Anda di halaman 1dari 3

KEMATIAN JANIN DI KANDUNGAN

Adakah tanda-tanda yang bisa dikenali? Apa pula dampaknya buat ibu ?
Kehamilan selalu memberi pengharapan agar anak yang dikandung lahir selamat tanpa
kurang suatu apa. Namun adakalanya harapan ini tak terwujud manakala janin meninggal
di kandungan sebelum sempat dilahirkan.
Kematian janin di kandungan, terang dr. Nasdaldy, Sp.OG dalam dunia kedokteran
dikenal dengan ntra !terin "etal #eath $!"#%. &'ang dimaksud kematian janin
adalah kematian yang terjadi saat usia kehamilan lebih dari () minggu dimana janin
sudah men*apai ukuran +)) gram atau lebih.& !mumnya, lanjut Nasdaldy, kematian
janin terjadi menjelang persalinan saat usia kehamilan sudah memasuki , bulan.
PENYEBAB KEMATIAN
-enyebab kematian janin di kandungan, terang Nasdaldy, terutama karena .uhan tidak
menghendaki. &Kan, /ilosopi yang mengatakan karena ia tak lolos seleksi alam. 0adi,
kalau pun ia hidup, tak akan sur1i1e.&
Ke*uali itu, ada berbagai penyebab yang bisa mengakibatkan kematian janin di
kandungan, diantaranya2
3 Ketidakcocokan rhesus darah iu den!an janin"
Akan timbul masalah bila ibu memiliki rhesus negati/, sementara bapak rhesus positi/.
Sehingga anak akan mengikuti yang dominan4 menjadi rhesus positi/. &Akibatnya antara
ibu dan janin mengalami ketidak*o*okan rhesus.&
Ketidak*o*okan ini akan mempengaruhi kondisi janin tersebut. 5isalnya, dapat terjadi
hidrops /etalis4 suatu reaksi imunologis yang menimbulkan gambaran klinis pada janin,
antara lain pembengkakan pada perut akibat terbentuknya *airan berlebih dalam rongga
perut $asites%, pembengkakan kulit janin, penumpukan *airan di dalam rongga dada atau
rongga jantung, dan lain-lain. Akibat penimbunan *airan yang berlebihan tersebut, maka
tubuh janin akan membengkak. &6ahkan darahnya pun bisa ter*ampur air.& 6iasanya
kalau sudah demikian, janin tak akan tertolong lagi.
Sebenarnya, terang Nasdaldy, hidrops /etalis merupakan mani/estasi dari berma*am
penyakit. 6isa karena kelainan darah, rhesus, atau kelainan genetik. &6iasanya bila
kasusnya hidrops /etalis, maka tak ada man/aatnya kehamilan dipertahankan. Karena
memang janinnya pasti mati.& Sayangnya, seringkali tidak dilakukan otopsi pada janin
yang mati tersebut, sehingga tidak bisa diketahui penyebab hidrops /etalis. &-adahal
dengan mengetahui penyebabnya bisa untuk tindakan pen*egahan pada kehamilan
berikutnya.&
# Ketidakcocokan !olon!an darah antara iu dan janin"
.erutama pada golongan darah A,6,O. &'ang kerap terjadi antara golongan darah anak A
atau 6 dengan ibu bergolongan O atau sebaliknya.& Sebab, pada saat masih dalam
kandungan, darah ibu dan janin akan saling mengalir lewat plasenta. 6ila darah janin
tidak *o*ok dengan darah ibunya, maka ibu akan membentuk 7at antibodinya.
# Gerakan san!at $liar$"
Gerakan bayi dalam rahim yang sangat berlebihan, terutama jika terjadi gerakan satu arah
saja. &Nah, karena gerakannya berlebihan, terlebih satu arah saja, maka tali pusat yang
menghubungkan janin dengan ibu akan terpelintir. Kalau tali pusat terpelintir, maka
pembuluh darah yang mengalirkan plasenta ke bayi jadi tersumbat.& Kalau janin sampai
memberontak, yang ditandai gerakan &liar&, biasanya karena kebutuhannya ada yang
tidak terpenuhi, entah itu karena kekurangan oksigen, atau makanan. Karena itu, harus
segera dilakukan tindakan yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan janin. 5isalnya,
apakah oksigen dan gi7inya *ukup? Kalau ibu punya riwayat sebelumnya dengan janin
meninggal, maka sebaiknya akti1itas ibu jangan berlebihan. &Sebab, dengan akti1itas
berlebihan, maka gi7i dan 7at makanan hanya dikonsumsi ibunya sendiri, sehingga janin
relati/ kekurangan.&
# Bera!ai %en&akit %ada iu hamil"
Salah satu *ontohnya preeklampsia dan diabetes. tulah mengapa pada ibu hamil perlu
dilakukan *ardiotopogra/i $8.G% untuk melihat kesejahteraan janin dalam rahim.
# Kelainan kromosom"
6isa disebut penyakit bawaan, misalnya, kelainan genetik berat trisomy. &Kematian janin
akibat kelainan genetik biasanya baru terdeteksi saat kematian sudah terjadi, yaitu dari
otopsi bayi.& Sebab, ungkap Nasdaldy, jarang sekali dilakukan pemeriksaan kromosom
saat janin masih dalam kandungan. &Selain biayanya mahal, risikonya juga tinggi. Karena
harus mengambil air ketuban dari plasenta janin sehingga berisiko besar terin/eksi, juga
bisa lahir prematur. Ke*uali kalau memang ada keganjilan dalam kehamilan tersebut
yang di*urigai sebagai kelainan kromosom.&
# Trauma saat hamil"
.rauma bisa mengakibatkan terjadi solusio plasentae atau plasenta terlepas. .rauma
terjadi, misalnya, karena benturan pada perut, entah karena ke*elakaan atau pemukulan.
&6enturan ini bisa saja mengenai pembuluh darah di plasenta, sehingga timbul
perdarahan di plasenta atau plasenta lepas sebagian. Akhirnya aliran darah ke bayi pun
jadi tak ada.&
# In'eksi %ada iu hamil"
bu hamil sebaiknya menghindari berbagai in/eksi, seperti in/eksi akibat bakteri maupun
1irus. &6ahkan demam tinggi pada ibu hamil bisa menyebabkan janin tak tahan akan
panas tubuh ibunya.&
# Kelainan a(aan a&i"
Kelainan bawaan pada bayi sendiri, seperti jantung atau paru-paru, bisa mengakibatkan
kematian di kandungan.
)EGE*A DI+A,I*KAN
Selama hamil, kehati-hatian dan kewaspadaan ibu perlu ditingkatkan, mengingat
demi kebaikan janin dan ibu itu sendiri. Apa saja yang harus diwaspadai?
Yan! %ertama, bila tidak ada gerakan janin. &-ada ibu-ibu yang sudah merasakan
gerakan bayi4 pada kehamilan lebih dari + bulan, perlu diwaspadai jika dalam sehari ia
tak bisa merasakan gerakan bayinya.& Gerakan bayi yang normal minimal 9) kali dalam
sehari.
Yan! kedua, ibu perlu mewaspadai tanda-tanda &sekarat& pada bayi. &Sebelum
bayi tidak bergerak sama sekali, biasanya juga didahului tanda-tanda :sekarat:. .imbul
gerakan yang sangat hebat atau malah sebaliknya, gerakannya semakin pelan atau
lemah.& -ada ibu yang peka, pasti akan terasa, kok, saat gerakan janinnya lain.
Yan! keti!a, bila kehamilan tak kunjung membesar. &bu harus *uriga bila
pertumbuhan kehamilan tidak sesuai bulannya.&
Nah, bila terjadi hal-hal yang sudah diuraikan tadi, terang Nasdaldy, sebaiknya
segera periksa ke dokter. &;alau belum waktunya pemeriksaan ulang, sebaiknya segera
periksa. Sehingga sebelum terjadi kematian, dokter bisa melakukan tindakan
pen*egahan.& .indakan yang dilakukan dokter biasanya dengan melahirkan segera atau
lahir prematur. &#i luar bayi bisa di-treatment agar bisa hidup.&
6ila sudah diketahui penyebabnya, maka dokter tentu juga akan mengatasi
penyebab tersebut. &6ila ada in/eksi pada ibu, maka akan diobati in/eksinya. Kalau
ibunya diabetes, maka diobati diabetesnya.&
#engan bantuan optimal, maka gawat janin bisa membaik kembali. &Karena
untuk janin yang sedang :sekarat:, tak selamanya harus dikeluarkan. Karena dikeluarkan
pun harus melihat usia kehamilannya, kan? Kalau ternyata usianya masih muda, tidak
mungkin ia dilahirkan segera. -ada usia kehamilan muda tentunya paru-parunya belum
terbentuk sempurna. Sehingga di luar pun ia tak mungkin bisa berna/as. 0adi, yang
dilakukan dokter adalah mempertahankan dengan mengatasi penyebabnya tersebut.&
0ika tak tertolong lagi, terang Nasdaldy, maka janin yang sudah meninggal harus
segera dilahirkan. &-roses kelahiran harus dilakukan se*ara normal agar tidak terlalu
merugikan ibu.& 0adi, bukan melalui operasi. Sebab, operasi tetap saja berisiko buat
ibunya. &Anaknya, kan, sudah meninggal, kenapa harus menanggung risiko untuk anak
yang sudah tidak ada?&
Operasi hanya dilakukan jika ada halangan untuk melahirkan normal. 5isalnya,
bayinya mati dalam posisi melintang, ibu mengalami preeklampsia, dan sebagainya.
'ang jadi berbahaya justru jika janin yang sudah meninggal tidak segera
dilahirkan. &Kalau lebih dari dua minggu bersemayam dalam rahim ibunya, tentu akan
mengganggu pembekuan darah si ibu. <at pembekuan darah atau /ibrinogennya bisa
turun.& =al ini akan berakibat /atal kala ibu melahirkan janin tersebut. &#alam persalinan,
kan, pasti terjadi perdarahan. Nah, kalau /ibrinogennya rendah, maka perdarahannya
tidak bisa berhenti. 0adi, bisa saja ibu tak tertolong karena perdarahan tersebut.&
Namun, bukan berarti tak ada obat untuk men*egahnya, lo. Sebelum dilakukan
tindakan persalinan, bila telah diketahui janin sudah meninggal, maka dokter akan
menge*ek dulu /ibrinogennya. &Kalau /ibrinogennya turun, maka harus diberi obat
/ibrinogen.&
.api kasus janin meninggal bersemayam lebih dari ( minggu sangat jarang
terjadi. &Karena sebenarnya alam sudah mengaturnya. 6iasanya tubuh si ibu sendiri kalau
janinnya mati akan terjadi penolakan. .imbullah proses persalinan.&
5emang, diakui Nasdaldy, *ukup banyak ibu yang tak menyadari janinnya sudah
meninggal. &6ahkan sampai janinnya itu membatu atau mengeras.& =al ini terjadi karena
kurang pekanya sang ibu, terlebih lagi karena tak ada reaksi penolakan pada tubuhnya.
&6iasanya terjadi pada ibu yang tak menyadari kalau dirinya hamil, tahu-tahu anaknya
sudah meninggal dalam kandungan, bahkan telah membatu.&
.entu saja mengeluarkan janin yang telah membatu lebih berisiko.
&5engeluarkannya akan lebih susah sehingga biasanya terjadi komplikasi, misalnya, ada
perobekan di dinding rahim dan jalan lahir.&
Nah, kini bu lebih paham, bukan? .entu menjadi paham jangan menjadikan
ketakutan untuk hamil, ya, 6u?
ndah 5ulatsih