Anda di halaman 1dari 34

Oleh : kelompok 1

Ketua : Desto Bariunti


Anggota : Abdullah oka
Novi sandra
1.Anatomi hati

Sebagai Metabolisme Karbohidrat
Sebagai Metabolisme Lemak
Sebagai Metabolisme Vitamin
Sebagai Detoksikasi
Sebagai Fagositosi Dan Imunitas
Sebagai Metabolisme Protein
Sehubungan Dengan Pembekuan Darah
Sebagai Hemodinamik


Sirosis hepatis adalah stadium akhir dari
penyakit hati menahun ditandai dengan
adanya pembentukan fibrosis dan nodule(
waspadaji :1999)
Sirosis hepatis adalah penyakit kronik yang
ditandai oleh distorsi susunan hati normal
oleh pita-pita jaringan penyambung dan
oleh nodul-nodul sel hati yang mengalami
regenerasi yang tidak berhubungan dengan
susunan normal (Sylvia Anderson,2001:445)


Sirosis hepatis adalah penyakit menahun
yang ditandai dengan adanya pembentukan
jaringan ikat disertai nodule. Biasanya di
mulai dengan proses peradangan nekrosis
sel hati yang luas,pembentukan jaringan
ikat,distorsi arsitektur hati akan mengalami
perubahan perubahan sirkulasi mikro dan
makro menjadi tidak teratur akibat
penambahan jaringan ikat dan nodul
tersebut. (Suzanne C. Smeltzer dan Brenda
G. Bare, 2001:1154)

Sirosis Portal Lennec
Sirosis Poscanecrotik
Sirosis Bilier

Sirosis terjadi di hati sebagai respon terhadap
cidera sel berhubungan dan reaksi
peradangan yang ditimbulkan.
Penyebab sirosis biasanya infeksi misalnya
hepatitis, obsetruksi saluran empedu yang
menyebabkan penimbunan empedu
dikanalikulus dan ruptur kanalikulus atau
cedera hepatosit akibat toksin.

Alkoholisme
kelainan kelainan yang diturunkan / di
wariskan
primari biliary cirrhosis(PBC)
Primary Scelerocing Cholagitis(PSC)
Hepatitis Autoimun
Bayi Dapat dilahirkan tampa pembuluh
pembuluh empedu (Biliary Atresia)
Penyebab Sirosis Yang Lebih Tidak Umum

Pada kondisi normal hati merupakan sistem
filtrasi yang menerima darah yang berasal
dari vena,lambung,limfe, dan pangkreas
melalui arteri hepatika dan vena porta.darah
masuk ke hati melalui triad porta yang terdiri
dari cabang vena porta ,arteri hepatika dan
saluran empedu. kemudian masuk ke dalam
ruang sinusoid lobus hati.darah yang sudah
difilter masuk kedalam vena sentral kemudian
masuk ke vena hepatika yang lebih besar
menujuh kedalam vena cava inferior.

Pada sirosis hepatis,adanya jaringan fibrosis
menggangu aliran darah normal menuju
lobus hati sehinggah menyebabkan hipertensi
portal yang dapat berkembang menjadi
varises dan asites predisposisi paling umum
terjadinya penyakit sirosis hepatis adalah
kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan infeksi
virus hepatitis. sel sel hati berfungsi
mengurai alkohol tetapih terlaluh banya
alkohol menyebabkan kerusakan sel sel hati.

infeksi kronis hepatitis B dan C dapat
menyebakan peradangan jangka panjang dalam
sel hati.Peradangan ini meneyebabakan nekrosis
meliputi daerah yang luas,terjadi kolabs lobulus
hati dan ini memacu timbulnya jaringan parut
disertai terbentuknya septa fibrosa difusi dan
nodule sel hati.Beberapa sel tumbuh kembali dan
membentuk nodule dengan berbagai ukuran dan
ini menyebabkan distorsi percabangan pembulu
hepatik dan gangguan aliran darah
porta,sehinggah menimbulkan hipertensi porta.

Pada serosis alkohol terjadinya fibrosis di derah
sentral.Sel T dan magrofak menghasilkan
limfokin dan monokin,sebagai mediator
timbulnya fibrinogen sehingga menyebar
keseluruh parenkim hati.Fibrinogen ada empat
jenis dengan lokasi: tipe I dengan lokasi di
daerah sentral,tipe II pada sinusoid,Tipe III
jaringan retikulin,tipe IV membran basal. Pada
serosi terdapat peningkatan pertumbuhan semua
jenis kolagen tersebut.


