Anda di halaman 1dari 10

1

SATUAN ACARA PENYULUHAN


PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA










Oleh:

Agil Abdillah
Anis Kurniah
Denis Purwasantika
Dimas Mahendra
Fifi Nur Febrianti
Nurhalimah
Samsuri

Kelas VI A




PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDIKIA MEDIKA
JOMBANG
2014




2

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TOPIK : Pengolahan Sampah Rumah Tangga
SASARAN : Warga dusun mojosongo
HARI/TANGGAL : Kamis, 03 April 2014
WAKTU : 15 menit
TEMPAT : Balai desa
PERTEMUAN KE- : 1 (pertama)
PENYULUH : Anis Kurniah


A. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit diharapkan warga desa mojosongo mampu
memahami cara pengolahan sampah rumah tangga.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit diharapkan warga desa mojosongo
mampu :
a. Menjelaskan pengertian sampah dan pengolahan sampah
b. Menyebutkan jenis-jenis sampah
c. Menyebutkan pengaruh sampah terhadap kesehatan
d. Menjelaskan cara mengelola sampah

B. POKOK BAHASAN
Pengolahan sampah rumah tangga

C. SUB POKOK BAHASAN
a. Pengertian sampah dan pengolahan sampah
b. Jenis-jenis sampah
c. Pengaruh sampah terhadap kesehatan
d. Cara mengelola sampah


3

D. KEGIATAN PENYULUHAN
Tahap
Kegiatan
Waktu Kegiatan
Penyuluh
Kegiatan peserta Metode Media/
Alat
Pendahuluan 3 menit 1. Salam pembuka
2. Perkenalan
3. Penjelasan topik
penyuluhan
4. Penjelasan
TIU/TIK
5. Relevansi materi
(manfaat dan
alasan)
6. Apersepsi peserta

7. Kontrak waktu
1. Menjawab salam
2. Mendengarkan
3. Mendengarkan

4. Mendengarkan

5. Mendengarkan


6. Mengemukakan
jawaban
7. Mendengarkan
Ceramah
dan
Tanya
jawab

Penyajian 10 menit 1. Penjelasan materi
2. Menanyakan pada
peserta tentang
pokok materi yang
diberikan
3. Menuliskan
jawaban peserta
4. Memberi
kesempatan peserta
untuk bertanya
5. Memberi
kesempatan peserta
lain menanggapi
pertanyaan
6. Memberi penilaian
dan kesimpulan
jawaban
7. Memberi
reinforcemen
8. Mengarahkan
penyuluhan pada
situasi yang
kondusif
1. Mendengarkan
2. Menjawab



3. Memperhatikan

4. Bertanya


5. Menanggapi
jawaban


6. Mendengarkan


7. Menerima hadiah

8. Mendengarkan
Ceramah
dan
Tanya
jawab
Gambar,
Laptop,
LCD
Penutup 2 menit 1. Mengevaluasi
2. Menyimpulkan
materi
3. Kontrak topik
penyuluhan
berikutnya
4. Salam penutup
1. Mendengarkan
2. Mendengarkan

3. Menjawab salam
Ceramah
dan
Tanya
jawab
Leaflet



4

E. PENGATURAN TEMPAT
Keterangan:
Moderator : Dimas Mahendra
Penyuluh : Anis Kurniah
Observer : Nurhalimah, Fifi
Fasilitator : Denis purwasantika
Dokumentator : Agil, Samsuri


F. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Stuktur
a. Kesiapan materi
b. Kesiapan SAP
c. Kesiapan media : leaflet
d. Warga dusun mojosongo siap di ruangan
e. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
f. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan
g. Warga antusias terhadap materi penyuluhan
h. Warga mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
i. Suasana penyuluhan tertib
j. Tidak ada warga yang meninggalkan tempat penyuluhan
k. Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 5 orang
3. Evaluasi Hasil
Menanyakan kembali materi yang telah disampaikan kepada peserta penyuluhan
(warga dusun mojosongo):
a. Apa pengertian sampah dan pengelolahan sampah?
b. Apa saja jenis-jenis sampah?
c. Bagaimana pengaruh sampah terhadap kesehatan?
d. Bagaimana cara mengolah sampah?
Warga dusun mojosongo dapat menjawab minimal 75% dari pertanyaan yang diajukan

G. MATERI PENYULUHAN
- Terlampir


Penyuluh
Warga Warga
Fasilitator
Observer

5

H. REFERENSI
Machfoedz , Ircham. 2003. Kesehatan Keluarga Bagian Dari Kesehatan Masyarakat.
Yogyakarta : Fitramaya






























6

Lampiran
PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA

1.1 Pengertian
Pengelolaan sampah adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk merubah,
mengendalikan atau menghilangkan semua unsur fisik (sampah) dari lingkungan yang
terdapat di masyarakat yang dapat memberi pengaruh jelek terhadap kesehatan
Sampah adalah suatu bahan atau benda yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia,
atau benda yang sudah tidak digunakan lagi dalam kegiatan manusia.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu
proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam
proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk
yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.

1.2 Jenis-jenis sampah
1. Sampah padat
Sampah padat dibagi menjadi 3 jenis:
a. Berdasarkan zat kimia
- Organik : Dapat membusuk, contohnya sisa makanan
- Non Organik : Tidak dapat membusuk, contohnya besi, gelas, dll.
b. Berdasarkan dapat dan tidaknya terbakar
- Mudah dibakar, contohnya kertas
- Tidak mudah dibakar, contohnya kaleng.
c. Berdasarkan karakteristik sampah
- Garbage : Mudah membusuk berasal dari rumah tangga
- Rabish : Perkantoran dan perdagangan, contohnya kertas,
plastik, dll
- Ashes (abu) : Abu rokok
- Sampah jalanan : Pecahan kayu, debu
- Sampah industri : Berasal dari industri dan pabrik
- Bangkai binatang : Mati karena alam,ditabrak kendaraan/ dibuang
orang
- Bangkai kendaraan : Bangkai mobil, motor
- Sampah bangunan : Puing-puing, potongan kayu.
2. Sampah cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan
kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Limbah hitam : Sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung
patogen yang berbahaya.

