Anda di halaman 1dari 7

ISLAM DAN SEKULARISME

Pengertian Sekularisme
Istilah sekularisme berasal dari kata secular. Perkataan secular sendiri berasal
dari bahasa Latin saeculum yang mengandung dua pengertian, yaitu waktu dan
tempat. Sekular dalam pengertian waktu menunjukkan sekarang atau zaman ini,
sedangkan dalam pengertian tempat menunjukkan dunia. Jadi, saeculum berarti
zaman ini, sedangkan zaman ini menunjukkan peristiwa di dunia ini.
1
alam
perkembangannya, kata secular digunakan di dunia !arat untuk menunjukkan
pemisahan kekuasaan "ereja dari #egara. Semua pengawasan "ereja beserta hak
miliknya dipindahkan kepada kekuasaan duniawi $secular%. &risten, sebagai sebuah
agama, biarlah menjadi pers'alan pribadi setiap 'rang.
(
)leh karena itu, apabila kita
membuka kamus bahasa Inggris, seperti )*+'rd i,ti'nary, kata secular diartikan not
religious, sacred, or spiritual $tidak berhubungan dengan agama, kesu,ian, atau
ruhani-batin%. &ata secular juga diartikan not subject to or bound by religious rule
$tidak bergantung pada atau terikat 'leh aturan agama%.
.
/enurut Encyclopedic World
Dictionary, kata secular berarti0
1. of or pertaining to the world, or to things not religious, sacred, or spiritual;
temporal; worldly.
ari atau berkaitan dengan dunia, atau hal1hal yang tidak bersi+at keagamaan,
su,i, atau berhubungan dengan batin2 sementara2 bersi+at duniawi.
2. not pertaining to or connected with religion, as literature, music, ect.
3idak berkaitan atau berhubungan dengan agama, seperti sastra, musik, dll.
.. Dealing with nonreligious subjects, or esp., e!cluding religious instruction,
as education, ect.
4

!erurusan dengan perkara1perkara n'n1agama, atau terutamanya tidak
termasuk pengajaran agama, seperti pendidikan dll.
ari kata secular tadi, mun,ullah istilah secularism atau sekularisme yang
berarti0
1. secular spirit or tendencies, esp. a system of political or social philosophy
which rejects all forms of religious faith and worship.
Semangat atau ke,enderungan1ke,enderungan sekular, terutamanya sebuah
sistem p'litik atau +ilsa+at s'sial yang men'lak semua bentuk keyakinan
agama dan ibadah.
(. the "iew that public education and other matters of ci"il policy should be
conducted without the introduction of a religious element.
5
Pandangan bahwa pendidikan umum dan materi1materi lain dari kebijakan
sipil harus dilakukan tanpa pengenalan unsur keagamaan.
Webster#s $ew World Dictionary of %he &merican 'anguage mende+inisikan
secularism sebagai berikut0
1. secular spirit, "iews, or the like; especially, a system of doctrines or practices
that rejects any form of religious faith dan worship.
1
Syed /uhammad #a6uib 7l17ttas, (slam and )ecularism, $&uala Lumpur0 IS378, 199.%, hlm. 1:.
(
J'es'e+ S'u;yb, )ekularisasi; )ebab)ebab *ertumbuhan (dea )ekularisasi di Dunia +arat, $/edan0
II Perwakilan Sumut, 19:9%, hlm. 5.
.

