Anda di halaman 1dari 13

Pokok kegiatan

Penyuluhan Kegiatan
BAB III
MATERI PENYULUHAN KEHUTANAN
A. RAGAM MATERI PENYULUHAN
ateri penyuluhan kehutanan, pada hakekatnya merupakan segala
pesan-pesan mengenai pengelolaan hutan yang ingin
dikomunikasikan oleh seorang penyuluh kehutanan kepada
masyarakat sebagai sasarannya. Dengan kata lain, materi penyuluhan adalah
pesan yang ingin disampaikan dalam proses komunikasi pembangunan
kehutanan.
M
Sebenarnya yang menjadi pokok setiap kegiatan penyuluhan kehutanan
ialah proses penyampaian ilmu dan teknologi kehutanan. Ilmu bersifat teori,
untuk memikirkan sesuatu. Teknologi bersifat praktis, menjalankan apa yang
telah difikirkan oleh ilmu. adi materi yang
disampaikan kepada para petani dapat berupa
pengetahuan, misalnya pemberian informasi tentang perkembangan
kehutanan, atau informasi lain yang menyangkut kehutanan. Materi yang
bersifat praktis menyangkut teknologi, misalnya materi tentang !ara
mengerjakan tanah, !ara membuat teras, !ara membuat persemaian sederhana,
bagaimana menanam pohon agar persentase tumbuhnya tinggi, bagaimana
menanggulagi serangan hama dan sebagainya. Dengan demikian informasi
pengetahuan hanya bersifat menolong, merangsang dan memperluas
pandangan petani terhadap perkembangan dunia luar.
"agalnya hubungan atau tujuan penyuluhan kehutanan yang diharapkan,
mungkin sebagian dapat disebabkan apabila ide yang disampaikan itu
bertentangan dengan adat kebiasaan dan keper!ayaan petani setempat.
Mungkin juga karena ide yang disampaikan tidak sesuai dengan tingkat
kemampuan dan jenis kegiatan memanfaatkan hutan yang sudah biasa
dilaksanakan oleh masyarakat yang diberi anjuran, disinilah pentingnya
pemilihan materi apa yang sesuai untuk suatu daerah, karena adanya
perbedaan adat, keper!ayaan, tingkat kemampuan dan jenis kegiatan yang
berbeda satu dengan lainnya.
Dengan adanya metode dan media penyuluhan kehutanan, materi yang
akan disampaikan harus sesuai pula dengan metode dan media yang akan
digunakan. Sifat dan dasar materi yang disampaikan melalui media
perorangan akan berbeda dengan sifat materi yang disampaikan media
kelompok, ataupun media massa.
Pada umumnya masyarakat tani lebih !epat menerima ide yang
berpengaruh langsung pada produksi daripada ide yang tidak atau kurang
langsung dirasakan. Misalnya, dalam suatu kegiatan #groforestry,
penggunaan pupuk yang baru akan lebih !epat diterima dibandingkan dengan
pemberian informasi tentang !ara menggunakan pestisida baru, sebab
pengaruh atau akibat pupuk lebih langsung terasa dalam kenaikan produksi
usaha #groforestrynya.
Demikian halnya penyampaian informasi tentang sesuatu yang sedang
populer di kalangan masyarakat, akan lebih !epat diterima daripada materi
yang terlalu baru. Misalnya dikalangan petani sedang populer atau ramai-
ramai menanam !engkeh, maka materi yang menyangkut !ara menanam
!engkeh yang baik akan lebih !epat diterima dan dimanfaatkan daripada
memperkenalkan $arites !engkeh yang baru. Sebab ketidakpastian mengenai
hal yang baru %teknologi& biasanya masih menjadi trauma dikalangan petani.
Petani akan lebih per!aya bilamana dapat melihat sendiri apa yang
dianjurkan. #da suatu anggapan bah'a (otak petani itu dimatanya(. Petani
akan lebih mengerti bilamana dapat melihat sendiri apa yang dianjurkan.
Misalnya demonstrasi akan lebih besar pengaruhnya terhadap perubahan
kelakuan petani dibandingkan pengaruh yang diakibatkan oleh penyuluhan
melalui radio, atau media massa lisan dan tulisan.
#pa yang disampaikan dalam penyuluhan kehutanan pada akhirnya
diharapkan petani mau menerima, mempelajari, memanfaatkan, memiliki serta
akan mengaplikasikannya dalam kegiatan memanfaatkan hutan.
