Anda di halaman 1dari 22

1

LAPORAN KERJA PRAKTEK



ANALISA DATA PESERTA KB MEDIS OPERATIF
WANITA (MOW)
MENGGUNAKAN UJI WILCOXON



OLEH :
Hendri Untoro
H11108027







Jurusan Matematika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Tanjungpura
2012

2

LEMBAR PENGESAHAN

Analisa Data Peserta KB Medis Operatif Wanita (MOW)
Menggunakan Uji Wiilcoxon

HENDRI UNTORO
H11108027

Telah diseminarkan di Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Imu
Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura Pontianak.

Pontianak, 22 Maret 2012


Menyetujui,
Pembimbing I Pembimbing II



Masykuri, M.Si
NIP. 197403051996121001
Drs. Helmi, M.Si
NIP. 196410171998021001

Mengetahui,
Ketua Jurusan MatematikaFMIPA
Universitas Tanjungpura Pontianak


Drs. Helmi, M.Si
NIP. 196410171998021001




iii

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
nikmat yang telah dilimpahkan, sehingga kerja praktek di Badan Pusat Statistik
(BPS) Kabupaten Kubu Raya selama satu bulan dapat dilaksanakan. Laporan
Kerja Praktek ini disusun dalam rangka memenuhi prasyarat Kelengkapan
penilaian dari kerja praktek. Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan
tentang; Analisa Data Peserta KB Medis Operatif Wanita (MOW) Menggunakan
Uji Wilcoxon.
Melalui laporan ini, saya ingin berperan aktif dalam upaya peningkatan
kualitas dan kuantitas mahasiswa matematika dalam mengintergrasikan diri pada
masyarakat serta lebih terampil dalam penyelesaian permasalahan yang ada pada
dunia kerja terutama yang berkaitan dengan ilmu matematika.
Makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Masykuri, M.Si selaku pembimbing lapangan kerja praktek
2. Bapak Drs. Helmi, M.Si selaku dosen pembimbing serta ketua jurusan
Matematika
3. Semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini yang tidak dapat
disebutkan satu persatu.
Akhirnya saya berharap makalah ini dapat memberikan kontribusi bagi
mahasiswa matematika pada umumnya dan khususnya bagi mahasiswa MIPA
Matematika, serta bermanfaat bagi kita semua. Oleh karena itu kritik dan saran
yang sifatnya membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan makalah ini.


Pontianak, 22 Maret 2012


Penulis
iv

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................................................... v
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah ...................................................................................... 2
1.3 Pembatasan Masalah ..................................................................................... 2
1.4 Tujuan ........................................................................................................... 3
1.5 Manfaat ......................................................................................................... 3
BAB II ..................................................................................................................... 4
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN/INSTANSI ............................................ 4
2.1 Sejarah Perusahaan/Instansi .......................................................................... 4
2.2 VISI dan MISI Perusahaan/Instansi .............................................................. 5
2.3 Kedudukan, Tugas dan Fungsi BPS .............................................................. 6
2.4 Struktur Organisasi Perusahaan/Instansi ....................................................... 9
BAB III ................................................................................................................. 10
TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................................... 10
BAB IV ................................................................................................................. 12
ANALISA WILCOXON ...................................................................................... 12
BAB VI ................................................................................................................. 14
PENUTUP ............................................................................................................. 14
4.1 Kesimpulan ............................................................................................ 14
4.2 Saran ....................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 15
LAMPIRAN .......................................................................................................... 16
v

DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Jumlah Pencapaian Peserta KB MOW Tahun 2011 .............................. 12
Tabel 4.2 Penolong Untuk Uji Wilcoxon ............................................................... 13
vi

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Bagan Struktur Organisasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten
Kubu Raya

