Anda di halaman 1dari 6

2.4.1.3.

elevasi dermaga
Berdasarkan standar criteria design untuk pelabuhan tahun 1989 elevasi minimum dari
sebuah dermaga ditentukan pada tabel dibawah ini dengan acuan diatas HWS
Tabel elevasi dermaga diatas HWS
Untuk dermag dengan Range Pasang surut >3 m Range Pasang surut <3 m
Pada kedalaman kolam 4,5 m atau lebih
Untuk kedalaman kolam kurang dari 4.5 m
0,5-1,5 m
0,3-1,0 m
1,0 - 2,0 m
0,5-1,5 m


2.4.1.4. arah dermaga
arah dermaga sebaiknya sejajar dengan arah angin dominan, utamanya pada dermaga yang
langsung berada di open sea untuk mengurangi beban angin, gelombang dan arus yang mengenai kapal
yang sedang bersandar.




Dalam merencanakan sebuah pelabuhan, juga harus mengetahui beberapa istilah kapal, seperti panjang,
lebar, sarat, besar muatan, dan beberapa istilah lain. Beberapa istilah masih dalam bahasa asing dan
dalam prakteknya akan digunakan untuk menjelaskan kapasitas kapal yang dapat bersandar.
Sarat (draft) adalah bagian kapal yang terendam air pada keadaan muatan maksimum, atau jarak antara
garis air pada beban yang direncanakan (designed load waterline) dengan titik keel (dasar kapal)
Length over all (panjang total) adalah panjang kapal dihitung dari ujung depan haluan hingga belakang
buritan
Length between perpendicular (panjang garis air) adalah panjang antara kedua ujung design load water
line.
Lebar kapal (beam) adalah jarak maksimum antara dua sisi kapal.
Displacement tonnage (ukuran isi tolak) merupakan volume air yang dipindahkan oleh kapal, juga dapat
dikatakan berat kapal. Ukuran kapal yang bermuatan penuh disebut dengan displaccement tonnage
loaded, yaitu berat kapal maksimum saat kondisi penuh. Ukuran isi tolak kapal dalam kondisi kosong
disebut displacement tonnage light, yaitu berat kapal tanpa muatan. Termasuk di dalamnya berat dari
perlengkapan berlayar, bahan bakar, anak buah kapal, dll.
Deadweight tonnage (bobot mati) yaitu berat total muatan di mana kapal dapat mengangkut dalam
keadaan pelayaran optimal (draft maksimum). Jadi dwt adalah selisih antara displacement tonnage
loaded dan displacement tonnage light
Gross register tons, (ukuran isi kotor) adalah volume keseluruhan ruangan kapal (1 GRT = 2,83 M
3
= 100
ft). Netto register tons ( ukuran isi bersih) adalah ruangan yang disediakan untuk muatan dan
penumpang, besarnya sama dengan GRT


Karakteristik kapal yaitu tipe dan fungsinya juga sangat berpengaruh dalam perencanaan pelabuhan,
karena setiap jenis kapal mempunyai fungsi dan karakter khusus, yaitu :
a. kapal penumpang
indonesia sebagai negara kepulauan, maka kapal penumpang mempunyai peran yang penting dan cukup
besar dalam melayani kebutuhan masyarakat.
b. kapal general cargo
kapal ini digunakan untuk mengangkut muatan umum (general cargo). Muatan tersebut terdiri dari
bermacam-macam barang yang dapat



Ukuran Container
ISO type TEU External dimension (m) Maximum lifting capacity (tons) Cubic capacity(m3)
1C (20 ft)
1A (40 ft)
1B (30 ft)
1D (10 ft)
1
2
1 1/2
1/2
6.05 x 2.435 x2.435
12.190 x 2.435 x2.435
9.125 x 2.435 x2.435
2.990 x 2.435 x2.435
20
30
25
10
29.0
60.5
45.0
14.1


Tabel ukuran kapal pada umumnya
Container
TEU Loaded displacement (ton) Length (m) Beam (m) Loaded draft (m)
400
800
1200
1600
2000
2500
3000
3500
4000
5000
6000
8000
9000
20000
30000
42000
50000
65000
75000
80000
85000
95000
115000
150000
115
180
200
215
260
275
290
275
280
285
305
335
19
27
30
31
32
32
32
39
39
40
41
46
6.4
8.8
10.4
11.3
11.6
11.9
13.1
12.5
12.8
13.1
13.7
14.0
General cargo
Loaded displacement (ton) Length (m) Beam (m) Loaded draft (m)
1600
3000
7100
13600
25800
49300
71900
94000
116000
65
80
110
135
165
200
225
245
260
10
13
16
20
24
29
32
35
39
4.3
4.9
6.7
8.5
9.8
11.6
12.8
13.7
15.9
Tanker
Loaded displacement (ton) Length (m) Beam (m) Loaded draft (m)
1400
2800
7000
13000
25000
50000
75000
100000
60
75
100
140
180
215
245
260
9
11
14
17
22
29
32
37
4.0
5.0
6.4
7.9
9.5
11.0
13.1
13.7
125000
150000
180000
240000
300000
285
295
300
310
325
41
42
44
47
50
14.6
16.5
17.1
18.9
20.4



Bulk carrier
Loaded displacement (ton) Length (m) Beam (m) Loaded draft (m)
7000
13000
24000
53000
78000
100000
125000
150000
180000
110
140
180
220
245
260
270
280
290
16
18
23
30
32
39
42
43
45
6.7
7.9
9.8
11.3
11.9
12.5
13.1
14.9
17.4
Kapal penumpang
Loaded displacement (ton) Length (m) Beam (m) Loaded draft (m)
30000
35000
45000
55000
65000
75000
230
265
300
310
315
315
28
30
31
33
34
35
9.5
10.0
10.4
10.6
11.0
11.6

keadaan topografi daratan dan bawah laut harus memungkinkan untuk membangun suatu pelabuhan
dan kemungkinan untukpengembangan di masa mendatang, daerah daratan harus cukup luas untuk
membangun suatu fasilitas pelabuhan seperti dermaga, jalan, gudang dan juga daerah industri. Apabila
daerah daratan memiliki wilayah yang sempit, maka antai harus cukup luas dan dangkal untuk
memungkinkan oerkuasan daratan dengan melakukan penumbunan pada daerah pantai tersebut.
Daerah yang digunakan untuk perairan pelabuhan harus mempunyai kedalaman yang cukup sehingga
kapal dapat masuk ke pelabuhan.
Gambar dibawah ini merupakan contoh penggunaan bahan kerukan dasar laut untuk mereklamsi daerah
rawa. Daerah daratan yang secara periodik dipengaruhi oleh pasang surut air laut, yaitu kondisi daratan
pada saat air surut daerah daratan kering dan ketika pasang maka tergenang air. Ketika akan dibuat
pelabuhan pada daerah tersebut, maka akan dibuat penahan dan mereklamasi daerah yang nantinya
akan dijadikan pelabuhan. Tanah hasil kerukan dapat digunakan untuk mereklamasi daerah pantai yang
nantinya akan dijadikan dermaga.

Gambar skema pembuatan pelabuhan pada daerah rawa