Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Cybermatika, Volume 1 [2013], Issue 1, Artikel 7

Rancang Bangun Aplikasi Mobile untuk Rekomendasi


Konsumen dalam Memilih Lokasi Perumahan
Strategis di Kota Malang Menggunakan
Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
Ristina Nur M.
Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Jl. Gajayana No. 50 Malang
Email: riztina55@gmail.com

Ala Syauqi
Jurusan Teknik Informatika
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Jl. Gajayana No. 50 Malang
Email: asakuuki@yahoo.co.id

ABSTRAK
Pemilihan perumahan strategis dibutuhkan beberapa kriteria
yang cocok dengan selera komsumen. Konsumen biasanya
mencari informasi di website tiap-tiap perumahan atau
mengunjungi pameran property di plaza terdekat. Hal itu
dirasa kurang efektif karena mememerlukan waktu yang lama.
Tujuan dari penelitian ini adalah menawarkan alternatif solusi
dengan pembuatan perangkat lunak mobile yang dapat
memberikan informasi dan rekomendasi kepada konsumen
dalam memilih perumahan sesuai dengan kriteria diinputkan.
Perangkat lunak ini untuk penentuan rekomendasi digunakan
metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan kriteria
meliputi: fasilitas perumahan, lingkungan perumahan, jarak
akses, pelayanan kota, dan konsep perumahan. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa input matriks berpasangan
yang diberikan oleh pengguna akan sangat berpengaruh
terhadap tingkat dominasi/prioritas dari kriteria yang satu
terhadap kriteria yang lain.
Kata Kunci
Rekomendasi perumahan, metode AHP, aplikasi mobile,
J2ME.
1. PENDAHULUAN
Teknologi informasi yang berkembang sangat pesat
memudahkan orang untuk memperoleh informasi dengan
cepat dan murah. Hal ini dimungkinkan dengan dukungan
teknologi internet yang murah
[1]
dan perangkat keras yang
semakin terjangkau harganya
[2]
. Internet memudahkan orang
untuk mengikuti berita politik, ekonomi, sampai dengan
tempat wisata melalui komputer portable, komputer tablet,
bahkan telepon seluler. Demikian juga dengan informasi
perumahan, khususnya di kota Malang
[3]
. Informasi
perumahan dengan kriteria sesuai dengan pilihan konsumen
dapat diakses dengan mudah lewat dunia maya.
Penentuan perumahan yang dipilih oleh konsumen
dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: harga, lokasi,
fasilitas umum, perijinan, desain rumah, dan kredibilitas dari
pengembang perumahan. Banyaknya pengembang perumahan
yang menawarkan perumahan dengan fasilitas-fasilitas
tertentu justru membuat konsumen menjadi bingung. Karena
kecil kemungkinan semua faktor yang ditentukan oleh
konsumen dalam memilih perumahan dapat terakomodasi
oleh pengembang perumahan. Secara umum, developer
mempublikasikan bisnisnya menggunakan berbagai cara,
misal dengan memasang papan baliho, brosur, mengadakan
pameran di pusat perbelanjaan, dan lain lain. Namun cara
seperti kurang efektif karena konsumen harus datang ketempat
tujuan untuk mengetahui informasi pemasaran. Akan lebih
praktis apabila konsumen mengetahui informasi pemasaran
tersebut melalui gadget yang mereka miliki, sehingga lebih
cepat dan efisien dalam mendapatkan informasi melalui
internet.
Penelitian sebelumnya pernah dilakukan dengan metode AHP
untuk sistem penunjang keputusan pemilihan perumahan yang
mengambil lokasi di wilayah Yogyakarta dengan kriteria
perumahan meliputi: harga, lokasi, fasilitas umum, perijinan,