Lampiran 2. Jumlah Peserta Baru Medis Operatif Wanita (MOW) Tahun 2011

Lampiran 4. Tabel Harga-Harga Kritis Untuk Test Wilcoxon


1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada setiap Universitas ataupun sekolah tinggi mempunyai satu mata kuliah
wajib yang harus diambil oleh semua mahasiswanya yaitu Kuliah Kerja
Mahasiswa (KKM). Universitas Tanjungpura khususnya Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mewajibkan mahasiswanya untuk
mengambil mata kuliah tersebut setelah menempuh minimal 110 SKS dengan IPK
minimal 2,00. KKM ini dapat dilakukan dengan dua pola, yaitu KKM pola Kerja
Praktek (KP) dan KKM pola Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
KKM pola Kerja Praktek (KP) merupakan aktivitas mahasiswa pada suatu
instansi baik instansi pemerintah maupun swasta. KKM pola KP bertujuan untuk
melatih mahasiswa mengintegrasikan diri pada masyarakat dengan harapan
mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan diri untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan yang ada pada dunia kerja terutama yang berkaitan
dengan ilmu matematika.
Kerja praktek yang dilakukan penulis dilaksanakan di Dinas Badan Pusat
Statistik Kabupaten Kubu Raya. Dengan KP inilah mahasiswa diharapkan mampu
mengeluarkan potensi yang ada dalam pribadi masing-masing. Judul yang diambil
penulis sebagai laporan KP ini adalah analisa data peserta KB Medis Operatif
Wanita (MOW) menggunkan Uji Wilcoxon.
Kontrasepsi adalah usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha-
usaha tersebut dapat bersifat sementara ataupun permanen. Alasan penggunaan
kontrasepsi ada bermacam-macam, baik untuk menunda kehamilan, membatasi
jumlah anak, menjaga jarak kehamilan bahkan untuk memberhentikan kehamilan.
Dalam menggunakan kontrasepsi, keluarga pada umumnya mempunyai
perencanaan atau tujuan yang ingin dicapai. Tujuan tersebut diklasifikasikan
2

dalam tiga kategori, yaitu menunda / mencegah kehamilan, menjarangkan
kehamilan, serta menghentikan / mengakhiri kehamilan atau kesuburan.
Pada saat ini pemerintah sedang menjalankan program KB (Keluarga
Berencana) agar kepadatan penduduk dapat diminimalisasi. Tujuan keluarga
berencana menurut BKKBN adalah meningkatkan derajat kesehatan dan
kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa pada umumnya. Selain itu juga
meningkatkan martabat kehidupan rakyat dengan cara menurunkan angka
kelahiran sehingga pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan untuk
meningkatkan reproduksi dengan kata lain juga membantu dalam meminimalisasi
lajunya pertumbuhan penduduk.
Medis Operatif Wanita (MOW) / Tubektomi atau juga dapat disebut dengan
sterilisasi. Medis Operatif Wanita (MOW) merupakan tindakan penutupan terhadap
kedua saluran telur kanan dan kiri yang menyebabkan sel telur tidak dapat melewati
saluran telur, dengan demikian sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma laki laki
sehingga tidak terjadi kehamilan, oleh karena itu gairah seks wania tidak akan turun.
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas atau
kesuburan perempuan dengan mengokulasi tuba fallopi (mengikat dan memotong
atau memasang cincin) sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, masalah yang diangkat dalam penelitian ini
adalah menganalisis adakah pengaruh pencapaian peserta alat kontrasepsi Medis
Operatif Wanita (MOW) di Kalimantan Barat.

1.3 Pembatasan Masalah
Penelitian ini hanya terbatas pada pendataan pengguna kontrasepsi oleh
masyarakat Kalimantan Barat dan keaktifan dalam penggunaan kontrasepsi Medis
Operatif Wanita (MOW) di Kalimantan Barat serta faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku masyarakat itu sendiri untuk menggunakan alat
kontrasepsi.

3

1.4 Tujuan
Tujuan yang dicantumkan pada laporan ini dibagi menjadi dua yaitu tujuan kerja
praktek dan tujuan penulisan laporan. Adapun tujuan kerja praktek adalah:
a) Agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu-ilmu yang telah diperoleh dalam
perkuliahan untuk meningkatkan pemahaman ilmu-ilmu terebut.
b) Agar mahasiswa dapat beradaptasi pada dunia kerja, sebelum memasuki dunia
kerja yang sebenarnya dan dapat merasakan langsung bekerja dan memperoleh
pengalaman kerja.
c) Memperoleh data tentang pengguna kontrasepsi serta laju pertumbuhan
penduduk Kabupaten Kubu Raya.
Sedangkan tujuan penulisan laporan ini adalah:
Menganalisis data untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pencapaian
peserta KB Medis Operatif Wanita (MOW) terhadap peserta KB di Kalimantan
Barat. Serta memberikan masukkan dan saran kepada pihak terkait mengenai hasil
laporan kerja praktek.

