Anda di halaman 1dari 27

BAB I

TUJUAN
PENGUJIAN
Pengujian dilakukan dengan tujuan supaya praktikan dapat lebih memahami
karakteristik pompa aksial pada berbagai posisi runner blades dan diffuser blades yang
berbeda, serta putaran poros yang berbeda pula. Dan mampu menggambarkan dalam grafik
serta mampu menganalisa hubungan antara teori dengan praktek, sehingga dapat lebih
memahami arti fisik dari proses kerja pompa aksial.
1
BAB
II
TEO
RI
Pompa aksial adalah salah satu alat yang berfungsi untuk mengalirkan fluida dari
potensial rendah ke potensial yang lebih tinggi dengan menggunakan gerak putaran dari
blades dan mempunyai arah aliran yang sejajar dengan sumbu porosnya.
Persamaan-persamaan dasar teoritis dalam menganalisa karakteristik pompa aksial
adalah:
1. Persamaan kontinuitas
2. Persamaan energi
3. Persamaan momentum
4. Persamaan sirkulasi
5. Persamaan teori Kutta-Zhukowsky
Dengan menguraikan dan mensubstitusikannya dari persamaan itu akhirnya akan
didapat karakteristik pompa aksial.
Pompa aksial ini dapat juga digolongkan sebagai salah satu dari kinetik pump,
karena perpindahan fluida di sini tidak disebabkan oleh perpindahan dari alat-alat yang
digerakkan oleh tenaga kinetis yang berasal dari tenaga penggerak tersebut. Pada
umumnya pompa aksial mempunyai dua bagian yang penting yaitu:
Casing : yang meliputi rumah dan bantalan poros utama.
Blades : yang terdiri dari runner blades (yang berputar dan diffuser blades (blades
yang diam.
Runner blades: berfungsi menaikkan energi potensial fluida, karena dari sinilah
terjadi
perpindahan energi, dari energi mekanik menjadi energi fluida, dengan
!ara memberikan energi di kinetiknya kepada fluida.
Diffuser blades (Guide Vane): berfungsi merubah energi kinetik menjadi energi
potensial
fluida, dengan !ara memberikan aliran fluida yang heli!al menjadi aliran yang
lurus (straight flow sepanjang sumbu pompa.
2
BAB III
CARA KERJA POPA AK!IA"
Karena adanya perputaran dari blade yang mempunyai kedudukan sudut tertentu
sehingga tekanan dari sisi hisap blades pada daerah su!tion menjadi lebih rendah,
akibatnya fluida mengalir ke sisi hisap, blades tersebut yang selanjutnya masuk ke sisi tekan
blades, pada daerah dis!harge yang bertekanan lebih tinggi, dan dari sini fluida bergerak
atau mengalir ke tempat yang bertekanan lebih rendah (lihat gambar ".
Pada pompa aksial ini fluida mengalir pada suatu pipa yang sama sehingga dapat
diasumsikan bahwa ke!epatan aksial sebelum dan sesudah runner blades adalah sama.
Dengan demikian semua teori pada pompa aksial selalu berdasarkan pada asumsi tersebut.
#ntuk mengetahui harga daripada besaran-besaran pompa aksial, maka digunakan
rumus- rumus sebagai berikut:
3.1. Tinggi Kenai#an a$au Julang (%ead) &'(&a)
dengan:
hp: perbedaan tekanan antara su!tion dengan dis!harge yang terlihat pada
manometer (mm$g (lihat gambar %.
3
3.2. Ka&asi$as Aliran (*))






dengan: &
%
$
'
( )uas penampang dari 'enturi
(m
%
.
( $eat *enturi (m
( d
%
+d
"
d
"
( Diameter terbesar dari 'enturi
d
%
( Diameter terke!il dari 'enturi
,
d
( ,oeffi!ient of dis!harge (lihat
gambar -
( .,/010 2 (.,"/3
4
dengan: d
"
( "-%
mm d
%
( 01
mm
$
'
( ("%,3+"....h
'
(mm
h
'
( perbedaan tekanan pada 'enturi
4
5
3.3. Da+a ('$'r a$au da+a &'r's (N()
dengan: n ( Putaran motor (rpm
5 ( 6aya (7
) ( Panjang lengan 8oment (l (
.,%-0"
3.4. Da+a &'(&a a$au da+a fluida (N&)
dengan: 9
( kapasitas aliran fluida
(m
-
+det
$
p

( head pompa (m
( berat jenis air (7+m
-
( /0".
