Anda di halaman 1dari 9

Makalah Elektronika Teknik

Baterai dan Akumulator






Dibuat Oleh :
B-066 Aditya Yulindra P.
B-071 Celvien Kurniawan W.
B-082 Hizki Beta Sunarna
B-090 Yoshua Gandha Lastiko
B-097 Benedictus Putra Wibawa
B-103 Eduardus Alhika Nanda
B-117 Rezza Hermawan



Tahun Ajaran 2013/2014

Baterai dan Akumulator
i. Pengertian
Akumulator (accu, aki) adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi (umumnya
energi listrik) dalam bentuk energi kimia. Contoh-contoh akumulator adalah baterai dan
kapasitor.
Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya
dalam bentuk listrik. Sebuah baterai mempunyai 3 kompone utama :
batang karbon sebagai anode (kutub positif baterai)
seng (Zn) sebagai katode (kutub negatif baterai)
pasta sebagai elektrolit (penghantar)
Pada umumnya baterai yang dijual di pasaran bertegangan 1,5 volt. Baterai ada yang
berbentuk tabung atau kotak. Ada juga yang dinamakan rechargeable battery, yaitu baterai yang
dapat diisi ulang, seperti yang biasa terdapat pada telepon genggam. Baterai sekali pakai disebut
juga dengan baterai primer, sedangkan baterai isi ulang disebut dengan baterai sekunder.
Baik baterai primer maupun baterai sekunder, kedua-duanya bersifat mengubah energi kimia
menjadi energi listrik. Baterai primer hanya bisa dipakai sekali, karena menggunakan reaksi kimia
yang bersifat tidak bisa dibalik (irreversible reaction). Sedangkan baterai sekunder dapat diisi ulang
karena reaksi kimianya bersifat bisa dibalik (reversible reaction).Baterai bersifat DC karena baterai
berupa sumber tegangan yang dapat dibawa pergi.
ii. Fungsi
Akumulator/baterai berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang disimpan dalam bentuk
energi kimia.Baterai digunakan untuk menyuplai energi berbagai macam barang-barang terutama
barang-barang yang berhubungan dengan elektronika.
iii. Konstruksi
Akumulator

Bagian-bagian akumulator timah hitam dan fungsinya sebagai berikut :
1. Rangka, berfungsi sebagai rumah akumulator.
2. Kepala kutub positif, berfungsi sebagai terminal kutub positif.
3. Penghubung sel, berfungsi untuk menghubungkan sel-sel.
4. Tutup Ventilasi, berfungsi menutup lubang sel..
5. Penutup, berfungsi untuk menutup bagian atas akumulator.
6. Plat-plat, berfungsi sebagai bidang pereaktor.
7. Plat negatif, terbuat dari Pb, berfungsi sebagai bahan aktif akumulator.
8. Plat positif, terbuat dari PbO2, berfungsi sebagai bahan aktif akumulator.
9. Ruang sedimen, berfungsi untuk menampung kotoran.
10. Plastik pemisah, berfungsi untuk memisahkan plat positif dan negatif.
11. Sel-sel.
Baterai
Konstruksi baterai terdiri dari 5 komponen :
a. Kotak Baterai : Wadah yang menampung elektrolit dan elemen baterai .
b. Terminal Baterai : Bagian yang mempunyai tanda (+) dan tanda (-) pada body baterai.
c. Elektrolit Baterai : larutan yang digunakan untuk melakukan reaksi kimia yang mengubah
energi kimia menjadi energi listrik.
d. Tutup Baterai : Tutup untuk lubang pengisian elektrolit. Berfungsi untuk memisahkan gas
hidrogen dan uap asam sulfat di dalam baterai dengan membiarkan gas hidrogen keluar dari dalam
lubang baterai dan asam sulfat menetes dari bawah.
e. Sel Baterai : terdiri dari plat (+) dan plat (-) . Tiap sel menghasilkan tegangan 2-2.2 volt.

