Anda di halaman 1dari 30

PERANG DUNIA I

Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia I


Perang Dunia I melanda dunia pada 1914-1918. Perang hebat ini pada awalnya hanya
terjadi di kawasan benua Eropa, kemudian menjalar ke ke negara-negara di kawasan
Benua Amerika dan Asia, seperti Kanada, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat,
Cina dan Jepang. Itulah sebabnya perang ini disebut Perang Dunia
Perang Dunia I tidak terjadi dengan begitu saja, karena suatu peristiwa pasti ada
sebabnya. Begitu juga dengan Perang Dunia I ini. Latar belakang perang dunia ini
dapat dibedakan menjadi sebab umum dan sebab khusus. Sekumpulan kondisi yang
dapat memicu terjadinya perang dunia tersebut. Sedangkan sebab khusus adalah suatu
peristiwa yang menjadi titk awal terjadinya perang dunia tersebut.
A. Sebab umum Perang Dunia I
Pertentangan Antarnegara
Negara-negara Eropa, seperti Inggris, Jerman , Italia, Perancis dan
Belgia mengalami kemajuan industri yang sangat pesat. Keadaan ini
mengakibatkan terjadinya persaingan ekonomi diantara negara-
negara tersebut untuk mendapatkan bahan baku dan daerah
pemasaran. Perluasan wilayah dilakukan negara-negara Eropa
tersebut untuk memenuhi kebutuhan Industrinya, seperti Inggris
menduduki Malaysia, Singapura, India, Afrika Selatan, dan Mesir.
Bangsa Perancis berhasil menduduki Kamboja, Laos, Maroko, dan
Tunisia. Bangsa Jerman berhasil menduduki Afrika Barat Daya,
sedangkan Italia berhasil menduduki Afrika Utara.
Usaha memperluas daerah jajahan ini sering kali menjadi
persengketaan diantara negara-negara itu. Maka persaingan yang
semula hanya di bidang ekonomi berkembang menjadi persaingan
politik. Misalnya Italia dan Perancis sama-sama ingin menguasai
daerah Afrika Utara. Jerman dan Perancis memperenutkan daerah
Ruhr. Austria dan Rusia memperebutkan Balkan. Jerman dan Inggris
memperebutkan daerah Timur Tengah. Dari persaingan politik
tersebut terjadi peperangan diantara negara-negara Eropa yang
saling bermusuhan tersebut. Peperangan tersebut adalah sebagai
berikut:
o Jerman dan Perancis
Permusuhan Jerman dan Perancis disebabkan adanya rasa
dendam Perancis terhadap Jerman yang pernah dikalahkan pada
perang (1870-1871)
o Jerman dan Inggris
Jerman merasa dirugikan karena barang dagangannya yang
masuk Inggris dilarang untuk dibeli oleh orang-orang Inggris.
Selain itu Inggris merasa tesaingi oleh Jerman dalam hal
angkatan laut. Pada waktu itu Inggris merupakan negara terkuat
di dunia dalam hal angkatan laut.
o Inggris dan Perancis
Politik perluasan wilayah yang dilakukan Perancis dibawah
Napoleon Bonaparte sangat merugikan Inggris sebagai negara
negara yang menguasai lautan dunia.
o Rusia dan Austria
Kedua negara ini mempunyai ambisi yang sama untuk
menguasai darah Balkan.
o Jerman, Inggris, Perancis dan Italia bersaing untuk menguasai
wilayah Afika.
Persekutuan Antarnegara
Situasi pertentangan yang semakin runcing menyebabkan
munculnya persekutuan diantara negara-negara tersebut. Pada
1882, antara Jerman, Austria dan Italia membentuk persatuan
militer yang disebut Triple Alliance. Akibatnya timbul reaksi dari
Inggris dan Perancis dengan membentuk Entente Cordiale pada
1904 dan pada 1907 menjadi Triple Entente, setelah Rusia menjadi
anggota baru. Maka, dunia pada saat itu sudah terbagi menjadi dua
blok militer yang siap menerkam satu sama lain.
Perlombaan Senjata
Persaingan diantara negara-negara persekutuan militer tadi saling
mengancam stabilitas negara-negara lainnya. Akibatnya, mereka
mengembangkan industri militernya untuk menghasilkan senjata-
senjata perang.

B. Sebab Khusus Perang Dunia I
Insiden yang menyebabkan perang antar negara-negara Eropa pada 1914 ialah
kejadian di daerah Balkan. Daerah Balkan meupakan wilayah yang strategis karena
daerah penghubung antara Eropa dan Asia.
Kejadian di daerah Balkan dimulai dengan perang antara Austria dan Serbia. Serbia
bercita-cita ingin mempersatukan bangsa-bangsa Slavia Selatan dalam suatu negara
besar yang meliputi Slovenia, Kroasia, Bosnia, Herzegovina, Montenegro, Macedonia,
Serbia, dengan dipimpin oleh Serbia.
Pada 1878, Kongres Berlin memutuskan bahwa Serbia diberikan kemerdekaan penuh,
sedangkan Bosnia dan Herzegovina masih tetap diduduki oleh Austria. Perebutan
daerah Balkan inilah yang menjadi penyebab timbulnya pertentangan antara Austria
dan Serbia.
Hal yang mengkhawatirkan bagi Austria ialah gerakan suku bangsa Slavia (Gerakan
Pan-Slavianisme) di wilayahnya, yaitu Bosnia dan Herzegovina. Gerakan ini didukung
oleh Serbia yang juga musuh Austria.
Pada tanggal 28 Juni 1914, pemerintah Austria mengutus putra mahkota Austria, Franz
Ferdinanddengan tujuan untuk menenangkan rakyat Slavia di Sarajevo, Bosnia. Akan
tetapi, ia ditembak mati oleh seorang pemberontak Serbia, bernama Gavrillo Princip.
Dari hasil penyelidikan kasus tersebut, ternyata pembunuhan tersebut sudah
direncanakan sebelumnya di Elgrado (Serbia). Adapun yang terlibat dalam rencana
pembunuhan tersebut ialah pihak militer dan pemerintah Serbia.
Pada 23 Juli 1914, Menteri Luar Negeri AustriaLeopold von Berchtold mengeluarkan
ultimatum yang berisi sebagai berikut:
Pemerintah Serbia harus menindas semua gerakan anti-Austria di
Serbia dan memecat pejabat-pejabat yang bersalah.
Para pejabat Austria diizinkan untuk membantu gerakan penindasan
kaum pemberontak dan menjatuhkan hukuman kepada mereka yang
terlibat dalam pembunuhan putra mahkota Austria.
Jawaban ultimatum tersebut ditunggu dalam waktu 48 jam. Pemerintah Serbia akan
memenuhi sebagian besar tuntuan Austria, tetapi diikuti dengan tindakan mobilisasi
menghadapi perang. Pemerintah Austria menganggap jawaban ultimatum tersebut
tidak memuaskan sehingga mengumumkan perang terhadap Serbia pada tanggal 28
Juli 1914.


