Anda di halaman 1dari 8

IMAN DAN TAQWA

DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT


Oleh: Prof. DR. K. H. Achmad Mudlor SH.
!. Pe"#a"$ar
Karangan ilmiah ini berjudul Iman
Dan Taqwa Dalam Perspektif Filsafat.
Untuk menganalisis judul ini perlu
dijelaskan terlebih dahulu bahwa Iman
danTaqwa adalah dua unsur agamis ang
esensiil dari suatu agama dan tidak
mungkin terlepas dari pembahasan filsafat!
khususna filsafat agama aitu membahas
masalah agama dari segi filsafat.
Filsafat agama dalam pandangan
berbagai fil"s"f bukanlah pembahasan
filsafat se#ara bebas! tetapi ia membahas
agama dari segi aspek filsafat dengan titik
t"lak ang tertentu. Karena agama itu
berma#am$ma#am ped"man dan
landasanna! maka sudah barang tentu
landasan ang dipergunakan sebagai titik
t"lak pembahasan tulisan ini adalah ajaran
Islam.
%andasan berfilsafat adalah akal
bukan wahu! "leh karena itu dalam
sejarah filsafat terdapat fil"s"f ang
beriman dan ada pula fil"s"f ang kufur
ang hana per#aa pada pengetahuan
indra ang didukung "elh akal! terutama
f"lis"f ang beraliran meterialistisme.
&ebenarna antara berfikir fil"s"fis
dan berfikir religius mempunai titik mulai
ang sama! keduana mulai dengan
per#aa. Dalam filsafat dimulai dengan
per#aa pada kemampuan akal! sedangkan
dalam agama dimulai dengan per#aa pada
ketetapan wahu. 'enurut agama Islam!
Iman diartikan se#ara sederhana adalah
keper#aaan! sedangkan dalam filsafat
agama Iman tersebut dipahami se#ara
radikal.
Dalam menghadapi keper#aaan
kepada kebaradaan Tuhan! setiap manusia
atau setiap agama mempunai k"nsep ang
berlain$lainan tentang apa ang dinamakan
Tuhan. 'isalna Plat" sering menebut
Tuhan dengan kata (The )""d*! aitu
Tuhan angb baik! tetapi dia tidak pernah
menebut Tuhan ang hidup (+he %i,e*.
-agi .rist"teles! bahwa keper#aaan
terhadap adana Tuhan adalah kepe#aaan
kepada adana /at ang memberi arti
kepada alam! tetapi Tuhan ang tidak dapat
kita hubungi! artina bukan Tuhan ang
dapat kita sembah dan kita mintai. Tuhan
menurut .rist"teles merupakan it bukan
he. Tuhan menurut keper#aaan agama
greek adalah Tuhan an dianggab
mempunai hubungan dengan masalah
ker"hanian atau suatu kekuatan dalam
dunia spiritual. Kita sedikit agak setuju
Tuhan seperti ang dikemukakan Pas#al!
aitu Tuhanna 0abi Ibrahim! 0abi Ishak!
0abi +a1qub! sebab Tuhan ditambah
predikat 0abi$0abi ang diakui "leh
agama Islam! sekalipun sifat$sifat Tuhan
tidak disebutkan. Tuhan ang dibahas
dalam tulisan ini adalah Tuhan ang diberi
predikat 22 asmaa1ul #husna.
Iman dan taqwa dalam judul diatas
bukan merupakan kesatuan ang utuh! akan
tetapi antara keduana merupakan dua
pengetahuan ang mempunai hubungan
ang erat sekali. Tinggi rendahna nilai
keimanan berpengaruh besar terhadap
tinggi rendahna nilai ketaqwaan.
&edangkan tinggi rendahna nilai
ketaqwaan sebagai bukti nilai kebenaran
nilai Iman ang dimiliki. 3leh karena itu
makalah ini perlu sekali terlebih dahulu
memnbahas pengertian iman dan taqwa
serta hubungan antara keduana.
&etiap lubuk hati manusia tidak
b"leh k"s"ng dari p"tensi keper#aaan.
Dalam filsafat ilmu ini ia sebagai alat tahu.
Tidak per#aa terhadap adana sesuatu
berarti per#aa bahwa sesuatu itu tidak ada.
Usaha fil"s"f untuk menjelaskan seluruh
kenataan se#ara tuntas ternata masih ada
sesuatu sisa ang tidak dapat dijelaskan
ang berperan besar terhadap kehidupan
manusia. &isa ini "leh 4erbert &pen#er
diberi istilah The great of imknowable ang
harus diterima dengan sikap per#aa atau
tidak per#aa. -ahkan dalam kehidupan
manusia sering dihadapkan dengan sesuatu
misteri ang tersembuni dibalik gejala$
gejala! bahwa dibalik segala sesuatu ang
terpaksa harus diper#aa. 4al ini
mend"r"ng untuk dibahas se#ara radikal
"leh berbagai fil"s"f ang tekun dengan
filsafatna. 3leh karena itu dari sisi ini
perlu dibahas tentang peran iman dalam
meningkatkan amal ketaqwaan.
Dalam agama Islam iman
mempunai peran dan pengaruh ang besar
terhadap penghidupan manusia dialam
semesta ini! baik dalam segi hubunganna
dengan Tuhan dan dan sesama manusia
maupun hubunganna dengan alam fisika
dan metafisika. 5ilian 6ames se"rang
fil"s"f kelahiran 0ew +"rk dengan te"ri
d"gmatisna telah membahas masalah$
masalah agama! khususna tentang iman
kepada .llah. 6ames tidak mempers"alkan
tentang kebenaran keper#aaan$
keper#aaan dalam agama! tetapi ang
dipers"alkan adalah hasil menjadikan
agama sebagai ped"man hidup. -agina
kalau keper#aaan atau ide$ide agama itu
memperkaa hidup maka itu adalah benar.
Kalau ada anggapan ang dapat menjadi
dasar suatu hidup ang baik! maka
sebaikna per#aa terhadap anggapan itu.
Kalau harus memilih antara anggapan ang
berbeda maka harus berfikir dari titik akhir.
Perspektif tentang manusia dan dunia
dengan .llah menggambarakan masa
depan ang lebih baik dan sesuai dengan
keinginan kita dari pada perspektif tanpa
.llah. Perspektif pertama lebih berguna!
maka lebih benar. Dari sisi ini maka perlu
dibahas pengaruh iman terhadap kahidupan
manusia.
6adi makalah ang berjudul Iman
dan Taqwa dalam Perspektif Filsafat
dibatasi pembahasan sebagai berikut.
Iman dan taqwa serta hubungan
anatara keduana
Peranan iman dalam membentuk
ketaqwaan
Pengaruh kekuaatan iman
terhadap kehidupan indi,idu dan
masarakat.
Tiga rumusan tersebut akan dibahas
dalam tulisan ang singkat dan kesempatan
ang terabatas. 0amun sem"ga memenuhi
hajat bagi para pemba#a dan dapat
dijadikan pandangan untuk membahas
ang lebih luas.
7. Ima" da" $a%&a 'er$a hu(u"#a"
a"$ara )edua"*a
Iman dan taqwa adalah dua unsur
p"k"k bagi pemeluk agama. Keduana
merupakan elemen ang penting dalam
kehidupan makhluq manusia dan sangat
erat hubunganna dalam menentukan nasib
hidupna serta memiliki fungsi ang urgen.
'enurut ahli hukum! iman itu hana
sekedar pengakuan suatu makna ang
terkandung dalam lubuk hati! menurut para
te"l"g! iman itu adalah keper#aaan ang
tertanam dalam lubuk hati dengan
keakinan ang kuat tanpa ter#ampuri "leh
keraguan dan berperan terhadap pendangan
hidup atau amal perbuatan sehari$hari.
&edangkan menurut berbagai fil"s"f! iman
diartikan lebih jauh dari lafid/ dan makna
serta tidak terikat dengan dalil$dalil
ap"l"gis. 'isalna Karl Te"d"r +"eper
se"rang fil"s"f 6erman mengetengahkan
istilah iman falsafi ang uni,ersil ang
berlaku untuk semua /aman dan
kebudaaan. Isi iman falsafi bagina!
bahwa .llah itu ada! manusia harus mampu
memilih memilih ang baik se#ara tak
bersarat! dunia tidak merupakan kenataan
terakhir dan bahwa #inta kasih manusia
merupakan suatu bukti adana .llah.
&emua pengertian$pengertian ang
dikemukakan diatas pada dasarna
menunjukkan! bahwa iman itu berperanan
dan berpengaruh terhadap tindak laku
manusia dalam segala aspek kahidupan
manusia.
'enurut fil"s"f islam Imam )h"/ali
bahwa iman itu berkaitan dengan hal$hal
ang bersifat spiritual atau batin! dimana
hati dapat menangkap iman dalam
pengertian hakiki melalui kasaf ang
diper"leh berkat pan#aran sinar Ilahi
padana. Dalam kesempatan lain beliau
menegaskan! bahwa arti iman adalah
pengakuan ang kuat tidak ada pembuat
(faa`il) selain .llah. 'akna iman ang
dikemukakan ini menimbulkan pr"blema
metafisis! diantarana membatasi sebab
pembuat (illah faa`iliyah) hana kepada
.llah! manafikan kebebasan berikhtiar dari
manusia serta penerahan diri (tawakkal)
kepada$0a. Pemikiran Imam )h"/ali ini
disebut dengan istilah tauhid! sebab artina
keimanan itu tidak b"leh menghubungkan
sebab tersebut kepada selai .llah. Dialah
pembuat satu$satuna dan selain$0a
hana sekedar washilah (perantara*.
4ukumna perantara itu dalam tinjauan
filsafat juga sebab! namun sebab p"k"k.
-agi Imam )h"/ali iman itu bukan
lawan dari sirik! tetapi peng$8saan kepada
Kh"liq (Pen#ipta*. 3leh karena itu bagi
"rang ang meng$8sakan .llah harus
bersikap tawakkal. Tawakkal bukan berarti
maniadakan ikhtiar! tetapi maniadakan
kebebasan berikhtiar! karena dalam
tawakkal manusia berkesempatan untuk
kasab (berusaha*. -ahkan dengan tawakkal
itu dapat mengenal hakekat ikhtiar dan
sekaligus dapat mengetahui nilai dan
kualitas iman. Iman ang sebenarna harus
membuahkan tawakkal! sehingga dapat
memper"leh ridh" .llah. Dalam kitab su#i
dikemukakan! bahwa 0abi 4ud! 0abi
'usa dan tang laina telah menjadikan
tawakkal sebagai benteng kekuatan
bertaqwa dalam menghadapi kaumna. Ini
semua menunjukkan! bahwa antara iman
dan taqwa saling berpengaruh dalam
membentuk membentuk manusia
berkepribadian luhur.
Iman menurut pemikiran Imam
)h"/ali diatas mengandung implikasi ang
sangat luas. Diantarana sekaligus sebagai
garis pemisah terhadap pandangan "rang
ang mengingkari wujud dibalik materi!
men"lak dengan tegas faham p"l"tisme!
atheisme! animisme! dan lainna.
Penafsiran sebab tauhid sebagaimana ang
telah diterangkan "leh Imam )h"/ali tidak
dapat disamakan dengan penafsiran sebab
ang dengan dikemukakan "leh
.rist"teles! sebab .rist"teles tidak
bermaksud dengan k"nsepna itu
menafikan sebab material. )erak alam ini
dipandang "lehna sebagai gerak tujuan
(illah gh"ah* aitu Tuhan adalah tujuan
ang menjadi arah gerak alam! sedangkan
Imam )h"/ali menafsirkan .llah
penggerak satu$satuna. Dialah pen#ipta
segala sesuatu! pen#ipta abs"lut
sebagaimana ditegaskan "leh wahu$0a.
Pada umumna pada fil"s"f ang
tidak mengenal ide$ide agama! maka dalam
filsafat ketuhanan perlu berpendirian!
bahwa permulaan alam hana sebagai
pengatur dan penusun materia in prima
(materi pertama* sebagai Tuhan sendiri.
Pengertian pengatur dan penusun lebih
menunjukkan keterampilan daripada
pen#ipta. Pendirian mereka menjadikan
wujud keseluruhanna tersusun dari sebab
akibat. Tuhan dan materi tunduk di bawah
hukum kemestian (nesessit*.
6adi kenataan isi dari iman antara
fil"s"f murni dengan fil"s"f ang
mengakui ide$ide agama! khususna Islam
jauh berbeda! sehingga k"nsekuensina
dalam pembentukan kepribadian luhur dan
p"la pikir dalam mengarungi kehidupan
ditengah$tengah masarakat akan terjadi
perbedaan juga. Disini tampak dengan
jelas! bahwa sila pertama dari Pan#asila
sebagai asas tunggal bermasarakat dan
bernegara tidak sama dengan keper#aaan
para fil"s"f ang tidak mengenal agama
dalam memper#aai keberadaan Tuhan.
Tuhan dalam Pan#asila adalah Tuhan +ang
'aha 8sa! Pen#ipta alam semesta!
Penagsih! Penaang! dan sebagaina
seperti dijelaskan "leh ajaran agama
khususna ajaran Islam. Pemikiran
ketuhanan ang terkandung dalam
Pan#asila ternata berpengaruh besar
dalam merumuskan Tujuan Pendidikan
0asi"nal! Ped"man Pengahaatan dan
Pengamalan Pan#asila dan aturan$aturan
ang lain di 0egara kita ang hampir
kesemuana mengandung n"rma$n"rma
luhur.
Fil"s"f$fil"s"f Islam! baik
'u1ta/ilah maupun .hli &unnah
berpendapat bahwa hukum beriman kepada
.llah adalah wajib karena iman itu dapat
diharapkan terbentuk masarakat ang
bertaqwa. 'ereka berselisih tentang dasar
terjadina kewajiban itu dari agama! sebab
akal tidak mengenal hukum wajib. .kal
hana mengenal tepat dan tidak tepat!
sesuai dan tidak sesuai! benar dan salah.
.bu 'ansur 'aturidi dan pemikir .hli
&unnah memberikan penelesaian
k"ntradiksi tersebut dengan penegasanna
bahwa dasar kewajiban beriman itu dari
agama dan dapat difahami kebenaranna
"leh akal.
Taqwa itu pada prinsipna adalah
amal batin atau lahir! baik ang bersifat
mengikuti perintah Tuhan maupun amal
ang berbentuk menjauhi larangan Tuhan.
+ang menjadi pr"blema apakah unsur amal
itu menjadi sarat iman! dengan
pengertian! bahwa apakah tanpa amal
sese"ran tidak dianggap beriman.
'a"ritas ahli pikir 'u1ta/ilah dan
Kh"warij berpendirian! bahwa amal adalah
rukun iman. Iman sese"rang tidak dapat
diterima tanpa amal dengan argumentasi!
bahwa kalimat Innal lad/ina .manuu
dalam firman .llah selalu diiringi kalimat
wa .milush sh"lihahat atau kalimat lain
ang maksudna sama. Tetapi menurut ahli
pikir .hli &unnah! bahwa amal bukan
sebagian rukun iman dengan alasan! bahwa
apabila amal termasuk rukun iman berarti
Iman dan Islam merupakan satu kesatuan
ang tidak terpisah! sedangkan berdasar
penjelasan 4adist antara keduana
berlainan! dimana 6ibril bertana kepada
0abi 'uhammad &.5 tentang apa rukun
Iman dan rukun Islam. 'asing$masing
dijawab dengan jawaban ang berbeda.
-agi ahli pikir .hli &unnah kalimat
.llad/ina .manu memang selalu diikuti
kalimat wa amilush sh"lihat ini menurut
analisa bahasa bahkan menunjukkna
perbedaan! sebab 5au .thaf disitu
menunjukkan perbedaan (Taqtadli
'ugh"arah*. .rtina iman itu bukan amal
dan amal itu bukan iman. 4al ini sama
dengan kalau "rang ang makan telah
pergi. Ini menunjukkan! bahwa berkata itu
bukan makan dan makan itu bukan berkata.
Tetapi ahli pikir .hli &unnah mengakui
bahwa antara keduana mempunai
pengaruh ang erat sekali. .pabila antara
dua pendapat tersebut diatas
dik"mparasikan maka pendapat ahli pikir
.hli &unnah lebih kuat argumentasina.
&ebab manakala amal itu termasuk rukun
iman dan iman tidak diterima tanpa amal
sh"leh! maka alangkah sedikitna "rang$
"rang ang masuk surga. Dalam pada itu
dikemukakan "leh suatu hadits! bahwa
akan keluar dari neraka siapa saja ang
didalam lubuk hatina teradapat sedikit
dari iman. 4adits ini menunjukkan "rang
ang beriman tanpa amal bagaimanapun
akan masuk surga sekalipun sangat lama
sekali merasakan neraka.
+. Pera"a" Ima" dalam mem(e"$u)
amal )e$a%&aa"
Peranan iman tidak dapat terhitung
jumlahna. +ang tidak diketahui lebih
banak dari pada ang diketahui. -ahkan
perananna dalam dunia metafisika sedikit
sekali ang dapat dijelasakan.
Iman adalah sesuatu ang
tersembuni dalam jiwa ('a waqar" fil
qalbi*. -erdasarkan eksperimen sebagian
besar ahli jiwa berkesimpulan! bahwa iman
kepada .llah termasuk "bat ang manjur
untuk menembuhkan penakit jiwa atau
menghilangkan gangguan jiwa.
Kesimpulan inin diperkuat "leh fil"s"f$
sil"s"f besar diantarana Fran#is -a#"n!
5illiam 6ames! Kierkeg""r dan lain$lain.