7+m
-
3.5. Effisiensi &'(&a (,
&
)
dengan: 7
p
( daya pompa
(:att
7
m
( daya motor
(:att
6
BAB IV
!PE!I-IKA!I UNIT PENGUJIAN
P'(&a
;enis : Pompa air a<ial dari 6ilbert 6ilkers =
6ordon )td >inggi kenaikan (head : -,.1 m
Kapasitas : ",? m
-
+menit
Putaran : -... rpm (maksimum
Daya motor : - k:, /?.+""0. rpm, 1.+3. $@, %.. 2 %4.
'olt Panjang lengan : %-0," mm
!$r'b's.'&e)
#ntuk mengukur ke!epatan putaran dari propeler pompa yang mana prinsipnya
adalah menyamakan frekuensi lampu stroboskop dengan frekuensi propeler.
an'(e$er)
8animeter pipa # terdiri dari - ma!am, yaotu:
a. #ntuk mengukur selisih tekanan pada 'enturi.
b. #ntuk mengukur perbedaan tekanan antar sisi hisap dengan sisi tekan pada pompa.
c. #ntuk mengukur tekanan terhadap udara luar di inlet.
Ta.%'(e$er
#ntuk mengukur putaran pada motor
penggerak. Peralatan:
1. Aunner blades
2. Diffuser blades
3. Bnstalasi turbin aksial
4. >orsimeter dengan brake arm ratio %-0," mm
5. 6enerator listrik
6. Pengatur putaran motor
7. Katup utama
8. Katup by pass
9. *enturi
10. 8anometer air raksa
a. #ntuk mengukur selisih tekanan pada 'enturi
b. #ntuk mengukur sekisih tekanan isap dan tekan
c. #ntuk mengukur selisih tekan isap terhadap atmosfir
11. Pompa sentrifugal
12. 8otor penggerak pompa sentrifugal
13. Ctroboskop
14. Pengatur sudut runner blades
7
8
BAB V
PENGUJIAN
5.1. CARA PENGUJIAN
1. Persiapkan alat-alat yang dibutuhkan, yaitu:
a. Ctroboskop
b. >a!hometer
2. Periksalah kondisi peralatan pompa, apakah ada kebo!oran-kebo!oran yang
terjadi bila ada perbaikan.
3. Periksa kedudukan katup-katup, pada kondisi awal posisi katup pada kedudukan
open (..
4. &tur permukaan air raksa pada manometer, 'enturi dan pompa pada posisi nol
dalam skala.
5. &tur permukaan air raksa pada manometer blades pada sudut yang telah
ditentukan.
6. &tur setting dari diffuser dan runner blades pada sudut yang telah ditentukan.
7. &tur skala selter penunjuk gaya pada kondisi nol.
8. &tur fu!tion selektor pada posisi motor, input 'oltage !ontroller pada kedudukan
nol lalu putar sakelar utama pada kondisi on.
,atatan:
Motor listrik akan berputar hanya apabila input voltage controller mulai dari nol.
9. Cetelah motor jalan, kemudian atur pada putaran yang telah ditentukan
dengan !ara memutar Dinput voltage controller.
#ntuk mengetahui putaran yang diinginkan dipergunakan alat
ta!hometer dan
Ctroboskope.
Perhatian !!!
Untuk merubah input voltage controller harus perlahan-lahan.
5.2. PARAETER /ANG
DIUKUR
Dalam per!obaan ini parameter yang diukur adalah $
'
, $
t
, p pada putaran dan
kedudukan yang runner blades (9
r
dan diffuser blades (9
d
tertentu.
9
BAB VI
PENGO"A0AN DATA
VI.1. Per%i$ungan
Data Per!obaan
( ".E n
"
( 3.. rpm
P'sisi
Ka$u&
-
(N)
%1
(((0g)
%&
(((0g)
1+
3
4.