desain rumah, dan kredibilitas developer
[4]
. Hasil dari
penelitian sampai pada tahap pengujian metode AHP untuk
pemilihan perumahan dengan perangkat lunak Expert Choice.
Penelitian lain yang berhubungan dengan metode AHP
dilakukan untuk analisa penentuan lokasi kesesuaian rumah
susun sederhana sewa (rusunawa)
[5]
. Penelitian ini
menggabungkan metode AHP dengan Spatial Multi Criteria
Evaluation (SMCE) untuk penentuan lokasi rumah susun
sederhana dimana kriteria yang digunakan untuk analisa AHP
berupa data atribut dari responden ahli rusunawa sedangkan
untuk analisa SMCE digunakan data spasial berupa peta
tematik. Hasil dari penelitian ini adalah lokasi terpilih untuk
lokasi rusunawa yang ditampilkan dalam bentuk peta melalui
sistem informasi geografis.
Penelitian yang dibahas dalam makalah ini menggabungkan
dua metode dari penelitian sebelumnya, yaitu pembuatan
perangkat lunak mobile untuk rekomendasi pemilihan
perumahan dengan output berupa informasi perumahan dan
posisi lokasinya. Data atribut yang digunakan sebagai kriteria
meliputi: fasilitas, lingkungan, jarak akses, pelayanan kota
terdekat, dan konsep perumahan. Data ini akan diproses
dengan AHP untuk menghasilkan rekomendasi pilihan
perumahan. Sedangkan data spasial berupa latitude dan
longitude untuk menunjukkan lokasi perumahan hasil
rekomendasi. Peta untuk menampilkan lokasi digunakan
google map API.
Perangkat lunak ini daharapkan menjadi solusi yang tepat
dalam membantu masyarakat untuk memilih perumahan yang
mereka pilih sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan. Hal
ini didukung dengan perilaku masyarakat Indonesia yang
banyak memanfaatkan teknologi telepon seluler untuk
mengakses internet
[6]
.
2. APLIKASI MOBI LE.
Sistem aplikasi mobile merupakan sistem aplikasi yang dapat
digunakan walaupun pengguna berpindah dengan mudah dari
satu tempat ke tempat lain tanpa terputusnya komunikasi.
Aplikasi ini dapat diakses melalui perangkat nirkabel seperti
telepon seluler dan PDA
[7]
.
Umumnya, ada beberapa hal yang harus dimiliki untuk
membuat aplikasi mobile, yaitu pengetahuan sistem operasi
yang digunakan pada ponsel dan bahasa pemrograman selain
Jurnal Cybermatika, Volume 1 [2013], Issue 1, Artikel 7
itu juga harus memiliki development tool untuk membangun
aplikasi mobile tersebut
[8]
.
Saat ini banyak telepon seluler dengan sistem operasi yang
berbeda-beda, sebut saja Symbian, Meego, Apple iOS,
Android dan juga Windows Phone 7
[9]
. Sistem operasi pada
perangkat mobile akan menentukan teknologi dan bahasa
pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi
diatasnya. Sebagai contoh untuk membuat aplikasi pada
sistem operasi Symbian maka perlu pengetahuan bahasa
pemrograman C++, sedangkan pada Android bahasa
pemrograman yang digunakan adalah Java, pada Apple iOS
digunakan bahasa pemrograman Objective C dan pada
Windows Phone 7 digunakan bahasa pemrograman VB.NET
atau C#. Selain itu juga digunakan tool yang berbeda untuk
membangun aplikasi mobile tersebut, pada Symbian yang
digunakan pada perangkat mobile Nokia dapat digunakan tool
Qt Creator. Sedangkan untuk membangun aplikasi mobile
pada ponsel bersistem operasi Android digunakan tool
Eclipse atau NetBeans, Xcode untuk membuat aplikasi pada
Apple iOS serta Expression Blend dan Visual Studio untuk
membuat aplikasi pada Windows Phone 7
[10]
.
3. J2ME
Java adalah bahasa yang dapat dijalankan di manapun dan di
