Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING


Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Teori Belajar dan Pembelajaran
OLEH:
ELCE PURWANDARI (06032681318015)
DOSEN PENGAMPU: 1. P!". C#$%&'(&# D. D')(* MLS.* E+. D.
2. D. R',-&. J&).$++'.* M. P+.
PROGRAM S/UDI MAGIS/ER /EKNOLOGI PENDIDIKAN
0AKUL/AS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PASCASARJANA UNI1ERSI/AS SRIWIJA2A
2013
DA0/AR ISI
HALAMAN JUDUL Hal
DA0/AR ISI iii
1. PENDAHULUAN 1
1.1 Latar belakang 1
1.2 Rumusan masalah 2
1. Tujuan 2
2. PEMBAHASAN 2
2.1 !ebuah Konse" Tentang Bakat #$
%on&e"t o' $"titude(
2
2.2 Ren&ana Pembelajaran !e&ara
)ndi*idual #Individually Prescribe
Instruction(
+
2. Langkah,Langkah Di Dalam
Program #Steps In The Program(
+
2.+ Laboratorium Bahasa #Language
Laboratory(
-
2.. !ebuah %atatan /ntuk Pembelajaran
Ter"rogram #A Note On
Programmed Instruction(
10
3. PENU/UP 12
.1 !im"ulan 12
.2 !aran 1
DA0/AR RUJUKAN 1
ii
1. P).+&#$4$&.
1.1 L&5& B)4&6&.7
Tujuan guru mengajar adalah agar bahan 1ang disam"aikann1a dikuasai
se"enuhn1a oleh semua sis2a3 bukan han1a oleh bebera"a orang saja 1ang
diberikan angka tertinggi. Pemahaman harus "enuh3 bukan tiga "erem"at3
setengah atau se"erem"at saja. Mendasarkan hasil "elajaran "ada kur*a normal
berarti bah2a han1a sebagian ke&il saja dari anak,anak 1ang kita hara"kan da"at
memahami "elajaran kita se"enuhn1a. !ebagian besar sesungguhn1a tidak
menguasain1a.
Bila diinginkan hasil belajar "ada seluruh sis2a #tan"a ke&uali( da"at
men&a"ai tara' "enguasaan "enuh #Mastery(3 harus ditera"kan konse" belajar
tuntas #Mastery learning(. Dengan konse" ini3 bahan "engajaran dihara"kan da"at
disera" se&ara master1 oleh seluruh sis2a. Konse" tentang belajar tuntas "ada
dasarn1a meru"akan landasan bagi strategi belajar mengajar dengan "endekatan
indi*idual.
Belajar tuntas meru"akan sebuah kerangka ber"ikir dalam meren&anakan
rangkaian "embelajaran 1ang dirumuskan oleh J!#. B. C&!4 #1451( dan
B).8&('. B4!!( #1451(. Belajar tuntas 1ang diberikan dengan &ara menarik dan
lengka" akan memungkinkan sis2a men&a"ai tingkat "enguasaan 1ang
memuaskan dalam "elajaran di sekolah. Kar1a mutahir telah mem"ertajam ide
dan teknologi "embelajaran kontem"orer dimana mastery learning da"at
dilaksanakan.
Belajar tuntas #Mastery learning( meru"akan "roses "embelajaran 1ang
dilakukan dengan sistematis dan terstruktur3 bertujuan untuk mengada"tasikan
"embelajaran "ada sis2a kelom"ok besar #"engajaran klasikal(3 membantu
mengatasi "erbedaan,"erbedaan 1ang terda"at "ada sis2a3 dan berguna untuk
men&i"takan ke&e"atan belajar #rate of program(. Belajar tuntas dihara"kan
mam"u mengatasi kelemahan,kelemahan 1ang melekat "ada "embelajaran
klasikal.
1
1.2 R$($,&. M&,&4&#
Berdasarkan latar belakang di atas ada"un masalah 1ang akan dirumuskan
"ada makalah ini 1aitu3 bagaimana "enera"an model "embelajaran mastery
learning dalam "roses "embelajaran di kelas6
1.3 /$8$&. P).$4',&.
Berdasarkan rumusan masalah di atas3 maka tujuan dalam "enulisan makalah
ini 1aitu3 untuk mengetahui "enera"an model "embelajaran mastery learning
dalam "roses "embelajaran di kelas.