"
" "%
4+
3
-.
/
" 1
-+
3
-.
?
" 4
%+
3
-.
?
- "
"+
3
-.
/
1 ".1
. 4.
"
1 "
( -.E n
"
( 3.. rpm
P'sisi
Ka$u&
-
(N)
%1
(((0g)
%&
(((0g)
1+
3
".
1
" "
-
4+
3
".
4
" "
"
-+
3
".
4
" 3
%+
3
".
-
" -
"+
3
".
-
- %
. ".
%
1 %
( ".E n
"
( "%.. rpm
P'sisi
Ka$u&
-
(N)
%1
(((0g)
%&
(((0g)
1+
3
1 % 4
3
4+
3
4.
?
" 4
4
-+
3
4.
4
1 %
"
%+
3
4 "
-
"
.
"+
3
-.
0
"
?
3
. -.
?
"
0
-
( -.E n
"
( "%.. rpm
P's
isi
Ka$
-
(N)
%1
(((
0g)
%&
(((0g)
10
BAB VI
1+
3
%.0 " 4
?
4+
3
%.? " 4
"
11
-+
3
%.- 3 "
3
%+
3
% "
4
/
"+
3
".0 %
.
4
. ".? %
"
%
C'n$'% &er%i$ungan)
8isalnya untuk posisi katup 1+3 pada ( -. dan n
"
( "%.. rpm:
?


?


??5 ( %,0 7
d
"
( "-% mm (
.,"-% m d
%
( 01
mm ( .,.01 m


??8en!ari 9:




??7
p
( 9.$
p
.
air
( (.,..-.0?.(.,3-/%.(/0". ( "/,-11?1 watt

?




?


?
















".
VI.2. 0asil Per%i$ungan
( ".E n
"
( 3.. rpm
P'sisi
Ka$u& 01 (() 0& (() *
((23s)
N&
(4)
N(
(4)
&
(5)
n
s
(r&()
1+
3
..."-3 .."3-% ....-.
0?
4./4"0
/1
3".-.1
//
0..3".
-"
4?-.03
3?
4+
3
..."-3 ...30 ....-.
0?
%..1/"
%-
10.-"1
41
-.1-".
.?
/"-.?%
-"
-+
3
..."-3 ...144 ....-.
0?
".34?%
/0
11.-%4
/%
%./??4
/0
".0.."
0%
%+
3
...4.0 ..."-3 ....1-
43
..?"--
."
11.-%4
/%
".%0/%
/4
4.%..0
/%
"+
3
...30 ...%.4 ....3/
.%
".-0"-
.%
10.-"1
41
%.-303
?%
--?..3
3/
. ...30 ..."-3 ....3/
.%
../%.0
30
3".-.1
//
".1.%.
04
4130.3
"1
( -.E n
"
( 3.. rpm
P'sisi
Ka$u& 01 (() 0&
(()
*
((23s)
N&
(4)
N(
(4)
&
(5)
n
s
(r&()
1+
3
..."-3 .."?3
0
....-.
0?
1.-1-?
"/
%%.4%/
.%
%-.03/
3"
443.%1
31
4+
3
..."-3 .."4/
3
....-.
0?
4.1-..
?
%../--
?1
%".34.
.-
1.1.0%
"0
-+
3
..."-3 ...0"
3
....-.
0?
%.4?./
4?
%../--
?1
"".0.-
31
?/3./4
13
%+
3
..."-3 ...4.
0
....-.
0?
".%-14
?4
"/.4-0
40
3.-110
"-
"-4..%
/?
"+
3
...4.0 ...%?
%
....1-
43
".4%33
.%
"/.4-0
40
?.--/.
3"
%-/..0
-?
. ...30 ...%?
%
....3/
.%
".04"?
-1
"?./4-
%%
"..%34
%4
%?"3.1
"1
( ".E n
"
( "%.. rpm
P'sisi
Ka$u& 01
(()
0&
(()
*
((23s)
N&
(4)
N(
(4)
&
(5)
n
s
(r&()
1+
3
...%?
%
..3%13 ....4-
31
%3.?/.
