Anda di halaman 1dari 5

e-Business

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


e-Business atau Electronic business dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang
berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran
barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi
dan transaksi,dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis
internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan
pengembangan usaha. Secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada
sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar
melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini
pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM.
Marketspace adalah arena di internet, tempat bertemunya calon penjual dan calon
pembeli secara bebas seperti layaknya di dunia nyata (marketplace). Mekanisme
yang terjadi di marketspace pada hakekatnya merupakan adopsi dari konsep pasar
bebas dan pasar terbuka, dalam arti kata siapa saja terbuka untuk masuk ke
arena tersebut dan bebas melakukan berbagai inisiatif bisnis yang mengarah pada
transaksi pertukaran barang atau jasa.
Seluruh perusahaan, tanpa perduli ukuran dan jenisnya, dapat menerapkan konsep
e-Business, karena dalam proses penciptaan produk maupun jasanya, setiap
perusahaan pasti membutuhkan sumber daya informasi.
7 strategi taktis untuk sukses dalam e-Business
[1]

1. Fokus. Produk-produk yang dijual di internet harus menjadi bagian yang
fokus dari masing-masing manajer produk.
2. Banner berupa teks, karena respons yang diperoleh dari banner berupa teks
jauh lebih tinggi dari banner berupa gambar.
3. Ciptakan 2 level afiliasi. Memiliki distributor penjualan utama dan agen
penjualan kedua yang membantu penjualan produk/bisnis.
4. Manfaatkan kekuatan e-mail. E-mail adalah aktivitas pertama yang paling
banyak digunakan di Internet, maka pemasaran dapat dilakukan melalui e-
mail atas dasar persetujuan.
5. Menulis artikel. Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau
sosialisasi, sehingga produk dapat dipasarkan melalui tulisan-tulisan yang
informatif.
6. Lakukan e-Marketing. Sediakan sebagian waktu untuk pemasaran secara
online.
7. Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon pembeli atau
pelanggan tetap untuk menjaga kepercayaan dengan cara komunikasi
langsung.
Model e-Business
[2]

1. Portal.
2. E-tailer.
3. Lelang.
4. Barter.
5. Penyedia Konten.
6. Komunitas.
7. Afiliasi
8. Broker transaksi
Sistem Keamanan e-Business
Secara alami, sistem keamanan e-Business lebih beresiko dibandingkan bisnis
tradisional, oleh karena itu penting untuk melindungi sistem keamanan e-Business
dari resiko-resiko yang ada. Jumlah orang yang dapat mengakses e-Business melalui
internet jauh lebih besar dibanding yang mengakses bisnis tradisional. Pelanggan,
pemasok, karyawan, dan pengguna lain banyak menggunakan sistem e-Business
tertentu setiap hari dan mengharapkan rahasia dari informasi mereka tetap aman.
Hacker adalah salah satu ancaman besar bagi keamanan e-Business. Beberapa hal
yang menjadi perhatian pada keamanan sistem e-Business adalah pribadi dan
rahasia, keabsahan data, dan integritas data. Beberapa metode untuk melindungi
keamanan e-Business dan menjaga informasi tetap aman adalah menjaga keamanan
fisik serta penyimpanan data, transmisi data, perangkat lunak anti-virus, firewall,
dan enkripsi.
[3]

Masalah Keamanan e-Business
Kerahasiaan dan Pribadi
Kerahasiaan adalah sejauh mana suatu bisnis menyediakan informasi pribadi yang
tersedia untuk bisnis lain dan individu lain.
[4]
Bisnis apapun harus menjaga
kerahasiaan informasi agar tetap aman dan hanya dapat diakses oleh penerima yang
dimaksud. Untuk menjaga informasi tetap aman dan terjaga, setiap catatan
transaksi dan berkas lain perlu dilindungi dari akses yang tidak sah, serta
memastikan transmisi data dan penyimpanan informasi yang aman. Cara enkripsi
dan firewall adalah yang mengatur sistem ini.
[5]