platform apapun, di beragam lingkungan: Internet, intranet,
consumer electronic products, dan computer application
[11]
.
Java 2 Micro Edition (J2ME), J2ME selain menyedikan
bahasa Java yang sama, unggul dalam portabilitas
(kemampuan dapat dijalankan dimanapun), safe network
delivery, seperti J2SE dan J2EE. Aplikasi-aplikasi dapat
diskalakan (dimampukan) agar dapat bekerja dengan J2SE
dan J2EE. J2ME adalah untuk beragam consumer electronic
product, seperti pager, smart card, cell phone, handheld PDA,
dan set-top box
[12]
.
J2ME adalah satu set spesifikasi dan teknologi yang fokus
kepada perangkat bergerak seperti telepon seluler. Perangkat
ini memiliki jumlah memori yang terbatas, menghabiskan
sedikit daya dari baterei, layar yang kecil dan bandwith
jaringan yang rendah.
J2ME Wireless Toolkit adalah perkakas yang menyediakan
lingkungan emulator, dokumentasi beserta contoh-contoh
aplikasi JAVA untuk perangkat kecil. J2ME WTK
berbasiskan pada CLDC dan MIDP
[13]
. J2ME WTK adalah
program yang meniru kerja ponsel yang mendukung MIDP
atau yang disebut emulator. Oleh karena itu, belum tentu
MIDlet yang berjalan di emulator juga berjalan pada ponsel
yang sebenarnya, karena juga bergantung pada kemampuan
dan kapasitas ponsel yang digunakan.
4. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
Sistem pendukung keputusan adalah sistem berbasis komputer
digunakan suatu organisasi atau perusahaan untuk mengambil
keputusan dari beberapa alternatif pilihan. Sistem ini
bekerjanya berdasarkan informasi yang diperoleh dari
berbagai macam sumber dan menganalisisnya dengan model
tertentu
[14]
.
Karakteristik dari sistem pendukung keputusan adalah sebagai
berikut
[14]
:
1) Sistem pendukung keputusan harus mengakses data dari
berbagai sumber.
2) Memfasilitasi pengembangan dan evaluasi model proses
pilihan.
3) Harus menyediakan antarmuka pengguna yang baik
dimana pengguna dapat dengan mudah menavigasi dan
berinteraksi.
Pemrosesan sistem pendukung keputusan dapat menggunakan
bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert
Systems, Fuzzy Logic, AHP, dan lain-lain
[15]
.
5. METODE AHP
AHP (Analytic Hierarchy Process) merupakan salah satu
teknik dalam pengambilan keputusan. Sebagai dasar penilaian
dalam pengambilan keputusan diperlukan kriteria dimana
dalam kriteria tersebut terdapat lebih dari satu alternatif
pilihan.
Dalam setiap proses pengambilan keputusan selalu ada
minimal satu criteria dan lebih dari satu alternative keputusan
(decision alternative). Untuk mendapatkan suatu keputusan,
setiap alternatif keputusan diberi nilai/bobot. Jika kriteria
yang digunakan lebih dari satu, maka pembobotan juga
dilakukan untuk masing-masing kriteria. Total nilai suatu
alternatif diperoleh dengan menjumlahkan bobot alternatif
tersebut yang berasal dari seluruh kriteria
[16]
.
AHP dapat digunakan dalam memecahkan berbagai masalah
diantaranya untuk bidang kelautan
[17]
, manufaktur
[18]
, moda
transportasi
[19]
, dan permasalahan kompleks lainnya.
6. METODE PENELITIAN
6.1. Rancangan Kerja Sistem
Pengembangan sistem aplikasi mobile ini diarahkan pada dua
sisi yaitu sebagai berikut :
a. Aplikasi Mobile provider, yaitu penyedia layanan aplikasi
mobile yang berbasis web server (http).
b. Aplikasi Mobile client, yaitu aplikasi berbasis sistem
operasi J2ME yang mengakses layanan dari aplikasi
mobile provider.
Arsitektur sistem yang dibangun ditunjukkan gambar 2.

