Anda di halaman 1dari 6

PENERAPAN METODE SIMPLEX DALAM

MEYELESAIKAN SISTEM PERSAMAAN


LINIER UNTUK MENENTUKAN
SUATU NILAI EKONOMI
















DISUSUN OLEH:
MARISA EFFENDI (H11110006)

PROGRAM STUDI MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahaesa yang telah memberikan
anugrah kesempatan dan pemikiran kepada kami untuk dapat menyelesaikan
karya tulis ini. Karya tulis yang kami buat dalam satu jilid ini berisi tentang
penggunaan konsep sistem persamaan linier dalam menentukan suatu nilai
ekonomi. Karya tulis ini di sajikan secara sistematis sehingga mempermudah
pembaca untuk membacanya. Kami dengan penuh kerendahan hati mengucapkan
rasa hormat dan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Thamrin Usman, DEA selaku Dekan Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Univarsitas Tanjungpura.
2. Bapak Drs. Helmi, M. Si. selaku Ketua Jurusan Matematika Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura.
3. Saudara Yudha Pratama, selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa
Matematika.
4. Saudari , selaku Kepala Bidang Akademik Himpunan Mahasiswa
Matematika.
5. Rekan-rekan mahasiswa matematika angkatan 2010.
6. Pihak-pihak yang tidak bisa disebutkan.
Dewasa ini banyak pendapat yang menyatakan bahwa sistem persamaan
linier sebagai mata pelajaran matematika di sekolah. Tanpa berpikir dapat
diterapkan untuk kehidupan sehari-hari terutama dalam hal pedagangaan. Oleh
sebab itu penulis mengangkat tema tentang penggunaan konsep sistem persamaan
linier dalam menentukan suatu niai ekonomi.
Akhirnya, kami berharap agarkarya tulis ini dapat memberiakn sumbangan
pengetahuan bagi semua pembaca atau dijadikan sebagai bahan referensi dalam
penyusunan bentuk karya ilmiah lainnya. Seperti pribahasa, Tiada gading yang
tak retak, demikian pula dengan karya tulis ini yang masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan demi
kesempurnaan karya tulis ini.

Pontianak, 25 Desember 2010


Tim Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Pembatasan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
BAB II KERANGKA TEORI
2.1 Bentuk-Bentuk Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV)
2.1.1 Persamaan Linier dengan Satu Variabel (PLSV)
2.1.2 Persamaan Linier dengan Dua Variabel (PLDV)
2.1.3 Sistem Persamaan Linier dengan Dua Variabel
2.2 Menyelesaikan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
2.2.1 Metode Eliminasi
2.2.2 Metode Substitusi
2.2.3 Metode Campuran Eliminasi dan Substitusi
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Contoh Penyelesaian

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
1.2 Pembatasan Masalah
Adapun yang menjadi pembatasan masalah untuk menghindari adanya
penyimpanagan dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana bentuk-bentuk sistem persamaan linier dua variabel?
b. Bagaimana metode-metode yang digunakan dalam sistem persamaan linier
dua variabel?
c. Bagaimana penerapan sistem persamaan linier dua variabel dalam
menentkan suatu nilai ekonomi?

1.3 Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui bentuk-bentuk sistem persamaan linier dua variabel.
b. Untuk mengetahui metode-metode yang digunakan dalam sistem
persamaan linier dua variabel.
c. Untuk mengetahui penerapan sistem linier dua variabel dalam menentukan
suatu nilai ekonomi.

1.4 Manfaat
Adapun yang menjadi manfaat dari karya tulis ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk menambah wawasan agar lebih memahami tentang sistem
persamaan linier dua variabel.
b. Untuk mengetahui manfaat penerapan sistem linier dua variabel dalam
bidang ekonomi.

BAB II
KERANGKA TEORI

2.1 Bentuk-bentuk Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV)
2.1.1 Persamaan Linier dengan Satu Variabel (PLSV)
Perhatikan kalimat-kalimat terbuka berikut ini:
1. x + 8 = 15
2. 3n 7 = 20
3.

= 12
Kalimat-kalimat terbuka di atas menggunakan tanda hubung = (sama
dengan), maka kalimat itu di sebut persamaan. Masing-masing persamaan di atas
hanya memiliki satu peubah, yaitu x, n, atau p, maka persamaan yang demikian itu
di sebut persamaan dengan satu variabel (peubah). Tiap variabel pada persamaan
di atas berpangkat 1 (dalam aljabar pangkat satu boleh tidak di tulis), sehingga
persamaan di atas di namakan persamaan linier.

2.1.2 Persamaan Linier dengan Dua Variabel (PLDV)
Perhatikan persamaan 3x + 2y = 6. Persamaan tersebut memiliki dua
variabel yaitu x dan y, masing-masing variabel tersebut berpangkat satu. Maka
persamaan seperti 3x + 2y = 6 di sebut persamaan linier dengan dua variabel
(peubah). Contoh persamaan linier dengan dua variabel.
1. x + y = 4
2. x y = 3
3. 2p 3q + 12 = 0
4. q = 2p 4
5. 3a b = 0
6.

a +

b =



2.1.3 Sistem Persamaan Linier dengan Dua Variabel
Berikut ini akan di bahas pengertian sistem persamaan linier dengan dua
variabel, dengan cara menentukan penyelesaian dari dua persamaan, misalnya
persamaan x + y = 5 dan 2x y = 4.
Penyelesaian dari kedua persamaan itu adalah pengganti untuk x dan y
yang memenuhi kedua persamaan tersebut. Berarti, pengganti x untuk persamaan
x + y = 5 juga harus berlaku untuk persamaan 2x y = 4, dan pengganti y untuk
persamaan x + y = 5 juga harus berlaku untuk persamaan 2x y = 4. Dengan
demikian, penyelesaian dari kedua persamaan merupakan pasangan x dan y.
Karena kedua persamaan linier tersebut mempunyai penyelesaian yang sama,
maka x + y = 5 dan 2x y = 4 di sebut sistem persamaan linier.
Sistem persamaan linier dengan dua variabel dapat dinyatakan dalam
berbagai bentuk dan variabel, misalnya:
1.