Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN
Selama berabad-abad, kanker serviks dikenal memiliki karakteristik
sebagai penyakit menular seksual, dan pada pertengahan 1970an
pertama kali disebutkan bahwa terdapat hubungan penyebab kanker
serviks dengan Human Papillomavirus (HPV (!ayb"uld, #iander, $009%
&n'eksi HPV sekarang dianggap sebagai 'akt"r penting, walaupun tidak
sebagai yang utama, dalam perkembangan kanker serviks, karena
terdapat lesi HPV mengalami regresi tanpa memerlukan terapi (!ayb"uld,
#iander, $009% (ata epidemi"l"gi dan lab"rat"rium mendukung
kesimpulan bahwa HPV adalah penyebab utama lesi pra-ganas dan
ganas pada muk"sa serviks% ()* HPV dapat dideteksi pada 9+ , 100-
dari semua kasus%#akt"r genetik dan lingkungan dapat berperan pula
dalam induksi kanker serviks (*garwal, !aghav, Singh, !hagava, $011%
.elah dipikirkan bahwa hal-hal lain seperti perubahan gen tum"r-supres"r,
aktivasi pr"t"-"nk"gen seluler, perubahan kr"m"s"m, atau perubahan
ekspresi gen tertentu diperlukan pada ter/adinya tum"r (*garwal, !aghav,
Singh, !hagava, $011% *ktivasi pr"t"-"nk"gen dan inaktivasi gen tum"r-
supres"r diperlukan untuk induksi kanker serviks (!a/kumar et al, $011%
Pemeriksaan kanker serviks saat ini dapat mendeteksi dan
memberi terapi untuk sel-sel prekanker (cervical intraepithelial neoplasia,
sebelum penyakit invasi'nya berkembang (!ayb"uld, #iander, $009%
0anker serviks melalui beberapa stadium pra-ganas yang disebut sebagai
lesi pra ganas serviks, yaitu 1&) 1, $, dan 2% Se3ara umum diperlukan 10
, 1+ tahun untuk sel epitel serviks men/adi sel ganas (!a/kumar et al,
$011% Paradigma saat ini yaitu terapi berbasis m"lekuler, membuat
kanker serviks banyak diekspl"rasi gen"m dan pr"te"mnya untuk
mendapatkan pemahaman yang lebih baik terhadap si'at bi"l"gisnya, dan
dengan harapan mengembangkan 3ara diagn"sis dan terapi yang lebih
baik((ue4as-5"n6ale6, $01$%Pada sebagian besar kasus, in'eksi HPV
bersi'at transien dan tidak menyebabkan lesi signi'ikan pada muk"sa
1
serviks (7and", $011% .ingginya insidensi in'eksi HPV dibandingkan
rendahnya prevalensi kanker serviks, disebabkan 'akt"r-'akt"r lain yang
terlibat dalam trans'"rmasi ganas muk"sa serviks% #akt"r 'akt"r tersebut
dapat berupa k"ntrasepsi "ral, paritas, in'eksi menular seksual (3"nt"h8
herpes simpleks, dan 'akt"r dari h"st sendiri (7and", $011%
$
BAB II
LESI PRAGANAS SERVIKS
2.1 Anatomi dan histologi se!i"s
Serviks merupakan bagian uterus dengan 'ungsi khusus, berbentuk
silindrikal, yang terletak di sepertiga bagian bawah dari uterus, dengan
pan/ang sekitar $,+ 3m pada wanita dewasa yang tidak hamil%
9erdasarkan perlekatannya pada vagina, serviks terbagi atas segmen
vaginal dan supravaginal% Permukaan p"steri"r segmen supravaginal
tertutup "leh perit"neum% (i bagian lateralnya, serviks menempel pada
ligamentum kardinale% (i anteri"r batas atas serviks yaitu "stium interna
kurang lebih tingginya sesuai dengan batas perit"neum pada kandung
kemih% 0analis servikalis berbentuk 'usi'"rmis dengan lubang ke3il pada
kedua u/ungnya, yaitu ostium interna dan ostium eksterna%

:stium eksterna terletak pada u/ung bawah segmen vagina serviks,
yaitu portio vaginalis.

9entuk "stium eksterna sangat bervariasi% Sebelum
melahirkan bentuknya ke3il, beraturan, dan "val sedangkan setelah
melahirkan men/adi 3elah melintang yang terbagi sedemikian rupa
sehingga terdapat bentuk yang disebut bibir serviks anteri"r dan p"steri"r%
Serviks yang mengalami r"bekan berat saat pelahiran, setelah sembuh
bisa men/adi berbentuk tak beraturan, n"dular, atau menyerupai bintang
(stelata% Perubahan ini 3ukup khas sehingga memungkinkan pemeriksa
memastikan apakah se"rang wanita telah melahirkan anak melalui suatu
pelahiran pervaginam atau belum%
Serviks terdiri atas serabut "t"t p"l"s, namun terutama terdiri dari
atas /aringan k"lagen, ditambah dengan elastin serta pembuluh darah%
Peralihan serviks yang terutama yang adalah berupa /aringan k"lagen ke
/aringan muskuler pada k"rpus uteri,

meskipun umumnya langsung
namun bisa peralihannya /uga bisa sedikit demi sedikit, sehingga
2
terentang sepan/ang 10 mm%

Serviks yang berbentuk silinder pada
nullipara pan/angnya sekitar 2 3m dan diameter $,+ 3m%
5ambar $%1 *nat"mi serviks
&sthmus uteri mempunyai arti "bstetris yang penting karena pada
kehamilan sangat diperlukan untuk pembentukan segmen bawah rahim%
(an'"r dkk (19;0 menun/ukkan bahwa si'at dari serviks sebagian besar
ditentukan "leh keadaan /aringan ikatnya, dan bahwa selama kehamilan
dan persalinan, kemampuan serviks untuk meregang yang luar biasa
merupakan akibat peme3ahan k"lagen% 9u3kingham dkk (19;+
menghitung /umlah "t"t dan k"lagen pada /aringan serviks%

Pada serviks
n"rmal, pr"p"rsi "t"t rara-rata adalah sekitar 10 - 1+ -, sedangkan pada
wanita dengan serviks yang ink"mpeten, seringkali pr"p"rsi "t"t lebih
besar sehingga

serviks tidak ber'ungsi sebagai s'ingter%
0elen/ar-kelen/ar yang ada di serviks akan ber'ungsi lebih dan akan
mengeluarkan sekresi lebih banyak% 0adang-kadang wanita yang sedang
hamil akan mengeluarkan sekresi lebih banyak% 0eadaan ini dalam batas
<
tertentu masih merupakan keadaan yang 'isi"l"gik%

*kibat kadar estr"gen
meningkat dan dengan adanya vaskularisasi maka k"nsisten uteri men/adi
lunak%
*da 2 k"mp"nen struktural utama di serviks 8 "t"t p"l"s, k"lagen dan
/aringan peyambung yaitu 6at dasar%

(i dalam 6at dasar, k"nstituen
serviks yang penting adalah glik"samin"glikan, yaitu dermatan sul'at dan
asam hialur"nat% 0andungan "t"t p"l"s serviks berbeda-beda, dari atas ke
bawah, dari $+ persen sampai hanya ; persen% Serat elastin dengan lebar
$-< um yang bergabung membentuk pita dengan ketebalan $0-20 um
dengan arah paralel dengan "stium uteri internum dan eksternum%

*kan
tetapi, pada manusia tidak ada peranan yang /elas "t"t p"l"s pada pr"ses
=pematangan> serviks% )amun, pr"ses ini tampaknya melibatkan
perubahan-perubahan yang ter/adi pada k"lagen dan /aringan
penyambung% ?adi, dengan =pematangan>, 'leksibilitas serviks meningkat
karena k"nsentrasi k"lagen dan pr"tein menurun%
Pada wanita yang tidak hamil kanalis servikalis akan k"laps,
berbentuk 'usi'"rm dan kenyal dengan k"nsistensi seperti tulang rawan
hidung% Selama kehamilan k"nsistensi akan berubah melunak seperti
bibir% ?aringan serviks men/adi sangat elastis dan dapat menyesuaikan
untuk pr"ses kehamilan dan persalinan bayi, hal ini dapat ter/adi karena
perubahan m"r'"l"gik dari serviks itu sendiri%
5ambar $%$ Penampang serviks
+
@uk"sa kanalis servikalis meskipun se3ara embri"l"gis merupakan
kelan/utan dari end"metrium, namun setelah mengalami perubahan
sedemikian rupa sehingga, p"t"ngan melintangnya akan menyerupai
sarang taw"n% @uk"sanya terdiri dari satu lapisan epitel k"lumnar yang
sangat tinggi, menempel pada membrana basalis yang tipis% )ukleus yang
"val terletak dekat dasar sel k"lumner yang bagian atasnya terlihat agak
/ernih karena berisi mukus% Sel , sel ini mempunyai banyak silia%
.erdapat banyak kelen/ar servikalis yang meman/ang dari
permukaan muk"sa end"serviks langsung menu/u /aringan ikat di
sekitarnya, karena tidak terdapat submuk"sa demikian, kelen/ar inilah
yang ber'ungsi mengeluarkan sekret yang kental dan lengket dari kanalis
servikalis% ?ika kelen/ar serviks tersumbat, dapat terbentuk kista retensi
yang diameternya beberapa milimeter, dan disebut sebagai folikel
nobothian atau kist nobithian%
@uk"sa serviks dalam keadaan n"rmal, terdiri atas epitel gepeng