iv. Prinsip Kerja Baterai
Baterai adalah perangakat yang mampu menghasilkan teganan DC, yaitu dengan cara
mengubah energi kimia yang terkandung didalamnya menjadi energi listrik melalui reaksi elektro
kimia, Redoks (Reduksi Oksidasi). Batere terdiri dari beberapasel listrik, sel listrik tersebut
menjadi penyimpan energi listrik dal am bentuk energi kimia. Sel baterai tersebut elektroda
elektroda.
Elektroda negatif disebut katoda, yang berfungsi sebagai pemberi elektron.
Elektroda positif disebut anoda yang berfungsisebagai penerima elektron. Antara
anoda dan katoda akan mengalir arus yaitu dari kutub positif (anoda) ke kutub negatif
(katoda). Sedangkan electron akan mengalir dari katoda menuju anoda. Baterai adalah suatu proses
kimia listrik, dimana pada saat pengisian/charge energi listrik diubah menjadi energi kimia
sedangkan pada pengeluaran/ discharge energi kimia di ubah menjadi energi
listrik. Baterai terdiri dari satu atau lebih voltaic cell (tergantung besarnya voltase
yang di inginkan contohnya baterai aki 6 Volt atau 12 Volt) . Masing-masing voltaic cell
terdiri dari dua half cells yang di hubungkan secara seri oleh penghantar elektrolit.
Satu half cells mempunyai elektroda positif (katoda) yang satunya elektroda negatif (anoda).
Daya baterai di dapat dari reaksi reduksi dan oksidasi. Reduksi terjadi pada katoda dan
oksidasi terjadi di anoda. Elektroda tersebut t i dak ber s ent uhan dan ar us l i s t r i k
di hubungk an dengan el ekt r ol i t . El ekt r ol i t dapat berupa cairan atau padat. Untuk
lebih penjelasan lebih detail tentang baterai (dalam hal ini adalah aki;aki mobil/motor/mainan
yang memakai elektrolit cair). Aki terdiri dari sel-sel dimana tiap sel memiliki tegangan
sebesar 2 V, artinya aki mobil dan aki motor yang memiliki tegangan 12 V terdiri dari 6 sel yang
dipasang secara seri (12 V = 6 x 2V) sedangkan aki yang memiliki tegangan 6 V memiliki 3 sel yang
dipasang secara seri(6 V = 3 x 2 V).
Ant ar a s at u s el dengan s el l ai nny a di pi s ahkan ol eh di ndi ng penyekat
yang terdapat dalam bak baterai, artinya ti ap ruang pada sel ti dak berhubungan
karena itucairan elektrolit pada tiap sel juga tidak berhubungan (dinding pemisah antar sel tidak
boleh ada yang bocor/merembes). Di dalam satu sel terdapat susunan pelat-pelat yaitu beberapa
pelat untuk kutub positif (antar pelat dipisahkan oleh kayu, ebonit atau plastik,tergantung
teknologi yang di gunakan) dan beberapa pelat untuk kutub negatif. Bahan aktif dari plat
positif terbuat dari oksida timah coklat (PbO2) sedangkan bahan aktif dari plat negatif ialah timah
(Pb).

Terdapat 2 proses yang terjadi pada baterai :
1. Proses pengosongan
Proses pengosongan adalah proses perubahan energi kimia menj adi energi
l i s t r i k. Bi l a s el di hubungkan dengan beban maka el ekt r on mengal i r dar i
anoda mel al ui beban kekatoda, kemudian ion-ion negatif mengalir ke anoda dan
ion-ion positif mengal ir kekatoda.

