Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN KERJA PRAKTEK

ANALISIS PENGARUH PROFESI TERHADAP PELANGGARAN


LALU LINTAS



OLEH :
HIPOLITUS JANUAR POGO
H11109049






JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2013
i

LEMBAR PENGESAHAN

ANALISAS PENGARUH PROFESI TERHADAP
PELANGGARAN LALU LINTAS

OLEH :
HIPOLITUS JANUAR POGO
H11109049

Telah diseminarkan di Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Imu
Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura Pontianak.


Menyetujui,
Pembimbing Kerja Praktek Dosen Pembimbing Kerja Praktek



Heru Hermawan, S.ST
NIP. 198810312010121005
Neva Satyahadewi, S.Si, M.Sc
NIP. 198212042005012001

Mengetahui,
Ketua Jurusan MatematikaFMIPA
Universitas Tanjungpura Pontianak


Drs. Helmi, M.Si
NIP. 196410171998021001

ii

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan
nikmat yang telah dilimpahkan, sehingga kerja praktek di Badan Pusat Statistik
(BPS) Kabupaten Sintang selama satu bulan dapat dilaksanakan. Laporan Kerja
Praktek ini disusun dalam rangka memenuhi prasyarat kelengkapan penilaian dari
kerja praktek. Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan tentang Analisis
Pengaruh Profesi Terhadap Pelanggaran Lalu Lintas.
Melalui laporan ini, saya ingin berperan aktif dalam upaya peningkatan
kualitas dan kuantitas mahasiswa matematika dalam pengabdian diri kepada
masyarakat serta lebih terampil dalam penyelesaian permasalahan yang ada pada
dunia kerja terutama yang berkaitan dengan ilmu matematika.
Laporan ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Heru Hermawan, S.St selaku pembimbing lapangan kerja praktek
2. Ibu Neva Setyahadewi, S.Si, M.Sc selaku dosen pembimbing
3. Bapak Drs. Helmi, M.Si selaku ketua jurusan Matematika
4. Semua pihak yang telah membantu penulisan laporan ini yang tidak dapat
disebutkan satu persatu.

Akhirnya saya berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Oleh
karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan untuk
kesempurnaan laporan ini.


Pontianak, Februari 2013


Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................... i
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... 1
BAB I. PENDAHULUAN ...................................................................................... 2
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 2
1.2 Perumusan Masalah ................................................................................. 3
1.3 Tujuan ...................................................................................................... 3
1.4 Manfaat .................................................................................................... 4
1.5 Metodologi ............................................................................................... 4
BAB II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN/INSTANSI .............................. 5
2.1 Sejarah Perusahaan/Instansi ..................................................................... 5
2.2 Visi dan Misi Perusahaan/Instansi ........................................................... 5
2.3 Kedudukan, Tugas dan Fungsi BPS ......................................................... 6
2.4 Struktur Organisasi Perusahaan/Instansi .................................................. 9
BAB III. TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 10
3.1 Percobaan Tanpa Rancangan ................................................................. 10
3.2 Percobaan Satu Faktor dan Rancangan Acak Lengkap .......................... 10
3.3 Uji Lanjut ............................................................................................... 13
3.4 Uji Least Significant Difference (LSD). ................................................ 14
BAB IV. HASIL KERJA PRAKTEK ................................................................... 15
4.1 Pelaksanaan Kegiatan Kerja Praktek ..................................................... 15
4.2 Analisis Data dan Pembahasan .............................................................. 15
BAB V. PENUTUP ............................................................................................... 23
5.1 Kesimpulan ............................................................................................ 23
5.2 Saran ....................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 24
LAMPIRAN .......................................................................................................... 25