p"rti" vaginalis dan epitel k"lumner kanalis servikalis yang membentuk
garis pemisah didekat "steum eksterna, yaitu perhubungan skuam"-
k"lumner% )amun, sebagai resp"n terhadap peradangan atau trauma,
batas pemisah dalam kanalis servikalis ini dapat berpindah semakin ke
atas, sehingga sepertiga bawah atau bahkan kadang-kadang separuh
bagian bawah kanalis dilapisi epitel gepeng bertingkat% Perubahan ini
semakin kentara pada wanita multipara, dimana bibir serviks sering
terlipat keluar% Pada keadaan yang /arang, kedua /enis epitel berbatasan
dengan p"rti" vaginalis diluar "steum eksterna, seperti pada ektroepion
kongenital%
;
5ambar $%2 Hist"l"gi serviks
2.2 De#inisi
7
7esi pra ganas serviks merupakan perubahan epitel serviks akibat
suatu pr"ses penyakit yang ditandai dengan perubahan mikr"sk"pik
meliputi maturasi, hiperkr"masi inti sel, perubahan rasi" inti dan
sit"plasma, pleim"rphisme, mit"sis, dan diskerat"sis dalam berbagai
dera/at, yang mempunyai p"tensi untuk men/adi ganas melalui pr"ses
karsin"genesis% 0arsin"genesis merupakan pr"ses perubahan men/adi
kanker, pr"ses ini melalui tahapan yang disebut sebagai multistep
karsin"genesis% Pr"ses karsin"genesis se3ara bertahap diawali dengan
pr"ses inisiasi, dilan/utkan dengan pr"m"si dan berlan/ut dengan pr"gresi
dari sel n"rmal men/adi sel kanker atau malignant 3ell%
2.$ E%idemiologi
0anker serviks uteri masih merupakan kanker pada wanita n"m"r $
tersering di seluruh dunia, dimana didapatkan angka 1+- dari semua
kanker pada wanita% &ni merupakan kanker yang paling banyak pada
wanita di negara berkembang, yaitu $0-29- dari semua kanker wanita% (i
negara ma/u 'rekuensinya berkisar hanya <-;-% Perbedan yang besar ini
men3erminkan pengaruh dari skrining masal se3ara luas yang
menggunakan met"de sit"l"gi serviks%
Amur penderita antara 20-;0 tahun dan terbanyak pada umur <+-
+0 tahun% Peri"de laten dari 'ase pra invasi' untuk men/adi invasi' sekitar
10 tahun, hanya 9- dari perempuan berumur kurang dari 2+ tahun yang
menun/ukkan keganasan serviks uteri yang invasi' pada saat didiagn"sis,
sedangkan +2- dari karsin"ma in situ terdapat pada wanita dibawah
umur 2+ tahun%
2.& 'a"to Resi"o
Sampai saat ini penyebab kanker leher rahim belum diketahui
se3ara pasti% )amun sudah ditemukan beberapa 'akt"r resik" yang ada
pada wanita yang memudahkan terserangnya kanker leher rahim%
(isamping itu /uga karena akhir-akhir ini ke/adian kanker leher rahim
banyak dikaitkan dengan in'eksi dari Human Papiloma Virus (HPV yang
B
penularannya melalui hubungan seksual, maka timbul istilah adanya
wanita resik" tinggi% Cang terg"l"ng wanita resik" tinggi adalah 8
1% 0awin D bersenggama pertama kali pada usia dibawah $0
tahun, terutama /ika dibawah 1; tahun%
$% S"sial ek"n"mi yang rendah
2% Higiene seksual yang tidak baik
<% Sering ganti pasangan seksual
+% Sering melahirkan dengan /arak yang pendek
2.( Etiologi
HPV merupakan agen yang berperan besar dalam pr"ses
ter/adinya kanker serviks% ()* HPV dapat ditemukan pada 99- kasus
kanker serviks di seluruh dunia, karena itu penyebab kanker serviks
diduga sebagai akibat in'eksi menetap dari virus HPV% Pada pr"ses
karsin"genesis, asam nukleat HPV dapat bersatu ke dalam gen dan ()*
manusia sehingga menyebabkan mutasi sel% HPV mempr"duksi pr"tein
yaitu pr"tein E; pada HPV tipe 1B dan pr"tein E7 pada HPV tipe 1; yang
masing-masing mensupresi gen P+2 dan gen !b pada manusia yang
merupakan gen penghambat perkembangan tum"r%
2.) Pato#isiologi
9
Pr"ses ter/adinya kanker serviks uteri sangat erat hubungannya
dengan pr"ses metaplasia% @asuknya bahan-bahan yang dapat
mengubah perangai sel se3ara genetik atau mutagen pada saat 'ase akti'
metaplasia dapat menimbulkan sel-sel yang berp"tensi ganas% Perubahan
biasanya ter/adi pada daerah trans'"rmasi% @utagen tersebut berasal dari
agen-agen yang ditularkan se3ara hubungan seksual dan diduga bahwa
Human Papiloma Virus (HPV memegang peranan penting%
5ambar $%<% Pr"gresi'itas serviks pada in'eksi H
10
5ambar $%+ Cervical Squamous Junction
Sel-sel yang mengalami mutasi dapat berkembang men/adi sel
displasia% (imulai dari displasia ringan, displasia sedang, displasia berat,
karsin"ma in situ dan kemudian berkembang men/adi karsin"ma invasi'%
