Anda di halaman 1dari 2

Cara membuat kartu BPJS Kesehatan untuk perorangan

Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) Kesehatan mulai beroperasional pada tanggal 1 januari 2014,
program jaminan kesehatan diselenggarakan dengan memberikan perlindungan kesehatan agar peserta
memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan
yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah.

Manfaat Jaminan kesehatan berupa:
- Bersifat pelayanan kesehatan perorangan, mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif,
rehabilitatif, pelayanan obat, bahan medis habis pakai sesuai dengan indikasi medis yang diperlukan.
- Manfaat medis yang tidak terikat dengan besaran iuran yang dibayarkan dan manfaat non medis yang
ditentukan berdasarkan skala besaran iuran yang dibayarkan, termasuk didalamnya manfaat akomodasi.
- Ambulan diberikan untuk pasien rujukan dari fasilitas kesehatan dengan kondisi kesehatan tertentu
yang ditetapkan oleh BPJS kesehatan.

Berikut penulis mencoba menjelaskan proses membuat kartu berobat BPJS Kesehatan yang berada di Gedung
BPJS atau PT Askes (Persero) di Pancoran Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Melengkapi dan mempersiapkan persyaratannya terlebih dahulu, peserta berdasarkan nama
pada kartu keluarga (KK) wajib melampirkan:
1. Mengisi formulir daftar isian peserta formulir 2 atau formulir daftar isian peserta
2. Melampirkan pasfoto 3X4cm masing-masing 1 lembar
3. Melampirkan fotocopy KTP (diutamakan KTP elektronik),
4. Melampirkan fotocopy kartu keluarga,
5. Fotocopy surat nikah,
6. Fotocopy akte lahir anak/ surat keterangan lahir yang menjadi tanggungan
7. Bagi WNA menunjukkan Kartu Ijin Tingal Sementara/Tetap (KITAS/KITAP)

Download: Brosur BPJS Kesehatan + Formulir 2

Dalam mengisi formulir daftar isian peserta untuk kolom isiannya bisa diisi sesuai dengan data identitas peserta.
Pada saat mengisi, penulis menemukan beberapa kolom pada formulir daftar isian peserta yang tidak mencukupi
seperti: kolom nomor hp pada identitas peserta, kolom npwp pada identitas suami istri dan identitas anak, hal
tersebut tidak menjadi masalah saat kita bisa mengatur jarak penulisannya dengan agak rapat dengan tidak
terpaku pada kolom yang disediakan. Begitu pula pada kolom foto yang kecil tidak muat saat ditempel foto
ukuran 3X4cm saat dipasang berjajar.

Pilihan kelas perawatan dibedakan menjadi 3 kelas:
1. kelas 1 untuk kelas perawatan inap kelas 1 sebesar Rp. 59.500,- per jiwa perbulan
2. kelas 2 untuk kelas perawatan inap kelas 2 sebesar Rp. 42.500,- per jiwa perbulan
3. kelas 3 untuk kelas perawatan inap kelas 3 sebesar Rp. 25.500,- per jiwa perbulan

Setelah persyaratan yang dibutuhkan lengkap, peserta bisa mengambil nomer antrian. Disini banyak dari calon
pembuat kartu datang sebelum loket dibuka untuk mendapat nomor antrian lebih awal yang bisa diambil lewat
petugas Satpam yang jaga. Banyaknya calon peserta yang mengantri semua berharap dapat terlayani lebih cepat,
jadi tidak heran saling berebut nomor antrian. Untuk menghindari antrian yang panjang sekarang pelayanan
customer service dibagi menjadi 2 di lantai 1 ada 4 orang dan di lantai 2, untuk pelayanan atas perusahaan ada di
lantai 5.

Setelah dipanggil nomor antrian, kita serahkan berkas kelengkapan kepada customer service BPJS. Waktu
proses penginputan data dan pembuatan kartu BPJS ini yang bisa memakan waktu sekitar 7 menit untuk 1 orang.
Kemudian peserta diminta bayar sejumlah uang sesuai iuran yang dipilih peserta, kebetulan pihak Bank Mandiri
ada perwakilannya membuka stan di dekat situ dengan cara setor tunai secara manual. Peserta menyerahkan
bukti telah setor iuran BPJS dan menandatangani bukti telah terima kartu BPJSnya. Pengajuan pembuatan kartu
BPJS ini bisa diwakilkan tanpa harus kepala keluarga tersebut datang langsung untuk mengurus pembuatannya.

Pembayaran lanjutan iuran BPJS Kesehatan ini bisa dibayarkan lewat Nomor Virtual Account
Bank BNI 88888 0 1261766531
Bank BRI 88888 0 1261766531
Bank Mandiri 89888 0 1261766531

Perlu diperhatikan nomer Virtual Account berbeda dengan nomor rekening, jadi nanti sewaktu
melakukan pembayaran melalui ATM pilih Menu Bayar pilih BPJS, bukan transfer rekening antar bank.

Demikian cara membuat kartu BPJS kesehatan yang coba penulis sampaikan lewat tulisan ini, semoga menjadi
gambaran buat pembaca untuk membuat kartu BPJS kesehatan.