Jalannya Perang Dunia I
Perang antara Austria dan Serbia, meluas karena melibatkan sekutu-sekutunya. Serbia
mendapatkan bantuan dari Rusia dan Perancis. Jerman memihak Austria dengan
menyatakan perang dengan Perancis. Ketika Jerman menerobos Belgia untuk
menyerang Perancis, Inggris membantu Belgia dan Perancis dengan menyatakan
perang dengan Jerman pad 4 Agustus 1914. Dalam jangka waktu seminggu, lima
negara besar terlibat ke dalam kancah perang Austria-Serbia. Maka terjadilah perang
besar-besaran.
Perang Dunia I ini terbagi kedalam dua blok yang berseteru, yaitu Blok Serikat atau
Sekutu (Allied) dan Blok Sentral (Axis). Blok Serikat terdiri dari negara-negara yang
tergabung dalam Triple Entente, sedangkan Blok Sentral tersiri dari negara-negara
yang tergabung dalam Triple Alliance.
Peperangan terjadi di dua front, yaitu barat dan timur. Jerman menghadapi Perancis di
front barat dan Rusia di front timur. Jerman merencanakan untuk menghancurkan
Perancis di front barat sebelum menghadapi Rusia di timur. Pada September 1914,
Jerman sudah mencapai sungai Marne dan mengancam Paris. Namun, rencana ini gagal
karena mendapatkan perlawanan sengit dari Perancis. Selain itu Jerman harus
menghadapi Rusia yang sudah menuju Prusia.
Perancis dapat menahan Jerman di sungai Marne, Inggris tetap dapat menguasai selat
Inggris, serta Rusia tetap dapat bertahan di Prusia. Akhirnya, peperangan yang semula
bersifat langsung kilat, kini menjadi peperangan pasif. Pasukan militer kedua belah
pihak mengambil posisi masing-masing dalam parit-parit perlindungan yang
memanjang sejauh 78 km dari laut Utara sampai perbatasan Swiss.
Sementara perang berjalan lambat, kedua belah pihak berusaha memperkuat dirinya di
luar Eropa dengan memperluas daerah jajahannya. Inggris dan Perancis menyerang
daerah jajahan Jerman di Togoland, Kamerun, dan Afrika Timur. Di Asia Pasifik, Jepang
mengambil alih daerah jajahan Jerman di Kepulauan Marshall, Mariana, dan Karolina.
Menurut perhitungan kekuatan, angkatan perang Blok Serikat lebih besar tiga kali lipat
dari kekuatan Blok Sentral. Keadaan ini mengakibatkan Blok Sentral banyak mengalami
kekalahan. Pada 12 Desember 1916, Jerman mengusulkan perdamaian. Usul tersebut
diterima oleh pihak Serikat dengan persyaratan yang memberatkan bagi Blok Sentral,
yaitu:
Pembebasan Belgia, Serbia, dan Montenegro yang dikuasai Jerman
pada 1915,
penarikan tentara Jerman dari Perancis, Rusia dan Rumania,
Pembebasan bangsa Italia, Slavia, Rumania, dan Cekoslovakia yang
berada dibawah kekuasaan Austria dan pembebasan bangsa-bangsa
yang berada dibawah kekuasaan Turki,
Ganti rugi perang dari pihak Sentral,
Jaminan yang meyakinkan bahwa perdamaian di Eropa akan
dipelihara dengan baik.
Dengan persyaratan yang demikian berat, pihak Sentral pun akhirnya membatalkan
usul perdamaian tersebut.
Untuk mematahkan blokade Inggis, Jerman pada 31 Januari 1917 melancarkan perang
kapal selam tak terbatas. Akibatnya 5 kapal dagang dan penumpang Amerika Serikat
ditenggelamkan Jerman pada Maret 1917, termasuk Kapal Lusitania yang sudah lebih
dulu ditenggelamkan oleh Jerman pada 7 Mei 1915. Amerika yang semula bersikap
netral, akhirnya mengumumkan perang terhadap Jerman pada 10 April 1917.
Sementara itu di Rusia terjadi pergolakan dari kaum buruh yang menginginkan
perdamaian. Terjadi revolusi buruh yang menggulingkan kekuasan Kaisar Nicolas
II dibawah pimpinan Lenin dari kaumBolshevik. salah satu langkah dari pemerintahan
kaum Bolshevik ini ialah menarik diri dari Perang Dunia I dengan
melakukan Perjanjian Brest Litovsk(1918). Hal ini sangat menguntungkan Blok Sentral.
Sejak pasukan AS mengalir ke Benua Eropa, Blok Serikat mampu memukul mundur
pasukan Blok Sentral. Akibatnya, pada September 1918, Bulgaria mengajukan damai
dan satu persatu negara yang bergabung dalam Blok Sentral mengalami kekalahan.
Pasukan Serikat menduduki Macedonia dan Serbia, Inggris berhasil menduduki
Yarussalem. Bersama-sama pasukan Arab, Inggris dibawah Jendral Allenby berhasil
mendesak Turki dan berhasil merebut benteng-benteng pertahanan dari Baghdad
sampai Aleppo. Turki tidak lagi menahan serangan-serangan Serikat. Akhirnya Turki
harus menandatangani Perjanjian Sevres pada 1920. Sementara itu, bangsa-bangsa
Polandia, Cekoslovakia, Kroasia dan Slavia membebaskan diri dan membentuk negara
merdeka setelah kekaisaran Austria-Hongaria runtuh.
Pasukan Jerman bertahan mati-matian sambil mundur menahan gempuran-gempuran
Sekutu. Semangat pasukan Jerman mulai rontok dan rakyat Jerman mengalami
kelaparan. Sementara itu, di dalam negeri Jerman sendiri terjadi pemberontakan
rakyat. Gerakan orang-orang komunis di Munich dapat menggulingkan
kekaisaran Wilhelm II sehingga terbentuklah negara republik. Akhirnya Jerman pada 11
November 1918 menandatangani perjanjian gencatan senjata menurut syarat-syarat
yang ditentukan pihak Serikat. Perang Dunia I berakhir setelah Jerman
menandatangani perjanjian Versailles pada 28 Juni 1919.

Akibat Perang Dunia I
Perang Dunia I merupakan pergerakan total dari segala kekuatan yang dimiliki oleh
negara-negara di berbagai belahan dunia, terutama negara-negara di Benua Eropa.
Negar-negara yang terlibat dalam Perang Dunia I, baik yang kalah maupun yang
menang sama-sama menanggung resiko. Lebih dari 10 juta orang meninggal dan
sekitar 20 juta orang terluka sebagai korban kedahsyatan Perang Dunia I. Selain itu,
Perang Dunia I berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia dalam bidang sosial,
ekonomi dan politik.
Bidang Politik
o Munculnya negara-negara baru, seperti Polandia, Cekoslovakia,
Kroasia, Yugoslavia, Hongaria, Irak, Iran, Yordania, Mesir, Arab
Saudi, dan Syria (Suriah).
o Munculnya paham-paham baru, seperti fasisme di Italia,
naziisme di Jerman, nasionalisme di Turki, militerisme di
Jepang, dan komuisme di Rusia.
Bidang Sosial
o Perang Dunia I membutuhkan perlengkapan, sehingga
mendorong produktivitas industri yang semakin besar. Dengan
demikian buruh semakin dibutuhkan, sehingga kedudukan
buruh dan wanita semakin penting.
o Perangyangberkepanjanganmenimbulkan rasa marah, bosan,
ngeri sehingga memunculkan keinginan perdamaian. Maka
dibentuklahLeague of Nations atau Liga Bangsa-Bangsa pada
1919.
Bidang Ekonomi
Selama Perang Dunia I berkecemuk, perekonomian tidak mendapat
perhatian yang layak. Akibatnya, krisis ekonomi yang dahsyat
melanda dunia. Hal ini dikenal dengan sebutan Malaise 1929.
Adapun penyebab dari krisis ekonomi tersebut adalah sebagai
berikut:
o Kemiskinan akibat tenaga manusia tercurah untuk keperluan
perang, dan faktor-faktor produksi rusak.
o Over produksi, akibat perdagangan internasional terhenti oleh
proteksi yang dilakukan oleh negara-negara totaliter seperti
Jerman, Italia dan Rusia.
o Terhambatnya pemberian kredit. Banyak nasabah yang menarik
dopositnya karena terjadi inflasi yang sangat tinggi serta banyak
perbankan yang menarik kembali pinjamannya.
o Terjadinya kekacauan pembayaran. Terjadi perbedaan besar
dalam nilai mata uang Jerman, Austria, dan Perancis terhadap
dollar Amerika. Pada puncak krisis nilai mata uang mencapai
1$=4000.000.000 Mark Jerman.