'enurut fil"s"f Islam 6amaluddin
.lafgh"ni! bahwa iman kepada .llah
menumbuhkan keteguahan pendirian dalam
menghadapi kesulitan dan bahaa! bahkan
mampu untuk membentuk kerelaan dan
meninggalkan kemewahan hidup!
manakala ada seruan untuk bejuang dijalan
.llah. Keteguhan pendirian tersebut
menjadikan kekuatan ang sangat teguh
walaupun bahtera kehidupanna ter"mbang
ambing "leh "mbak dari segala penjuru.
Kekuatan tersebut sekalipun merupakan
pendirian setiap indi,idu! namun menjadi
kekuatan masarakat dan bangsa.
Pemikiran 6amaluddin ini sejalan dengan
keper#aaan fil"s"f Plat"! bahwa suatu
bangsa tidak dapat menjadi kuat! ke#uali
bila ia per#aa kepada Tuhan! sekedar
kekuatan alam atau sebab pertama atau
elan ,ital! ang tidak berupa pers"n! jarang
sekali dapat berhasil mengilhamkan
harapan! pengabdian atau peng"rabanan.
.kan tetapi Tuhan ang hidup dapat
berbuat semua ini. Kedua pemikiran
tersebut menunjukkan! bahwa peranan
iman adalah menumbuhkan kekuatan
pendirian.
Telah disepakati "leh semua ilmuan!
bahwa manusia adalah makhluk s"sial
tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan
kerjasama angg"ta masarkat. Kerjasama
tidak akan langgeng tanpa adana aturan
atau hukum atau undang$undang ang
mengatur hubungan untuk mematuhi hak
dan kewajiban masing$masing angg"ta
masarakat. Untuk merealisasina sangat
membutuhkan pendukung atau kekuatan.
Kekuatan pemerintah hana dapat
men#egah pelanggaran ang nata dan
dapat dibuktikan. &edangkan para hakim
ang berstatus penegak hukum sering
dikuasai "leh hawa nafsuna. 'aka untuk
menghadapi kejahatan atau kekejaman
ang terselubung membutuhkan kekuatan
ang mampu mengendalikan nilai hukum
dan n"rma$n"rma luhur. 4ampir semua
ahli$ahli agama mengakui! bahwa iman dan
taqwa berperan sebagaikekuatan
pengeandali hawa nafsu untuk menegakkan
n"rma dan nilai tersebut.
3rang ang beriman kepada .llah
mempunai rasa atau kesadaran tentang
kelamahan dan kekuranganna. Kelamahan
dan kekurangnna ini dapat menimbulkan
sifat menerah kepada .llah ang diimani.
4al ini Islam mengakui berdasarkan
wahuna! menurut Th. &teinbu#hel!
bahwa dalam keper#aaan kepada Tuhan!
manusia mempunai rasa enfurcht und
mertven (rasa h"rmat dan menerah dengan
per#aa*. Dalam Islam pengaruh iman
diantarana rasa tawakkal (.li Imr"n9
:;<*. Tawakkal dalam tinjauan tasawuf ini
harus seiring dengan kesabaran.
Keberhasilan manusia tidak mungkin
sepenuhna dari usaha sendiri. &edangkan
ke#il dan tidakna ditentukan "leh berbagai
fakt"r diluar kemampuanna. Fakt"r$fakt"r
itu adalah sebab keberhasilan. -anak
akibat ang sebabna berma#am$ma#am
dan sebalikna! banak sebab ang
akibatna berma#am$ma#am. -anak
akibat ang sulit diketahui sebabna dan
banak sebab ang sulit diketahui
akibatna. Dalam situasi diatas sikap
tawakkal sangat diperlukan. Iman ang
kuat mempunai peran untuk menimbulkan
tawakkal. Dari sini manusia akan
mengetahui hakekat usahana.
3rang beriman mempunai tekat
untuk berbuat baik. Kalau kita pinjam
istilah fil"s"f dari 'a= &#heler ialah
5"llen de Tuns (0iat untuk berbuat*.
Kalau kita menukil istilah wahu adalah
1a/am atau iradatun jaa/imatun (kehendak
ang sudah pasti*. 3leh 'a= &#heler
dinatakan! bahwa kesiapan ang
fundamental ini disebut tekad! sebab
didalamna terdapat keberanian dan
tanggung jawab. 'emang menegakkan
n"rma ang luhur itu membutuhkan
keberanian. 'enurut ajaran wahu disebut
tekat menegakkan ang haq itu bukan
did"r"ng "leh hawa nafsu! kepentingan
pribadi dan g"l"ngan! akan tetapi did"r"ng
"leh pikiran ang su#i ang tumbuh berkat
kekuatan iman. Karena itu mereka tidak
takut menghadapi penegak$penegak
kebathilan! karena akin! bahwa
pelindungna adalah .llah.