4
<aisal Ismail, ,embongkar -erancuan *emikiran $urcholish ,adjid )eputar (su )ekularisasi dalam
(slam, $Jakarta0 Lasswell =isitama, (>1>%, hlm. .?. inukil dari Patri,k @anks, Encyclopedic World
Dictionary, $!eirut0 Libraire du Liban, 19A4%, hlm. 141A.
5
Ibid.
Semangat, pandangan, atau kegemaran sekular2 terutamanya, sebuah sistem
ajaran atau perbuatan yang men'lak apa pun bentuk keyakinan agama dan
ibadah.
2. the belief that religion and ecclesiastical affairs should not enter into the
functions of the state, especially into public education.
.
&eyakinan bahwa urusan agama dan gereja tidak b'leh masuk ke dalam +ungsi
negara, terutama ke dalam pendidikan publik.
ari kata secular, mun,ul pula kata kerja to seculari/e yang berarti0
1. to make secular; separate from religious or spiritual connection or influences;
make worldly or unspiritual; imbue with secularism.
/enjadikan sekular2 memisahkan dari hubungan atau pengaruh1pengaruh
keagamaan atau spiritual2 menjadikan bersi+at duniawi atau tidak spiritual2
mengilhami paham sekularisme.
2. to change 0clergy1 from regular to secular.
/engubah $kependetaan% dari reguler kepada sekular.
.. to transfer 0property1 from ecclesiastical to ci"il possession or use.
A
/emindahkan $kepemilikan% dari kepemilikan dan penggunaan gereja kepada
kepemilikan dan penggunaan sipil.
ari kata secular, mun,ul pula sebutan seculari/ation. Syed /uhammad
#a6uib 7l17ttas mende+inisikan sekularisasi sebagai the deli"erance of man first
from religious and then from metaphysical control o"er his reason and his language.
?
Sekularisasi adalah pembebasan manusia pertama dari kungkungan agama, kemudian
dari kungkungan meta+isika yang mengatur akal dan bahasanya. !erdasarkan de+inisi
ini, agama dan meta+isika, yaitu keyakinan mengenai hal1hal yang berada di luar
jangkauan indra manusia alias ghaib, dipandang sebagai sesuatu yang membelenggu
manusa. &arena agama dan meta+isika, manusia menjadi terbelakang. Pikiran mereka
terbatasi. 7pabila ingin maju, manusia harus berani membebaskan dirinya dari
kungkungan agama dan meta+isika agar akal mereka bebas berpikir. emikianlah
sekularisasi. )leh karena itu, kaum sekular selalu menaruh keben,ian kepada agama
dan 'rang beragama. /ereka juga selalu merasa sebagai kel'mp'k yang paling pintar,
paling berilmu, dan paling benar. /ereka memandang 'rang beragama sebagai 'rang
b'd'h dan radikal.
e+inisi sekularisasi yang dikemukakan 7l17ttas di atas merujuk pada de+inisi
yang dikemukakan 'leh para +ilsu+ !arat, seperti 8'rnelis Ban Peursen dan @arBey
8'*. J'es'e+ S'u;yb menukil de+inisi sekularisasi menurut Webster $ew 2ollegiate
Dictionary. e+inisi ini menunjukkan makna awal penggunaan istilah sekularisasi di
!arat. Sekularisasi diartikan sebagai pemindahan hak milik beserta pengawasan
"ereja ke tangan sipil.
9
ari de+inisi ini, terlihat jelas bahwa gagasan sekularisasi
adalah tertuju kepada dunia &risten. "agasan ini tidak tertuju kepada dunia Islam.
unia Islam tidak mengalami sejarah seperti yang terjadi di dunia !arat &risten
sehingga memun,ulkan sekularisasi.
alam bahasa 7rab, sekularisme sering diterjemahkan dengan $%.
Penerjemahan ini adalah penerjemahan yang tidak benar. &ata $% tidak ada
hubungannya dengan disipliin ilmu dan sin'nimnya se,ara mutlak. Penerjemahan kata
secularism menjadi $% terjadi karena penerjemahnya memahami dua
:
J'seph @. <riend et. al., Webster#s $ew World Dictionary of %he &merican 'anguage, $#ew C'rk0
3he D'rld Publishing 8'mpany, 19:>%, hlm. 1.1?.
A
Ibid.
?
Syed /uhammad #a6uib 7l17ttas, (slam and )ecularism, hlm. 1A.
9
J'es'e+ S'u;yb, )ekularisasi, hlm. 5.
k'sakata, add3n $agama% dan al4ilm $ilmu pengetahuan%, dengan pemahaman 'rang1
'rang !arat &risten. 7gama dan ilmu dalam pemahaman 'rang1'rang !arat adalah
dua k'sakata yang saling bertentangan dan bert'lak belakang. Sesuatu yang menjadi
bagian agama tidak menjadi bagian ilmu. emikian juga sebaliknya. Ilmu dan akal
selalu dianggap berseberangan dengan agama. Penerjemahan sekularisme yang lebih
tepat adalah $% Enonagamis, jika hal ini bisa diterima se,ara termin'l'gis
dalam bahasa 7rab.
1>