2. P)(9&#&,&.
2.1 S)9$&# K!.,): /).5&.7 B&6&5 (A C!.;):5 !" A:5'5$+))
Dasar teoritis ide mastery learning didasarkan "ada "ers"ekti' J!#. C&!4,<
tentang "engertian a"titude #bakat(. /mumn1a bakat di"andang sebagai sebuah
karakteristik 1ang berhubungan dengan "restasi belajar seorang sis2a #semakin
besar bakat 1ang dimiliki3 semakin memungkinkan ia untuk belajar(3 akan teta"i
di sini dia menemukan bah2a a"titude #bakat7"otensi( seorang sis2a dalam
bahasa tidak han1a mem"rediksi tingkat ketuntasan belajarn1a dalam 2aktu 1ang
ditentukan3 teta"i juga mem"rediksi jumlah 2aktu 1ang dibutuhkann1a untuk
belajar hingga men&a"ai tingkat ketuntasan tertentu. 8leh karena itu3 %arroll tidak
memandang a"titude sebagai "enentu tingkat ketuntasan belajar sis2a3 melainkan
dia mende'inisikan a"titude sebagai "engukur jumlah 2aktu 1ang di"erlukan
untuk mem"elajari satu tugas hingga men&a"ai tingkat standar tertentu dalam
kondisi "embelajaran 1ang ideal. !e&ara sederhana3 dia mengemukakan bah2a
jika masing,masing sis2a diberi 2aktu sesuai dengan kebutuhann1a untuk belajar
hingga tingkat ketuntasan tertentu dan dia menggunakan seluruh 2aktu 1ang
dibutuhkann1a itu3 maka dia da"at dihara"kan men&a"ai tingkat ketuntasan
tersebut. $kan teta"i3 jika sis2a tidak diberi &uku" 2aktu3 maka tingkat
ketuntasan belajarn1a adalah 'ungsi rasio antara 2aktu 1ang benar,benar
di"ergunakann1a untuk belajar dengan 2aktu 1ang dibutuhkann1a.
2
!ika" o"timis ini di1akini dimana semua sis2a3 akan mam"u untuk
menguasai materi "elajaran se&ara memuaskan asal ke"adan1a disediakan
sejumlah 2aktu 1ang &uku" memadai #kesem"atan untuk belajar(3 materi 1ang
&o&ok dan "embelajaran 1ang te"at. Dengan demikian bakat menjadi "anduan
utama sebera"a ban1ak 2aktu 1ang dibutuhkan oleh seorang sis2a dalam belajar.
Bakat juga memberi "anduan tentang bagaimana "embelajaran harus dilakukan
karena sis2a,sis2a 1ang memiliki bakat 1ang berbeda,beda akan belajar se&ara
e'isien jika disesuaikan antara ga1a mengajar dengan bakat 1ang dimilikin1a.
8leh karena itu masing,masing sis2a "erlu diberikan 2aktu 1ang &uku" untuk
sam"ai ke"ada tingkat "enguasaan 1ang dihara"kan. Dan bagi sis2a 1ang tidak
se"enuhn1a menggunakan 2aktu 1ang disediakan dan tidak sungguh,sungguh
dalam menggunakan 2aktu 1ang disediakan tidak akan men&a"ai hasil 1ang
dihara"kan. Dengan demikian tingkat "enguasaan dalam belajar akan ditentukan
oleh 2aktu 1ang digunakan dan kesungguhan dalam belajar3 terlebih,lebih jika
ditunjang oleh ga1a belajar 1ang &o&ok dengan kebutuhan mereka. !elaian itu
*ariabel lain 1ang turut ber"eran adalah ketekunan sis2a3kualitas
"embelajaran3kesesuaian bahan3 kemam"uan di dalam memahami materi serta
"enera"an "engajaran 1ang dikelola dse&ara baik. Bloom mentras'ormasikan
ketentuan ini ke dalam satu sistem dengan karakter sebagai berikut9
1( Penguasaan "elajaran3 dide'inisikan sebagai se"erangkat "en&a"aian tujuan
"engajaran di sekolah.
2( Materi "elajaran di"e&ah dalam unit,unit ke&il dan setia" unit itu disertai
dengan tujuan khusus 1ang harus di&a"ai sebagai bagian dari keseluruhan.
( Menentukan materi "elajaran dan memilih strategi mengajar.