'anusia menurut mandangan 'a=
&#heler memiliki tiga suasana (sphare*!
aitu suasana keindraan! suasana ,ital dan
suasana r"hani. Dengan tiga suasana ini
maka dapat dibedakan tiga ma#am peranan
(gepuhle*. Perasaan keindraan adalah rasa
seperti enak! pahit dan sema#amna. >asa
,ital ada dua #abang aitu! rasa kehidupan
jasmani (lebengepuhle* seperti lelah dan
segar bugar! dan rasa kejiwaan (seeli#he$
gepuhle* seperti apabila "rang ang berkata
bingung! aku sedih dan aku susah.
Kemudian ang ketiga adalah rasa r"hani!
misalna bahagia dan damai. Disini badan
tidak tersangkut. 3rang ang sedang
sedang menderita tubuhna bisa juga
merasa bahagia. Diantara tiga nilai diatas
nilai r"hani lebih atas. &edangkan .llah
menurut &#heler sebagai 'aha 0ilai.
-agina menerah kepada .llah tidak
kehilangan nilai! melainkan bertambahna
nilaina.
'enurut ajaran wahu "rang
mu1min ang sebenarana ialah "rang #inta
tertinggina diarahkan kepada .llah
(.saddu ?ubban %illah*. -ahkan menurut
wahu manusia dian#am "leh .llah
manakala #intana kepada .llah tidak
diatas segala ma#am #inta. ?inta ang
tinggi ini menjadi dasar semua #inta kita.
'anakala manusia beriman salah satu jenis
ke#intaanna gagal arau tidak terpenuhi!
maka tidak akan merusak kebahagiaan
hidup asal #inta tertinggina tetap
ber#"k"l. Uraian diatas dapat dirumuskan!
bahwa iman ang k"k"h berperan
menumbuhkan rasa #inta kepada .llah dan
sekaligus berperan menumbuhkan
kebahagiaan hidup.
Uraian diatas dapat disimpulkan!
bahwa peran iman! diantarana
menghilangkan gangguan jiwa!
menumbuhkan keteguahan pendirian!
menumbuhkan kekuatan pengendali hawa
nafsu! menumbuhkan tawakkal!
men#iptakan tekat berbuat baik dan
berperan men#iptakan rasa #inta dan
bahagia.
8nam ma#am peranan tersebut
hana merupakan peranan ang asasi
se#ara minim akan tumbuh pada "rang$
"rang ang benar$benar beriman. T"talitas
peranan tersebut se#ara integral dapat
menumbuhkan ketaqwaan dalam
hkehidupan manusia! baik sebagai makhluk
indi,idual maupun k"letif. &edangkan
gambaran rin#i tentang pr"ses peranan
iman ang menumbuhkan ketaqwaan
sebagai berikut! aitu gambaran singkat
sebagai perspektif filsafat agama terhadap
iman dan taqwa.
'anusia adalah makhluk ang
membutuhkan keselamatan! bukan untuk
sekedar beberapa tahun! namun untuk
selama$lamana. -ukan keselamatan fisik
berupa kesehatan saja! namun juga
keselamatan r"hani berupa ketenangan
jiwa. Disini iman berperan untuk
melenapkan semua gangguan jiwa. %ebih
dari pada itu ia juga membutuhkan
keselamatan dalam arti ang tinggi.
Keselamatan dalam artian ini menurut
wahu adalah kebahagiaan didunia dan di
alam baka.dalam hal ini dibutuhkan
peranan iman berupa men#iptakan tekat
berbuat baik bersama$sama peranan iman
ang lain ang berfungsi se#ara integral.
Keberhasilan keselamatan manusia tidak
berkat usaha sendiri! namun masih
tergantung dengan lainna! karena
realitasna dia sebagai suatu titik ang
ke#il terletak dalam suatu k"sm"s ang
maha besar dan tidak terhingga. -ahkan
dalam kemerdekaanna dia masih terikat.
3leh karena itu dia membutuhkan
dukungan sesamana dan dukungan
lingkungan. Tetapi ternatab tidak
semuana mendukung! bahkan menjadi
penghambat dan perintang! karena masing$
masing mempunai keinginan dan
kemampuan ang berbeda. Peranan iman
berupa tumbuhna keteguhan pendirian
dan kekuatan pengendalian hawa nafsu
mutlak dibutuhkan. &udah barang tentu
tidak semua keselamatan berhasil dengan
memuaskan bahka sering terjadi kegagalan.