7

Limbah rumah tangga: Sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan
tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
3. Sampah dalam bentuk gas
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika
dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat
dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.

1.3 Pengaruh Sampah bagi Kesehatan dan Lingkungan
Dampak Terhadap Kesehatan
Pengelolaan sampah dan lokasi yang kurang memadai/ pembuangan sampah yang
kurang terkontrol merupakan tempat yang sangat cocok bagi organisme-organisme dan
menarik bagi lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya
kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah:
1. Penyakit kolera, diare dan tifus. Penyebaran penyakit ini disebabkan oleh virus dan
bakteri yang berasal dari sampah yang dikelola kurang tepat, media penyebarannya
melalui minuman dan makanan yang dihinggapi lalat.
2. Penyakit jamur kulit (gatal-gatal) dapat menyebabkan kulit iritasi, bengkak dan
terkelupas.
3. Penyakit cacingan dan cacing hati. penyebaran penyakit ini melalui rantai makanan
medianya binatang ternak. Cacing masuk ke dalam pencernaan binatang ternak melauli
sisa makanan/ sampah yang dimakanannya. Cara memasaknya daging yang kurang
sempurna dapat menyebabkan cacing menjalar ke manusia, menyebabkan penyakit yang
sangat berbahaya yaitu: Cacingan (buang air besar ada cacingnya) dan cacing hati (lever)
kebiasaan yang tidak terpuji dilakukan para pemilik (penggembala) ternak adalah dengan
membiarkan menggembala ternak di TPA (tempat pembuangan sampah).
4. Sampah beracun sampah yang dibuang sembarangan misal ke sungai oleh industri-
industri penghasil baterai dan akumulator (aki) dapat menghasilkan raksa (Hg),
mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi (Hg) dapat mengakibatkan orang
meninggal dunia, kejadian tersebut pernah terjadi di Jepang beberapa tahun silam.

Dampak terhadap lingkungan
Rembesan cairan sampah yang masuk ke dalam sungai atau drainase dapat
mencemari air, dampaknya mengakibatkan berbagai organisme termasuk ikan didalamnya
bisa mati sehingga beberapa spesies akan hilang, hal tersebut mengakibatkan berubahnya
ekosistem perairan, hasil penguraian sampah yang di buang ke dalam air akan
menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti metana. Selain berbau sedap
(maaf bau busuk), gas ini dalam konsentrasi tinggi bisa memicu terjadinya suatu ledakan.



8

1.4 Cara Pengelolaan Sampah
1.4.1 Pengelolaan sampah meliputi 4 (empat) bagian yaitu :
a. Penimbunan (hanya sementara)
b. Pengumpulan dari rumah-rumah
c. Pengangkutan ketempat pembuangan
d. Penyelesaian akhir dari sampah baik pelenyapan (di bakar) maupun daur ulang
kembali.

1.4.2 Mendaur Ulang Sampah Rumah Tangga
Mendaur ulang sampah merupakan salah satu cara yang perlu mendapat prioritas
utama dalam pengelolaan sampah rumah tangga, karena gangguan pencemarannya
tinggi. Pengomposan sebaiknya dilakukan di dalam wadah untuk mencegah
pencemaran lingkungan, gangguan binatang dan menjaga estetika.
Bahan wadah tempat sampah:
a. Wadah portable dapat menggunakan drum, plastik, kayu, anyaman bambu, dsb.
b. Wadah permanen dapat menggunakan pasangan semen dengan ukuran: panjang
dan lebar minimal 75 cm, sedangkan tingginya lebih kurang 100 cm. Bagian atas
dibuatkan tutup yang mudah dibuka/tutup, bagian depan bawah diberi lobang
panen kompos.
1) Cara Pengomposan Sampah Rumah Tangga :
Bantalan sekam 2 buah (untuk dasar keranjang dan penutup keranjang), garbu
pengaduk, kain penutup keranjang, ditambah lagi kompos matang sebagai
aktivator
Kardus bekas, untuk melapisi keranjang
Masukkan bantalan sekam kedalam doz yang sudah diletakkan kedalam
keranjang
Masukkan kompos matang atau satu bungkus -/+4 kg sebagai aktivator.
Catatan: kompos matang memiliki ciri warna hitam sudah berbau tanah/tidak
berbau busuk, kalau dipencet hancur.
Masukkan sampah dapur, sisa potongan sayuran, kulit buah dan sampah meja
ke dalam doz. Bahan sampah tadi dipotong kecil agar memudahkan
penguraian oleh mikroba yang ada dalam kompos matang.
Sampah dapur setelah dimasukkan, diaduk merata, agar permentasi berjalan
dengan baik
Ditutup dengan bantalan sekam. Disini sekam berguna untuk meredam bau.
Ditutup dengan kain tipis agar tidak ada binatang kecil misalnya lalat masuk
kedalam keranjang.

9

Keranjang diletakkan diatas bata sebagai tatakan, kemudian diletakkan di
tempat banyak mendapatkan sirkulasi udara penuh-aerob. Tidak boleh terkena
matahari langsung atau air hujan.





































10

DAFTAR HADIR PENYULUHAN
PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA

No Nama TTD