1.5 Manfaat
Kerja praktek ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan menumbuhkan
kesiapan mental mahasiswa dalam memasuki dunia kerja dan mengaplikasikan
ilmu-ilmu yang diperoleh diperkuliahan serta membantu pihak instansi dalam
pelaksanaan kerja. Mahasiswa juga diharapkan dapat mengaplikasikan dan
meningkatkan ilmu-ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
Manfaat untuk Fakultas MIPA terutama Jurusan Matematika dan
Perusahaan/Instansi adalah terjalinnya kerjasama dengan baik antar keduanya,
lebih saling mengenal dalam dunia kerja dan dapat meningkatkan kualitas
kelulusan melalui pengalaman kerja serta mengembangkan pemikiran yang
membangun dari mahasiswa yang melakukan Kerja Praktek.
4

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN/INSTANSI
2.1 Sejarah Perusahaan/Instansi
Badan Pusat Statistik adalah Lembaga Pemerintah Non-Departemen yang
bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Sebelumnya, BPS merupakan Biro
Pusat Statistik, yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang
Sensus dan UU Nomer 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Sebagai pengganti kedua
UU tersebut ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Berdasarkan UU ini yang ditindaklanjuti dengan peraturan perundangan
dibawahnya, secara formal nama Biro Pusat Statistik diganti menjadi Badan Pusat
Statistik yang mempunyai fungsi pokok sebagai penyedia data statistik dasar, baik
untuk pemerintah maupun untuk masyarakat umum, secara nasional maupun
regional.
BPS juga terdapat di setiap provinsi, kabupaten dan kota di seluruh
Indonesia. Dinamakan perwakilan BPS di daerah, karena BPS merupakan instansi
vertikal, yakni instansi pemerintah pusat yang berada di daerah, sehingga bukan
merupakan bagian dari instansi milik daerah, Tugas lain BPS di daerah adalah
melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan
statistik regional.
Di samping memiliki kantor pewakilan hingga daerah tingkat II
(Kabupaten/Kota), aparat BPS ada di setiap kecamatan, yaitu Penanggungjawab
Kegiatan BPS Tingkat Kecamatan atau saat ini disebut sebagai KSK (Koordinator
Statistik Kecamatan), selain itu setiap ada kegiatan yang cukup besar seperti
Sensus BPS selalu merekrut petugas lapangan yang berasal dari berbagai kalangan
yaitu yang disebut Mitra Statistik.
Sesuai Keputusan Kepala BPS Nomor 121 tahun 2001 tentang Organisasi
dan Tata Kerja BPS di daerah yang berada dibawah dan bertanggung jawab
5

kepada Kepala BPS. BPS Kabupaten Kubu Raya dibentuk berdasarkan Surat dari
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :
B/2795.9/M.PAN/09/2008 tanggal 26 September 2008 Tentang
Pembentukan Kantor Badan Pusat Statistik pada Kabupaten Pidie Jaya,
Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Padang Lawas Utar, Kabupaten
Empat Lawang, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Bandung Barat, Kota Serang,
Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Gorontalo
Utara, yang sementara berkantor di Jl. Arteri Supadio Km 18,9 No. 02 RT
011/RW 002 desa Limbung Sungai Raya, e-mail : bps6112@gmail.com; Telp
(0561) 724189, Fax : (0561) 724189.

2.2 VISI dan MISI Perusahaan/Instansi
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kubu Raya mempunyai visi
Pelopor data statistik terpercaya untuk semua. Dan misinya adalah
1. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk
penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien.
2. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung
pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan
Indonesia.
3. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan defenisi, pengukuran,
dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan
statistik.
4. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak.
5. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik yang
diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik
Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.