Keabsahan Data
Transaksi e-Business memiliki tantangan yang lebih besar untuk membangun
keabsahan karena data dari internet sangat mudah untuk diubah dan disalin. Kedua
belah pihak yang terkait dalam e-Business sama-sama ingin memastikan keaslian
masing-masing rekan, terutama jika salah satu pihak akan melakukan pemesanan
dan transaksi pembayaran elektronik. Salah satu cara yang umum untuk
memastikan hal ini adalah dengan membatasi akses ke jaringan Internet dengan
menggunakan teknologi Virtual Private Network. Pembuktian keabsahan yang lebih
rumit adalah dengan adanya kata kunci rahasia atau pin, kartu kredit, dan
pengenalan suara. Sebagian besar transaksi e-Business diverifikasi dengan
memeriksa kartu kredit dan nomor kartu kredit pembeli.
[5]

Integritas Data
Integritas data menjawab pertanyaan "Dapatkah informasi diubah atau dirusak
dengan berbagai cara?". Hal ini mengarah pada jaminan kesamaan pesan yang
diterima dengan pesan yang dikirim. Sebuah bisnis perlu merasa yakin bahwa data
tidak diubah dalam perjalanan, baik sengaja atau karena kecelakaan. Untuk
membantu integritas data, firewall melindungi data yang disimpan terhadap akses
yang tidak sah, seraya menyimpan data cadangan yang mungkin berguna untuk
pemulihan data.
[5]

Tanpa Penyangkalan
Hal ini berkaitan dengan adanya bukti dalam transaksi. Sebuah bisnis harus memiliki
jaminan bahwa pihak yang menerima atau pembeli tidak dapat menyangkal bahwa
transaksi telah terjadi, dan ini berarti memiliki bukti yang cukup untuk membuktikan
transaksi. Salah satu cara untuk mengatasi penyangkalan ini adalah menggunakan
tanda tangan digital.
[5]
Sebuah tanda tangan digital tidak hanya memastikan bahwa
pesan atau dokumen elektronik telah ditandatangani oleh seseorang, tapi karena
tanda tangan digital hanya dapat dibuat oleh satu orang, juga menjamin bahwa
orang ini tidak dapat menyangkal di kemudian waktu bahwa mereka memberikan
tanda tangan mereka.
[6]

Kontrol Akses
Ketika suatu sumber data dan informasi elektronik hanya terbatas pada beberapa
individu yang berwenang, pelaku bisnis dan pelanggannya harus memiliki jaminan
bahwa tidak ada orang lain dapat mengakses informasi tersebut. Ada beberapa
teknik untuk mengatur kontrol akses ini, yaitu firewall, hak akses, identifikasi
pengguna dan teknik otentikasi (seperti password dan sertifikat digital), Virtual
Private Network (VPN), dan banyak lagi.
[5]

Ketersediaan Layanan
Hal ini secara khusus berhubungan dengan penyediaan layanan dan informasi bagi
pelanggan bisnis. Pesan harus disampaikan dalam cara yang dapat diandalkan dan
tepat waktu, dan informasi harus dapat disimpan dan diambil sesuai kebutuhan.
Karena ketersediaan layanan penting untuk semua website e-Business, langkah-
langkah tertentu harus diambil untuk mencegah gangguan layanan oleh peristiwa-
peristiwa seperti listrik padam dan kerusakan infrastruktur fisik. Contohnya,
tersedianya data cadangan, sistem pemadaman api, sistem Uninterrupted Power
Supply (UPS), perlindungan virus, serta memastikan bahwa ada kapasitas yang
memadai untuk menangani kesibukan yang ditimbulkan oleh lalu lintas jaringan
yang berat.
[5]


