Anda di halaman 1dari 4

TUJUAN PRAKTIKUM

1. Dapat memisahkan campuran air dan etanol dengan cara distilasi.


2. Membuat kurva konsentrasi distilat dan residu terhadap waktu.
3. Mnghitung jumlah etanol yang diperoleh dengan persamaan Rayleight.

DASAR TEORI
Larutan etanol-air adalah campuran cair-cair yang saling melarutkan, dimana
keduanya memiliki perbedaan titik didih yang cukup, sehingga proses pemisahannya dapat
dilakukan dengan cara distilasi. Dalam skala laboratorium, proses pemisahan secara
distilasi dapat dilakukan dalam sebuah kolom packing yang dioperasikan secara batch.
Untuk meningkatkan efisiensi pemisahan secara distilasi, dapat dilakukan dengan sistem
refluk yaitu dengan mengembalikan cairan hasil kondensasi uap yang keluar dari puncak
kolom masuk ke dalam kolom dengan harapan dapat melakukan kontak ulang kembali
dengan fasa uapnya. Dengan alat yang sama, peningkatan efisiensi dapat dilihat dari
meningkatnya kemurnian etanol dalam distilat.
Secara umum distilasi dilakukan dengan cara menguapkan campuran tersebut yang
diikuti proses kondensasi, sehingga dihasilkan distilat, dan cairan yang relatif sulit menguap
disebut residu.
Prinsip dari distilasi adalah pemisahan terjadi bila kondisi operasi berlangsung dalam
keadaan kesetimbangan (equilibrium) antara fasa uap-cair. Bila salah satu komponen dalam
fasa cair lebih volatil daripada yang lain, maka komponen tersebut didalam fasa uap dan fasa
cair akan mempunyai komposisi yang berbeda. Umumnya operasi distilasi dilakukan pada
tekanan konstan.
Beberapa parameter yang berepengaruh dalam distilasi antara lain :
Sifat campuran
Karakteristik kolom (jenis kilom, panjang kolom)
Parameter operasi (temperatur, tinggi kolom, rasio-refluks, luas permukaan kontak antara
fasa gas dan cair dan koefisien perpindahan massa).
Pada sistem campuran biner, persamaan neraca massa disusun dengan asumsi bahwa
campuran bersifat ideal, relative volatility konstan, hold-up dalam fasa cair dan uap serta
kehilangan panas pada dinding kolom dapat diabaikan. Selain itu kesetimbangan fasa uap dan
fasa cair disetiap tahap dicapai secara sempurna.
Adapun keuntungan memakai distilasi batch, antara lain :
1. Kapasitas operasi terlalu kecil jika dilaksanakan secara kontinu. Beberapa peralatan
pendukung seperti pompa, tungku/boiler, perapian atau instrumentasi biasanya
memiliki kapasitas atau ukuran minimum agar dapat digunakan pada skala industrial.
Di bawah batas minimum tersebut, harga peralatan akan lebih mahal dan tingkat
kesulitan operasinya akan semakin tinggi.
2. Karakteristik umpan maupun laju operasi berfluktuasi sehingga jika dilaksanakan
secara kontinu akan membutuhkan fasilitas pendukung yang mampu menangani
fluktuasi tersebut. Fasilitas ini tentunya sulit diperoleh dan mahal harganya. Peralatan
distilasi curah dapat dipandang memiliki fleksibilitas operasi dibandingkan peralatan
distilasi kontinu. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa peralatan distilasi
curah sangat cocok digunakan sebagai alat serbaguna untuk memperoleh kembali
pelarut maupun digunakan pada pabrik skala pilot.

PROSEDUR KERJA
a. Penggunaan Refraktometer





Bersihkan permukaan kaca
yang terdapat pada
refraktometer dengan
tissue dan alkohol
Teteskan sampel pada
kaca yang terdapat pada
alat ukur
Tutup rapat dan usahakan
banyak cahaya yang
masuk
Lihat pada lensa atas, atur
skala terpisahnya gelap
dan terang
Catat indeks bias
b. Pembuatan Kurva Kalibrasi


























Buat 10 larutan etanol:air
dengan variasi konsentrasi
sampai volume 10 mL
Ukur indeks bias masing-masing
larutan
Konversikan perbandingan
volume larutan ke dalam fraksi
mol
c. Proses distilasi fraksionasi

(dalam labu disitilasi)
Masukkan etanol kadar
96% 1,5L dan aquades
1,5L
Ambil sampel secukupnya,
periksa indeks biasnya
alirkan air pendingin
melalui bagian atas kolom
fraksionasi
set T
pemanas
= 90
o
C
T
kolom =
80
o
C
Nyalakan sistem
pemanas dan aliran
pendingin
Pastikan sistem
dalam kondisi refluks
total
tentukan nilai R (L/D)
mulai dari kecil
hingga besar setelah
dicapai T bubble-
point
catat V
distilat
yang
diperoleh terhadap
waktu operasi
catat indeks bias
distilat dan residu
tiap 10 menit
Buat kurva konsentrasi
distilat terhadap waktu
Hitung jumlah residu
tersisa dengan persamaan