Anda di halaman 1dari 16

Penyakit Jantung

Koroner
Marlina
Lulu Nafisah
Peranika Veri Nuratri
Ahmad Irkham
PJK
Penyebab
utama
kematian di
seluruh dunia
Kejadian terus meningkat
dan prevalensi dari PJK di
seluruh dunia menjadi
sangat tinggi dan selamanya
akan terus meningkat
Penyakit yang
berdasarkan
faktor resiko
P
E
R
M
A
S
A
L
A
H
A
N

PJK menjadi masalah kesehatan yang utama di dunia
dan bahkan merupakan penyebab kecacatan di
Amerika Utara dan menyumbang lebih dari 5 %
kematian.
1998 >> terdapat lebih dari 459.841 kematian
sedangkan pada tahun 2003 tercatat 653.000
kematian di AS dan 20% dari jumlah kasus tersebut
disebabkan oleh PJK
2004 >> di AS hampir 13 juta orang atau sekitar 6,9
dari total penduduk dilaporkan telah terkena PJK dan
451.326 orang meninggal. AHA menyebutkan bahkan
sekitar 16.000.000 orang yang terdiri dari 8.700.000
laki- laki dan 7.300.00 perempuan memiliki resiko
terkena PJK. AHA memperkirakan bahwa sekitar 1,2
juta orang Amerika akan memiliki serangan koroner
baru dan sekitar 310.000 orang/ tahun akan
meninggal.


P
E
R
M
A
S
A
L
A
H
A
N

Kantor Statistik Nasional melaporkan pada
tahun 2004 di Inggris bahwa 106.000 orang
meninggal karena PJK,
di Hungaria pada tahun 2001 angka kematian
PJK sekitar 294.1/ 100.000 populasi.
Penelitian di Afrika tentang prevalensi PJK
menyebutkan bahwa sekitar tahun 1997 dan
2004 sebanyak 195 orang meninggal per hari.
Di Afrika Selatan sekitar 33 orang meninggal
per hari karena serangan jantung. Di Afrika
Selatan PJK meningkat dari 565 kematian per
hari pada tahun 2000 dan 666 kematian pada
tahun 2010.


Keluhan dan gejala PJK umumnya bergantung
pada faktor resiko . Namun ada beberapa
gejala yang sering dirasakan oleh penderita
PJK yaitu:
1. Rasa sakit dan nyeri
2. Susah nafas
3. Sering berdebar-debar
4. Pingsan atau keadaan tidak sadar diri

Merokok
Lipid dan Lipoprotein
Hipertensi
Sindrom Resistensi Insulin
Diabetes Melitus
Kurangnya Aktivitas Fisik
Obesitas
Pasca Menopause
Faktor Psikososial
Faktor Pembekuan
Alkohol
LVH
MODIFIABLE FACTORS
Umur dan Jenis
Kelamin
Status Sosio-Ekonomi
Riwayat Keluarga
UNMODIFIABLE
FACTORS
Berhenti merokok.
Penurunan berat badan. Ditempuh dengan cara mengurangi asupan
kalori dan menambah aktifitas fisik. Disamping pemberian daftar
komposisi makanan , pasien juga diharapkan untuk berkonsultasi
dengan pakar gizi secara teratur.
Melakukan aktivitas fisik. Pada latihan fisik akan terjadi dua
perubahan pada sistem kardiovaskuler, yaitu peningkatan curah
jantung dan redistribusi aliran darah dari organ yang kurang aktif ke
organ yang aktif.
Skrining penyakit jantung.
Diet sehat misalnya hindari makanan berlemak tinggi, terutama
kolesterol (lemak hewani) dan lemak jenuh; hindari makanan yang
padat kandungan energinya; batasi asupan garam; perbanyak makan
sayur dan buah yang kaya akan serat.
Kontrol tekanan darah dan kadar kolesterol secara teratur
Wawancara atau anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang sederhana, seperti
pemeriksaan EKG dan treadmill,
Pemeriksaan penunjang canggih, seperti
pemeriksaan CT-Scan, MRI dan angiografi
koroner atau kateterisasi.
Ekokardiografi

HASIL ANGIOGRAFI KORONER
Normal Terjadi penyempitan
TINDAKAN KATETERISASI
Sebelum Tindakan Setelah Tindakan
CARA PENGOBATAN DAN
PERAWATAN
Bed-rest atau istirahat yang cukup
Obat-obatan, seperti:
Nitrat (obat vasolidator),
obat anti-aritmia,
diuretik,
Terapi anti-platelet dan anti-koagulan
Beta-Adrenergic Blocking Agents atau
penyekat
ACE Inhibitors
Antagonis kalsium
Estrogen Replacement Therapy (ERT)

REHABILITASI
Program rehabilitasi jantung yang komprehensif harus mencakup
beberapa komponen berikut:
(1) pengkajian kondisi dan riwayat medis pasien,
(2) edukasi dan konseling dalam rangka meningkatkan
pengetahuan dan kesadaran pasien agar dengan upaya sendiri
mampu menghindari faktor risiko, mengatasi faktor risiko agar
proses penyakit atau proses atherosklerosis dapat dihentikan
atau dihambat, demikian pula kecemasan,
(3) upaya pengontrolan faktor risiko; menyangkut edukasi,
modifikasi gaya hidup kearah hidup sehat dan pengobatan
yang diperlukan,
(4) program latihan fisik dan konseling aktifitas fisik,

Prognosis PJK bergantung pada:
derajat dan kecepatan keterlibatan myocardium,
pengobatan,
kekuatan cadangan jantung,
dan komplikasi.
Ketika infark miokardiak terjadi cukup serius,
prognosis harus selalu dijaga.