PERANG DUNIA II
Lahirnya Negara-Negara Fasis
Negara fasis adalah negara yang menjalankan kekuasaan pemerintahannya dengan
cara diktator sehingga rakyat tidak bebas mengeluarkan pendapat. Sejak semula,
fasisme sangat menentang komunisme, sosialisme, dan liberalisme. Fasisme ingin
membentuk negara otoriter-totaliter.
Dalam negara yang otoriter-totaliter, seluruh aspek ekonomi, sosial dan politik
ditentukan oleh satu partai penguasa. Kaum fasis sangat mengutamakan dan
mengagungkan perang dan disiplin militer. Selain itu, negara fasis mengembangkan
perasaan nasionalisme yang sangat berlebihan (ultra nasionalisme atau chauvinisme)
disertai dengan semangat heroisme di kalangan masyarakat luas. Oleh sebab itu,
negara-negara fasis sangat agresif. Hal ini merupakan salah satu penyebab pecahnya
Perang Dunia II. Adapun, negara-negara yang melambangkan paham fasisme, yaitu
Italia dibawah Mussolini, Jerman dibawah Hitler, dan Jepang dibawah Kaisar Hirohito.
Fasisime Italia di bawah Mussolini
Tidak hanya negara yang kalah perang yang mengalami masalah
ekonomidalam negerinya, tetapi negara-negara yang merasa
menang perang pun tidak luput dalam krisis tersebut. Italia yang
masuk dalam Blok Sekutu pada waktu Perang Dunia I mengalami
masalah di bidang ekonomi di dalam negerinya sehingga
mendorong timbulnya gerakan dari partai yang menentang
Raja Victor Immanuel III dibawah pimpinan Benito Mussolini melalui
partai fasis.
Meskipun Mussolini memegang kekuasaan pemerintahan secara
diktator setelah merebutnya dari tangan Raja Victor Immanuel III, ia
tidak berhasil memulihkan keadaan ekonomi negara. Dengan
demikian, pemerintah memutukan untuk mengalihkan perhatian
rakyat dengan perang ke luar negeri, yaitu dengan menyerbu
Abbesinia (Ethiopoa) pada 1934.
Naziisme Jerman di bawah Hitler
Sebagai negara yang kalah dalam Perang Dunia I, situasi dalam
negeri Jerman mengalami krisis ekonomi yang sangat hebat, situasi
ekonomi yang sangat labil, inflasi melonjak, dimana-mana
pengangguran bertamabah banyak. Sementara itu, selain tidak bisa
mengatasi masalah ekonomi, pemerintah juga tidak mampu
menmbayar utang ganti rugi perang kepada pihak Sekutu.
Ketidakmampuan pemerintah Jerman mengatasi krisis ekonomi
mengakibatkan rakyat tidak lagi mempercayai pemerintah sehingga
mendorong timbulnya partai-partai baru yang bersifat lebih keras,
sperti Partai Spartacis (komunis), Partai Sosial Demokrat dan Partai
Sosialis Nasionalis. Parati terakhir ini disebut National Sozialistische
Deutsche Arbeiter Partie atau NAZI yang dipimpin oleh Adolf Hitler.
Kesengsaraan rakyat menurut Hitler diakibatkan karena kalah
perang. Orang komunis dan Yahudi disebut sebagai pengacau
ekonomi Jerman. Dalam bukunya Mein Kamf(Perjuanganku), Hitler
menyatakan bahwa dunia akan baik jika dipimpin oleh orang-orang
Jerman sebab orang Jerman ditakdirkan untuk menguasai negara-
negara lain. Selama memimpin Jerman, Hitler bertindak sangat
diktator. Hitler bercita-cita melaksanakan pemerintahan
yang lebensraum(memperluas ruang hidup).
Militerisme Jepang dibawah Kaisar Hirohito
Pada masa Kekaisaran Hirohito, perindustrian Jepang semakin
berkembang dan kehidupan politik bertumpu dengan kuat pada
pemerintahan parlementer. Akan tetapi, kemunculan faktor-faktor
baru pada masa itu dapat merusak dan menurunkan wibawa dan
pengaruh parati-partai politik, antara lain kehidupan perekonomian
bangsa Jepang semakin tdak menentu. Selain itu, kepercayaan
rakyat terhadap partai politik semakin merosot karena bebeapa
skandal terbuka di muka umum. Keadaan ini dimanfaatkan oleh
kaum ekstrimis dan kaum militer sehingga memperburuk keadaan
Jepang saat itu. Bahkan, partai politik digabungkan dan rakyat
dipaksa untuk berperang melawan Cina.
Sejarah partai politik Jepang berakhir dengan dihapusnya seluruh
partai politik dan digantikan dengan sebuah gabungan partai
nasional yang hanya formalitas saja. Sama halnya dengan fungsi
parlemen yang kurang mampu menyumbangkan gagasan atau
menyaring berbagai kebijakandari penguasa. Hal ini pula yang
menyebabkan timbulnya Perang Pasifik pada 1942.
Adapun penyebab Jepang menjadi imperium, antara lain:
o kepadatan penduduk akibat kemajuan Jepang;
o pembatasan imigrasi bangsa Jepang yang dilakukan bangsa lain;
o kebutuhan bahan baku industri dan daerah pemasaran hasil-
hasil industri;
o Jepang selalu ingin menguasai dunia, sebagaimana yang
dilakukan oleh negara-negar maju lainnya. Hal itu juga dilandasi
oleh ajaran Shinto yang dianutnya tentang Hakko Ichi U (dunia
sebagai satu keluarga). Ajaran ini mengartikan bahwa dunia ini
disusun sebagai satu keluarga, dimana Jepang sebagai kepala
keluarganya.
Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II
Keadaan damai di Benua Eropa pasca Perang Dunia I hanya berlansung tidak lebih dai
15 tahun. Pada periode 1930-an keadaan politik dunia kembali memanas menyerupai
kondisi politik pada 1900-1912, sebelum meletusnya Perang Dunia I. Maka negar-
negara yang pernah terlibat dalam Perang Dunia I segera mempersiapkan diri untuk
menghadapi perang yang mungkin terjadi yang lebih dahsyat dari perang yang
sebelumnya.
Politik revanche ildea (semangat membalas) terus dikembangkan dan dihembuskan
oleh negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia I. Selain itu munculnya negara
fasis (totaliter), seperti Jerman, Italia, dan Jepang merupakan salah satu penyebab
meletusnya Perang Dunia II. Oleh karena itu, banyak orang mengatakan bahwa Perang
Dunia II merupakan kelanjutan dari Perang Dunia I.
Pada hakikatnya, latar belakang Perang Dunia II sama dengan Perang Dunia I, yakni
terbagi atas sebab umum dan sebab khusus. Sebab umum melatarbelakangi
berkecemuknya politik dunia pasca Perang Dunia I.