.ingkat displasia dan karsin"ma in situ dikenal /uga sebagai tingkat pra
kanker%
(era/at kelainan epitel didasarkan pada kelainan p"laritas dan
atipia yang ditemukan pada sel-sel epitel% 0lasi'ikasi terbaru
menggunakan istilah ne"plasia intraepitel serviks ()&S untuk kedua
bentuk displasia dan karsin"ma in situ% )&S terdiri dari 8
1% )&S 1 disebut displasia ringan, bila p"laritas sel sudah tidak baik
sampai kira-kira sepertiga tebal atipia sel masih ringan%
$% )&S $ atau displasia sedang, bila perubahan men3akup setengah
sampai tiga per empat tebal dan atipia dera/at sedang%
2% )&S 2 atau displasia berat dan karsin"ma in situ, bila perubahan
tersebut tiga per empat atau seluruh tebal dan p"laritas tidak
teratur, atipia sel berat serta ditemukan mit"sis sel%
11
5ambar $%; Per/alanan alami kanker serviks
Antuk berlan/ut /adi karsin"ma in situ umumnya diperlukan waktu +
tahun dari displasia ringan, 2 tahun dari displasia sedang dan 1 tahun dari
displasia berat% )amun tidak semua displasia akan men/adi karsin"ma%
(isplasia dapat mengalami regresi, menetap bertahun-tahun atau
memburuk tergantung pada daya tahan penderita%
Pada penelitian (eFeus dkk, mendapatkan bahwa 1+- displasia
ringan akan berkembang men/adi displasia sedang, 20- displasia sedang
akan berkembang men/adi displasia berat dan <0- akan mengalami
regresi men/adi displasia ringan% Empat puluh lima persen displasia berat
akan berkembang men/adi karsin"ma in situ%
Serviks mempunyai $ /emis epitel yaitu k"lumner dan skuam"sa
yang dihubungkan satu sama lain "leh sambungan skuam"sa k"lumner%
Epitel k"lumner akan diganti "leh epitel skuam"sa yang baru pada pr"ses
metaplasia%
1$
5ambar $%7 Per/alanan Penyakit
Pr"ses metaplasia ter/adi dalam $ peri"de yakni masa dinamik
yang merupakan pergantian terhadap epitel k"lumner dari skuam"sa serta
masa maturasi yang merupakan pr"ses di'erensiasi dan pematangan dari
sel-sel yang sudah mengalami masa dinamis%
Pada masa dinamik dengan pengaruh 'akt"r-'akt"r pen3etus dapat
ter/adi perubahan atipik yang se3ara klinik disebut )&S% (isplasia berawal
dari '"kus tunggal di 6"na trans'"rmasi serviks% 9ibir anteri"r serviks
kemungkinan terkena $ kali lebih banyak dari bibir p"steri"r yang /arang
sekali displasia berawal dari bibir lateral% Virus HPV memiliki selubung
12
pr"tein yang dikenal dengan kapsid may"r 71 dan kapsid min"r 7$ serta
mempr"duksi pr"tein E1, E$, E+, E;, E7 yang bersi'at "nk"gen%
:nk"pr"tein E; dan E7 tersebut akan mengikat tum"r subpress"r gene
P+2 (.S5 .+2 dan .S5% &katan tersebut akan melepaskan E$# yang
bersi'at sebagai 'akt"r transkripsi sehingga siklus sel ber/alan tanpa
k"ntr"l yang menyebabkan ter/adinya suatu siklus yang bersi'at
mutagenesis% *danya in'eksi HPV beresik" tinggi ini yang tak bisa diatasi
"leh tubuh akan men/adi pemi3u ter/adinya perubahan sel abn"rmal atau
mutagenesis sel% )&S bila tidak ditanggulangi dengan baik akan berlan/ut
men/adi karsin"ma invasi' dengan per/alanan waktu%
Hubungan antara epitel skuam"sa pada vagina dan daerah
ekt"serviks, dengan epitel k"lumnar pada daerah kanalis end"serviks
disebut hubungan skuam"k"lumnar "riginal% P"sisi sambungan
skuam"k"lumnar "riginal menentukan daerah perluasan metaplasia
skuam"sa serviks% @etaplasia skuam"sa adalah pr"ses yang penting
dalam ter/adinya kanker pada serviks%
Sel-sel pada permukaan serviks kadang tampak abn"rmal tetapi
tidak ganas% Para ilmuwan yakin bahwa beberapa perubahan abn"rmal
pada sel-sel serviks merupakan langkah awal dari serangkaian perubahan
yang ber/alan lambat, yang beberapa perubahan abn"rmal merupakan
keadaan pra kanker, yang bisa berubah men/adi kanker%
Saat ini telah digunakan istilah yang berbeda untuk perubahan
abn"rmal pada sel-sel di permukaan serviks, salah satu diantaranya
adalah lesi skuam"sa intraepitel (lesi artinya kelainan /aringan, intraepitel
artinya sel-sel yang abn"rmal hanya ditemukan di lapisan permukaan%
Perubahan pada sel-sel ini bisa dibagi ke dalam $ kel"mp"k 8
1% 7esi tingkat rendah
@erupakan perubahan dini pada ukuran, bentuk, dan /umlah
sel yang membentuk permukaan serviks% 9eberapa lesi tingkat
rendah menghilang dengan sendirinya% .etapi yang lainnya tumbuh
men/adi lebih besar dan lebih abn"rmal, membentuk lesi tingkat
tinggi% 7esi tingkat rendah /uga disebut displasia ringan atau
1<
ne"plasia intraepitelial servikal 1 ()&S 1% 7esi tingkat rendah paling
sering ditemukan pada wanita yang berusia $+-2+ tahun, tetapi
/uga bisa ter/adi pada semua kel"mp"k umur%
$% 7esi .ingkat .inggi
(itemukan se/umlah besar sel pra kanker yang tampak
sangat berbeda dari sel yang n"rmal% Perubahan pra kanker ini
hanya ter/adi pada sel di permukaan serviks% Selama berbulan-
bulan bahkan bertahun-tahun, sel tersebut tidak akan men/adi
ganas dan tidak akan menyusup ke lapisan serviks yang lebih
dalam% 7esi tingkat ini /uga disebut displasia menengah atau
displasia berat, )&S $ atau 2, atau karsin"ma in situ% 7esi tingkat
tinggi paling sering diemukan pada wanita berusia 20 , <0 tahun%
2.* Pemei"saan
Pemeriksaan berikut dian/urkan untuk membantu penegakkan
diagn"sis seperti palpasi, inspeksi, k"lp"sk"pi, kuretase end"serviks,
hister"sk"pi, sist"sk"pi, pr"kt"sk"pi, intraven"us ur"graphy, dan
pemeriksaan G-ray untuk paru-paru dan tulang% 0e3urigaan in'iltrasi pada
kandung kemih dan saluran pen3ernaan sebaiknya dipastikan dengan
bi"psi% 0"nisiasi dan amputasi serviks dapat dilakukan untuk
pemeriksaan klinis% &nterpretasi dari lim'ang"gra'i, arteri"gra'i, ven"gra'i,
lapar"sk"pi, ultras"n"gra'i, 1. s3an dan @!& sampai saat ini belum dapat
digunakan se3ara baik untuk staging karsin"ma atau deteksi penyebaran
karsin"ma karena hasilnya yang sangat subyekti'% (iagn"sis ditegakkan
berdasarkan ge/ala dan hasil pemeriksaan sebagai berikut (Suhart",
$007 8
1% Pemeriksaan pap smear
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi sel kanker lebih
awal pada pasien yang tidak memberikan keluhan% Sel kanker
dapat diketahui pada sekret yang diambil dari p"rsi" serviks%
Pemeriksaan ini harus mulai dilakukan pada wanita usia 1B tahun
1+
atau ketika telah melakukan aktivitas seksual sebelum itu% Pap
smear dapat mendeteksi sampai 90- kasus kanker leher rahim
se3ara akurat dan dengan biaya yang tidak mahal, akibatnya angka
kematian akibat kanker leher rahim pun menurun sampai lebih dari
+0-% Setiap wanita yang telah akti' se3ara seksual sebaiknya
men/alani pap smear se3ara teratur yaitu 1 kali setiap tahun%
*pabila selama 2 kali berturut-turut menun/ukkan hasil
pemeriksaan yang n"rmal, maka pemeriksaan pap smear bisa
dilakukan setiap $ atau 2 tahun sekali% Hasil pemeriksaan pap
smear adalah sebagai berikut (Prayetni,19998
a% )"rmal%
b% (isplasia ringan (perubahan dini yang belum bersi'at
ganas%
3% (isplasia berat (perubahan lan/ut yang belum bersi'at
ganas%
d% 0arsin"ma in situ (kanker terbatas pada lapisan serviks
paling luar
e% 0anker invasi' (kanker telah menyebar ke lapisan serviks
yang lebih dalam atau ke "rgan tubuh lainnya%
$%Pemeriksaan ()* HPV
Pemeriksaan ini dimasukkan pada skrining bersama-sama
dengan pap smear untuk wanita dengan usia di atas 20 tahun%
Penelitian dalam skala besar mendapatkan bahwa hasil pap
smear negati' disertai ()* HPV yang negati' mengindikasikan
tidak akan ada 1&) 2 hampir 100-% 0"mbinasi pemeriksaan ini
dian/urkan untuk wanita dengan umur diatas 20 tahun karena
prevalensi in'eksi HPV menurun se/alan dengan waktu% &n'eksi
1;
HPV pada usia $9 tahun atau lebih dengan *S1AS hanya 21,$-
sementara in'eksi ini meningkat sampai ;+- pada usia $B tahun
atau lebih muda% Halaupun in'eksi ini sangat sering pada wanita
muda yang akti' se3ara seksual tetapi nantinya akan mereda
seiring dengan waktu% Sehingga, deteksi ()* HPV yang p"siti'
yang ditentukan kemudian lebih dianggap sebagai HPV yang
persisten% *pabila hal ini dialami pada wanita dengan usia yang
lebih tua maka akan ter/adi peningkatan risik" kanker serviks%
2% 9i"psi
9i"psi dilakukan /ika pada pemeriksaan panggul tampak
suatu pertumbuhan atau luka pada serviks, atau /ika hasil
pemeriksaan pap smear menun/ukkan suatu abn"rmalitas atau
kanker% 9i"psi ini dilakukan untuk melengkapi hasil pap smear%
.eknik yang biasa dilakukan adalah pun3h bi"psy yang tidak
memerlukan anestesi dan teknik 3"ne bi"psy yang menggunakan
anestesi% 9i"psi dilakukan untuk mengetahui kelainan yang ada
pada serviks% ?aringan yang diambil dari daerah bawah kanal
servikal% Hasil bi"psi akan memper/elas apakah yang ter/adi itu
kanker invasi' atau hanya tum"r sa/a (Prayetni, 1997%
<% 0"lp"sk"pi (pemeriksaan serviks dengan lensa pembesar
0"lp"sk"pi dilakukan untuk melihat daerah yang terkena
pr"ses metaplasia% Pemeriksaan ini kurang e'isien dibandingkan
dengan pap smear, karena k"lp"sk"pi memerlukan keterampilan
dan kemampuan k"lp"sk"pis dalam mengetes darah yang
abn"rmal (Prayetni, 1997% .u/uan klinis pemeriksaan k"lp"sk"pi 8
Antuk melihat lower genitalia tract
&denti'ikasi squamoucolumnar junction pada serviks
(eteksi lesi yang diduga ne"plasma
17
Antuk bi"psi langsung dari lesi
@em"nit"r pasien dengan riwayat lower genital tract
neoplasma
&ndikasi 8
7esi besar pada genital tract
*bn"rmal sit"l"gi servikal
!iwayat tereksp"se uter" diethylstilbestr"l
0"ntraindikasi !elati' 8
Pasien dalam terapi antik"agulan /ika membutuhkan bi"psi
&n'eksi saluran repr"duksi atas atau bawah
Hipertensi berat yang tidak terk"ntr"l
Pasien yang tidak k""perati' atau tidak sadar
1airan yang dipakai 8
1% )"rmal Saline 8 untuk membersihkan mukus dan menun/ukkan
lesi vaskuler dan penampakan permukaan% Pembuluh darah
yang abn"rmal ketika dilihat dengan lampu 'ilter hi/au, terlihat
lebih pr"minen tanpa penggunaan asam asetat%
$% *sam *setat 8 bersi'at muk"litik, memberi warna putih pada lesi,
dan bisa untuk menilai abn"rmalitas dari kepadatan kr"matin%
2% 7ug"l s"luti"n 8 sel yang mengalami displasia, dimana
mengandung glik"gen yang rendah maka akan berwarna
kuning%
1B
+% .es S3hiller
Pada pemeriksaan ini, serviks di"lesi dengan larutan
y"dium% Pada serviks n"rmal akan membentuk bayangan yang
ter/adi pada sel epitel serviks karena adanya glik"gen% Sedangkan
pada sel epitel serviks yang mengandung kanker akan
menun/ukkan warna yang tidak berubah karena tidak ada glik"gen
(Prayetni, 1997%
19
2.+ Pengo,atan
9anyak m"dalitas terapi yang dimiliki dalam usaha melakukan
peng"batan terhadap )&S% (alam pengel"laannya pemilihan terapi harus
dipertimbangkan se3ara hati-hati dengan melihat e'ekti'itas dan e'ek
samping yang ditimbulkan% Sebagian besar lesi )&S umumnya berukuran
ke3il dan terbatas bagian ekt"serviks dengan kedalaman $-2 mm% )amun
sebagian ke3il lesi dapat men3apai vagina bagian atas serta dapat
men3apai di dasar lipatan kanalis servikalis yang kedalamannya men3apai
7-B mm%
Prinsip peng"batan lesi praganas adalah menghilangkan epitel
serviks yang abn"rmal bergantung pada dera/at kerusakan yang ada,
usia, paritas serta 'ungsi "rgan repr"duksi%
@et"de peng"batan 8
1% *blasi D destruksiD perusakan /aringan
$% EF3i"nalD pengambilan /aringan
Pemilihan met"de berdasarkan 8
1% Amur
$% Paritas
2% .ingkat kesuburan
<% Akuran dan keganasan lesi
+% 9entuk serviks
$0
;% .erapi
7% 0"ndisi medis
I. A,lasi - Pe.sa"an /aingan
(asar dari terapi ablasi ini adalah tidak adanya penyebaran
hemat"gen atau lim'"gen, sehingga dengan teknik pemusnahan
/aringan, lesi akan hilang%
- Syarat perusakan /aringan 8
1% .idak ada indikasi adanya kanker invasi'
$% .idak ada suspek penyakit kelen/ar
2% Hasil colposkopic yang baik
<% Hasil pemeriksaan sit"l"gi dan his"l"gi yang sinkr"n
+% .erbatas pada ectocervix
- @a3am 8
1% 1ry"surgery
.eknik ini menggunakan alat yang dibekukan dibawah suhu
0
0
1 dengan menggunakan gas ):
$
(itrous !xi"e% @et"de ini
membekukan /aringan yang kemudian /aringan tersebut
diharapkan mati dan tumbuh /aringan baru%
$1
$$
.eknik ini untuk lesi8
Hasil pemeriksaan colposcopic yang baik
Squamous "#splasia terbatas pada $ qua"rant cervix
.idak digunakan pada 8
1&) 2
H&V yang p"siti'
0euntungan 8
1% @"dalitas yang aman
$% .idak perlu @!S
2% Pr"sedur mudah
<% Peralatan murah dan perawatan mudah
+% ?arang ter/adi k"mplikasi perdarahan
;% .idak e'ek samping terhadap sistem repr"duksi
7% .ingkat kesembuhan 3ukup tinggi
0erugian 8
1% .idak ada spesimen /aringan yang dapat digunakan untuk
evaluasi hist"pat"l"gis
$2
$% .idak dapat menyembuhkan lesi dengan ukuran dan bentuk
yang tidak diharapkan% Pr"sedur kri"terapi ini hanya dapat
menyebabkan nekr"sis /aringan dengan kedalaman +-; mm,
dengan demikian /ika lesi melibatkan glandula serviks belum tentu
dapat di3apai dengan met"de ini% ?ika pr"ses 1&) tidak seluruhnya
di/angkau "leh met"de ini, maka pr"ses akan berlan/ut men/adi
lebih pr"gresi' yang tidak dapat dideteksi "leh k"lp"sk"pi maupun
pemeriksaan sit"l"gi%
2% 0ram uterus
$% 1:
$
laser (Carbon "ioxi"e laser
3.
