Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Permasalahan yang sering dihadapi PUS (Pasangan Usia Subur) dalam
memilih alat kontrasepsi adalah bahwa kontrasepsi sebagai alat untuk mencegah
kehamilan, tetapi yang sebenarnya fungsi kontrasepsi adalah merencanakan
kehamilan sehingga setiap pasangan dapat memperoleh anak sesuai waktu yang
diinginkan dan memberikan perawatan dan pemeliharaan seoptimal mungkin
(DepKes, 2010).
Salah satu pihak yang dapat membantu PUS dalam melakukan pemilihan
alat kontrasepsi adalah peran kader KB. Selama ini peran kader KB ini tidak terlalu
menonjol dan keberadaannya kurang dipahami oleh masyarakat, dampaknya
masyarakat khususnya PUS kurang dapat memanfaatkan fungsi yang dimiliki oleh
kader KB (Sugiri, 2012).
Kader memiliki peran untuk melakukan identifikasi PUS yang belum terlibat
dalam pelaksanaan program KB serta memberikan edukasi kepada PUS baik yang
telah menjadi akseptor KB maupun yang belum untuk melakukan pencegahan drop
out bagi akseptor dan mendorong PUS yang belum terlibat dalam program KB untuk
menjadi akseptor KB (Kamil, 2012).
Selama lebih dari 30 tahun, program Keluarga Berencana, telah berhasil
mengendalikan laju pertumbuhan penduduk menjadi 1,49 % pertahun pada 2003
lalu, dari 2, 34 % tahun 1970 - 1980, menurunkan rata - rata angka kelahiran dari 5,2
anak per Pasangan Usia Subur (PUS) pada tahun 70 - an menjadi 2,6 anak per PUS

tahun 2002/2003 (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia, 2004). Keberhasilan


penurunan tingkat kelahiran tersebut sangat ditentukan oleh meningkatnya pemakaian
alat kontrasepsi secara lestari / berkesinambungan dan meningkatnya peran serta dan
tanggung jawab masyarakat dan keluarga dalam kegiatan KB sesuai dengan UU
Nomor 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan
Keluarga Sejahtera (DepKes, 2010).
Hasil Susenas (2012) menunjukan bahwa angka prevalensi kontrasepsi
Indonesia adalah 56,7%, artinya satu diantara dua PUS di Indonesia pada tahun 2004
sedang memakai alat KB. Perbedaan angka prevalensi kontrasepsi di wilayah
perkotaan dengan wilayah pedesaan amat kecil, yang menunjukan bahwa strategi
pendekatan program KB di daerah perkotaan dan pedesaan hampir sama kuatnya.
Pada tahun 2012 di Indonesia, jumlah PUS sebanyak 5.918.271 orang. Dari jumlah
ini dengan proporsi 11,72% (693.621 peserta) merupakan peserta KB baru dan
77,80% (4.604.414 peserta) merupakan akseptor KB aktif. Menurut SDKI 2004 2005, prevalensi pemakaian kontrasepsi di Indonesia 60%. Alat kontrasepsi yang
banyak digunakan adalah metode suntik (49,1%), pil (23,3%), AKDR/Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim (10,9%), implant (7,6%), metode operassi wanita/MOW
(6,5%) dan metode operasi pria/MOP (0, 7%). Tahun 2007 peserta KB mencapai 5, 6
juta, diikuti peningkatan pada tahun 2008 menjadi 6,5 juta akseptor (Survey
Demografi Dan Kesehatan Indonesia, 2012).
Jumlah PUS di jawa Timur tahun 2010 yang tercatat 8.416.637 orang. Dari
jumlah PUS tersebut yang menjadi peserta KB baru sebnyak 832.423 orang (9, 89%)
dan peserta KB aktif sebanyak 5.828.183 orang (69, 25%). Cakupan KB aktif ini

tersebut masih dibawah target 70%. Berdasarkan jenis kontrasepsi yang digunakan
peserta KB aktif 22,2% akseptor memilih metode kontrasepsi jangka panjang seperti
IUD, implant dan MOW/MOP, sedangkan 77,8% memilih metode kontrasepsi jangka
pendek seperti pil, suntik, maupun kondom (DinKes Jawa Timur, 2010).
Berdasarkan data yang didapat dari Puskesmas Pesantren I jumlah PUS
pada tahun 2013 sebanyak 3009 orang. Dari jumlah PUS tersebut yang menjadi
peserta KB baru sebanyak 47 orang (1,57%) dan peserta KB aktif sebanyak 2962
orang (98,43%). Berdasarkan jenis kontrasepsi yang digunakan peserta KB aktif
adalah IUD/Intra Uterine Devices 187 PUS (6,31%), metode operasi pria/MOP 7
PUS (0,23%), metode operassi wanita/MOW 257 PUS (8,68%), implant 325 PUS
(10, 98%), suntik 1377 PUS (46,49%), pil 609 PUS (20,56%), kondom 200 PUS
(6,75%) (Puskesmas Pesantren I, 2013)
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di sekitar Wilayah Kerja Puskesmas
Pesantren I pada tanggal 29 Oktober 2013 kepada 4 orang pasangan usia subur yang
mempersepsikan fungsi kader dalam memilih alat kontrasepsi di Wilayah Kerja
Puskesmas Pesantren I Kota Kediri diketahui bahwa 2 (50 %) orang pasangan usia
subur mengatakan bahwa mereka memilih sendiri alat kontrasepesi yang mereka
gunakan soalnya kalau memilih alat KB sendiri lebih bagus dari pada yang memilih
alat KB para kader, sedangkan 2 (50 %) orang pasangan subur mengatakan bahwa
ada kader yang pernah memberi saran kepada mereka dalam memilih alat kontrasepsi
tapi mereka takut ada efek samping setelah menggunakan alat kontrasepsi tersebut
(Puskesmas Pesantren I, 2013).

Faktor - faktor yang

menyebabkan PUS tidak menggunakan alat

kontrasepsi, hal - hal tersebut dapat ditinjau dari berbagai segi yaitu : segi pelayanan
KB, segi kesediaan alat kontrasepsi, segi penyampaian konseling atau KIE dan
hambatan budaya (DepKes, 2010). Beberapa alasan pasangan usia subur tidak
menggunakan alat kontrasepsi antara lain alasan fertilitas, masalah kesehatan, takut
efek samping KB, pasangan menolak untuk ikut KB dan kondisi sosial ekonomi.
Selain faktor - faktor tersebut masih banyak faktor lain yang mempengaruhi
pemilihan jenis kontrasepsi seperti tingkat pendidikan, pengetahuan, kesejahteraan
keluarga, agama, dan dukungan dari suami/istri. Faktor - faktor ini nantinya juga akan
mempengaruhi keberhasilan program KB. Hal ini dikarenakan setiap metode atau alat
kontrasepsi yang dipilih memiliki efektivitas yang berbeda - beda (Saifuddin, 2010).
Diposkan oleh Imakulata Marjani di 12.30 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan
ke Pinterest
Lokasi: Kediri, East Java, Indonesia

PANDUAN WAWANCARA

Lampiran 6
PANDUAN WAWANCARA
A.
1.
a.
b.

Data Umum
Usia anda saat ini adalah
20 35 tahun
36 - 45 tahun

2.
a.
b.
c.
d.

Pendidikan anda terakhir adalah


SD dan Sederajat
SMP dan Sederajat
SMA dan Sederajat
Diploma atau Sarjana

3. Apakah anda sudah mengunakan alat kontrasepsi ?


a. Sudah
b. Belum
4.
a.
b.
c.
d.
e.

Jenis kontrasepsi apa yang anda gunakan ?


Pil
Suntik
Implan
IUD
MOW/MOP

B. Data Khusus
Tugas dan fungsi kader dalam melaksanakan pemilihan alat kontrasepsi
1. Bagaimanakah menurut pendapat anda tentang tugas kader yang membantu dalam
pemilihan alat kontrasepsi ?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
2. Bagaimanakah cara kader dalam membantu anda melakukan pemilihan alat
kontrasepsi?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
3. Bagaimanakah tanggapan anda terhadap tugas kader dalam membantu anda
melakukan pemilihan alat kontrasepsi?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................

Fungsi Kader Dalam Melaksanaan Pembinaan Calon Akseptor KB


1. Menurut anda, bagaimanakah cara kader membina Pasangan Usia Subur (PUS) yang
belum ikut ber KB?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
2. Apa yang dilakukan kader jika ada PUS yang menolak untuk ber KB?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
3. Bagaimanakah cara kader dalam mempromosikan alat kontrasepsi kepada PUS yang
belum ikut ber KB?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................

Persepsi PUS terhadap fungsi kader dalam melaksanaan pembinaan akseptor


KB aktif
1. Apa saja yang dilakukan kader untuk membina akseptor KB yang aktif?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
2. Bagaimanakah cara kader dalam mendorong agar akseptor KB aktif dalam
melaksanakan KB?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
3. Bagaimanakah cara kader dalam melaksanakan pembinaan akseptor yang tidak aktif
agar menjadi aktif?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
Persepsi PUS terhadap fungsi kader dalam melaksanaan pendataan keluarga
Bagaimanakah pendapat anda tentang fungsi kader dalam melaksanaan pendataan
keluarga?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
2. Apakah anda pernah didatangi kader, apa saja yang dilakukan oleh kader?
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
Diposkan oleh Imakulata Marjani di 10.36 Tidak ada komentar:
1.

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan


ke Pinterest

LEMBAR KONSULTASI

Lampiran 8
LEMBAR KONSULTASI

Nama
: IMAKULATA MARJANI
NIM
: 10110194
Judul
:
PERSEPSI PUS (PASANGAN USIA SUBUR) TERHADAP FUNGSI
KADER DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS PESANTREN I KOTA KEDIRI
Pembimbing I :
Tanggal
Uraian
Tanda Tangan

LEMBAR KONSULTASI

Nama
: IMAKULATA MARJANI
NIM
: 10110194
Judul
:
PERSEPSI PUS (PASANGAN USIA SUBUR) TERHADAP FUNGSI
KADER DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS PESANTREN I KOTA KEDIRI
Pembimbing II:
Tanggal
Uraian
Tanda Tangan

Diposkan oleh Imakulata Marjani di 10.33 Tidak ada komentar: