Anda di halaman 1dari 6

1

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dari Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas) tahun 2010 menunjukkan
pemberian ASI di Indonesia saat ini memprihatinkan, presentase bayi yang
menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3%. Hal ini disebabkan
kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan pemberian ASI masih
relative rendah (Depkes, 2011).
Berdasarkan data yang diperoleh dari profil kesehatan Provinsi Jawa
Tengah pada tahun 2010 menunjukkan cakupan pemberian ASI eksklusif
hanya sekitar 37,18 % dari total jumlah bayi yaitu 488.495 hanya 181.600
bayi yang mendapatkan ASI eksklusif dan menurun apabila dibandingkan
dengan target pencapaian ASI eksklusif tahun 2009 sebesar 40,21 % dari total
bayi 340.373 hanya 136.862 yang mendapatkan ASI eksklusif. Dan masih
sangat rendah apabila dibandingkan dengan target pencapaian ASI eksklusif
tahun 2010 sebesar 80 % (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2010).
Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan pada tahun 2010 tercatat
jumlah bayi di Kabupaten Grobogan yaitu 11.112 bayi usia 0-6 bulan. Dan
jumlah bayi yang mendapatkan ASI eksklusif yaitu sebesar 1.836 bayi hal ini
berarti hanya 65,52 % bayi yang mendapatkan ASI eksklusif (Dinas
Kabupaten Grobogan, 2010).
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
2
Salah satu tidak tercapainya ASI eksklusif yaitu bayi tidak mendapat
ASI yang cukup dikarenakan masalah dalam menyusui yang dikarenakan
bendungan ASI. Bendungan ASI disebabkan oleh pengeluaran susu yang tidak
lancar, karena bayi tidak cukup sering menyusu, produksi meningkat,
terlambat menyusukan, hubungan dengan bayi (bonding) kurang baik, dan
dapat pula karena adanya pembatasan waktu menyusui. Engorgement
(Bendungan ASI) kebanyakan terjadi pada hari kedua sampai hari keempat
postpartum. Terjadinya pembengkakan payudara dan secara palpasi teraba
keras, kadang terasa nyeri serta seringkali disertai peningkatan suhu badan
ibu, tetapi tidak terdapat tanda-tanda kemerahan dan demam. Gangguan ini
dapat menjadi lebih parah bila ibu jarang menyusukan bayinya, akibatnya bayi
tidak mendapatkan ASI (Sarwono, 2008).
Menurut penelitian Lusiya Wijayanti 2010, dari 32 orang yang
mengalami bendungan ASI, 12 orang (37,5%) mengatakan penyebab
terjadinya bendungan ASI dikarenakan terlambat memberikan ASI, 19 orang
(59,37%) mengatakan terjadi infeksi pada payudara, dan sisanya 1 orang
(3,12%) mengatakan bendungan ASI yang dialami karena adanya penyakit
seperti tuberculose.
Dari data yang diperoleh di RB Nur Hikmah kejadian bendungan ASI
pada bulan April 2012, diketahui jumlah ibu nifas yaitu sebanyak 38 ibu nifas
dari jumlah ibu nifas tersebut 26 mengalami bendungan ASI.
Berdasarkan studi pendahuluan yang di lakukan tanggal 14 April 2012
dengan pembagian kuisioner kepada ibu nifas di RB Nur Hikmah Kwaron
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
3
Gubug tentang pengertian bendungan ASI, penyebab bendungan ASI, cara
mencegah bendungan ASI dan cara mengatasi bendungan ASI, dari 10 ibu
nifas 6 orang berpengetahuan kurang tentang bendungan ASI, 1 orang
berpengetahuan cukup tentang bendungan ASI dan 3 orang berpengetahuan
baik tentang bendungan ASI. Serta dalam wawancara di RB Nur Hikmah dari
10 ibu nifas terdapat 8 ibu nifas mengalami bendungan ASI.
Berdasarkan hasil dari studi pendahuluan tersebut, peneliti tertarik
untuk meneliti adanya Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Nifas tentang
Bendungan ASI dengan Praktik Dalam Pencegahan Bendungan ASI
(BREAST CARE) di RB Nur Hikmah Kwaron Gubug Tahun 2012.
B. RumusanMasalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas maka
dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut: Adakah hubungan antara
pengetahuan ibu nifas tentang bendungan ASI dengan praktik pencegahan
bendungan ASI (BREAST CARE) di RB Nur Hikmah Kwaron Gubug Tahun
2012?
C. Tujuan
1. TujuanUmum
Mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu nifas tentang bendungan
ASI dengan praktik pencegahan bendungan ASI (BREAST CARE).
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
4
2. TujuanKhusus
a. Mendeskripsikan pengetahuan ibu nifas tentang bendungan ASI.
b. Mendeskripsikan praktik pencegahan bendungan ASI (BREAST
CARE) pada ibu nifas.
c. Menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang bendungan
ASI dengan praktik pencegahan bendungan ASI (BREAST CARE).