&ni merupakan suatu met"de penyinaran dengan energi tinggi
se3ara langsung ke target /aringan% Pada saat penyinaran itu, 3airan
intrasel akan mendidih dan menguap dari sel% Seluruh daerah
trans'"rmasi dan bagian yang di3urigai diharapkan akan ter/adi perubahan
karena dirusak% 7apisan paling luar dari muk"sa serviks menguap karena
3airan intrasel mendidih, sedangkan /aringan di bawahnya mengalami
nekr"siasi% Penyembuhan luka /uga 3epat dan k"mplikasi yang ter/adi
tidak lebih berat dibanding kri"terapi atau k"nisasi%
0eberhasilan laser terapi ini tergantung pada kekuatan dan
lamanya penyinaran% 7aser terapi ini dapat men3apai peng"batan pada
semua tingkat displasia hingga men3apai 9+-% Antuk 1&) & dan && dapat
men3apai tingkat kesembuhan B<-, sedangkan angka kegagalan terapi
hanya ;- dibanding $9- kri"terapi% Antuk lesi kurang dari 20 mm,
kegagalan terapi hampir sama /ika dibandingkan dengan kri"terapi%
.etapi, /ika lesi lebih dari 20 mm, kegagalan terapi B- dibanding dengan
kri"terapi yang men3apai 2B-%
2% $lectrocoagulation "iatherm#
Pada 1&) 1-$ dapat dilakukan meskipun lesi luas dan telah
men3apai kanalis servikalis% Hal inilah yang membedakannya dengan
penggunaan kri"terapi% Sedangkan pada 1&) &&& dilakukan bila ada
$<
k"ntraindikasi "perasi, serta dapat dilakukan pada lesi luas dan telah
men3apai kanalis servikalis% 7aser dan elektr"surgeri mempunyai prinsip
e'ek bi"l"gi yang sama, di mana 3airan seluler mendapat pengaruh panas
yang hebat dan mengakibatkan membran sel pe3ah% Pr"ses ini ter/adi
pada saat 3utting, sedangkan pada pr"ses k"agulasi ter/adi pr"ses
dehidrasi yang lebih lambat%
<% Ele3tr"3auter
(iketahui bahwa elektr"surgeri mempunyai 2 'ungsi, yaitu diseksi,
'ulgurasi, dan desikasi% Elektr"kauter merupakan teknik destruksi /aringan
dengan menggunakan panas antara <00I # sampai 1+00I #% Elektr"kauter
ini /uga e'ekti' untuk $D2 1&) 2, lesi yang melibatkan multipel kuadran dari
serviks serta lesi yang men3apai kanalis end"serviks1$,12 .etapi,
elektr"kauter ini lebih e'ekti' digunakan pada lesi 1&) 1, terutama sewaktu
melakukan pemeriksaan k"lp"sk"pi% Elektr"kauter ini tidak e'ekti' untuk
lesi dengan kedalaman lebih dari 2 mm%
II. E"isional - Pengam,ilan /aingan
(itu/ukan untuk 8
a% 7esi dengan suspek keganasan
b% Ansatis'a3"ry colposcop# dengan *51 yang tinggi atau
berulang tanpa sebab yang /elas
3% Sit"l"gi dan bi"psi hasilnya tidak sinkr"n, dimana hasil
hist"l"gi /auh lebih baik
d% 7esi rekuren setelah peng"batan lain
@a3am8
1. 0oni1ation
@erupakan teknik eksisi serviks uterus dengan membentuk
cone%shape"% (ilakukan sebagai terapi k"nservati' dari cervical
intraepithelial neoplasia (1&)%
$+
.eknik ini dapat dilakukan dengan tiga 3ara yaitu 8
a% 7EEP (&oop $lectrosurgical $xcision Proce"ure
@erupakan suatu met"de eksisi dengan menggunakan
kawat tipis dengan aliran listrik% @et"de ini mudah dilakukan karena
tidak memerlukan waktu banyak, perdarahan yang dihasilkan /uga
sedikit% 0ualitas spesimen yang diambil untuk pemeriksaan
hist"pat"l"gi,tidak sebaik col"%knife coni'ation%
$;
b% 1"ld kni'e 3"ni6ati"n
0elebihan met"de ini adalah spesimen /aringan yang
diambil /auh lebih baik kualitasnya dari pada met"de 3"ni6ati"n
yang lain karena tidak dirusak "leh panas% Perdarahan pas3a-
"perasi lebih banyak /ika dibandingkan dengan 7EEP%
$7
3% 7aser 3"ni6ati"n
0elebihan met"de ini adalah eksisi /aringan dapat dilakukan
seminimal mungkin karena keakuratan eksisi% )amun met"de ini
memelukan waktu yang paling lama dan mahal di bandingkan
dengan met"de lainnya% Perdarahan yang dihasilkan hamper sama
dengan 3"ld-kni'e 3"ni6ati"n% .ingkat kerusakan spesimen yang
diambil untuk pemeriksaan hist"pat"l"gi, adalah yang paling buruk