+( Tia" unit diikuti dengan test diagnostik untuk mengukur kemajuan sis2a
#e*aluasi 'ormati'( dan mengidenti'ikasi masalah 1ang dihada"i setia" sis2a.
Melakukan um"an balik terhada" sis2a3 serta memberikan "enguatan.
.( Data 1ang di"eroleh dari tes 1ang dilakukan tadi digunakan untuk
memberikan "embelajaran tambahan "ada sis2a dalam membantu mengatasi
masalah,masalahn1a #Bloom3 14513 "". +5,:(.

;ika "engajaran disusun dengan &ara ini3 Bloom "er&a1a3 2aktu belajar bisa
disesuaikan dengan tingkat kemam"uan sis2a. !is2a 1ang kurang &erdas bisa
diberikan lebih ban1ak 2aktu dan um"an balik dalam keseluruhan "roses
"embelajaran3 kemajuan da"at dimonitor dengan bantuan test.
2.2 R).;&.& P)(9)4&8&&. S);&& I.+'='+$&4 (Individually Prescribe
Instruction)
Bloom3 Blo&k3 dan "engamat #ad*osasi( lain "er&a1a bah2a &ara belajar
se"erti ini da"at dilakukan se&ara sederhana dengan memodi'ikasi "rosedur
"engajaran kelom"ok3 dimana sis2a memiliki ban1ak 2aktu dan akan mam"u
menerima "engajaran se&ara indi*idual sesuai dari hasil e*aluasi 'ormati' #%arrol3
1445. "". 5,+1( $kan teta"i teknologi "engajaran modern3 khususn1a
"engembangan unit,unit3 multimedia 1ang di,administrasikan dan "enera"an
"rosedur belajar 1ang ter"rogram3 telah mendorong "ara "engembang kurikulum
untuk menemukan "emahaman sistem kurikulum 1ang kom"rehensi' dan me,
reorganisasi sekolah,sekolah untuk men1ediakan lebih ban1ak "embelajaran 1ang
diindi*idualkan ketimbang organisasi sekolah 1ang kon'ensional.
!atu &ontoh 1ang baik dari a"likasi sistem "eren&anaan terda"at di sekolah
dasar dan sekolah lanjutan "ertama #!MP( 1ang "engajarann1a dilakukan se&ara
indi*idual sangat menentukan di dalam "en1usunan "rogram "embelajaran
#)ndi*iduall1 Pres&ribed )ntru&tional(3 a"likasi ini dikembangkan berdasarkan
"enelitian "usat belajar dan "engembangan di /ni*ersitas Pittsburgh3 1ang
bekerja sama dengan Bald2in,<hitehll !&hool Distri&t. Di dalam )P) ini sis2a
biasan1a bekerja sendiri untuk menentukan materi harian #atau untuk bebera"a
hari(3 kegiatan mereka tergantung "ada kemam"uan dan hasil belajar3 ga1a
belajar3 dan kebutuhan belajar.
2.3 L&.76&#>L&.76&# D' D&4&( P!7&( (Steps In The Progra)
)P) mengilustrasikan modular kurikulum #kurikulum dengan menggunakan
modul( dengan sistem a"likasi analisis "rosedur terhada" materi "engembangan
kurikulum. )ni meru"akan 'akta 1ang berman'aat adalam belajar kasus sebab 'akta
+
ini da"at didemonstrasikan dengan langkah,langkah "eren&anaan )P) 1ang baik
dalam men&i"takan sistem ini. /ntuk menguji langkah,langkah ini3 kita akan
mengamati se&ara jelas setia" re'leksi dari model tersebut. !istem ini diran&ang
sebagai berikut9
1( Tia" sis2a harus mam"u belajar se&ara baik melalui unit belajar di dalam satu
"aket "engajaran.
2( Tingkat "erkembangan dari "enguasaan setia" sis2a diamati.
( Mengembangkan keinginan belajar sendiri dan mengarahkan diri sendiri
dalam belajar.
+( Memelihara "erkembangan tentang "eme&ahan masalah melalui "roses,
"roses.
.( Mendorong e*aluasi diri dan moti*asi belajar #Lind*all and Bol*in3 14::(
$sumsi "ada "roses belajar dan hubungann1a dengan lingkungan belajar
da"at dijelaskan sebagai berikut9
#langkah "ertama(
1( !atu hal 1ang n1ata "erbedaan diantara sis2a adalah jumlah 2aktu belajar
1ang digunakan untuk menguasai "engajaran 1ang diberikan.
2( !atu as"ek "enting lainn1a adalah "erbedaan indi*idu3 sangat berguna untuk
men1usun kondisi dimana setia" sis2a mam"u belajar dan mengikuti "aket,
"aket "engajaran serta langkah,langkahn1a dalam melaksanakan sejumlah
"raktek 1ang dibutuhkan.
( ;ika sekolah mem"un1ai ti"e materi "elajaran 1ang dirasa &o&ok untuk murid
#sekolah dasar(3 bisa dilaksanakan melalui tutorial 1ang seda"at mungkin
menekankan untuk belajar mandiri3 minimum belajar dari "engajaran guru
langsung.
+( Dalam belajar melalui "engajaran unit3 seorang sis2a tidak diharuskan belajar
"ada unit baru sam"ai dia menguasai satu tingkat derajat minimum
"enguasaan bahan "engajaran di dalam satu unit sebagai "rere=uisit
#"ras1arat(.
.( !is2a diberi "eluang dan didorong untuk maju dengan ke&e"atan indi*idual3
hal ini "enting3 baik bagi guru mau"un sis2a bah2a "rogram 1ang disediakan
.
dalam menge*aluasi kemajauaan sis2a da"at dijadikan dasar dalam
"engembangan ren&ana "embelajaran indi*idual berikutn1a.
:( >uru 1ang terlatih se&ara "ro'esional akan sangat "rodukti' ketika mereka
melakukan tugas,tugas se"erti "embelajaran indi*idual atau "embelajaran
dalam kelom"ok ke&il3 mendiagnosa kebutuhan sis2a dan meren&anakan
"rogram "embelajaran3 dari "ada melakukan tugas,tugas administrasi se"erti?
melakukan "en&atatan3 sekliring tes dsb. @'isiensi dan ekonomisn1a "rogram
sekolah da"at ditunjang dengan mengembangkan bantuan administrasi.
5( Tia" sis2a diasumsikan lebih bertanggung ja2ab dalam meren&anakan dan
melaksanakan "rogram "embelajarann1a sendiri dari "ada diatur di dalam
kelas.
-( Belajar da"at ditingkatkan3 jika sis2a diberi "eluang untuk saling membantu
satu sama lain #Lind*all and Bol*in3 144:3 "". ,+(.
Langkah kedua adalah dianalisis ke dalam sasaran "erilaku 1ang
diorganisasikan se&ara berurutan. Para "en1usun )P) 1akin bah2a hal,hal 1ang
berurutan ini meru"akan hal 1ang sangat mendasar dimana karakteristikn1a
adalah sbb9
a. !etia" tujuan "engajaran harus menjelaskan a"a 1ang seharusn1a da"at
dilakukan oleh sis2a 1ang menunjukkan tingkat "enguasaan7keteram"ilan
dari bahan 1ang diberikan. !is2a 1ang memiliki kemam"uan rata,rata relati'
menguasain1a dalam 2aktu 1ang lebih "endek dari "eriode 1ang telah
ditentukan Tujuan,tujuan harus menggunakan kata,kata kerja o"rasional
se"erti? "eme&ahan3 menerangkan3 mengurut3 menggambarkan dsb dari "ada
1ang bersi'at umum se"erti mengerti3 menghargai3 mengetahui dan
memahami.
b. Tujuan Pengajaran harus dikelom"okkan ke dalam materi 1ang bermakna
sebagai %ontoh3 dalam aritmetika tujuan dikelom"okkan kedalam bidang,
bidang numerasi3 nilai tem"at3 "enjumlahan3 "engurangan dsb. Pengelom,
"okan se"erti itu membantu mengembangkan bahan "elajaran 1ang bermakna
dan memudahkan di dalam mengdiagnosis "restasi belajar sis2a.