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada setiap Universitas ataupun sekolah tinggi mempunyai satu mata
kuliah wajib yang harus diambil oleh semua mahasiswanya yaitu Kuliah Kerja
Mahasiswa (KKM). Universitas Tanjungpura khususnya Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mewajibkan mahasiswanya untuk
mengambil mata kuliah tersebut setelah menempuh minimal 110 SKS dengan IPK
minimal 2,00. KKM ini dapat dilakukan dengan dua pola, yaitu KKM pola Kerja
Praktek (KP) dan KKM pola Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Kerja praktek bermanfaat untuk melatih, meningkatkan keterampilan dan
menerapkan ilmu yang telah didapat oleh mahasiswa untuk menyelesaikan
permasalahan di dunia kerja ataupun permasalahan di masyarakat terutama yang
berkaitan dengan ilmu matematika. Kerja praktek yang dilakukan penulis
dilaksanakan di Dinas Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang. Dengan KP
inilah mahasiswa diharapkan mampu mengeluarkan potensi yang ada dalam
pribadi masing-masing. Judul yang diambil penulis sebagai laporan KP ini adalah
Analisis Pengaruh Profesi Terhadap Pelanggaran Lalu Lintas.
Pelanggaran lalu lintas adalah suatu tindakan yang yang melanggar tata
aturan atau biasa di sebut tilang. Tilang merupakan kasus ruang lingkup pidana
yang diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 1992. Hukum pidana mengatur perbuatan
perbuatan yang dilarang oleh undang-undang dan berakibat diterapkannya hukum
bagi barang siapa yang melakukannya dan memenuhi unsur unsur perbuatan yang
disebutkan dalam undang-undang pidana.
Bentuk bentuk pelanggaran yang terjadi antara lain menggunakan jalan
dengan cara merintangi atau membahayakan ketertiban, tidak memenuhi
kelengkapan adminitrasi seperti SIM, STNK, atau tanda bukti lain yang wajib
dimiliki. Tidak memenuhi ketentuan peraturan perundangundangan lalu lintas
jalan tentang penomoran, penerangan, peralatan, perlengkapan, pemuat kendaraan
dan masih banyak lagi.

Faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran lalu lintas adalah
kurangnya pengetahuan akan peraturan rambu-rambu lalu lintas. Penegakan
aturan lalu lintas sangat dibutuhkan untuk mengurangi hal hal yang bisa
merugikan pengguna jalan. Hal yang paling penting adalah mengetahui peraturan
dan kesadaran dalam mematuhi segala peraturan lalu lintas, sehingga terciptanya
keselamatan dan rasa aman bagi pengguna jalan.
Pelanggar lalu lintas di Kabupaten Sintang ternyata tidak mengenal
kalangan, berdasarkan catatan dari Polres Kabupaten Sintang tahun 2012 semua
lapisan masyarakat dari golongan pelajar, pegawai hingga swasta melanggar lalu
lintas. Khusus untuk golongan pelajar dan mahasiswa hal ini sangat sangat
bertentangan dengan status sebagai orang terpelajar, padahal merekalah yang
diharapkan menjadi penerus masa depan. Hal ini tentu saja situasi yang sangat
memperihatinkan, rasa aman dalam perjalan sulit lagi didapatkan . jika hal ini
terus berlanjut tentu saja menjadi tugas dan pekerjaan pemerintah kabupaten
Sintang yang harus segera menangani masalah ini.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, masalah yang diangkat dalam penelitian
ini adalah mengetahui apakah terdapat pengaruh jenis profesi atau tidak terhadap
pelanggaran lalu lintas menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Mengetahui
jenis profesi apa yang mempunyai pengaruh terhadap pelanggaran lalu lintas
dengan uji lanjut Least Significant Difference.
1.3 Tujuan
Adapun tujuan penulisan dari laporan ini adalah :
1. Menganalisis apakah terdapat pengaruh jenis profesi terhadap pelanggaran
lalu lintas di Kabupaten Sintang.
2. Menganalisis jenis profesi apa yang mempunyai pengaruh terhadap
pelanggaran lalu lintas dengan menggunakan Uji LSD (Least Significant
Diference).


1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan dari laporan ini sebagai berikut :
1. Sebagai sarana untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan wawasan
berpikir,
2. Sebagai bahan informasi dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam
menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunakan Metode
Rancangan Percobaan Acak dan Uji LSD (Least Significant Diference)
3. Bagi BPS dan instansi terkait penelitian ini diharapkan dapat dijadikan
sebagai bahan pertimbangan dalam menindaklanjuti akan pelanggaran lalu
lintas yang terjadi

1.5 Metodologi
Tahapan Penulisan Laporan Kerja Praktek (KKM) antara lain :
1. Studi Literatur
Studi literatur yaitu mencari teori-teori pendukung yang telah ada
mengenai Metode Rancangan Percobaan Acak dan Uji LSD (Least
Significant Diference). Selanjutnya dari teori-teori pendukung tersebut
digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menganalisis data.
2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan adalah data yang tercatat di BPS Sintang
dalam Angka 2012 .
3. Analisis Data
Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Metode Rancangan
Percobaan Acak dan Uji LSD (Least Significant Diference)
5