?3
"4/.1%
30
"?./"?
.-
4"".-/
?"
4+
3
..."-
3
..1/04 ....-.
0?
"0."%.
%0
"4..11
1%
"%.0/"
/-
-1?.3?
."
-+
3
...30 ..%013 ....3/
.%
"/.--0
%%
"-".10
-3
"4.3/3
1-
/-".4%
/0
%+
3
.."?3
0
.."-3 ..."""
-
"4.040
11
""/.3%
"4
"%.4"%
/1
%.3-.%
?/
"+
3
..%-"
%
...0"3 ..."%?
%?
".."0?
/0
""-.34
.4
0./31"
.4
-%-3.4
31
. ..%44
0
...4.0 ..."-.
/3
1.%4"3
?"
""..34
/0
4.?-?"
?
11%".4
."
( -.E n
"
( "%.. rpm
P'sisi
Ka$u& 01
(()
0&
(()
*
((23s)
N&
(4)
N(
(4)
&
(5)
n
s
(r&()
1+
3
..."-
3
..3-/
%
....-.
0?
"/.-11
?1
0-.?-1
."
%-.""1
4/
-4..4.
?%
4+
3
..."-
3
..11?
3
....-.
0?
"3.004
0"
0..?44
4?
%../""
4"
-??."%
4
-+
3
...0"
3
..%"?
3
....?1
3"
"3."4.
"3
30.?0%
--
%-.431
13
""/1.4
"0
%+
3
.."/.
4
.."%%
4
...""1
1
"-.030
"3
1/.0".
?%
%-."03
?4
%%?4.3
/
"+
3
..%?% ...14
4
..."-0
.4
?.-33/
4%
1-.0%/
31
"-.301
33
4130.3
"1
. ..%01
3
...%?
%
..."4"
41
-.??44
-4
1..0-/
""
?.4%4%
?-
????.?
10
13
VI.3. Grafi# dan Analisis
a) $
p
's 9
( ". (biru), ( -. (coklat)E n
"
( 3.. rpm
0& 1s
*
..%
.."0
.."3
.."4
.."%
.."
...0
...3
...4
...%
.
. ...." ....% ....- ....4 ....1 ....3 ....? ....0
Kur'a head pompa ('s kapasitas aliran menggambarkan besarnya head pompa
yang dibutuhkan sistem pada berbagai debit+kapasitas aliran agar pompa dapat bekerja.
Dari kur'a di atas, terlihat bahwa semakin tinggi head pompa, debit+kapasitas aliran
pompa semakin rendah. Pada putaran (motor 3.. rpm dan ( "., pompa men!apai head
tertingginya pada .,"3-% m dan kapasitas aliran+debit .,..-.0? m
-
+s. Pompa men!apai
head terendahnya pada .,."-3 m dan kapasitas aliran+debit .,..3/.% m
-
+s. Pada
posisi ( -., pompa men!apai head tertingginya pada .,"?30 m dan kapasitas
aliran+debit .,..-.0? m
-
+s. Pompa men!apai head terendahnya pada .,.%?% m dan
kapasitas aliran+debit .,..3/.% m
-
+s. Cemakin besar posisi blades, semakin tinggi
pula head pompanya.
( ". (biru), ( -. (coklat)E n
"
( "%.. rpm
0& 1s
*
..?
..3
..1
..4
..-
..%
.."
14
.
. ....% ....4 ....3 ....0 ..." ..."% ..."4 ..."3
15
Dari kur'a di atas, terlihat bahwa semakin tinggi head pompa, debit+kapasitas aliran
pompa semakin rendah. Pada putaran (motor "%.. rpm dan ( "., pompa men!apai
head tertingginya pada .,3%13 m dan kapasitas aliran+debit .,..4-31 m
-
+s. Pompa
men!apai head terendahnya pada .,.4.0 m dan kapasitas aliran+debit .,."-./3
m
-
+s. Pada posisi ( -., pompa men!apai head tertingginya pada .,3-/% m dan
kapasitas aliran+debit .,..-.0? m
-
+s. Pompa men!apai head terendahnya pada
.,.%?% m dan kapasitas aliran+debit .,."4"41 m
-
+s. Cemakin besar posisi blades,
semakin tinggi pula head pompanya.
b) 7
p
's 9
( ". (biru), ( -. (coklat)E n
"
( 3.. rpm
N& 1s *
3
1
4
-
%
"
.