6

2.3 Kedudukan, Tugas dan Fungsi BPS
1. Kedudukan
Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Non-
Departemen yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada
Presiden Republik Indonesia yang dipimpin oleh seorang Kepala. Secara tegas
di dalam Peraturan Presiden Republi Indonesia Nomor 86 Tahun 2007
bahwa di tingkat provinsi kedudukan BPS disebut BPS Provinsi dan di
tingkat Kabupaten/Kota disebut BPS Kabupaten/Kota.

2. Tugas
Badan Pusat Statistik(BPS) berkewajiban melaksanakan tugas
pemerintahan di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. BPS melaksanakan tugas pemerintahan di
bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, antara lain :
Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun1999 tentang Penyelenggaraan
Statistik
Keputusan Presiden Nomor 86 Tahun 1998 tentang Badan Pusat Statistik
Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas,
Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga
Pemerintahan Non Departemen.

3. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas, BPS menyelenggarakan fungsi :
a. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang kegiatan statistik;
b. Penyelenggara statistik dasar;
c. Koordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan tugas BPS;
d. Fasilitas dan pembinaan terhadap kegiatan instansi Pemerintah di bidang
kegiatan statistik;
7

e. Penyelenggara pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang
perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian,
keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan, dan rumah tangga.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Pelopor Data Statistik Berkualitas bagi
semua BPS memiliki alur pekerjaan sebagai berikut :
A. Pengumpulan Data
BPS sebagai institusi penyedia informasi statistik untuk keperluan pemerintah,
swasta dan masyarakat. BPS melakukan kegiatan pengumpulan data melalui
sensus, survey antar sensus, survey sektoral/lintas sektoral, studi khusus dan
kompilasi catatan administrasi/data sekunder.
Rangkaian kegiatan statistik didahului dengan pengumpulan data yang
dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
1. Sensus
Merupakan cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua
unit populasi untuk memperoleh karakteristik pokok dari suatu populasi
tersebut, di seluruh wilayah pada saat tertentu. Sensus dilaksanakan sekurang-
kurangnya sekali dalam sepuluh tahun oleh BPS, yang meliputi :
Sensus Penduduk, dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 0 (nol)
Sensus Pertanian, dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 3 (tiga)
Sensus Ekonomi, dilaksanakan pada tahun berakhiran angka 6 (enam)
2. Survey
Survey adalah cara pengambilan data yang dilakukan melalui pencacahan
sampel dari suatu populasi untuk memperkirakan karakteristik suatu obyek
pada saat tertentu. Berbagai jenis survey dilaksanakan secara berkala dengan
kurun waktu beberapa tahun, tahunan, atau kurang dari setahun, tergantung
kebutuhan data tersebut.
3. Studi Khusus
Studi Khusus dilaksanakan guna mempelajari berbagai aspek kegiatan statistik
untuk memberi masukan bagi pengumpulan data statistik yang baru atau
8

penyempurnaan metode yang sudah ada sebelum diimplementasikan secara
nasional.
4. Kompilasi Produk Administrasi
Merupakan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisa data yang
didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau
masyarakat. Contohnya tentang Iklim, luas panen, penyakit dan lain-lain.

B. Pengolahan Data
Tahap pengolahan data sangat menentukan seberapa jauh tingkat keakuratan
dan ketepatan data statistik yang dihasilkan. BPS merupakan instansi perintis
dalam penggunaan komputer karena telah mulai menggunakannya sejak sekitar
tahun 1960. Sebelum menggunakan komputer, BPS menggunakan kalkulator dan
alat hitung sempoa dalam mengolah data. Pengolahan data Sensus Penduduk
Tahun 2000 telah menggunakan mesin scanner, tujuannya untuk mempercepat
kegiatan pegolahan data .
Dalam mengolah data, BPS juga telah mengembangkan berbagai program
aplikasi untuk data entry, editing, validasi, tabulasi dan analisis dengan
menggunakan berbagai macam bahasa dan paket program komputer.

