Anda di halaman 1dari 2

Daun sawi

Slory
padatan larutan
Endapan
Uji
Karbohidrat
Protein
Lemak

Koloid
Prosedur kerja:
a) Pembuatan slory
1. Daun sawi sebanyak 250 gram di cuci bersih, lalu dipotong kecil-kecil untuk
mempermudah proses pemblederan.
2. Daun Sawi yang telah dipotong diblender.
3. Jika pada waktu proses pemblenderan daun sawi, blender susah berputar ditambahkan
pelarut HCl sedikit demi sedikit hingga proses pemblenderan bisa dilakukan.
4. Dihasilkan slory.

b) Pemisahan Slory
1. disaring slory yang dihasilkan dengan menggunakan kain saring. Kain saring yang
digunakan mulai dari saringan teh sampai kain sifon (menghasilkan padatan, koloid
dan larutan).

c) Perlakuan pada padatan
1. Padatan yang dihasilkan dilakukan dua perlakuan yaitu perlakuan 1 ditambahkan PE
dan perlakuan 2 dihidrolisis.
2. Perlakuan 1, padatan ditambahkan pelarut PE (untuk menguji adanya lemak).
3. Perlakuan 2 dihidrolisis dengan asam 3 M ( untuk memecah amilum menjadi bagian
penyusunnya yang lebih sederhana dan memecah protein menjadi asam amino).
4. padatan yang telah dihidrolisis kemungkinan terdapat asam amino dan gula reduksi,
maltosa, glukosa, dekstrin.
5. Uji asam amino (ninhidrin , milon, xantoprotein).
6. Gula reduksi (uji benedict), dekstrin (uji iod menghasilkan warna merah bata), gula
reduksi monosakarida (uji barfoed). Uji maltosa (fehling, benedict dan tolens).

d) Perlakuan pada fraksi larutan + koloid
1. Larutan dan koloid yang dihasilkan disentrifugasi menghasilkan endapan
2. dipisahkan endapan dari larutan, kemudian endapan hidrolisis dilakukan perlakuan
yang sama pada poin c no 2-6.
3. Uji karbohidrat (uji molisch), uji gula reduksi (benedict), uji amilum (iod menghasilkan
warna biru), sukrosa (uji seliwanof menghasilkan warna jingga) dan asam amino
(ninhidrin, milon, xantoprotein).