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN/INSTANSI
2.1 Sejarah Perusahaan/Instansi
Badan Pusat Statistik adalah Lembaga Pemerintah Non-Departemen yang
bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Sebelumnya, BPS merupakan Biro
Pusat Statistik, yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang
Sensus dan UU Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Sebagai pengganti kedua
UU tersebut ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 1997 secara formal nama Biro Pusat
Statistik diganti menjadi Badan Pusat Statistik yang mempunyai fungsi pokok
sebagai penyedia data statistik dasar, baik untuk pemerintah maupun untuk
masyarakat umum, secara nasional maupun regional.
BPS juga terdapat di setiap provinsi, kabupaten dan kota di seluruh
Indonesia. Dinamakan perwakilan BPS di daerah, karena BPS merupakan instansi
vertikal, yakni instansi pemerintah pusat yang berada di daerah, sehingga bukan
merupakan bagian dari instansi milik daerah, Tugas lain BPS di daerah adalah
melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan
statistik regional.
Di samping memiliki kantor pewakilan hingga daerah tingkat II
(Kabupaten/Kota), aparat BPS ada di setiap kecamatan, yaitu Penanggungjawab
Kegiatan BPS Tingkat Kecamatan atau saat ini disebut sebagai KSK (Koordinator
Statistik Kecamatan), selain itu setiap ada kegiatan yang cukup besar seperti
Sensus BPS selalu merekrut petugas lapangan yang berasal dari berbagai kalangan
yaitu yang disebut Mitra Statistik.
(Sumber : BPS Kabupaten Sintang 2011)
2.2 Visi dan Misi Perusahaan/Instansi
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sintang mempunyai visi Pelopor
data statistik terpercaya untuk semua. Dan misinya adalah
1. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk
penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien.

2. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung
pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan
Indonesia.
3. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan defenisi, pengukuran,
dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan
statistik.
4. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak.
5. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang
diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik
Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.
(Sumber : BPS Kabupaten Sintang 2011)
2.3 Kedudukan, Tugas dan Fungsi BPS
1. Kedudukan
Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Non-Departemen
yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik
Indonesia yang dipimpin oleh seorang Kepala. Secara tegas di dalam Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2007 bahwa di tingkat provinsi
kedudukan BPS disebut BPS Provinsi dan di tingkat Kabupaten/Kota disebut BPS
Kabupaten/Kota.
2. Tugas
Badan Pusat Statistik (BPS) berkewajiban melaksanakan tugas
pemerintahan di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. BPS melaksanakan tugas pemerintahan di
bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, antara lain :
a. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik
b. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan
Statistik
c. Keputusan Presiden Nomor 86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik

d. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas,
Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga
Pemerintahan Non Departemen.
3. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas, BPS menyelenggarakan fungsi :
a. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang kegiatan statistik;
b. Penyelenggara statistik dasar;
c. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan tugas BPS;
d. Fasilitas dan pembinaan terhadap kegiatan instansi Pemerintah di bidang
kegiatan statistik;
e. Penyelenggara pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang
perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian,
keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan, dan rumah tangga.
2.4 Alur Kerja Badan Pusat Satistik (BPS)
1. Pengumpulan Data
BPS sebagai institusi penyedia informasi statistik untuk keperluan
pemerintah, swasta dan masyarakat. BPS melakukan kegiatan pengumpulan data
melalui sensus, survey antar sensus, survey sektoral/lintas sektoral, studi khusus
dan kompilasi catatan administrasi/data sekunder.
Rangkaian kegiatan statistik didahului dengan pengumpulan data yang
dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
A. Sensus
Merupakan cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua
unit populasi untuk memperoleh karakteristik pokok dari suatu populasi
tersebut, di seluruh wilayah pada saat tertentu. Sensus dilaksanakan sekurang-
kurangnya sekali dalam sepuluh tahun oleh BPS, yang meliputi :
Sensus Penduduk, dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 0 (nol)
Sensus Pertanian, dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 3 (tiga)
Sensus Ekonomi, dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 6 (enam)