ari beberapa kutipan tadi, dapat dipahami se,ara jelas bahwa arti sekular
$kata si+at%, sekularisme $kata benda% dan sekularisasi $kata benda% pada intinya
adalah sama, yaitu pemisahan hal1hal yang duniawi dari hal1hal yang agamawi,
ukhrawi, su,i dan spiritual. Jadi, penggunaan kata sekular, sekularisme dan
sekularisasi hanya terletak pada k'nteks maksudnya. &alau berkenaan dengan kata
si+at, kita pakai kata sekular. /isalnya, masyarakat !arat terkenal sebagai masyarakat
sekular. &alau berkenaan dengan paham atau isme, kita pakai kata sekularisme.
/isalnya, masyarakat !arat menganut sekularisme. &alau berkenaan dengan praktek
atau pr'ses penerapan sekularisme yang bertujuan menjadikan sese'rang, sekel'mp'k
'rang, negara, institusi atau sesuatu lainnya bersi+at sekular, kita pakai kata
sekularisasi. /isalnya, sekularisasi di !arat telah menjadikan negara1negara !arat
beridentitas sekular. &alau berhubungan dengan 'rang, penganut atau pelakunya, kita
gunakan kata sekularis. /isalnya, kaum sekularis di !arat sangat d'minan. Jadi,
se,ara har+iah dan maknawiah, kata sekular, sekularisme dan sekularisasi sangat erat
berkaitan dan mempunyai makna yang sama pula. /akna dan pengertian lain tidak
ada.
11

Sekularisasi Tidak Bisa Dipisahkan dari Sekularisme
&ita telah mengkaji sebelumnya pengertian sekular, sekularisme, dan
sekularisasi. &etiga kata ini mempunyai makna yang sama, namun berbeda
penggunaannya dalam kalimat. /eskipun demikian, beberapa +ilsu+ dan te'l'g
&risten pada awal abad (>, seperti <riedri,h "'garten, ietri,h !'nh'e++er, 8. 7.
=an Peursen, dan @arBey 8'*
1(
, membedakan antara sekularisasi dan sekularisme.
/enurut mereka, pr'ses sekularisasi tidak sama artinya dengan sekularisme. /emang
benar bahwa sekularisasi itu sering disertai sekularisme. 3etapi tidak benar bahwa
sekularisasi itu senantiasa dan di mana pun sama artinya dengan sekularisme.
/ereka memaknai p'siti+ sekularisasi dan sebaliknya memaknai negati+
sekularisme. Sekularisasi mengandung suatu pr'ses yang berkelanjutan dan berakhir
terbuka dimana nilai1nilai dan pandangan dunia $world"iew% se,ara terus menerus
diperbarui sesuai perubahan sejarah yang bereB'lusi. 7dapun sekularisme, seperti
agama, memantulkan suatu pandangan dunia yang tertutup dan seperangkat nilai
abs'lut sejalan dengan tujuan akhir sejarah yang memberikan arti +inal bagi manusia.
Sekularisme adalah nama sebuah ide'l'gi $isme% yang tertutup, sedangkan
sekularisasi membebaskan masyarakat dari k'ntr'l agama dan pandangan dunia
meta+isik yang tertutup $closed metaphysical world"iew%. Sekularisme
membahayakan keterbukaan dan kebebasan yang dihasilkan 'leh sekularisasi. )leh
1>
Cusu+ 7l1Faradhawi, &l(sl5m wa &l4(lm5niyyah Wajhan li Wajhin, $&air'0 /aktabah Dahbah,
199A%, hlm. 4(14.. Lihat juga /uhammad Futhb, &ncaman )ekularisme; )ebuah *erbincangan -ritis,
$C'gyakarta0 Shalahuddin Press, 19?:%, hlm. ((.
11
<aisal Ismail, ,embongkar -erancuan *emikiran $urcholish ,adjid, hlm. .?1.9.
1(
Lihat .8. /ulder et. al., 6eredja dan &liran&liran ,odern, $Jakarta0 !adan Penerbit &risten,
19::%, hlm. 1A. Lihat pula Syed /uhammad #a6uib 7l17ttas, (slam and )ecularism, hlm. BBBBB
sebab itu, sekularisme harus diawasi, diperiksa, dan di,egah untuk menjadi ide'l'gi
negara. Sebaliknya, sekularisasi adalah perkembangan yang membebaskan.
1.

Syed /uhammad #a6uib 7l17ttas mengkritik pembedaan ini. ia
menyatakan bahwa Islam men'lak se,ara t'tal penerapan apa pun dari k'nsep1k'nsep
sekular, sekularisasi, atau sekularisme atas dirinya karena semua itu bukan milik
Islam dan bertentangan dengannya dalam segala hal. &'nsep1k'nsep itu adalah milik
dan wajar saja bagi sejarah intelektual, pengalaman, dan kesadaran religius !arat1
&risten. Sekularisasi menggambarkan manusia !arat beserta kebudayaan dan
peradabannya. Sekularisasi tidak dapat dibenarkan jika dimaksudkan untuk
menggambarkan apa yang sedang terjadi dalam dan kepada dunia Islam dan manusia
/uslim, bahkan mungkin kepada dunia keagamaan lainnya di 3imur beserta
penganutnya masing1masing. /elihat penentangannya terhadap Islam, kita tidak
menemukan perbedaan antara sekularisasi dan sekularisme yang ,ukup berarti bagi
kita untuk membenarkan pembedaan khusus antara keduanya dilihat dari sudut
pandang pertimbangan praktis. 7l17ttas juga menyatakan bahwa sekularisasi seperti
yang mereka gambarkan adalah juga suatu ide'l'gi. Sebab, mereka menggambarkan
sekularisasi tidak hanya sebagai suatu pr'ses sejarah dimana manusia tenggelam
se,ara pasi+, tetapi manusia itu sendiri terlibat se,ara akti+ dalam men,iptakan pr'ses
itu sehingga setiap manusia dalam setiap generasi menyusun suatu pr'gram +ilsa+at
yang menghasilkan suatu pandangan dunia yang se,ara resmi diterima 'leh negara,
meskipun pandangan dunia itu dalam bentuk relatiBisme sekular. 7l17ttas menyebut
sekularisasi menurut ,ara yang mereka gambarkan adalah tidak berbeda dengan
sekularisasi'nisme.
14
Gupanya gagasan para te'l'g &risten1!arat tadi mendapat pengikut di
kalangan 'rang /uslim. i Ind'nesia, #ur,h'lis /adjid terpengaruh 'leh pembedaan
sekularisasi dan sekularisme @arBey 8'* dalam bukunya %he )ecular 2ity. Sejak
19A>, dia menyerukan pentingnya sekularisasi kepada umat Islam. Pada 19A(, dia
menulis artikel berjudul Sekali Lagi 3entang Sekularisasi dalam buletin 7rena.
#ur,h'lis menyatakan, Sekularisasi dan sekularisasi dalam k'nteks yang berbeda
akan pula terkena penilaian yang berbeda atau berlawanan0 dilarang dan disuruh.
Cang dilarang sudah jelas, yaitu penerapan sekularisme dengan k'nsekuensi
penghapusan keper,ayaan kepada adanya 3uhan. Sedangkan yang diperintahkan
banyak sekali. 7gama Islam bila diteliti benar1benar dimulai dengan pr'ses
sekularisasi lebih dahulu. Justru ajaran tauhid itu merupakan pangkal t'lak pr'ses
sekularisasi se,ara besar1besaran.
15

Selanjutnya, #ur,h'lis /adjid juga menulis, Sekarang Islam datang dengan
ajaran tauhidnya yang tidak kenal k'mpr'mi itu. engan tauhid, se'rang animis
diajarkan untuk melihat benda1benda ini sebagaimana adanya. ia dapat
mendekatinya sebagai benda 'bjekti+, dapat mengertinya dan dapat menggunakan dan
menguasainya. !agaimana dia mendekati benda itu adalah sangat banyak tergantung
kepada ke,erdasannya, tidak kepada ketekunannya menaklukkan upa,ara1upa,ara
keagamaan. /aka dengan tauhid itu, bagi se'rang animis, terjadi pr'ses sekularisasi
besar1besaran. Semua benda yang semula dipuja, dan karenanya mengandung nilai
akhirat, spirituil atau agama, sekarang ia ,ampakkan ke bumi dan dipandangnya
1.
.8. /ulder et. al., 6eredja dan &liran&liran ,odern, hlm. 1A2 Syed /uhammad #a6uib 7l17ttas,
(slam and )ecularism, hlm. BBB, dan 7dnin 7rmas, Sebuah 8atatan untuk Sekularisasi @arBey 8'*
dalam 7urnal *emikiran dan *eradaban (slam (slamia, ='l. III #'. (, hlm. (9.
14
Syed /uhammad #a6uib 7l17ttas, (slam and )ecularism, hlm. BBB
15
#ur,h'lis /adjid, Sekali Lagi 3entang Sekularisasi dalam @./. Gasjidi, -oreks i %erhadap Drs.
$urcholis ,adjid %entang )ekularisasi, $Jakarta0 !ulan !intang, 19AA%, hlm. ...
sebagai tidak lebih daripada benda duniawi belaka. !enda1benda itu dengan demikian
diduniawikan atau disekularisasikan.
1:

Pr'+. r. @./. Gasjidi menanggapi tulisan #ur,h'lis di atas bahwa jika
permasalahannya seperti yang dia kemukakan, maka segala sesuatu telah menjadi
arbitrair atau semau gue. Se,ara ekstrim, b'leh saja kata sekularisasi tersebut diganti
dengan kata lain, seperti pisang g'reng, k'pi, atau es jeruk, dengan tidak ada
k'nsekuensinya apa1apa. Jika hal ini dilakukan, tentu hanya akan menyebabkan 'rang
tertawa karena keanehan istilah tersebut.
1A

Sementara itu, Pr'+. r. <aisal Ismail, /7 menanggapi gagasan sekularisasi
#ur,h'lis /adjid se,ara panjang lebar dalam bukunya ,embongkar -erancuan
*emikiran $urcholish ,adjid )eputar (su )ekularisasi dalam (slam. ia membantah
pemikiran #ur,h'lis bahwa tauhid merupakan pangkal t'lak pr'ses sekularisasi
se,ara besar1besaran. ia menulis, /enurut pendapat saya, ketika animis
meninggalkan keper,ayaan lamanya $animisme% dan beralih ke keper,ayaan tauhid
$masuk Islam%, di situ terjadi k'nBersi, yaitu peralihan dari animisme ke agama Islam.
Jadi, tidak benar #ur,h'lish memakai termin'l'gi atau istilah sekularisasi bagi animis
yang menerima keper,ayaan tauhid atau k'nBert ke agama Islam.
1?

Pr'+. <aisal Ismail kemudian mengemukakan beberapa ,'nt'h k'ngkret.
alam sejarah, may'ritas penduduk Ind'nesia dahulu menganut animisme $juga
@induisme dan !uddhisme%. engan datangnya Islam, terjadilah Islamisasi dan
terjadi pula pr'ses k'nBersi se,ara besar1besaran kaum animis $juga 'rang1'rang
@indu dan !udha% ke agama Islam. Para sejarawan memakai istilah k'nBersi, bukan
sekularisasi. emikian juga perpindahan para penyembah berhala di /ekah ke agama
Islam setelah didakwahi 'leh #abi /uhammad S7D disebut k'nBersi, bukan
sekularisasi.
19

Lebih lanjut, Pr'+. <aisal Ismail menyatakan bahwa sekularisasi atau
perbuatan1perbuatan sekular bisa saja dilakukan 'leh se'rang animis tanpa k'nBert ke
keper,ayaan tauhid $masuk Islam%. /isalnya, dia tidak memper,ayai lagi benda1
benda pujaannya $sebagai mengandung nilai1nilai ukhrawi dan sakral% tanpa harus
beralih ke keper,ayaan tauhid. <aktanya, banyak 'rang &risten di !arat menjadi
sekular tanpa harus melepaskan agama asli mereka $&risten% atau tanpa harus beralih
ke agama lain $Islam atau @indu, misalnya%. /engapa hanya untuk menjadi 'rang
sekular dan melaksanakan sekularisasi, animis tadi perlu dan harus k'nBert ke agama
Islam terlebih duluH &esannya se,ara selintas, Islam $tauhid% adalah sumber, biang
keladi atau pangkal t'lak sekularisasi.
(>