Gejalah dini
Kehilanagan nafsu makan: inilah gejala paling umum
dari serosis awal ,kadang kadang disertai
mual,muntah.Gejala ini dikarenakan kerusakan sel
sel hati menyebabkan stagnasi pencernaan dan
gangguan pada sekrezi enzim gastrointestinal.
Penurunan berat badan:serosis hati menyebabkan
kehilangan nafsu makan,juga menyebabkan
malabsorbsi vitami,minerral dan protein
Mudah lelah:tingkat kelelahan tergantung dari
aktifitas liver,bila livernya harus bekerja lebih
banyak,pasien akan merasa lebih lelah.


Gejala lanjut :
Gangguan endokrin:seriosis hati lanjut gejalanya lebih
jelas.Menurunya fungsi hati mengakibatkan gangguan
pengeluaran hormon estrogen,menyebabkan meningkatnya
kandung estrogen dalam darah.
Gejala gastrointestinal : gejala yang tampak seperti
malnutrisi,menurunya nafsu makan,ketidak nyamanan pada
abdominal,perut tersah penuh setelah
makan,mual,muntah.Pada stadium lanjut intoleransi lemak
dan protein,diare,dan asites.
Pendarahan dan anemia: pada penderita lanjut sering terjadi
epitasis,pendarahan gusi,ecchymosis,pendarahan
gastrointestinal,hematemesis,bila perempuan sering
monorrhagia.
Gejala sistemik: gejala serosis lanjut adalah badan terasa
lelah dan kulit berubah menjadi kasar,pucat,kekuning
kuningan.

Pembesaran Hati : Pada awal perjalanan sirosis,hati
cenderung membesar dan sel selnya dipenuhi oleh lemak
dan memiliki tepi yang tajam yang dapat diketahui melalui
palpasi. Nyeri abdomen dapat diketahui sebagai akibat
dari pembesaran hati yeng cepat sehinggah dapat
menimbulkan regangan pada selubung fibrosa hati.
Obstruksi portal dan asites: Manifestasi lanjut sebagai
kegagalan dari hati yang kronis dan sebagian oleh
obstruksi sirkulasi portal.semua darah dari organ organ
digesti akan berkumpul dalam vena porta dan dibawah
kehati.Cairan yang kaya protein dan menumpuk dirongga
peritonial akan menyebabakan asites.hal ini ditunjukan
melaluih perfusi akan adanya glombang cairan. Dilatasi
superial akan menyebabakan jaring berwarna biru
kemerahan,yang sering di inpeksi terdapat pada wajah dan
tubuh.
Edema : Gejala lanjut yang lain pada penderita serosis
hepatis akibat dari gagal hati yang kronis konsentrasi
albumin plasma menurun sehinggah menjadi predisposisi
terjadinya edema.

1.Edema dan asites
2.Hepaty enchelopaty
3.Hepatorenal syndrom
4.Hhypersplenism
5.Kanker hati(hepatocellular carcinoma)

Diet Dengan gizi yang adekut untuk mengurangi
beban metabolik pada hati
Igesti Alkohol harus dihentikan
Pasien Harus beristirahat yang cukup
Dilakukan Penatalaksaan terhadap komplikasi gagal
hati.
Pembatasan diet garam dan antik deuretik yang
diresepkan untuk kontrol ansietas dan edema
dengan menerapkan terapi paracentesis.
Pada Pasien sirosis umunya dilakukan pemeriksaan
dan perawatan kerumah sakit dengan pengawasan
keseimbangan cairan,status mental,pemberian gizi
yang cukup, dan perawatan dari medis seperti
pemberian anti deuretik,anti biotik, steroid tiamin,
asitilistein dan pentosifylline .


Pemeriksaan maskerserologi pertanda
virus
Pemeriksaan kadar gula darah
Pemeriksaan CHE
Albumin.
pemeriksaan darah
Pemeriksaan AFP
Pemeriksaan jasmani
Pemeriksaan penunjang seperti
:USG,CT-scan,ERCP,Aniografidan
Esofagoskopi.

