Anda di halaman 1dari 8

Seri Perencanaan Bangunan Desain Pondasi

Beberapa hari yang lalu ada email yang masuk ke saya, inti dari email itu adalah meminta
contoh perencanaan (desain dan perhitungan) pondasi. Sebenarnya ketika akan merencanakan
sebuah bangunan gedung, tidak bisa dilakukan secara parsial. Misalnya hanya meminta contoh
desain pondasi, sloof (balok ikat), plat tangga, plat lantai, plat atap, kolom, balok, kuda-kuda, dsb.
Ketika berbicara soal perencanaan bangunan, maka kita harus membahas masalah tersebut secara
luas. Yang saya maksud adalah, dimulai dari penentuan titik-titik pondasi, mendata kolom (kolom
arah melintang, memanjang, kemudian memberi notasi/abjad, dsb). Tetapi ketika persyaratan itu
harus dipenuhi, maka jalan yang kita tempuh sangat panjang, dan itu tidak mungkin
dilakukan/dibahas didalam website ini.
Sekarang kita asumsikan saja, anda telah memiliki semua syarat diatas, dan anda hanya
membutuhkan contoh desain pondasi. Diartikel kali ini, kita akan membahas tentang perencaan
pondasi. Kasus yang diambil adalah perencaan pondasi jenis Foot Plate. Berikut adalah contoh
perencanaan pondasi foot plate dimana tinjauannya adalah pada titik K2 (Perencanaan pondasi
dibawah kolom K2) :







Hasil dari perhitungan pondasi diatas, selanjutnya dituangkan dalamgambar detail pondasi seperti
gambar berikut ini :

(Gbr Detail Foot plate)
Untuk perencanaan pondasi pada titik-titik yang lain, caranya kurang lebih sama. Tinggal anda data
saja berapa jumlah titik kolom yang ada didalam layout bangunan yang akan anda rencanakan
pondasinya. Demikianlah seri perencanaan bangunan kita kali ini, pada artikel yang berikutnya, kita
akan membahas tentang perencanaan sloof (balok ikat, perencanaan kolom, balok, pelat, dan
rangka atap. Semoga artikel kali ini dapat memberi manfaat buat kita semua..







Cara membuat RAB Pondasi

Cara Menghitung Volume Material Pondasi Bangunan,Menghitung Volume Pondasi memang
penting bagi para penggelut kontruksi agar lebih tau biaya yang akan dihabiskan oleh owner di
lapangan. berikut pembahasanya :
Cara Menghitung Volume Material Pondasi Bangunan

total panjang pondasi adalah 35 m (Fleksibel tergantung denah rumah yang kalian buat).
pertama kali kita lihat item pekerjaan yang ada pada pekerjaan pondasi tersebut yaitu:
1. Pekerjaan Bowplank
2. Pekerjaan galian tanah
3. pekerjaan urugan pasir
4. Pekerjaan pasangan pondasi batu kali 1:5
berikutnya adalah mengitung volume tiap item pekerjaan
Pekerjaan Bowplank
volumenya 35 m
kayu = 0.01 m3 x 35 = 0.35 m3
paku 0.02kg x35 = 0.7 kg dibulatkan 1 kg
Pekerjaan galian tanah
volume galian tanah = ((0.6+0.9)/2)x0.75= 0.5625
volume total galian tanh=0.5625 x35=19.6875 m3
tidak membutuhkan material
Pekerjaan urugan pasir
Volume urugan pasir = 0.60.05 = 0.09
volume total pasir= 0.09 x35 = 3.15
pasir urug = 1.05 m3 x 3.15 = 3.3075 m3
Pekerjaan Pasangan batu kali 1:5
Volume pasangan batu kali =((0.6+0.3)/2)x0.7= 0.315m3
volume total pasangan batu kali =0.315 x35 = 11.025
batu kali = 1.2 m3 x 11.025 = 13.23 m3
Pasir = 0.54 m3 x 11.025 = 5.9535 m3
Semen = 2.68 zak x 11.025 = 29.547 zak dibulatkan 30 zak
Pekerjaan urugan tanah kembali
volume urugan tanah kembali = 19.6875 11.025 3.3075
tanah diambil dari bekas galian
jadi menurut perhitungan di atas maka volume material yang dibutuhkan adalah
* pasir = 3.3075 + 5.9563 = 9.2638
* batu kali = 13.23 m3
* semen = 30 zak
* paku = 1 kg
* papan bowplank = 0.35 m3
Jadi begitulah Cara Menghitung Volume Material Pondasi Bangunan, semoga bermanfaat.