Anda di halaman 1dari 13

Resume Sejarah Pemikiran Manajemen Bab I : Bias Pandangan Dunia Barat

dalam Studi Manajemen



Beberapa pendapat terkadang manajemen Barat lebih mementingkan pada
sisi kapitalisme, dengan menyisihkan unsur-unsur humanisme. Manajemen Barat
menempatkan bahwa teorinyalah yang paling benar. Mengapa suatu teori
manajemen terkadang tidak bisa diterapkan diseluruh masyarakat? Karena
manajemen ridak bebas nilai.
Nilai berpengaruh terhadap perilaku, sikap.
Nilai-nilai yang melekat dalam filsafat dasar manejemen Amerika antara lain:
1. Manusia ekonomi
2. Utilitarianisme
3. Hak milik individu & sistem kompetensi bebas
4. Kemajuan secara evolusioner
5. Pragmatisme
Ada lima unsur penting dalam pandangan dunia, yaitu
1. Teori pengetahuan
2. Teori realitas
3. Teori hakekat manusia
4. Etika
5. Politik
Pandangan dunia Barat berlandaskan empat paham utama, yaitu:
Pertama, Rasionalisme : Paham yang menyatakan bahwa rasio (akal manusia)
merupakan satu-satunya sumber pengetahuan (sains) yang dapat diterima dan
diandalkan.
Kedua, Materialisme: merupakan keyakinan bahwa realitas yang ada hanya
materi (fisik). Tidak ada realitas lain selain itu. Sehingga para pengikut
materialisme tidak mengakui adanya hal-hal yang gaib seperti Tuhan, ruh,
malaikat, dan kehidupan setelah kematian.
Ketiga, Humanisme: sebenarnya prinsip yang muncul akibat dari kedua prinsip di
atas. Humanisme merupakan keyakinan bahwa manusialah yang menjadi patokan
segala sesuatu. Kebenaran atau kesalahan ditentukan oleh manusia. Oleh karena
manusia bermacam-macam maka tidak mungkin ada satu kebenaran. Sehingga
para pengikut humanisme tidak mengakui adanya kebenaran absolut, sebaliknya
kebenaran adalah relatif.
Keempat, sekulerisme: paham yang menyatakan bahwa urusan agama harus
dipisahkan dari urusan selain agama, seperti urusan negara, urusan bisnis dan
urusan pendidikan termasuk dalam kegiatan riset dan pengembangan ilmu
pengetahuan.
Kehidupan dunia tidak akan terlepas dengan kehidupan akherat, jadi
urusan dunia pasti berhubungan dengan urusan akherat, hal ini sangat bebeda
dengan apa yang dikembangkan di dunia Barat, dimana kehidupan di dunia tidak
ada kaitannya dengan sistem keyakinan (agama).
Resume Sejarah Pemikiran Manajemen Bab II : Manajemen dan Aliran-
aliran Pemikiran dalam Mnajemen

Manajemen sebagai praktik telah dikenal dan dilakukan oleh manusia
sejak ribuan tahun yang lalu. Keberadaan manajemen setua keberadaan manusia
itu sendiri.
Sejarah penerapan manajemen modern dimulai sejak munculnya revolusi industri
di Eropa, khususnya di Inggris.
Manajemen manage berasal dari kata manus (dalam bahasa Latin)
yang artinya tangan. maneggiare (Bahasa Italia), artinya keterampilan melatih
kuda. Jadi secara umum manajemen itu keterampilan.
Manajemen dapat dipandang dan atau dipahami dari sudut yang lain,
misalnya manajemen dipandang sebagai wacana panoptik yakni upaya untuk
memperbanyak kekuasaan dan mempertahankan ketertiban normatif dengan
menggunakan informasi, teknologi, sistem, aturan dan peraturan dan lain
sebagainya yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang.
Manajemen dapat pula dipandang sebagai proses sosial yang melibatkan negosiasi
dan pembentukan makna untuk mencapai tujuan.
Manajemen mencerminkan ideologi & keyakinan yang menimbulkan
tekanan dan pemaksaan, oleh karena itu manajemen dapat dipahami sebagai
metode untuk mendominasi dan menguasai kelompok tertentu.
Semakin jelas jika manajemen merupakan rimba, dimana seseorang yang ingin
memahami bidang manajemen memerlukan berbagai sains (pengetahuan) yang
dianggap relevan.
Peta Pemikiran Manajemen
1. Aliran manajemen saintifik
2. Aliran manajemen birokrasi dan administratif
3. Aliran sistem
4. Aliran hubungan manusia
5. Aliran kontingensi
6. Aliran studi kritis
Keterangan:
1. Manajemen saintifik sangat menekankan pentingnya rasionalitas
ekonomi, efisiensi dan standarisasi, namun mengabaikan peran
individu dan kelompok dalam organisasi.
Asumsi dasar manajemen saintifik adalah bahwa manusia bersifat
rasional dan kebanyakan manusia sangat tertarik dengan imbalan
ekonomi (uang)
Manajemen ini sebenarnya didasari oleh pemikiran di jaman
perbudakan, dimana para majikanlah yang menentukan apa yang
harus dilakukan oleh para budak.
2. Aliran manajemen birokrasi dan administratif
Manajemen birokrasi digagas oleh Max Weber. Menurut Weber
(1947), birokrasi adalah pelaksanaan pengendalian berdasarkan
pengetahuan rasional (sains rasional). Jadi dalam birokrasi
pengaturan organisasi berdasarkan pengetahuan rasional, keahlian
atau pengalaman dan bukan berdasarkan nepotisme, hubungan
keluarga, personalitas dan favoritisme. Tujuan dari birokrasi yang
utama yaitu untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara yang
paling efisien
Manajemen administratif by Henry Fayol.
Fayol menyatakan bahwa kesuksesan perusahaan pada umumnya
tergantung lebih pada kemampuan administratif para pemimpinnya
daripada kemampuan teknik mereka.
3. Aliran sistem
Organisasi dipandang sebagai sistem biologis/ makhluk hidup.
Dalam sistem mekanis, aspek lingkungan kurang diperhatikan,
sementara dalam sistem ini, interaksi organisasi dengan lingkungan
sangat diperhatikan. Organisasi dipandang sebagai sistem terbuka
yang mentransformasikan berbagai masukan menjadi keluaran
(hasil/output) yang mempengaruhi lingkungannya.