)*
)*
#gar setiap materi penyuluhan kehutanan dapat diterima, dimanfaatkan
dan diaplikasikan oleh petani, sifat yang harus dipunyai oleh materi
penyuluhan kehutanan pada umumnya harus +
a& Diperlukan oleh masyarakat tani kebanyakan, artinya harus disesuaikan
dengan jenis kegiatan petani dalam memanfaatkan hutan dan kegiatan
usahatani masyarakat setempat yang merupakan usaha perbaikan dari apa
yang sudah dilakukan sebelumnya.
b& Dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat kemampuan saasaran.
!& Mengena pada perasaan, artinya tidak bertentangan dengan adat kebiasaan,
keper!ayaan dan pola-pola petani dalam memanfaatkan hutan yang sudah
bisa dikerjakan. Kalau ada kegiatan yang bersifat merusak hutan dan
kegiatan tersebut akan dihentikan, maka materi yang disampaikan haruslah
memakai !ara-!ara persuasif sehingga masyarakat bisa meninggalkan
kebiasaan buruk tersebut tanpa merasa tersinggung.
d& Memberi atau berakibat adanya keuntungan ekonomis, apa yang
disampaikan harus lebih baik dari apa yang pernah dikerjakan oleh petani
sebelumnya, ada pengaruh terhadap kenaikan taraf hidup keluarga petani.
e& Mengesankan, artinya apa yang disampaikan berkesan di hati sehingga
merangsang untuk berbuat seperti yang dianjurkan.
f& Mendorong ke arah kegiatan, artinya materi harus diupauakan sedemikian
rupa sehingga sasaran mau memperhatikan, men!oba menerima dan
melaksanakannya.
g& Materi yang disampaikan dalam penyuluhan kehutanan dapat berbentuk+
-& Dapat dilihat, misalnya materi yang disampaikan melalui slide, foto,
pola yang diperbesar, surat menyurat, surat kabar, majalah dan melalui
media lainnya dalam bentuk tulisan atau gambar statis.
)& Dapat didengar, seperti halnya penyuluhan melalui siaran radio %siaran
pedesaan&
*& Dapat didengar dan dilihat, misalnya materi yang disampaikan melalui
media film, tele$isi dan dalam peragaan selama pertemuan atau kursus
tani.
).
).
.& /angsung dapat dipraktekkan, !ara ini terutama terjadi dalam kegiatan
demonstrasi dan peragaan dari suatu alat atau sarana. Misalnya kursus
singkat penanganan lebah madu.
0& Materi manakah yang paling besar pengaruhnya atau paling baik untuk
digunakan dalam penyuluhan kehutanan1 2ntuk menja'ab pertanyaan
ini perlu diketahui hasil penelitian para ahli tentang daya tangkap
seseorang terhadap sesuatu dalam proses belajar sebagai berikut+
)3 4 jika materi informasi diterima hanya melalui pendengaran.
*3 4 jika hanya diterima melalui penglihatan
53 4 jika diterima melalui penglihatan dan pendengaran.
60 4 jika dilaksanakan melalui peragaan %sasaran dapat melihat,
mendengar dan mempraktekkan atau memperagakannya
sendiri&
Data di atas menujukkan bah'a sasaran akan lebih !epat menerima
sesuatu jika mereka diajak mengerjakan dalam kegiatan yang sedang
dianjurkan.
7erbi!ara mengenai ino$asi, maka di dalam ino$asi terdapat dua tipe
pesan yaitu pesan ideologi dan pesan informatif.
1. Pesan Ideologis, ialah konsep dasar yang melandasi dan dijadikan alasan
untuk melaksanakan perubahan-perubahan atau pembangunan yang
diren!anakan demi ter'ujudnya perbaikan mutu hidup. Sebagai !ontoh,
pembangunan di Indonesia memilih (Pembangunan manusia seutuhnya
dan pembangunan seluruh seluruh masyarakat Indonesia demi
ter'ujudnya masyarakat adil dan makmur, materil dan spiritual
berdasarkan Pan!asila(, sebagai pesan ideoliogisnya.
Pesan ideologis seperti itu, terus menerus dimasyarakatkan dan
ditanamkan ke dalam lubuk hati segenap 'arga masyarakat, baik sebelum
peren!anaan program-program pembangunan maupun proses pelaksanaan
dengan maksud untuk menumbuhkan dan menggerakkan partisipasi
masyarakat, serta menjaga agar pembangunan dapat terus berlangsung dan
men!apai tujuan yang diinginkan.
)0
)0
2. Pesan Infora!if, ialah segala bentuk informasi yang berkaitan dengan
dan bergantung pada pesan ideologisnya. Pesan informatif dapat berbentuk
kebijakan pembangunan, nilai-nilai sosial budaya dan semua informasi
yang berkaitan dengan tujuan yang ingin di!apai serta segala ma!am
upaya yang ingin dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan pembangunan
yang diren!anakan. Seperti ide-ide, metode, petunjuk teknis, informasi
teknologi baru dan sebagainya.
8agam materi penyuluhan kehutanan men!akup+
a. Kebijakan dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan
pembangunan kehutanan %baik dari tingkat pusat sampai di tingkat
lokal&, seperti pola kebijakan umum pembangunan kehutanan,
kebijakan harga dasar, penyaluran kredit usaha tani, distribusi sarana
produksi, pengelolaan air dan lain-lain.
b. 9asil-hasil penelitian:pegujian dam rekomendasi teknis yang
dikeluarkan oleh instansi yang ber'enang.
!. Pengalaman petani yang telah berhasil.
d. Informasi pasar seperti+ harga barang, pena'aran dan permintaan
produk usaha tani dan lain-lain.
e. Petunjuk teknis mengenai penggunaan alat dan saprodi.
f. Informasi tentang kelembagaan dan kemudahan-kemudahan yang
berkaitan dengan pembangunan kehutanan, misalnya informasi tentang
pusat-pusat informasi kehutanan, lembaga penelitian kehutanan,
lembaga keuangan dan perbankan, lembaga pemasaran saprodi,
perlengkapan kegiatan usaha tani, produk usaha tani dan lain-lain.
g. Dorongan dan rangsangan untuk ter!iptanya s'akarsa, s'adana dan
s'adaya masyarakat.
7eberapa petuah yang perlu menjadi pegangan penyuluh kehutanan.
-& Seorang yang melihat, lebih baik daripada seribu orang yang
mendengarkan.
)& Sebuah gambar yang baik, lebih berharga daripada seribu kata-kata.
*& Pak tani akan lebih per!aya bilamana ia dapat melihat dengan mata
kepala sendiri apa yang sedang dinjurkan.
)5
)5
Ragam
Pokok Bahasan
.& ika saya mendengar, saya lupa.
0& ika saya melihat saya ingat dan tahu.
5& ika saya mengerjakan saya mengerti dan mengenal.
B. RAGAM P"K"K BAHA#AN
Sebagai proses pendidikan, setiap kegiatan penyuluhan perlu untuk
merin!i ragam pokok bahasan yang akan diusulkan, di lain pihak perlu untuk
selalu diingat bah'a sasaran penyuluhan adalah
(manusia( yang akan diperbaiki mutu
kehidupannya. Karena itu, ragam pokok bahasan
dalam kegiatan penyuluhan kegiatan tidak hanya !ukup dibatasi kepada hal-
hal yang berkaitan langsung dengan kegiatan yang harus dikerjakan, tetapi
juga harus men!akup hal-hal yang berkaitan dengan upaya perbaikan
kesejahteraan keluarganya dan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan yang
harus dihadapi di tengah-tengah masyarakat.
Kajian terhadap ragam pokok bahasan yang diperlukan dalan kegiatan
penyuluhan kehutanan terdiri dari beberapa pokok bahasan yaitu +
-. Pengetahuan dalam memanfaatkan hutan dan areal sekitar hutan.
Pengetahuan ini tidak hanya berisikan petunjuk atau informasi tentang
(apa( yang harus dikerjakan, tetapi juga men!akup+ mengapa, bagaimana,
berapa, kapan dan dimana kegiatan itu harus dilaksanakan agar dapat
meningkatkan hasil %fisik& dan pendapatan %ekonomi& serta memperbaiki
kesejahteraan %sosial budaya& dirinya sendiri, keluarganya maupun
masyarakat.
Materi-materi pengetahuan tentang agroforestry melalui usaha tani
yang perlu disampaikan diantaranya adalah +
a. Teknik budaya tanaman dan he'an %ternak, ikan, lebah maupun
sutera&
b. Pemilihan benih:bibit unggul
!. Perlindungan tanaman
d. Penggunaan saprodi
e. Pengaturan pengairan untuk tanaman atau he'an
)6
)6
Disamping itu, tidak boleh dilupakan penyampaian materi yang
berkaitan dengan kegiatan yang harus dilakukan agar produk yang
dihasilkan nanti dapat dijual dan memperoleh penghasilan yang biasa
disebut (teknologi pas!a panen( yang meliputi +
a. ;ara panen dan pengumpulan hasil.
b. Pengangkutan dan penyimpanan.