C. Analisis Data
Agar pengguna data dapat membaca dan menginterprestasikan data yang
dipublikasikan dengan lebih mudah, BPS membuat analisis dan laporan secara
berkala. Hasil-hasil kegiatan statistik dianalisis dan disajikan dalam bentuk
laporan/publikasi dan dalam bentuk ringkasan eksekutif.

D. Penyajian Data
BPS menghasilkan data statistik baik sosial maupun ekonomi, yang beragam
untuk dimamfaatkan baik oleh pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat
umum. Informasi dikemas baik dalam bentuk media cetak seperti buku, maupun
media elektronik seperti publikasi elektronik.

9

2.4 Struktur Organisasi Perusahaan/Instansi
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kubu Raya merupakan instansi
pemerintah yang bergerak dalam penyediaan dan pengolahan data.Kerja praktek
yang telah dilaksanakan pada instansi tersebut memiliki ranah kerja yang dapat
meningkatkan wawasan dan pemahaman mengenai tujuan kerja praktek itu sendiri
maupun kinerja Badan Pusat Statistik.
Mengenai struktur organisasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kubu
Raya dipimpin oleh seorang Kepala yang membawahi 6 seksi/subbagian yaitu :
Subbagian Tata Usaha, Seksi Statistik Sosial, Seksi Statistik Produksi, Seksi
Statistik Distribusi, Seksi Statistik Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, dan
Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (Lampiran 1) yang memiliki
tugas masing-masing. Hal ini merupakan dasar peletakan Tim Kerja Praktek oleh
pihak BPS di masing-masing seksi. Pembagian kerja Tim Kerja Praktek pada
masing-masing seksi beserta beberapa hal yang dilakukan sesuai proporsi kerja
masing-masing seksi inilah yang menjadi tanggung jawab Mahasiswa yang
melakukan kerja praktek. Khusus seksi IPDS dengan kegiatan yang dilaksanakan
sebagai berikut:
a. Input data hasil rekapitulasi data bidang sosial
b. Pengolahan data menggunakan Ms. Excel
c. Membuat laporan pembukuan
10

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

Pada uji tanda hanya menggunakan tanda-tanda dari selisih-selisih antara
nilai-nilai hasil pengamatan dan median hipotesis. Untuk pengujian H0 : M = M0
dipunyai sebuah uji statistik lain yang memperhitungkan besar selisih-selisih
tersebut bila dia. Untuk menggunakan uji statistik ini, yang dikenal uji peringkat-
bertanda Wilcoxon, yang diperkenalkan oleh Frank Wilcoxon, yang mula-mula
mengurutkan selisih-selisih menurut peringkat berdasarkan nilai mutlaknya
masing-masing. Kemudian diberikan tanda-tanda pada selisih (beda) yang semula
kepada peringkat-peringkat yang dihasilkan, dan setelah itu melakukan dua
penjumlahan, yakni penjumlahan peringkat-peringkat bertanda negatif dan
penjumlahan peringkat-peringkat bertanda positif.
Kabel uji peringkat-bertanda Wilcoxon menggunakan informasi yang lebih
baik daripada uji Tanda, maka seringkali uji ini lebih tinggi daripada uji Tanda.
Uji peringkat-bertanda Wilcoxon juga mengandaikan bahwa sampel diambil dari
populasi yang simetrik. Apabila populasi yang diambil sampelnya memenuhi
asumsi-asumsi ini, kesimpulan-kesimpulan mengenai median populasi tersebut
berlaku pula untuk nilai rata-ratanya (rata-rata populasi).
Asumsi-asumsi
a. Sampel yang tersedia untuk analisis adalah sampel acak berukuran n
dari suatu populasi dengan median M yang tidak diketahui.
b. Skala pengukuran yang digunakan sekurang-kurangnya skala interval.
c. Variabel-variabel acaknya kontinu.
d. Populasi yang diambil sampelnya simetrik.
e. Pengamatan-pengamatan yang dilakukan saling independen.
Hipotesis-hipotesis


11



Kriteria Pengujian

diterima jika harga jumlah jenjang yang terkecil (dari perhitungan)


lebih besar dari harga tabel.
Penyajian Data
Pengujian Hipotesis
Untuk pengujian data perlu disusun dalam bentuk tabel berikut:
No


Beda Tanda Jenjang
(

) Jenjang + -
1
2
Jumlah (T)

Bila sampel pasangan lebih besar dari 25 maka distribusinya akan
mendekati distribusi normal. Untuk itu digunakan rumus Z dalam
pengujiannya.