Dalam situasi ini tidak akan terjadi
keputusasaan sebab sifat iman ang
sebenarna berperan menumbuhkan sifat
tawakkal. -aik berhasil maupun gagal tetap
bersukur sebab iman ang sesungguhna
menumbuhkan rasa #inta dan bahagia
dalam situasi apapun. Demikian gambaran
pr"ses integral peranan$peranan iman ang
mampu menumbuhkan ketaqwaan ang
didambakan "leh kejaaan bangasa dan
negara.
,. Pe"#aruh )e)ua$a" -ma" $erhada.
)eh-du.a" -"d-/-du da" ma'*ara)a$
&ebagaimana peranan iman ang
jumlahna sulit dihitung demikian juga
pengaruhna! dimana ang tidak diketahui
lebih banak. %ebih sulit lagi apabila
dianalisis pengaruh iman terhadap hal$hal
bersifat metafisik.
5illiam 6ames! se"rang guru besar
dalam ilmu filsafat di 4ar,ard Uni,ersit
berpendapat! bahwa pengaruh keimanan
menumbuhkan keberanian! semangat!
berpengharapan! menghilangkan perasaan
takut serta keluh kesah! memberikan
perbekalan hidup ang berupa #ita$#ita dan
tujuan hidup! menimbulkan dihadapanna
lapangan kebahagiaan dan alam subur
ditengah$tengah gurun kehidupan.
Dr. Paul 8rneet .d"lf se"rang guru
besar pada Uni,ersitas &aint 6"nes dan
angg"ta himpunan ahli bedah .merika
berpendapat bahwa ilmu ked"kterran dan
ilmu keper#aaaan kepada .llah &5T
keduana patut menjadi landasan untuk
membangun filsafat m"dern.
&ebenarna banak sekali fil"s"f$
fil"s"f dan #endekiawan ang mengakui
adana pengaruh p"sitif dari iman!
misalna 'a= &#heler! fil"s"f 6erman! Karl
fil"s"f 6erman! Karl "spers se"rang fil"s"f
eksistensialisme! 6. Kant fil"s"f dari >usia
ang terkenal dengan te"rina k"pernikan
ke subek dan fil"s"f$fil"s"f lain ang
terkenal. Pemikiran para fil"s"f dan
#endekiawan tersebut pada umumna tidak
se#ara jelas diterangkan pr"ses terjadina
pengaruh tersebut! sehingga sulit untuk
diterima "leh ahli$ahli pikir lainna.
'isalna watak dasar manusia
adalah eg"isme. 5atak inilah ang sering
menimbulkan permusuhan! perampasan
hak "rang lain! penguasaan dan lain
sebagaina. 0amun iman ang
mengandung ajaran s"#ial dan susila
mampu menumbuhkan perdamaian dan
kedamaian di tengah$tengah kehidupan
ang saling bermusuhan.
Dalam wahu ditetapkan! bahwa
manusia itu mempunai ke#enderungan
akeduniaan tanpa suatu ped"man dan batas
merupakan biang p"k"k timbulna
kerusakan masarakat. 0amun disamping
itu keimanan mampu mengendalikan dan
men"lak ke#enderungan itu! karena iman
mengandung ajaran tentang batas
diperb"lehkanna men#intai keduniaan!
aitu selama tidak menimbulkan kerusakan
dan bahaa bagi kehidupan masarakat.
&ejak dahulu kala sampai sekarang!
khususna dalam era gl"balisasi banak
sekali kegiatan$kegiatan negati,e ang
tejadi di suatu 0egara. Pemerintah dengan
undang$undangna dan hukuman terpaksa
mundur dan tidak mampu menelesaikan
kebiaaan negati,e tersebut. Ternat
kekuatan iman ang memilki pengaruh
melumpuhka kebiasaan ang tidak dapat
dihadapi "leh kekuasaan dan kekuatan
lahir.
Pegaruh ekuatan iman melahirkan
akhlak dan m"ral ang luhur dalam
kehidupan manusia! seperti jujur! adil dala
segala situasi! diu#apkan kebenaran
walaupun terasa sangat berat! ditegakkan
kebenaran sekalipun berakibat merugikan
dirina dan keluargana! bersikap adil
terhadap lawan sebagaimana bersikap adil
di tengah$tengah kawan! masih banak lagi
n"rma$n"rma luhu ang di#etuskan "leh
kekuatan iman. 3leh karena sangat patut
sekali apabila dinatakan bahawa iman dan
taqwa adalah kun#i pengalaman nilai$nilai
luhur.
