Anda di halaman 1dari 5

L1.

Memahami dan menjelaskan cairan dan larutan


LO.1.1 Definisi Cairan dan Larutan
Larutan merupakan campuran homogen yang terdiri atas dua komponen (zat) atau
lebih. Dimana komponen yang jumlahnya sedikit sebagai solute (zat terlarut) dan yang
jumlahnya banyak dinyatakan sebagai solven (pelarut).
Cairan adalah
LO.1.2 Macam-Macam
Cairan tubuh terdapat dalam dua kompartemen besar, yaitu intrasel dan ekstrasel.
Kompartemen intrasel
Cairan intrasel adalah cairan yang terdapat dalam seluruh tubuh. Volumenya lebih
kurang 33% berat badan (60% air tubuh total). Kandungan air intrasel lebih banyak
dibandingkan ekstrasel. Kandungan elektrolit dalam cairan intrasel, kation utama
adalah kalium, sedangkan anion utama adalah fosfat dan protein.
Kompartemen ekstrasel
Cairan ekstrasel adalah cairan yang terdapat di luar sel tubuh. Cairan ekstrasel terdiri
dari:
a. Cairan interstisium atau cairan intrasel, yang berbeda diantar sel-sel
b. Cairan intra-vaskular, yang berada dalam pembuluh darah yang merupakan bagian
dari plasma darah
c. Cairan trans-sel, yang berada dalam rongga rongga khusus, misalnya cairan otak
(likour serebrospinal), bola mata, sendi.
Kation utama dalam cairan ekstrasel adalah natrium (Na+) dan anionnya berupa
klorida, bikarbonat, dan albumin
LO.1.3 Fungsi cairan tubuh
1. Cairan intrasel
o Berperan dalam proses menghasilkan, menyimpan, dan penggunaan energy
serta proses perbaikan sel
o Berperan dalam proses replikasi
o Sebagai cadangan air untuk mempertahankan volume dan osmolalitas cairan
ekstrasel

2. Cairan ekstrasel
o Berperan sebagai pengantar semua keperluan sel (nutrient, oksigen, berbagai
ion, trace mineralis dan regulator hormone/molekul)
o Pengangkut CO2, sisa metobilsme, bahan toksik atau bahan yang telah
mengalami detoksifikasi dari sekitar lingkungan.
LO.1.4 Mekanisme
LII. Memahami dan menjelaskan Keseimbangan cairan dan larutan tubuh
Keseimbangan air adalah kondisi dimana jumlah air yang masuk ke dalam tubuh
seimbang dengan jumlah air yang keluar. Keseimbangan elektrolit adalah suatu kondisi
dimana jumlah masing-masing elektrolit yang masuk setara dengan jumlah masing elektrolit
yang keluar. Pengaturan keseimbangan cairan tubuh adalah usaha untuk mempertahankan
jumlah volume cairan yang terdapat dalam kompartemen ektrasel dan intersel selalu dalam
keadaan tetap. Hal ini dipengaruhi oleh
(a) jumlah cairan yang masuk dan keluar tubuh
(b) proses difusi melalui membrane sel
(c) tekanan osmotic yang dihasilkan oleh elektrolit pada kedua kompartemen
LIII. Memahami dan menjelaskan abnormalitas cairan di dalam tubuh
A. Definisi
Dalam tubuh s
Penyebab
Macam-macam
1. gangguan keseimbangan air dan elektrolit
gangguan keseimbangan air dan natrium
gangguan volume: hipovolemia
euvolemia
hypervolemia
gangguan status natrium: hiponatremia
isonatremia
hipermatremia
gangguan keseimbangan kalium: hypokalemia
hiperkalemia
2. gangguan keseimbangan
Akibat
Gejala
L.VI. Dehidrasi pada anak
Definisi
Penyebab
Gejala
Penanganan dan pencegahan
L. Memahami dan menjelaskan larutan padat cair

Dehidrasi (http://www.pssplab.com)

Selain karena berkurangnya simpanan karbohidrat tubuh, dehidrasi juga merupakan penyebab terjadinya penurunan
performa olahraga. Melalui keluarnya keringat, berkurangnya 2% cairan dari dalam tubuh dapat menyebabkan
penurunan performa hingga 10% dan berkurangnya 5% cairan dapat menyebabkan penurunan hingga 30%.
Saat berolahraga, sumber nutrisi seperti karbohidrat atau lemak akan terkonversi menjadi energi untuk mendukung kerja
otot. Namun selain menghasilkan energi dalam bentuk gerak, metabolisme energi ini juga akan menghasilkan energi
dalam bentuk panas (heat)
Untuk mencegah terjadinya akumulasi panas di dalam tubuh akibat dari adanya peningkatan metabolisme energi dan
peningkatan kontraksi otot, cairan tubuh akan mengabsorpsi panas dan mengeluarkannya melalui keringat sehingga
suhu tubuh tetap berada pada 37C. Namun apabila proses keluarnya keringat terus berjalan secara kontinu dan tidak
diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup maka tubuh akan mengalami dehidrasi.
Saat dehidrasi, akibat dari menurunnya volume darah yang bersirkulasi di dalam tubuh, otot yang sedang bekerja tidak
akan memperoleh jumlah oksigen yang cukup. Hal ini kemudian akan menyebabkan tubuh terasa lelah akibat dari
terhambatnya produksi energi sehingga secara perlahan performa & intensitas olahraga akan menurun. Pada kondisi
ekstrim keluarnya keringat secara berlebih saat berolahraga juga dapat memperbesar resiko terjadinya Hyperthermia
(peningkatan suhu tubuh secara drastis).
Gejala Dehidrasi

Beberapa hal yang menyebabkan seorang atlet mengalami dehidrasi antara lain adalah kurangnya konsumsi cairan
dalam keseharian, terbatasnya kesempatan untuk mengkonsumsi cairan selama pertandingan/latihan berlangsung serta
tidak mengkonsumsi cairan dengan volume yang sesuai dengan keluarnya keringat setelah pertandingan/latihan
olahraga.
Untuk menjaga ketersediaan & menjaga keseimbangan cairan tubuh saat latihan/pertandingan olahraga, atlet maupun
pecinta olaharaga hendaknya tidak mengunakan rasa haus sebagai indikator untuk mengkonsumsi cairan. Hal ini
disebabkan karena ketika rasa haus timbul, tubuh sebenarnya sudah berada pada keadaan dehidrasi ringan (2-3%
berkurangnya cairan tubuh) dan sudah mengalami penurunan performa hingga 10%.
Selain dari rasa haus, terjadinya dehidrasi juga dapat dirasakan melalui gejala-gejala ringan lainnya seperti mulut
terasa kering, kepala pening & pusing, tubuh merasa letih dan terjadinya kram otot. Sedangkan gejala lain yang
menandakan kekurangan cairan yang cukup besar di dalam tubuh (- 4 L) adalah terjadinya peningkatan suhu tubuh.