Pada saat baterai mengeluarkan arus, oksigen (O) pada pelat positi f terlepas
karena bereaksi/bersenyawa/bergabung dengan hidrogen (H) pada cairan elektrolit yang secara
perlahan-lahan keduanya bergabung / berubah menjadi air (H
2
O) dan asam (SO
4
) pada cairan
elektrolit bergabung dengan timah (Pb) di pelat positif maupun pelat negatif sehigga menempel
dikedua pelat tersebut. Reaksi ini akan berlangsung terus sampai isi (tenaga baterai) habis alias
dalam keadaan discharge. Pada saat baterai dal am keadaan discharge maka hampir semua
asam melekat pada pelat-pelat dalam sel sehingga cairan e l e t r o l i t k o n s e n t r a s i n y a
s a n g a t r e n d a h d a n h a mp i r h a n y a t e r d i r i d a r i a i r ( H 2O), akibatnya berat
jenis cairan menurun menjadi sekitar 1,1 kg/dm
3
dan i ni mendekati berat jenis air yang
1 kg/dm
3
. Sedangkan baterai yang masih berkapasitas penuh berat jenisnya sekitar 1,285 kg/dm
3
.
Dengan perbedaan berat jenis inilah kapasitas isi baterai bisa diketahui apakah masih penuh atau
sudah berkurang yaitu dengan menggunakanalat hidrometer. Hidrometer ini merupakan salah satu
alat yang wajib ada di bengkel aki (bengkel yang menyediakan jasa setrum/cas aki). Selain itu pada
saat baterai dalam keadaan discharge maka 85% cairan elektrolit terdiri dari air (H
2
O) dimana air ini
bisamembeku, bak baterai pecah dan pelat-pelat menjadi rusak.
2. Proses Pengisian
Proses pengisian adalah proses perubahan energi listrik menjadi energi kimia.Pada proses
pengisian bila sel dihubungkan dengan power supply maka elektroda positif menjadi anoda dan
elektroda negatif menjadi katoda. Dan proses kimia yang terjadi adalah sebagai berikut :

1. Aliran elktron menjadi terbalik, mengalir dari anoda melalui power supplymenuju ke katoda.
2. Ion-ion negatif mengalir dari katoda ke anoda.
3. Ion-ion positif mengalir dari anoda ke katoda.
Baterai yang menerima arus adalah baterai yang sedang disetrum / dicas /sedang diisi
dengan cara dialirkan listrik DC, dimana kutub positif baterai dihubungkan dengan arus listrik positif
dan kutub negatif dihubungkan dengan arus listrik negatif. Tegangan yang dialiri biasanya sama
dengan tegangan total yang dimiliki baterai,artinya baterai 12V dialiri tegangan 12V DC, baterai 6V
dialiri tegangan 6V DC, dandua baterai 12V yang dihubungkan secara seri dialiri tegangan 24V DC
(baterai yang dihubungkan seri total tegangannya adalah sama dengan jumlah dari masing-
masingtegangan baterai). Hal ini dapat ditemukan pada bengkel aki dimana ada beberapa baterai
yang dihubungkan secara seri dan disetrum sekaligus. Kuat arus (ampere)yangharus dialiri
bergantung juga dari kapasitas yang dimiliki baterai tersebut.
Proses pengisisan ini berlawanan dengan proses pengosongan, yaitu : oksigen(O) dalam air
(H
2
O) terlepas karena bereaksi / bersenyawa / bergabung dengan timah(Pb) pada pelat positif dan
secara perlahan lahan kembali menjadi oksida timah colat(PbO
2
) dan asam (SO
4
) yang menempel
pada kedua pelat (pelat positif maupunnegatif) terlepas dan bergabung dengan hidrogen (H) pada
air (H
2
O) di dalam cairanelektrolit dan kembali terbentuk menjadi asam sulfat (H
2
SO
4
) sebagai cairan
elektrolit. Akibatnya berat jenis cairan elektrolit bertambah menjadi sekitar 1,285 kg/dm
3
(pada
baterai yang terisi penuh). Jadi reaksi kimia pada saat pengisian (charging) adalah kebalikan dari
reaksi kimia pada saat pengosongan (discharging).
v. Klasifikasi Baterai
Baterai dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Baterai Primer
Baterai primer yaitu baterai yang hanya digunakan satu kali karenamenggunakan reaksi
kimia yang bersifat tidak bisa dibalik (irreversible reaction) dansetelah habis isi (Recharge). Pada
baterai primer, elektroda positif (kutub positif) berupa batang karbon dan pembungkus terbuat
dari seng yang merupakan elektroda negative (kutub negatif).

Elektrolit larutan yang menghantarkan arus listrik berupa larutan amonium klorida (NH
4
Cl)
dan depolarisasinya zat kimi yang terbuat dari mangandioksida (MnO2) bercampur serbuk
karbon. Elemen kering atau batere disebut juga elemen primer karena elemen ini tidak dapat
dimuati (diisi ulang) kembali jika muatannyahabis. Selama bekerja, seng berubah menjadii seng
klorida, hydrogen dibebaskan danseng serta ammonium klorida berkurang. Cara penggunaan
batere kering yaitu denganmenghubungkan kutub positif dan kutub negatif ke beban. Adapun
contoh-contoh baterai primer antara lain yaitu:
1 Baterai Leclenche (Zn MnO2) baterai sel kering /Dry Cell.
Merupakan jenis baterai yang banyak digunakan sejak beberapa puluh tahunyang lalu. Satu
sel batere berkapasitas 1,5 volt. Kutub positif (Anoda) mengunakan Zn,Kutub negatip (Katoda)
menggunakan MnO2 Pada suhu tinggi kapasitas sel leclencheakan turun dengan drastis, oleh
sebab itu penyimpanan batere ini harus ditempat yang bersuhu rendah.
2 Baterai sel kering Magnesium (MgMnO2).
Merupakan jenis batere yang memiliki konstruksi serupa dengan batere seng.Memiliki
kapasitas satu cell 1,5 volt. Kutub positip (Anoda) menggunakan Mg, Kutubnegatif (Katoda)
menggunakan MnO2. Baterai ini memiliki kelebihan, yaitu dua kalilebih awet dari pada sel kering
dan stabil pada temperature tinggi. Adapunkekurangannya yaitu, tidak bisa dibuat sekecil
mungkin. Pada keadaan kerja akantimbul Reaksi Parasitik akibat dari pembuangan gas hydrogen.
3 Baterai MnO2 Alkaline.
Sama seperti dua jenis baterai diatas dan memiliki kapasitas 1,5 volt, hanyamemiliki
perbedaan pada segi konstruksi, elektrolitnya, dan tahanan dalamnya lebihkecil. Batere ini
memiliki kelebihan yaitu :
1.Pada proses pemakaian akan tetap pada rating yang dimiliki meskipun pemakaiannya tak
menentu.
2. Pada pembebanan tinggi dan terus menerus, mampu memberikan umur pelayanan 2 10
kali pemakaian dari sel leclanche.
3.Sangat baik dioperasikan pada temperature rendah sampai -25 derajat celcius.Baterai yang
sering digunakan adalah zinc-alcaline manganese oxide. zinc-alcaline manganese oxide
memberikan daya lebih per penggunaannya dibandingkan batere sekunder. zinc-alcaline
manganese oxide mempunyai umur (waktu hidup yanglama). Baterai alcaline mempunyai
umur(waktu hidup) yang panjang ,namun daur hidupnya lebih pendek dari pada batere sekunder
lainnya.
4 Sel Merkuri.
Baterai ini pada Anoda menggunakan Zn dan pada katoda menggunakanOksida Merkuri. Dan
pada elektrolit menggunakan Alkaline. Kapasitas maksimal stabilyaitu 1,35 volt, yang biasa
digunakan pada tegangan referensi. Kapasitas dari batere inidapat sampai 1,4 volt bila
katodanya Oxida Merkuri atau Oxida Mangan. Dari segiukuran berdiameter dari 3/8- 1 inchi.
5 Sel oksida perak (AgO2).
Baterai ini pada Katoda menggunakan serbuk elektroloit alkaline dan padaAnoda
menggunakan oksida perak. Teganagan pada Open Circuit yaitu 1,6 volt dantegangan nominal
pada beban sebesar 1,5 volt apabila katodanya oksida merkuri atauoksida mangan. Dari segi