:
&. Di dalam setia" area 7kelom"ok tadi3 tujuan "embelajaran harus diurut dalam
urutan tertentu 1ang akan membangun urutan "rere=uisit #"ras1arat(.
d. Di dalam setia" urutan tujuan "ada setia" area.3 tujuan harus dikelom"okan ke
dalam unit,unit 1ang bermakna. !etia" unit diran&ang dalam "elaksanaan,
n1a3 sehingga menggambarkan "erbedaan setia" le*el dan bisa memberikan
hasil 1ang berarti3 dimana sis2a nantin1a mam"u men1elesaikaan satu unit
dalam lini tersebut3 dan tidak tertutu" kemungkinan sis2a bisa saja
melangkah keunit berikutn1a dalam area itu atau bisa mengambil satu unit
dalam area 1ang lain. #&ontoh3 untuk melengka"i le*el B "enjumlahan 3 murid
bisa mengambil "ada le*el % "enjumlahan atau "indah "ada le*el B
"engurangan. #Lind*all and Bol*in3 14::3".(.
Lebih dari +00 sasaran "erilaku tertentu dimasukkan ke dalam 1 to"ik
kurikulum matematika )P). !etia" 1 bidang dalam kurikulum matematika
memiliki 4 tingkat kesulitan. Dalam setia" taha" dari to"ik area 1ang diberikan3
dalam taha"an "engorganisasian bebera"a hal mengenai beha*ioral ob1ekti'
diindenti'ikasi dan diatur se&ara berurutan. Rin&ian dari 1 to"ik itu dibuat
kedalam bebera"a "ilihan untuk sis2a dan guru. !is2a harus bisa menguasai
mendistribusikan materi. Keban1akan sis2a mam"u melangkah maju melalui
bahan,bahan studi 1ang mereka miliki dengan sedikit bantuan dari guru. ;ika
seorang guru menemukan anak 1ang memerlukan lebih ban1ak bantuan kemudian
guru da"at memberikan bantuan3 maka guru mengarahkan sis2a 7mengajar sis2a
1ang mengalami kesulitan tadi di kelas 1ang ukurann1a lebih ke&il dimana
bantuan 1ang diberikan ke"ada sis2a tersebut akan lebih membantu se&ara
indi*idual atau da"at "ula dilibatkan dalam "embelajaran kelom"ok ke&il. #;o1&e
dan Harootunian3 14:53 "". -,-+(. $khirn1a sam"ailah "ada sistem "engelolaan
untuk memonitor kemajuan sis2a dan men1esuaikan ren&ana "rogram 1ang
dibuat3 sehingga da"at melakukan "en1esuaian un"an balik 1ang da"at diberikan
"ada langkah berikutn1a Pemberian materi ke"ada sis2a dengan sejumlah 2aktu
1ang diberikan termasuk satu latihan akhir3 se"erti Acheck testB atau Ates 1ang
terstandarB. Latihan ini3 meru"akan bentuk lembar kerja 1ang lain3 1ang memiliki
"eranan "enting atas a"a 1ang akan dilakukan sis2a kemudian. Ketika sis2a
5
men1elesaikan materi tersebut3 dia bisa men1erahkan "ada "etugas untuk
di"eriksa dan selanjutn1a "ada guru 1ang mengembangkan ren&ana "rogram
"embelajaran. >uru mengadakan "ertemuan dengan sis2a3 memeriksa hasil kerja
sis2a3 selanjutn1a guru mengembangkan "eren&anaan berikutn1a. !ebagaimana
1ang kita lihat3 *ariabel "eran sis2a dalam belajar se&ara sungguh,sungguh da"at
dide'inisikan3 kemudian dibuatkan untuk "engembangan ren&ana berikutn1a.
#;o1&e dan Harootunian3 14:53 ". -+( Dalam kasus ini sistem "engelolaan3 untuk
menelusuri kemajuan sis2a dan menelaah 'ungsi sistem "embelajaran.
!ebagaimana juga dalam sebuah bisnis3 guru adalah manajer 1ang bertanggung
ja2ab untuk menggerakkan sistem dan men1esuaikann1a terhada" kebutuhan
indi*idu. Peran guru dalam )P) meru"akan "erangkat "enting. >uru da"at
bertindak sebagai9 Pertama? seorang 1ang da"at mendiagnosis #analisa )P) 1ang
digunakan3 mendiagnosa data setia" sis2a3 1ang bertujuan untuk men1usun satu
"rogram 1ang sesuai dengan kebutuhan belajar indi*idu(3 kedua? sebagai
selektor 7memilih #bahan,sumber da1a manusia,sumber da1a material 1ang
disediakan untuk "elaksanaan #)P)(3 ketiga? sebagai tutor #membangun
"engalaman belajar 1ang te"at dan bermakna 1ang da"at mengarahkan sis2a
menjadi lebih mandiri dan tanggung ja2ab di dalam situasi belajar )P)( #!&anlon
and Bro2n314:43 ".1( )P) menjadi berbeda dengan a"a 1ang disebut dengan sel'
&ontained dimana guru kelas bekerja dengan kelom"ok anak,anak3 guru bertemu
dengan anak dimana ia mem"un1ai tanggung ja2ab se&ara "enuh #guru lebih
mendomi,nasi(
2.3 L&9!&5!'$( B&#&,& (Language Laboratory)
%ontoh lain 1ang sangat men1olok dalam sistem "embelajaran adalah
laboratorium bahasa. Perkembangann1a di2ujudkan dalam a"likasi3 kombinasi
"erlengka"an dalam sistem analisis3 tugas analisis3 dan "rinsi","rinsi" sibernetik
di dalam seting "endidikan. !ebelum laboratorium bahasa menjadi tem"at umum
untuk belajar3 biasan1a guru kelas mela1ani "engajaran bahasa asing di dalam
kelas 1ang terdari dari 2. sam"ai . sis2a 1ang mem"raktekkan untuk belajar
bahasa #lisan(. )ndi*idu di dalam setia" situasi se"erti ini3 mem"un1ai maksimum
-
1 menit untuk "raktek bi&ara dalam setia" sesi3 ham"ir tidak &uku" untuk
menghasilkan kemam"uan bahasa se&ara lan&ar atau te"at !aat ini laboratorium
bahasa3 dimana sis2a menggunakan alat alat elektronik untuk mendengar3
merekam dan mengulang kembali bahan 1ang telah diu&a"kann1a. !e&ara umum
"eralatan 'isik se"erti ini termasuk? #stasiun sis2a dan central panel( Melalui
"eralatan &entral "anel3 guru da"at men1oarkan beragam materi "elajaran 1ang
ber*ariasi3 materi baru3 "rogram remedial dan "angajaran se&ara indi*idual3
memilih kelom"ok,kelom"ok "ada satu kelas. >uru juga bisa memonitor
langsung "er'orma sis2a. Melalui stasiun sis2a sebagai "eralatan 1ang bersi'at
indi*idual dan bersi'at akuistik #keda" suara( 1ang dilengka"ai dengan
headphone3 microphone dan tape recorder !etia" sis2a mendengarkan instruksi
baik 1ang langsung dari guru mau"un instruksui 1ang telah direkam dengan heand
"hone dari instruktur untuk mengulang kata3 menja2ab3 atau memberi res"on
terhada" "elajaran3 Pengajar bisa juga mengunakan "a"an tulis3 teCtbook atau
menggunakan stimulus *isual untuk menambah in"ut audio 7"endengaran.
Teknologi modern telah membuat segala sesuatu menjadi mungkin untuk segala
situasi3 dimana sis2a memungkinkan untuk9
1( Mendengar suara mereka sendiri lebih jelas melalui head"hones.
2( !e&ara langsung membedakan "embi&araan mereka dengan model 1ang
didengar.
( Memberikan 'eedba&k dengan segera.
+( Memilih item untuk di"elajari.
.( Men&oba latihan,latihan 1ang lebih khusus.
:( Mem"erbaiki isi "engajaran.
