Anda di halaman 1dari 2

ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)

PENDAHULUAN
ADHD adalah singkatan dari Attention-Deficit Hyperactivity Disorder yang secara
harafiah terjemahannya gangguan hiperaktif defisit perhatian. ADHD melibatkan gangguan
dalam perhatian, pengaturan diri, tingkat aktivitas, dan pengendalian impuls. Gangguan ini
ditandai dengan adanya ketidakmampuan anak untuk memusatkan perhatiannya pada sesuatu
yang dihadapi, sehingga rentang perhatiannya sangat singkat waktunya dibandingkan anak lain
yang seusia, Biasanya disertai dengan gejala hiperaktif dan tingkah laku yang impulsif. Kelainan
ini dapat mengganggu perkembangan anak dalam hal kognitif, perilaku, sosialisasi maupun
komunikasi.
1, 2
Menurut laporan baru baru ini dari Survei Nasional Kesehatan Anak, ADHD termasuk
yang paling sering didiagnosis sebagai gangguan di masa kanak-kanak (Blanchard, Gurka, &
Blackman, 2006). Sementara pada populasi umum diperkirakan pada anak usia 6-17 tahun
berusia menunjukkan adanya tingkat prevalensi 8,8 persen (Blanchard et al, 2006.), tingkat
insiden berkisar antara 3 sampai 11 persen (Daley, 2005). Tingkat prevalensi untuk
ketidakmampuan belajar, dapat ditemukan sebanyak 11,5 persen dari populasi usia sekolah, yang
merupakan gangguan paling umum pada masa kanak-kanak (Blanchard et al., 2006). Penelitian
epidemiologi pada anak-anak prasekolah menunjukkan sebanyak 1,0-5,7 persen anak memiliki
ADHD (Blanchard et al, 2006;. Egger & Angold, 2006). Data dari The Center for Disease
Control (CDC) menunjukkan bahwa mereka yang didiagnosis dengan ADHD, sedikit lebih dari
setengahnya menerima obat (Visser, Lesesne, & Perou, 2007).
1
Di Ameriksa serikat diperkirakan terdapat pada 5% dari populasi Amerika Serikat,
termasuk 8% dari anak laki-laki Amerika dan 2% dari gadis Amerika, memiliki ADHD.
Prevalensi di negara lain (tidak dipisahkan berdasarkan jenis kelamin) umumnya dalam kisaran
dari 5% sampai 10%, seperti di negara Jerman, Kanada dan Selandia Baru sekitar 5-10%.
Diagnosis and Statistic Manual (DSM IV) menyebutkan prevalensi kejadian ADHD pada anak
usia sekolah berkisar antara 3% hingga 5 %. Di indonesia angka kejadiannya masih belum angka
yang pasti, meskipun tampaknya kelainan ini tampak cukup banyak terjadi.
2, 3