Dimana : Jumlah jenjang yang terkecil

, dengan jumlah pasangan data


Kesimpulan



12

BAB IV
ANALISA WILCOXON
Uji Wilcoxon
1. Hipotesis statistik

Tidak terdapat perbedaan peserta KB (MOW) yang disarankan


dan pencapaiandi Kalimantan Barat

Terdapat perbedaan peserta KB (MOW) yang disarankan dan


pencapaian di Kalimantan Barat
2. Kriteria Pengujian

diterima jika

ditolak jika


Dengan taraf kesalahan
3. Penyajian Data
Data yang telah diperoleh sebagai berikut:
Tabel 4.1 JUMLAH PENCAPAIAN PESERTA KB (MOW) TAHUN 2011
No Kabupaten/Kota
Peserta KB

Sasaran Pencapaian

1 KAB. PONTIANAK 9 32

2 KAB. SAMBAS 103 73

3 KAB. KETAPANG 42 62

4 KAB. SANGGAU 108 115

5 KAB. SINTANG 23 61

6 KAB. KAPUAS HULU 58 139

7 KOTA PONTIANAK 394 470

8 KAB. BENGKAYANG 77 142

9 KAB. LANDAK 25 13

10 KOTA SINGKAWANG 72 227

11 KAB. SEKADAU 12 44

12 KAB. MELAWI 26 12

13 KAB. KAYONG UTARA 1 9

14 KAB. KUBU RAYA 118 173

13



4. Pengujian Hipotesis
Dari data pada tabel diatas diperoleh tabel penolong sebagai berikut:
Tabel 4.2 Penolong untuk Uji Wilcoxon
No


Beda Tanda Jenjang
(

) Jenjang + -
1
9 32
23 6 6 0
2
103 73
30 7 0 7
3
42 62
20 5 5 0
4
108 115
7 1 1 0
5
23 61
38 9 9 0
6
58 139
81 13 13 0
7
394 470
76 12 12 0
8
77 142
65 11 11 0
9
25 13
12 3 0 3
10
72 227
155 14 14 0
11
12 44
32 8 8 0
12
26 12
14 4 0 4
13
1 9
8 2 2 0
14
118 173
55 10 10 0
Jumlah (T) 91 14

Keterangan:

= Sasaran

= Pencapaian
Untuk menginterpretasikan dapat dibandingkan dengan tabel Harga-harga
Kritis untuk Test Wilcoxon (Lampiran 4) dari tabel terlihat bahwa untuk
, pada taraf kesalahan 5% diperoleh 21. Hasil

ternyata lebih
kecil dari

untuk taraf kesalahan 5% , hal ini berarti


ditolak.
5. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat
perbedaan peserta KB Medis Operatif Wanita (MOW) yang disarankan
dan pencapaian di Kalimantan Barat.
14

BAB VI
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian yang menggunakan uji Wilcoxon diatas maka
dapat disimpulkan bahwa pencapaian peserta KB yang menggunaan KB MOW
lebih banyak sehingga hasil dari yang disarankan. Terlihat selama ini wanita
adalah peserta KB yang mendominasi sehingga KB MOP yang digunakan untuk
pria masih jarang digunakan.

4.2 Saran
Penulis menyarankan agar Pemerintah juga menggalangkan lagi penggunaan
kontrasepsi MOP agar tidak hanya wanita yang menggunakan alat kontrasepsi.
15

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kubu Raya. 2010.Sekilas Tentang BPS Kab.
Kubu Raya. Pontianak. BPS-KKR
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kubu Raya. 2011. Daerah Dalam Angka.
Pontianak. BPS-KKR
Sugiyono. 2007. Statistik Non Parametris. Bandung. Alvabeta
16

LAMPIRAN