Mempelaari bahasa asing menghendaki sis!a untuk mendengar kosa kata
dan pola pengucapan"pembicaraan yang berulang#ulang$ Latihan#latihan
dilakukan secara hati#hati"terus menerus dan diikuti oleh tingkat kombinasi
kesulitan yang berpariasi Tuuannya adalah agar sis!a bisa dengan cepat
memahami apa yang dibaca dan apa yang di dengar untuk segera membuat
respon yang cocok dari kacamata sis!a% laboratorium bahasa merupakan basis
dimana bisa menembatani kegiatan praktek agar beralan dengan baik%
4
mempertemukan model oral% dan mengembangkan kepasihan berbicara$ &ari
kacamata pengaar% ini merupakan satu fasilitas 'perangkat keras dan perangkat
lunak( agar lebih efektif dalam mengaar bahasa$
Dalam terminologi analisis sistem3 laboratorium bahasa meru"akan
"engembangan untuk manusia dengan menggunakan mesin sebagai "ra,sarana
untuk meningkatkan "engajaran3 dan untuk menguasai kemam"uan berbahasa
asing. Ditinjau dari "erkembangann1a laborotorium bahasa memberikan berbagai
"eralatan materi *isual. Teta"i elemen "enting dari "elatihan bahasa #latihan
"endengaran se&ara indi*idual dan un"an balik dinamik( dinamikan1a jauh di luar
ka"asitas "engelolaan manusia karena dukungan 'asilitas dari guru kelas untuk
mengajar 2. sis2a. Dengan "erangkat keras dan lunak tadi akan mendukung
bantuan subsistim3 sehingga instruktur da"at membagi 2aktu lebih e'ekti' antara
memonitor #manageman(3 diagnosis dan "embelajaran. !is2a diberikan um"an
balik3 sehingga mereka bisa membedakan kemam"uan 1ang mereka miliki dengan
kemam"uan 1ang seharausn1a. Ban1ak "rogram saat ini 1ang &o&ok melalui
kom"uter "ribadi dan bisa men&i"takan miniatur laboratorium bahasa 1ang
ber'ungsi sebagai model "engajaran. /ntuk kom"uter tan"a sound cards3
misaln1a "engejaan 'onetik3 speling #ejaan( digunakan untuk membantu
"engu&a"an. /ntuk kom"uter dengan sound cards3 1ang da"at mengeluarkan
bun1i atau kata dan "rase. Mastery learning #belajar tuntas( telah diselidiki se&ara
ekstensi' oleh !la*inDs #1440( mengulas analisis literatur se&ara umum 1ang
setuju dengan Kulik3 Kulik3 dan Bengert Dro2nsDs #1440( analisisn1a adalah
bah2a labor bahasa bisa meningkatkan ga1a belajar 1ang se&ara konsisten rele*an
dengan kurikulum #rata,rata sis2a kira,kira :.E 1ang digambarkan dengan sis2a
1ang berada dikelom"ok kontrol dengan belajar materi 1ang sama melalaui modul
"engajaran( teta"i dengan menggunakan tesstandar3 sebetuln1a dibantah dengan
alasan tidak di"ahami dengan baik.
2.5 S)9$&# C&5&5&. U.5$6 P)(9)4&8&&. /):!7&( (A Note !n
Prograed Instruction)
10
Ban1ak "rogram belajar tuntas menggunakan "embelajaran ter"rogram3
sebagai satu sistem untuk meran&ang bahan7materi dalam "embelajaran mandiri
#self instructional(. )ni adalah satu dari a"likasi langsung diilhami dari tulisan
!kinners. )ni memberikan stimulus 1ang sistematis untuk mengontrol dengan
segera. Meski"un "ada a2aln1a3 konse" 1ang digagas skinner ini mengalami
bebera"a kali "erubahan3 namun ada tiga gagasan a2al 1ang masih di"ertahankan
dan digunakan se&ara luas 1aitu9 #1( )tem,item disusun se&ara berurutan baik
beru"a "ern1ataan mau"un "ertan1aan 1ang dihara"kan sis2a da"at bertan1a dan
memberi res"on #2( res"on sis2a mungkin disediakan dalam bentuk mengisi 'orm
#ja2aban 1ang kosong( di dalam 'ormat3 mengulangi ja2aban terhada" satu
"ertan1aan 7re&alling3 memilih ja2aban diantara ja2aban,ja2aban 1ang
disediakan atau meme&ahkan sebuah masalah dan #( Memberikan res"on 1ang
segera3 kadang,kadang di dalam 'ormat "rogram itu sendiri terda"at "erbedaan,
berbedaan antara "rogram 1ang terda"at dalam buku "elajaran dengan 1ang ada
dalam tenaga mesin.