4. Aliran kontingensi
Aliran ini menolak pendapat bahwa ada sejumlah prinsip yang
universal dan metodologi yang dapat diterapkan untuk mengelola
perilaku dalam organisasi. Hal ini berarti bahwa tidak ada satu cara
yang terbaik dalam mengelola organisasi, tetapi cara yang terbaik
tergantung pada situasi dan kondisi organisasi.
5. Aliran studi kritis
Pendekatan studi kritis percaya bahwa tidak ada sains yang bebas
nilai. Pendekatan ini berlandaskan tiga aspek:
Aspek pandangan dunia
Aspek kekuasaan
Aspek keadilan



Resume Sejarah Pemikiran Manajemen Bab III : Paradigma Dominan
dalam Manajemen

Pengertian paradigma
Paradigma berasal dari bahasa Yunani, paradeigma. Kata ini berarti
model, kerangka kerja, pola atau contoh.
Menurut Kuhn, sains bercirikan oleh paradigma yang dominan sebagai model
pikiran atau kumpulan konsep, nilai, persepsi, dan praktek yang dianut bersama
oleh komunitas ilmuwan tertentu yang membentuk visi (pandangan) tertentu
tentang realitas yakni cara komunitas tersebut mengorganisasi kan dirinya
Jadi paradigma adalah sejumlah ide yang sistematis dan nilai-nilai, metode dan
masalah maupun standar solusi, yang menjelaskan tentang dunia dan memberi
petunjuk untuk tindakan.
Dalam manajemen, ada sejumlah paradigma yang saling berkompetisi,
teori sosial dapat dipahami dari empat macam paradigma kunci:
1. Fungsionalis
2. Penafsiran
3. Humanis radikal
4. Strukturalis radikal
Keterangan:
1. Paradigma fungsionalis seringkali disebut juga dengan instrumentalis, dan
pragmatis.
Penganut paradigma ini beranggapan bahwa masyarakat merupakan yang
konkrit dan mengikuti keteraturan tertentu. Paradigma fungsionalis
menganggap bahwa, ciri-ciri keseluruhan dapat ditentukan dari cir-ciri
unitnya.
2. Paradigma Interpretatif
Paradigma ini memahami dunia sosial sebagai proses yang diciptakan oleh
para individu.
Para penganut percaya bahwa ilmu pengetahuan dikonstruksikan secara
sosial, dan secara sosial dipertahankan.
dalam manajemen, berdasarkan paradigma ini, manajemen dapat
menyelidiki realitas organisasi. Perilaku manusia dalam organisasi
bersama dengan etika, budaya, politik dan masalah-masalah sosial lainnya.
3. Paradigma Humanis Radikal
Para penganut beranggapan bahwa realitas diciptakan secara sosial dan
dipertahankan. Paradigma ini cenderung memandang masyarakat sebagai
anti-manusia. Perhatian utama bagi ahli-ahli yang menganut paradigma ini
adalah dominasi ideologis yang terjadi terhadap masyarakat dan
bagaimana membebaskan manusia dari dominasi tersebut.
4. Strukturalis radikal
Bahwa realitas bersifat obyektif dan konkrit.
Para penganut paradigma ini menggunakan sains untuk menemukan
keteraturan yang berlaku dalam fenomena.
Paradigma ini berdasarkan empat macam gagasan penting:
1. Gagasan tentang totalitas
2. Gagasan tentang struktur
3. Gagasan tentang kontradiksi
4. Gagasan tentang krisis

