Anda di halaman 1dari 3

KOMUNITAS INTELIJEN DAERAH

PENAJAM PASER UTARA


T I M S U S
Perihal : Pendalaman kasus yang melibatkan Kades Desa Sidorejo Kecamatan Penajam
Kabupaten PPU.
Pada 20 Februari 2014 pukul 10.00 wita di Desa Sidorejo Kecamatan Penajam Kabupaten PPU,
diadakan wawancara/elisitasi terhadap tokoh-tokoh masyarakat serta Kades Sidorejo, Ketua LPM,
anggota BPD, dan Kepala Dusun, selanjutnya dilaporkan sebagai berikut :
1. Sarman mantan Kepala Dusun II Desa Sidorejo menjelaskan bahwa permasalahan berawal
adanya permintaan Sdr. Jamaluddin anggota DPRD PPU dari Partai Golkar, melalui Kades
Muhaji untuk membubarkan Lembaga Pemberdayaan Mmasyarakat (LPM) yang diketuai Sdr.
Suyono.
2. Pihak LPM, merespon dengan mengadakan rapat di Kantor Desa dengan mengundang Kades
untuk mengklarifikasi mengenai pembubaran LPM yang dimintah oleh Jamaludin. Kades
Muhaji saat klarifiikasi membenarkan bahwa adanya permintaan untuk membubarkan LPM,
namun dikesempatan itu, Kades Muhaji mengatakan bahwa LPM tidak bisa dibubarkan
karena Mitra Pemerintah Desa.
3. Setelah mendapat klarifikasi dari Kades, Sarman sebagai Kepala Dusun yang ikut dalam rapat
tersebut mengatakan bahwa permintaan untuk membubarkan LPM adalah suatu Kebodohan
Sdr. Jamaluddin sebagai anggota DPRD PPU.
4. Pernyataan Sdr. Sarman yang mengatakan permintaan pembubaran LPM, adalah suatu
kebodohan Sdr. Jamaluddin, menimbulkan respon dari yang bersangkutan dengan
melaporkan Sdr. Sarman ke Polisi, karena diduga melakukan pelecehan terhadap Sdr.
Jamaluddin sebagai anggota DPRD PPU.
5. Setelah di proses oleh pihak Kepolisian, diadakan mediasi damai dan pihak Jamaluddin dapat
memaafkan dan mencabut laporan kepolisian, dengan syarat Sdr. Sarman minta maaf dan
mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dusun II Desa Sidorejo.
6. Pihak Sarman menuruti permintaan Sdr. Jamaluddin, akhirnya proses dikepolisian selesai.
7. Dalam permasalahan ini, Kades Muhaji dinilai tidak dapat melindungi Kepala Dusun Sarman
sebagai bawahannya, dibuktikan saat diminta oleh Jamaluddin agar Sdr. Sarman
mengundurkan diri, Kades Muhaji tidak ada upaya untuk membela dan mempertahankan
Sarman sebagai Kepala Dusun, sebaliknya Kades Muhaji dinilai melakukan konspirasi dengan
Sdr. Jamaluddin untuk mencopot Sarman sebagai Kepala Dusun.
8. Dengan kejadian ini, telah terjadi ketidak harmonisan antara Ketua LPM Suyono, Sarman
Mantan Kepala Dusun beserta sebagian masyarakat Sidorejo dengan Kades Muhaji karena
menilai tindakan Kades Muhaji selalu berkaitan dengan kepentingan Sdr. Jamaluddin dan
Partai Golkar.
9. Suyono Ketua LPM Desa Siorejo Kecamatan Penajam Kabupaten PPU, menjelaskan bahwa
sejak tahun 2011, tepatnya menjelang Pilkades Sidorejo, Sdr. Muhaji mempunyai kedekatan
dengan Sdr. Jamaluddin anggota DPRD PPU dari Partai Golkar. Pada saat Pilkades Sdr.
Muhaji maju sebagai kandidat yang diindikasikan mendapat dukungan penuh dari Sdr.
Jamaluddin sehingga terpilih menjadi kepala Desa, mengalakan dua kandidat lainnya yang
didukung oleh Kelompok Suyono dan Sarman Cs.
10. Kepentingan Sdr. Jamaluddin dalam mendukung Sdr. Muhaji agar menjadi Kades, yakni
untuk membesarkan Partai Golkar di Desa Sidorejo. Terbukti setelah Sdr. Muhaji dilantik
menjadi Kades Sidorejo pada 1 Maret 2011, berselang tiga bulan kemudian oleh Sdr.
Jamaluddin memasukan Sdr. Muhaji dalam kepengurusan Partai Golkar Kecamatan Penajam
melalui SK kepengurusan Partai Golkar Kecamatan Penajam periode 2011-2016. Tanggal 18
Juni 2011.
11. Dalam pelaksanaan proyek pembangunan Desa Sidorejo, yang anggaran bersumber dari
ADD, Kades Muhaji tidak melibatkan LPM dalam pembahasan perencanaan pelaksanaan
tender, dan hanya melibatkan kelompok yang mempunyai kedekatan secara pribadi antara
Sdr Jamaluddin dan Sdr, Muhaji. Sehingga dalam pelaksanaan proyek tidak melakukan
tender melainkan penunjukan langsung yang melibatkan kerabat yang bersangkutan.
Tindakan Kades Muhaji dinilai tidak transparan, dan cenderung menguntungkan kelompok
yang mendukungnya saat Pilkades lalu, tidak bisa mengayomi seluruh masyarakat Sidorejo.
12. Pada saat Pilkada Bupati/Wakil Bupati PPU 2013 lalu, Kades Muhaji berkampanye
mengarakan Masyarakat Sidorejo untuk mendukung Pasangan Andi-Sutiman (AMAN), ini
dilakukan saat syukuran Hari Ulang Tahun Desa Sidorejo pada 10 Februari 2013, yang
dihadiri Mantan Bupati Andi Harahap dan pasangan calon Wakil Bupati Sutiman beserta Tim
sukses.
13. Muhaji Kades Sidorejo Kecamatan Penajam, membantah atas keterlibatan dirinya dalam
kepengurusan Partai Golkar Kecamatan Penajam, dan menjelaskan bahwa Dirinya tidak
mengetahui kenapa namanya dimasukan dalam susunan kepengurusan Partai Golkar,
sehingga mengajukan keberatan pada Sdr. Jamaluddin yang menjadi Ketua Golkar
Kecamatan Penajam. Dan SK kepengurusan Partai Golkar tersebut telah direvisi pada tanggal
18 Juni 2011. Yang ditandatangani Sdr. Jamaluddin sebagai Ketua Partai Golkar Kecamatan
Penajam Kabupaten PPU.

Kesimpulan dan Saran :
1. Kades Muhaji terlibat dalam kepengurusan Partai Golkar Kecamatan Penajam periode
2011-2016, tertanggal 18 Juni 2011, walaupun oleh pihak Muhaji dan Jamaluddin telah
merevisi SK tersebut pada tanggal dan tahun yang sama yakni 18 Juni 2011. Dan ikut
berkampanye mengarahkan masyarakat untuk mendukung pasangan Cabup/Cawabup
AMAN, pada Pilkada 2013 lalu. Hal ini jelas melanggar UU no.8 tahun 2012 pasal 86
tentang larangan keikutsertaan sebagai pelaksana Kampanye, diantaranya Kepala Desa.
2. Dilihat dari permasalahan yang terjadi di Desa Sidorejo dan keterlibatan Sdr. Jamaluddin
dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang muncul sehingga melibatkan Kades
Muhaji, yakni untuk kepentingan Sdr. Jamaluddin dan Partai Golkar, tujuannya untuk
membesarkan Partai Golkar di Desa Sidorejo. Permasalahan dengan Suyono dan
Sarman, karena Sdr. Jamaluddin menilai bahwa kelompok ini sangat menghambat
perkembangan Partai Golkar di Desa Sidorejo, jadi ada upaya untuk melemahkannya
melalui pemberhentian dari Jabatan Ketua LPM dan Kepala Dusun, dan melalui Kades
Muhaji tidak melibatkan dalam segala kegiatan proyek pembangunan Desa Sidorejo
yang menggunakan anggaran ADD.
3. Disarankan kepada Bupati agar dapat memberikan teguran lisan maupun tertulis, agar
Kades Muhaji dapat menyadari akan tindakannya, kaarena jelas melanggar aturan yang
berlaku.
4. Memberikan Sanksi tegas terhadap Kades Muhaji, karena telah melanggar UU no.8
tahun 2012. Pasal 86. Tentang larangan keikutsertaan sebagai pelaksana Kampanye.


Penajam 25 Februari 2014


TIMSUS KOMINDA