Sebab umum
o Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB)
LBB yang diharapkan dapat menjadi suatu lembaga yang dapat
menciptakan perdamaian dunia, ternyata tidak menjalankan
peranannya dengan baik. Seperti pada 1935, ketika Italia
melakukan agresi terhadap Ethiopia. LBB tidak dapat mncegah
agresi itu. Oleh karena itu, dalam waktu satu tahun, Italia dapat
menguasai Ethiopia.
o Perlombaan Senjata
Industri angkatan perang berkembang dengan pesat karena
mendapat dukungan dari keuangan negara. Sebagian besar
anggaran belanja negara ditujukan untuk bidang industri agar
dapat membangun kembali industri yang telah hancur pada
masa Perang Dunia I.
Masing-masing negara berusaha saling mengungguli lawan-
lawan mereka dengan melengkapi persenjataannya. Curiga
mencurigai diantara sesama negara Eropa sering muncul
sehingga menyebabkan masing-masing negara mempersiapkan
diri untuk menghadapi kemungkinan adanya serangan dari
negara-negara lain atau untuk menyerang negara lain.
o Persekutuan dan Pertentangan Paham
Berkembangnya berbagai paham setelah Perang Dunia I telah
menjadikan negara-negara Eropa membentuk persekutuan-
persekutuan berdasarkan kepentingan ideologi yang
berkembang di negara masing-masing.
Menjelang Perang Dunia II, terdapat tiga paham yang saling
bertentangan, yaitu sebagai berikut:
Paham Komunis yang dipimpin Rusia (Blok Komunis),
Paham Fasis Totaliter dipimpin Jerman dan Italia (Blok Fasis),
Paham Demokrasi dan Liberalisme yang dipimpin Amerika
Serikat, Inggris dan Perancis (Blok Demokrasi).
Terjadinya blok-blok ini sebagai akibat dari timbulnya
politik mencari kawan yang sepaham dan seperjuangan
(aliansi). Dari sinilah, mulai timbul saling mencurigai antara
satu negara (besar) dan negara (besar) lainnya.
Dunia Barat, termasuk Italia dan Jerman mulai mencurigai
komunisme Rusia. Selanjtnya, Rusia san Sekutunya mencurigai
gerakan fasisme di Italia dan naziisme yang berkembang pesat di
Jerman. Ketegangan di antara negara-negara tersebut mulai
menghangat dan masing-masing pihak memperkuat dan mencari
dukungan dari negara lain.

Sebab Khusus
Sebab khusus yang memicu meletusnya Perang Dunia II adalah
serangan Jerman atas Polandia pada 1 Septemer 1939. Serangan
yang dilancarkan Jerman ini telah mengawali pertempuran dunia di
front Eropa. Sedangkan sebab khusus yang mengawali Perang Dunia
II di kawasan Asia Pasifik adalah pemboman pangkalan angkatan
laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii oleh Jepang pada 7
Desember 1941. Pemboman ini telah mengawali berkobarnya
Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya.

Jalannya Perang Dunia II
Setelah Jerman melancarkan serangan ke Polandia pada 1 September 1939, tiga hari
kemudian, 3 September 1939 Perancis dan Inggris menyatakan perang terhadap
Jerman. Maka, dimulailah Perang Dunia II antara Blok AS (Poros) yang dipimpin Jerman
dengan Blok sekutu yang dipimpin Inggris, dengan politik lebensraum, pada 9 April
1940 Tentara Jerman dalam waktu singkat melakukan serangan secara besar-besaran
ke wilayah utara dan berhasil menduduki Denmark dan Norwegia. Pada 10 Mei 1941,
pasukan Jerman melakukan serangan pula ke wilayah barat, yaitu ke negeri
Luxemburg, Belanda, Belgia dan selanjutnya mengancam Prancis.
Pada 10 Juni 1940, Italia terjun ke kancah peperangan dengan memihak Jerman.
Akhirnya dengan gempuran-gempuran yang sangat dahsyat dari Jerman dan italia
selama 12 hari, Perancis dapat ditaklukan pada 22 Juni 1940. Selanjutnya Jerman
mencoba untuk menguasai Inggris. Namun serangan -serangan Jerman, baik angkatan
udara maupun darat dapat dipatahkan oleh pasukan Inggris dibawah
pimpinan Perdana Menteri Winston Churchill
Jerman dan Italia kemudian menduduki daerah Balkan dan mendapat perlawanan
sengit dari pasukan partisan Yugoslavia dibawah pimpinan Josep Broz Tito.
Pada 22 Juni 1941, Jerman memulai serangan-serangan ke arah timur, yaitu Rusia.
Serangan-serangan tersebut berhasil dengan gemulang sehingga negara-negara
sekutu dalam posisi bertahan. Namun pada musim dingin 1944, pasukan Rusia dapat
memukul mundur pasukan Jerman dengan menerobos jauh ke arah Polandia, Rumania,
Yugoslavia, Hongaria seringga dapat mengusir pasukan Jerman dari daerah Balkan.
Di Pasifik, Jepang telah memulai Perang Asia Timur Raya dengan melakukan
pengeboman terhadapa pangkalan militer AS di Pearl Harbour, Hawai pada 7 Desember
1941. Keesokan harinya, AS menyatakan perang dengan Jepang dan negara Poros
lainnya. Dalam waktu 100 hari, Jepang berhasil merebut koloni Inggris di Malaya dan
Burma, koloni Amerika di Filipina, koloni Belanda di Indonesia, dan sejumlah pulau di
Pasifik.
Untuk membalas serangan Jepang, sekutu menyusun strategi dengan melakukan taktik
"Loncat Katak" (Jumping Frog). Stategi ini dipimpin oleh Jendral Douglas Mac
Arthur dan Laksamana Chester Nimittz.
Pada 7 Mei 1942, sekutu berhasi menghancurkan tentara Jepang di laut Karang dekat
Papua. Setelah itu, pada 1945, sekutu berhasil merebut Filipina dan Indo-Cina. Tentara
Jepang akhirnya menyerah pada Sekutu pada 15 Agustus 1945 setelah sebelumnya
Hiroshima dan Nagasaki dibom atom pada 6 dan 9 Agustus 1945.
Sebelumnya, pasukan Sekutu di bawah pimpinan Montgomery pada 23 Oktober 1942
mendapat kemenangan dalam Perang El-Alamein di Afrika Utara. Disusul oleh
kemenangan AS di Aljazair, Inggris-AS di Sisilia dan Italia Utara. Adapun, di Italia
serangan Sekutu mendapat perlawanan sengit dari pasukan Jerman. Namun, pada 3
September 1943 Italia akhirnya dapat ditaklukkan.
Pada 6 Juni 1944, Jendral Eisenhower memimpin pasukan sekutu untuk menyerang
Jerman yang menguasai Perancis di Norwegia, Normandia, dan Perancis Selatan.
Serangan-serangan itu berhasil dilancarkan dengan direbutnya Perancis pada 24
September 1944.
Pada awal 1945, pasukan sekutu melancarkan serangan langsung ke wilayah Jerman
dengan menghancurkan pusat-pusat industri Jerman dan berhasil menduduki kota
Berlin. Pasukan Jerman terdesak. Pada 7 Mei 1945, Jerman akhirnya menyerah kepada
Sekutu.
Dengan menyerahnya Jerman dan Jepang kepada Sekutu, berakhirlah Perang Dunia II.
Kekalahan yang dialami pada Perang Dunia I terulang kembali oleh Jerman dan Italia.
Akhir dari Perang Dunia II ialah dengan penandatanganan Perjanjian Potsdam antara
Jerman dan Sekutu pada 17 Juli -2 Agustus 1945 dan Perjanjian San Fransisco pada 8
September 1951 antara Jepang dan Sekutu. Pihak yang kalah perang diharuskan ganti
rugi perang, pembagian wilayah, pembagian daerah-daerah yang direbut pada masa
perang. Selain itu, mereka yang bertindak sebagi otak Perang Dunia II dinyatakan
sebagai penjahat perang dan diadili di depan Mahkamah Internasional.