!. Pengolahan dan pengemasan.
d. Pemilahan dan penyeragaman %grading&.
). Pengetahuan Tentang <konomi Kehutanan
Terutama diarahkan kepada perbaikan pengelolaan hutan maupun
usaha tani melalui agroforestry yang lebih efisien agar dapat lebih
memberi manfaat ekonomi %pendapatan, keuntungan& yang lebih tinggi.
*. Pengetahuan Pengelolaan 8umah Tangga Petani
Tidak dapat disangkal bah'a pelaksanan utama pembangunan
kehutanan dipedesaan adalah petani-petani ke!il yang belum dapat
memisahkan se!ara tegas antara pengelolaan rumah tangganya dengan
pengelolaan hutan. Karena itu kegiatan penyuluhan kehutanan ditujukan
kepada ter'ujudnya efisiensi pengelolaan hutan yang harus dibarengi
kegiatan penyuluhan tentang pengelolaan rumah tangga petani itu sendiri.
.. Pelembagaan Petani
7erbeda dengan golongan masyarakat yang lain, petani dipedesaan
umumnya masih memiliki hubungan sosial yang sangat erat kaitannya satu
dengan yang lain. 9al ini terjadi, bukan saja karena masih memiliki
hubungan kekerabatan dalam satu sistim keluarga luas %e=tended family&,
tetapi sifat pekerjaaan yang mereka lakukan seringkali menuntut
kerjasama dan kesepakatan bersama.
Karena itu, di dalam kegiatan penyuluhan kehutanan mutlak untuk
diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan pelembagaan petani,
khususnya yang menyangkut dinamika kelompok dan kepemimpinan
kelompok tani.
0. Politik Pembangunan Kehutanan
)>
)>
Selama berlangsungnya penyuluhan kehutanan, harus pula
diperhatikan pokok bahasan yang menyangkut politik pembangunan
kehutanan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah, karena tujuan
pembangunan kehutanan tidak hanya untuk perbaikan mutu hidup
perorangan atau perbaikan kesejahteraan masyarakat setempat saja,
melainkan demi ter'ujudnya perbaikan mutu hidup dan kesejahteraan
seluruh hidup masyarakat yang bersangkutan serta terjaminnya
pemanfaatan hutan se!ara lestari dan berkesinambungan. Termasuk dalam
pokok bahasan ini diantaranya, peranan pembangunan kehutanan dalam
pembangunan sosial, peran dan tanggung ja'ab serta ke'ajiban
masyarakat, serta kebijakan-kebijakan dan kemudahan-kemudahan yang
disediakan pemerintah bagi pembangunan kehutanan.

$. #UMBER%#UMBER MATERI PENYULUHAN KEHUTANAN
Dari beragam sumber penyuluhan yang ada, dapat dikelompokkan
menjadi+
-. Sumber resmi dari instansi pemerintah, baik yang berasal dari +
a& Departemen Kehutanan dan dinas-dinas terkait
b& /embaga penelitian dan pengembangan
!& Pusat-pusat pengkajian
d& Pusat-pusat informasi
e& Pengujian lokal yang dilaksanakan oleh penyuluh
). Sumber resmi dari lembaga-lembaga s'asta:lembaga s'adaya masyarakat
yang khusus bergerak di bidang penelitian, pengkajian dan penyebaran
informasi.
*. Pengalaman petani, baik dari pengalaman usaha taninya sendiri atau hasil
dari demplot khusus yang dilakukan se!ara oleh petani tanpa bantuan
penyuluh.
.. Sumber lain yang dapat diper!aya, misalnya informasi pasar dari pedagang
dan dari perguruan tinggi.
7eberapa hal yang harus diperhatikan adalah +
)?
)?
-. Materi yang berasal dari lembaga-lembaga resmi %pemerintah atau s'asta&
seringkali tidak selalu sesuai dengan kondisi pengguna, meskipun telah
teruji melalui metode ilmiah tertentu. 9al ini disebabkan baik lingkungan
fisik maupun sumber daya yang digunakan tidak selalu sama seperti yang
dimiliki atau dimanfaatkan oleh pengguna, khususnya yang berkaitan
dengan, peralatan yang digunakan, pengetahuan dan keterampilan yang
dikuasai dan tersedianya modal yang terbatas. Sehingga tidaklah
mengherankan jika materi-materi yang disampaikan seringkali ternyata
se!ara teknis tidak dapat dilaksanakan, se!ara ekonomi tidak
menguntungkan dan tidak dapat diterapkan karena pertimbangan-
pertimbangan politis, sosial dan budaya yang tidak mendukung.