Perubahan-perubahan besar tersebut meliputi beberapa aspek antara lain:
1. Deregulasi
2. Perubahan struktural
3. Kelebihan kapasitas
4. Kepedulian terhadap lingkungan
5. Berkurangnya proteksi
6. Perubahan harapan pelanggan
7. Diskontinuitas teknologi
8. Perubahan paradigma manajemen
Paradigma Pragmatisme
Menurut Dewey, pragmatic berarti peraturan berpikir reflektif yang tujuan
akhirnya adalah hasil.
Di samping mengutamakan faktor material, pragmatisme juga memperhatikan
faktor personal. Menurut paham ini, dengan kemauan yang kuat pasti dapat
berhasil, tidak ada yang tidak mungkin bagi yang kuat.
Nasib manusia ditentukan oleh manusia sendiri dan bukan oleh sebab lain,
manusialah yang membuat realitas. Standar kebenaran adalah kemampuan untuk
menghasilkan guna (manfaat) dalam kehidupan riil.
Jika semua teori itu membuahkan hasil,maka bisa disebut benar. Namun jika teori
itu tidak ada hasilnya maka hanya sebatas omong kosong.

Resume Sejarah Pemikiran Manajemen Bab V: Konsep Bisnis Ditinjau
Kembali

Pembahasan manajemen tidak dapat dipisahkan dengan dunia bisnis
(perusahaan) yang berorientasi pada keuntungan (profit). Meskipun manajemen
berkaitan juga dengan berbagai jenis organisasi baik kecil maupun besar yang
berorientasi bukan keuntungan.
Orang masuk ke dunia bisnis dengan tujuan memperoleh keuntungan,
maka apapun yang dilakukan, baik menghasilkan dan menjual barang atau jasa
bertujuan mencari keuntungan. Dengan kata lain apapun bisnisnya tujuannya
adalah memperoleh keuntungan.