Keamanan Umum untuk Sistem e-Business
Berbagai bentuk keamanan ada untuk e-Business. Beberapa pedoman keamanan
umum termasuk daerah di keamanan fisik, penyimpanan data, transmisi data,
pengembangan aplikasi, dan sistem administrasi.
Keamanan Fisik
Meskipun e-Business dilakukan secara online, tetapi perlu ada langkah-langkah
keamanan fisik yang diambil untuk melindungi bisnis secara keseluruhan, gedung
tempat server dan komputer harus dilindungi dan memiliki akses terbatas pada
karyawan dan orang lain. Misalnya, ruangan tersebut hanya memungkinkan
pengguna yang berwenang untuk masuk, dan harus memastikan bahwa jendela,
langit-langit, saluran udara yang besar, dan lantai bertingkat tidak mengizinkan
akses mudah ke orang yang tidak sah.
[3]
Lebih baik untuk menyimpan unit-unit
penting di ruangan tertutup yang ber-AC.
[7]
Berjaga-jaga terhadap lingkungan sama
pentingnya dengan menjaga keamanan fisik dari pengguna yang tidak sah. Ruangan
dapat melindungi peralatan terhadap banjir dengan menjaga semua peralatan tidak
bersentuhan langsung dengan lantai. Selain itu, ruangan harus tersedia sistem
pemadam api jika terjadi kebakaran. Organisasi harus memiliki rencana penanganan
kebakaran jika muncul situasi yang seperti ini. Selain menjaga keamanan server dan
komputer, keamanan fisik dari informasi yang bersifat rahasia juga penting.
Informasi klien seperti nomor kartu kredit, cek, nomor telepon, dan juga termasuk
semua informasi pribadi organisasi. Mengunci salinan fisik dan elektronik di laci atau
lemari merupakan salah satu tambahan keamanan. Pintu dan jendela yang
mengarah ke daerah ini juga harus aman terkunci. Karyawan yang mempunyai akses
menggunakan informasi ini hanyalah sebagai bagian dari pekerjaan mereka.
[3]

Penyimpanan Data
Menyimpan data dengan cara yang aman adalah sangat penting untuk semua bisnis,
tetapi terutama untuk e-Business di mana sebagian besar data yang disimpan secara
elektronik. Data yang bersifat rahasia tidak boleh disimpan pada server e-Business,
tapi sebaiknya dipindahkan ke komputer lain untuk disimpan. Jika perlu, mesin ini
tidak boleh langsung terhubung ke internet, dan juga harus disimpan di tempat
yang aman. Informasi tersebut harus disimpan dalam format yang terenkripsi.
[3]

Setiap informasi yang sangat sensitif tidak boleh disimpan jika mungkin. Jika ada
data yang tidak terlalu penting, simpanlah di beberapa mesin atau sistem yang tidak
mudah diakses. Langkah-langkah keamanan tambahan harus diambil untuk
melindungi informasi ini (seperti kunci pribadi) jika memungkinkan. Selain itu,
informasi hanya harus disimpan untuk jangka waktu yang singkat, dan setelah tidak
lagi diperlukan harus dihapus untuk mencegah jatuh ke tangan yang salah. Demikian
pula, cadangan data dan salinan informasi harus disimpan yang aman dengan
langkah-langkah keamanan yang sama seperti informasi yang asli. Setelah cadangan
tidak lagi diperlukan, harus dihancurkan secara hati-hati dan menyeluruh.
[3]

Transmisi Data dan Pengembangan Aplikasi
Semua informasi penting yang akan dikirim harus dienkripsi. Pihak pebisnis dapat
memilih untuk menolak klien yang tidak dapat menerima tingkat enkripsi. Informasi
rahasia dan sensitif sebaiknya juga tidak pernah dikirim melalui e-mail. Jika itu harus,
maka harus dienkripsi juga. Mentransfer dan menampilkan informasi yang aman
harus dijaga seminimal mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan tidak menampilkan
nomor kartu kredit secara penuh. Hanya beberapa nomor yang dapat ditampilkan,
dan perubahan informasi ini dapat dilakukan tanpa menampilkan nomor lengkap.
Hal ini juga harus memungkinkan pengguna untuk mengambil informasi secara
online.
[3]

Sistem Administrasi
Keamanan pada sistem operasi dasar harus cepat ditingkatkan. Tambahan dan
pembaharuan perangkat lunak harus diterapkan secara tepat waktu. Perubahan
sistem konfigurasi semua harus disimpan dalam daftar berkas dan segera
diperbarui. Sistem administrator harus terus mengawasi kegiatan yang
mencurigakan dalam bisnis dengan memeriksa daftar berkas dan meneliti berulang-
ulang kegagalan yang tercatat dalam berkas. Mereka juga bisa memantau sistem e-
Business mereka dan mencari setiap celah di keamanan.
[3]
Hal ini penting untuk
menguji apakah rencana keamanan sudah tepat dan bisa benar-benar bekerja.
[7]


Solusi Keamanan
Ketika datang ke solusi keamanan, ada beberapa tujuan utama yang harus dipenuhi.
Tujuan ini adalah data integritas, otentikasi kuat, dan privasi.