Akibat Perang Dunia II
Perang Dunia II merupakan perang terbesar dan terdahsyat yang peranah terjadi
selama ini. Perang ini menelan korban yang sangat besar, yakni sekitar 40 juta orang.
Perang ini juga membawa akibat besar bagi dunia terutama terjadi perubahan-
perubahan di bidang ekonomi, politik dan sosial.
Bidang Politik
o Munculnya dua kekuatan besar dunia (adikuasa atau super
power), yakni Amerika Serikat dengan ideologi Demokrasi
Liberalnya (liberalisme), dan Uni Soviet dengan ideologi
komunisnya.
o Terjadi persaingan di antara kedua ideologi yang berbeda
berakibat munculnya perang dingin (cold war). Namun perang
dingin ini sudah pudar bahkan berakhir setelah Uni Soviet
terpecah pada 1991 menjadiCommonwealth of Independent
State (CIS). Pada masa perang dingin ini kedua kekuatan
mencoba mempengaruhi negara-negara sepaham untuk
membentuk aliansi (persekutuan), seperti North Atlantic Treaty
Organization (NATO), yaitu fakta pertahanan Amerika Serikat
bersama negara-negara Eropa Barat. Adapun aliansi bentukan
Uni Soviet adalah Pakta Warsawa, yaitu pertahanan Uni Soviet
bersama negara- negara Eropa Timur,
o Munculnya negara-negara merdeka di Asia, seperti Indonesia,
Filipina, India, Pakistan dan Srilanka.
Bidang Ekonomi
Setelah Perang Dunia II berakhir, perekonomian dunia mengalami
kekacauan sehingga Amerika Serikat katakutan pihak komunis akan
mempengaruhi negara-negara yang sedang kesulitan. Untuk itu,
Amerika Serikat memberikan bantuan (kredit) bagi negara-negara
Eropa yang hancur akibat Perang Dunia II. Misalnya melalui
program Marshall Plan 1947. Akibatnya, paham komunis dapat
dibendung di wilayah Eropa Barat. Selain itu, negara Jerman dan
Jepang muncul sebagai negara industri besar setelah mendapat
bantuan dari Amerika Serikat.
Bidang Sosial
Munculnya keinginan yang kuat dari sebagian negara di dunia untuk
menciptakan perdamaian abadi. Dari tekad inilah muncul lembaga
internasional yang berwibawa dalam melakukan perdamaian, yaitu
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1945. Adapun para
pelopor pendiri PBB ialah Franklin Delano Roosevelt (AS), Winston
Churchill (Inggris) dan Josef Stalin (Uni Soviet).
Perang Dunia II
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perang Dunia II

Gambar-gambar Perang Dunia II
Tanggal 1 September 19392 September 1945
Lokasi Eropa, Pasifik, Asia Tenggara, Timur
Tengah,Mediterania dan Afrika.
Hasil Kemenangan sekutu, munculnya Amerika Serikat
dan Uni Soviet sebagai negara adidaya,
terbentuknya blok-blok yang menjurus ke Perang
Dingin, mulai lepasnya negara-negara jajahan
Eropa.
Casus belli Penyerangan Jerman Ke Polandia (Eropa)
,Penyerangan Pearl Harbour (Asia & Pasifik
Pihak yang terlibat
Sekutu:
Polandia
Britania Raya
Perancis
Uni Soviet (1941-1945)
Amerika Serikat(1941-
1945)
Republik Cina
lainnya
Axis:
Nazi Jerman
Slowakia
Uni Soviet(1939-1941)
Italia (19401943)
Jepang
Hungaria (1940-1944)
Rumania(19411944)
Finlandia(19411944)
Irak
Thailand(19411945)
lainnya
Komandan
Winston Churchill
Joseph Stalin
Franklin Roosevelt
Chiang Kai-Shek
Wadysaw Sikorski
Adolf Hitler
Benito Mussolini
Hideki Tojo
Jumlah korban
Militer tewas:
17.000.000
Sipil tewas:
33.000.000
Total tewas:
50.000.000
Militer tewas:
8.000.000
Sipil tewas:
4.000.000
Total tewas:
12.000.000
Perang Dunia II, atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat PDII) adalah konflik militer global yang terjadi
pada 1 September1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk
semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan: Sekutu dan Poros.
Perang ini merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100 juta personil. Dalam keadaan
"perang total," pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah
untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer. Lebih dari tujuh
puluh juta orang, mayoritas warga sipil, tewas. Hal ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling
mematikan dalam sejarah manusia.
Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai saat Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1
September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada
tentara Amerika Serikat. Secara resmi PD II berakhir ketika Jepang menandatangani dokumen Japanese
Instrument of Surrender di atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 September 1945, 6 tahun setelah perang
dimulai.
Perang Dunia II berkecamuk di tiga benua tua; yaitu Afrika, Asia dan Eropa. Berikut adalah data pertempuran-
pertempuran dan peristiwa penting di setiap benua.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Asia dan Pasifik
o 1.1 1937: Perang Sino-Jepang
o 1.2 1940: Jajahan Perancis Vichy
o 1.3 1941: Pearl Harbor, A.S. turut serta dalam perang, invasi Jepang di Asia Tenggara
o 1.4 1942: Invasi Hindia-Belanda
o 1.5 1942: Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal
o 1.6 194345: Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik
o 1.7 1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang
2 Afrika dan Timur Tengah
o 2.1 1940: Mesir dan Somaliland
o 2.2 1941: Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk
o 2.3 1942: Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua
o 2.4 1942: Operasi Obor (Torch Operation), Afrika Utara Perancis
o 2.5 1943: Kalahnya Korps Afrika
3 Eropa dan Rusia (Uni Soviet)
o 3.1 1939: Invasi Polandia, Invasi Finlandia
o 3.2 1940: Invasi Eropa Barat, Republik-republik Baltik, Yunani, Balkan
o 3.3 1941: Invasi Uni Soviet
o 3.4 1944: Serangan Balik
o 3.5 1945: Runtuhnya Kekuasaan Nazi Jerman
4 Akibat perang
5 Lihat pula
6 Pranala luar
[sunting]Asia dan Pasifik
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Pasifik
[sunting]1937: Perang Sino-Jepang
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Sino-Jepang (1937-1945)
Konflik perang mulai di Asia beberapa tahun sesudah pertikaian di Eropa. Jepang telah menginvasi Cina pada
tahun 1931, jauh sebelum Perang Dunia II dimulai di Eropa. Pada 1 Maret, Jepang menunjuk Henry Pu
Yi menjadi kaisar di Manchukuo, negara boneka bentukan Jepang di Manchuria. Pada 1937, perang dimulai
ketika Jepang mengambil alih Manchuria.
Roosevelt menandatangani sebuah perintah eksekutif yang tidak diterbitkan (rahasia) pada Mei 1940 yang
mengijinkan personel militer AS untuk mundur dari tugas sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam operasi
terselubung di Cina sebagai "American Volunteer Group" (AVG) (juga dikenal sebagai Harimau
Terbang Chennault). Selama tujuh bulan, kelompok Harimau Terbang berhasil menghancurkan sekitar 600
pesawat Jepang, menenggelamkan sejumlah kapal Jepang, dan menghentikan invasi Jepang terhadap Burma.
Dengan adanya tindakan Amerika Serikat dan negara lainnya yang memotong ekspor ke Jepang, maka
Jepang merencanakan serangan terhadap Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 tanpa peringatan deklarasi
perang; sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada Armada Pasifik Amerika. Hari berikutnya, pasukan
Jepang tiba di Hong Kong, yang kemudian menyebabkan menyerahnya pasukan Inggris pada Hari Natal di
bulan itu.
[sunting]1940: Jajahan Perancis Vichy
Pada 1940, Jepang menduduki Indocina Perancis (kini Vietnam) sesuai persetujuan dengan Pemerintahan
Vichy meskipun secara lokal terdapat kekuatan Pembebasan Perancis (Forces Franaises Libres/FFL), dan
bergabung dengan kekuatan PorosJerman serta Italia. Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika
Serikat dan Britania Raya yang bereaksi dengan memboikot kiriman minyak terhadap Jepang.
[sunting]1941: Pearl Harbor, A.S. turut serta dalam perang, invasi Jepang di
Asia Tenggara
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pemboman Pearl Harbor


Serangan udara terhadap USS West Virginiadan USS Tennessee di Pearl Harbor.
Pada 7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo melaksanakan
serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan
Jepang menghadapi perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. AS dengan segera
mengumumkan perang terhadap Jepang.
Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina.
Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina dan koloni-koloni Inggris di Hong
Kong, Malaya, Borneo dan Birma dengan maksud selanjutnya menguasailadang minyak Hindia Belanda.
Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja.
Markas Britania Raya di Singapura juga dikuasai, yang dianggap oleh Churchill sebagai salah satu kekalahan
dan sejarah yang paling memalukan bagi Britania.
[sunting]1942: Invasi Hindia-Belanda
Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung
Malaya, Palembang,Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Jepang sengaja
mengambil taktik tersebut sebagai taktik guritayang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan
Sekutunya yang tergabung dalam front ABDA (America (Amerika Serikat), British (Inggris), Dutch
(Belanda), Australia) yang berkedudukan di Bandung. Serangan-serangan itu mengakibatkan kehancuran
pada armada laut ABDA khususnya Australia dan Belanda.
Sejak peristiwa ini, Sekutu akhirnya memindahkan basis pertahanannya ke Australia meskipun demikian
Sekutu masih mempertahankan beberapa kekuatannya di Hindia Belanda agar tidak membuat Hindia Belanda
merasa ditinggalkan dalam pertempuran ini.
Jepang mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa pada bulan Februari-Maret 1942 dimana
terjadi Pertempuran Laut Jawa antara armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh
Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.
Jepang menyerbu Batavia (Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus
menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi
pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara di front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil
menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.
Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima Hindia
Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian diadakannya
perundingan antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang
diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer.
Pada Awalnya Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung namun tidak mengadakan kapitulasi atau
penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Pada saat itu posisi Panglima tertinggi angkatan
perang Hindia Belanda tidak lagi berada pada Gubernur Jendral namun diserahkan kepada Ter Poorten
sehingga dilain waktu Belanda menganggap bahwa kedudukan di Hindia Belanda masih tetap sah dilanjutkan.
Namun setelah Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk
menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
[sunting]1942: Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal
Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu
dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga
menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan
pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian invasi Atol Midway dapat
dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut AS mengetahui
target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal
induk yang industri Jepang tidak dapat menggantikannya, sementara Angkatan Laut AS kehilangan satu kapal
induk. Kemenangan besar buat AS ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.


Pendaratan AS di Pasifik, Agustus 1942-Agustus 1945
Namun, dalam bulan Juli penyerangan darat terhadap Port Moresby dijalankan melalui Track Kokoda yang
kasar. Di sini pasukan Jepang bertemu dengan pasukan cadangan Australia, banyak dari mereka masih muda
dan tak terlatih, menjalankan aksi perang dengan keras kepala menjaga garis belakang sampai tibanya
pasukan reguler Australia dari aksi di Afrika Utara,Yunani dan Timur Tengah.
Para pemimpin Sekutu telah setuju mengalahkan Nazi Jerman adalah prioritas utama masuknya Amerika ke
dalam perang. Namun pasukan AS dan Australia mulai menyerang wilayah yang telah jatuh, mulai dari Pulau
Guadalcanal, melawan tentara Jepang yang getir dan bertahan kukuh. Pada 7 Agustus 1942 pulau tersebut
diserang oleh Amerika Serikat. Pada akhir Agustus dan awal September, selagi perang berkecamuk di
Guadalcanal, sebuah serangan amfibi Jepang di timur New Guinea dihadapi oleh pasukan Australia
dalam Teluk Milne, dan pasukan darat Jepang menderita kekalahan meyakinkan yang pertama. Di
Guadalcanal, pertahanan Jepang runtuh pada Februari 1943.
[sunting]194345: Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik
Pasukan Australia and AS melancarkan kampanye yang panjang untuk merebut kembali bagian yang diduduki
oleh Pasukan Jepang di Kepulauan Solomon, New Guinea dan Hindia Belanda, dan mengalami beberapa
perlawanan paling sengit selama perang. Seluruh Kepulauan Solomon direbut kembali pada tahun 1943, New
Britain dan New Ireland pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun
1944,Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah.
Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneopertengahan tahun 1945, yang
ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang
Sekutu.
Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri
di Jepang kekurangan bahan baku. Bahan baku industri sendiri merupakan salah satu alasan Jepang memulai
perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir AS merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke
kepulauan Jepang.
Tentara Nasionalis Cina (Kuomintang) dibawah pimpinan Chiang Kai-shek dan Tentara Komunis Cina
dibawah Mao Zedong, keduanya sama-sama menentang pendudukan Jepang terhadap Cina, tetapi tidak
pernah benar-benar bersekutu untuk melawan Jepang. Konflik kedua kekuatan ini telah lama terjadi jauh
sebelum Perang Dunia II dimulai, yang terus berlanjut, sampai batasan tertentu selama perang, walaupun lebih
tidak kelihatan.
Pasukan Jepang telah merebut sebagian dari Burma, memutuskan Jalan Burma yang digunakan oleh Sekutu
untuk memasok Tentara Nasionalis Cina. Hal ini menyebabkan Sekutu harus menyusun suatu logistik udara
berkelanjutan yang besar, yang lebih dikenal sebagai "flying the Hump". Divisi-divisi Cina yang dipimpin dan
dilatih oleh AS, satu divisi Inggris, dan beberapa ribu tentara AS, membersihkan Burma utara dari pasukan
Jepang sehingga Jalan Ledo dapat dibangun untuk menggantikan Jalan Burma. Lebih ke selatan, induk dari
tentara Jepang di kawasan perang ini berperang sampai terhenti di perbatasan Burma-India oleh Tentara ke-
14 Inggris yang dikenal sebagai "Forgotten Army", yang dipimpin oleh Mayor JendralWingate yang kemudian
melancarkan serangan balik dan berhasil dengan taktik gerilyanya yang terkenal dan bahkan dijadikan acuan
bagi Tentara dan Pejuang Indonesia pada tahun 19451949. Setelah merebut kembali seluruh Burma,
serangan direncanakan ke semenanjung Malaya ketika perang berakhir.
[sunting]1945: Iwo Jima, Okinawa, bom atom, penyerahan Jepang


Bom atom berjulukan Fat Man, menimbulkan cendawan asap di atas kotaNagasaki, Jepang.


Surat penyerahan diri Jepang kepada Sekutu
Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS menyebabkan Kepulauan Jepang
berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Di antara kota-kota lain, Tokyo dibom bakar oleh
Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh
kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi
dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu. Tanggal 6
Agustus 1945, bomber B-29 "Enola Gay" yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom
atom Little Boy di Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.
Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah
disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang
(Operasi Badai Agustus). Tanggal 9 Agustus 1945,pesawat bomber jenis Boeing B-29 Superfortress "Bock's
Car" yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.
Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam perang merupakan faktor
besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi
perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan. Jepang menyerah tanpa syarat
pada tanggal 14 Agustus 1945, menandatangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945di atas
kapal USS Missouri di teluk Tokyo.
[sunting]Afrika dan Timur Tengah
[sunting]1940: Mesir dan Somaliland
Pertempuran di Afrika Utara bermula pada 1940, ketika sejumlah kecil pasukan Inggris di Mesir memukul balik
serangan pasukan Italia dariLibya yang bertujuan untuk merebut Mesir terutama Terusan Suez yang vital.
Tentara Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik dengan sandi Operasi Kompas (Operation
Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran(Commonwealth)
dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang
belakangan dikenal sebagai Korps Afrika di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan
serangan terhadap Mesir.
[sunting]1941: Suriah, Lebanon, Korps Afrika merebut Tobruk
Pada Juni 1941 Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menginvasi Suriah dan Lebanon,
merebut Damaskus pada 17 Juni. Di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang pro-Inggris
oleh kelompok Rashid Ali yang pro-Nazi. Pemberontakan didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-
Husseini. Oleh karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan
menduduki Irak. Pemerintahan pro-Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti
Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta
menggulingkan shah Iran yang pro-Jerman. Kedua tokoh Arab yang pro-Nazi di atas kemudian melarikan diri
ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang
Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur,
merebut kota pelabuhan Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga
serangan Axis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) mundur ke garis di El
Alamein.
[sunting]1942: Pertempuran El Alamein Pertama dan Kedua


Crusader tank Britania melewati Panzer IV Jerman yang terbakar di tengah gurun
Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli dan 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke
yang titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai,
dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.
Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober dan 3 November 1942 sesudah Bernard
Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang
Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai "Rubah Gurun", absen pada pertempuran luar biasa ini,
karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel
absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih
banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.
Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula,
Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih
ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan
bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan
strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada
penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal,
termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara
Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.


Pasukan Sekutu mendarat, dalam serangan bernama sandi Operasi Obor.
[sunting]1942: Operasi Obor (Torch Operation), Afrika Utara Perancis
Untuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch)
dibawah pimpinan Jendral Dwight Eisenhower. Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol
terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan simultan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan
beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bne, gerbang menuju Tunisia.
Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia
bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka.
[sunting]1943: Kalahnya Korps Afrika
Korps Afrika tidak mendapat suplai secara memadai akibat dari hilangnya pengapalan suplai oleh Angkatan
Laut dan Angkatan Udara Sekutu, terutama Inggris, di Laut Tengah. Kekurangan persediaan ini dan tak
adanya dukungan udara, memusnahkan kesempatan untuk melancarkan serangan besar bagi Jerman di
Afrika. Pasukan Jerman dan Italia terjepit di antara pergerakan maju pasukan Sekutu di Aljazair dan Libya.
Pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan
pasukan AS padaPertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya
menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat,
pasukanSekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika Jerman pada 13 Mei 1943 dan menawan 250.000 tentara
Axis.
Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10
Juli 1943. Setelah merebut Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943.
Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan
perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.
[sunting]Eropa dan Rusia (Uni Soviet)
[sunting]1939: Invasi Polandia, Invasi Finlandia


Salah satu foto bewarna Perang Dunia II yang selamat dari 40 juta foto hitam putih lainnya. Tampak di tengah-tengah Adolf
Hitler.