Gambar 2. Arsitektur Sistem Aplikasi Mobile
Secara fisik arsitektur aplikasi mobile dibagi menjadi dua
yaitu aplikasi mobile provider dan apliasi mobile client.
Aplikasi Mobile provider memiliki dua komponen, yaitu
database server yang dibangun dengan MySQL dan
application server yang dibangun dengan PHP sebagai
pemroses. Perangkat mobile menggunakan jaringan selular
dalam berkomunikasi. Untuk bisa mengakses aplikasi mobile
ini, maka aplikasi mobile client harus terkoneksi ke jaringan
global (internet), yaitu dengan memanfaatkan jaringan selular,
misalnya teknologi GPRS, 3G, EDGE, atau HSDPA.
6.2. Analisis Data Flow Diagram (DFD)
Analisis data flow diagram dimulai dari diagram konteks.
Diagram konteks sistem yang dibangun ditunjukkan pada
gambar 3.
Jurnal Cybermatika, Volume 1 [2013], Issue 1, Artikel 7

Gambar 3. Diagram Konteks Sistem
Dari gambar 3 dapat ditunjukkan bahwa dalam sistem yang
dibangun terdapat dua entitas utama sebagai berikut:
a) Administrator
Administrator login ke sistem dengan memasukkan
username dan password lalu sistem menampilkan halaman
input data. Admin menginputkan data-data perumahan dan
infomasi tiap perumahan di Kota Malang.
b) Pengguna/Client
Pengguna dapat memilih perumahan mana yang ingin dicari
letak lokasi pada peta. Pengguna juga dapat mencari
perumahan sesuai dengan kriteria harga dan tipe yang
diinginkan, serta mencari lokasi perumahan berdasarkan
rekomendasi dari aplikasi.
Dari konteks diagram dapat dikembangkan menjadi DFD
level 1 yang memuat proses input data dan pencarian lokasi
perumahan. DFD level 1 seperti dalam gambar 4.

Gambar 4. DFD level 1
Dari gambar 4 ditunjukkan secara kesuluruhan terdapat dua
proses utama dalam sistem ialah input data dan pencarian
lokasi perumahan. Pada sistem ini proses penyimpanan data
dilakukan oleh admininstrator dan pencarian informasi lokasi
berdasarkan rekomendasi dilakukan oleh pengguna.
6.3. Desain Menu Aplikasi Mobile
Dalam aplikasi mobile yang digunakan oleh pengguna terdiri
dari empat menu utama ialah: peta lokasi perumahan, cari
berdasarkan tipe perumahan, cari rekomendasi, dan tentang
program. Skema desain menu ditunjukkan gambar 5.

Gambar 5. Desain Menu Aplikasi Mobile
Penjelasan prinsip kerja desain menu pada gambar 5 sebagai
berikut:
a) Menu peta lokasi perumahan, ditujukan untuk
menunjukkan lokasi perumahan berdasarkan latitude dan
longitude pada tiap lokasi perumahan.
b) Menu cari berdasarkan tipe rumah, digunakan untuk
fasilitas pencarian perumahan berdasarkan kriteria harga
dan tipe per unit rumah.
c) Menu cari rekomendasi, dimaksudkan untuk fasilitas
pencarian perumahan dengan metode AHP dimana
hasilnya adalah rekomendasi beberapa perumahan yang
didapatkan berdasarkan nilai input yang diperoleh dari
prioritas pencarian.
6.4. Entity Relation Diagram (ERD)
ERD menunjukkan struktur keseluruhan kebutuhan data serta
hubungan data-data yang digunakan dalam system. Dalam
ERD, data tersebut digambarkan dengan menggunakan system
entitas yang saling terkait. ERD sistem yang dibangun
ditunjukkan pada gambar 6.

Gambar 6. ERD Sistem yang Dibangun
7. PEMBAHASAN
Dalam tahap implementasi ini, sistem yang telah
didesain mulai diterapkan dengan membangun
komponen-komponen yang telah direncanakan.
7.1. Implementasi Aplikasi Mobile Client
Untuk mengimplementasikan aplikasi ini pada telepon seluler,
maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah
menghubungkan telepon seluler dengan komputer dengan
kabel atau bluetooth untuk menyalin file program. Setelah file
program tersalin maka file siap dipasang dan dijalankan di
telepon seluler berbasis java. Tampilan program yang telah
dijalankan gambar 7 menunjukkan.





















Gambar 7. Implementasi Mobile Client
Jurnal Cybermatika, Volume 1 [2013], Issue 1, Artikel 7
7.2. Implementasi Aplikasi Mobile Server
Pada halaman ini administrator dapat mengelola konten data
yang diakses oleh aplikasi mobile pada saat dijalankan. Menu
pada halaman administrator ini terdiri dari: menu daftar
perumahan yang dilengkapi juga dengan menu tambah data
tipe dan harga, menu prioritas, dan menu manage user.
Tampilan aplikasi administrator ditunjukkan pada gambar 8.

Gambar 8. Tampilan Halaman Utama Administrator
Halaman admin digunakan untuk mengelola data yang diakses
oleh aplikasi mobile pada saat dijalankan. Menu pada halaman
administrator terdiri dari: menu daftar perumahan yang
dilengkapi juga dengan menu tambah data tipe dan harga,
menu prioritas, dan menu manage user. Gambar 9
menunjukkan daftar perumahan yang dilengkapi dengan
button tambah perumahan.