Penelitian mutahir dalam "embelajaran ter"ogram menunjukkan bah2a
"en1im"angan dari 'aktor esensial da"at terjadi3 teta"i "erbedaann1a tidak
signi'ikan Hal ini se"erti terlihat dalam "erkuliahan ter"rogram 1ang kurang
menda"at res"on dari sis2a meru"akan salah satu &ontoh. Di dalam "rogram
"embelajaran mandiri3 dimana setia" sis2a dihada"kan ke"ada bahan 1ang sama
meski"un disesuaikan dengan kondisin1a3 ini tidak menunjukkan sebagai "rogram
1ang diindi*idualkan # se"erti dalam )P)(
8leh karena itu dikembangkan a"a 1ang disebut dengan "rogram
A"en&abanganB #)ranching Program( di dalam )ranching Program sis2a 1ang
lambat #tidak da"at memberikan res"on 1ang te"at terhada" hal,hal tertentu(
mungkin membutuhkan tambahan in'ormasi atau re*ie2 tentang latar belakang
in'ormasi itu. Disisi lain3 seorang sis2a 1ang telah mahir dan mudah menerima
in'ormasi da"at mengambil keuntungan dengan mem"eroleh tambahan materi
1ang lebih sulit. Dalam bebera"a hal3 "rogram "en&abangan ini se&ara otomatis
langsung ditujukan ke"ada sis2a untuk setia" sekuen7urutan tergantung "ada
"ilihann1a. ;ika dalam seleksi sis2a meres"on salah3 maka kesalahan umum dan
11
alasann1a di&atat? bila sis2a meres"on dengan benar3 maka diberikan &ontoh 1ang
lebih sulit. Program "engajaran 1ang telah dilaksanakan dengan sukses dalam
berbagai mata "elajaran termasuk bahasa inggris3 matematika3 statistik3 geogra'i3
dan ilmu sosial. Pengembangan ini telah digunakan "ada setia" tingkat sekolah
mulai dari "res&hool sam"ai tingkat akademik. Teknik,teknik "embelajaran
ter"rogram telah dia"likasikan terhada" keberagaman tingkah laku sebagai
&ontoh9 'ormasi konse"3 belajar 1ang diha"alkan #mengha"al(3 kreati*itas dan
"eme&ahan masalah. Bebera"a "rogram "engajaran memberi kebebasan ke"ada
sis2a untuk menemukan konse" diri3 menggunakan 'ormat dan mengingatkan
ke"ada sis2a untuk ber"ikir indukti'. Bagaimana"un "rogram "engajaran se"erti
ini berbeda dengan "elaksanaan "engajaran se&ara tradisional3 dimana guru kelas
telah menggunakan metode tradisional se&ara bertahun,tahun3 dan tern1ata tidak
memberi "engaruh 1ang signi'ikan "ada guru tersebut6. Dengan menggunakan
buku "elajaran #tradisional( 1ang "enekanan "ada latihan dari "ada "enguasaan
1ang bersi'at "erilaku # res"on sis2a di"ertahankan( dari "ada menerima tingkah
laku se&ara hati,hati dalam "emberian materi(. Buku kerja lebih kurang
memberikan AkerangkaB han1a "engulangan materi saja. !e&ara n1ata3
mem"un1ai nilai kurang ke&uali3 jika tingkah laku sebelaumn1a sudah terbentuk.
Buku "elajaran tradisional tidak diran&ang untuk "enguasaan 1ang bersi'at
"erilaku. Pelajar han1a mengulang,ulang bahan 1ang sesungguhn1a telah dikuasai
$khirn1a keban1akan buku "elajaran tidak memberi un"an balik se&ara segera3
han1a meng&o"17meniru ja2aban,ja2aban 1ang diberikan oleh guru.
3. P).$5$:
3.1 S'(:$4&.
Penguasaan belajar tuntas adalah bersi'at o"timis dan jelas /ntuk
men&i"takan sistem belajar tuntas memerlukan "engembangan 1ang hati,hati
teta"i "ositi' di dalam iklim sosial3 sistem ini se&ara langsung bisa mendekati
ban1ak "ersoalan dalam belajar3 1ang telah mendorong guru di dalam
"embelajaran. Belajar tuntas telah menem"atkan guru sebagai orang 1ang da"at
12
membangkitkan semangat sis2a3 dan membangun ke"er&a1aan diri sis2a se&ara
lebih "ositi'.
3.2 S&&.
Pendidik da"at memahami "engetahuan mengenai "endekatan Mastery
learning3 serta da"at meman'aatkann1a dan menera"kann1a selaku seorang
"eren&ana7 "eran&ang instruksional "engajaran.
DA0/AR RUJUKAN
;oi&e3 B.3 <eil3 M.3 F %alhoun3 @. #2004(. Models of teaching #-
th
ed.(. /""er
!addle Ri*er3 G;9 Pearson @du&ation3 )n&.
1