ukuran batere ini sebesar 0.3 0.5 inchi. Biasa digunakanuntuk kamera, alat bantu pendengaran
dan jam elektronik.
6 Baterai Litium.
Jenis baru dari sel primer, yang mempunti tegangan out put yangtinggi,memiliki umur yangf
panjang, ringan dan kecil. Sehingga baterai ini digunakanuntuk pemakaian khusus. Tegangan out
put tanpa beban sebesar 2,9 volt atau 3,7 volt,tergantung dari elektrolit yang digunakan.
Penggunaan litium sangat terbatas, biasadigunakan dalam bidang militer, karena apabila tidak
hati-hati dalam penggunaan bisameledak.
2 Baterai Sekunder
Baterai sekunder yaitu baterai yang dapat digunakan berkali-kali denganmengisi kembali
muatannya karena reaksi kimianya bersifat bisa dibalik (reversible reaction),apabila telah habis
energinya setelah dipakai.Akumulator merupakan jenis baterai sekunder yang merupakan
elemen elektro-kimia yang dapat memperbaharui bahan-bahan pereaksinya. Jenis akumulator
yang sering dipakai adalah akumulator timbal. Akumulator ini terdiri dari dua kumparan pelat
yang dicelupkan dalam larutanasam-sulfat encer. Kedua kumpulan pelat dibuat dari timbal,
sedangkan lapisan timbaldioksida akan dibentuk pada pelat positif ketika lemen pertama kali
dimuati. Letak pelat positif dan negatif sangat berdekatan tetapi dicegah tidak langsung
menyentuh oleh pemisah yang terbuat dari bahan penyekat (isolator). Konstuksinya bisa dilihat
di gambar konstruksi akumulator.
vi. Kesimpulan
Baterai adalah alatlistrik kimiawi yang menyimpan energi dengan mengubah energi listrik
menjadi energi kimia dan dapat mengeluarkan energi dengan mengubah energi kimia menjadi
energi listrik.
Baterai terdiri dari tiga komponen penting yaitu: batang karbon sebagai anoda (kutub positif
baterai), seng (Zn) sebagai katoda (kutub negatif baterai), dan pasta sebagai elektrolit(penghantar).
Baterai dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua), yaitu: baterai primer dan baterai sekunder.
Baterai primer yaitu baterai yang hanya digunakan satu kali karenamenggunakan reaksi kimia yang
bersifat tidak bisa dibalik (irreversible reaction) dan setelah habis isi (Recharge). Sedangkan baterai
sekunder yaitu baterai yang dapat digunakan berkali-kali dengan mengisi kembali muatannya
karena reaksi kimianya bersifat bisa dibalik (reversible reaction), apabila telah habis energinya
setelah dipakai.Adapun pengklasifikasian baterai berdasarkan kapasitas baterai dan bahan elektrolit.
Berdasarkan kapasitasnya baterai terbagi menjadi: kapasitas dengan harga
rendah/menengah dan kapasitas dengan harga tinggi. Berdasarkan bahan elektrolitnya, baterai
terbagi atas: baterai alkali dan baterai timah hitam. Baterai bekerja menurut prinsip-prinsip
dasarnya, di mana terdapat 2 (dua) proses yang terjadi yaitu: proses pengosongan dan proses
pengisian. Proses pengosongan (discharge) adalah proses perubahan energi kimia menjadi energi
listrik.Proses pengisian (charge) adalah proses perubahan energi listrik menjadi energi kimia.Jadi
reaksi kimia pada saat pengisian (charging) adalah kebalikan dari reaksi kimia padasaat pengosongan
(discharging).