). Materi yang berasal dari pengalaman petani, seringkali masih diragukan
keterandalannya %ketepatan dan ketelitiannya&, karena seringkali
dilaksanakan tanpa memperhatikan metode ilmiah tertentu yang telah
dibakukan.
*. Materi yang berasal dari sumber lain, seringkali tidak jujur, karena adanya
kepentingan-kepentingan tertentu %yang selalu diikutkan& yang selalu tidak
sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan pengguna maupun masyarakat
se!ara keseluruhan.
@leh karena itu, sebaiknya setiap pengguna ino$asi selalu bersifat hati-
hati, dengan selalu men!oba terlebih dahulu dalam skala usaha yang relatif
ke!il sebagai A petak pengalamanB atau dengan melakukan pengujian lo!al
%local verification trial&.
Penerapan se!ara langsung setiap ino$asi dalam skala yang luas, hanya
dapat diterima manakala pengguna telah memiliki pengalaman yang AbaikB
dengan setiap sumber materi yang diterimanya.
&. #I'AT%#I'AT MATERI PENYULUHAN KEHUTANAN
Ditinjau dari sifatnya, maka sifat-sifat materi penyuluhan kehutanan
dikelompokkan menjadi * ma!am yaitu +
a. 7erisikan Peme!ahan Masalah Cang Sedang dan #kan Dihadapi.
*3
*3
Seperti yang telah dijelaskan dalam filosofi penyuluhan yang
berusaha untuk membantu orang lain agar mereka dapat membantu dirinya
sendiri, materi yang berisikan peme!ahan masalah merupakan kebutuhan
utama yang diperlukan oleh masyarakat sasaran. Karena itu, di dalam
setiap kegitan penyuluhan, materi ini harus lebih diutamakan terlebih
dahulu, sebelum menyampaikan materi-materi yang lainnya. Sebaliknya,
andanya kebiasaan penyuluh untuk menyampaikan materi-materi yang
hanya bernilai sebagai AinformasiB biasa, seringkali membuat masyarakat
sasarannya kurang menaruh simpati, yang pada gilirannya dapat berakibat
fatal karena tidak pernah mengabaikan setiap materi penyuluhan yang
disampaikannya.
b. 7erisikan Petunjuk atau 8ekomendasi Cang 9arus Dilaksanakan.
Materi penyuluhan yang berupa petunjuk:rekomendasi yang harus
dilaksanakan, seringkali sangat diharapkan oleh masyarakat sasaran,
meskipun kurang memperoleh prioritas dibanding dengan materi yang
berisikan peme!ahan masalah. Karena itu, materi seperti ini hanya dibatasi
pada petunjuk:rekomendasi yang harus segera dilaksanakan. Penyuluh
yang !erdik, pasti tidak akan memberi petunjuk:rekomendasi yang baru
akan dilaksanakan pada masa-masa mendatang %masih memerlukan 'aktu
beberapa lama lagi&, sebab pada saatnya harus dilaksanakan: diterapkan
masyarakat sasarannya sudah lupa dan harus diulang kembali. 7ahkan
mungkin petunjuk:rekomendasi tersebut seharusnya diperbaiki atau
disempurnatakan dengan perubahan atau perkembangan keadaan yang
dihadapi.
!. Materi Cang 7ersifat Instrumental.
7erbeda dengan kedua materi yang disampaikan di atas, materi
penyuluhan seperti ini harus (dikonsumsi( dalam 'aktu !epat, tetapi
merupakan materi yang perlu diperhatikan dan mempunyai manfaat jangka
panjang, seperti+ ke'irausahaan, pembentukan koperasi, pembinaan
kelompok, dll.
Sesuai dengan sifatnya, materi-materi yang disampaikan biasanya
berkaitan dengan peningkatan dinamika kelompok, dorongan bagi
*-
*-
tumbuhnya s'akarsa, s'akarya dan s'adaya atau hal-hal yang berkaitan
dengan kemandirian yang lain.
E. PEMILIHAN MATERI PENYULUHAN KEHUTANAN
#papun materi penyuluhan yang disampaikan oleh seorang penyuluh,
pertama-tama harus diingat bah'a materi tersebut harus selalu menga!u
kepada kebutuhan yang telah dirasakan oleh masyarakat sasarannya.