. ...." ....% ....- ....4 ....1 ....3 ....? ....0
Kur'a daya pompa ('s debit+kapasitas aliran menggambarkan besarnya daya pada
pompa pada berbagai kondisi debit sistem.
Dari kur'a di atas, terlihat bahwa daya pompa akan semakin meningkat seiring
dengan meningkatnya kapasitas aliran+debit pompa. Pada putaran (motor 3.. rpm dan (
"., pompa men!apai daya tertingginya pada 4./4"0/1 watt dan kapasitas aliran+debit
.,..-.0? m
-
+s. Pompa men!apai daya terendahnya pada ../%.030 watt dan
kapasitas aliran+debit .,..3/.% m
-
+s. Pada posisi ( -., pompa men!apai daya
tertingginya pada 1.-1-?"/ watt dan kapasitas aliran+debit .,..-.0? m
-
+s. Pompa
men!apai daya terendahnya pada ".04"?-1 watt dan kapasitas aliran+debit
.,..3/.% m
-
+s. Cemakin besar posisi blades, semakin besar pula daya pompanya.
16
( ". (biru), ( -. (coklat)E n
"
( "%.. rpm
N& 1s
*
-.
%1
%.
"1
".
1
.
. ....% ....4 ....3 ....0 ..." ..."% ..."4 ..."3
Dari kur'a di atas, terlihat bahwa daya pompa akan semakin meningkat seiring
dengan meningkatnya kapasitas aliran+debit pompa. Pada putaran (motor "%.. rpm dan (
"., pompa men!apai daya tertingginya pada %3.?/.?3 watt dan kapasitas aliran+debit
.,..-.0? m
-
+s. Pompa men!apai daya terendahnya pada 1.%4"3?" watt dan
kapasitas aliran+debit .,..3/.% m
-
+s. Pada posisi ( -., pompa men!apai daya
tertingginya pada "/.-11?1 watt dan kapasitas aliran+debit .,..-.0? m
-
+s. Pompa
men!apai daya terendahnya pada -.??44-4 watt dan kapasitas aliran+debit
.,..3/.% m
-
+s. Cemakin besar posisi blades, semakin besar pula daya pompanya.
c)
p
's 9
( ". (biru), ( -. (coklat)E n
"
( 3.. rpm
& 1s *
-.
%1
%.
"1
".
1
.
. ...." ....% ....- ....4 ....1 ....3 ....? ....0
Kur'a effisiensi pompa ('s debit+kapasitas aliran menggambarkan besarnya effisiensi
17
pada pompa yang terjadi pada berbagai kapasitas aliran+debit.
18
>erlihat dari kur'a bahwa effisiensi pompa men!apai titik tertingginya pada kapasitas
aliran terendah. >itik pada kur'a yang menggambarkan posisi effisiensi tertinggi pompa
disebut sebagai FGP (Fest effi!ien!y point. Pada titik FGP, pompa akan beroperasi pada
kondisi optimal. Pada putaran (motor 3.. rpm dan ( "., pompa men!apai effisiensi
tertingginya sebesar 0..3".-" H. Pada posisi ( -., pompa men!apai effisiensi
tertingginya sebesar %-.03/3" H.
( ". (biru), ( -. (coklat)E n
"
( "%.. rpm
& 1s *
%1
%.
"1
".
1
.
. ....% ....4 ....3 ....0 ..." ..."% ..."4 ..."3
Pada putaran (motor 3.. rpm dan ( "., pompa men!apai effisiensi tertingginya
sebesar "?./"?.- H. Pada posisi ( -., pompa men!apai effisiensi tertingginya sebesar
%-.""14/ H.
d) n
s
's 9
( ". (biru), ( -. (coklat)E n
"
( 3.. rpm
ns 1s *
1...
41..
4...
-1..
-...
%1..
%...
"1..
"...
1..
.