Gambar 9. Menu daftar perumahan pada server
Tombol tambah perumahan digunakan untuk update data tipe
dan harga perumahan yang terdiri dari atas form input tipe
perumahan, luas tiap unit perumahan, dan harga tiap unit.
Tampilan halaman tambah tipe dan harga perumahan
ditunjukkan oleh gambar 10.

Gambar 10. Menu tambah data tipe dan harga
perumahan
7.3. Implementasi Metode AHP
Penggunaan AHP dimulai dengan membuat struktur hirarki
atau jaringan dari permasalahan yang diteliti. Di dalam
hirearki terdapat tujuan utama, kriteria-kriteria, dan
alternatife-alternatif. Sebagai contoh perhitungan, dan
perbandingan berpasangan matriks berikut:
a) Penentuan nilai bobot dari masing-masing kriteria.
Misal digunakan nilai bobot berikut:
Perumahan Griya Santa.
Fasilitas : 1
Lingkungan : 2
Jarak Akses : 3
Pelayanan kota terdekat : 4
Konsep perumahan : 5
b) Pembuatan matriks perbandingan berpasangan (pairwise
comparation matrix).
Pembuatan matriks perbandingan ini bertujuan untuk
membentuk hubungan di dalam struktur. Hasil dari
perbandingan berpasangan ini akan membentuk matrik
dimana skala rasio diturunkan dalam bentuk vektor eigen
utama atau fungsi eigen. Matrik tersebut berciri positif dan
berkebalikan, yakni aij=1/aij.
Table 1. Tabel matriks perbandingan berpasangan

c) Perhitungan Consintency Ratio (CR)
Sebelum menghitung consistency ratio kita harus menghitung
random index (RI) dan mencari nilai Consistency Index (CI)
terlebih dahulu.


Dimana :
CI : indeks konsistensi

maks
: nilai eigen terbesar
Nilai
maks
diperoleh dari perhitungan (2,2833x 0,4380) +
(4,5667 x 0,2190) + (6,8500 x 0,1460) + (9,1333 x 0,1095) +
(11,4167 x 0,0876) = 5.
Nilai consistency index berdasarkan rumus diperoleh (0)/(4)=
0. Selanjutnya dapat dihitung nilai consistency ratio dengan
rumus:


Dimana:
RI : nilai random consistency index yang diperoleh dari tabel
3
[20]

Tabel 3. Nilai random consistency index
n RI
1 0.00
2 0.00
3 0.52
4 0.89
5 1.11
6 1.25
7 1.35
8 1.40
9 1.45
10 1.49
11 1.51
CI = (
maks
-n) / (n 1)
CR = CI/RI
Jurnal Cybermatika, Volume 1 [2013], Issue 1, Artikel 7
Tabel 3 menunjukkan untuk kriteria (n=5) maka nilai RI=1,11
sehingga dari rumus nilai CR=0/21 diperoleh 0. Nilai ini
menunjukkan jika hasil perhitungan CR lebih kecil atau sama
dengan 10%, ketidak konsistenan masih bisa diterima
[21]
.
d) Matriks perbandingan untuk tiap alternative.
Tahap berikutnya dengan cara yang sama seperti pada sub bab
7.3 didapatkan bobot untuk ketiga kriteria dan skor untuk
masing-masing kriteria untuk membandingkan perumahan.
Misalnya untuk perbandingan tiga perumahan seperti yang
ditunjukkan pada tabel 4.
Tabel 4. Bobot dan skor untuk kriteria

Langkah terakhir dihitung total skor untuk ketiga perumahan
yang terangkum tabel yang disebut overall composite weight.
Tabel 5. Overall composite weight

Berdasarkan tabel 5 diperoleh composite weight untuk masing
perumahan sebagai berikut:
Perumahan 1 = (0,43792x0,6232)+(0,21893x0,1226)+
(0,14592x0,0090)+(0,10952x0,1226)+
(0,80753x0,6232)
= 0,81775
Perumahan 2 = (0,43792x0,1373)+(0,21893x0,3202)+
(0,14592x0,9009)+(0,10952x0,3202)+
(0,80753x0,1373)
= 0,40763
Perumahan 3 = (0,43792 0,2395)+(0,21893x0,5571)+
(0,14592x0,0901)+(0,10952x0,5571)+
(0,80753x0,2395)
= 0,49441
Perhitungan composite weight menunjukkan bahwa
Perumahan 1 memperoleh nilai tertinggi, sehingga Perumahan
1 menjadi solusi hasil.
Pada pengujian metode AHP input matriks berpasangan yang
diberikan oleh pengguna akan sangat berpengaruh terhadap
tingkat dominasi/prioritas dari kriteria yang satu terhadap
kriteria yang lain.
Tabel 6. Hasil pengujian sistem