dibandingkan dengan met"de lainnya
2. Histee"tomi
*dalah suatu met"de pembedahan dengan pengangkatan
uterus%
Syarat 8
- 0"ntraindikasi untuk 1&) 1,$, atau 2%
- 9"leh dilakukan bila kasus reccurent high gra"e
- .idak lagi ingin mempunyai anak
0"mplikasi akibat tindakan histerekt"mi 8
a% Perdarahan
b% &n'eksi
3% 0emungkinan ke/adian kematian /auh lebih tinggi%
$B
2.2 Pen3egahan
J Hindari seks usia muda dan sebelum menikah
J ?angan ganti pasangan
J !utin &V*D Papsmear
J Vaginal t"ilet
J 09
J Vaksinasi HPV
@enurut A%S%#""ds and (rugs *dministrati"n (#(* tahun
$00; menyatakan vaksin ini aman untuk wanita berusia 9 , $;
tahun% ?adwal penyuntikan yaitu 9ulan 0, 1, ; dengan d"sis 0,+33
&@ pada delt"id anteri"r% Vaksinasi HPV ini dapat memberikan
pertahanan +-; tahun setelah vaksinasi
E'ek samping 8
- gatal, kemerahan dan "edem pada daerah penyuntikan
- mual, muntah%
- athralgia
- nyeri kepala
0& 8 &bu hamil
2.14 Pognosa
(engan terapi adekuat, dapat 8
(apat sembuh t"tal
(apat hanya dengan ber"bat /alan
.indakan tidak memerlukan ketrampilan tinggi
0emampuan seksual tidak banyak dipengaruhi
.idak butuh rehabilitasi lama
$9
BAB III
KESI5PULAN
0anker serviks adalah kanker dengan insidensi yang tinggi, serta
menyebabkan m"rtalitas serta m"rbiditas pada penderitanya% 0anker
serviks sering terlambat terdiagn"sa "leh karena kurang akuratnya
met"de diagn"se yang ada saat ini% 0anker serviks diketahui memiliki
hubungan erat dengan in'eksi virus HPV% (engan mengetahui pr"ses
perubahan genetik yang ter/adi pada in'eksi virus HPV hingga ter/adinya
keganasan diharapkan tidak hanya kanker servik yang dapat terdeteksi
lebih awal, tetapi /uga dapat diaplikasikan untuk in'eksi HPV terkait
keganasan pada bagian-bagian tubuh yang lain%
20
DA'6AR PUS6AKA
1 *garwal S@, !aghav (, Singh H, !hagava 5PS% $011%11(98 a
3urated database "' genes inv"lved in3erviF 3an3er%ucleic (ci"s
)esearch, $011, V"l% 29, (atabase issue (97+,
(979d"i810%1092DnarDgkK10$<%
$ 1""per 5@, Hausman !E% $00;% .he 1ell8 * @"le3ular *ppr"a3h,
#"urth Editi"n% Sinauer *ss"3iates, &n3% hlm% 10$%
2 (ue4as-5"n6ale6 *% $01$% .he *3hilles Heel "' 1ervi3al 1an3er8
*n :verl""ked .argetLJ Pharmacogenom Pharmacoproteomics
$01$, 28;
http8DDdF%d"i%"rgD10%<17$D$1+2-0;<+%1000e1$B %
< 7and" @% $011% 5eneti3 alterati"ns in 3ervi3al 3an3er ,
1"nseKuen3es '"r gene regulati"n and 3lini3al "ut3"me
a'ter3hem"radi"therapy% (epartment "' !adiati"n 9i"l"gy, &nstitute
'"r 1an3er !esear3h , )"rwegian !adium H"spital, :sl" Aniversity
H"spital%
+ 7and" @et al% $009% 5ene d"sage, eFpressi"n and "nt"l"gy
analysisidenti'ies driver genes in the 3ar3in"genesis and
3hem"radi"resistan3e "' 3ervi3al3an3er% P&!S *enetics,
+(118e1000719%
; 7a6" P*% 1999%.he m"le3ular geneti3s "' 3ervi3al 3ar3in"ma% +r. J.
Cancer., B08$00B-$01B
7 7eh"uF @, (M*bram" 1@, *r3hambault ?% $009%@"le3ular
me3hanisms "' humanpapill"mavirus-indu3ed 3ar3in"genesis%
Public Health *enomics.,1$8 $;B-$B0%
B @un"6 !,1astellsague G, de 5"n6ale6 *9 3, 5issmann 7% $00;%
HPV in the eti"l"gy "' human 3an3er% Vaccine $<S2 ($00; S2D1,
S2D10
9 !a/kumaret al% $011% &denti'i3ati"n and validati"n "' genes inv"lved
in 3ervi3al tum"urigenesis% +,C Cancer $011, 118B0
21
http8DDwww%bi"med3entral%3"mD1<71-$<07D11DB0
10 !ayb"uld !, #iander *, Hibbitts S% Human Papill"mavirus
&ntegrati"n and its !"le in 1ervi3al @alignantPr"gressi"n% -he
!pen Clinical Cancer Journal. $011, /. 1-7%
11 S3hmit6 @, (ries3h 1, ?ansen 7, !unnebaum &9, (urst @%
$01$%)"n-!and"m &ntegrati"n "' the HPV 5en"me in 1ervi3al
1an3er% P&oS !$ 7(;8 e29;2$%
d"i810%1271D/"urnal%p"ne%0029;2$
1$ C"ung 9, 7"we ?S, Stevens *, Heath ?H% $00;% HheaterNs
#un3ti"nal Hist"l"gy% 1hur3hill 7ivingst"ne Elsevier% hlm% 27;%
2$