. ...." ....% ....- ....4 ....1 ....3 ....? ....0
19
Kur'a diatas menggambarkan besarnya putaran blades pada berbagai kondisi
kapasitas aliran. Cemakin besar kapasitas aliran, semakin !epat putaran blades.
( ". (biru), ( -. (coklat)E n
"
( "%.. rpm
ns 1s
*
/...
0...
?...
3...
1...
4...
-...
%...
"...
.
. ....% ....4 ....3 ....0 ..." ..."% ..."4 ..."3
Kur'a diatas juga menggambarkan besarnya putaran blades pada berbagai
kondisi kapasitas aliran. Cemakin besar kapasitas aliran, semakin !epat putaran
blades.
20
BAB VII
TUGA! DAN PERTAN/AAN
I#lan &'(&a a#sial)
Warman Q pump
The Warman Q pump is a heav du! a"ia# $#%& pumps $%' a## (i)ds %$ c's!a##isa!i%) p'%cesses. The
pumps a'e supp#ied i) a &ide 'a)*e %$ ma!e'ia#s+ i)c#udi)* s!ai)#ess s!ee#s+ m%)e#+ supe' dup#e" a)d
a'e desi*)ed $%' a## (i)ds %$ c's!a##isa!i%) p'%cesses. ,u## p'%!ec!ed heav du! sha$! &i!h mi)imum
sha$! de$#ec!i%). The Warman Q pump 'a)*e is deve#%ped a)d ma)u$ac!u'ed b -ei' .i)e'a#s
/e!he'#a)ds b.v.
?
?
21
,01T2304 5 60/0,IT4
7 8apaci!9 up !% 80.000 m35h
7 :ead9 2p !% 9.5 m
7 Tempe'a!u'e9 2p !% 200 ;8
7 .1-<9 up !% 10 ba'
7 ,#a)*e d'i##i)*9 =I/ %' 1/4I
???4i>es9 =/ 300 ?12@) A =/ 2000 ?80@)
1<<BI81TIC/4
7 8%)!i)u%us ci'cu#a!i%) %$ c%''%sive5ab'asive s%#u!i%)s+ b'i)e s#u''ies+ p'%cess &as!es
7 8's!a##isa!i%) a)d evap%'a!i%) p'%cesses ?b'i)e+ sea&a!e')
7 4a#! p#a)!s
7 Va'i%us chemica# p#a)!s
7 3e*e)e'a!i%) p#a)!s
7 -as!e &a!e' !'ea!me)!
7 <%!ash p#a)!s
4ea#i)* Cp!i%)s
D 4!u$$ed pac(i)* b%"
D 4!u$$ed pac(i)* b%" &i!h sec%)da' s!a)dDs!i## pac(i)* device
D 4i)*#e %' d%ub#e ca'!'id*e mecha)ica# sea#
4!a)da'd %p!i%)s pump ma!e'ia#s
D 316 4!ai)#ess 4!ee#
D =up#e" 4!ai)#ess 4!ee#
D 4upe' =up#e" 4!ai)#ess 4!ee#
D .%)e#
D 1##% 625 5 1##% 31
D 254 4.C
D C!he' ma!e'ia# %p!i%)s %) c#ie)!Es 'eFues!
8%)$i*u'a!i%)s
D 4uspe)ded+ VDbe#! d'ive)+ &i!h m%!%' u)de's#u)* !% !he pump
D 4uspe)ded+ VDbe#! d'ive)+ &i!h m%!%' %) sepa'a!e base p#a!e
D 4uspe)ded+ *ea' b%" d'ive)+ &i!h d'ive u)i! %) sepa'a!e base p#a!e
D 8e)!'e#i)e m%u)!ed cas! ve'si%)
=I/ a)d 1/4I $#a)*es =/250
?10@) A =/2000 ?80@)
:eav du! bea'i)* a''a)*eme)! G'ease
%' %i# #ub'ica!ed bea'i)* h%usi)*
Bab'i)!h !pe de$#ec!%' %) b%!h sides %$ bea'i)* b'ac(e! Impe##e'
hub (eed a)d b%#!ed %) sha$!