Terapi pengobatan pada penderita sirosis hepatis
yang disebabkan oleh hepatitis C Untuk penderita
hepatitis C pengeobatanya: (INF dan RBV).
Untuk HVB dan HVC pengobatanya : (INFdan RBV.
Obat jenis lain
(lamivudin,tenoforin,telbivudin,dan dipivoxil)
Terepi dilakukan 4-6 bulan dengan dosis
800mg-1400mg perhari untuk gol nukleotida
oral,dan obat parenteral 3xseminggu dengan
volume 0,5ml atau 10 tetes.

1.PENGKAJIAN:
Pengkajian riwayat kesehatan:
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit terdahulu
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat psikologis

Pemeriksaan fisik
Inpeksi
Palpasi


Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan anoreksia
Volume cairan berlebih berhubungan dengan
gangguan metabolik regulasi kelebihan natrium
Intolerasi aktifitas berhubungan dengan kelemahan
otot
Gangguan citra tubuh berhubungan dengan
perubahan fisikologis seperti asites,edema,ikterik
dan ginekomatsia.
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan
pembentukan edema
Nyeri berhubungan dengan proses infeksi yang
ditandai dengan klien mengelu nyeri pada perut

2.Volume cairan berlebih berhubungan dengan gangguan
metabolik regulasi kelebihan natrium

Kriteria hasil :
Volume cairan tubuh normal
Tidak adanya asites pada abdomen
Tidak adanya edema

b.intervensi :
Mengobservasi keadaan umum pasien
R/Keadaan umum pasien lemah
Mengukur intake dan output nutrisi pada pasien setiap
hari
R/ Pasien mau diukur intake dan output nutrisi setiap hari

Menganjurkan pasien utuk tira baring bila asites
R/Pasien mau tirah baring
Batasi pemberian natrium dan cairan sesuai dengan
indikasi
R/Pemberian natrium dan cairan pada pasien dibatsi

1.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan anoreksia
Kriteria hasil :
Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Menunjukan peningkatan nafsu makan

Intervensi :
Diskusikan tentang pentingnya nutrisi bagi klien
R/Nutrisi yang baik dapat mempercepat proses penyembuhan
Anjurkan klien makan porsi sedikit tapi sering
R/Peningkatan tekanan intra abdominal akibat asites menekan saluran Gl dan menurunkan
kapasitasnya.
Batasai cairan 1 jam sebelum dan sesudah makan
R/Cairan dapat menurukan nafsumakan dan masukan
Pertahankan kebersiahan mulut
R/Akumulasi partikel di mulut dapat menambah bau dan rasa tidak sedap yang dapat
menurunkan nafsu makan
Batasi konsumsi makanan maupun cairan yang tinggi lemak
R/Kerusakan aliran empedu mengakibatkan malabsorbsi lemak
Pantau intake sesuai dengan diet yang telah di sediakan
R/Untuk mencukupi intake yang adekuat


4.Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan otot

Kriteria hasil:
Klien dapat beraktifitas sesuai dengan batas toleransi
Menunjukan adanya peningkatan dalam beraktifitas

Intervensi :
Kaji TTV sebelum beraktifitas
R/Stabilitas fisiologi sangat penting untuk menunjukan
tingkat aktifitas individu
Jelaskan pola peningkatan aktifitas seperti posisi
duduk,posisi bagun dari tempat tidur,dan belajar berdiri
R/Kemajuan aktifitas bertahap mencegah peningkatan tiba
tiba pada kerja jantung
Berikan bantuan sesuai dengan kebutuhan mandi,makan
berpakaian dan eliminasi
R/Teknik penghemat energi dapat menurukan
penggunaan energi
4.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan
perubahan fisikologis seperti aites,edema,ikterik dan
ginekomatsia.

Kriteria hasil:
Klian dapat menerima perubahan fisiologis tubuhnya
Paien dapat bersosialisasi dengan normal

Intervensi:
Berikan pengertian kepada klien mengenai
penyakitnya dan akibat dari penyakitnya
R/Agar klien dapat menerima dan memahami
penyakitnya
Diskusikan informasi yang jelas dengan klien tentang
penyakitnya
R/Mengekpresikan pengertian mengenai proses
penyakit yang di alami




TERIMAKASIH