Pengertian Bisnis di Amerika
Donaldson (1982), dalam : Apa Bisnis di Amerika? (What is Business in
Amerika?) menjelaskan bahwa untuk menjawab pertanyaan tersebut mempunyai
tiga bagian.
1. Evolusi logika bisnis, sejak semula sebagian besar Amerika adalah
bisnis, para pendahulu orang Amerika berasal dari Eropa, dengan
tujuan untuk menangkap ikan, dan bukan untuk urusan agama.
Perkembangan perusahaan di berbagai bidang industri Amerika tidak
dapat dipisahkan dengan semangat menacari keuntungan.
Keberhasila Amerika ini paling tidak didorong oleh lima faktor
(Donaldson, 1982)
Faktor Imigran
Imigran berperan besar dalam pertumbuhan bisnis di Amerika.
Sejak abad 16, banyak imigran datang dari daratan Eropa.
Imigran merupakan salah satu sumber daya paling besar untuk
kemajuan Amerika.
Saat ini yang disebut sebagai imigran adalah orang-orang
berkulit hitam atau selain yang berkulit putih yang datang da
bekerja di Amerika. Jasa para imigran ini besar, imigran yang
non- Eropa mampu bekerja keras meskipun bayarannya sangat
kecil sekali.
Sampai sekarang peran pendatang tetap besar, karena mereka
mau bekerja keras, dan bersedia melakukan pekerjaan-
pekerjaan yang termasuk kotor, kurang bergengsi dan
menerima upah yang rendah. Para imigran meskipun bekerja
sebagai profesional, bekerja di bidang teknologi informasi,
kedokteran, ruang angkasa, mereka menerima upah yang lebih
rendah dibanding dengan karyawan lokal.
Faktor Teknologi
Teknologi merupakan pendorong kemajuan bisnis di Amerika.
Ssalah satu keberhasilan yang besar yang dicapai oleh orang
Amerika adalah pengembangan teknologi produksi massal.
Dengan kemajuan teknologi produksi massal telah mendorong
pertumbuhan industri seperti industri baja, mobil, tekstil,
softdrink dan lain-lain.
Faktor sumber daya alam
Faktor kerja sama antara bisnis dan pemerintah.
2. Kekuasaan perusahaan.
Kekuasaan perusahaan adalah kemampuan direktur/manager,
perusahaan (korporasi) untuk mempengaruhi dan merubah
lingkungannya.
Perusahaan memiliki dua jenis kekuasaan. Pertama, kekuasaan formal,
yang berasal dari hak-hak yang dimiliki perusahaan berdasarkan
peraturan yang berlaku. Kedua, kekuasaan praktis.
Adapaun dalam praktek korporasi mempunyai bermacam-macam
kekuasaan antara lain:
Kekuasaan ekonomi
Kekuasaan politik dan sosial
Kekuasaan terhadap individu
3. Landasan filosofis dan ideologis
Sistem nilai bisnis Amerika
De George menjelaskan bahwa bisnis sangat terkait dengan masyarakat dimana
bisnis itu berada.
Sistem bisnis Amerika seringkali disebut dengan sistem kapitalis atau sistem
usaha bebas. Salah satu karakter sistem kapitalis Amerika adalah tidak adanya
kepemilikan pemerintah. Pemerintah berperan dalam menyediakan sarana dan
prasarana.
Adapun sistem nilai yang menjadi landasan masyarakat Amerika dan bisnis
Amerika antara lain mencakup:
1. Kebebasan
2. Individualisme
3. Materialisme
4. Kompetisi
Prinsip-prinsip Bisnis
Karakteristik bisnis dalam dunia modern:
Adanya pemeliharaan kesesuaian antara sub-proses satu dengan sub-
proses yang lain, satu bagian tertentu merupakan bagian dari suatu sistem
keseluruhan.
Adanya ketepatan (keakuratan) baik waktu, kuantitas maupun kualitas,
dalam berbagai hal berkaitan denga proses mesin.
Adanya hubungan antara manusia dalam organisasi yang bersifat
impersonal.
Semua kegiatan bisnis akhirnya dinilai berdasarkan keuntungan dan
kemampuan menghasilkan keuntungan dalam bentuk uang.
Tujuan Bisnis
Ada pandangan lain tentang tujuan bisnis selain untuk memperoleh keuntungan
seperti:
a) Penjelasan sain keperilakuan
b) Penjelasan filosofis/teologis
c) Penjelasan sain ekonomi
d)
Keuntungan merupakan standar ukuran keberhasilan bisnis. Hal iini dikarenakan :
Keuntungan merupakan insentif bagi pebisnis untuk bekerja lebih efisien
dan efektif.
Keuntungan dapat dijadikan standar untuk perbandingan
Keuntungan tidak hanya menjadi tujuan bisnis tetapi juga menjadi dasar
agar bisnis tetap dapat berlangsung
Keuntungan memberikan imbalan kepada pemilik dan investor.
Keuntungan memberikan masukan bagi pemerintah.

Tanggung Jawab Sosial Korporasi (corporate social responsibility)
Sejak awal abad 20 di Amerika telah terjadi perdebatan mengenai bagaimana
seharusnya peran perusahaan dalam masyarakat.
Perusahaan diharapkan tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga memenuhi
tanggung jawab sosialnya.
Keberhasilan perusahaan tidak terlepas dari masyarakat, dan sebaliknya
perusahaan juga dapat menimbulkan masalah dalam masyarakat seperti
mencemari lingkungan dan lain-lain.

Paling tidak ada tiga macam teori perusahaan yang menjadi fondasi
kapitalisme.
Pertama, teori biaya transaksi
Kedua, teori keagenan
Ketiga, teori pemangku kepentingan

Sistem kapitalisme tentu menimbulkan banyak masalah, seperti:
1. Yang kaya semakin kaya,yang miskin semakin miskin
2. Tidak stabil, suatu saat pasti terjadi skandal,kecurangan dan depresi
3. Perusahaan mengejar profit dengan mengorbankan pihak lain
4. Perusahaan karena ingin menang dalam bersaing, bertindak dengan
menghalalkan segala cara.
5. Merusak lingkungan hidup
6. Meneyebabkan diskriminasi, rasisme dan segregasi dalam masyarakat.
7. Kapitalisme menghancurkan budaya lokaldan mendorong ketimpangan
sosial.

Bisnis ditinjau Kembali: Perspektif Islam
Berdasarkan perspektif Islam, bisnis dapat didefinisikan sebagai semua
kegiatan menghasilkan produk (barang / jasa) dengan tujuan mencari keutungan
yang halal.
Ada lima aspek penting yang harus dicermati. Pertama, ketentuan apasaja
yang halal berdasarkan pada agama Islam, bukan berdasarkan pada pikiran dan
kemauan manusia. Kedua, proses bisnis maupun produk yang dihasilkan harus
memenuhi standar halal. Ketiga, standar halal juga terkait dengan standar lain
seperti keadilan. Keempat, manusia bukan pemilik mutlak terhadap barang, materi
bahkan dirinya sendiri. Kelima, manusia dibatasi oleh norma-norma dalam
Islamseperti halal dan haram.