1dHus!ab#e+ p%si!ive# #%c(ed impe##e' b#ades ?%p!i%)a#)
,#%& i) b%!h di'ec!i%)s p%ssib#e
:i*h e$$icie)c5#%& /<4: hd'au#ics
4!eep pe'$%'ma)ce cu'ves
22
Axial Pump
Hidrostal A-pump
The Hidrostal A-Pump is suitable for rain and
high water pump stationes, for irrigate and
drain jobs, and everywhere there, where solids
could be.
Hidrostal tubular pump
The tubular pump with the Hidrostal
screw centrifugal impeller for pit
installation.
Axial Flow Pumps
for high flow low head applications
Lawrence aial flow pumps are designed and built
for reliable service, low maintenance and are
bac!ed by our long standing reputation for "uality
and attention to detail. #ince $%&' Lawrence
#eries %((( Aial )low pumps have handled
literally billions of gallons of process fluids. Typical
applications for the Aial )low pump include
evaporators, crystalli*ers, heat recovery, and high-
volume miing.
Capabilities:
)lows to $+(,((( ,P- .&+,((( m
&
/hr0
Heads to &' ft .$$ m0
Temperatures to &((1 ) .$2%1 30
Pressures to $+( psig .$(.& bar0
Aial )low pumps are designed for pressures and
temperatures re"uired to meet customers4
23
specifications. LP5 manufactures pumps in all castable
materials including6 3ast iron, 3arbon steel, abrasion
and corrosion-resistant alloys, stainless steels, 7uple
alloys, Titanium, 8irconium, and specialtiy materials as
re"uired.
LP54s hori*ontal Aial-)low pump is furnished with
large-diameter shafts which are fully cantilevered into
the elbow, completely eliminating the need for any
internal support bearings. Large diameter shafts are
designed for minimum deflection in the pac!ing bo
area, allowing the use of either a mechanical seal or
pac!ed bo design.
The 9ac!-Pull-out feature simplifies internal inspection and
maintenance of the rotating element and propeller without disturbing
the suction and discharge piping or motor.
Product Applications
Evaporators
Crystallizers
Heat
ecovery
High !olume "ixing
%.
BAB VIII
PENUTU
P
Kesi(&ulan
Pompa aksial merupakan alat yang berfungsi untuk mengalirkan fluida dari potensial
rendah ke potensial yang lebih tinggi dengan menggunakan gerak putaran dari blades dan
mempunyai arah aliran sejajar dengan sumbu porosnya.
Kur'a hubungan antara head, daya, effisiensi, putaran blades pompa terhadap
kapasitas aliran menggambarkan karakteristik dari pompa aksial. Kur'a-kur'a tersebut
digunakan untuk memilih kinerja optimal pada pompa. Cemakin tinggi head pompa,
debit+kapasitas aliran pompa semakin rendah. Daya pompa akan semakin meningkat seiring
dengan meningkatnya kapasitas aliran+debit pompa. Gffisiensi pompa men!apai titik
tertingginya pada kapasitas aliran terendah. Dan semakin besar kapasitas aliran, semakin
!epat putaran blades.
!aran
1. Cebaiknya alat-alat yang ada diperbaharui, alat yang digunakan untuk praktikum, sudah
tua dan kotor serta berkarat.
2. Dalam melakukan praktikum, amati dengan !ermat pergerakan pengatur sudut
blades, sebab getaran motor pada pompa !ukup besar sehingga menyebabkan
pergeseran pada sudut blades se!ara konstan.
25
Daf$ar Pus$a#a
*.8. ,herhasshy, Pump 5ans ,ompressors, 8ir Publisher, 8os!ow, "/0..
Da ,ru@, Fernard, Pump ,hara!teristi!s and BCI Gffi!ien!y ,ur'es, Pumps:8aintenan!e,
Design, and Aeliability ,onferen!e (pdf data %../.
h ttp:++www.hidrostal.!h+en+produkte+a<ialpumpen.php
h ttp:++www.gouldspumps.!om+pumpJ&5.html
h ttp:++www.weirminerals.!om+produ!tsJJser'i!es+!entrifugalJslurryJpumps+warmanJa<ialJflo
wJp umps+warmanJKJpump.asp<
h ttp:++www.lawren!epumps.!om+produ!ts+a<ial.htm l
26
"APIRAN
27