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan referensi
bagi perkembangan ilmu kesehatan terutama ilmu kebidanan, mengenai
hubungan pengetahuan ibu nifas tentang bendungan ASI dengan praktik
dalam pencegahan bendungan ASI (BREAST CARE).
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Institusi
Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian
selanjutnya dan dapat menambah bahan kepustakaan di Universitas
Muhammadiyah Semarang.
b. Bagi Peneliti
Untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan memberikan
pengalaman melaksanakan penelitian mandiri tentang hubungan
pengetahuan ibu nifas tentang bendungan ASI dengan pencegahan
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
5
bendungan ASI (BREAST CARE). Dan dapat mengaplikasikan materi
yang di dapat di bangku perkuliahan dengan praktik di lapangan.
c. Bagi Masyarakat
Penelitian ini diharapkan menambah informasi kepada masyarakat
terutama ibu nifas mengenai bendungan ASI serta cara mencegah
terjadinya bendungan ASI.
E. KeaslianPenelitian
Tabel 1.1KeaslianPenelitian
No J udul
Nama, Tahun
Sasaran Variabel
yangditeliti
Metode Hasil
1 Pengaruh
Pemberian
Penyuluhan
Terstruktur
tentang
Engorgement
pada Masa Nifas
terhadap
Pengetahuan Ibu
Tentang
Engorgrment di
BPS Setyowati
Desa Cepiring
Kabupaten
Kendal pada
Bulan Mei-Juni
Dwi Yulianti,
2009
30 ibu nifas
di BPS
Setyowati
Desa
Cepiring
Kabupaten
Kendal pada
bulan Mei-
Juni
Variabel
bebas:
penyuluhan
terstruktur
pada ibu
nifas
Variabel
terikat:
pengetahuan
tentang
engorgement
Jenis
penelitian
eksperimen
semu dengan
metode
pendekatan
one group
pre test and
post test
design
Rata- rata sebelum
penyuluhan sebesar 11,29
dan rata rata sesudah
penyuluhan sebesar 20,14.
Ada pengaruh pemberian
penyuluhan terstruktur
tentang engorgement pada
masa nifas terhadap
pengetahuan ibu tentang
engorgrment.
2 Gambaran
Faktor-Faktor
Penyebab
Terjadinya
Bendungan ASI
pada Ibu Post
Partum di
Puskesmas
32 orang ibu
nifas yang
mengalami
bendungan
ASI
Faktor-
faktor
penyebab
terjadinya
Bendungan
ASI pada ibu
post partum
Jenis
penelitian
deskriptif
dengan
pendekatan
cross
sectional
Dari 32 orang yang
mengalami bendungan
ASI, 12 orang (37,5%)
mengatakan penyebab
terjadinya bendungan ASI
dikarenakan terlambat
memberikan ASI, 19 orang
(59,37%) mengatakan
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
6
Bojong II
Pekalongan
Lusiya Wijayanti,
2010
terjadi infeksi pada
payudara, dan sisanya 1
orang (3,12%) mengatakan
bendungan asi yang
dialami karena adanya
penyakit seperti
tuberculose.
3 Kejadian
Bendungan ASI
pada Ibu
Menyusui
Berdasarkan
Status Kerja di
Desa
Krajankulon
Kaliwungu
Kendal.
Khaira ammalia,
2008
52 ibu
menyusui
yang
memiliki
anak usia 0
sampai 6
bulan
Variabel
bebas: status
kerja ibu
menyusui
Variabel
terikat:
kejadian
bendungan
ASI
Jenis
penelitian
analitik
dengan
pendekatan
cross
sectional
Ada hubungan status kerja
ibu menyusui dengan
kejadian bendungan ASI.
Ibu menyusui yang bekerja
sebanyak 23 responden
(44,2%) dari 52 orang.
Sedang kan ibu menyusui
yang mengalami kejadian
bendungan ASI masih
tinggi yaitu sebanyak 25
orang (48,1%). Dari 23 ibu
menyusui yang bekerja 19
orang mengalami
bendungan ASI.
Dari penelitian yang dilakukan sebelumnya dengan penelitian yang
akan dilakukan terdapat perbedaan yaitu variabel penelitian, tempat penelitian,
dan tahun penelitian. Dalam peneliti ini metode yang digunakan adalah
metode analitik dengan variabel bebas pengetahuan tentang bendungan ASI
dan variabel terikatnya praktik pencegahan bendungan ASI (BREAST
CARE). Karena peneliti ingin mengetahui hubungan pengetahuan ibu nifas
tentang bendungan ASI dengan praktik pencegahan bendungan ASI (BREAST
CARE)
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer