkannya Tekankan hal hal yang penting yang perlu di follow up,evaluasi pendengaran

Terapi Medik Antibiotik dan tetes telinga : Steroid Pengeluaran debris dan drainase pus untuk melindungi jaringan dari kerusakan : miringotomy

Intervensi Bedah Indikasi jika terdapat chaolesteatoma Indikasi jika terjadi nyeri, vertigo,paralise wajah, kaku kuduk, (gejala awal meningitis atau obses otak) Tipe prosedur : Simpel mastoid decstomi dan Radical mastoiddectomi

TERIMAKASIH