Dengan kun#i iman ang
menentukan damai atau perang! aman atau
ka#au! hidup atau mati! tentram atau
gelisah! mujur atau malang! kuat atau
lemah! halal atau haram! dan sebagaina.
3leh karena itu keper#aaan tentang
keesaan Tuhan tidak saja merupakan akibat
dai terutusna nabi 'uhammad saw! tapi
juga menjadi akibat p"k"k dan dasar
terutusna nabi$nabi semuana.
Perubahan jiwa sese"rang aau
masarakat merupakan suatu ref"rmasi
dala pandang filsafat. &etiap pembangunan
dan kebangkitan umat dalam situasi apapun
harus sejalan dengan ref"rmasi jiwa
tersebut. .pabla tidak sejalan maka usaha
pembangunan dan kebangkitan ummat itu
hana berupa ren#ana atau pr"gram
semata$mata.
>ef"rmasi jiwa bukanlah suatu hal
ang rinagn dilakukan! tetapi merupakan
suatu hal ang berat dan sulit! sebab
manusia merupakan makhluk ang dalam
dirina bertemu se#ara integral semua
sifat$sifat! baik p"sitif maupun negati,e
ang memerlukan media ang mampu
sebagai mekanisme spiritual ang
men"rmalisir sifat$sifat ang parad"k itu.
3leh karena itu wajar perubahan jiwa
manusia termasuk usaha ang sangat berat!
membendung aliran air ang dahsat dan
mengubah arah aliaranna! membuat
ter"w"ngan tanah dibawah laut merupakan
pekerjaan ang lebih ringan daripada usaha
mengubah jiwa dan pandangan hidup.
Tetapi ternata dalam pengalaman
sejarah pengaruh kekuatan iman ang
mampu men#iptakan perubahan jiwa
manusia dan menjadikan manusia dalam
bentuk baru! sehingga berubah juga
pandangan hidupna didua masa! aitu
masa di dalam keadaan kafir dan masa
didalam keaadaan beriman! maka jelaslah
bahwa dalam masa kedua itu bukan lagi
seperti dalam masa pertama! sekalipun
nama dan bentuk tubuhna berubah.
Kadang pengaruh iman terhadap
sese"rang terjadi se#ara drasti#! tanpa
memandang umur dan tingkat
penghidupan. &ering pengaruh tersebut
bertentangan dengan te"ri para psik"l"g!
dimana mereka menetapka te"rina! bahwa
keberhasilan pendidikan terikat "leh masa$
masa tertentu. 4al ini berbeda dengan
pengaruh iman! apabila iman telah
tertanam dalam jiwa sese"rang! maka iman
tersebut mampu mengubah jiwa dan
pandangan hidup. &emuana itu tidak
terbatas pada masa$masa tertentu! baik
masa remaja! dan masa dewasa maupun
tua.
Pengaruh iman terhadap jiwa bukan
suatu hal ang diragukan sebagaimana
dapat disaksikan pada fakta sejarah bangsa
arab. Pengaruh iman terhadap perubahan
jiwa tidak hana terjadi pada kehidupan
masarakat dan bangsa! namun juga terjadi
terhadap indi,idu! baik pria maupun
wanita! seperti terjadi pada se"rang laki$
laki bernama Umar bin Khattab dan
se"rang wanita bernama Khansa1. Ternata
pribadi keduana sebelum dan sesudah
beriman jauh berbeda. -erkat pengaruh
iman keduana menjadi hamba .llah ang
penuh taqwa dalam segala situasi dan
k"ndisi.
&em"ga tulisan singkat ini
bermanfaat bagi kita semua.
Penulis adalah d"sen Filsafat Islam
Fakultas Tarbiah I.I0 'alang.
0aha" (acaa"
.l$@ur1an wa al Ilmi al 4adits!
'usth"fa &h"diq .l >"fi1i.
Iha1 al 1Ulum al Din! .bu 4amid
'uhammad .l )h"/ali.
.l 'unqis min al Dl"lal! .bu 4amid
'uhammad .l )h"/ali.
.. '"dern Phil"s"ph "f >eligi"n!
4enr >egner.
.l 5ujud al 4aq! Dr. 4asan .l
4uwaid.
Per#ikan Filsafat! Pr"f. Dr. 0. Drijerkara
&.6.
Tarikh al 4ukama! .l @ifti.
-erkenalan dengan eksistensialisme!
Pr"f. Dr. Fuad 4asan.