Tabel 6 menunjukkan hasil pengujian sistem menghasilkan
nilai AHP yang dipengaruhi matriks ranking prioritas krtieria
perumahan. Matrik berpasangan akan sangat berpengaruh
terhadap tingkat dominasi/prioritas dari kriteria yang satu
terhadap kriteria yang lain. Tabel 6 juga menunjukkan dari
beberapa percobaan dengan input prioritas yang berbeda akan
menghasilkan rekomendasi yang berbeda pula, misalnya pada
percobaan ke-1 dimana kriteria fasilitas, lingkungan, jarak
akses, pelayanan kota terdekat, konsep perumahan berturut-
turut bernilai 1, 3, 4, 2, 5 menghasilkan rekomendasi
perumahan Patra Land Place, Green Hills Residence, dan
Singhamerta Residence.
8.2. Pengujian Terhadap Device
Pengujia terhadap beberapa merek dan tipe device bertujuan
untuk mengetahui apakah aplikasi mobile pencarian
perumahan di kota Malang dapat bekerja dengan baik pada
smartphone dengan sistem operasi Java yang sebenarnya.







Gambar 11. Aplikasi dijalankan pada ponsel Nokia E63
Selain itu, uji coba ini dilakukan juga untuk mengetahui
seberapa efektif kah proses-proses yang dapat dilakukan oleh
aplikasi mobile ini. Uji coba aplikasi dilakukan pada beberapa
Jurnal Cybermatika, Volume 1 [2013], Issue 1, Artikel 7
smartphone milik user dengan sistem operasi Java seperti
pada tabel 7.
Tabel 7. Hasil uji coba terhadap device
No
Tipe
Smartphone
Versi
Handphone
Keterangan
1 Nokia C5-02 Java MDIP
2.0
Berjalan dengan
baik
2 Nokia C5-03 Java MDIP
2.0
Berjalan dengan
baik
3 Nokia E63 S60v3 Berjalan dengan
baik
4 Nokia N70 Java 2.0 Menu dapat
berjalan baik,
tetapi Peta tidak
muncul.
5 SE W950 Symbian OS
9.1
Menu tidak
tampak jelas.
6 SAMSUNG
I7110
Java 2.0 Peta Tidak
Muncul, Menu
tidak
sepenuhnya
berjalan.
Tabel 7 menunjukkan aplikasi mobile MyHome dapat berjalan
dengan baik pada smartphone Nokia dan Sony Ericsson.
Sedangkan pada ponsel Samsung aplikasi tidak berjalan secara
sempurna. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak
semua ponsel bisa menjalankan aplikasi ini dengan baik. Hal
ini ditentukan pada fitur dan spesifikasi pendukung dari
masing-masing telepon seluler.
9. KESIMPULAN
Hasil uji coba dapat menyimpulkan bahwa metode AHP dapat
diterapkan dalam merekomendasi pemilihan lokasi perumahan
di kota Malang. Pemberian ranking pada prioritas kriteria
sangat berpengaruh terhadap hasilnya, jika rentang perbedaan
antara kriteria satu dengan kriteria yang lain semakin besar,
maka hasil perhitungan dengan metode AHP juga sangat
berbeda dan tingkat dominasi dari masing-masing kriteria
akan berbeda pula tergantung besar kecil prioritasnya.
Aplikasi mobile untuk rekomendasi konsumen dalam memilih
lokasi perumahan di kota Malang cukup layak dan bermanfaat
untuk digunakan dalam mencari informasi lokasi perumahan.
10. DAFTAR PUSTAKA
[1]
Priambodo, R., 2012. Belajar Menjadi 'Mobile Apps
Programmer'. [Online] Available at:
http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2012/12/21/belaj
ar-menjadi-mobile-apps-programmer-517722.html
[Accessed 3 July 2013].
[2]
Ipotnews, 2012. Harga Makin Terjangkau, Pasar
Komputer 2012 Tumbuh 30 Persen. [Online] Available at:
http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Harga_Makin_T
erjangkau__Pasar_Komputer_2012_Tumbuh_30_Persen&
level2=newsandopinion&id=1692104&img=level1_topne
ws_5 [Accessed 3 July 2013].
[3]
Kota Malang l Kuliner Malang l Wisata Malang l Hotel
Malang, 2011. Perumahan Kota Malang. [Online]
Available at: http://petamalang.com/perumahan-kota-
malang/ [Accessed 3 July 2013].
[4]
Amborowati, A., 2008. Sistem Penunjang Keputusan
Pemilihan Perumahan dengan Metode AHP
Menggunakan Expert Choice. Dasi, Maret, pp.12-18.
[5]
Aji, E.B., 2006. Analisis penentuan lokasi kesesuaian
rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) menggunakan
metode Spatial Analytical Hierarchy Process (AHP) dan
Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE): Studi kasus
Kota Surabaya. [Online] Available at:
http://etd.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail&su
b=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=3020
2&obyek_id=4 [Accessed 3 July 2013].
[6]
Anon., 2013. Penetrasi Internet Indonesia Capai 30
Persen. [Online] Available at:
http://www.republika.co.id/berita/trendtek/internet/13/03/
06/mj835c-penetrasi-internet-indonesia-capai-30-persen
[Accessed 3 July 2013].
[7]
B'Far, R., 2005. Mobile Computing Principles: Designing
and Developing Mobile Applications with UML and XML.
New York: Cambridge University Press.
[8]
Talukder, A.K. & Yavagal, R.R., 2007. Mobile
Computing: Technology, Applications, and Service
Creation. New York: McGraw-Hill.
[9]
Beal, V., 2011. Mobile Operating System (Mobile OS)
Explained. [Online] Available at:
http://www.webopedia.com/DidYouKnow/Hardware_Soft
ware/mobile-operating-systems-mobile-os-explained.html
[Accessed 3 July 2013].
[10]
Priambodo, R., 2012. Belajar Menjadi 'Mobile Apps
Programmer'. [Online] Available at:
http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2012/12/21/belaj
ar-menjadi-mobile-apps-programmer-517722.html
[Accessed 3 July 2013].
[11]
Java, n.d. Learn About Java Technology. [Online]
Available at: http://www.java.com/en/about/ [Accessed 3
July 2013].
[12]
Piroumian, V., 2002. Wireless J2ME Platform
Programming. California: Prentice Hall.
[13]
Feng, Y. & Zhu, J., 2001. Wireless Java Programming
with Java 2 Micro Edition. Indianapolis: Sams.
[14]
Sauter, V.L., 2010. Decision Support System for Business
Intelligence. 2nd ed. New Jersey: John Wiley & Sons.
[15]
Laudon, K.C. & Laudon, J.P., 2012. Management
Information Systems: MANAGING THE DIGITAL
FIRM. 12th ed. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
[16]
Tzeng, G.-H. & Huang, J.-J., 2011. Multiple Attribute
Decision Making: Methods and Applications. Boca Raton:
CRC Press.
[17]
Hamid, 2012. Analisis Keberlanjutan Program Daerah
Perlindungan Laut dengan Pendekatan Analytic
Hierarchy Process (AHP) di Kabupaten Raja Empat.
Jurnal Bumi Lestari, 12, pp.217-25.
[18]
Soepardi, A., Puryani, Chaeron, M. & Anggraini, I., 2012.
Penentuan Kriteria Pemilihan Strategi Sistem Manufaktur
Menggunakan Analytic Hierarchy Process. Jurnal Teknik
Industri, 14, pp.107-14.
[19]
Siswanto, H. & Yudhanto, S.A., 1999. Penggunaan
Metode Analytic Hierarchy Process dalam Menganalisa
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Moda ke
Kampus. Civil Engineering Dimension, 1, pp.31-39.
[20]
Tzeng, G.-H. & Huang, J.-J., 2011. Multiple Attribute
Decision Making: Methods and Applications. Boca Raton:
CRC Press.
[21]
Bhushan, N. & Rai, K., 2004. Strategic Decision Making:
Applying the Analytic Hierarchy Process. London:
Springer.