Komponen Utama Sekularisasi
7da tiga k'mp'nen utama dari dimensi sekularisasi seperti yang dikemukakan
'leh @arBey 8'* dalam bukunya, %he )ecular 2ity. &etiga k'mp'nen itu adalah0
*ertama, disenchantment of nature, yaitu meniadakan kekeramatan alam
semesta. /aksudnya, alam semesta ini harus dik's'ngkan dari nilai1nilai ruhani dan
agama. Ia harus disingkirkan dari r'h1r'h animistis, dewa1dewa, dan magi.
(1
Ia harus
1:
Ibid, hlm. .5
1A
@./. Gasjidi, -oreks i %erhadap Drs. $urcholis ,adjid %entang )ekularisasi, $Jakarta0 !ulan
!intang, 19AA%, hlm. 15.
1?
<aisal Ismail, ,embongkar -erancuan *emikiran $urcholish ,adjid )eputar (su )ekularisasi
dalam (slam, $Jakarta0 Lasswell =isitama, (>1>%, hlm. 11(.
19
Ibid, hlm. 11(111..
(>
Ibid, hlm. 11?.
(1
/agi adalah sesuatu atau ,ara tertentu yang diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib dan dapat
menguasai alam sekitar, termasuk alam pikiran dan tingkah laku manusia.
dipisahkan dari 3uhan dan dibedakan dari manusia. /anusia harus mengekspl'itasi
alam se'ptimal mungkin tanpa perlu dibatasi 'leh pandangan hidup agama apa pun.
7pabila alam ini dianggap sebagai perwujudan dari kuasa supranatural, maka manusia
tidak akan maju dan berkembang. Jadi, dengan ,ara apa pun, semua makna ruhani
keagamaan ini mesti dihilangkan dari alam. )leh karena itu, ajaran1ajaran agama dan
tradisi harus disingkirkan. Singkatnya, alam bukanlah wujud yang su,i dan
dipertuhankan.
-edua, desacrali/ation of politics, yaitu menghilangkan kesakralan atau
kesu,ian p'litik. /aksudnya, unsur1unsur ruhani dan agama harus disingkirkan dari
p'litik. )leh karena itu, peran ajaran agama dalam institusi p'litik harus disingkirkan
juga. @al ini menjadi syarat untuk melakukan perubahan p'litik dan s'sial. Segala
ma,am hubungan antara kuasa p'litik dengan agama dalam masyarakat tidak b'leh
berlaku karena dalam masyarakat sekular, tidak se'rang pun memerintah atas 't'ritas
kuasa su,i.
-etiga, desonsecration of "alues, yaitu menghapus kesu,ian dan kemutlakan
nilai1nilai agama dari kehidupan. /aksudnya, tidak ada nilai1nilai su,i dan kekal
untuk seluruh masa. #ilai1nilai itu senantiasa mengalami perubahan mengikuti zaman.
engan kata lain, kebenaran adalah relati+ dan tidak ada nilai yang mutlak. &arena
perspekti+ sese'rang selalu dipengaruhi +akt'r s'sial dan budayanya, maka tidak ada
se'rang pun yang berhak memaksakan sistem nilai, termasuk agama, yang
diyakininya kepada 'rang lain. isebabkan wahyu langit terjadi dalam rentang
sejarah, maka manusia sekular memper,ayai bahwa wahyu langit dibentuk 'leh
k'ndisi s'sial dan p'litik tertentu. Jadi, sebenarnya semua sistem nilai terbentuk 'leh
sejarah yang mengikuti ruang dan waktu tertentu.
((
Pengaruh dari tiga k'mp'nen di atas bisa kita lihat pada beberapa sikap dan
pandangan manusia sekular. *ertama, ketika terjadi ben,ana alam, seperti banjir,
gempa bumi, gunung meletus, angin t'pan, dan sebagainya, manusia sekular akan
mengatakan hal itu merupakan +en'mena alam biasa. !en,ana itu tidak ada
hubungannya dengan d'sa dan perilaku umat manusia yang melanggar n'rma1n'rma
agama. S'lusi untuk menghadapinya pun bersi+at sekular, yaitu menjaga
keseimbangan alam tanpa menjaga keseimbangan hubungan dengan Sang Pen,ipta
alam. 3idak ada kata taubat dan istigh+ar dalam pikiran manusia sekular. /anusia
sekular bahkan akan men,em''h dan menganggap b'd'h 'rang yang
menghubungkan ben,ana alam dengan d'sa yang diperbuat umat manusia.
-edua, manusia sekular sangat anti terhadap p'litik yang berasaskan agama.
i negeri berpenduduk /uslim, manusia sekular menentang dijadikannya Islam
sebagai dasar negara. Sebagian mereka menganggap ,ita1,ita negara Islam adalah
suatu ut'pia. /enurut mereka, agama $Islam% harus dijauhkan dari ranah p'litik agar
tidak disalahgunakan karena p'litik itu pr'+an, sedangkan agama itu sakral.
-etiga, manusia sekular menganggap kebenaran agama itu relati+. 7gama
mengalami eB'lusi dan bisa ditarik ulur seperti karet. 7gama harus mampu
menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. )leh karena itu, manusia sekular
memahami agama se,ara liberal0 bebas dan tidak terikat dengan kaidah1kaidah baku.
/ereka tidak memper,ayai kaidah1kaidah baku karena kebenaran itu relati+. /ereka
men,ela 'rang yang +anatik terhadap ajaran agamanya. Pada akhirnya, sekularisasi
membawa dan menyuburkan liberalisasi agama. &ita bisa melihat hal ini di negeri
kita, Ind'nesia.
((
Syed /uhammad #a6uib 7l17ttas, (slam and )ecularism, hlm. BBB, dan 7dnin 7rmas, Sebuah
8atatan untuk Sekularisasi @arBey 8'* dalam 7urnal *emikiran dan *eradaban (slam (slamia, ='l.
III #'. (, hlm. .>.
Searah Kemun!ulan Sekularisme
Sekularisme di Indonesia
Pandangan Islam terhadap Sekularisme