B. Survey
Survey adalah cara pengambilan data yang dilakukan melalui pencacahan
sampel dari suatu populasi untuk memperkirakan karakteristik suatu obyek
pada saat tertentu. Berbagai jenis survey dilaksanakan secara berkala dengan
kurun waktu beberapa tahun, tahunan, atau kurang dari setahun, tergantung
kebutuhan data tersebut.
C. Studi Khusus
Studi Khusus dilaksanakan guna mempelajari berbagai aspek kegiatan statistik
untuk memberi masukan bagi pengumpulan data statistik yang baru atau
penyempurnaan metode yang sudah ada sebelum diimplementasikan secara
nasional.
D. Kompilasi Produk Administrasi
Merupakan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisa data yang
didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau
masyarakat. Contohnya tentang iklim, luas panen, penyakit dan lain-lain.
2. Pengolahan Data
Tahap pengolahan data sangat menentukan seberapa jauh tingkat
keakuratan dan ketepatan data statistik yang dihasilkan. BPS merupakan instansi
perintis dalam penggunaan komputer karena telah mulai menggunakannya sejak
sekitar tahun 1960. Sebelum menggunakan komputer, BPS menggunakan
kalkulator dan alat hitung sempoa dalam mengolah data. Pengolahan data Sensus
Penduduk Tahun 2000 telah menggunakan mesin scanner, tujuannya untuk
mempercepat kegiatan pegolahan data .
Dalam mengolah data, BPS juga telah mengembangkan berbagai program
aplikasi untuk data entry, editing, validasi, tabulasi dan analisis dengan
menggunakan berbagai macam bahasa dan paket program komputer.
3. Analisis Data
Agar pengguna data dapat membaca dan menginterprestasikan data yang
dipublikasikan dengan lebih mudah, BPS membuat analisis dan laporan secara
berkala. Hasil-hasil kegiatan statistik dianalisis dan disajikan dalam bentuk
laporan/publikasi dan dalam bentuk ringkasan eksekutif.

4. Penyajian Data
BPS menghasilkan data statistik baik sosial maupun ekonomi, yang
beragam untuk dimamfaatkan baik oleh pemerintah, dunia usaha, maupun
masyarakat umum. Informasi dikemas baik dalam bentuk media cetak seperti
buku, maupun media elektronik seperti publikasi elektronik.
(Sumber : BPS Kabupaten Sintang 2011)
2.5 Struktur Organisasi Perusahaan/Instansi
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sintang merupakan instansi
pemerintah yang bergerak dalam penyediaan dan pengolahan data. Kerja praktek
yang telah dilaksanakan pada instansi tersebut memiliki ranah kerja yang dapat
meningkatkan wawasan dan pemahaman mengenai tujuan kerja praktek itu sendiri
maupun kinerja Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sintang dipimpin oleh seorang
Kepala yang membawahi 6 seksi/subbagian yaitu : Subbagian Tata Usaha, Seksi
Statistik Sosial, Seksi Statistik Produksi, Seksi Statistik Distribusi, Seksi Statistik
Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, dan Seksi Integrasi Pengolahan Diseminasi
Statistik .

10

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Suatu Percobaan Tanpa Rancangan
Berdasarkan proses pengumpulan data, secara umum penelitian dapat
dikelompokan ke dalam 2 kategori, yaitu penelitian percobaan dan penelitian
tanpa percobaan (survey). Pada kategori percobaan, untuk mengumpulkan data
peneliti memberikan suatu perlakuan terhadap objek penelitian, kemudian
mengamati dan mengukur pengaruh dari perlakuan tersebut. Sedangkan pada
kategori tanpa percobaan, peneliti tidak melakukan apa-apa terhadap objek
penelitian, melainkan langsung mengamati objek penelitian dan mengumpulkan
data sesuai dengan informasi yang dibutuhkannya (Suheimi, 2011).
Teknik pengumpulan data melalui survey adalah suatu contoh percobaan
yang tidak menggunakan teknik perancangan percobaan. Namun demikian, tidak
berarti bahwa pelaksanaan suatu survey tidak mengikuti kaidah-kaidah dalam
Metode Statistika. Pelaksanaan suatu survey bahkan dapat melibatkan teknik-
teknik yang rumit dalam Metode Statistika, seperti teknik penarikan contoh
(sampling techniques), multivariate analysis. Keuntungan dari suatu percobaan
tanpa rancangan adalah keaadaan objek sesuai kenyataan. Sedangkan
kelemahannya adalah pengaruh perlakuan (species) berbaur dengan lokasi
geografis, pengamatan mungkin tidak independen serta jumlah ulangan mungkin
tidak sama (Kusnandar, 2006).
Pengolahan data dari suatu penelitian atau percobaan tanpa rancangan
sama dengan pengolahan data pada rancangan acak, yaitu percobaan satu faktor,
percobaan dua faktor, namun yang membedakan adalah pada percobaan tanpa
rancangan asumsi dari rancangan satu faktor tidak harus dipenuhi.
3.2 Percobaan Satu Faktor dan Rancangan Acak Lengkap
Suatu percobaan yang dirancang hanya melibatkan satu faktor dengan
beberapa taraf sebagai perlakuan, disebut dengan percobaan satu faktor. Taraf
perlakuan adalah jumlah level atau jenis perlakuan yang dipilih. Percobaan satu
faktor dapat diterapkan pada berbagai rancangan lingkungan (RAL, RAK, RBSL

dan lain-lain). Rancangan ini pada dasarnya menjaga kondisi faktor-faktor lain
dalam kondisi tetap.
Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan dasar. Semua
rancangan random berpangkal pada RAL dengan menempatkan pembatasan-
pembatasan dalam alokasi perlakuan dalam lapangan percobaan. Apabila unit
percobaan terlalu heterogen, salah satu cara untuk mengontrol variabilitas adalah
dengan mengadakan stratifikasi kedalam kelompok -kelompok yang lebih
homogen. Asumsi dari analisis keragaman adalah galat percobaan bersifat
independen, galat percobaan mempunyai keragaman (varians) yang homogen,
galat percobaan berdistribusi normal, serta pengaruh perlakuan dan lingkungan
bersifat aditif (Kusnandar, 2006).
RAL dapat didefinisikan sebagai rancangan dengan beberapa perlakuan
yang disusun secara random untuk seluruh unit percobaan. Tidak ada pembatasan
yang dikenakan dalam menyusun perlakuan untuk tiap unit percobaan.
Kelebihan RAL :
1. Mudah menyusun rancangannya
2. Analisis statistic yang digunakan cukup sederhana
3. Banyaknya unit percobaan untuk setiap perlakuan tidak harus sama.
Dalam rancangan acak lengkap tidak ada pembatasan dalam pengacakan
yang menjamin bahwa satuan percobaan yang mendapat perlakuan tertentu serupa
dengan satuan percobaan yang mendapat perlakuan lain, maka seluruh keragaman
antar satuan percobaan menjadi bagian dari galat percobaan. Dengan kata lain
tingkat ketelitiannya rendah (Sugiharto, 2009).








Tabel 3.1 Tabulasi Data rancangan satu arah

Perlakuan
Ulangan
Jumlah

Rataan 1 2 3 4



Total

Y
Rataan



Adapun langkah-langkah perhitungan pada Metode Rancangan Acal Lengkap
Satu Faktor adalah:
1. Penentuan hipotesis


2. Statistik uji
a. Faktor koreksi =


b. Jumlah Kuadrat Total =


c. Jumlah kuadat Perlakuan =

Fk
d. Jumlah Kudrat Galat = Jumlah kuadrat total Jumlah Kuadrat
Perlakuan
e. Derajat Bebas Total = Jumlah Keseluruhan data - 1
f. Derajat Bebas Perlakuan =Jumlah perlakuan 1
g. Derajat Bebas galat = Dejarat Bebas Total Derajat Bebas
Perlakuan
h. Kuadrat Tengah perlakuan KT
perlakuan
=



i. Kuadrat Tengah Galat . KT
Galat
=




Tabel 3.2 Analisis Keragaman satu arah
Sumber
Keragaman
Derajat
Bebas
Jumlah
Kuadrat
Kuadrat
Tengah
Nilai F
Hitung
Nilai F
tabel
Perlakuan

Galat
P 1

p(u-1)
JKP

JKG
KTP

KTG
KTP/KTG


Total pu-1 JKT

j. Kriteria Pengujian

ditolak jika

diterima jika



k. Kesimpulan
1.Jika F hit < F Tabel artinya : tidak adanya perbedaan pengaruh perlakuan
terhadap hasil pengamatan
2. Jika Fhit > F Tabel artinya : setidaknya ada sepasang perlakuan yang berbeda
pengaruhnya terhadap hasil pengamatan.
3.3 Uji Lanjut
Setiap pengolahan data yang menggunakan rancangan percobaan dengan
rancangan lingkungan RAL, RAK ataupun RBL akan menghasilkan kesimpulan
yang didasarkan perbandingan antara F hitung dengan F tabel dari hasil Uji F.
Jika F hitung < dari F tabel atau Hipotesis Nol diterima, maka kesimpulan hasil
penelitian hanya didasarkan atas hasil Uji F tersebut. Namun jika F hitung > dari
F tabel atau Hipotesis Nol ditolak, karena hasil menunjukkan perbedaan yang
nyata (signifikan), maka kesimpulan harus diambil berdasarkan hasil Uji Lanjut.
Uji Lanjut bertujuan untuk menguji perbedaan antar perlakuan dari hasil

penelitian, kecuali jika penelitian hanya memiliki dua taraf perlakuan tidak
diperlukan Uji Lanjut. Karena Uji Lanjut bertujuan untuk menguji perbedaan
antar perlakuan, maka sering juga disebut dengan istilah Pembandingan Ganda.
Uji Lanjut Pembandingan Ganda yang biasa digunakan ada 3 macam. Yaitu Uji
Beda Nyata Terkecil (BNT), Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dan Uji Berganda
Duncan (DMRT) (Kusnandar, 2006).
3.4 Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) atau Least Significant Difference
(LSD).
Uji beda nyata terkecil (BNT) adalah suatu pengujian untuk perbandingan
antar pasangan rata-rata perlakuan yang telah dirancang bahkan sebelum
percobaan dilaksanakan. Oleh karena itu, uji BNT sebenarnya tidak digunakan
untuk menguji perbedaan antar dua perlakuan yang tidak direncanakan
sebelumnya. Pengujian terhadap rata-rata perlakuan dilakukan dengan lebih dulu
menghitung nilai LSD (Suheimi, 2011).
LSD


Keterangan :

nilai kritis bagi t yang diperoleh dari table t dengan taraf nyata dan
derajat bebas sama dengan

jumlah pengamatan pengamat pada perlakuan 1


jumlah pengamatan pengamat pada perlakuan 2


Langkah-langkah pengujian adalah sebagi berikut
1. Tuliskan rata rata perlakuan
2. Pilih rata rata perlakuan yang ingin dibandingkan
3. Bandingkan selisih antara nilai rata rata perlakuan dengan nilai LSD
Kriteria dan pengambilan keputusan
Apabila selisih rata rata kedua nilai perlakuan tersebut nilai LSD, maka dua
nilai rata rata perlakuan berbeda secara signifikan, atau
a
- yang artinya kedua
perlakuan tersebut mempunyai pengaruh.

BAB IV
HASIL KERJA PRAKTEK
4.1. Pelaksanaan Kegiatan Kerja Praktek
Kegiatan kerja praktek ini di lakukan di Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Kerja praktek ini dilakukan sejak
tanggal 16 Juli 2012 sampai 16 Agustus 2012.
Selama melakukan kerja praktek diseksi Sosial kegiatan yang
dilaksanakan sebagai berikut:
a. Input data hasil rekapitulasi data bidang sosial
b. Pengumpulan data ke Instansi instansi
c. Menghadiri rapat di Badan Pengawas Daerah dalam rangka sosialisai
penerbitan buku Kabupaten Sintang Dalam Angka 2012
d. Membuat buku Statistik Ketenagakerjaan Kabupaten Sintang Tahun 2011
e. Mengoreksi Hasil Survei Tenaga Kerja Nasional 2012 ( SaKerNas)
4.2. Analisis Data dan Pembahasan
Pada kerja praktek yang dilakukan selama satu bulan di bidang Sosial
Badan Pusat Statistik (BPS) diperoleh data pelanggaran lalu lintas menurut
profesi tahun 2012 (Number of Traffic Offences by Profetion 2012).
Tabel 4.1 Banyaknya Pelanggaran Lalu Lintas Menurut Profesi

B u l a n
Pelajar dan
Mahasiswa
Pegawai Sopir Swasta
Lain-
lain
Jumlah
Total
Januari 180 32 3 124 63 402
Pebruari 113 24 4 115 - 256
Maret 109 19 5 114 - 247
April 198 34 2 207 6 447
M e i 82 18 1 103 9 213


B u l a n
Pelajar dan
Mahasiswa
Pegawai Sopir Swasta
Lain-
lain
Jumlah
Total
J u n i 130 16 7 127 8 288
J u l i 124 19 2 149 8 302
Agustus 198 31 1 173 - 403
September 43 11 2 31 - 87
Oktober 186 35 1 151 - 373
Nopember 131 32 - 129 - 292
Desember 213 45 - 188 - 446
Sumber BPS Kabupaten Sintang
Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah yang melanggar lalu lintas
di Kabupaten Sintang pada tahun 2012 sebanyak 3.756 orang . Pada jenis profesi
Pelajar dan Mahasiswa jumlah yang melanggar lalu lintas sebanyak 1.707 orang,
pegawai sebanyak 316 orang, sopir sebanyak 28 orang, swasta 1611 orang, dan
profesi lain-lain sebanyak 94 orang. Kemudian dari data tersebut akan dianalisis
untuk melihat apakah terdapat pengaruh jenis profesi terhadap pelanggaran lalu
lintas yang terjadi dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Pertama harus
diketahuai jumlah total data dari setiap perlakuan yang dalam hal ini adalah jenis
profesi, kemudian ditentukan jumlah rata rata masing masing perperlakuan. Dapat
dilihat pada tabel 4.2.
Tabel 4.2 Rata-rata banyaknya pelanggaran lalu lintas menurut profesi

B u l a n
Pelajar dan
Mahasiswa
Pegawai Sopir Swasta
Lain-
lain
Jumlah
Total
Januari 180 32 3 124 63 402
Pebruari 113 24 4 115 - 256
Maret 109 19 5 114 - 247
April 198 34 2 207 6 447


B u l a n
Pelajar dan
Mahasiswa
Pegawai Sopir Swasta
Lain-
lain
Jumlah
Total
M e i 82 18 1 103 9 213
J u n i 130 16 7 127 8 288
J u l i 124 19 2 149 8 302
Agustus 198 31 1 173 - 403
September 43 11 2 31 - 87
Oktober 186 35 1 151 - 373
Nopember 131 32 - 129 - 292
Desember 213 45 - 188 - 446
Jumlah 1707 316 28 1611 94 3756
Rata rata 142.25 26.33 2.8 134.25 18.8

Dengan diperoleh jumlah dan rata-rata setiap perlakuan dengan
menganalisis apakah terdapat pengaruh jenis profesi terhadap pelanggaran lalu
lintas menggunakan rancangan acak lengkap. Langkah pengujian adalah sebagai
berikut :
1. Hipotesis

Tidak terdapat pengaruh jenis profesi terhadap pelanggaran lalu


lintas.

Terdapat pengaruh jenis profesi terhadap pelanggaran lalu lintas.


2. Statistik uji
a. Faktor koreksi
Fk


= 276618,35
b. Jumlah Kuadrat Total
JKT


=

=
c. Jumlah Kuadrat Perakuan
JKP



08
d. Jumlah Kuadrat Galat
JK G


e. Derajat Bebas Perlakuan
DB P


f. Derajat Bebas total
DB T


g. Derajat Bebas Galat
DB G


h. KT Perlakuan






i. KT Galat







Tabel 4.3 Anova
Sumber
Keragaman
db JK KT F hit F
Tabel
Perlakuan 4 192646,08 48161,52 38,88 2,57
Galat 46 56971,57 1238,51
Total 50 249617,65


2,57
l. Kriteria Pengujian

ditolak jika

diterima jika



m. Kesimpulan
Karena

maka

ditolak, yang berarti terdapat
pengaruh jenis profesi terhadap pelanggaran lalu lintas di Kabupaten
Sintang.

Dari hasil pengolahan data menggunakan rancangan acak lengkap dapat
diketahuai bahwa terdapat pengaruh profesi terhadap pelanggaran lalu lintas. Oleh
karena itu, untuk mengetahui jenis profesi apa yang mempunyai pengaruh, akan
dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil.
Langkah-langkah uji Beda Nyata Terkecil adalah sebagai berikut
1. Mencari nilai rata-rata perlakuan
Rata rata nilai perlakuan

Pelajar /
Mahasiswa
(A)
Pegawai

(B)
Sopir

(C)
Swasta

(D)
Lain-
lain
(E)
Rata rata 142.25 26.33 2.8 134.25 18.8


2. Memilih rata rata perlakuan yang ingin di bandingkan dengan nilai LSD
a. Pelajar / mahasiswa dan pegawai
LSD = 2,013 (

)
= 28,92

A -

B
= 142,25 26,33 = 115,92

*


b. Pelajar / mahasiswa dan sopir
LSD = 2,013 (

)
= 30,33

A -

C
= 142,25 2,8 = 139,45

*

c. Pelajar / mahasiswa dan Swasta
LSD = 2,013 (

)
= 28,92

A -

D
= 142,25 134,25= 8

d. Pelajar / mahasiswa dan lain-lain
LSD = 2,013 (

)
= 37,71

A -

E
= 142,25 18,8= 123,45
*

e. Pegawai dan Sopir
LSD = 2,013 (

)
= 30,33

B -

C
= 26,33 2,8= 23,53

f. Swasta dan Pegawai

LSD = 2,013 (

)
= 28,92

D -

B
= 134,25 26,33 = 107,91
*

g. Pegawai dan lain-lain
LSD = 2,013 (

)
= 37,71

B -

E
= 26,33 18,8 = 7,53

h. Swasta dan sopir
LSD = 2,013 (

)
= 30,33

D -

C
= 134,25 2,8 = 131,45
*

i. Lain-lain dan sopir
LSD = 2,013 (

)
= 38,80

E -

C
= 18,8 2,8 = 16

j. swasta dan lain-lain
LSD = 2,013 (

)
= 38,80

D -

E
= 134,25 18,8 = 115,45
*






Pengambilan Keputusan
Apabila selisih rata-rata perlakuan lebih besar dari nilai LSD maka
berbeda signifikan artinya terdapat pengaruh profesi terhadap pelanggaran lalu
lintas. Apabila selisih rata-rata perlakuan lebih kecil dari nilai LSD maka tidak
berbeda signifikan artinya tidak terdapat pengaruh profesi terhadap pelanggaran
lalu lintas.
Dari uji lanjut BNT dapat dilihat bahwa terdapat enam pasangan profesi
yang memiliki selisih nilai rata-rata lebih besar dari nilai LSD dan empat
pasangan profesi yang memiliki selisih nilai rata-rata lebih kecil dari LSD. Enam
pasangan profesi yang mempunyai pengaruh terhadap pelanggaran lalu lintas
adalah :
a. Pelajar/Mahasiswa dan Pegawai
b. Pelajar/Mahasiswa dan Sopir
c. Pelajar/Mahasiswa dan Lain-lain
d. Swasta dan Pegawai
e. Swasta dan Sopir
f. Swasta dan Lain-lain
Empat pasangan profesi yang tidak mempunyai pengaruh terhadap pelanggaran
lalu lintas adalah :
a. Pelajar/mahasiswa dan Swasta
b. Pegawai dan Sopir
c. Pegawai dan Lain-lain
d. Lain-lain dan Sopir.
.



BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian yang menggunakan rancangan acak lengkap
dan Uji Least Significant Difference maka dapat dilihat pada tabel anova bahwa
nilai

yaitu 38,88 > 2,57 ini berarti terdapat pengaruh jenis


profesi terhadap pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Sintang.
Setelah diuji dengan rancangan acak lengkap dan terdapat pengaruh, maka
dilanjutkan dengan uji lanjut LSD. Dari hasil perhitungan pada pembahasan diatas
dapat diketahui bahwa ada beberapa profesi yang terdapat pengaruh yaitu
pelajar/mahasiswa dan pegawai, pelajar/mahasiswa dan sopir, pelajar/mahasiswa
dan pegawai, pelajar/mahasiswa dan lain-lain, pegawai dan swasta, swasta dan
sopir, swasta dan lain-lain. Tidak berbeda secara signifikan yang artinya tidak ada
pengaruh yaitu pelajar/mahasiswa dan swasta, pegawai dan sopir, pegawai dan
lain-lain, sopir dan lain-lain.
5.2. Saran
Analisis yang penulis lakukan hanyalah sebatas pengujian data yang
diperoleh tanpa diketahui atau diteliti oleh faktor luar, yang dalam hal ini data
BPS diperoleh dari Polres Sintang. Oleh karena itu walaupun dari hasil pengujian
terdapat pengaruh jenis profesi terhadap pelanggaran lalu lintas, perlu di ditinjau
kembali faktor faktor lainnya. Selain itu juga Penulis menyarankan agar
Pemerintah dan Instansi terkait dapat lebih menggalakan lagi program tertib lalu
lintas demi terciptanya keamanan dan kenyaman bagi semua pengguna jalan raya.
23
24

DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang. 2011. Sekilas Tentang BPS Kabupaten
Sintang .
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang. 2012. Daerah Dalam Angka.
Kusnandar, Dadan. 2006. Metode Statistik dan Aplikasi dengan MINITAB dan
Excel.Madyanpress : Jogjakarta
Sugiharto, T. 2009. Analisis Varians Fakultas Ekonomi, Universitas
Gunadharma.
Suheimi, Z. 2011. Metode Penelitian Rancangan Percobaan Fakultas Pertanian,
Universitas Tamansiswa. Padang
25

LAMPIRAN
1. BANYAKNYA PELANGGARAN LALU LINTAS MENURUT
PROFESI
B u l a n
Month
Pelajar dan
Mahasiswa
Pegawai Sopir Swasta
Lain-
lain
Jumlah
Total
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

Januari 180 32 3 124 63 402
Pebruari 113 24 4 115 - 256
Maret 109 19 5 114 - 247
April 198 34 2 207 6 447
M e i 82 18 1 103 9 213
J u n i 130 16 7 127 8 288
J u l i 124 19 2 149 8 302
Agustus 198 31 1 173 - 403
September 43 11 2 31 - 87
Oktober 186 35 1 151 - 373
Nopember 131 32 - 129 - 292
Desember 213 45 - 188 - 446

2 0 1 2
1.707 316 28 1.611 94 3.756

Sumber / Source : Polres Kabupaten Sintang




2. Tabel Distribusi F dengan probabilita = 0,05