Tetapi, di dalam prakteknya seringkali penyuluh menghadapi kesulitan
untuk memilih dan menyampaikan materi yang benar-benar dibutuhkan oleh
masyarakat sasarannya. 9al ini bisa disebabkan keragaman sasaran yang
dihadapi %sehingga menuntut keragaman kebutuhan yang berbeda&, atau
keragaman materi yang harus disampaikan pada saat yang sama. Kesulitan
lain juga dapat mun!ul manakala pemahaman tentang sasaran dan 'aktu
menjadi pembatas.
8agam materi penyuluhan kehutanan dapat dikelompokkan menjadi+
-. Ma!eri (o)o), yaitu materi yang benar-benar dibutuhkan dan harus
diketahui sasaran-sasarannya. Materi pokok, sedikitnya men!akup 034
dari seluruh materi yang ingin disampaikan pada saat yang sama.
). Ma!eri *ang (en!ing, yaitu materi yang berisikan dasar pemahaman
tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan yang dirasakan
oleh sasarannya.
*. Ma!eri Pen+n,ang, yaitu materi yang masih berkaitan dengan kebutuhan
yang dirasakan, yang sebaiknya diketahui oleh sasaran untuk memperluas
!akra'ala pemahamannya tentang kebutuhan materi yang dirsakannya itu.
Materi ini maksimal sebanyak )34 dari seluruh materi yang diberikan.
.. Ma!eri *ang M+-a.ir, yaitu materi yang sebenarnya tidak perlu dan tidak
ada kaitannya dengan kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat
sasarannya. Karena itu dalam setiap kegiatan penyuluhan, sebaiknya justru
dihindari penyampaian materi seperti ini.
*)
*)
RANGKUMAN
-. Materi penyuluhan kehutanan, pada hakekatnya merupakan segala pesan-
pesan mengenai pengelolaan hutan yang ingin dikomunikasikan oleh seorang
penyuluh kehutanan kepada masyarakat sebagai sasarannya. Dengan kata lain,
materi penyuluhan adalah pesan yang ingin disampaikan dalam proses
komunikasi pembangunan kehutanan, pokok setiap kegiatan penyuluhan
kehutanan ialah proses penyampaian ilmu dan teknologi kehutanan.
). Ino$asi memiliki dua tipe pesan yaitu pesan ideologi dan pesan informatif.
*. Kajian terhadap ragam pokok bahasan yang diperlukan dalan kegiatan
penyuluhan kehutanan terdiri dari beberapa pokok bahasan yaitu +
a. Pengetahuan dalam memanfaatkan hutan dan areal sekitar hutan
b. Pengetahuan Tentang <konomi Kehutanan
!. Pengetahuan Pengelolaan 8umah Tangga Petani
d. Pelembagaan Petani
e. Politik Pembangunan Kehutanan
.. Dari beragam sumber penyuluhan yang ada, dapat dikelompokkan menjadi+
a. Sumber resmi dari instansi pemerintah
b. Sumber resmi dari lembaga-lembaga s'asta:lembaga s'adaya masyarakat
yang khusus bergerak di bidang penelitian, pengkajian dan penyebaran
informasi.
!. Pengalaman petani
d. Sumber lain yang dapat diper!aya, misalnya informasi pasar dari pedagang
dan dari perguruan tinggi.
0. Ditinjau dari sifatnya, maka sifat-sifat materi penyuluhan kehutanan
dikelompokkan menjadi * ma!am yaitu +
7erisikan Peme!ahan Masalah Cang Sedang dan #kan Dihadapi
7erisikan Petunjuk atau 8ekomendasi Cang 9arus Dilaksanakan
Materi Cang 7ersifat Instrumental.
5. 8agam materi penyuluhan kehutanan dapat dikelompokkan menjadi materi
pokok, materi yang penting, materi penunjang, dan materi yang mubaDir.
**
**
/ #"AL LATIHAN
-. elaskan ragam materi dan ragam pokok bahasan materi Penyuluhan
KehutananE
). elaskan sifat-sifat yang harus dipunyai oleh materi Penyuluhan KehutananE
*. elaskan pengelompokan dari ragam sumber-sumber materi Penyuluhan
KehutananE
.. Sebutkan dan elaskan sifat-sifat materi Penyuluhan KehutananE
0. elaskan pemilihan materi Penyuluhan Kehutanan dan sebutkan
pengelompokan ragam materi Penyuluhan KehutananE

*.
*.