L.4. Memahami dan Menjelaskan Mineral dalam Tubuh
A. Definisi
Mineral merupakan komponen inorganik yang terdapat dalam tubuh manusia. Berdasarkan dari kebutuhannya,
mineral terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral makro & mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan dengan
jumlah > 100 mg per hari sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan jumlah <100 mg per hari.
Mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh akan memiliki fungsi khas-nya masing-masing seperti kalsium yang
berperan dalam pembentukan struktur tulang & gigi, natrium berfungsi dalam menjaga kesimbangan cairan
tubuh atau juga kalsium yang berfungsi untuk memperlancar kontraksi otot.
Dalam proses metabolisme energi tubuh, mineral-mineral yang diperoleh melalui konsumsi bahan pangan dalam
keseharian ini akan terlibat dalam proses pengambilan energi dari simpanan glukosa (glycolysis), pengambilan
energi dari simpanan lemak (lipolysis), pengambilan energi dari simpanan protein (proteolysis) serta juga terlibat
dalam pengambilan energi dari phosphocreatine (PCr).
Karena atlet mempunyai laju metabolisme energi yang besar serta kerja otot yang tinggi akibat dari aktiftas
latihan/pertandingan olahraga yang rutin, maka kebutuhan mineral seorang atlet biasanya akan lebih besar
dibandingkan dengan non-atlet. Kebutuhan mineral ini dapat dipenuhi oleh atlet melalui panambahan supplemen
atau dapat terpenuhi melalui konsumsi bahan pangan atau lauk pauk yang baik dalam kesehariannya. Namun
perlu untuk tetap diingat bahwa konsumsinya diharapkan sesuai dengan kebutuhan tubuh karena konsumsinya
yang berlebih juga dapat memberikan dampak yang kurang baik.
Dibawah ini kami berikan ringkasan informasi dari mineral serta kebutuhannya bagi atlet & juga sumber bahan
pangannya yang kami sarikan dari berbagai referensi.
B. Fungsi Mineral dalam tubuh
Mineral Makro Fungsi Sumber
Kalsium Mineral utama tulang & gigi,
keseimbagan asam-basa
Susu, mentega, sayuran hijau gelap
& kuning telur
kontraksi otot & fungsi syaraf
Fosfor Komponen ATP,
struktur tulang, keseimbangan asam-basa
Daging, telur, ikan, keju & kacang
Magnesium Metabolisme glukosa, kontraksi otot
& sintesis protein
susu, daging, kacang, seafood, yogurt
& buah-buahan
Natrium Keseimbangan cairan, kontraksi
otot, fungsi syaraf
jagung,roti, ikan & makanan yang
diolah dengan garam dapur
keseimbangan asam-basa
Klorida Keseimbangan cairan
& fungsi syaraf
garam meja, daging, roti, susu & ikan
Kalium Keseimbangan cairan
& penghantar glukosa ke sel
Roti, kentang, buah-buahan, susu,
daging,ikan & pisang


Sumber: http://www.pssplab.com (polton sports science & performend labs)

C. Kadar elektrolit dalam tubuh (cairan ekstrasel dan cairan intrasel)
Plasma (mEq/L) Cairan Interstisium
(mEq/L)
Cairan intersel
(mEq/L)
Na+ 140 148 13
K+ 4.5 5.0 140
Ca
2+
5.0 4.0 1x10
-7

Mg
2+
1,7 1,5 7.0
Cl
-
104 115 3.0
HCO
-3
24 27 10
SO
2-
4
1,0 1.2 -
PO
2+
4
2,0 2.3 107
Anion Organik 5.0 5.0 -

D. Kadar abnormal atau gangguan keseimbangan elektrolit
Mineral Mikro Fungsi Sumber
Besi Penghantar oksigen, penting
dlm metabolisme aerobik
Daging, hati, telur, seafood, roti, kacang
& brokoli
Seng Sintesis protein & terlibat dlm
metabolisme energi
Daging sapi, unggas, hati, bayam,
susu, keju & asparagus
Iodium Pengatur laju metabolisme Seafood & sayur-sayuran
Selenium Antioksidan daging, ikan,unggas, seafood
& kacang-kacangan
Tembaga Reaksi oksidasi Daging, ikan, telur, kacang,
pisang, alpokat, hati & coklat
Mangan metabolisme energi & sintesis lemak Pisang & sayuran hijau
Kromium metabolisme energi karbohidrat & lemak hati, daging, unggas, keju, kacang
& jamur
membantu absorpsi glukosa kedalam sel
Gangguan keseimbangan elektrolit umumnya berhubungan dengan ketidakseimbangan
natrium dan kalium. Prinsip utama ketidakseimbangan tersebut adalah:
Ketidakseimbangan elektrolit umumnya disebabkan oleh pemasukan dan pengeluaran
natrium yang tidak seimbang. Kelebihan natrium dalam darah akan meningkatkan
tekanan osmotic dan menahan air lebih banyak sehingga tekanan darah meningkat
Kelebihan kalium darah akan menyebabkan gangguan berupa penurunan potensial
trans-membran sel. Pada pacemaker jantung menyebabkan peningkatan frekuensi dan
pada otot jantung menurunkan kontraktilitas bahkan ketidakberdayaan otot dan
dilatasi. Kekurangan ion kalium menyebabkan frekuensi denyut jantung melambat

a. Gangguan keseimbangan natrium
Jumlah natrium yang lebih tinggi dari normal (hypernatremia) menimbulkan
hiperosmolalitas cairan ekstrasel dan sebaliknya hipontermia menimbulkan
hipoosmolaritas
LV. Memahami dan menjelaskan makan dan minum dalam islam