Schleswig Holstein firing Gdynia13.09.1939
Perang Dunia II mulai berkecamuk di Eropa dengan dimulainya serangan ke Polandia pada 1
September 1939 yang dilakukan oleh Hitler dengan gerak cepat yang dikenal dengan taktik Blitzkrieg, dengan
memanfaatkan musim panas yang menyebabkan perbatasan sungai dan rawa-rawa di wilayah Polandia kering
yang memudahkan gerak laju pasukan lapis baja Jerman serta mengerahkan ratusan pembom tukik yang
terkenal Ju-87 Stuka. Polandia yang sebelumnya pernah menahan Uni Soviet di tahun 1920-an saat itu tidak
memiliki kekuatan militer yang berarti. Kekurangan pasukan lapis baja, kekurang siapan pasukan garis
belakang dan koordinasinya dan lemahnya Angkatan Udara Polandia menyebabkan Polandia sukar memberi
perlawanan meskipun masih memiliki 100 pesawat tempur namun jumlah itu tidak berarti melawan Angkatan
Udara Jerman"Luftwaffe". Perancis dan kerajaan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman pada 3
September sebagai komitment mereka terhadap Polandia pada pakta pertahanan Maret 1939.
Setelah mengalami kehancuran disana sini oleh pasukan Nazi, tiba tiba Polandia dikejutkan oleh serangan Uni
Soviet pada 17 September dari timur yang akhirnya bertemu dengan Pasukan Jerman dan mengadakan garis
demarkasi sesuai persetujuan antara Menteri Luar Negeri keduanya, Ribentrop-Molotov. Akhirnya Polandia
menyerah kepada Nazi Jerman setelah kota Warsawa dihancurkan, sementara sisa sisa pemimpin Polandia
melarikan diri di antaranya ke Rumania. Sementara yang lain ditahan baik oleh Uni Soviet maupun Nazi.
Tentara Polandia terakhir dikalahkan pada 6 Oktober.
Jatuhnya Polandia dan terlambatnya pasukan sekutu yang saat itu dimotori oleh Inggris dan Perancis yang
saat itu dibawah komando Jenderal Gamelin dari Perancis membuat Sekutu akhirnya menyatakan perang
terhadap Jerman. Namun juga menyebabkan jatuhnya kabinet Neville Chamberlain di Inggris yang digantikan
oleh Winston Churchill. Ketika Hitler menyatakan perang terhadap Uni Soviet, Uni Soviet akhirnya
membebaskan tawanan perang Polandia dan mempersenjatainya untuk melawan Jerman. Invasi ke Polandia
ini juga mengawali praktik-praktik kejam Pasukan SS dibawah Heinrich Himmler terhadap orang orang Yahudi.
Perang Musim Dingin dimulai dengan invasi Finlandia oleh Uni Soviet, 30 November 1939. Pada awalnya
Finlandia mampu menahan pasukan Uni Soviet meskipun pasukan Soviet memiliki jumlah besar serta
dukungan dari armada udara dan lapis baja, karena Soviet banyak kehilangan jendral-jendral yang cakap
akibat pembersihan yang dilakukan oleh Stalin pada saat memegang tampuk kekuasaan menggantikan Lenin.
Finlandia memberikan perlawanan yang gigih yang dipimpin oleh Baron Carl Gustav von Mannerheim serta
rakyat Finlandia yang tidak ingin dijajah. Bantuan senjata mengalir dari negara Barat terutama dari
tetangganya Swedia yang memilih netral dalam peperangan itu. Pasukan Finlandia memanfaatkan musim
dingin yang beku namun dapat bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit (kurang lebih 300.000 pasukan).
Akhirnya Soviet mengerahkan serangan besar besaran dengan 3.000.000 tentara menyerbu Finlandia dan
berhasil merebut kota-kota dan beberapa wilayah Finlandia. Sehingga memaksa Carl Gustav untuk
mengadakan perjanjian perdamaian.
Ketika Hitler menyerang Rusia (Uni Soviet), Hitler juga memanfaatkan pejuang-pejuang Finlandia untuk
melakukan serangan ke kota St. Petersburg.
[sunting]1940: Invasi Eropa Barat, Republik-republik Baltik, Yunani, Balkan


Perang Dunia II di Eropa. Merah adalah Sekutu atau penguasaannya, Biru adalah Axis atau penguasaannya, dan Hijau
adalah Uni Soviet sebelum bergabung dengan Sekutu tahun 1941.


Benito Mussolini (kiri) dan Adolf Hitler.
Dengan tiba-tiba Jerman menyerang Denmark dan Norwegia pada 9 April 1940 melalui Operasi Weserbung,
yang terlihat untuk mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Pasukan Inggris, Perancis, dan
Polandia mendarat di Namsos, Andalsnes, danNarvik untuk membantu Norwegia. Pada awal Juni, semua
tentara Sekutu dievakuasi dan Norwegia-pun menyerah.
Operasi Fall Gelb, invasi Benelux dan Perancis, dilakukan oleh Jerman pada 10 Mei 1940, mengakhiri apa
yang disebut dengan "Perang Pura-Pura" (Phony War) dan memulai Pertempuran Perancis. Pada tahap awal
invasi, tentara Jerman menyerang Belgia, Belanda, danLuxemburg untuk menghindari Garis Maginot dan
berhasil memecah pasukan Sekutu dengan melaju sampai ke Selat Inggris. Negara-negara Benelux dengan
cepat jatuh ke tangan Jerman, yang kemudian melanjutkan tahap berikutnya dengan menyerang
Perancis.Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian
dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis
Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22
Juni dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy.
Pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta
menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania.
Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran
Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara AU Jerman Luftwaffe melawan AU Inggris Royal Air
Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan
membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan
perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan
besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang ddasarkan
pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot peswat
tempur Spitfire dan Huricane dapat beristirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran
Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa
suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.
Pada 27 September 1940, ditanda tanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal
membentuk persekutuan dengan nama (Kekuatan Poros).
Italia menyerbu Yunani pada 28 Oktober 1940 melalui Albania, tetapi dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang
bahkan menyerang balik ke Albania. Hitler kemudian mengirim tentara untuk membantu Mussolini berperang
melawan Yunani. Pertempuran juga meluas hingga wilayah yang dikenal sebagai wilayah bekas Yugoslavia.
Pasukan NAZI mendapat dukungan dari sebagian Kroasia dan Bosnia, yang merupakan konflik laten di daerah
itu sepeninggal Kerajaan Ottoman. Namun Pasukan Nazi mendapat perlawanan hebat dari kaum Nasionalis
yang didominasi oleh Serbia dan beberapa etnis lainnya yang dipimpin oleh Josip Broz Tito. Pertempuran
dengan kaum Nazi merupakan salah satu bibit pertempuran antar etnis di wilayah bekas Yugoslavia pada
dekade 1990-an.
[sunting]1941: Invasi Uni Soviet
Operasi Barbarossa, invasi Uni Soviet dilakukan oleh Jerman
Pertempuran Stalingrad
[sunting]1944: Serangan Balik


Pasukan Amerika Serikat melakukan invasi di Pantai Omaha.
Invasi Normandia (D-Day), invasi di Perancis oleh pasukan Amerika Serikat dan Inggris, 1944
[sunting]1945: Runtuhnya Kekuasaan Nazi Jerman
Pada akhir bulan april 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1
Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri bersama dengan istrinya Eva
Braun di dalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitlermenikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah
pengawalnya untuk membakar mayatnya. Setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada
tanggal 2 Mei, Karl Dnitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin
menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal 2 juga.
Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4. Sisa pasukan Jerman
dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 mei diRheims, Perancis. Tanggal 8 Mei, penduduk di
negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada
tanggal 9 Mei dengan tujuan politik.
Lihat juga : Operasi Bagration
[sunting]Akibat perang

Bagian ini
membutuhkan pengembangan


Jumlah korban meninggal dalam Perang Dunia II. Indonesia merupakan negara dengan jumlah korban kelima terbanyak,
yang hampir semuanya adalah dari rakyat sipil
Akibat Perang Dunia II adalah banyaknya korban sipil yang berjatuhan pada pihak yang terlibat Perang Dunia
II. Selain itu juga Perang Dunia II menyebabkan tampilnya negara superpower yaitu Amerika Serikat yang
berideologi sistem pemerintahan liberal dan Uni Soviet yang berideologi Komunis. Juga setelah Perang Dunia
II, maka juga menyebabkan berdirinya PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) yang sampai sekarang
memperjuangkan perdamaian dunia.